cover
Contact Name
Kiki Teguh
Contact Email
harpodonborneo@borneo.ac.id
Phone
+6281350529175
Journal Mail Official
harpodonborneo@borneo.ac.id
Editorial Address
Fakultas Perikanan Gedung E Lantai 1 Universitas Borneo Tarakan Jl. Amal Lama No. 1 Tarakan. Kalimantan Utara harpodonborneo@borneo.ac.id
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Jurnal Harpodon Borneo
Core Subject :
Jurnal Harpodon Borneo is a national scientific journal dedicated to advancing knowledge and innovation in the fields of Fisheries and Marine Science. The scope of the journal includes, but is not limited to, the following research areas: Ecology, Biodiversity, and Conservation of Aquatic Resources Sustainable Fisheries Resource Management Environmental Quality, Waste Engineering, and Aquatic Pollution Socioeconomics, Policy, and Governance of Fisheries and Marine Affairs Biomolecular Science and Genetics of Fisheries and Marine Resources Aquaculture Engineering and Production Fish Nutrition and Feed Technology Reproductive Biology, Health, and Diseases of Aquatic Organisms Fish Processing Technology and Food Safety Functional Food Diversification and Innovation Fisheries and Marine Biotechnology
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Morphological Identification of Grouper Species (Family Serranidae) from Tenguyun Traditional Market, Tarakan Island Syamsidar Gaffar
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 17 NOMOR 2, OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengidentifikasi jenis ikan kerapu adalah langkah awal untuk memahami keanekaragaman spesies ikan kerapu dan mendukung pembentukan sistem pengelolaan perikanan yang berkelanjutan. Di Indonesia, ikan kerapu tersebar luas, termasuk di perairan Kalimantan Utara. Studi ini fokus pada identifikasi jenis ikan kerapu dari keluarga Serranidae berdasarkan karakeristik morfologisnya yang diperdagangkan di pasar tradisional Tenguyun di Pulau Tarakan. Selama penelitian, semua ikan kerapu yang tersedia di pasar ini dikumpulkan untuk diklasifikasikan spesiesnya. Dari penelitian ini, ditemukan empat spesies ikan kerapu dari family Serranidae di Pulau Tarakan, yaitu Epinephelus coioides (kerapu lumpur), Epinephelus lanceolatus (kerapu kertang), Plectropomus oligacanthus (kerapu sunu), dan Cephalopholis cyanostigma (kerapu karang bintik biru). Hasil penelitian diharapkan memberikan kontribusi dalam memperkaya database tentang ikan kerapu yang ditangkap oleh nelayan lokal Kalimantan Utara, guna memfasilitasi dasar pengelolaan sumber daya perikanan yang lebih efektif.
STRATEGI PEMASARAN BENUR UDANG GALAH SIJAWA (Macrobrachium rosenbergii) (STUDI KASUS DI UNIT KERJA BUDIDAYA AIR PAYAU SAMAS, YOGYAKARTA) Asep Agus Handaka Suryana; Nabilah Sani Millatina; Yuli Andriani
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 17 NOMOR 2, OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Unit Kerja Budidaya Air Payau (UKBAP) Samas berperan penting dalam pengembangan budidaya benur udang galah, khususnya varietas Sijawa. Riset ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk menganalisis strategi pemasaran yang efektif, serta potensi dan tantangan dalam pemasaran benur udang galah. Bauran pemasaran 4P mencakup produk benur udang galah dengan harga jual Rp. 40,- yang berada di situs A UKBAP Samas dengan melakukan promosi melalui berbagai saluran. Analisis SWOT menunjukan adanya kekuatan UKBAP Samas dalam memproduksi benur dengan harga tetap, namun tantangan yang dihadapi meliputi harga pakan alami yang cukup mahal dan risiko penyakit pada larva udang galah. Strategi pemasaran yang diterapkan mencakup segmentasi pasar berdasarkan kriteria geografis, demografis, psikografis, dan perilaku, dengan penekanan pada target pasar lokal dan luar daerah. Sistem distribusi yang digunakan meliputi distribusi langsung dan tidak langsung. Hasil riset ini menunjukkan bahwa strategi UKBAP Samas dalam memanfaatkan keunggulan benur udang galah yang bernilai tinggi dan minim pesaing di DIY, berhasil meningkatkan nilai ekonomi dan distribusi benur udang galah dengan melakukan manajemen pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan budidaya yang lebih baik.
THE EFFECT OF FERMENTED MAGGOT FLOUR SUBSTITUTION IN ARTIFICIAL FEED TO HEALTH OF NILA FISH (Oreochromis niloticus) Nabila Tia Sukmaya; Yuli Andriani; Zahidah
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 17 NOMOR 2, OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi fermentasi tepung maggot dalam pakan buatan terhadap kesehatan ikan nila. Kandungan kitin (biopolymer rantai Panjang dari N-asetil D-glukosamin) mampu mengikat N dan asam amino penyusun protein sehingga protein menjadi sulit dicerna oleh tubuh ikan. Metode fermentasi berhasil menurunkan kandungan kitin yang terdapat dalam tepung maggot sebesar 8,34%. Berdasarkan hasil uji analisis proksimat dari tepung maggot yang sudah difermentasi memiliki nilai gizi yang lebih baik daripada nilai gizi dari tepung maggot tanpa fermentasi. Nilai gizi dari tepung maggot sebelum fermentasi adalah protein kasar (25.44%), lemak kasar (9.32%), kadar air (7.43%), abu (12.82%), berat kering (92.56%) dan serat kasar (4.77%) sedangkan untuk nilai gizi dari tepung maggot setelah difermentasi adalah protein kasar (27.29%), lemak kasar (12.58%), kadar air (6.61%), abu (13.02%), berat kering (93.38%) dan serat kasar (3.11%). Pengujian kualitas air juga dilakukan pada media budidaya ikan nila, dan nilai kualitas air dalam kondisi normal dengan nilai suhu (25-32oC), DO 6.8 – 10.35 mg/L), pH 7, nitrat (12.5 – 13 mg/L) nitrit (90.3-1.1 mg/L) dan ammonium (0.25-5 mg/L). Formulasi pakan B (TMF 25%) memiliki nilai gizi paling optimum yaitu protein kasar (25,51%), lemak kasar (11,87%), kadar air (4,67%), abu (12,54%), berat kering (95,33%) dan serat kasar (11,49%). Berdasarkan pemeriksaan kesehatan ikan didapatkan hasil ADG sebesar 1 g/hari, SGR sebesar 25%, efisiensi pakan sebesar 40
THE EFFECT OF FERMENTED MAGGOT FLOUR SUBSTITUTION IN ARTIFICIAL FEED TO HEALTH OF NILA FISH (Oreochromis niloticus) Shara Jayanti; D Sukamto; I Puspitasari; Dewi N S; M E Fauzi
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 17 NOMOR 2, OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi fermentasi tepung maggot dalam pakan buatan terhadap kesehatan ikan nila. Kandungan kitin (biopolymer rantai Panjang dari N-asetil D-glukosamin) mampu mengikat N dan asam amino penyusun protein sehingga protein menjadi sulit dicerna oleh tubuh ikan. Metode fermentasi berhasil menurunkan kandungan kitin yang terdapat dalam tepung maggot sebesar 8,34%. Berdasarkan hasil uji analisis proksimat dari tepung maggot yang sudah difermentasi memiliki nilai gizi yang lebih baik daripada nilai gizi dari tepung maggot tanpa fermentasi. Nilai gizi dari tepung maggot sebelum fermentasi adalah protein kasar (25.44%), lemak kasar (9.32%), kadar air (7.43%), abu (12.82%), berat kering (92.56%) dan serat kasar (4.77%) sedangkan untuk nilai gizi dari tepung maggot setelah difermentasi adalah protein kasar (27.29%), lemak kasar (12.58%), kadar air (6.61%), abu (13.02%), berat kering (93.38%) dan serat kasar (3.11%). Pengujian kualitas air juga dilakukan pada media budidaya ikan nila, dan nilai kualitas air dalam kondisi normal dengan nilai suhu (25-32oC), DO 6.8 – 10.35 mg/L), pH 7, nitrat (12.5 – 13 mg/L) nitrit (90.3-1.1 mg/L) dan ammonium (0.25-5 mg/L). Formulasi pakan B (TMF 25%) memiliki nilai gizi paling optimum yaitu protein kasar (25,51%), lemak kasar (11,87%), kadar air (4,67%), abu (12,54%), berat kering (95,33%) dan serat kasar (11,49%). Berdasarkan pemeriksaan kesehatan ikan didapatkan hasil ADG sebesar 1 g/hari, SGR sebesar 25%, efisiensi pakan sebesar 40
EFEKTIFITAS PEMBERIAN PROBIOTIK, PREBIOTIK, DAN SINBIOTIK MELALUI PAKAN UNTUK PRODUKSI SINTASAN BENIH UDANG WINDU (Penaeus monodon) Gloria Ika Satriani; Kartina; Asna
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 17 NOMOR 2, OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tiger prawns produced in traditional ponds in North Kalimantan, especially Tarakan City, are a superior commodity susceptible to attack by pathogens. One way to prevent disease is to add probiotics. Probiotics are live microbes that help the host maintain microbial balance in the digestive tract. Prebiotics, conversely, are foods that cannot be digested by the host body but have a positive effect by selectively stimulating the growth of some bacteria in the intestine, such as Lactobacillus sp, thereby improving the host's health. To support the survival and growth of beneficial bacteria in the digestive tract, synbiotics combine probiotics and prebiotics in a balanced manner. It is hoped that administering probiotics and prebiotics will allow the growth of probiotic bacteria and other beneficial bacteria to improve the host's health. The research was carried out using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 5 feed treatments with three replications, namely 1: negative control consisting of commercial feed Feng Li-0, 2: positive control consisting of commercial feed Feng Li-0 added with a physiological solution and egg white, 3: prebiotic honey added to commercial feed Feng Li-0 along with physiological solution and egg white, 4: probiotic Lacto-B added to commercial feed Feng Li-0 along with physiological solution and egg white, and treatment 5: synbiotic honey and bacteria (Lacto-B) added to commercial feed Feng Li-0 along with physiological solution and egg white. This research aims to determine how effective prebiotics, probiotics and synbiotics are in producing black tiger shrimp juvenile survival. In this research, the synbiotic treatment showed the highest average survival value, final weight, and length in black tiger shrimp (Penaeus monodon) juvenile.
MODEL PERTUMBUHAN DAN MORTALITAS DARI KERANG KAPAH (Meretrix meretrix, Linnaeus, 1758) YANG DI DAPATKAN DI PANTAI AMAL LAMA KOTA TARAKAN Rona; Gazali Salim; Muhammad Gandri Haryono; Mujiyanto
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 17 NOMOR 2, OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerang kapah (Meretrix meretrix) merupakan jenis kerang kapah yang di jadikan sebagai makanan favorit bagi masyarakat kota Tarakan sebagai salah satu destinasi lokal yang dijadikan sebagai salah satu pendapatan daerah dengan memiliki nilai ekonomis dari segi harga yaitu berkisar antara IDR. 50.000 – IDR 60.000. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel kerang kapah di lakukan dengan metode survei langsung di lapangan dan pengambilan sampel di pengepul kerang kapah. Pengambilan sampel kerang kapah dilakukan sebanyak 12x pengambilan sampel. Hasil penelitian yang didapatkan di lapangan untuk jumlah sampel kerang kapah yang berdasarkan dari hasil tangkapan survei di lapangan sebanyak 70 sampel dan kerang kapah dari pengepul kerang kapah sebanyak 44 sampel. Berdasarkan analisis pertumbuhan kerang kapah yang didapatkan hasil tangkapan dan pengepul memiliki pertumbuhan allometri negatif dengan indeks kondisi memiliki bentuk tubuh kurus. Model pertumbuhan Von Bertalanffy pada kerang kapah dari hasil tangkapan dan pengepul didapatkan pertumbuhan maksimal sebesar 8.814 cm dalam 28 hari dan 7.608 cm dalam 48 hari. Mortalitas total, mortalitas tangkapan, mortalitas alami dan laju eksploitasi kerang kapah yang berdasarkan hasil tangkapan di lapangan lebih tinggi di bandingkan dengan kerang kapah yang berasal dari pengepul kerang kapah. Diharapkan dapat dilakukan konservasi kerang kapah secara berkelanjutan dan di perlukan model konservasi domestikasi kerang kapah agar populasi kerang kapah lestari berkelanjutan.
THE EFFECT OF DEFATTING, WASHING FREQUENCY, AND QUALITY CHANGES DURING THE STORAGE OF SURIMI FROM PATIN FISH(Pangasius hypophtalamus) Arlina Hidayati; Septiana Sulistiawati
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 18 NOMOR 2, OKTOBER 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Patin fish is a type of freshwater fish with white flesh, no fibres and no small bones, making it easier to process. One potential form of diversification that can be developed is surimi. The fat in the flesh must be removed because any fat remaining in the flesh will reduce the gel strength and sensory properties of the surimi due to fat oxidation. The methods used to remove fat are defatting and washing the surimi. Surimi protein can undergo degradation during frozen storage. Cryoprotectants are food additives that prevent protein denaturation in surimi during frozen storage. The objective of this study was to determine the optimal process for producing surimi from patin fish, specifically the defatting process (NaHCO₃ concentration), washing frequency, and quality deterioration during storage. The optimal NaHCO₃ concentration was 0.5%, which resulted in the highest fat reduction and the lowest protein reduction. The optimal washing frequency was once, which had the highest impact on the bite test and fold test values. The lowest quality deterioration of surimi during storage was observed in the treatment with cryoprotectant addition, which affected the soluble protein content, pH, moisture content, bite test, and fold test. 
TINGKAT PENERIMAAN KONSUMEN TERHADAP ABON IKAN MENGGUNAKAN BY-PRODUCT IKAN BANDENG  (CHANOS CHANOS) TANPA TULANG dian purnamasari
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 18 NOMOR 2, OKTOBER 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan by-product dari olahan ikan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan nilai tambah dan mengurangi limbah hasil perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan konsumen dan kualitas organoleptik produk abon ikan. By-product yang digunakan meliputi bagian daging yang masih menempel pada tulang ikan bandeng. Sampel berupa abon ikan menggunakan by-product ikan bandeng tanpa tulang dan abon ikan bandeng yang diperoleh dari salah satu UMKM yang juga berlokasi di Kabupaten Maros sebagai pembanding. Uji organoleptik dilakukan dengan empat parameter yaitu kenampakan, bau, rasa dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa abon ikan dari by-product memiliki nilai 7,5 dan abon ikan bandeng memiliki nilai lebih tinggi yaitu 8,0. Berdasarkan uji preferensi oleh 50 orang panelis menunjukkan bahwa abon menggunakan by-product ikan bandeng tanpa tulang lebih disukai oleh panelis dari segi kenampakan, rasa dan tekstur namun dari segi aroma abon ikan bandeng dari produsen lain lebih disukai. Dengan demikian, abon ikan berbahan dasar by-product bandeng tanpa tulang berpotensi dikembangkan sebagai produk pangan alternatif yang ekonomis dan ramah lingkungan.
Penentuan Formulasi Produk Tarajju Singkong yang Difortifikasi Protein Ikan Mujair (Orecochromis mossambicus, Peters 1852) dalam Pemenuhan Protein Panganan Tradisional Istyqamah; Hardianty Askar
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 18 NOMOR 2, OKTOBER 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kue tarajju merupakan makanan tradisional di Sulawesi-Selatan dengan bahan dasar dari singkong dan gula merah yang tinggi akan karbohidrat namun rendah protein. Sehingga sangat cocok diperkaya dengan protein ikan. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan jumlah kandungan protein pada kue tarajju singkong sebagai sumber pangan tardisional bergizi tinggi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental yang dilakukan dengan 3 tahapan yaitu tahap pertama pengolahan dan pengujian asam amino KPI mujair, tahap kedua fortifikasi protein ikan mujair pada kue tarajju singkong, tahap ketiga yaitu meliputi pengujian mutu produk kue tarajju singkong dengan menganalisis kandungan proksimat, serta pengujian sensori untuk melihat penerimaan masyarakat terhadap produk yang dihasilkan. Hasil yang diperolah pada total analisis asam amino esensial tepung KPI mujair diperoleh 34.1% w/w dan total asam amino non esensial diperoleh 55.32% w/w. Sehingga sangat cocok untuk di aplikasikan pada produk tarajju singkong. Hasil terbaik yang dihasilkan pada penelitian ini adalah dengan penambahan tepung KPI muajir 10% yang memperoleh kandungan protein 12.01%, kadar air 43.13%, kadar abu1.40%, kadar lemak 2.24%, BETN 47.42% dan serat kasar 43.13%, juga di susul pada analisis tingkat kesukaan panelis dengan nilai rata-rata 7 yang artinya suka pada tiap hasil penilaian kenampakan, bau, rasa, dan tekstur.
Dinamika Tutupan Mangrove dan Stok Karbon di Pantai Duta Berdasarkan Klasifikasi Random Forest dan Ground-Check Anatasya Aprilia; Viky Vidayanti; Muhammad Yusuf
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 19, NOMOR 1, APRIL 2026
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/6dgy6d42

Abstract

Ekosistem mangrove berperan penting dalam dalam penyimpanan karbon, sehingga perlu dipantau untuk mencegah degradasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan tutupan kanopi, stok karbon atas tanah, serta hubungan keduanya pada mangrove Pantai Duta tahun 2021 dan 2025, sekaligus membandingkan estimasi satelit menggunakan InVEST dengan data lapangan. Nilai NDVI dan klasifikasi mangrove diperoleh dari citra Sentinel-2A melalui Google Earth Engine, sedangkan tutupan kanopi lapangan diukur menggunakan hemispherical photography dan dianalisis dengan ImageJ. Biomassa dihitung menggunakan persamaan alometrik dan dikonversi menjadi stok karbon. Evaluasi estimasi dilakukan dengan mengukur tingkat overestimation antara nilai InVEST dan median stok karbon ground-check yang telah disesuaikan dengan luas mangrove hasil klasifikasi GEE. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan tutupan kanopi dan stok karbon antar tahun, hubungan yang lemah antara NDVI, kanopi, dan stok karbon, serta nilai estimasi InVEST yang jauh lebih tinggi dibandingkan hasil lapangan. Hal ini menegaskan pentingnya integrasi penginderaan jauh dan pengamatan vegetasi untuk memperoleh estimasi karbon mangrove yang lebih akurat.

Page 2 of 3 | Total Record : 23