cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
LenteraBio
ISSN : 22523979     EISSN : 26857871     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
PRODUKSI HORMON IAA OLEH BAKTERI ENDOFIT DARI AKAR TANAMAN UBI JALAR (IPOMOEA BATATAS) DALAM MEDIA LIMBAH CAIR TAHU HIDAYATULLAH, FUAD; Rahayu, Yuni Sri; Lisdiana, Lisa
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 6, No 3 (2017): Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakteri endofit merupakan bakteri yang berasosiasi dengan sel atau jaringan tanaman. Limbah cair tahu memiliki kandungan nutrisi tinggi yang memungkinkan bakteri tumbuh di dalamnya. Tujuan penelitian adalah untuk menguji pengaruh media pertumbuhan, isolat bakteri dan interaksi antara media pertumbuhan dengan isolat bakteri terhadap produksi hormon Indole Acetic Acid (IAA) oleh bakteri endofit dari akar tanaman ubi jalar, serta mengetahui fluktuasi produksi hormon IAA setiap perlakuan selama empat hari waktu inkubasi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan yaitu isolat bakteri (A1, B1, B2 dan B3) dan madia pertumbuhan (media limbah cair tahu dan media limbah cair tahu dengan suplementasi triptofan). Pengukuran hormon IAA dilakukan setiap 24 jam selama empat hari menggunakan metode spektrofotometri. Parameter yang diamati yaitu konsentrasi hormon IAA yang dihasilkan pada setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukan media pertumbuhan dan isolat bakteri berpengaruh nyata terhadap produksi hormon IAA yang dihasilkan. Produksi hormon IAA dalam media limbah cair tahu yang disuplementasi triptofan lebih tinggi (1,799 ppm) dibandingkan dengan produksi hormon IAA dalam media limbah cair tahu murni (1,016 ppm). Isolat bakteri A1 mampu memproduksi hormon IAA lebih tinggi (1,899 ppm) dibandingkan dengan ketiga isolat bakteri lainnya yaitu B1, B2 dan B3. Interaksi media pertumbuhan dengan isolat bakteri juga berpengaruh nyata terhadap produksi hormon IAA. Produksi hormon IAA masing-masing perlakuan mengalami fluktuasi pada setiap waktu inkubasi selama empat hari. Rata-rata konsentrasi IAA optimal diperoleh pada waktu inkubasi hari ketiga
ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI KITINOLITIK ENDOFIT BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM) SERTA POTENSINYA DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN FUSARIUM OXYSPORUM Prasetya, Indra Adi Wira; Rahayu, Yuni Sri; Trimulyono, Guntur
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 1 (2018): Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakteri kitinolitik merupakan kelompok bakteri yang mampu menghasilkan enzim kitinase sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pengendali jamur. Fusarium oxysporum merupakan jamur yang menyebabkan penyakit pada bawang merah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi bakteri kitinolitik endofit bawang merah, menguji potensi penghambatan pertumbuhan F. oxysporum oleh isolat bakteri kitinolitik, serta mendeskripsi karakteristik isolat bakteri kitinolitik yang diperoleh. Penelitian yang dilakukan meliputi uji kitinolitik menggunakan agar koloidal kitin, karakterisasi bakteri, serta uji potensi sebagai antifungi. Pada penelitian ini telah berhasil diperoleh 11 isolat bakteri endofit akar bawang merah yang 5 di antaranya memiliki aktivitas kitinolitik. Kelima isolat bakteri tersebut antara lain: AA2, AA7, AA8, AA9 dan AA10. Empat isolat bakteri yaitu: AA2, AA8, AA9, dan AA10 mampu menghambat pertumbuhan F. oxysporum. Terdapat 37 karakter isolat bakteri kitinolitik yang telah diperoleh. Karakter tersebut meliputi morfologi koloni, morfologi sel, serta sifat fisiologis dan biokimia. Beberapa karakteristik isolat bakteri kitinolitik di antaranya adalah morfologi koloni berbentuk circular, irregular, dan filamentous. Morfologi sel bakteri berbentuk basil dengan rangkaian diplobasil dan streptobasil, serta Gram negatif dan positif.
IDENTIFIKASI ISOLAT BAKTERI ENDOFIT A1 DAN B1 DARI AKAR TANAMAN UBI JALAR BERDASARKAN SEKUENS 16S RDNA Arista, Anggi Maulia; Yuliani, Yuliani; Lisdiana, Lisa
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 1 (2018): Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakteri endofit merupakan bakteri yang secara alami berada dalam jaringan tumbuhan serta memiliki banyak manfaat terutama sebagai Plant Growth Promotion (PGP) dan sebagai agen biokontrol pada tanaman. Salah satu syarat bakteri endofit yang akan diaplikasikan adalah harus teridentifikasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies isolat bakteri endofit A1 dan B1, serta mengetahui urutan basa yang lestari dan beragam dari isolat bakteri endofit A1 dan B1. Isolat bakteri endofit yang digunakan adalah A1 dan B1. Metode penelitian yang digunakan yaitu isolasi DNA menggunakan metode CTAB/NaCl yang dimodifikasi, amplifikasi sekuens 16S rDNA, dan sekuensing 16S rDNA untuk mengetahui urutan basa nitrogennya. Hasil sekuensing kemudian diolah dengan ClustalX, Phylip, dan Phydit untuk diketahui nama spesiesnya. Berdasarkan hasil penelitian maka berdasarkan sekuens 16S rDNA diidentifikasi isolat A1 sebagai Bacillus cereus strain CRh 25, dan isolat B1 teridentifikasi sebagai Bacillus cereus strain LT15-MRL. Isolat bakteri A1 memiliki urutan basa yang beragam sebanyak 1 dan basa yang lestari sebanyak 1120. Isolat B1 memiliki urutan basa yang beragam sebanyak 0 dan basa yang lestari sebanyak 1085.
PENGGUNAAN PUPUK CAIR BERBAHAN BAKU LIMBAH AIR CUCIAN BERAS DENGAN PENAMBAHAN SERBUK CANGKANG TELUR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI HIJAU (BRASSICA JUNCEA) Jannah, Nurdiana K.; Yuliani, Yuliani; Rahayu, Yuni Sri
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 1 (2018): Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah air cucian beras dan cangkang telur merupakan salah satu limbah yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik dikarenakan mengandung unsur hara nitrogen, fosfor dan kalium yang masih dibutuhkan oleh tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kualitas unsur hara (N,P, dan K dan rasio C/N) pupuk cair berbahan baku limbah air cucian beras dengan penambahan serbuk cangkang telur serta mendeskripsikan perbedaan pertumbuhan tanaman sawi hijau yang diberi perlakuan berbagai konsentrasi pupuk cair. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktorial yaitu konsentrasi pupuk cair. Konsentrasi yang digunakan antara lain 3,12 ml/L/polybag; 6,25 ml/L/polybag; 9,37 ml/L/polybag; 12,5 ml/L/polybag dan 0,1 gram urea sebagai kontrol. Parameter pertumbuhan yang diamati yaitu jumlah daun, tinggi tanaman serta biomassa basah. Data dianalisis menggunakan Anava satu arah kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan pupuk cair berbahan baku limbah air cucian beras dengan penambahan serbuk cangkang telur mengandung unsur hara N 0,80%; P 1,33%; K 2,02% dan C/N sebesar 5 yang termasuk kriteria rendah. Pemberian pupuk cair berbahan baku limbah air cucian beras dengan penambahan serbuk cangkang telur terhadap jumlah daun dan tinggi tanaman menunjukkan konsentrasi yang direkomendasikan yaitu konsentrasi sebesar 12,50 ml/L/polybag.
POTENSI KONSORSIUM DUA ISOLAT BAKTERI ENDOFIT DARI AKAR TANAMAN UBI JALAR VAR. PAPUA PATIPPI DALAM MENGHASILKAN HORMON INDOLE – 3 – ACETIC – ACID (IAA) Valentina, Fithriani; Yuliani, Yuliani; Lisdiana, Lisa
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 1 (2018): Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isolat bakteri endofit A1, B1, B2, dan B3 dari akar tanaman ubi jalar varietas Papua Patippi diketahui mampu menghasilkan hormon IAA. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan antagonisme antar isolat dalam konsorsium, potensi konsorsium isolat bakteri endofit yang paling optimal dalam menghasilkan IAA serta waktu inkubasi yang paling tepat untuk konsorsium tersebut menghasilkan IAA dengan konsentrasi paling optimal. Antagonisme antar isolat bakteri dalam konsorsium diamati dengan melakukan uji antagonisme menggunakan metode sumuran. Potensi konsorsium bakteri endofit dalam menghasilkan hormon IAA diperoleh dengan mengukur nilai absorbansi setiap hari berturut-turut selama 5 hari masa inkubasi menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang 530 nm. Data absorbansi IAA selanjutnya dimasukkan dalam rumus persamaan kurva standar yang telah dibuat untuk mendapatkan nilai konsentrasi IAA lalu data tersebut dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa isolat yang bersifat antagonis adalah isolat B2 dengan B3 serta konsorsium bakteri endofit yang paling optimal dalam menghasilkan IAA yaitu konsorsium c (A1 dan B3) sebesar 1,7103 ppm pada hari kedua masa inkubasi. Selain itu diketahui pula bahwa waktu yang diperlukan untuk menghasilkan konsentrasi IAA paling optimal adalah 2 hari inkubasi.
PENGGUNAAN EKSTRAK DAUN KEDONDONG (SPONDIAS PINNATA) UNTUK MENGHAMBAT PERTUMBUHAN MISELIA JAMUR FUSARIUM OXYSPORUM SECARA IN VITRO Fadilah, Lutfa Lusia; Asri, Mahanani Tri; Ratnasari, Evie
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 1 (2018): Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fusarium oxysporum merupakan jamur patogen penyebab layu pada tanaman sehingga diperlukan pengendalian. Daun kedondong (Spondias pinnata) dapat dijadikan sebagai fungisida nabati karena mengandung senyawa metabolit sekunder antara lain flavonoid, tanin dan saponin. Tujuan penelitian ini untuk menguji pengaruh pemberian ekstrak daun kedondong dalam menghambat pertumbuhan miselia jamur Fusarium oxysporum dan mengetahui konsentrasi ekstrak daun kedondong yang optimal dalam menghambat pertumbuhan miselia jamur F. oxysporum. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap satu faktor, yaitu konsentrasi ekstrak daun kedondong dengan 5 kali ulangan. Konsentrasi ekstrak yang digunakan yaitu 0%, 12%, 18%, 24%, 30%. Pengamatan dilakukan setelah masa inkubasi selama 7 hari pada suhu ruang. Parameter yang diamati yaitu hambatan pertumbuhan F. oxysporum ditunjukkan melalui diameter koloni dan persentase hambatan miselia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian ekstrak daun kedondong dalam menghambat miselia jamur F. oxysporum. Pada konsentrasi 18%, 24%, dan 30% merupakan konsentrasi optimal untuk menghambat pertumbuhan miselia jamur F. oxysporum dengan persentase penghambatan sebesar 54%, 60%, dan 63%. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi ekstrak daun kedondong yang diberikan maka semakin tinggi daya hambatnya.
PEMANFAATAN TAWAS AL2(SO4)3 UNTUK MEMPERBAIKI KUALITAS LIMBAH CAIR PABRIK KERTAS DAN UJI TOKSISITAS PADA IKAN MAS (CYPRINUS CARPIO) Rusmaindah, Erva Sukma; Fitrihidajati, Herlina; Haryono, Tjipto
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 1 (2018): Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penurunan kadar logam berat timbal limbah cair pabrik kertas dengan menggunakan koagulan tawas Al2(SO4)3 dengan konsentrasi berbeda dan uji toksisitas hasil pengolahan limbah cair pabrik kertas pada ikan mas (Cyprinus carpio) setelah perlakuan dengan tawas Al2(SO4)3. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuan, yaitu konsentrasi koagulan tawas. Jumlah sampel di penelitian ini adalah 20 sampel dengan 5 kali pengulangan. Konsentrasi yang digunakan adalah 0 mg/l tawas; 6,25 mg/l tawas; 12,5 mg/l tawas; dan 18,75 mg/l tawas. Parameter penelitian yang diamati adalah persentase penurunan kadar logam berat timbal (Pb) limbah cair pabrik kertas, nilai DO, pH, suhu, dan kematian ikan. Data dianalisis dengan analisis varian (ANAVA) satu arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar logam berat timbal limbah cair pabrik kertas dengan menggunakan konsentrasi koagulan tawas Al2(SO4)3 yang berbeda. Persentase yang tertinggi terdapat pada konsentrasi 18,75 mg/l,yaitu sebesar 56,25%. Hasil terbaik uji toksisitas limbah cair pabrik kertas pada ikan mas setelah perlakuan dengan tawas Al2(SO4)3, yaitu pada konsentrasi tawas 18,75 mg/l, persentase kematian ikan mas sebesar 34 %.
PEMANFAATAN SERBUK CANGKANG TELUR AYAM SEBAGAI ADSORBEN LOGAM BERAT KADMIUM (CD) PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI BATIK JETIS SIDOARJO Maharani, Vania; Kuntjoro, Sunu; Indah, Novita Kartika
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 1 (2018): Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair yang dihasilkan oleh industri batik dapat menyebabkan pencemaran lingkungan karena mengandung logam berat. Limbah cair batik Jetis Sidoarjo mengandung Cd sebesar 0,041 ppm dan telah melampaui batas baku mutu Cd dalam perairan menurut PP Nomor 82 Tahun 2001 yaitu sebesar 0,01 ppm. Cangkang telur ayam mengandung kalsium karbonat yang dapat digunakan sebagai bahan adsorben logam Cd. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh serbuk cangkang telur ayam sebagai adsorben logam Cd dan untuk mendeskripsikan perbedaan konsentrasi serbuk cangkang telur ayam terhadap persentase penurunan kadar Cd. Kadar logam Cd dianalisis menggunakan metode AAS (Atomic Absorbtion Spectrophotometer). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuan yaitu konsentrasi serbuk cangkang telur (10.000 mg/L, 20.000 mg/L, 30.000 mg/L, 40.000 mg/L) dan 6 kali pengulangan sehingga didapatkan 24 unit penelitian. Metode analisis data menggunakan anava satu arah dilanjutkan uji Duncan untuk mengetahui pengaruh perbedaan antar konsentrasi serbuk cangkang telur ayam terhadap penurunan kadar Cd. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh serbuk cangkang telur ayam sebagai adsorben logam Cd dan perbedaan konsentrasi serbuk cangkang telur berpengaruh secara nyata terhadap penurunan kadar Cd.
EFEKTIVITAS KOMPOS KACANG TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN KEDELAI PADA MEDIA TANAM TANAH TERCEMAR MINYAK BUMI HASIL BIOREMEDIASI Ma?rifatin, Siti; Yuliani, Yuliani; Winarsih, Winarsih
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 1 (2018): Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah tercemar minyak bumi mempunyai kandungan kadar Total Petroleum Hydrocarbon (TPH) tanah yang tinggi serta kadar hara yang rendah sehingga diperlukan stimulasi unsur hara yakni dengan kompos kacang tanah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos kacang tanah terhadap penurunan TPH tanah dan  pertumbuhan vegetatif tanaman kedelai pada media tanam tanah tercemar minyak bumi hasil bioremediasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan satu faktor perlakuan yakni konsentrasi kompos kacang tanah (1,77; 3,54; 5,31; 7,08 gram/polybag) dengan 5 kali pengulangan. Parameter pertumbuhan yang diukur meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan biomassa basah. Data penurunan TPH dianalisis secara deskriptif dan data pertumbuhan dianalisi dengan ANAVA satu arah dan dilanjutkan dengan Uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompos kacang tanah mampu mempengaruhi penurunan kadar TPH tanah tercemar minyak bumi dari 19.250 mg/kg menjadi 13.800 mg/kg. Pemberian kompos kacang tanah pada media tanam tanah hasil bioremediasi juga mampu mempengaruhi pertumbuhan vegetatif tanaman kedelai. Konsentrasi kompos yang paling efektiv terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman kedelai ialah pada konsentrasi 7,08 gram/polybag.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK CAIR ORGANIK DARI LIMBAH ORGAN DALAM IKAN TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN BAYAM MERAH (ALTERNANTHERA FICOIDES) Kurniawati, Devi; Rahayu, Yuni Sri; Fitrihidajati, Herlina
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 1 (2018): Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kandungan unsur hara N, P, K dan rasio C/N dari pupuk cair dan pengaruh pemberian berbagai konsentrasi pupuk cair terhadap pertumbuhan bayam merah. Penelitian ini terdiri atas dua tahap, tahap I merupakan penelitian deskriptif dan tahap II merupakan penelitian eksperimen. Penelitian tahap II menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu perlakuan yaitu konsentrasi pemberian pupuk cair (0 mL/L/polybag (kontrol),  150 mL/L/polybag, 200 mL/L/polybag, 250 mL/L/polybag, dan 300 mL/L/polybag). Sampel dalam penelitian ini berjumlah 25. Parameter yang diamati pada tahap I berupa kandungan N, P, K dan rasio C/N sedangkan pada penelitian tahap II adalah tinggi tanaman, jumlah daun dan biomassa tanaman. Hasil penelitian tahap I dianalisis dengan membandingkan hasil uji pupuk cair organik dengan kriteria sifat tanah, sedangkan hasil pengamatan tahap II diuji statistik menggunakan Analisis Varian (Anava) satu arah yang kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan untuk mencari konsentrasi yang paling optimal. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah kandungan unsur hara N, P, K dan rasio C/N dalam pupuk cair organik dari limbah organ dalam ikan secara berturut-turut adalah 0,12% (rendah), 0,009% (sangat rendah), 0,007% (sangat rendah), 1,64 (rendah) dan 13,80 (tinggi) dan pemberian pupuk cair organik terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap ketiga parameter penelitian yaitu tinggi tanaman, jumlah daun dan biomassa tanaman bayam merah (Alternanthera ficoides). Konsentrasi paling optimal dalam mempengaruhi pertumbuhan bayam merah adalah pada perlakuan kelima yaitu 300 mL/L/polybag.