cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
curricula@upi.edu
Editorial Address
Program Studi Pengembangan Kurikulum, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung 40154
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Curricula: Journal of Curriculum Development
ISSN : 29647339     EISSN : 28307917     DOI : https://doi.org/10.17509/curricula
Core Subject :
Curricula: Journal of Curriculum Development is an open access and peer-reviewed journal published by Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia in collaboration with Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) MoU file. The journal includes particular interests in issues related to research results on curriculum development, including curriculum design, implementation, evaluation, and learning development (resources, models, media, and assessment). Curricula: Journal of Curriculum Development aims to publish research conducted by researcher, teachers, lecturers, and others focusing on research at the levels of Early Childhood, Elementary, Junior High, or Senior High Schools, as well as Higher-Education. This journal is published quarterly, in March, June, September, and December.
Arjuna Subject : -
Articles 264 Documents
Effect of PBL with Prezi on critical thinking skills at SMAN 4 Pekanbaru Nurhaliza Rahman; Mariani Natalina Linggasari; Riki Apriyandi Putra
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.88854

Abstract

This study aims to investigate the impact of Problem-Based Learning (PBL) supplemented by interactive Prezi media on students' critical thinking skills. The study was conducted in Class X of SMA Negeri 4 Pekanbaru in the second semester of April-June 2022/2023, using a quasi-experimental design with a pre-test-post-test control group. The parameter used was critical thinking ability, measured through five indicators, namely analysing, synthesising, identifying and solving problems, concluding, and evaluating. The post-test results showed an average score of 65.84 (moderately critical) in the control class, compared to 80.42 (critical) in the experimental class. The highest critical thinking performance was found in the analysis indicator, with a score of 66.67 (moderately critical) in the control class and 82.64 (critical) in the experimental class. The lowest performance was found in the evaluation indicator, with a score of 61.81 (less critical) in the control class and 77.08 (moderately critical) in the experimental class. The hypothesis test indicates that PBL supported by Prezi significantly influenced the critical thinking skills of Grade X students at SMAN 4 Pekanbaru.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) yang didukung media Prezi interaktif terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik. Penelitian dilakukan di Kelas X SMA Negeri 4 Pekanbaru pada semester dua April-Juni 2022/2023, menggunakan desain eksperimen semu dengan kelompok kontrol pretes-postes. Parameter yang digunakan adalah kemampuan berpikir kritis, diukur melalui lima indicator yaitu menganalisis, mensintesis, mengidentifikasi dan memecahkan masalah, menyimpulkan, dan mengevaluasi. Hasil postes menunjukkan skor rata-rata 65,84 (cukup kritis) pada kelas kontrol, dibandingkan dengan 80,42 (kritis) pada kelas eksperimen. Kinerja berpikir kritis tertinggi ditemukan pada indikator analisis, dengan skor 66,67 (cukup kritis) pada kelas kontrol dan 82,64 (kritis) pada kelas eksperimen. Kinerja terendah ditemukan pada indikator evaluasi, dengan skor 61,81 (kurang kritis) di kelas kontrol dan 77,08 (cukup kritis) di kelas eksperimen. Uji hipotesis menunjukkan bahwa PBL berbantuan Prezi secara signifikan memengaruhi keterampilan berpikir kritis peserta didik Kelas X di SMAN 4 Pekanbaru. Kata Kunci: berpikir kritis; media interaktif; pembelajaran berbasis masalah; Prezi
The influence of the PBL model on Mathematics learning outcomes in primary school Syifa Azzahra Erina Putri; Sri Astuti
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.87855

Abstract

Mathematics is an important subject for developing logical thinking and problem-solving skills; however, many students exhibit low learning outcomes due to passive and less relevant teaching methods. This study examines the effect of the Problem-Based Learning (PBL) model on the mathematics learning outcomes of fifth-grade students at SDN Batu Ampar 09 Pagi, Jakarta. This study aims to determine whether PBL can improve mathematics learning outcomes compared to traditional methods. The study employed a quasi-experimental design, involving two groups: an experimental group that used PBL and a control group that used conventional methods. Data were collected through pretests and posttests, then analyzed using statistical tests. The results showed a significant increase in mathematics learning outcomes in the group using PBL, indicating that PBL is effective in improving students' mathematical understanding, encouraging active learning, and developing critical thinking. This study offers a practical overview for teachers to adopt the PBL model in mathematics education, aiming to enhance students' problem-solving skills.   Abstrak Matematika menjadi salah satu mata pelajaran yang penting untuk mengembangkan pemikiran logis dan keterampilan pemecahan masalah, namun banyak peserta didik yang menunjukkan hasil belajar rendah akibat metode pengajaran yang pasif dan kurang relevan. Penelitian ini mengkaji pengaruh model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) terhadap hasil belajar Matematika peserta didik kelas V SDN Batu Ampar 09 Pagi, Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah PBL dapat meningkatkan hasil belajar Matematika dibandingkan dengan metode tradisional. Penelitian dilakukan dengan desain kuasi-eksperimental yang melibatkan dua kelompok, yakni kelompok eksperimen yang menggunakan PBL dan kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest, kemudian dianalisis dengan uji statistik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada hasil belajar Matematika di kelompok yang menggunakan PBL, yang menandakan bahwa PBL efektif dalam meningkatkan pemahaman Matematika peserta didik, mendorong pembelajaran aktif, dan mengembangkan pemikiran kritis. Penelitian ini memberikan gambaran praktis bagi guru guna mengadopsi model PBL dalam pembelajaran Matematika untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah peserta didik. Kata Kunci: hasil belajar Matematika; pembelajaran berbasis masalah; pendidikan dasar
Optimization of IPAS learning outcomes through the implementation of the Numbered Heads Together (NHT) cooperative learning model Ahmad Fauzan Hermandi; Subhanadri Subhanadri
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.89076

Abstract

The purpose of this research is to improve student learning achievement in Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) subjects through the application of a cooperative learning model of the Numbered Heads Together (NHT) type developed with an Integrated Science approach, in grade V students of SDN 27/II Sungai Arang. This research employs the Penelitian Tindakan Kelas (PTK) method, which is conducted in two cycles. Each cycle comprises the stages of planning, action implementation, observation, and reflection. The research subjects consisted of 14 students, and data collection was carried out through observation, learning outcome evaluation tests, and documentation of the learning process. The results of the analysis revealed an increase in teacher performance in both Cycle I and Cycle II. A similar increase was also seen in student involvement, which was reflected in increased activeness, teamwork, and a sense of responsibility in group activities. According to the academic results, all students achieved scores above the Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) set. The application of the NHT model has proven effective in creating a more interactive, interesting, and meaningful learning process. Referring to the study's results, the NHT model is suggested as an effective alternative learning strategy to improve the quality of science learning in elementary schools, while strengthening students' social and cognitive competence.   Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) yang dikembangkan dengan pendekatan Sains Terpadu, pada peserta didik kelas V SDN 27/II Sungai Arang. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 peserta didik, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes evaluasi hasil belajar, serta dokumentasi proses pembelajaran. Hasil analisis mengungkapkan adanya peningkatan kinerja guru pada siklus I dan siklus II. Peningkatan serupa juga terlihat pada keterlibatan peserta didik, yang tercermin dari meningkatnya keaktifan, kemampuan bekerja sama, dan rasa tanggung jawab dalam kegiatan kelompok. Dari hasil akademik, seluruh peserta didik memperoleh nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan. Penerapan model NHT terbukti efektif dalam menciptakan proses pembelajaran yang lebih interaktif, menarik, dan bermakna. Mengacu pada hasil penelitian, model NHT disarankan sebagai salah satu strategi pembelajaran alternatif yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di sekolah dasar, sekaligus memperkuat kompetensi sosial dan kognitif peserta didik. Kata Kunci: hasil belajar; NHT; Numbered Heads Together; pembelajaran kooperatif
Adiwiyata-based school environment management: A multi-case study in Banjarmasin Noviani Noviani; Ahmad Suriansyah; Sulistiyana Sulistiyana
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.87291

Abstract

The effectiveness of the Adiwiyata program is highly dependent on inspirational school leadership, ongoing training for teachers, and synergy between schools and supportive communities. This study aims to provide an in-depth description of how teacher empowerment, partnerships with various stakeholders, and school principal leadership strategies contribute to the environmental management of Adiwiyata-based schools. The research employed a multi-case study method with a descriptive qualitative approach. The study was conducted at two Adiwiyata schools in Banjarmasin: SDN-SN Pengambangan 5 Banjarmasin and SDIT Ukhuwah 2 Banjarmasin. Data collection techniques included in-depth interviews, direct field observations, and analysis of relevant documents. The findings indicate that the successful implementation of the Adiwiyata Program in both schools is strongly influenced by three key factors: first, teacher empowerment, reflected in active involvement in environmental teams and the integration of environmental awareness values into the learning process; second, effective partnerships between schools, local governments, foundations, and surrounding communities; and third, school leadership that is adaptive, collaborative, and capable of fostering a school culture oriented toward environmental conservation. These findings provide an example of best practices that can serve as a reference for other schools in developing sustainable and integrated environmental programs within their educational ecosystems.   Abstrak Efektivitas program Adiwiyata sangat tergantung pada kepemimpinan kepala sekolah yang inspiratif, pelatihan berkelanjutan bagi guru, dan sinergi antara sekolah dan komunitas yang mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam bagaimana pemberdayaan guru, kemitraan dengan berbagai pihak, serta strategi kepemimpinan kepala sekolah berkontribusi dalam pengelolaan lingkungan sekolah berbasis Adiwiyata. Metode yang digunakan adalah studi multi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di dua sekolah Adiwiyata Banjarmasin, yaitu di SDN-SN Pengambangan 5 Banjarmasin dan SDIT Ukhuwah 2 Banjarmasin. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung di lapangan, serta analisis dokumentasi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi Program Adiwiyata di kedua sekolah tersebut sangat dipengaruhi oleh tiga faktor kunci: pertama, pemberdayaan guru yang tercermin dari keterlibatan aktif dalam tim lingkungan dan pengintegrasian nilai-nilai peduli lingkungan dalam pembelajaran; kedua, kemitraan yang efektif antara sekolah dengan pemerintah daerah, yayasan, serta masyarakat sekitar; dan ketiga, kepemimpinan kepala sekolah yang bersifat adaptif, kolaboratif, serta mampu membangun budaya sekolah yang berorientasi pada pelestarian lingkungan. Temuan ini memberikan gambaran praktik baik yang dapat dijadikan rujukan oleh sekolah lain dalam mengembangkan program lingkungan yang berkelanjutan dan terintegrasi dalam ekosistem pendidikan. Kata Kunci: Adiwiyata; manajemen lingkungan; sekolah Adiwiyata
Global midwifery education models and their impact on competence Zulaiha Baila; Ari Indra Susanti
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.87984

Abstract

High-quality midwifery education is crucial for preparing competent practitioners to face the complex challenges encountered in maternal and newborn health. This scoping review aims to explore diverse global models of midwifery education, including simulation-based learning, leadership development, and competency-based curricula. Using PRISMA-ScR guidelines and JBI methodology, seven peer-reviewed studies from various countries were analyzed to identify key themes, challenges, and innovations. The findings reveal that while many educational models successfully enhance clinical, interpersonal, and decision-making competencies, significant gaps remain—especially in educator preparedness, infrastructure availability, and the integration of non-technical skills, such as emotional intelligence and communication. Additionally, curriculum alignment with both global standards and local health system needs remains inconsistent. This review emphasizes the importance of contextually relevant, adaptable, and comprehensive education frameworks. Strengthening midwifery education through faculty development, investment in learning infrastructure, and curriculum reform can significantly contribute to improving maternal and newborn outcomes worldwide.   Abstrak Pendidikan kebidanan yang berkualitas tinggi sangat penting untuk mempersiapkan praktisi yang kompeten dalam menghadapi tantangan kompleks yang dirasakan pada kesehatan ibu dan bayi baru lahir. Tinjauan cakupan ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai model pendidikan kebidanan di tingkat global, termasuk pembelajaran berbasis simulasi, pengembangan kepemimpinan, dan kurikulum berbasis kompetensi. Dengan menggunakan pedoman PRISMA-ScR dan metodologi JBI, tujuh studi dari berbagai negara dianalisis untuk mengidentifikasi tema utama, tantangan, dan inovasi. Temuan menunjukkan bahwa meskipun banyak model pendidikan berhasil meningkatkan kompetensi klinis, interpersonal, dan pengambilan keputusan, akan tetapi masih terdapat kesenjangan penting terutama dalam kesiapan pendidik, ketersediaan infrastruktur, serta integrasi keterampilan non-teknis seperti kecerdasan emosional dan komunikasi. Selain itu, penyelarasan kurikulum dengan standar global dan kebutuhan sistem kesehatan lokal belum konsisten. Tinjauan ini menekankan pentingnya kerangka pendidikan yang relevan secara kontekstual, adaptif, dan holistik. Penguatan pendidikan kebidanan melalui pengembangan dosen, investasi infrastruktur, dan reformasi kurikulum dapat berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kesehatan ibu dan bayi secara global. Kata Kunci: kebidanan; kompetensi; model pendidikan
Enhancing reading comprehension through make a match with control board at SDN 112/II Purwo Bakti Cut Dara Nadia Ladiski; Aprizan Aprizan; Elvima Nofrianni
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.89348

Abstract

Reading comprehension is a fundamental skill essential for elementary school students; however, many still struggle to understand the content of texts. This condition was also identified at SDN 112/II Purwo Bakti, where most fourth-grade students had not yet achieved the minimum mastery criteria. This study aimed to enhance students’ reading comprehension skills through the application of the cooperative learning model, "Make a Match," assisted by a control board. The research was conducted in the form of Classroom Action Research (CAR), carried out in two cycles consisting of planning, implementation of action, observation, and reflection. The participants consisted of 35 fourth-grade students, and data were collected through observation sheets and reading comprehension tests. The findings revealed a significant improvement in both the learning process and students’ outcomes. Students became more active, motivated, and engaged in learning activities, and their ability to understand texts improved. The implementation of the Make a Match model assisted by a control board proved effective in creating an interactive and enjoyable learning environment that enhanced students’ reading comprehension skills at the elementary school level. learning environment, thereby enhancing students’ motivation, active participation, and reading comprehension skills.   Abstrak Kemampuan membaca pemahaman merupakan keterampilan dasar yang esensial bagi peserta didik sekolah dasar, namun kenyataannya masih banyak peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami isi bacaan. Kondisi tersebut juga ditemukan di SDN 112/II Purwo Bakti, di mana sebagian besar peserta didik kelas IV belum mencapai kriteria ketuntasan minimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman peserta didik melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Make a Match berbantuan media papan kontrol. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) selama dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri dari 35 peserta didik kelas IV, dengan data diperoleh melalui observasi dan tes membaca pemahaman. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan baik dalam proses pembelajaran maupun hasil belajar. Peserta didik menjadi lebih aktif, termotivasi, dan terlibat dalam kegiatan pembelajaran, serta mampu memahami isi bacaan secara lebih baik. Penerapan model Make a Match berbantuan papan kontrol terbukti efektif dalam menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan sehingga mampu meningkatkan keterampilan membaca pemahaman peserta didik sekolah dasar. Kata Kunci: make a match; membaca pemahaman; papan kontrol; sekolah dasar
The effect of using the Educaplay game on the social studies learning outcomes Febby Nur Harizah; Rahmiati Rahmiati
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.90020

Abstract

Learning activities with limited and monotonous interaction can render learning ineffective and yield suboptimal results. One way to improve learning activities is to develop engaging learning media. This research aims to determine the effect of using visual games through Educaplay on the learning outcomes of fifth-grade students in the Natural and Social Sciences subject at SDN Cawang 07 Pagi. The research method employed is quantitative with a quasi-experimental design using a post-test control group design. Data were collected using an IPAS learning outcomes test instrument and analyzed through validity, reliability, normality, and homogeneity tests, as well as t-tests and effect size analysis. This study demonstrates that the application of Educaplay games has a significant positive impact on the learning outcomes of fifth-grade students in the IPAS subject. Therefore, Educaplay can be used as a supplementary tool, rather than the sole learning medium, especially for materials requiring deep conceptual understanding, such as social science.   Abstrak Kegiatan pembelajaran dengan kegiatan interaksi yang terbatas dan monoton dapat membuat pembelajaran tidak efektif dan memiliki hasil yang kurang optimal, sehingga salah satu cara untuk membuat kegiatan pembelajaran lebih baik adalah dengan mengembangkan media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan games visual Educaplay terhadap hasil belajar murid kelas V pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di SDN Cawang 07 Pagi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi experimental menggunakan post-test control group design. Data dikumpulkan melalui instrumen tes hasil belajar IPAS dan dianalisis mulai dari uji validitas, reliabilitas, normalitas, homogenitas uji t sampai dengan uji effect size . Berdasarkan analisis data, untuk kelas eksperimen mendpatkan nilai yang lebih tinggi dari pada pada kelas kontrol. Yang dapat dibuktikan oleh nilai effect size (Cohen’s d) yang tinggi. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan media Educaplay memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap hasil belajar murid kelas V pada mata pelajaran IPAS. Oleh karena itu, Educaplay dapat digunakan sebagai pelengkap, bukan sebagai satu-satunya media pembelajaran, terutama pada materi yang membutuhkan pemahaman konseptual mendalam seperti IPAS. Kata Kunci: Educaplay; games edukasi; hasil belajar; IPAS; pembelajaran interaktif
Curriculum management through the Mangunwijaya Curriculum Tree in primary education Faizah Nadela; Slamet Lestari
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.90301

Abstract

Curriculum management plays a crucial role in ensuring that primary education provides children with meaningful learning experiences. In Indonesia, challenges in curriculum governance often arise from top-down approaches and limited teacher participation, which reduce the relevance of learning to students’ real-life contexts. This study aims to analyze how curriculum management at Mangunan Experimental Primary School addresses these issues by applying Y.B. Mangunwijaya’s humanistic philosophy through the Pohon Kurikulum Mangunwijaya (PKM) or Mangunwijaya Curriculum Tree. The research employed a qualitative case study design to gain a comprehensive understanding of curriculum planning, implementation, and evaluation. Data were collected from principals, teachers, curriculum coordinators, and the Educational Development Laboratory through in-depth interviews, participant observation, and document analysis, with triangulation of sources and methods to ensure validity. The findings indicate that curriculum planning is participatory, conducted through foundation and school-level workshops guided by the Understanding by Design framework and the integration of seven child capacities. Implementation emphasizes inquiry-based and contextual learning supported by distinctive programs, while evaluation combines narrative classroom assessments withs systematic supervision. PKM thus illustrates curriculum management as a participatory and humanistic process that fosters holistic student development.   Abstrak Manajemen kurikulum memiliki peran penting dalam memastikan pendidikan dasar mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak. Di Indonesia, tata kelola kurikulum kerap menghadapi kendala akibat pendekatan yang bersifat top-down dan keterlibatan guru yang terbatas, sehingga mengurangi relevansi pembelajaran dengan konteks kehidupan nyata peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana manajemen kurikulum di SD Eksperimental Mangunan mengatasi permasalahan tersebut melalui penerapan filosofi humanistik Y.B. Mangunwijaya yang diwujudkan dalam Pohon Kurikulum Mangunwijaya (PKM). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum. Data dikumpulkan dari kepala sekolah, guru, koordinator kurikulum, dan tim Laboratorium Pendidikan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, dengan triangulasi sumber dan teknik untuk menjaga validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dilakukan secara partisipatif melalui lokakarya di tingkat yayasan dan sekolah dengan pendekatan Understanding by Design serta integrasi tujuh modal dasar anak. Pelaksanaan menekankan pembelajaran kontekstual dan berbasis inkuiri melalui program khas, sementara evaluasi menggabungkan asesmen naratif di kelas dengan supervisi sistematis. PKM mencerminkan manajemen kurikulum sebagai proses partisipatif dan humanistik yang mendorong perkembangan murid secara holistik. Kata Kunci: kurikulum humanis; manajemen kurikulum; pendidikan sekolah dasar; PKM; Pohon Kurikulum Mangunwijaya
Sundanese culture-based character learning program "Gelar Nyunda" (Case study at SDN 172 Andir Kidul, Bandung City) Wida Widaningsih; Y. T. Herlambang
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.86745

Abstract

The issue of low psychological well-being in elementary schools, mainly due to physical, verbal, and social bullying, is a concern in the 2023 Education Report Card report. This research aims to create a more positive school climate by strengthening character based on Sundanese local culture. Values such as silih asih, silih asah, and silih asuh are integrated into the “Gelar Nyunda” co-curricular program, which is designed using a deep learning approach. The program combines traditional games (Kaulinan Barudak) and colossal angklung performances as a medium for character internalization in a fun and contextual way. The research employed a qualitative approach with a case study design over one year (July 2023-August 2024). Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. Participants consisted of students in grades III and VI, principals, teachers, and homeroom teachers. The results showed that the “Gelar Nyunda” program received a positive response; students seemed enthusiastic, physically and emotionally active, and exhibited a change in attitude, becoming more polite and empathetic. The findings suggest that a culture-based approach, rooted in local context, is effective in shaping character and enhancing the climate of wellbeing in elementary schools.    Abstrak Permasalahan rendahnya kesejahteraan psikologis di sekolah dasar, terutama akibat perundungan fisik, verbal, dan sosial, menjadi perhatian dalam laporan Rapor Pendidikan tahun 2023. Penelitian ini bertujuan menciptakan iklim sekolah yang lebih positif melalui penguatan karakter berbasis budaya lokal Sunda. Nilai-nilai seperti silih asih, silih asah, dan silih asuh diintegrasikan dalam program ko-kurikuler “Gelar Nyunda” yang dirancang menggunakan pendekatan deep learning. Program ini menggabungkan permainan tradisional (Kaulinan Barudak) dan pertunjukan angklung kolosal sebagai media internalisasi karakter secara menyenangkan dan kontekstual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus selama satu tahun (Juli 2023–Agustus 2024). Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Partisipan terdiri dari murid kelas III dan VI, kepala sekolah, guru, dan wali kelas. Hasil menunjukkan bahwa program “Gelar Nyunda” mendapat respons positif; murid tampak antusias, aktif secara fisik dan emosional, serta menunjukkan perubahan sikap menjadi lebih santun dan empatik. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan berbasis budaya lokal efektif dalam membentuk karakter dan meningkatkan iklim well being di sekolah dasar. Kata Kunci: budaya Sunda; kearifan lokal; pembelajaran ko-kurikuler; penguatan karakter
The role of “Market Day” in developing entrepreneurial habitus at MTS Zia Salsabila School Dean Antania Simatupang; Sakti Ritonga
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.90192

Abstract

The development of entrepreneurial spirit in secondary education has become an important focus in preparing adaptive and innovative generations. “Market Day”, as an experience-based learning strategy, has been implemented in various institutions. However, no research has analyzed the formation of students' entrepreneurial habitus through this activity within Pierre Bourdieu's theoretical framework. This research aims to analyze the role of “Market Day” in developing students' entrepreneurial habitus at MTs Zia Salsabila, specifically by identifying the implementation of activities and evaluating its contribution to forming habitus through the internalization of entrepreneurial mindset, attitudes, and habits. The research used a descriptive qualitative approach with a purposive sampling technique involving the principal, two teachers, and five students. Data collection was conducted through semi-structured interviews, participatory observation, and a documentation study, then analyzed using the Miles-Huberman-Saldaña interactive model. “Market Day” successfully developed entrepreneurial habitus through three dimensions: cognitive (ability to manage capital and marketing strategies), affective (independence, self-confidence, risk-taking, courage), and behavioral (honesty, responsibility, cooperation). Students demonstrated a transformation from a job seeker to a job creator mindset. “Market Day” proved effective as an arena for forming permanent entrepreneurial habitus through repeated experiences and systematic internalization of entrepreneurial values.    Abstrak Pengembangan jiwa kewirausahaan dalam pendidikan menengah menjadi fokus penting dalam mempersiapkan generasi yang adaptif dan inovatif. “Market Day” sebagai strategi pembelajaran berbasis pengalaman telah diterapkan di berbagai institusi, namun belum ada penelitian yang menganalisis pembentukan habitus kewirausahaan murid melalui kegiatan ini dalam kerangka teori Pierre Bourdieu. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran “Market Day” dalam mengembangkan habitus kewirausahaan murid di MTs Zia Salsabila, khususnya mengidentifikasi implementasi kegiatan dan mengevaluasi kontribusinya dalam membentuk habitus melalui internalisasi pola pikir, sikap, dan kebiasaan wirausaha. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling terhadap kepala sekolah, dua guru, dan lima murid. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles-Huberman-Saldaña. “Market Day” berhasil mengembangkan habitus kewirausahaan melalui tiga dimensi: kognitif (kemampuan mengelola modal dan strategi pemasaran), afektif (kemandirian, kepercayaan diri, keberanian mengambil risiko), dan behavioral (kejujuran, tanggung jawab, kerja sama). Murid menunjukkan transformasi pola pikir dari job seeker menjadi job creator. “Market Day” terbukti efektif sebagai arena pembentukan habitus kewirausahaan yang permanen melalui pengalaman berulang dan internalisasi sistematis nilai-nilai kewirausahaan. Kata Kunci: habitus, kewirausahaan; Market Day; pendidikan karakter; Pierre Bourdieu