cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) d.a Prodi Pengembangan Kurikulum FIP UPI Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : https://doi.org/10.64014/jik
Core Subject :
Inovasi Kurikulum journal (Jurnal Inovasi Kurikulum/JIK) is an open access and peer-reviewed journal published by Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) in collaboration with Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia. The journal includes particular interests in issues related to curriculum development, including curriculum design, implementation, evaluation, and learning development (resources, models, media, and assessment). Inovasi Kurikulum aims to publish research conducted by researcher, teachers, lecturers, and others focusing on research at the levels of Early Childhood, Elementary, Junior High, or Senior High Schools, as well as Higher-Education.
Arjuna Subject : -
Articles 537 Documents
The Influence of using articulate storyline media on learning interest and results Megawati Idris; Suwito Eko Pramono; Arief Yulianto
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.75994

Abstract

Based on observations at SDN Palebon 03, Semarang City revealed problems in social studies learning. The problem is that the learning does not attract students' interest. Teachers still use lecture techniques, causing students to lose focus and only understand a small amount of the material. This research aims to determine whether Articulate Storyline media influences students' interest and learning outcomes in social studies subjects. This type of research is quantitative. The sample used was 30 class IV students. The data collection techniques used were questionnaires and tests. The data analysis used is descriptive analysis techniques and inferential analysis techniques. The results of descriptive statistical analysis show that the average initial score of students has increased after being given treatment. The results of the inferential statistical analysis of Articulate Storyline media on interest through testing show significant values. Meanwhile, the significant value of the Articulate Storyline media on learning outcomes also shows significance. It can be concluded that the Articulate Storyline media significantly influences the interest and learning outcomes in regional cultural wealth material for class IV students at SDN Palebon 03. Articulate Storyline can be utilized in classroom learning and further explored in learning and teaching activities.   Abstrak Berdasarkan Observasi yang dilakukan di SDN Palebon 03 Kota Semarang mengungkapkan permasalahan dalam pembelajaran IPS. Permasalahan tersebut yakni pembelajaran yang dilakukan kurang menarik minat siswa. Guru masih mengajar menggunakan teknik ceramah, menyebabkan siswa kehilangan fokus, dan hanya memahami sedikit materi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penggunaan media Articulate Storyline terhadap minat dan hasil belajar mata pelajaran IPS siswa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Sampel yang digunakan sebanyak 30 siswa kelas IV. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan tes. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dan teknik analisis inferensial. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata nilai awal siswa mengalami peningkatan setelah diberikan perlakuan. Hasil analisis statistic inferensial media Articulate Storyline terhadap minat melalui pengujian menunjukkan nilai yang signifikansi. Sedangkan nilai signifikansi media Articulate Storyline terhadap hasil belajar juga menunjukkan signifikansi. Dapat disimpulkan bahwa media Articulate Storyline memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat dan hasil belajar pada materi kekayaan budaya daerah siswa kelas IV SDN Palebon 03. Articulate Storyline dapat dimanfaatkan tidak hanya dalam pembelajaran kelas saja, articulate storyline dapat dieksplorasi lebih jauh penggunaanya dalam kegiatan belajar dan mengajar Kata Kunci: hasil belajar; mengartikulasikan alur cerita; minat belajar
The effectiveness of experiential learning on students' understanding of science and technology Rika Yuliana; Wasino Wasino; Nuni Widiarti
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.77888

Abstract

Learning through the experiential learning model encourages students to experiment dynamically and comprehensively. This research aims to see the effectiveness of the experiential learning learning model. This research uses a quantitative experimental research design as its methodology. The population of this study was fifth-grade students at Gugus Waru Elementary School, Parung District. Random sampling is the sampling strategy used in this research. Data collection techniques include tests, observation, and documentation. SPSS was used for data analysis. Validity, reliability, difficulty level of questions, and differentiation tests are tools used in research analysis. Furthermore, normality, homogeneity, hypothesis testing, N-Gain, and T-tests are prerequisite tests. The research results were concluded from the validation results of 88 material experts and received a very suitable category based on the evidence provided. Media expert validation scored 90 in the very appropriate category, while language validation obtained 64 in the appropriate category. The practical category is represented by the average of all validation findings, which is 80.6%. This makes this guidebook, which experts verified regarding content, language, and media, suitable for use.   Abstrak Pembelajaran melalui model experiential learning mendorong peserta didik untuk bereksperimen secara dinamis dan komprehensif. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efektivitas model pembelajaran experiential learning. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen kuantitatif sebagai metodologinya. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas V SD Gugus Waru Kecamatan Parung. Random sampling merupakan strategi pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi dan dokumentasi. SPSS digunakan untuk analisis data. Validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran soal dan tes pembedaan soal merupakan alat yang digunakan dalam analisis penelitian. Selanjutnya uji normalitas, homogenitas, uji hipotesis, N-Gain, dan uji T merupakan uji prasyarat. Adapun hasil penelitian disimpulkan dari hasil validasi ahli materi sebanyak 88 orang dan mendapat kategori sangat sesuai berdasarkan bukti-bukti yang diberikan. Validasi ahli media memperoleh skor 90 dengan kategori sangat sesuai, sedangkan validasi bahasa memperoleh skor 64 dengan kategori sesuai. Kategori praktis diwakili oleh rata-rata seluruh temuan validasi yaitu sebesar 80,6%. Hal ini menjadikan buku pedoman yang telah diverifikasi oleh para ahli dari segi isi, bahasa dan media ini layak untuk digunakan. Kata Kunci: media audio visual; model experiential learning; pemahaman konsep IPAS
The development of MOOCs on students' learning outcomes in science subjects Nurhikmah H; Anas Arfandi; Farida Febriati; Indra Azis; Istar Al Fatih Malik Nur
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.78584

Abstract

Educational institutions may apply digital platforms to enhance the quality of learning, hence improving student outcomes through E-Learning, including Massive Open Online Courses (MOOCs). This study aims to develop Massive Open Online Courses (MOOCs) on student learning outcomes in natural science disciplines, facilitating a deeper comprehension of the content and equipping them for future academic and professional endeavors. This study employs the ADDIE development, comprising five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. Analysis results state that students prefer collaborative, visual, and interactive learning approaches over traditional methods such as reading. Desain results show that designing learning material through web-based MOOCs is needed. Implementation stated that this platform helps them achieve their learning goals and provides a pleasant experience. Evaluation results show that intervention or treatment has a positive impact on improving performance. The paired sample t-test indicates a significant difference in student learning outcomes between the pretest and post-test. It can be concluded that implementing MOOCs significantly enhances students' learning outcomes, particularly in natural science.   Abstrak Lembaga pendidikan dapat menerapkan platform digital untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, sehingga meningkatkan hasil siswa melalui E-Learning, termasuk Massive Open Online Courses (MOOCs). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan MOOCs untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, membantu mereka memahami materi secara lebih mendalam, dan mempersiapkan mereka untuk pendidikan dan karier di masa depan. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE, yang terdiri dari lima tahap: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa siswa lebih menyukai pendekatan pembelajaran kolaboratif, visual, dan interaktif dibandingkan metode tradisional seperti membaca. Hasil desain menunjukkan bahwa merancang materi pembelajaran melalui MOOCs berbasis web sangat diperlukan. Hasil implementasi menunjukkan bahwa siswa merasa platform ini membantu mereka mencapai tujuan pembelajaran dan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa intervensi atau perlakuan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kinerja siswa. Uji-t sampel berpasangan menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam hasil belajar siswa antara pretest dan post-test. Dapat disimpulkan bahwa penerapan kursus MOOCs secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya di bidang ilmu alam. Kata Kunci: hasil belajar siswa; IPA; keefektifan; MOOCs
Analysis of learning objective based on dimensions process cognitive Bloom’s Dila Nur Wahidah; Riche Cynthia Johan
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.78583

Abstract

One of the competencies that a teacher must have is designing learning. Learning design must describe the learning objectives to be achieved. Seeing the various demands today, learning must prepare students to have higher-order thinking skills and the 4C’s skills (Creativity, Critical thinking, Collaboration, and Communication). Based on this situation, this study aims to analyze how teachers as learning designers can determine learning objectives to facilitate students in future challenges. This study was conducted on grade VII mathematics teachers in Bandung City who were included in the first generation of Sekolah Penggerak by classifying learning objectives based on Bloom’s cognitive process dimensions. This study uses a qualitative approach with the descriptive, evaluative method. The results of this study indicate that the learning objectives designed by mathematics teacher class VII at Bandung show that three mathematics teachers had determined learning objectives with the dimensions process cognitive achieve LOTS. With this study, it is hoped that more teachers will be able to balance the dimensions process of cognitive Bloom’s as the formulation of learning objectives, especially in the dimensions that equip students to compete in the future.   Abstrak Salah satu kompetensi yang harus dimiliki seorang guru adalah merancang pembelajaran. Perancangan pembelajaran harus menggambarkan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Melihat berbagai tuntutan pada masa kini, tentu pembelajaran harus mempersiapkan peserta didik supaya memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi dan keterampilan 4C (Creativity, Critical thinking, Collaboration, and Communication). Berlandaskan pada keadaan tersebut, maka penelitian ini hendak menganalisis bagaimana guru sebagai perancang pembelajaran mampu menurunkan tujuan pembelajaran agar dapat memfasilitasi peserta didik dalam menghadapi tantangan di masa depan. Penelitian ini dilakukan kepada guru matematika kelas VII di Kota Bandung yang tergabung dalam sekolah penggerak angkatan pertama dengan mengklasifikasi tujuan pembelajaran berdasarkan dimensi proses kognitif Bloom. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif evaluatif. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tujuan pembelajaran yang dirancang oleh guru matematika mencapai dimensi proses kognitif LOTS. Implikasi penelitian ini diharapkan semakin banyak guru yang mampu mengimbangi terhadap dimensi proses kognitif Bloom sebagai perumusan tujuan pembelajaran, terlebih pada dimensi yang membekali peserta didik agar mampu bersaing di masa depan. Kata Kunci: dimensi proses kognitif; rancangan pembelajaran; taksonomi Bloom
Development of E-Modules based on Contextual Teaching and Learning (CTL) on the actualization of Pancasila values Riyana Riyana; Didik Sukriono; Sri Untari
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.79598

Abstract

The teaching of Pancasila Education in this school faces challenges in applying Pancasila values practically and relevantly to students' lives, thus requiring an effective and innovative learning approach. The main objective of this research is to design an e-module that integrates CTL concepts with the material to actualize Pancasila values and test the effectiveness of using the e-module. This research uses the Research and Development method with the ADDIE model approach (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The researcher conducted a needs analysis to determine students' skills and knowledge about Pancasila's values. Then, the e-module design was carried out by considering CTL principles and integrating multimedia elements, such as text, images, audio, and video. The developed e-module was tested on students, and its effectiveness was measured through pre-tests and post-tests to determine the improvement in learning outcomes. The research results show that CTL-based e-modules can improve students' learning outcomes, especially in cognitive and affective aspects. The results of the development of the CTL-based e-module show that the e-module is capable of presenting learning materials engagingly and interactively, as well as facilitating students in applying the values of Pancasila in their daily lives. Interactive features, such as quizzes, simulations, and context-based discussions, help increase students' active participation in learning.   Abstrak Pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah ini dihadapkan pada tantangan dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila secara praktis dan relevan bagi kehidupan peserta didik, sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran yang efektif dan inovatif. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk merancang e-modul yang memadukan konsep-konsep dari CTL dengan materi aktualisasi nilai-nilai Pancasila, serta menguji efektivitas penggunaan e-modul tersebut. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan (Research and Development) dengan pendekatan model Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). Peneliti melakukan analisis kebutuhan untuk mengetahui keterampilan dan pengetahuan peserta didik tentang nilai-nilai Pancasila. Kemudian desain e-modul dilakukan dengan memperhatikan prinsip-prinsip CTL dan mengintegrasikan elemen multimedia, seperti teks, gambar, audio, dan video. E-modul yang dikembangkan diuji coba pada peserta didik, dan efektivitasnya diukur melalui pre-test dan post-test untuk mengetahui peningkatan hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan e-modul berbasis CTL dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik, terutama dalam aspek kognitif dan afektif. Hasil pengembangan e-modul berbasis CTL menunjukkan bahwa e-modul tersebut mampu menyajikan materi pembelajaran secara menarik dan interaktif, serta memfasilitasi peserta didik dalam mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Fitur-fitur interaktif, seperti kuis, simulasi, dan diskusi berbasis konteks, membantu meningkatkan partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran. Kata Kunci: contextual teaching and learning; e-modul; hasil belajar; nilai-nilai Pancasila; pendidikan Pancasila
Effectiveness of learning videos on language skills in learning Indonesia Evi Sofia; Cepi Riyana
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.75866

Abstract

Oral language skills are important in basic education, especially in learning Indonesia. Interactive learning, such as learning videos, educational applications, and interactive simulations, are expected to increase student engagement and facilitate mastery of language skills. This research examines the effectiveness of using learning videos in improving students' language skills in Indonesia. The research method used is a quantitative method with a quasi-experiment design. The research subjects were 63 grade V elementary school students in one of the schools in Bandung Regency. This research was divided into two groups consisting of 33 class Va students as the experimental group who used learning videos and 30 class Vb students as the control group who did not use learning videos. The data was collected through language skills tests before and after treatment, observation sheets, and student response questionnaires. The research showed that students who studied using instructional videos significantly improved their language skills compared to those without this media. These findings indicate that learning videos can be an effective alternative media for improving students' language skills in elementary schools.   Abstrak Keterampilan berbahasa lisan merupakan komponen penting dalam pendidikan dasar, khususnya dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Pembelajaran interaktif seperti video pembelajaran, aplikasi edukasi, dan simulasi interaktif diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dan memudahkan penguasaan keterampilan berbahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keefektifan penggunaan video pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan berbahasa peserta didik pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experiment). Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas V sekolah dasar di salah satu sekolah di Kabupaten Bandung sejumlah 63 peserta didik. Penelitian ini dibagi menjadi 2 kelompok yang terdiri dari peserta didik kelas Va sejumlah 33 peserta didik sebagai kelompok eksperimen yang menggunakan video pembelajaran dan peserta didik kelas Vb sejumlah 30 peserta didik sebagai kelompok kontrol yang tidak menggunakan video pembelajaran. Kemudian data dikumpulkan melalui tes keterampilan berbahasa sebelum dan sesudah perlakuan, lembar observasi, dan angket respons peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik yang belajar dengan menggunakan video pembelajaran menunjukkan peningkatan keterampilan berbahasa yang signifikan dibandingkan dengan peserta didik yang belajar tanpa media tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa video pembelajaran dapat menjadi alternatif media yang efektif dalam meningkatkan keterampilan berbahasa peserta didik di sekolah dasar. Kata kunci: keterampilan berbahasa; pembelajaran bahasa Indonesia; video pembelajaran
Analysis of achievements for improvement in pedagogical competence of madrasah ibtidaiyah teachers Ofi Rafiatul Jannah; Mohamad Ali
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.72123

Abstract

This study aims to assess the educational and training needs to enhance the pedagogical competence of Madrasah Ibtidaiyah (MI) teachers in Bandung Regency. Recognizing the pivotal role of teachers in achieving educational objectives, this research focuses on the competencies related to curriculum development and instructional implementation. A quantitative descriptive method was employed, using surveys distributed via Google Forms to gather data from 340 teachers across 31 districts. The findings reveal that the overall pedagogical competence in curriculum development indicates a well-distributed mastery among the teachers. However, specific indicators such as understanding curriculum principles and organizing sequential learning materials scored lower, highlighting areas for improvement. Additionally, the competency in utilizing ICT in teaching was identified as a critical gap. This underscores the need for targeted training programs that emphasize modern educational technologies. The results suggest that continuous professional development and tailored training sessions are essential for enhancing the pedagogical skills of MI teachers, ensuring effective teaching and learning processes.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menilai kebutuhan pendidikan dan pelatihan guna meningkatkan kompetensi pedagogik guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Bandung. Menyadari peran penting guru dalam mencapai tujuan pendidikan, penelitian ini fokus pada kompetensi terkait pengembangan kurikulum dan pelaksanaan pembelajaran. Metode deskriptif kuantitatif digunakan, dengan survei yang disebarkan melalui Google Form untuk mengumpulkan data dari 340 guru di 31 kecamatan. Temuan menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik secara keseluruhan dalam pengembangan kurikulum mengindikasikan penguasaan yang cukup merata di antara para guru. Namun, indikator spesifik seperti pemahaman prinsip kurikulum dan pengorganisasian materi pembelajaran secara runtut memiliki skor lebih rendah, menyoroti area yang perlu ditingkatkan. Selain itu, kompetensi dalam memanfaatkan TIK dalam pembelajaran diidentifikasi sebagai kesenjangan kritis. Hal ini menekankan perlunya program pelatihan yang menargetkan teknologi pendidikan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan profesional berkelanjutan dan sesi pelatihan yang disesuaikan sangat penting untuk meningkatkan keterampilan pedagogik guru MI, memastikan proses belajar mengajar yang efektif. Kata Kunci: kompetensi guru; kompetensi pedagogik; pelatihan; pembelajaran; pengembangan kurikulum
Cimahi elementary school teachers' perceptions of differentiated learning Sandry Adhitya; Dinn Wahyudin; Erda Ilma Herfia
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.79331

Abstract

Teachers' deep understanding of differentiated learning will make its implementation more effective in meeting the diverse needs of students. The success of differentiated learning also depends on teachers' ability to plan, implement, and evaluate learning. Therefore, it is important to know teachers' perceptions related to understanding differentiated learning as a basis for optimizing the implementation of student-focused learning. Based on this background, this study aims to analyze teachers' perceptions of differentiated learning, focusing on understanding the purpose, content, process, and evaluation of learning. This research also explores the extent to which teachers understand and implement differentiated learning and the obstacles faced. The method used is descriptive, with data collected through questionnaires to 52 elementary school teachers in Cimahi City using a random sampling technique. Data analysis was conducted to calculate the percentage and average score. The results showed that teachers' perceptions of differentiated learning were in the high category, with a good understanding of learning objectives, content, strategies, and evaluation. However, improvement in understanding, especially in mastering differentiated learning strategies, is still needed. Continuous online and offline training and utilizing the Platform Merdeka Mengajar can support the implementation of the Kurikulum Merdeka more effectively.   Abstrak Pemahaman guru yang mendalam mengenai pembelajaran terdiferensiasi akan menjadikan implementasinya lebih efektif dalam memenuhi keragaman kebutuhan siswa. Kesuksesan pembelajaran terdiferensiasi pun tergantung pada kemampuan guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui persepsi guru terkait pemahaman pembelajaran terdiferensiasi sebagai dasar untuk mengoptimalkan pelaksanaan pembelajaran yang berfokus pada siswa. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru terhadap pembelajaran terdiferensiasi dengan fokus pada pemahaman tujuan, isi, proses, dan evaluasi pembelajaran. Penelitian ini juga menggali sejauh mana guru memahami dan menerapkan pembelajaran terdiferensiasi serta kendala yang dihadapi. Metode yang digunakan adalah deskriptif, dengan data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 52 guru sekolah dasar di Kota Cimahi menggunakan teknik sampling acak. Analisis data dilakukan untuk menghitung persentase dan skor rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan persepsi guru terhadap pembelajaran terdiferensiasi berada pada kategori tinggi, dengan pemahaman yang baik tentang tujuan, isi, strategi, dan evaluasi pembelajaran. Namun, peningkatan pemahaman, terutama dalam menguasai strategi pembelajaran terdiferensiasi, masih dibutuhkan. Pelatihan berkelanjutan, baik secara online maupun offline, serta pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar, dapat mendukung penerapan Kurikulum Merdeka secara lebih efektif. Kata Kunci: kurikulum merdeka; pembelajaran terdiferensiasi; persepsi guru
The influence of self-efficacy on sixth graders’ mathematical communication skills Siti Muhdiati; Dinn Wahyudin; Nurul Umrotullatifah
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.78691

Abstract

Mathematical communication skills are essential for students' success in problem-solving, critical thinking, idea articulation, and addressing challenges. These skills are a key component of 21st-century competencies, supporting mathematical literacy from an early age. This study investigates the effect of self-efficacy on students' confidence in completing academic tasks and the mathematical communication skills of grade VI elementary school students. Using a quantitative approach with an ex post facto method, data were collected via questionnaires to assess self-efficacy and tests to measure mathematical communication skills. The results showed a significant positive effect of self-efficacy on mathematical communication skills, with a significance value and a positive coefficient. The R Square value indicates that self-efficacy accounts for the variance in mathematical communication skills. These findings highlight the critical role of self-efficacy in enabling students to confidently and competently communicate mathematical concepts. To enhance students' mathematical communication skills, teachers should employ learning strategies that build confidence and reinforce self-efficacy. Strengthening self-efficacy boosts academic performance and equips students with the tools to excel in mathematics and related challenges.   Abstrak Kemampuan komunikasi matematis tidak hanya berperan dalam keberhasilan peserta didik menyelesaikan soal-soal matematika, tetapi juga mendukung kemampuan berpikir kritis, menyampaikan ide, serta memecahkan masalah. Di era yang menuntut kompetensi abad ke-21 ini, kemampuan komunikasi matematis menjadi salah satu pilar utama untuk mendukung literasi matematika peserta didik sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self-efficacy terhadap kemampuan komunikasi matematis peserta didik kelas VI Sekolah Dasar. Self-efficacy, mengacu pada keyakinan diri peserta didik dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik, dipandang sebagai salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan pembelajaran matematika. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode ex post facto. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk mengukur tingkat self-efficacy dan tes kemampuan komunikasi matematis. Hasil uji regresi linear menunjukkan signifikansi dengan koefisien self-efficacy sehingga dapat dikatakan bahwa self-efficacy peserta didik berpengaruh positif secara signifikan terhadap kemampuan komunikasi matematis peserta didik. Nilai R Square menunjukan bahwa self-efficacy peserta didik berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi matematis peserta didik. Temuan ini menunjukan bahwa self-efficacy memiliki peran penting dalam meningkatkan rasa percaya diri peserta didik dalam mengomunikasikan konsep matematis. Sehingga guru perlu menguatkan self-efficacy peserta didik melalui strategi pembelajaran yang menumbuhkan kepercayaan diri dan meningkatkan kemampuan komunikasi matematis. Kata Kunci: komunikasi matematis; pembelajaran matematika; peserta didik SD; self-efficacy
Exploring cross-curriculum numeracy understanding and implementation in Santa Angela teachers Romlah Tresna Dewi; Rusman Rusman
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.78561

Abstract

Numeracy literacy is a key component in achieving the 4th Sustainable Development Goal and is part of Indonesia’s National Graduate Competency Standards, as outlined in Permendikbudristek No. 5 of 2022. However, data from the National Education Report Card over three years consistently shows that numeracy achievements lag reading literacy. Numeracy, a critical 21st-century skill, extends beyond mathematics, supporting students' ability to think critically and engage productively in a data-driven world. The Merdeka Curriculum highlights the significance of developing numeracy as a foundational competency across subjects. This study explores non-mathematics teachers' understanding and implementation of cross-curricular numeracy at Saint Angela Primary School. A mixed-methods approach was used, combining quantitative analysis of teacher responses to the questionnaire and thematic analysis of qualitative data on their views and experiences. Findings reveal that while most teachers have a solid understanding of numeracy and have attempted integration into lessons, the frequency of implementation remains low. Challenges include limited training, insufficient resources, and time constraints in lesson planning. This study underscores the need for enhanced teacher support and professional development to promote effective numeracy integration, with broader implications for curriculum design in primary education.   Abstrak Literasi numerasi merupakan komponen kunci dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) ke-4 dan menjadi bagian dari Standar Kompetensi Lulusan Nasional Indonesia sebagaimana diatur dalam Permendikbudristek No. 5 Tahun 2022. Namun, data dari Rapor Pendidikan Nasional selama tiga tahun berturut-turut menunjukkan bahwa capaian numerasi secara konsisten lebih rendah dibandingkan capaian literasi membaca. Numerasi, sebagai keterampilan penting abad ke-21, tidak hanya relevan dalam pelajaran matematika, tetapi juga mendukung kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan berkontribusi secara produktif dalam dunia yang dipenuhi data. Kurikulum Merdeka menekankan pentingnya pengembangan numerasi sebagai kompetensi dasar lintas mata pelajaran. Penelitian ini mengeksplorasi pemahaman dan implementasi numerasi lintas kurikulum oleh guru nonmatematika di SD Santa Angela. Pendekatan metode campuran digunakan dengan analisis kuantitatif terhadap respons kuesioner guru serta analisis tematik terhadap data kualitatif terkait pandangan dan pengalaman mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar guru memiliki pemahaman yang baik tentang numerasi dan telah mencoba mengintegrasikannya dalam pembelajaran, frekuensi penerapannya masih rendah. Tantangan utama meliputi kurangnya pelatihan, keterbatasan sumber daya, dan waktu untuk perencanaan pembelajaran. Penelitian ini menekankan pentingnya dukungan tambahan dan pengembangan profesional bagi guru untuk mendorong integrasi numerasi yang efektif, serta implikasinya terhadap pengembangan kurikulum di sekolah dasar. Kata Kunci: integrasi lintas kurikulum; kurikulum Merdeka; literasi numerasi