cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
curricula@upi.edu
Editorial Address
Program Studi Pengembangan Kurikulum, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung 40154
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Curricula: Journal of Curriculum Development
ISSN : 29647339     EISSN : 28307917     DOI : https://doi.org/10.17509/curricula
Core Subject :
Curricula: Journal of Curriculum Development is an open access and peer-reviewed journal published by Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia in collaboration with Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) MoU file. The journal includes particular interests in issues related to research results on curriculum development, including curriculum design, implementation, evaluation, and learning development (resources, models, media, and assessment). Curricula: Journal of Curriculum Development aims to publish research conducted by researcher, teachers, lecturers, and others focusing on research at the levels of Early Childhood, Elementary, Junior High, or Senior High Schools, as well as Higher-Education. This journal is published quarterly, in March, June, September, and December.
Arjuna Subject : -
Articles 264 Documents
The influence of ethical leadership, organizational justice, and work engagement on teacher loyalty Komala Hidayatun Najiyah; Ahmad Suriansyah; Ngadimun Ngadimun
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.87252

Abstract

Teacher loyalty is a crucial aspect in maintaining the stability and effectiveness of education in primary schools, as reflected in teachers' willingness to work consistently, their reluctance to easily change workplaces, and their positive attitude towards school policies. This study was motivated by the importance of creating a fair work environment and fostering ethical leadership to increase teachers' emotional and professional engagement. This study was conducted to describe and analyze the influence of ethical leadership, organizational justice, and work engagement on the loyalty of SDN teachers in West Pulaulaut Subdistrict. The research method used is a correlational method with a quantitative approach analyzed using path analysis within the framework of Structural Equation Modeling based on Partial Least Squares (SEM-PLS). The sample consisted of 90 teachers, selected through a total sampling technique. The results showed that organizational justice and work engagement have a significant direct effect on teacher loyalty. In contrast, ethical leadership has no direct effect but an indirect effect through work engagement. The findings confirm the important role of justice and work engagement in shaping teacher loyalty, as well as the strategic position of ethical leadership as a factor that supports engagement.   Abstrak Loyalitas guru merupakan aspek penting dalam menjaga stabilitas dan efektivitas pendidikan di sekolah dasar yang tercermin dari kesediaan guru untuk bekerja secara konsisten, tidak mudah berpindah tempat kerja, serta menunjukkan sikap positif terhadap kebijakan sekolah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menciptakan iklim kerja yang adil dan kepemimpinan yang etis agar guru lebih terlibat secara emosional dan profesional. Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan dan menganalisis pengaruh kepemimpinan etis, keadilan organisasi, dan keterlibatan kerja terhadap loyalitas guru SDN di Kecamatan Pulaulaut Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode korelasional dengan pendekatan kuantitatif yang dianalisis menggunakan path analysis dalam kerangka Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS). Sampel berjumlah 90 orang guru yang ditentukan melalui teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadilan organisasi dan keterlibatan kerja memiliki pengaruh langsung signifikan terhadap loyalitas guru, sedangkan kepemimpinan etis tidak berpengaruh langsung tetapi berpengaruh secara tidak langsung melalui keterlibatan kerja. Temuan ini menegaskan pentingnya peran keadilan dan keterlibatan kerja dalam membentuk loyalitas guru, serta posisi strategis kepemimpinan etis sebagai faktor yang mendukung keterlibatan tersebut. Kata Kunci: keadilan organisasi; kepemimpinan etis; keterlibatan kerja; loyalitas guru
Development of a mathematics e-module using Polypad to improve fractional concept comprehension Ahmad Naufal; Kowiyah Kowiyah
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.87284

Abstract

Understanding math concepts, especially on fraction material, is often a difficulty for students. This problem is exacerbated by the limitations of available learning resources and the underutilization of technology in schools, which results in low student interest and learning outcomes. The purpose of this study was to develop and evaluate the feasibility and effectiveness of Polypad-assisted math e-modules in improving understanding of the concept of fractional numbers. This research uses the Research and Development (RnD) method with the ADDIE model. The feasibility of the product is measured through validation from material, media, language, and teacher experts, while the effectiveness is measured through tests. The validation results indicate that the e-module is highly feasible to use. The effectiveness test demonstrated a significant increase in concept understanding, as evidenced by a rise in the average post-test score from 54.83 to 90.50, with an N-Gain score of 0.80, indicating a high category. Thus, this Polypad-assisted e-module proved to be feasible and effective as an alternative learning media that helps students understand the concept of fractions more concretely and visually.   Abstrak Pemahaman konsep Matematika, khususnya pada materi pecahan, seringkali menjadi kesulitan bagi peserta didik. Masalah ini diperparah oleh keterbatasan sumber belajar yang menarik dan minimnya pemanfaatan teknologi di sekolah, yang berakibat pada rendahnya minat dan hasil belajar peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan serta mengetahui kelayakan dan efektivitas e-modul Matematika berbantuan Polypad untuk meningkatkan pemahaman konsep bilangan pecahan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan (RnD) dengan model ADDIE. Kelayakan produk diukur melalui validasi dari ahli materi, media, bahasa, dan guru, sedangkan efektivitasnya diukur melalui tes. Hasil validasi menunjukkan e-modul sangat layak digunakan. Uji efektivitas menunjukkan peningkatan pemahaman konsep yang signifikan, dibuktikan dengan peningkatan nilai rata-rata post-test menjadi 90,50 dari pre-test 54,83, dengan skor N-Gain sebesar 0,80 dalam kategori tinggi. Dengan demikian, e-modul berbantuan Polypad ini terbukti layak dan efektif sebagai media pembelajaran alternatif yang membantu peserta didik memahami konsep pecahan secara lebih konkret dan visual. Kata Kunci: bilangan pecahan; e-modul; pemahaman konsep; Polypad
Smart multiplication media on mathematical problem-solving skills among in Madrasah Ibtidaiyah Amandha Fhadillah Siregar; Nurdiana Siregar
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.87377

Abstract

Mathematics learning in early-grade students still faces challenges, particularly in the area of problem-solving skills, which remain relatively low. This study aims to examine the effect of using a smart multiplication board on the mathematical problem-solving abilities of early-grade students at MIN Pematangsiantar. A quantitative approach with a quasi-experimental design, specifically the pre-test and post-test control group design, was employed. The study sample consisted of 20 third-grade students, divided into two groups: an experimental class using the smart multiplication board and a control class that applied conventional teaching methods. The research instrument was a set of mathematical word problems. The findings revealed a significant difference between the performance of students in the experimental and control groups. The t-test value indicates a large effect size. This result demonstrates that the smart multiplication board significantly enhances students’ mathematical problem-solving skills. Its effectiveness lies in its concrete, visual, and interactive nature, which supports logical and systematic thinking in line with children’s cognitive development and Polya’s problem-solving stages.    Abstrak Pembelajaran Matematika pada peserta didik kelas awal masih menghadapi tantangan terutama dalam kemampuan pemecahan masalah yang tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media papan pintar perkalian terhadap kemampuan pemecahan masalah Matematika peserta didik kelas awal di MIN Pematangsiantar. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen berbentuk pre-test and post-test control group design. Sampel penelitian 20 peserta didik kelas 3 terdiri dari dua kelas yaitu kelas eksperimen yang menggunakan media papan pintar dan kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa soal cerita Matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar peserta didik di kelas eksperimen dan kelas kontrol. Nilai signifikansi hasil uji t Test pada kategori tinggi menunjukkan bahwa penggunaan media papan pintar berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah Matematika. Media ini terbukti efektif karena bersifat konkret, visual, dan interaktif, serta mendukung proses berpikir logis dan sistematis sesuai tahap perkembangan kognitif anak dan tahapan pemecahan masalah menurut teori Polya. Kata Kunci: Madrasah Ibtidaiyah; Matematika; papan pintar; pemecahan masalah
Needs analysis of a sexuality education program for the prevention of sexual violence Maurra S. Wijaya; Rudi Susilana; Riksma Nurahmi Rinalti Akhlan
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.87032

Abstract

Sexuality education at the elementary school level is a crucial preventive measure to protect children from sexual violence. However, its implementation in Indonesian schools remains informal, unstructured, and often confined to moral-religious discourses lacking scientific and psychosocial grounding. This study aims to analyze competency needs as a foundation for developing a school-based sexuality education program grounded in local contexts. Employing a sequential exploratory mixed-methods design, the study began with in-depth interviews involving program implementer teachers and the vice principal for curriculum affairs, followed by a competency-based survey. The findings reveal a strong awareness of the urgency of sexuality education. Significant challenges persist—namely, limited teacher capacity, the absence of structured modules, and time constraints within school routines. Despite these obstacles, school leadership support, teacher openness, and positive parental responses provide a strong foundation for future program development. This study offers a novel contribution by applying a needs-based lens and identifying the implementation gap between global recommendations and local realities, particularly within faith-based school settings. By focusing on local insights within an Islamic school context, this research provides contextually grounded, empirically informed input for curriculum design—bridging the divide between normative recommendations and practical realities in Indonesian schools.   Abstrak Pendidikan seksualitas pada jenjang sekolah dasar merupakan langkah preventif yang sangat penting dalam upaya perlindungan anak dari kekerasan seksual. Namun, implementasinya di Indonesia masih bersifat informal, tidak terstruktur, dan kerap berbasis pada pendekatan moral-religius yang minim aspek ilmiah dan psikososial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan kompetensi sebagai dasar pengembangan program pendidikan seksualitas di sekolah dasar berbasis kebutuhan kontekstual. Penelitian ini menggunakan metode campuran eksplanatori (sequential exploratory mixed-method) dengan pendekatan kualitatif pada tahap awal melalui wawancara mendalam dengan guru pelaksana program dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dilanjutkan dengan survei kompetensi. Hasil menunjukkan adanya kesadaran tinggi akan pentingnya pendidikan seksualitas, namun dihadapkan pada tantangan berupa keterbatasan kapasitas guru, ketiadaan modul baku, serta kendala waktu dalam pelaksanaan program. Meski demikian, dukungan dari pimpinan sekolah, keterbukaan guru, dan respons positif dari orang tua menjadi modal awal penting untuk mengembangkan program yang sistematis. Penelitian ini menyumbang kebaruan dengan menawarkan pendekatan berbasis kebutuhan dan mendeskripsikan kesenjangan antara norma global dan praktik lokal dalam konteks sekolah berbasis nilai agama. Dengan berfokus pada wawasan lokal dalam konteks sekolah Islam, penelitian ini memberikan masukan yang berlandaskan konteks dan berdasarkan pengalaman untuk desain kurikulum—menjembatani kesenjangan antara rekomendasi normatif dan realitas praktis di sekolah-sekolah Indonesia. Kata Kunci: kekerasan seksual; pendidikan seksualitas; pengembangan kurikulum pendidikan seksualitas; sekolah dasar
Management of professional learning community model: A multi-site case study Murdjoko Murdjoko; Wahyu Wahyu; Muhammad Saleh
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.87399

Abstract

Teacher-friendly learning communities represent a strategic approach to enhancing professionalism and collaboration among educators within schools. This study aims to describe and analyze the management of a teacher-friendly learning community model in terms of three main aspects: school leadership, teacher empowerment, and school partnerships. The research was motivated by the need to create a supportive learning ecosystem that fosters continuous professional development for teachers. A qualitative approach with a multi-site study design was employed, conducted at SMAN 1 Karang Intan and SMAN 2 Martapura, Banjar Regency. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving principals, teachers, learning community leaders, subject group coordinators, and school staff. The findings indicate that school principals play an active managerial role in designing, facilitating, and evaluating learning community activities. Teachers responded positively to the empowerment provided, particularly through collaboration, pedagogical reflection, and improved teaching practices. Furthermore, internal and external partnerships—including collaboration with school staff, the education department, and teacher forums—contributed to the development of a learning ecosystem that supports the enhancement of teachers’ professional competencies. Nevertheless, several challenges remain, such as limited time, low intensity of peer observations, and weak coordination among stakeholders.    Abstrak Komunitas belajar ramah guru merupakan pendekatan strategis dalam meningkatkan profesionalisme dan kolaborasi antar guru di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis manajemen pengembangan model komunitas belajar ramah guru ditinjau dari aspek kepemimpinan kepala sekolah, pemberdayaan guru, dan kemitraan sekolah. Studi ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk menciptakan ekosistem belajar yang mendukung pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi multi situs, dilaksanakan di SMAN 1 Karang Intan dan SMAN 2 Martapura, Kabupaten Banjar. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, guru, ketua komunitas belajar, koordinator rumpun mata pelajaran, dan tenaga kependidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah memiliki peran manajerial yang kuat dalam merancang, memfasilitasi, dan mengevaluasi kegiatan komunitas belajar. Guru menunjukkan respons positif terhadap pemberdayaan yang dilakukan, terutama melalui kolaborasi, refleksi pedagogis, dan peningkatan praktik mengajar. Di samping itu, kemitraan internal dan eksternal, seperti kerja sama dengan tenaga kependidikan, dinas pendidikan, dan forum guru, turut memperkuat ekosistem belajar. Namun, beberapa tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, rendahnya intensitas observasi sejawat, serta lemahnya koordinasi antar pihak. Kata Kunci: kemitraan sekolah; kepemimpinan kepala sekolah; komunitas belajar; pemberdayaan guru
Contextualized Montessori teacher training: A learning impact evaluation Dinda Adiesty Kusumawardani; Rusman Rusman
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.86718

Abstract

Early childhood education plays a strategic role in shaping the holistic development of children. However, the implementation of the Montessori approach in Indonesia still faces several challenges, including limited teacher training and a lack of cultural contextual alignment. This study aims to evaluate the impact of a contextualized Montessori teacher training program, which includes limited teacher training and inadequate knowledge improvement among early childhood educators. The research employed a quasi-experimental method with a one-group pretest-posttest design, without a control group. A total of 20 teachers from KB TKIT AsySyaffa 1 Magelang participated in a three-month training program. The impact of the training was measured using Kirkpatrick's Level 2 (learning) evaluation model, with a validated 17-item test instrument. Tests for normality and homogeneity confirmed that the data met the assumptions for parametric analysis. The paired sample t-test revealed a significant difference between pretest and posttest scores, indicating an increase in teachers’ knowledge after the training. These findings affirm that contextualized Montessori training effectively enhances teacher understanding and has the potential to strengthen the implementation of the Montessori approach in Indonesia’s early childhood education system.   Abstrak Pendidikan anak usia dini memegang peran strategis dalam membentuk fondasi perkembangan anak secara holistik. Di sisi lain, penerapan pendekatan Montessori di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan pelatihan guru dan kesesuaian dengan konteks budaya lokal. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur efektivitas dampak pelatihan guru Montessori yang dikontekstualisasikan terhadap peningkatan pengetahuan guru PAUD sebagai bagian dari evaluasi level 2 model Kirkpatrick. Penelitian menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Sebanyak 20 guru dari KB TKIT AsySyaffa 1 Magelang menjadi peserta pelatihan yang berlangsung selama tiga bulan. Pengukuran dampak pelatihan dilakukan menggunakan model evaluasi Kirkpatrick level 2 (learning), dengan instrumen tes berisi 17 butir soal validasi. Hasil uji normalitas dan homogenitas menunjukkan data memenuhi syarat analisis parametrik. Uji paired sample t-test menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest, yang mengindikasikan peningkatan pengetahuan guru setelah pelatihan. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan Montessori berbasis kontekstual efektif dalam meningkatkan pemahaman guru dan berpotensi memperkuat implementasi pendekatan Montessori dalam sistem pendidikan anak usia dini di Indonesia. Kata Kunci: evaluasi Kirkpatrick; Montessori; PAUD; pelatihan guru; pembelajaran kontekstual
The impact of culturally responsive materials on student motivation and language learning outcomes Wulan Desi Safitri; Abdul Halim; Ibrahim Ibrahim
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.86915

Abstract

English plays a vital role in education, communication, and career opportunities, particularly in countries like Indonesia, where it is taught as a foreign language (EFL). However, many students struggle with motivation and achieving effective learning outcomes. This study investigates the impact of Culturally Responsive Materials (CRM) on student motivation and English learning outcomes among EFL learners. CRM is designed to reflect students’ cultural backgrounds, making learning more meaningful and engaging. The study addresses the need for inclusive teaching approaches and fills gaps in previous research that focused more on teaching strategies than on materials. Using a quasi-experimental method, 60 students from SMA Negeri 2 Loa Kulu were randomly assigned to either a control or experimental group. The control group used conventional materials, while the experimental group was taught using CRM. Motivation was measured with a customized questionnaire, and learning outcomes were assessed through quizzes. The findings revealed that students taught with CRM showed significantly higher motivation (p = 0.034) and improved learning outcomes (p = 0.005) compared to those in the control group. These results suggest that culturally relevant content not only enhances academic performance but also fosters emotional engagement and motivation in EFL contexts.   Abstrak Bahasa Inggris memiliki peran penting dalam pendidikan, komunikasi, dan karier, terutama di Indonesia di mana bahasa ini diajarkan sebagai bahasa asing (EFL). Namun, banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menjaga motivasi dan meraih hasil belajar yang optimal. Penelitian ini mengkaji pengaruh Materi Responsif Budaya (CRM) terhadap motivasi belajar dan hasil belajar bahasa Inggris pada siswa EFL. CRM dirancang untuk mencerminkan latar belakang budaya siswa, sehingga pembelajaran menjadi lebih relevan dan menarik. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimental dengan melibatkan 60 siswa dari SMA Negeri 2 Loa Kulu yang dibagi menjadi kelompok kontrol dan eksperimen. Kelompok kontrol menggunakan materi konvensional, sedangkan kelompok eksperimen diajarkan dengan CRM. Motivasi diukur menggunakan kuesioner, dan hasil belajar dievaluasi melalui kuis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang diajar dengan CRM memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi (p = 0,034) dan hasil belajar yang lebih baik (p = 0,005) dibandingkan kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa materi yang relevan secara budaya tidak hanya meningkatkan kinerja akademik, tetapi juga mendorong keterlibatan emosional dan motivasi siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris. Kata Kunci: EFL; hasil belajar; motivasi; pendidikan inklusif; pengajaran responsif budaya
Principal transformational leadership, self-efficacy, and OCB on teachers innovative work behavior Afifah Rahmani; Aslamiah Aslamiah; Ngadimun Ngadimun
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.87405

Abstract

Innovative work behavior among teachers is crucial for improving educational quality. Teachers are required to create and implement new ideas in the learning process. This innovation encompasses idea exploration, solution development, concept promotion, and actual implementation in the classroom. However, the level of teacher innovation in Indonesia is still relatively low. This study aims to analyze the influence of principals' transformational leadership and teachers' self-efficacy on teachers' innovative work behavior, both directly and indirectly. Using a quantitative approach with descriptive correlational methods and path analysis. A sample of 220 public junior high school teachers in Banjarbaru City was selected using Simple Proportionate Random Sampling technique. Data were collected through closed questionnaires using a Likert scale and analyzed using SPSS version 25. The results show that transformational leadership and self-efficacy have positive and significant effects on OCB and teachers' innovative work behavior. These findings confirm that teacher innovation is influenced by the interaction between individual factors and work environment. The implications of this study highlight the importance of transformational leadership training for principals and strengthening teachers' self-efficacy through professional development.    Abstrak Perilaku kerja inovatif guru penting dalam peningkatan mutu Pendidikan. Guru dituntut untuk menciptakan dan menerapkan ide-ide baru dalam proses pembelajaran. Inovasi ini mencakup eksplorasi ide, pengembangan solusi, promosi gagasan, hingga implementasi nyata di kelas. Namun, tingkat inovasi guru di Indonesia masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah dan efikasi diri guru terhadap perilaku kerja inovatif guru, baik secara langsung maupun tidak langsung. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional dan analisis jalur. Sampel sebanyak 220 guru SMP Negeri di Kota Banjarbaru dipilih menggunakan teknik Simple Proportionate Random Sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup berskala Likert dan dianalisis menggunakan SPSS versi 25. Hasil menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional dan efikasi diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap OCB dan perilaku kerja inovatif guru. Temuan ini menegaskan bahwa inovasi guru dipengaruhi oleh interaksi antara faktor individu dan lingkungan kerja. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya pelatihan kepemimpinan transformasional bagi kepala sekolah dan penguatan efikasi diri guru melalui pengembangan profesional. Kata Kunci: efikasi diri; kepemimpinan transformasional; OCB; perilaku kerja inovatif
Effectiveness of differentiated learning in improving 4th-grade reading skills MIS Masino Hilmy Hafidah; Aliem Bahri
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.83525

Abstract

The main issue addressed in this study is the low reading comprehension skills of students, which are attributed to the use of monotonous teaching approaches and methods, as well as learning media that are unengaging and irrelevant to the current context. This study aims to determine the effectiveness of differentiated instruction in improving the reading comprehension skills of fourth-grade students. The research employed an experimental method using a one-group pretest-posttest Design. The subjects of this study were all fourth-grade students at MIS Masino, totaling seventeen individuals. The data collection techniques included pretest and posttest assessments, observation, and documentation. The results showed a significant improvement in students’ reading comprehension skills after the implementation of differentiated instruction. Students' average scores during the pretest were categorized as fair and increased to a good category in the posttest. The statistical analysis using the t-test indicates that differentiated instruction had a positive effect on enhancing students' reading comprehension skills. It can be concluded that differentiated instruction is effective in improving students' reading comprehension skills and can serve as a relevant strategy for teaching the Indonesian language at the elementary school level.   Abstrak Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah rendahnya keterampilan membaca pemahaman peserta didik, yang disebabkan oleh penggunaan pendekatan dan metode pengajaran yang monoton serta media pembelajaran yang kurang menarik dan tidak relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran berdiferensiasi dalam meningkatkan keterampilan membaca pemahaman peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas IV MIS Masino yang berjumlah tujuh belas orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan mencakup pemberian pretest dan posttest, observasi, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam keterampilan membaca pemahaman peserta didik setelah diterapkannya pembelajaran berdiferensiasi. Skor rata-rata peserta didik pada saat pretest berada pada kategori cukup dan mengalami peningkatan hingga masuk ke dalam kategori baik setelah posttest. Uji statistik menggunakan uji-t mengindikasikan bahwa pembelajaran berdiferensiasi memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan keterampilan membaca pemahaman peserta didik. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi efektif meningkatkan keterampilan membaca pemahaman peserta didik dan dapat menjadi strategi yang relevan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar. Kata Kunci: keterampilan membaca; pemahaman membaca; pembelajaran berdiferensiasi
Development of digital comics for learning Pancasila and civics for second graders Amanda Rizki Pama Cicilia Putri; Safrul Safrul
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.87387

Abstract

Pancasila and Civic Education in elementary schools often struggle to convey abstract values through conventional, text-heavy methods, resulting in low student engagement. This challenge is amplified by the Kurikulum Merdeka framework, which demands innovative, student-centered learning. This research and development study aimed to design, develop, and evaluate a value-based digital comic to enhance citizenship understanding and critical thinking for second-grade students. Employing the systematic ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation), the media was developed and subsequently tested with 26 students. Material experts, media experts, and educational practitioners comprehensively validated it. The results demonstrated a high feasibility rating. Furthermore, qualitative observations confirmed that the digital comic not only increased student motivation but also effectively facilitated the comprehension of complex citizenship concepts and stimulated ethical reasoning. The findings imply that systematically designed digital comics are a transformative pedagogical tool, capable of bridging theoretical instruction with practical application, making them a highly effective alternative for revitalizing Citizenship Education in early learning environments.   Abstrak Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di sekolah dasar seringkali kesulitan menyampaikan nilai-nilai abstrak melalui metode konvensional yang padat teks, sehingga menyebabkan rendahnya partisipasi peserta didik. Tantangan ini semakin kompleks dengan kerangka Kurikulum Merdeka, yang menuntut pembelajaran inovatif dan berpusat pada peserta didik. Studi penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk merancang, mengembangkan, dan mengevaluasi komik digital berbasis nilai untuk meningkatkan pemahaman kewarganegaraan dan pemikiran kritis pada peserta didik kelas dua. Menggunakan model ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi) secara sistematis, media ini dikembangkan dan diuji dengan 26 peserta didik. Media ini kemudian diverifikasi secara komprehensif oleh ahli materi, ahli media, dan praktisi pendidikan. Hasilnya menunjukkan tingkat kelayakan yang tinggi. Selain itu, pengamatan kualitatif menunjukkan bahwa komik digital tidak hanya meningkatkan motivasi peserta didik, tetapi juga secara efektif memfasilitasi pemahaman konsep kewarganegaraan yang kompleks dan merangsang penalaran etis. Temuan ini menyiratkan bahwa komik digital yang dirancang secara sistematis merupakan alat pedagogis transformatif, mampu menjembatani instruksi teoritis dengan penerapan praktis, menjadikannya alternatif yang sangat efektif untuk menghidupkan kembali Pendidikan Kewarganegaraan di lingkungan pembelajaran awal. Kata kunci: komik digital; media pembelajaran; pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan; sekolah dasar