cover
Contact Name
Dr. dr. Elman Boy, M.Kes., Sp.KKLP., Subsp.FOMC
Contact Email
implementahusada@umsu.ac.id
Phone
+628112570085
Journal Mail Official
implementahusada@umsu.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Jln.Gedung Arca No. 53 Medan 20217
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Implementa Husada (JIH)
ISSN : -     EISSN : 27220877     DOI : https://doi.org/10.30596/jih.v7i3
Core Subject :
Jurnal Implementa Husada (JIH) is a peer reviewed open access scientific journal in the fields of medicine, health sciences, and healthcare. The journal provides a scholarly platform for researchers, academics, clinicians, healthcare professionals, and other health related scholars to disseminate scientific knowledge, research findings, and evidence based practices that contribute to the advancement of medicine and health. Jurnal Implementa Husada publishes four issues per year, in February, May, August, and November. The journal accepts original research articles, review articles, and case reports, as well as other scholarly manuscripts that are relevant to the journal scope and comply with its editorial policies. The scope of the journal encompasses various areas of medicine and health sciences, including biomedical sciences, clinical medicine, family medicine and primary care, community medicine and public health, and medical and health professions education. Since 2026, Jurnal Implementa Husada has adopted English as the primary language of publication as part of its commitment to increasing the international visibility, accessibility, and dissemination of its published research.
Arjuna Subject : -
Articles 258 Documents
Hubungan Kualitas Tidur dengan Memori Kerja Verbal dan Visuospasial Berdasarkan Jenis Kelamin pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Safira Qisthina Awanis; Debby Mirani Lubis
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v4i1.13636

Abstract

Latar Belakang: Tidur menempati sekitar sepertiga dari hidup manusia dan memainkan peran yang amat penting dalam proses stabilisasi dan integrasi dari memori. Persentase tinggi pada orang dewasa yang mengalami kualitas dan kuantitas tidur yang buruk, terutama mahasiswa, merupakan masalah yang besar dan dapat berdampak terhadap kognisi seperti memori kerja yang berperan penting dalam pemecahan masalah sehingga mempengaruhi performa akademik mahasiswa. Metode: Jenis penelitian merupakan penelitian observasi analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Sampel diperoleh sebanyak 69 responden yang merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara angkatan 2019 dengan laki-laki sebanyak 18 orang dan perempuan sebanyak 51 orang. Data dianalisis dengan menggunakan uji Korelasi Spearman. Hasil: Hasil uji Korelasi Spearman menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan kualitas tidur dengan memori kerja verbal pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara berdasarkan jenis kelamin dengan nilai p = 0,859 dan r = -0.022 Uji Korelasi Spearman juga menunjukkan bahwa tidak ada hubungan kualitas tidur dengan memori kerja visuospasial pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara berdasarkan jenis kelamin dengan nilai p = 0,936 dan r = -0.010. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan kualitas tidur dengan memori kerja verbal dan visuospasial berdasarkan jenis kelamin pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara angkatan 2019.
The Relationship Between Long-Term Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) and Uric Acid Levels in DM Patients at Klinik Iman Fatimah Zahra; Des Suryani
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v7i2.28065

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a chronic metabolic disease associated with purine metabolism disorders that may lead to increased uric acid levels. The duration of the disease, along with blood sugar control and cholesterol levels, can worsen metabolic control and increase the risk of hyperuricemia. This study aimed to determine the relationship between the duration of T2DM and uric acid levels, as well as the influence of blood sugar and cholesterol levels on uric acid levels in T2DM patients. This study was conducted at Klinik Iman from September to October 2025. Data were collected from 32 respondents, including duration of T2DM, uric acid, blood sugar, and cholesterol levels. Data analysis was performed using the Kruskal-Wallis and Chi-Square tests according to data distribution. The results showed a significant relationship between the duration of T2DM and uric acid levels (p 0,05). This relationship was also associated with blood sugar levels (p 0,05). A significant relationship was found between the duration of T2DM and cholesterol levels (p 0,05), as well as between cholesterol and uric acid levels (p 0,05). Therefore, controlling blood sugar and cholesterol levels is important to prevent hyperuricemia in T2DM patients.
Edukasi Manfaat Mengkonsumsi Buah terhadap Kondisi Obesitas di Lingkungan I Teladan Barat Annisa Fadhila Apshal; Eka Febriyanti
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v3i2.11801

Abstract

Abstrak[U1]: Obesitas atau kelebihan berat badan terjadi akibat penimbunan lemak yang berlebih baik pada remaja hingga usia dewasa yang dapat menjadi mencetus terjadinya penyakit kronis dan degeneratif. Pola makan adalah perilaku penting dalam mempengaruhi keadaan gizi seseorang. Buah adalah makanan yang penting bagi tubuh manusia karena memiliki kandungan mineral dan vitamin serta antioksidan yang bisa meningkatkan imunitas dan resistensi terhadap infeksi, selain itu buah juga mengandung serat. Tujuan kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran bagi masyarakat Linkungan I Kelurahan Teladan Barat tentang pentingnya mengkonsumsi buah buahan maupun sayuran, yang dimana masyarakat yang berada di Lingkungan I Kelurahan Teladan Barat merupakan penduduk usia dewasa dan lansia yang berisiko mengalami penyakit kronis dan degeneratif. Status gizi masyarakat di peroleh dengan melakukan pemeriksaan kesehatan gratis seperti kadar gula darah (KGD), tekanan darah dan penimbangan berat badan serta tinggi badan. Dari 34 orang yang dilakukan pemeriksaan didapatkan hasil pra-hipertensi (11,7%), hipertensi tingkat 1 (23,5%), hipertensi tingkat 2 (8,8%), obesitas (17,6%), overweight (32,3%), hiperglikemia (20,5%) dan underweight (2,9%). Edukasi dilakukan dengan penyuluhan mengenai pentingnya buah buahan, serta pemberian makanan tambahan berupa buah-buahan.Abstrak[U1]: Obesitas atau kelebihan berat badan terjadi akibat penimbunan lemak yang berlebih baik pada remaja hingga usia dewasa yang dapat menjadi mencetus terjadinya penyakit kronis dan degeneratif. Pola makan adalah perilaku penting dalam mempengaruhi keadaan gizi seseorang. Buah adalah makanan yang penting bagi tubuh manusia karena memiliki kandungan mineral dan vitamin serta antioksidan yang bisa meningkatkan imunitas dan resistensi terhadap infeksi, selain itu buah juga mengandung serat. Tujuan kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran bagi masyarakat Linkungan I Kelurahan Teladan Barat tentang pentingnya mengkonsumsi buah buahan maupun sayuran, yang dimana masyarakat yang berada di Lingkungan I Kelurahan Teladan Barat merupakan penduduk usia dewasa dan lansia yang berisiko mengalami penyakit kronis dan degeneratif. Status gizi masyarakat di peroleh dengan melakukan pemeriksaan kesehatan gratis seperti kadar gula darah (KGD), tekanan darah dan penimbangan berat badan serta tinggi badan. Dari 34 orang yang dilakukan pemeriksaan didapatkan hasil pra-hipertensi (11,7%), hipertensi tingkat 1 (23,5%), hipertensi tingkat 2 (8,8%), obesitas (17,6%), overweight (32,3%), hiperglikemia (20,5%) dan underweight (2,9%). Edukasi dilakukan dengan penyuluhan mengenai pentingnya buah buahan, serta pemberian makanan tambahan berupa buah-buahan[U1]Mohon dijelaskan berapa banyak subjek yang terlibat dalam penelitian ini 34 orang
Pelatihan Pembuatan Minuman Berbahan Dasar Sereh dan Lemon Untuk Kesehatan Mega Efrilia; Pra Panca Bayu Chandra; Pricillya Maria Loimalitna; Dzul Qurnain; Alif Tiani Dhia Meilania
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v6i3.25798

Abstract

Saat ini pemanfaatan rempah-rempah khas Indonesia tidak hanya digunakan sebagai bumbu dapur dan bahan tambahan untuk pembuatan jamu tradisional, akan tetapi sudah diolah menjadi minuman herbal yang selain bermanfaat untuk kesehatan tubuh juga memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat. Sereh dan lemon merupakan dua tanaman yang memiliki banyak khasiat. Sereh dan lemon dapat dibuat minuman sebagai minuman Kesehatan. Minuman sereh lemon dapat menyembuhkan pilek dan flu, dimana sereh memiliki sifat antibakteri dan anti-jamur yang membantu mengatasi pilek, batuk, dan flu. Kandungan vitamin C dapat memperkuat kekebalan tubuh. Kegiatan pelatihan pembuatan minuman sereh lemon ini diawali dengan tahap observasi, dan Tahap evaluasi dengan memberikan kuesioner kepada siswa/siswi dilakukan untuk mengetahui ketercapaian pelaksanaan kegiatan pengabdian. Hasil penilaian pengetahuan pada saat pemberian kuesioner terlihat bahwa hanya terdapat 2 kategori yaitu sangat baik dan baik dengan masing-masing 55% dan 45%. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini berjalan lancer hal ini dapat terlihat dari antusias siswa dan siswi di SDN Cipinang Besar Selatan 13 Jakarta Timur saat menerima informasi yang diterangkan oleh mahasiswa Farmasi tentang edukasi pembuatan minuman kesehatan lemon sereh
Perbandingan Efektivitas Madu Trigona dan Madu Sidr Dikombinasikan dengan Minyak Jintan Hitam (Nigella Sativa) sebagai Nefroprotektor Tikus Wistar (Rattus Norvegicus) yang Diinduksi Parasetamol Shinta Damayanti; Des Suryani
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v2i3.11843

Abstract

Abstrak : Parasetamol adalah salah satu obat analgesik-antipiretik yang paling umum digunakan di seluruh dunia. Penggunaan dengan dosis toksik dapat menimbulkan kerusakan ginjal. Minyak jintan hitam dan madu digunakan sebagai obat untuk berbagai masalah kesehatan. madu trigona adalah madu multiflora dan madu sidr merupakan madu monoflora yang telah diolah dengan lebih baik dan diimpor dari luar negeri dengan harga yang mahal. Tujuan penelitian ini membandingkan efektivitas minyak jintan hitam ditambah madu trigona dengan minyak jintan hitam ditambah madu sidr terhadap fungsi ginjal tikus yang diinduksi parasetamol. Metode penelitian eksperimental dengan rancangan posttest only with controlled group design. Sebanyak 4 kelompok diberi perlakuan selama 28 hari. Uji kadar Ureum dan Kreatinin dilakukan. Analisis data menggunakan one way ANOVA post hoc bonferroni. Terdapat pengaruh pemberian parasetamol dosis tunggal 2 g/KgBB pada fungsi ginjal tikus ditandai dengan peningkatan kadar Ureum dan kreatinin pada kelompok KP, tidak terdapat perbedaan signifikan pemberian minyak jintan hitam dosis 2 ml/kgBB ditambah madu sidr dengan dosis 1 g/kgBB dan minyak jintan hitam dosis 2 ml/kgBB ditambah madu trigona dengan dosis 7,4 ml/kgBB selama 28 hari terhadap ginjal tikus yang telah diinduksi parasetamol (p0,05). Pemberian parasetamol memiliki pengaruh terhadap kerusakan ginjal tikus. Serta pemberian minyak jintan hitam ditambah madu dibandingkan dengan minyak jintan hitam ditambah madu trigona memiliki efek nefroprotektor yang sama.
Peningkatan Pemahaman Osteoatritis Pada Masyarakat di Desa Pasar X Kecamatan Kutalimbaru: Dampak Edukasi Kesehatan Terhadap Kesadaran dan Pemahaman Dini Nabila Justitia; Shahrul Rahman
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 5, No 4 (2024)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v5i4.21244

Abstract

Osteoatritis (OA) merupakan penyakit degeneratif sendi yang umum terjadi pada populasi lanjut usia dengan prevalensi yang sangat tinggi di Indonesia. Kondisi ini terutama memengaruhi sendi-sendi besar yang menopang beban tubuh, dan faktor risiko seperti penuaan, obesitas, cedera sendi, serta kecenderungan genetik berperan besar dalam perkembangan penyakit. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat di Dusun III, Desa Pasar X, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, mengenai osteoatritis. Edukasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengenali gejala awal OA dan mengambil langkah pencegahan yang tepat. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan interaktif yang didukung oleh media visual berupa poster. Metode edukasi ini dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam memahami informasi terkait OA, faktor risikonya, dan strategi pencegahan yang dapat dilakukan. Setelah penyuluhan, sebagian peserta melaporkan kesadaran akan gejala awal OA yang mulai mereka alami. Mereka juga mendapatkan pengetahuan baru tentang pola makan yang dianjurkan serta aktivitas fisik yang sesuai dengan kondisi tubuh mereka. Program edukasi ini berhasil meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai osteoatritis. Dengan pengetahuan yang lebih baik, diharapkan masyarakat dapat menerapkan langkah-langkah pencegahan dan pengelolaan OA secara lebih efektif, sehingga berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup di kalangan lanjut usia.
Penerapan Madu dan Cangkok Kulit dalam Pengobatan Gangren Fournier: Laporan kasus Taufik Akbar Faried Lubis; Rizka Khairiza; Yugos Juli Fitra
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v1i3.5344

Abstract

Background: Gangren Fournier adalah infeksi nekrosis polimikroba yang progresif. Baru-baru ini, penggunaan madu baru dikenal dalam pengelolaan gangren Fournier, sedangkan pencangkokan kulit adalah salah satu pilihan yang populer dalam rekonstruksi cacat setelah eksplorasi bedah jaringan nekrotik gangren Fournier.Case Ilustration:Seorang laki-laki, 55 tahun, datang dengan ulkus multiple pada penis dan skrotum, dan riwayat diabetes mellitus tipe II yang tidak terkontrol, kebiasaan merokok berat dan alkoholisme kronis. Aplikasi madu 20-30 cc dilakukan selama dua minggu setelah tindakan bedah debridemen. Cangkok kulit digunakan untuk melapisi kembali defek kulit yang tersisa.Discussion: Madu telah dikenal memiliki kemampuan untuk merangsang pertumbuhan sel epitel disamping sifat anti mikroba. Cangkok kulit dengan ketebalan terpisah dianggap memiliki beberapa keuntungan: prosedur satu tahap yang sederhana, morbiditas lokasi donor yang rendah, hemat biaya, dan memungkinkan hasil fungsional dan kosmetik yang wajar.Conclussion: Kami menemukan bahwa penerapan madu dan cangkok kulit dengan ketebalan terpisah dalam pengobatan gangren Fournier sangat bermanfaat, terutama pada fasilitas kesehatan yang terbatas.
Gangguan Psikosomatis pada Lansia di Kelurahan Sei Mati Nanda Sari Nuralita; Shiyang Yang Halim
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v5i1.18807

Abstract

Psikosomatis adalah penyakit yang melibatkan antara pikiran dan fisik. Hal ini dikarenakan pikiran dapat memengaruhi sistem pada tubuh sehingga akan menimbulkan keluhan ataupun gejala pada fisik. Tujuan sosialisasi pada kegiatan ini ialah untuk menyampaikan pengetahuan dan informasi kepada masyarakat terutama lansia tentang gangguan psikosomatis. Sosialisasi akan dilakukan dengan cara menjelaskan secara langsung kepada masyarakat dengan poster dan membagikan brosur. Gangguan psikosomatis banyak dialami oleh berbagai kalangan baik muda maupun tua. Psikosomatis akan menyerang seseorang yang mengalami dan merespon suatu keadaan secara berlebihan, sehingga akan membuat pikiran negatif yang nantinya memengaruhi sistem tubuh. Faktor yang dapat menyebabkan gangguan psikosomatis berupa gangguan pada psikologis ataupun kejiwaannya, faktor sosial ekonimi, keluarga dan kesehatan.
Efektivitas Essential Oil Ylang-Ylang Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Dian Novita Andriati; Annisa Nurida; Nova Primadina; Irma Kartikasari
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v3i1.10641

Abstract

Abstrak: Hipertensi merupakan suatu penyakit tidak menular yang berupa gangguan pada sistem sirkulasi. Banyak orang tidak terdiagnosis hipertensi karena hipertensi jarang menimbulkan gejala pada tahap awal. Terapi secara farmakologis menggunakan obat-obatan seperti diuretik, beta-blocker, simpatolitik sentral, alfa-blocker, vasodilator arteri, penghambat kanal kalsium, inhibitor ACE, dan antagonis reseptor tipe 1 angiotensin II. Terapi non-farmakologis antara lain : aromaterapi, akupuntur tanpa jarum, pengobatan herbal dari cina, terapi jus, terapi herbal, pijat, yoga, pernafasan dan relaksasi, pengobatan pada pikiran dan tubuh; biofeedback meditasi, hipnosis, dan perawatan di rumah. Essential oil atau aromaterapi adalah suatu istilah untuk proses penyembuhan yang menggunakan sari tumbuhan aromatik murni yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan tubuh, mental dan emosional. Tujuan untuk mengetahui efektivitas essential oil Ylang-ylang terhadap penurunan tekanan darah penderita hipertensi.Metode: Menelaah beberapa artikel ilmiah terpublikasi tentang pengaruh essential oil Ylang-ylang terhadap penurunan tekanan darah penderita hipertensi. Hasil: Didapatkan hasil bahwa essential oil ylang-ylang efektif dalam menurunkan tekanan darah baik dengan pencampuran essential oil lain seperti lavender, lemon dan marjoram ataupun murni essential oil ylang-ylang saja.Kesimpulan: Essential oil ylang-ylang memiliki efektivitas menurunkan tekanan darah, meredakan palpitasi dan eksitasi sistem saraf, dan meningkatkan relaksasi emosional.
Faktor Risiko Terjadinya Stunting pada Balita Dwi Mayahetty Nasution
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v6i2.19451

Abstract

Abstrak : Stunting adalah salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita di dunia saat ini. Terjadi peningkatan balita stunting di Indonesia dari tahun 2021 sebesar 12,5%. Tujuan pengkajian ini untuk mengidetifikasi faktor risiko kejadian stunting. Mengetahui faktor risiko apa saja yang dapat meningkatkan kasus stunting sangat penting karena dengan mengetahui faktor risikonya akan lebih mudah dalam melakukan pencegahannya. Desain penelitian ini adalah Literature Review. Penulis memilih jurnal penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dan case control yang terbit dari tahun 2020 sampai 2024. Penulis menggunakan database yang dijadikan sebagai sumber pencarian yang terkait dalam penelitian yaitu Google Scholar dan Pubmed. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko terjadinya stunting terbagi atas 3, yaitu pertama faktor ibu terdiri dari usia ibu saat hamil, tinggi badan ibu, pemberian ASI eksklusif, pemberian MPASI, jarak kelahiran, dan status gizi ibu, kedua faktor anak, terdiri dari Riwayat berat badan lahir rendah (BBLR), Riwayat infeksi, dan Status vaksinasi tidak lengkap dan ketiga faktor lingkungan, terdiri dari Pendidikan, pendapatan keluarga, sanitasi lingkungan, dan paparan asap rokok.  

Page 5 of 26 | Total Record : 258