cover
Contact Name
Wesli
Contact Email
wesli@unimal.ac.id
Phone
+62811671918
Journal Mail Official
teras.jurnal@unimal.ac.id
Editorial Address
Civil Engineering Department, Universitas Malikussaleh,Main Campus of Universitas Malikussaleh Jl. Medan-Banda Aceh, Cot Tengku Nie, Reuleut, North Aceh District, Aceh, Indonesia Email: teras.jurnal@unimal.ac.id
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20880561     EISSN : 25021680     DOI : https://doi.org/10.29103/tj.v16i2.1360
Core Subject :
Focus and Scope Teras Jurnal - Jurnal Teknik Sipil is a journal that communicates the results of research within the scope of civil engineering and scientific development as well as aspects of practitioners. The process of manuscript submission is open throughout the year. All submitted manuscript will be screened with double-blind peer review and editorial review before they are accepted to publish. Teras Jurnal receives a manuscript from the following area below civil engineering science and development with the interdisciplinary and multidisciplinary approach: Building Materials and Structures Constructions Technology Constructions Economy and Management Earthquake Engineering Environmental Engineering Renovation of Buildings Geotechnical Engineering Highway Engineering Hydraulic and Hydraulic Structures Road and Bridge Engineering Structural Engineering Surveying and Geo-Spatial Engineering Transportation Engineering Tunnel Engineering Urban Engineering and Economy Water Resources Engineering Urban Drainage
Arjuna Subject : -
Articles 441 Documents
Efektivitas Penataan Parkir Mobil Penumpang di Badan Jalan Terhadap Kinerja Ruas Jalan di Jalan HR Soebrantas Depan Pasar Simpang Baru Panam Benny Hamdi Rhoma; Edi Yusuf Adiman; Elianora Elianora; Khoirunnisa Aprilia
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i1.1041

Abstract

Abstrak Adanya kegiatan parkir di badan jalan menyebabkan terganggunya kelancaran arus lalu lintas di ruas jalan HR Soebrantas tepatnya di depan Pasar Simpang Baru Panam. Agar diperoleh kinerja ruas jalan efektif pada jalan tersebut, maka perlu dilakukan penataan posisi sudut parkir khususnya untuk kendaraan mobil penumpang. Pada penelitian ini analisis dilakukan pada masing-masing sudut parkir rencana. Saat tanpa adanya parkir di badan jalan, tingkat pelayanan ruas jalan tersebut berada pada kategori A dengan derajat kejenuhan sebesar 0,56.  Setelah dilakukan simulasi penataan sudut parkir, didapatkan sudut parkir optimal untuk digunakan di lokasi ini adalah sudut 45°. Penggunaan sudut ini telah memenuhi kriteria minimum jalan kolektor sekunder yaitu berada pada tingkat pelayanan C. Untuk indeks parkir yaitu sebesar 0,71 yang berarti ruang parkir yang tersedia telah mampu memenuhi kebutuhan parkir di lokasi. Selain itu sudut ini mampu menampung lebih banyak kendaraan parkir serta memiliki tingkat kemudahan dan kenyamanan parkir yang lebih tinggi dibanding sudut 90°. Kata kunci: Karakteristik Parkir, Parkir di Badan Jalan, Sudut Parkir, Kinerja Ruas Jalan.   Abstract The existence of on-street parking activities causes disruption to the smooth flow of traffic on the HR. Soebrantas road, precisely in front of Pasar Simpang Baru Panam. In order to obtain effective road section performance on the road, it is necessary to arrange the position of the parking angle, especially for passenger car vehicles. This research analyzes each planned parking angle. When there is no parking on the road, the level of service for this road section is in category A with a degree of saturation value of 0.56. After simulating the arrangement of parking angles, the optimal parking angle to be used at this location is 45°. The use of this angle has met the minimum criteria for secondary collector roads which are at level of service C. The parking index is 0.71, which means that the available parking space is able to meet the parking demand at that location. In addition, the use of this angle is able to accommodate more parking vehicles and has a higher level of ease and comfort of parking than the 90° angle. Keywords: Parking Characteristics, On-street Parking, Parking Angle, Road Section Performance
Kalibrasi Model NRECA dan Sacramento Diterapkan Pada Daerah Aliran Sungai Cimanuk-Bojongloa Terhadap Debit Sulwan Permana; Dendi Yogaswara
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i1.1042

Abstract

Abstrak Data hidrologi dalam menentukan besaran debit adalah curah hujan dan klimatologi. Salah satu tempat di sungai Cimanuk yang memiliki pos duga air adalah Cimanuk-Bojongloa. Data debit selain dari hasil observasi, juga bisa menggunakan pemodelan. Model yang digunakan pada penelitian ini adalah model NRECA dan model Sacramento. Data curah hujan untuk kalibrasi dengan empat pos, yaitu Pamegatan, Pangauban, Kapakan, dan Bayongbong dari tahun 2017 sampai 2021. Curah hujan rata-rata dihitung dengan metode Thiessen. Kalibrasi model untuk memperoleh parameter kalibrasi terbaik sehingga debit pemodelan akan mendekati debit observasi. Pemodelan debit menggunakan data harian dari tahun 2012 sampai 2021. Hasil kalibrasi pada model NRECA, yaitu PSUB, GWF, dan Wo adalah masing-masing 0,9; 0,2; 600; dan nilai NSE adalah -1,557. Pada model Sacramento hasil kalibrasi adalah UZTW sebesar 25; UZFW sebesar 400; LZTW sebesar 600; LZFS sebesar 20; dan LZFP sebesar 40. Nilai NSE pada model Sacramento adalah 0,471. Kata kunci: kalibrasi, NRECA, NSE, Sacramento    Abstract Hydrological data in determining the amount of discharge is rainfall and climatology. One of the places on the Cimanuk river that has a water observation post is Cimanuk-Bojongloa. Discharge data apart from measurement results, can also use modeling. The models used in this research are the NRECA model and the Sacramento model. Rainfall data for calibration with four station namely Pamegatan, Pangauban, Kapakan, and Bayongbong from 2017 to 2021. Average rainfall is calculated using the Thiessen method. Calibrate the model to obtain the best calibration parameters so that the modeled discharge will be close to the observed discharge. Discharge modeling uses daily data from 2012 to 2021. The calibration results for the NRECA model, namely PSUB, GWF, and Wo are 0.9 each; 0.2; 600; and the NSE value is -1.557. In the Sacramento model the calibration results are UZTW 25; UZFW 400; LZTW 600; LZFS 20; and LZFP 40. The NSE value in the Sacramento model is 0.471. Keywords: calibration, NRECA, NSE, Sacramento
Pemanfaatan Styrofoam Sebagai Pengganti Foam Agent Pada Beton Ringan Hebel Wesli Wesli; Akmila Akmila
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i1.1045

Abstract

Abstrak Styrofoam dapat digunakan sebagai pengganti foam agent selain mudah didapatkan juga tidak memerlukan alat khusus dalam pembuatan beton ringan hebel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya sifat mekanis yang diperoleh dari beton ringan hebel berat volume 1000 kg/m3 menggunakan styrofoam sebagai pengganti foam agent. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang dilakukan di laboratorium. Terdapat empat variasi dalam penelitian ini yaitu beton ringan hebel menggunakan foam agent, foam agent dengan tambahan sikament LN, styrofoam, styrofoam dengan tambahan sikament LN. Pengujian sifat mekanis dilakukan setelah proses curing, dengan nilai sifat mekanis yang dihasilkan variasi beton ringan hebel styrofoam lebih tinggi dibandingkan variasi beton ringan hebel foam agent, begitu juga untuk variasi dengan bahan tambah sikament LN. Variasi menggunakan styrofoam dengan tambahan sikament LN mempunyai nilai kuat tekan rata-rata tertinggi sebesar 4,19 MPa, dan termasuk bata beton mutu III berdasarkan standar kuat tekan bata beton untuk pasangan dinding SNI 03-0349-1989. Kata kunci: Beton Ringan Hebel, Styrofoam, Foam Agent, Kuat Tekan, Kuat Tarik belah, Kuat Lentur   Abstract Styrofoam can be used as a substitute for foam agents besides being easy to obtain and does not require special tools in making lightweight concrete bricks. This study aims to determine the magnitude of mechanical properties obtained from lightweight concrete bricks with a volume of 1000 kg/m3 using Styrofoam as a substitute for foam agents. This study used experimental methods conducted in the laboratory. There are four variations in this study, namely lightweight concrete bricks using foam agents, foam agents with additional sikament LN, Styrofoam, Styrofoam with additional sikament LN. Mechanical properties testing was carried out after curing, with the value of the mechanical properties produced by the Styrofoam lightweight concrete brick variation higher than the foam agent lightweight concrete brick variation, as well as for variations with sikament LN added materials. Variations using Styrofoam with the addition of sikament LN have the highest average compressive strength value of 4.19 MPa, and include quality III concrete bricks based on concrete brick compressive strength standards for wall masonry SNI 03-0349-1989. Kata kunci: Hebel Light Concrete, Styrofoam, Foam Agent, Compressive Strength, Split Tensile Strength, Flexural Strength
Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Mutu Beton Ready Mix Yola Andara Pratami Suri; Vera Agustriana Noorhidana; Masdar Helmi; Muhammad Isneini; Endro Prasetyo Wahono
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i1.1049

Abstract

Abstrak Batching Plant sebagai pengolah beton ready mix untuk pembangunan jalan. Dahulu terjadi penurunan mutu beton laboratorium dan lapangan. Akhirnya melatar belakangi penelitian dengan tujuan menganalisis faktor penyebab penurunan mutu seperti; standarisasi SNI material, waktu tempuh beton ke lapangan, perlakuan sampel, komposisi beton. Langkah yang digunakan ialah pengujian material, uji slump dan suhu campuran di laboratorium dan lapangan, mencatat waktu perjalanan dan tuang beton, pembuatan sampel lapangan dan laboratorium, pembuatan sampel khusus, pengujian kuat tekan beton mutu fc10 MPa dan kuat tarik lentur beton mutu Fs4,5 MPa usia 7 dan 28 hari, menggunakan Statistical Quality Control (SQC). Hasil kuat tekan dan kuat tarik lentur sampel laboratorium dan lapangan tidak konstan bahkan berada dibawah nilai (LCL). Penyebabnya pasir dengan kadar lumpur diatas 5%. Mengatasinya dengan penambahan Admixture, admixture Naptha E-121 0,9% menjadi 1,2%, Naptha RD-31 0,2% sampel balok dan Naptha E-121 0,3% menjadi 0,6%, Naptha RD-31 0,2% silinder. Kata kunci: Beton, Statistical Quality Control, Admixture  Abstract Batching Plant as a readymix concrete processor for road construction. In the past, there was a decline in the quality of laboratory and field concrete. Finally, the background for research with the aim of analyzing the factors causing quality decline such as; SNI standardization of materials, concrete travel time to the field, sample treatment, concrete composition. The steps used are material testing, slump testing and mixture temperature in the laboratory and field, recording travel and pouring times for concrete, making field and laboratory samples, making special samples, testing the compressive strength of FC'10 MPa quality concrete and the flexural tensile strength of Fs quality concrete. '4.5 MPa aged 7 and 28 days, using Statistical Quality Control (SQC). The results of the compressive strength and flexural tensile strength of laboratory and field samples are not constant and are even below the (LCL) value. The cause is sand with a mud content above 5%. Overcome this by adding admixture, admixture Naptha E-121 0.9% to 1.2%, Naptha RD-31 0.2% for beam samples and Naptha E-121 0.3% to 0.6%, Naptha RD-31 0 .2% cylinder. Keywords: Concrete, Statistical Quality Control, Admixture
Identifikasi Tipologi Pada Bangunan Vihara Berdasarkan Sistem Spasial di Kecamatan Binjai Kota Cut Azmah Fithri; Putri Salsabila; Sisca Olivia
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i1.1052

Abstract

Abstrak Kota Binjai merupakan kota multietnik. Keberadaan bangunan Vihara menjadi bukti multietnik dalam bentuk arsitektur, yang berfungsi sebagai tempat ibadah dan tempat melakukan segala macam upacara keagamaan bagi umat Buddha. Memiliki fungsi yang sama namun bentuk yang berbeda, menjadi acuan dalam pencarian tipe berdasarkan sistem spasial yang berkaitan dengan keruangan pada Vihara di Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai. Pentingnya penelitian ini memberi pengetahuan tipologi serta persamaan dan perbedaan pada sistem spasial bangunan Vihara di Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan cara mengamati, mendokumentasi, serta wawancara. Hasil temuan penelitian ini terdapat dua tipe Vihara yang keduanya dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan budaya  Tionghoa. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat kesamaan fungsi bangunan sehingga keruangan pada kelima Vihara Kecamatan Binjai Kota memiliki keseragaman, namun karena faktor lingkungan kelima Vihara Kecamatan Binjai Kota memiliki keberagaman pada bentuk dan orientasi Vihara. Kata kunci: Vihara, Tionghoa, Tipologi, Binjai   Abstract Binjai City is a multiethnic city. The existence of the Vihara building is evidence of multiethnicity in the form of architecture, which serves as a place of worship and a place to perform all kinds of religious ceremonies for Buddhists. Having the same function but different forms, it becomes a reference in the search for types based on spatial systems, namely those related to spatial in the Vihara in Binjai Kota District, Binjai City. The importance of this research provides knowledge and an overview of typology as well as similarities and differences in the spatial system of Vihara buildings in Binjai Kota District, Binjai City. This research method uses qualitative methods with descriptive approach by observing, documenting, and interviewing. The findings of this study are two types of Viharas, both of which are influenced by environmental factors and Chinese Culture. The study can be concluded that there are similarities in the function of buildings so that the spatial layout in the five Viharas of Binjai District has uniformity, but due to environmental factors the five Viharas of Binjai District have diversity in the form and orientation of Viharas. Keywords: Vihara, Chinese, Typology, Binjai
Pola Perilaku Mahasiswa dalam Penggunaan Energi di Ruang Komunal Kampus Mirzal Yacub; Irma Novrianty Nasution; Zhilli Izzadati Khairuni
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i1.1054

Abstract

Abstrak Penelitian ini menginvestigasi pola perilaku penggunaan energi yang dilakukan oleh mahasiswa di ruang komunal kampus. Penggunaan energi yang efisien dan berkelanjutan telah menjadi perhatian global, dan kampus merupakan tempat yang relevan untuk mengidentifikasi potensi perbaikan ini. Penelitian ini menggunakan metode survei, observasi, dan analisis data untuk mengumpulkan informasi tentang perilaku mahasiswa dalam penggunaan energi di lingkungan kampus, khususnya dalam penggunaan gadget seperti handphone/smartphone, laptop, dan tablet. Data tersebut dianalisis untuk mengidentifikasi pola perilaku, faktor-faktor yang memengaruhinya, dan potensi perubahan perilaku yang lebih berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan variasi dalam perilaku penggunaan energi mahasiswa di dalam dan di luar ruangan (indoor/outdoor) kampus. Faktor-faktor seperti kesadaran lingkungan, ketersediaan fasilitas pengisian daya gadget, dan norma sosial mempengaruhi pola perilaku dalam penggunaan energi. Temuan penelitian ini dapat memberikan wawasan untuk meningkatkan kesadaran terhadap desain ruang komunal terhadap mahasiswa yang berkelanjutan serta merancang lingkungan kampus yang lebih efisien secara energi. Kata kunci: pola perilaku, mahasiswa, ruang komunal kampus, energi, gadget   Abstract This research investigates the patterns of energy usage behavior among students in campus communal spaces. Efficient and sustainable energy usage has become global concern, and the campus is a relevant place to identify potential improvements in this regard. The research employs survey methods, observations, and data analysis to collect information on student behaviors regarding energy usage in the campus environment, particularly in the use of gadgets such as handphones/smartphones, laptops, and tablets. The data is analyzed to identify behavior patterns, influencing factors, and potential changes towards more sustainable behavior. The research findings indicate variations in students' energy usage behaviors both indoors and outdoors on campus. Factors such as environmental awareness, the availability of gadget charging facilities, and social norms influence behavior patterns in energy usage. The findings of this research can provide insights to enhance awareness of sustainable communal space design for students and to design a energy-efficient campus environment. Keywords: behavior patterns, students, campus communal spaces, energy, gadgets
Analisis Limpasan Sungai Way Kuripan Kota Bandar Lampung Akibat Pengaruh Curah Hujan Menggunakan HEC-RAS 5.0.7 Gung Bagus Jerfikanasa Murda; Mashuri Mashuri
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i1.1057

Abstract

Abstrak Banjir akibat limpasan sungai didaerah padat penduduk dan industri menjadi masalah berulang jika antisipasi hanya dilakukan secara minor pada saat terjadinya bencana. Berdasarkan pengamatan lapangan, beralihnya wilayah resapan menjadi perumahan dan industri menjadi titik awal terjadinya limpasan akibat kejenuhan tanah dan koefisien limpasan terganggu. Paradigma mengalirkan air dari sub saluran menuju badan saluran besar adalah masalah yang menjadi tabiat dan dijalankan hingga kini. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisa limpasan yang terjadi di Sungai Way Kuripan dengan rancangan periode ulang 25 tahunan dengan menggunakan software HEC-RAS 5.0.7. Fungsi sungai sebagai penyalur air harus diiringi sebagai wilayah resapan air dengan menjadikan sungai sebagai penampung, peresap, pengalir, dan pemelihara air. Mewujudkan sistem tampung, resap, alir, dan pelihara dilakuakan dengan reboisasi daerah hulu-hilir sungai dan daerah tampungan air (Embung). Kata kunci: Limpasan, HEC-RAS, Sungai, Embung,, Abstract Flooding caused by river runoff in densely populated and industrial areas becomes a recurring problem if only minor anticipation is carried out when a disaster occurs. Based on observations, the conversion of catchment areas to housing and industry is the starting point for runoff due to soil saturation and disturbed runoff coefficients. The paradigm of channeling water from sub-channels to large channels is a problem that has become a habit and is implemented to this day. Based on these problems, this research aims to analyze the runoff that occurs in the Way Kuripan River with a return period design of 25 years using HEC-RAS 5.0.7 software. The function of the river as a water distributor must be accompanied by a water catchment area, making the river a reservoir, absorber, diverter, and maintainer of water. Creating a reservoir, absorption, diverter, and maintenance water is carried out by reforesting the upstream and downstream areas of rivers and water storage areas (retention basins). Keywords: Runoff, HEC-RAS, River,Retention basin,
Penerapan Metode Pembongkaran (Demolishing) Pada Bangunan Gedung dan Daur Ulang Limbah Bongkaran: A Systematic Literature Review Sunaryo Wongso Suharto; Oei Fuk Jin
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i1.1059

Abstract

Abstrak Pekerjaan pembongkaran bangunan merupakan proses yang esensial dalam industri konstruksi untuk menghancurkan atau meruntuhkan struktur bangunan setelah masa manfaatnya berakhir. Proses ini melibatkan penggunaan peralatan khusus dan mematuhi prosedur hukum serta mendapatkan persetujuan pemerintah setempat. Penelitian ini menggunakan metode bibliometerik dengan menggunakan bantuan aplikasi Publish or Perish (Pop) dan VOSviewer. Dari hasil seleksi yang dilakukan dengan PoP dilakukan seleksi artikel-artikel yang relevan dan sesuai dengan penelitian yang dilakukan. Untuk mengetahui hubungan masing-masing kata kunci dalam artikel, maka diolah dengan menggunakan aplikasi VOSviewer dengan dilanjutkan seleksi lebih cermat dan teliti sehingga pembahasan tidak terlalu melebar. Artikel-artikel yang sudah dikumpulkan dijadikan bahan penitian schematic literature review ini. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk menjelaskan penererapan pekerjaan pembongkaran dengan beberapa metode yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya. Selain pembahasan tentang pentingnya pekerjaan pembongkaran (demolishing) juga jelaskan terkait daur ulang dari limbah bongkaran konstruksi dan perkembangan-perkembangan yang telah dilakukan dalam pengolahan limbah hasil konstruksi dan bongkaran konstruksi. Kata kunci: pembongkaran, metode bongkaran, limbah bongkaran, daur ulang, Abstract Building demolition work is an essential process in the construction industry to destroy or demolish building structures after their useful life has ended. This process involves using special equipment and complying with legal procedures and obtaining local government approval. This research uses a bibliometric method using the Publish or Perish (PoP) and VOSviewer applications. From the results of the selection carried out with PoP, articles were selected that were relevant and in accordance with the research carried out. To find out the relationship between each keyword in the article, it is processed using the VOSviewer application, followed by more careful and thorough selection so that the discussion does not expand too much. The articles that have been collected are used as material for this schematic literature review. The aim of this research is to explain the application of demolition work using several methods, each of which has its advantages and disadvantages. Apart from discussing the importance of demolition work, it also explains the recycling of construction demolition waste and the developments that have been made in processing construction waste and construction demolition waste. Keywords: demolishing, demolishing methods, demolishing waste, recycling
Identifikasi Karakteristik Arsitektur Regionalisme pada Fasad Gedung Kantor DPRK Lhokseumawe Hanan Doni Ardian; Armelia Dafrina; Dela Andriani; Yenny Novianti
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i1.1066

Abstract

Abstrak Berkembanganya arsitektur modern dengan international style berdampak pada krisisnya identitas bangunan di suatu daerah, khususnya di Aceh. Sehingga kehadiran arsitektur regionalisme sebagai upaya pengembalian identitas daerah sangat diperlukan yang diperketat melalui peraturan daerah agar membangun gedung yang berciri khas adat/budaya setempat, salah satunya yaitu Peraturan Gubernur Aceh Nomor 13 Tahun 2023. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan karakteristik arsitektur regionalisme pada fasad gedung kantor DPRK Lhokseumawe yang diduga memiliki unsur ciri khas kedaerahan serta sebagai salah satu kantor yang memiliki peran penting di pemerintahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk menjabarkan, mengidentifikasi dan menganalisis penerapan karakteristik arsitektur regionalisme melalui observasi dan wawancara kepada perancang gedung kantor DPRK Lhokseumawe. Temuan dari penelitian ini yaitu diketahui bahwa terdapat beberapa elemen fasad yang menerapkan arsitektur regionalisme sebagai upaya pelestarian budaya Aceh, seperti atap, kolom, dinding, bukaan, entrance, warna dan ornamen. Kata kunci: Arsitektur Regionalisme, Aceh, Gedung Kantor DPRK Lhokseumawe  Abstract The development of modern architecture with international styles has an impact on the crisis of building identity in a region, especially in Aceh. So the presence of regionalism in architecture as an effort to restore regional identity is needed, which is tightened through regional regulations in order to build buildings characterized by local customs and culture, one of which is Aceh Governor Regulation Number 13 of 2023. Therefore, the purpose of this research is to find out how the application of regionalism architecture characteristics on the facade of the DPRK Lhokseumawe office building, which is thought to have elements of regional characteristics and is one of the offices that has an important role in government, The method used in this research is descriptive-qualitative to describe, identify, and analyze the application of regionalism's architectural characteristics through observation and interview with the designer of the DPRK Lhokseumawe office building. The findings of this research are that there are several facade elements that apply regionalism architecture in an effort to preserve Acehnese culture, such as roof, column, wall, opening, entrance, color, and ornamental Keywords: Regionalism Architecture, Aceh, DPRK Lhokseumawe Office Building
Penerapan HEC-RAS Untuk Analisis Angkutan Sedimen Dasar Terhadap Debit Angkutan Sedimen Pada Saluran Parit Berkat Fiona Gita Novelyne; Nurhayati Nurhayati; Danang Gunarto
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i1.1070

Abstract

Abstrak Saluran Parit Berkat merupakan salah satu saluran di daerah rawa pasang surut Desa Punggur Besar, Kecamatan Sungai Kakap yang mengalami perubahan dasar saluran, yakni pendangkalan akibat proses sedimentasi. Pendangkalan yang terjadi di saluran Parit Berkat terutama pada bagian hilir dapat mengganggu aliran ke sungai dan menyebabkan meningkatnya muka air di hulu sehingga air lebih cepat meluap ke permukaan saat musim hujan atau saat terjadi air pasang dan dapat mengakibatkan kekeringan saat musim kemarau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui debit angkutan sedimen dasar di saluran Parit Berkat. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer berupa penampang saluran dan sampel sedimen dasar. Data sekunder berupa peta catchment area, curah hujan harian stasiun Sungai Kakap PTK-12 dan tinggi muka air pasang surut selama 15 hari. Simulasi aliran dan angkutan sedimen menggunakan program aplikasi HEC-RAS 6.0 dengan metode Meyer-Peter Muller. Hasil penelitian menunjukkan besar angkutan sedimen dasar tertinggi saat kondisi pasang untuk debit periode ulang 10 tahun, yaitu sebesar 1,73 kg/det di titik 1, sedangkan saat kondisi surut, besar angkutan sedimen dasar terendah untuk debit periode ulang 10 tahun adalah sebesar 0,92 kg/det di titik 1. Kata kunci: sedimen dasar, HEC-RAS, Meyer-Peter Muller, saluran, Parit Berkat Abstract Parit Berkat channel is one of the channels in the tidal swamp area of Punggur Besar Village, Sungai Kakap District which has experienced changes in the basis of the channel, namely silting due to the sedimentation process. Siltation that occurs in the Parit Berkat channel, especially in downstream, can disrupt the flow to the river and cause an increase in the water level upstream so that water overflows to the surface faster during the rainy season or high tide and can cause drought during the dry season. This study aimed to determine the amount of bed load transport in the Parit Berkat channel. The data used are primary data and secondary data. Primary data are channel cross-sections and bed load samples. Secondary data are catchment area maps, daily rainfall of Sungai Kakap PTK-12 station, and tidal water levels for 15 days. Flow and sediment transport simulation using the HEC-RAS 6.0 application program with the Meyer-Peter Muller method. The results showed the highest bed load transport during tidal conditions for the 10-year return period, which was 1.73 kg/sec at point 1, while at low tide, the lowest bed load transport for the 10-year return period was 0.92 kg/sec at point 1. Keywords: bed load, HEC-RAS, Meyer-Peter Muller, channel, Parit Berkat

Filter by Year

2011 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 2 (2026): Teras Jurnal (September 2026) Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal Vol. 15 No. 1 (2025): Volume 15 Nomor 1, Maret 2025 Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September) Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024 Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024 Vol. 13 No. 2 (2023): Volume 13 Nomor 2, September 2023 Vol. 13 No. 1 (2023): Volume 13 No 1, Maret 2023 Vol. 12 No. 2 (2022): Volume 12 Nomor 2, September 2022 Vol. 12 No. 1 (2022): Volume 12 Nomor 1, Maret 2022 Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021 Vol. 11 No. 1 (2021): Maret 2021 Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 Nomor 2 September 2020 Vol. 10 No. 1 (2020): Volume 10 Nomor 1 Vol. 9 No. 2 (2019): Volume 9, Nomor 2, September 2019 Vol. 9 No. 1 (2019): Volume 9, Nomor 1, Maret 2019 Vol. 8 No. 2 (2018): Vol 8 No 2 September 2018 Vol. 8 No. 1 (2018): Vol 8 Nomor 1, Maret 2018 Vol. 7 No. 2 (2017): Vol. 7 Nomor 2, September 2017 Vol. 7 No. 1 (2017): Vol 7 No 1 Maret 2017 Vol. 6 No. 1 (2016): Volume 6 Nomor 1 (2016), Teras Jurnal, Vol 6 No 1, Maret 2016 Vol. 6 No. 2 (2016): Volume 6 Nomor 2, September 2016 Vol. 5 No. 2 (2015): TERAS JURNAL Vol.5, No.2, September 2015 Vol. 5 No. 1 (2015): TERAS JURNAL, Vol. 5, No. 1, Maret 2015 Vol. 4 No. 2 (2014): TERAS JURNAL, VOL.4, NO.2, SEPTEMBER 2014 Vol. 4 No. 1 (2014): TERAS JURNAL, VOL.4, NO.1, MARET 2014 Vol. 3 No. 2 (2013): Teras Jurnal, Vol 3, No 2, September 2013 Vol. 3 No. 1 (2013): Teras Jurnal, Vol 3, No.1, Maret 2013 Vol. 2 No. 4 (2012): Teras Jurnal, Vol 2, No 4, Desember 2012 Vol. 1 No. 1 (2011): Teras Jurnal, Vol.1, No.1, Maret 2011 More Issue