cover
Contact Name
Wesli
Contact Email
wesli@unimal.ac.id
Phone
+62811671918
Journal Mail Official
teras.jurnal@unimal.ac.id
Editorial Address
Civil Engineering Department, Universitas Malikussaleh,Main Campus of Universitas Malikussaleh Jl. Medan-Banda Aceh, Cot Tengku Nie, Reuleut, North Aceh District, Aceh, Indonesia Email: teras.jurnal@unimal.ac.id
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20880561     EISSN : 25021680     DOI : https://doi.org/10.29103/tj.v16i2.1360
Core Subject :
Focus and Scope Teras Jurnal - Jurnal Teknik Sipil is a journal that communicates the results of research within the scope of civil engineering and scientific development as well as aspects of practitioners. The process of manuscript submission is open throughout the year. All submitted manuscript will be screened with double-blind peer review and editorial review before they are accepted to publish. Teras Jurnal receives a manuscript from the following area below civil engineering science and development with the interdisciplinary and multidisciplinary approach: Building Materials and Structures Constructions Technology Constructions Economy and Management Earthquake Engineering Environmental Engineering Renovation of Buildings Geotechnical Engineering Highway Engineering Hydraulic and Hydraulic Structures Road and Bridge Engineering Structural Engineering Surveying and Geo-Spatial Engineering Transportation Engineering Tunnel Engineering Urban Engineering and Economy Water Resources Engineering Urban Drainage
Arjuna Subject : -
Articles 441 Documents
Evaluasi Siklus Hidup Bangunan Ramah Lingkungan Dalam Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dian laras wati; Oei Fuk Jin
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i2.1121

Abstract

 Abstrak   Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi kontribusi bangunan ramah lingkungan dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable development goals/SDGs) melalui analisis siklus hidupnya. Dengan latar belakang pentingnya bangunan ramah lingkungan dalam mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan efisiensi sumber daya, penelitian ini menggunakan metode tinjauan sistematik literatur untuk mengumpulkan dan menganalisis makalah terkait bangunan ramah lingkungan, penilaian siklus hidup proyek, dan aspek keberlanjutan. Hasil analisis menunjukkan bahwa bangunan ramah lingkungan mampu mengurangi emisi karbon, mengoptimalkan penggunaan energi, dan memberikan manfaat ekonomi jangka panjang. Dengan demikian, implementasi bangunan ramah lingkungan dapat berperan penting dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan melalui integrasi aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial.   Kata kunci: Bangunan ramah lingkungan, penilaian siklus hidup, dampak lingkungan, dampak ekonomi, pembangunan berkelanjutan     Abstract   This study aims to evaluate the contribution of environmentally friendly buildings to achieving Sustainable Development Goals (SDGs) through life cycle analysis. Given the crucial role of environmentally friendly buildings in reducing environmental impact and enhancing resource efficiency, this research employs a systematic literature review method to gather and analyze papers related to environmentally friendly buildings, project life cycle assessment, and sustainability aspects. The analysis results indicate that environmentally friendly buildings can reduce carbon emissions, optimize energy use, and provide long-term economic benefits. Thus, the implementation of environmentally friendly buildings can play a significant role in achieving sustainable development goals through the integration of environmental, economic, and social aspects.   Keywords: Green building, life cycle assessment, environmental impact, economic impact, sustainable development
Pemanenan Air Hujan Dengan Metode Roof Catchment Sebagai Pengawetan Air Bangunan Gedung Institut Teknologi Sumatera Gung Bagus Jerfikanasa Murda; Ahmad Herison; Ahmad Zakaria; Dyah Indriana K; Ofik Ofik Taufik P
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i2.1127

Abstract

Abstrak Institut Teknologi Sumatera memiliki lahan dengan total 275 Ha dan diprediksi dapat menampung 64.000 mahasiswa pada 25 tahun kedepan. Laju penerimaan mahasiswa akan berbanding dengan pembangunan dan perubahan tata guna lahan yang mengakibatkan meningkatnya limpasan permukaan dan menurunnya ketersediaan air tanah. Perlu dikakukan upaya preventif seperti pemanenan air hujan sebagai bentuk konservasi sumber daya air tanah. Kebutuhan air salah satu gedung sebesar 3.024 m3/tahun, direncanakan metode pengawetan air secara pemanenan air hujan, menghasilkan pasokan air sebesar 2.690,086 m3/tahun. Sistem pemanenan air hujan dapat menghemat penggunaan air tanah sebesar 40% dari penggunaan air gedung pertahunnya. Sistem pemanenan air hujan diharapkan mampu mengurangi penggunaan air tanah, dan upaya konservasi sumber daya air sehingga dapat meminimalisir terjadinya krisis air tanah. Kata kunci:  Tataguna lahan, Kebutuhan dan pasokan air, Pemanenan air hujan,    Abstract Sumatra Institute of Technology has a total land area of 275 ha and is predicted to be able to accommodate 64,000 students in the next 25 years. New student admission will be proportional to development and land use changes, which cause a decrease in groundwater supply and an increase in surface runoff. Preventative methods such as rainwater harvesting as a form of groundwater resource conservation need to be strengthened. One of the buildings has a 3,024 m3/year water requirement. A water preservation method is planned using rainwater harvesting, resulting in a water supply of 2.690,086 m3/year. Rainwater harvesting system can reduce annual building water demand by up to 40%. It's hoped that the rainwater harvesting system will be able to reduce groundwater use and conserve water resources so that it can minimize the occurrence of groundwater crises. Keywords: Land use, Water demand and supply, Rainwater harvesting
Evaluasi Kelayakan Material Gunung Terhadap Sifat Fisik dan Mekanis Pada Perkerasan Lentur Jalan Raya di Kabupaten Manggarai Timur Kasmir Gon; Claudius Lippershey Bright Caling; Erdianto Rusdi
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i2.1136

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kelayakan material gunung quary Bondo sebagai timbunan pilihan, agregat kelas A dan agregat kelas B perkerasan lentur jalan raya. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa jenis tanahnya memiliki batas cair 22%, indeks plastisitas 5%, lolos saringan Nomor 200 5,32% sampai 5,54%, Cu rata-rata 92,68 > 4, Cc rata-rata 5,17 > 3; Berdasarkan USCS dikategorikan sebagai GP-GM atau ML (low plasticity silt), kelompok A-1-a (0) menurut AASHTO. Nilai aktif sebesar 0,90 < 1,25 termasuk tanah normal. Berat isi kering maksimum 1,56 gr/cm3 pada kadar air optimum 22,9%, nilai CBR rendaman 96 jam sebesar 24% dan abrasi sebesar 22,49%, sehingga layak sebagai material timbunan pilihan perkerasan lentur jalan raya, tetapi tidak layak dipergunakan sebagai material agregat kelas B karena nilai CBR rendaman < 60% dan juga tidak layak dipergunakan sebagai agregat kelas A karena persen lolos saringan 1 ½ ˜ kurang dari 100% dan nilai CBR rendamannya < 90%. Kata kunci: laboratorium, layak, agregat, timbunan pilihan Abstract This research aims to evaluate the suitability of Mount Quary Bondo material as the embankment, class A and B aggregate for flexible pavement. Laboratory test results show this type of soil has LL of 22%, PI 5%, 5.32% to 5.54% passing No. 200 sieve, average Cu 92.68, average Cc 5.17 3; It is categorized as GP-GM or ML (USCS), and A-1-a (0) (AASHTO). The active value is 0.90 < 1.25 including normal soil; max dry density 1.56 gr/cm3 at 22.9% wopt, the soaked CBR of 96 hours is 24%, the abrasion is 22.69%; so it is suitable as the embankment for flexible highway pavement, but is not suitable for use as class B aggregate material because the soaked CBR < 60% and it is also not suitable for use as class A aggregate because percentage passing the 1 ½ (38,1 mm) sieve < 100% and the soaked CBR < 90%. Keywords: feasible, aggregate, selected material
Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Air di Kabupaten Tulang Bawang Barat riri arinda adama; Ahmad Zakaria; Ofik Taufik P; Endro W; Yuda Romdania
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i2.1141

Abstract

Abstrak Kabupaten Tulang Bawang Barat merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Lampung yang memiliki luas 127.619 Ha dengan memiliki 9 Kecamatan di mana kebutuhan air di setiap tahunnya semakin meningkat. Penelitian ini menganalisis ketersediaan dan kebutuhan air domestic dan non domestic Kabupaten Tulang Bawang Barat untuk 20 tahun mendatang dimulai dari tahun 2024 hingga tahun proyeksi 2044. Metode penelitian menggunakan Analisa ketersediaan air, kebutuhan air, dan daya dukung air. Hasil Analisa yang dilakukan mendapatkan ketersediaan air bersih di Kabupaten Tulang Bawang Barat sebesar 4.217.642.254.194 L/tahun dengan total kebutuhan air domestik dan non domestik sebesar 18.134.612.550 L/tahun dengan daya dukung air sebesar 4.199.507.641.647 L/tahun dengan status surplus, proyeksi daya dukung air untuk 20 tahun mendatang didapatkan kebutuhan air setiap tahun meningkat disebabkan oleh pertumbuhan penduduk yang mengalami pertumbuhan tiap tahunnya dan pembangunan di berbagai bidang dengan total sampai tahun 2044 sebesar 498.563.452.800 L/tahun dengan status surplus, oleh karena itu Kabupaten Tulang Bawang Barat perlu melakukan reboisasi dan penghijauan pada area pemukiman, membangun waduk di area yang berpotensial mengalami kekeringan dan memelihara rehabilitasi konservasi tanah dan air. Kata kunci:  Ketersediaan air, kebutuhan air, daya dukung air, neraca air, Kabupaten Tulang Bawang Barat Abstract West Tulang Bawang Regency is one of the regencies in Lampung Province which has an area of 127,619 Ha with 9 sub-districts where the need for water increases every year. This study analyzes the availability and demand for domestic and non-domestic water in West Tulang Bawang Regency for the next 20 years starting from 2024 to the projection year 2044. The research method uses analysis of water availability, water demand, and water carrying capacity. The results of the analysis obtained the availability of clean water in West Tulang Bawang Regency amounting to 4,217,642,254,194 L/year with a total domestic and non-domestic water demand of 18,134,612,550 L/year with a water carrying capacity of 4,199,507,641. 647 L/year with surplus status, the projection of water carrying capacity for the next 20 years obtained water demand increases every year due to population growth which experiences growth every year and development in various fields with a total until 2044 of 498,563,452,800 L/year with surplus status. Therefore, West Tulang Bawang Regency needs to reforest and reforest in residential areas, build reservoirs in areas that have the potential to experience drought and maintain soil and water conservation rehabilitation. Key words:  Water availability, water demand, water carrying capacity, water balance, West Tulang Bawang District
Low Impact Development-Based Drainage Design in Residential Areas: A Case Study of Mastrip Housing Yangga Purnagusti; Entin Hidayah; Audiananti Meganandi Kartini
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i2.1142

Abstract

Abstrak Drainase konvensional menghadapi tantangan yang diperparah oleh peningkatan limpasan permukaan. Rain barrel adalah salah satu teknik Low Impact Development (LID) yang menyediakan penampung sementara yang berpotensi mengurangi limpasan. Oleh karena itu, penelitian ini menyelidiki penerapan rain barrel untuk meningkatkan ketahanan terhadap banjir di Mastrip Housing. Menggunakan Storm Water Management Model (SWMM), limpasan hujan dimodelkan dalam kondisi sebelum dan sesudah implementasi di 71 subcatchment untuk menilai dampak infrastruktur LID. Hasilnya mengungkapkan bahwa rain barrel dapat mengurangi puncak limpasan sebesar 11% hingga 51%, dengan rata-rata pengurangan sebesar 12%. Efektivitasnya bervariasi, dipengaruhi oleh kepadatan rain barrel, cakupan area, dan penggunaan lahan. Ada tren yan menunjukkan subcatchment dengan area kecil dan unit rain barrel lebih banyak menunjukkan pengurangan peak runoff yang lebih besar, menekankan pentingnya pertimbangan rasio. Meskipun demikian, penelitian ini menemukan bahwa penggunaan rain barrel tidak selalu berhasil dalam semua situasi. Sementara mereka mungkin efektif dalam meminimalkan limpasan di beberapa lokasi, efektivitasnya bervariasi di tempat lain bahkan di area perumahan yang sama. Oleh karena itu, metode infiltrasi LID dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan efektivitas pengurangan. Penelitian ini memberikan wawasan bagi pengembang properti menuju perumahan ramah lingkungan dan pembangunan berkelanjutan dengan penerapan rain barrel dan LID. Kata kunci: Low-Impact Development (LID), Strategi, Stormwater Management Model, Rain Barrel, Peak Runoff Abstract The conventional drainage face challenges exacerbated by increased surface runoff. Rain barrels are one of the Low Impact Development (LID) techniques that provide temporary storage which potentially can reduce runoff. Therefore, this study investigates the application of rain barrels to enhance flood resilience in Mastrip Housing. Using the Storm Water Management Model (SWMM), rainfall runoff was modeled under pre- and post-implementation conditions in 71 sub-catchments to assess LID infrastructure impact. Results reveal rain barrels can reduce peak runoff by 11% to 51%, averaging a 12% reduction. The effectiveness varies, influenced by rain barrel density, area coverage, and land use. There is trend revealed, exhibiting sub-catchments with small area and more rain barrel unit showing bigger peak runoff reductions, emphasizing the necessity of ratio consideration. Nonetheless, this study finds that the usage of rain barrels is not equally successful in all situations. While they may effectively minimize runoff in some locations, their efficacy varies elsewhere even in the same housing area. Therefore, infiltration LID methods can be considered to improve the effectiveness of reduction. This study provides insights for property developers towards environmentally friendly housing and sustainable development with rain barrel and LID implementation. Keywords: Low-Impact Development (LID), Strategy, Stormwater Management, Rain Barrel, Peak Runoff
Kajian Putusan Pengadilan yang Membatalkan Putusan Arbitrase BANI pada Sengketa Kontrak Jasa Konstruksi Putri Cahya Pertiwi; Arief Setiawan Budi Nugroho; Richo Andi Wibowo
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i2.1148

Abstract

Abstrak Penyelesaian sengketa kontrak konstruksi melalui arbitrase BANI pada kenyataannya tidak selalu memberikan putusan yang dapat diterima oleh para pihak yang berselisih. Dalam beberapa kasus, putusan BANI bahkan dibatalkan oleh Pengadilan. Penelitian ini mengkaji 35 putusan BANI yang diajukan permohonan pembatalan ke Pengadilan Negeri selama periode 2010 hingga 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 14 putusan BANI dibatalkan oleh Pengadilan sehubungan dengan penilaian hakim yang menyatakan bahwa Arbiter kurang cermat dalam mendeteksi keberadaan unsur tipuan dalam perkara. Sementara itu kajian mendalam terhadap dua kasus pembatalan putusan BANI oleh Pengadilan menunjukkan bahwa kemampuan Hakim Pengadilan dalam menilai keabsahan dokumen yang menjadi sengketa dalam kontrak konstruksi dan mendeteksi adanya kecurangan lebih cermat dibandingkan Arbiter BANI. Namun demikian, Arbiter BANI relatif lebih baik dibanding Hakim Pengadilan dalam menilai substansi permasalahan kontrak konstruksi dan memahami permasalahan sengketanya. Kata kunci: Arbitrase, BANI, Keadilan, Kelembagaan yang Tangguh, Pembatalan Putusan, Pengadilan   Abstract The resolution of construction contract disputes through BANI does not always result in decisions that are acceptable to the conflicting parties. In some cases, BANI decisions have even been overturned by the courts. This study examined 35 BANI decisions that were challenged in District Courts during the period from 2010 to 2022. The research findings indicate that 14 BANI decisions were overturned by the courts due to the judges' assessment, which stated that the Arbitrators were insufficiently diligent in detecting elements of fraud in the case. Furthermore, an in-depth review of two cases in which BANI decisions were overturned by the courts indicated that the ability of the court judges to assess the validity of the documents in construction contract disputes and detect fraud was more accurate than that of the BANI Arbitrators. Nevertheless, the BANI Arbitrators were relatively better than the Court Judges in evaluating the substance of construction contract issues and understanding the dispute issues. Keywords: Arbitration, BANI, Justice, Strong Institutions, Cancellation of Judgment, Courts
Pemanfaatan Plastik Low Density Polyethylene (LDPE) dan Arang Tempurung Kelapa Sebagai Substitusi Sebagian Aspal Pada Lapisan AC-WC Wesli MT; Mhd. Afrizam Syahputra; Said Jalalul Akbar; Muthmainnah Muthmainnah
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i2.1149

Abstract

Abstrak Sampah plastik saat ini sudah menjadi suatu permasalahan yang sangat umum di lingkungan hidup, upaya pengurangan dan pencegahan telah banyak dilakukan, namun hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan pertumbuhan dan penggunaan yang terus meningkat khususnya plastik yang tidak terkelola dengan baik. Salah satu upaya yang harus dilakukan untuk mengurangi limbah plastik adalah dengan memanfaatkan viscoelastisity plastik dan dikombinasikan dengan karbon arang tempurung kelapa serta material tersebut akan dimanfaatkan sebagai bahan pengganti sebagian aspal pada lapisan AC-WC. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besarnya variasi campuran plastik LDPE dan arang tempurung kelapa yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi parameter marshall pada lapisan AC-WC. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental yang bersifat deduktif. Hasil penelitian yang telah dilakukan dengan kadar variasi plastik LDPE 5%, 10%, 15% dikombinasikan dengan arang tempurung kelapa 5%, 10% dan 15% hasil yang diperoleh dari pengujian marshall untuk variasi 10%, VIM dan VFA tidak memenuhi, variasi 20% VIM dan VFA tidak memenuhi dan variasi 30% hanya flow yang tidak memenuhi spesifikasi yang disyaratkan oleh Bina Marga Tahun 2018 Revisi II, sehingga dapat disimpulkan bahwa plastik LDPE dan arang tempurung kelapa tidak dapat dimanfaatkan sebagai substitusi sebagian aspal pada variasi 10%, 20% dan 30%, hal tersebut disebabkan karena seluruh variasi campuran tidak memenuhi parameter marshall. Kata kunci: Arang Tempurung Kelapa, Plastik LDPE, Parameter Marshall, Substitusi Sebagian Aspal   Abstract Plastic waste has now become a very common problem in the environment, Many reduction and prevention efforts have been carried out, but the results obtained are not in line with the growth and increasing use, especially plastics that are not managed properly. One of the efforts that must be made to reduce plastic waste is to utilize the viscoelasticity of the plastic and combined with coconut shell charcoal carbon and the material will be used as a substitute for part of the asphalt in the AC-WC layer. The purpose of this study was to determine the magnitude of variations in the mixture of LDPE plastic and coconut shell charcoal that can be used to meet marshall parameters in the AC-WC layer. The method used in this study is an experimental method that is deductive. The results of studies that have been carried out with LDPE plastic variation levels of 5%, 10%, 15% combined with coconut shell charcoal 5%, 10% and 15% results obtained from marshall testing for 10% variation, VIM and VFA are not eligible, 20% variation in VIM and VFA are not qualified and 30% variation only flow does not meet the specifications required by Bina Marga 2018 Revision II, so it can be concluded that LDPE plastic and coconut shell charcoal cannot be used as a partial substitution of asphalt at variations of 10%, 20% and 30%, this is because the entire variation of the mixture does not meet the parameters of marshalls. Keywords: Coconut Shell Charcoal, LDPE Plastic, Marshall Parameters, Partial Substitution
Pengaruh Pemakaian Difa Soil Stabilizer Terhadap Daya Dukung Tanah Lempung Untuk Konstruksi Jalan Iswan Iswan; Muhammad Karami; I Wayan Diana
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i2.1150

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian adalah melihat pengaruh penambahan bahan difa soil stabilizer terhadap daya dukung dan potensi pengembangan tanah lempung. Tanah lempung berasal dari Lampung Selatan, dibagi menjadi lima variasi penambahan bahan tambah: variasi 1 (tanah asli), variasi 2 (tanah asli ditambah 8% semen dan 0% difa), variasi 3 (tanah asli ditambah 4% semen dan 3% difa), variasi 4 (tanah asli ditambah 6% semen dan 3% difa) dan variasi 5 (tanah asli ditambah 8% semen dan 3% difa). Untuk pengujian CBR, setiap variasi diberikan empat perlakuan yaitu pemeraman empat hari, pemeraman tujuh hari, pemeraman 14 hari, dan pemeraman empat hari dilanjutkan perendaman empat hari. Sedangkan untuk pengujian potensi pengembangan, benda uji direndam selama empat hari sebelum dilakukan pengujian. Hasil penelitian menunjukkan penambahan difa soil stabilizer meningkatkan nilai CBR tanpa atau dengan rendaman untuk semua perlakuan dan menurunkan potensi pengembangan lempung. Dengan demikian dapat mengurangi ketebalan lapisan pondasi struktur perkerasan jalan. Kata kunci: difa soil stabilizer, sifat mekanik, stabilisasi, tanah lempung.  Abstract The objective of this study was to investigate the effect of difa soil stabilizer on the bearing capacity and swell potential of clay. The clay was divided into five variations: variation 1 (clay only), variation 2 (clay plus 8% cement and 0% difa), variation 3 (clay plus 4% cement and 3% difa), variation 4 (clay plus 6% cement and 3% difa) and variation 5 (clay plus 8% cement and 3% difa). For the CBR test, each variation was given four treatments, namely four-day curing, seven-day curing, 14-day curing, and four-day curing followed by four-day soaking. As for the swell potential test, the specimens were soaked for four days before testing. The results showed that the addition of difa soil stabilizer increased the CBR value without or with soaking for all treatments and decreased the clay swell potential, thereby reducing the thickness of the foundation layer of the pavement structure. Keywords: clay, difa soil stabilizer, mechanical characteristics, stabilization
Efek Pengempaan Pada Proses Pembuatan Bata Ringan Geopolimer Mufti Amir Sultan; Julham Adingku; Kusnadi Kusnadi
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i2.1151

Abstract

Abstrak Pasir batu apung sebagai bahan baku pembuatan bata ringan dengan menggunakan geopolimer sebagai pengikat menggantikan semen. Geopolimer terbentuk dari bahan baku yang banyak mengandung unsur silika  dan alumina. Penelitian ini menggunakan perbandingan volume agregat pengisi berupa pasir batu apung sebesar 50% dan binder 50%. Binder terdiri atas 55% fly ash dan 45% aktivator, di mana aktivator merupakan campuran dari Na2SiO3 dan larutan NaOH 10M dengan perbandingan 1:1. Proses produksi bata dengan pengempaan bervariasi 3,3 MPa, 6,7 MPa, 10,0 MPa, dan 13,3 MPa. Benda uji kontrol tidak dilakukan pengempaan. Untuk mempercepat proses polimerisasi bedan uji dipanaskan dengan menggunakan oven pada suhu 800C selama 8 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi pengempaan yang diberikan pada proses produksi bata cenderung meningkatkan kuat tekan dan berbanding terbalik dengan penyerapan air. Pada pengempaan 10,0 MPa dan 13,30 MPa masing-masing menghasilkan mutu bata III dan IV. Kata kunci:  pasir batu apung, bata ringan, geopolimer, mutu bata    Abstract Pumice sand as a raw material for making lightweight bricks using geopolymer as a binder to replace cement. Geopolymers are formed from raw materials that contain lots of silica and alumina elements. This research uses a volume ratio of aggregate filler in the form of pumice sand at 50% and binder at 50%. The binder consists of 55% fly ash and 45% activator, where the activator is a mixture of Na2SiO3 and 10M NaOH solution in a ratio of 1:1. The brick production process with compression varies from 3.3 MPa, 6.7 MPa, 10.0 MPa, and 13.3 MPa. The control test specimen was not pressed. To speed up the polymerization process, the test bed was heated using an oven at 800C for 8 hours. The research results show that the higher the compression given in the brick production process tends to increase the compressive strength and this is inversely proportional to water absorption. At 10.0 MPa and 13.30 MPa compression, they produce brick grades III and IV respectively. Keywords: pumice sand, light brick, geopolymer, brick quality
Pengaruh Hambatan Samping Terhadap Biaya Operasional Kendaraan Pada Depan Pasar Simpang Baru, Kota Pekanbaru Benny Hamdi Rhoma; Edi Yususf Adiman; Muhammad Iqbal Makarim; Rizqy Ridho Prakasa
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i2.1152

Abstract

Abstrak Aktivitas Pasar Simpang Baru pada Jalan HR. Soebrantas merupakan hambatan samping yang mengurangi kapasitas jalan dan kecepatan kendaraan. Akibatnya akan berdampak pada kinerja jalan dan biaya operasional kendaraan (BOK). Maka perlu diketahui seberapa besar pengaruh hambatan samping terhadap BOK. Analisis berdasarkan kondisi eksisting dan kondisi tanpa hambatan, serta menggunakan analisis statistik untuk menghitung pengaruhnya. Besar hambatan samping tertinggi adalah 744,3 bobot kejadian, Derajat kejenuhan tertinggi adalah 0,732 (tingkat pelayanan C). BOK kendaraan kondisi eksisting yaitu sebesar Rp. 1.662,22/km untuk kendaraan ringan, Rp. 2.384,86/km untuk kendaraan berat dan Rp. 362,41/km untuk sepeda motor. Setelah hambatan samping dihilangkan nilai derajat kejenuhan menjadi 0,593 (tingkat pelayanan A), BOK kendaraan ringan menjadi 1.423,60/km, BOK kendaraan berat menjadi Rp. 2.260,13/km; dan BOK sepeda motor menjadi Rp. 319,24/km. Besar pengaruh hambatan samping terhadap BOK LV yaitu 50,5%, pengaruh hambatan samping terhadap BOK HV sebesar 38,1%, dan pengaruh hambatan samping terhadap BOK MC sebesar 57,7%. Kata kunci: hambatan samping, biaya operasional kendaraan, kinerja jalan    Abstract Simpang Baru market activities on HR. Soebrantas road is a side friction that reduce road capacity and vehicle speed. As a result, it will have an impact on road performance and vehicle operating costs (VOC). So it is necessary to know how much influence side friction on VOC. The analysis based on existing conditions and without side friction conditions, and used statistical analysis to calculate the effect. The highest amount of side friction is 744.3 event. The highest degree of saturation is 0.732 (level of service C). BOK for vehicles in existing condition is Rp. 1,662.22/km for light vehicles, Rp. 2,384.86/km for heavy vehicles and Rp. 362.41/km for motorcycles. After removing side friction, the value of the degree of saturation becomes 0.593 (level of service A), the BOK for light vehicles becomes 1,423.60/km, the BOK for heavy vehicles becomes Rp. 2,260.13/km; and BOK for motorcycles becomes Rp. 319.24/km. The influence of side friction on BOK LV is 50.5%, the influence of side friction on BOK HV is 38.1%, and the influence of side resistance on BOK MC is 57.7%. Keywords: side friction, vehicle operating cost, road performance

Filter by Year

2011 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 2 (2026): Teras Jurnal (September 2026) Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal Vol. 15 No. 1 (2025): Volume 15 Nomor 1, Maret 2025 Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September) Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024 Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024 Vol. 13 No. 2 (2023): Volume 13 Nomor 2, September 2023 Vol. 13 No. 1 (2023): Volume 13 No 1, Maret 2023 Vol. 12 No. 2 (2022): Volume 12 Nomor 2, September 2022 Vol. 12 No. 1 (2022): Volume 12 Nomor 1, Maret 2022 Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021 Vol. 11 No. 1 (2021): Maret 2021 Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 Nomor 2 September 2020 Vol. 10 No. 1 (2020): Volume 10 Nomor 1 Vol. 9 No. 2 (2019): Volume 9, Nomor 2, September 2019 Vol. 9 No. 1 (2019): Volume 9, Nomor 1, Maret 2019 Vol. 8 No. 2 (2018): Vol 8 No 2 September 2018 Vol. 8 No. 1 (2018): Vol 8 Nomor 1, Maret 2018 Vol. 7 No. 2 (2017): Vol. 7 Nomor 2, September 2017 Vol. 7 No. 1 (2017): Vol 7 No 1 Maret 2017 Vol. 6 No. 1 (2016): Volume 6 Nomor 1 (2016), Teras Jurnal, Vol 6 No 1, Maret 2016 Vol. 6 No. 2 (2016): Volume 6 Nomor 2, September 2016 Vol. 5 No. 2 (2015): TERAS JURNAL Vol.5, No.2, September 2015 Vol. 5 No. 1 (2015): TERAS JURNAL, Vol. 5, No. 1, Maret 2015 Vol. 4 No. 2 (2014): TERAS JURNAL, VOL.4, NO.2, SEPTEMBER 2014 Vol. 4 No. 1 (2014): TERAS JURNAL, VOL.4, NO.1, MARET 2014 Vol. 3 No. 2 (2013): Teras Jurnal, Vol 3, No 2, September 2013 Vol. 3 No. 1 (2013): Teras Jurnal, Vol 3, No.1, Maret 2013 Vol. 2 No. 4 (2012): Teras Jurnal, Vol 2, No 4, Desember 2012 Vol. 1 No. 1 (2011): Teras Jurnal, Vol.1, No.1, Maret 2011 More Issue