cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
curricula@upi.edu
Editorial Address
Program Studi Pengembangan Kurikulum, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung 40154
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Curricula: Journal of Curriculum Development
ISSN : 29647339     EISSN : 28307917     DOI : https://doi.org/10.17509/curricula
Core Subject :
Curricula: Journal of Curriculum Development is an open access and peer-reviewed journal published by Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia in collaboration with Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) MoU file. The journal includes particular interests in issues related to research results on curriculum development, including curriculum design, implementation, evaluation, and learning development (resources, models, media, and assessment). Curricula: Journal of Curriculum Development aims to publish research conducted by researcher, teachers, lecturers, and others focusing on research at the levels of Early Childhood, Elementary, Junior High, or Senior High Schools, as well as Higher-Education. This journal is published quarterly, in March, June, September, and December.
Arjuna Subject : -
Articles 264 Documents
Analysis of spatial literacy in grade V volume material reviewed from learning style Ina Wijayanti; Nurafni Nurafni
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.88504

Abstract

The background of this study is the importance of spatial literacy skills in understanding the concept of three-dimensional geometry, as well as differences in students' learning style preferences in processing information. This study aims to determine the spatial literacy skills of grade V elementary school students on volume material in terms of visual, auditory, and kinesthetic learning styles. This research uses a descriptive qualitative approach with the subject of three students who each represent visual, auditory, and kinesthetic learning styles, and have high academic abilities. The instruments used were the learning style questionnaire, the spatial literacy test, and the interview guidelines. The time triangulation technique was used to ensure the validity of the data, and the analysis was conducted using the Miles and Huberman model. The results showed that students with visual learning styles excelled in the visualization and communication domains, auditory students stood out in spatial reasoning. In contrast, kinesthetic students showed low achievement in all three domains. The findings indicate that learning styles influence spatial literacy achievement and the importance of learning approaches that are adaptive to students' learning characteristics.   Abstrak Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya kemampuan literasi spasial dalam memahami konsep geometri tiga dimensi, serta adanya perbedaan preferensi gaya belajar peserta didik dalam memproses informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi spasial peserta didik kelas V sekolah dasar pada materi volume ditinjau dari gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek tiga peserta didik yang masing-masing mewakili gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik, serta memiliki kemampuan akademik tinggi. Instrumen yang digunakan berupa angket gaya belajar, tes literasi spasial, dan pedoman wawancara. Teknik triangulasi waktu digunakan untuk menjamin keabsahan data, dan analisis dilakukan dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dengan gaya belajar visual unggul dalam domain visualisasi dan komunikasi, peserta didik auditori menonjol dalam penalaran spasial, sedangkan peserta didik kinestetik menunjukkan capaian yang rendah pada ketiga domain. Temuan ini mengindikasikan bahwa gaya belajar berpengaruh terhadap capaian literasi spasial dan pentingnya pendekatan pembelajaran yang adaptif terhadap karakteristik belajar peserta didik. Kata Kunci: gaya belajar; literasi spasial; volume
Industrial work practice management to enhance students' industry-relevant competence Edi Purwanto; Tina Rahmawati; Tarso Tarso; Hidayah Uswatun Kasanah
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.88652

Abstract

Industrial Work Practice (Praktik Kerja Industri or Prakerin) is a crucial component of vocational education aimed at strengthening the link between the world of education and the world of work. This study aims to describe the management of Prakerin implementation at SMK Muhammadiyah 1 Sleman in enhancing the alignment of students' competencies with the demands of the business and industrial sectors. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings reveal that the implementation of Prakerin is carried out through systematic stages of planning, organizing, implementation, and evaluation. The school has established partnerships with various industries, particularly official workshops such as Toyota and Daihatsu, to ensure the achievement of students' technical competencies. Student competencies are deemed in line with industry needs, particularly in technical skills and professional attitudes. Supporting factors for the implementation of Prakerin include the readiness of facilities, the quality of vocational teachers, and the school's network of industry partners. However, challenges remain, such as mismatches in internship placements, limited supervision in small-scale industries, and administrative obstacles. Therefore, strengthening partnerships, enhancing supervision, and improving the evaluation system are necessary to optimize and sustain the Prakerin program in bridging vocational education and the workforce.    Abstrak Praktik Kerja Industri (Prakerin) merupakan komponen penting dalam pendidikan vokasi yang bertujuan untuk memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) di SMK Muhammadiyah 1 Sleman dalam meningkatkan kesesuaian kompetensi peserta didik dengan tuntutan Dunia Usaha dan Dunia Industri. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Prakerin dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi secara sistematis. Sekolah menjalin kerja sama dengan berbagai industri, terutama bengkel resmi seperti Toyota dan Daihatsu, untuk memastikan ketercapaian kompetensi teknis peserta didik. Kompetensi peserta didik dinilai sesuai dengan kebutuhan DUDI, khususnya dalam aspek teknis dan sikap profesional. Faktor pendukung pelaksanaan Prakerin meliputi kesiapan sarana, kualitas guru produktif, dan jaringan mitra industri. Namun, masih dijumpai kendala seperti ketidaksesuaian tempat praktik, keterbatasan pengawasan di industri kecil, serta hambatan administratif. Oleh karena itu, penguatan kemitraan, peningkatan pendampingan, dan perbaikan sistem evaluasi dibutuhkan agar program Prakerin dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan dalam menjembatani pendidikan vokasi dengan dunia kerja. Kata Kunci: dunia usaha dan industri; kompetensi peserta didik; manajemen prakerin
Impact of SQ3R-assisted digital media on reading comprehension skills Fauziah Ratu Dewi Kirana; Septi Fitri Meilana
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.87688

Abstract

Reading comprehension is a crucial skill in elementary education, serving as the foundation for understanding written information across subjects. However, many students still face difficulties in deeply understanding texts. This study aims to investigate the effect of the SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) method assisted by digital media on students’ reading comprehension skills. The research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design using a nonequivalent control group. The sample consisted of two classes: the experimental group was taught using the SQ3R method integrated with digital video media, while the control group received conventional instruction. Data were obtained through pretests and posttests and analyzed using t-tests. The results revealed a significant difference between the posttest scores of the experimental and control groups, with a significance value of < 0.001. Additionally, the effect size (Cohen’s d = 2.323) indicated a very strong effect. These findings suggest that the SQ3R method, when combined with digital media, can significantly improve students’ reading comprehension. The integration of structured reading strategies with engaging multimedia support offers a promising solution for enhancing learning outcomes and supporting literacy development at the primary level.   Abstrak Pemahaman membaca merupakan keterampilan yang sangat penting dalam pendidikan dasar, berfungsi sebagai landasan untuk memahami informasi tertulis di berbagai mata pelajaran. Namun, banyak peserta didik masih mengalami kesulitan dalam memahami teks secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh metode SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) yang didukung oleh media digital terhadap keterampilan pemahaman membaca peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental menggunakan kelompok kontrol yang tidak setara. Sampel terdiri dari dua kelas: kelompok eksperimen diajarkan menggunakan metode SQ3R yang diintegrasikan dengan media video digital, sementara kelompok kontrol menerima pengajaran konvensional. Data diperoleh melalui pretest dan posttest dan dianalisis menggunakan uji t. Hasil menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok eksperimen dan kontrol, dengan nilai signifikansi < 0.001. Selain itu, ukuran efek (Cohen’s d = 2.323) menunjukkan efek yang sangat kuat. Temuan ini menyarankan bahwa metode SQ3R, ketika diintegrasikan dengan media digital, dapat secara signifikan meningkatkan pemahaman membaca peserta didik. Integrasi strategi membaca terstruktur dengan dukungan multimedia yang menarik menawarkan solusi yang menjanjikan untuk meningkatkan hasil belajar dan mendukung pengembangan literasi di tingkat sekolah dasar. Kata Kunci: kemampuan membaca pemahaman; media digital; metode SQ3R
Effectiveness of Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) implementation at SMAN 11 Surabaya Ayu Fitria Ismawati
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.86804

Abstract

Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) is an essential part of the Kurikulum Merdeka, which aims to shape the character of students to Profil Pelajar Pancasila, which is allocated approximately 25 percent of the total lesson hours each year. The research began with documentation, interviews, and field observations. The purpose of this research is to determine the effectiveness of the implementation of P5 activities. The research method used is descriptive qualitative, focusing on the planning, organization, implementation, and evaluation of P5 conducted by SMAN 11 Surabaya. Data collection methods include observation and interviews. The theme of the 10th-grade “engineering and technology” project is to enhance technology-based project activities. In contrast, the theme for the 11th grade is “the voice of democracy” to provide an understanding of the democratic process through student council chairperson elections. The research results indicate that the implementation P5 is sufficiently effective, with students participating enthusiastically and actively in each project assigned by teachers. Each project implementation must be accompanied by clear instructions and continuous guidance for teachers to achieve better P5 activities.    Abstrak Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan bagian penting dari kurikulum mandiri, yang bertujuan untuk membentuk karakter siswa sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila. Proyek ini dialokasikan sekitar 25 persen dari total jam pelajaran setiap tahun. Penelitian ini dimulai dengan dokumentasi, wawancara, dan observasi lapangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan efektivitas pelaksanaan kegiatan P5. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan fokus pada perencanaan, organisasi, pelaksanaan, dan evaluasi P5 yang dilakukan oleh SMAN 11 Surabaya. Metode pengumpulan data meliputi observasi dan wawancara. Tema proyek kelas X “teknik dan teknologi” adalah untuk meningkatkan kegiatan proyek berbasis teknologi, sementara tema untuk kelas XI adalah “suara demokrasi” untuk memberikan pemahaman tentang proses demokrasi melalui pemilihan ketua OSIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi P5 cukup efektif, dengan siswa berpartisipasi dengan antusias dan aktif dalam setiap proyek yang diberikan oleh guru. Setiap implementasi proyek harus disertai dengan instruksi yang jelas dan bimbingan berkelanjutan bagi guru untuk mencapai aktivitas P5 yang lebih baik. Kata Kunci: efektivitas P5; P5; Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila; sekolah menengah atas
Effects of transformational leadership, work climate, and work engagement on teachers’ performance Saipul Rahman; Aslamiah Aslamiah; Novitawati Novitawati
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.87626

Abstract

This study is motivated by the crucial role of teachers in improving the quality of education in madrasahs, particularly in Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) in Barito Kuala Regency. The purpose of this research is to analyze the influence of transformational leadership of madrasah principals, work climate, and work engagement on teacher performance. This study employs a quantitative approach with an explanatory method, and data analysis was conducted using the SmartPLS program. The respondents consisted of 150 teachers from five MTsNs selected using a total sampling technique. The instrument used was a standardized questionnaire that had been tested for validity and reliability. The results indicate that transformational leadership has a positive and significant effect on teacher performance, work climate, and work engagement. Additionally, work climate and work engagement significantly influence teacher performance. The study also found an indirect effect of transformational leadership on teacher performance through the mediating roles of work climate and work engagement. These findings offer practical implications for strengthening madrasah leadership to improve teacher performance sustainably.    Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah, khususnya di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kabupaten Barito Kuala. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional kepala madrasah, iklim kerja, dan keterlibatan kerja terhadap kinerja guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksplanatori dan pengolahan data yang dilakukan melalui program SmartPLS. Responden berjumlah 150 guru dari lima MTsN yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner terstandar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru, iklim kerja, dan keterlibatan kerja. Selain itu, iklim kerja dan keterlibatan kerja juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Penelitian ini juga menemukan adanya pengaruh tidak langsung kepemimpinan transformasional terhadap kinerja guru melalui peran mediasi iklim kerja dan keterlibatan kerja. Temuan ini memberikan implikasi praktis dalam penguatan kepemimpinan kepala madrasah untuk meningkatkan kinerja guru secara berkelanjutan. Kata Kunci: iklim kerja; kepemimpinan transformasional kepala madrasah; keterlibatan kerja; kinerja guru
School–industry collaboration in vocational education: Partnership management at SMKN Windusari Hidayah Uswatun Kasanah; Maya Novita Sari; Tarso Tarso; Edi Purwanto
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.88563

Abstract

The partnership between vocational high schools (SMK) and the business and industrial sectors (DUDI) serves as a key strategy in strengthening vocational education to ensure its relevance to labor market demands. This study aims to provide an in-depth description of the partnership management between SMKN Windusari, Magelang Regency, and DUDI, viewed from the aspects of planning, organizing, implementation, and evaluation. A descriptive qualitative approach was used, with data collected through in-depth interviews, observations, and document analysis. The findings indicate that planning was carried out systematically by integrating the partnership programs into official documents such as the School Work Plan (RKS) and the Medium-Term Work Plan (RKJM). Organizing was implemented through the formation of functional teams with clear structures and roles. Implementation involved the utilization of human resources, funding, and school facilities, supported by industry partners. Evaluation was conducted periodically through discussions, activity reports, and review of Memorandums of Understanding (MoU). Main obstacles included limited partners, differing orientations, and technical constraints, which were addressed through adaptive strategies such as network expansion and schedule adjustments. The study recommends enhancing data-based evaluation and strengthening human resource capacity to ensure the sustainability and effectiveness of vocational school–industry partnerships.   Abstrak Kemitraan antara SMK dan Dunia Usaha serta Dunia Industri (DUDI) sebagai strategi penting dalam penguatan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam manajemen kemitraan antara SMKN Windusari Kabupaten Magelang dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) ditinjau dari aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dilakukan secara sistematis melalui integrasi program kemitraan dalam dokumen RKS dan RKJM, sedangkan pengorganisasian dilaksanakan melalui pembentukan tim fungsional dengan struktur dan tugas yang jelas. Pelaksanaan melibatkan pemanfaatan sumber daya manusia, dana, dan sarana sekolah, serta dukungan dari mitra industri. Evaluasi dilaksanakan secara berkala melalui diskusi, laporan kegiatan, dan peninjauan MoU. Hambatan utama meliputi keterbatasan mitra, perbedaan orientasi, dan kendala teknis, namun diatasi melalui strategi adaptif seperti perluasan jaringan dan penyesuaian jadwal. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kualitas evaluasi berbasis data serta penguatan kapasitas SDM untuk menjamin keberlanjutan dan efektivitas kemitraan vokasi. Kata Kunci: evaluasi berkelanjutan; kemitraan SMK-DUDI; manajemen pendidikan vokasi
Implementation of deep learning approach in equivalency education at PKBM Al Insan Nurul Haifa; Elih Sudiapermana; Nike Kamarubiani; Sodikin Sodikin; Cucu Sukmana
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.88482

Abstract

Equivalency education serves as a crucial alternative for providing learning opportunities to individuals excluded from formal schooling, particularly adults with diverse backgrounds and learning needs. However, learning practices in PKBM (Community Learning Centers) often remain instructional and fail to address the demand for contextual and meaningful education. This study aims to examine the implementation of a deep learning approach in the planning, implementation, and evaluation stages of the learning process within the Paket C Equivalency Program at PKBM Al Insan, Sumedang. Employing a descriptive qualitative method, data were collected through Focus Group Discussions (FGDs), observations, and in-depth interviews. Thematic analysis was employed to identify key patterns related to the study’s focus. The findings suggest that learning practices are beginning to reflect the principles of mindful, meaningful, and joyful learning, although they have not yet been systematically applied. Flexibility in scheduling and close tutor-learner relationships emerged as major strengths, while key challenges included limited theoretical understanding among tutors and the absence of structured evaluation tools. The study recommends enhancing tutor capacity and developing contextual learning instruments to support better the application of the deep learning approach in non-formal equivalency education.   Abstrak Pendidikan kesetaraan menjadi alternatif penting dalam menyediakan layanan pendidikan bagi kelompok masyarakat yang tidak terjangkau pendidikan formal, termasuk orang dewasa dengan latar belakang dan kebutuhan belajar yang beragam. Namun, praktik pembelajaran di PKBM seringkali masih bersifat instruksional dan belum sepenuhnya menjawab kebutuhan pembelajaran yang bermakna dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi pendekatan deep learning dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran pada Program Pendidikan Kesetaraan Paket C di PKBM Al Insan, Sumedang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui Focus Group Discussion (FGD), observasi, dan wawancara mendalam. Data dianalisis menggunakan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola temuan sesuai fokus penelitian. Hasil menunjukkan bahwa praktik pembelajaran telah mengarah pada prinsip mindful, meaningful, dan joyful learning, meskipun belum diterapkan secara sistematis. Fleksibilitas waktu dan hubungan personal antara tutor dan peserta menjadi kekuatan utama, sementara kendala muncul pada aspek pemahaman teoritik tutor dan keterbatasan perangkat evaluasi. Studi ini merekomendasikan penguatan kapasitas tutor dan pengembangan perangkat ajar kontekstual sebagai upaya mengoptimalkan pendekatan deep learning dalam pendidikan kesetaraan. Kata Kunci: deep learning; PKBM; pendidikan kesetaraan
Influence of principals’ role, teachers’ ICT skills, and infrastructure management on quality of education Dian Novika Dewi; Ngasbun Egar; Rosalina Br. Ginting
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.89399

Abstract

This study was motivated by the fact that the quality of education in public vocational high schools (SMK) in Blora Regency remains suboptimal. Several factors influence the quality of education, including the role of school principals, teachers’ information and communication technology (ICT) competence, and the management of facilities and infrastructure. The objective of this research was to analyze the influence of these three variables, both individually and in combination, on the quality of education. A quantitative ex post facto design was employed. The population consisted of 383 teachers from public vocational schools in Blora, with 196 teachers selected using a proportional random sampling method. Data were collected through a Likert-scale questionnaire and analyzed using simple and multiple linear regression with SPSS 29. The findings revealed that school leadership, teachers’ ICT competence, and facilities management have a positive and significant effect on education quality, both individually and collectively. These results indicate that while the three variables are important, education quality is also shaped by other external factors. In conclusion, improving the quality of education in Blora’s vocational schools requires strengthening school leadership, enhancing teachers’ digital literacy, optimizing facilities management, and fostering broader collaboration with stakeholders.   Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh mutu pendidikan SMK Negeri di Kabupaten Blora yang masih belum optimal. Faktor yang memengaruhi mutu pendidikan antara lain peran kepala sekolah, kemampuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) guru, serta manajemen sarana prasarana. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh ketiga variabel tersebut baik secara parsial maupun simultan terhadap mutu pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif jenis ex post facto. Populasi penelitian adalah seluruh guru SMK Negeri di Kabupaten Blora sebanyak 383 orang, dengan sampel 196 guru dipilih secara proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert, kemudian dianalisis dengan regresi linier sederhana dan berganda menggunakan SPSS 29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah, kompetensi TIK guru, serta manajemen sarana prasarana berpengaruh positif dan signifikan terhadap mutu pendidikan, baik secara parsial maupun simultan. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun peran ketiga variabel penting, mutu pendidikan juga dipengaruhi faktor lain di luar model penelitian. Kesimpulannya, peningkatan mutu pendidikan SMK Negeri di Kabupaten Blora dapat dilakukan melalui penguatan kepemimpinan kepala sekolah, peningkatan literasi digital guru, pengelolaan sarana prasarana yang lebih optimal, serta dukungan dari berbagai pemangku kepentingan. Kata Kunci: kemampuan tik guru; kepala sekolah; mutu pendidikan; sarana prasarana
The influence of tahfidz Al-Qur’an program management on students’ religious character Muhamad Fathi; Wahyu Hidayat; Heny Mulyani
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.88419

Abstract

The decline in religious character among adolescents underscores the need to strengthen religious education as a strategy for fostering spirituality. Religious education plays a direct role in instilling the values of faith, piety, and noble morals. This study aims to examine the implementation of tahfidz program management, the level of religious character, and the influence between the two. This research used a quantitative approach with an ex post facto method. Data were collected through questionnaires and documentation from 80 students. Data analysis techniques included validity and reliability testing, indicator-level analysis, normality and linearity tests, simple linear regression, t-test, and the coefficient of determination using SPSS 27. The results showed that tahfidz program management was categorized as high, while the religious character was categorized as very high. The t-test showed a significance value indicating a significant influence. Tahfidz program management contributed to the variance in religious character. These findings affirm that structured tahfidz management, through planning, organizing, acting, and controlling, can effectively strengthen religious character and serve as a relevant strategy in character education within Islamic boarding schools.    Abstrak Menurunnya karakter religius di kalangan remaja menyoroti urgensi penguatan pendidikan agama sebagai strategi pengembangan spiritualitas. Pendidikan agama berperan langsung dalam menanamkan nilai keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi manajemen program tahfidz, tingkat karakter religius, dan pengaruh antara keduanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dokumentasi dari 80 santri. Teknik analisis data meliputi uji validitas dan reliabilitas, analisis taraf indikator, uji normalitas dan linearitas, regresi linier sederhana, uji-t, dan koefisien determinasi dengan menggunakan SPSS 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen program tahfidz dikategorikan tinggi, sedangkan karakter religius dikategorikan sangat tinggi. Uji-t menunjukkan nilai signifikansi yang menunjukkan pengaruh yang signifikan. Manajemen program tahfidz berkontribusi terhadap varians karakter religius. Temuan ini menegaskan bahwa manajemen tahfidz yang terstruktur melalui perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian dapat secara efektif memperkuat karakter religius dan berfungsi sebagai strategi yang relevan dalam pendidikan karakter di lingkungan pesantren. Kata Kunci: karakter religius; manajemen program; tahfidz Al-Qur’an
Developing concept mapping strategy to enhance eighth-grade students’ English background knowledge Nicky Elvin Cristin Zendrato; Yasminar Amaerita Telaumbanua; Riswan Zega; Afore Tahir Harefa
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.87857

Abstract

This research aims to develop a Concept Mapping Strategy to enhance the background knowledge of eighth-grade students in English learning at SMP Negeri 7 Gunungsitoli. The research was motivated by the observed difficulty among students in connecting background knowledge with new English materials, which is essential for effective language learning, especially under the Kurikulum Merdeka that promotes student-centered and contextual learning. To address this issue, a strategy was developed using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation), with an emphasis on integrating visual and structured learning tools. The product was validated by three experts, material, media, and language, which were categorized as “Very Worthy”. The implementation stage was conducted through two cycles of Classroom Action Research (CAR), involving tests, classroom observations, and questionnaires. The results showed significant improvements: students’ average concept mapping scores increased, and test scores from Cycle I to Cycle II rose. Furthermore, both teacher and student responses indicated high levels of practicality. These findings demonstrate that the Concept Mapping Strategy is feasible, effective, and practical for enhancing students’ background knowledge and engagement in junior high school English classrooms.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Strategi Pemetaan Konsep untuk meningkatkan pengetahuan latar belakang peserta didik kelas delapan dalam pembelajaran Bahasa Inggris di SMP Negeri 7 Gunungsitoli. Penelitian ini dimotivasi oleh kesulitan yang diamati di antara peserta didik dalam menghubungkan pengetahuan latar belakang dengan materi Bahasa Inggris baru, yang penting untuk pembelajaran bahasa yang efektif, terutama di bawah Kurikulum Merdeka yang mempromosikan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan kontekstual. Untuk mengatasi masalah ini, sebuah strategi dikembangkan dengan menggunakan model ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi), yang menekankan integrasi alat pembelajaran visual dan terstruktur. Produk tersebut divalidasi oleh tiga ahli materi, media, dan bahasa dengan kategori “Sangat Layak”. Tahap implementasi dilakukan melalui dua siklus Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang melibatkan tes, observasi kelas, dan kuesioner. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan: skor pemetaan konsep rata-rata peserta didik meningkat dan skor tes dari Siklus I ke Siklus II naik. Lebih lanjut, respons guru dan peserta didik menunjukkan tingkat kepraktisan yang tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa Strategi Pemetaan Konsep layak, efektif, dan praktis untuk meningkatkan pengetahuan dasar dan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah menengah pertama. Kata Kunci: pembelajaran bahasa Inggris; pengetahuan latar belakang; strategi pemetaan konsep