cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) d.a Prodi Pengembangan Kurikulum FIP UPI Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : https://doi.org/10.64014/jik
Core Subject :
Inovasi Kurikulum journal (Jurnal Inovasi Kurikulum/JIK) is an open access and peer-reviewed journal published by Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) in collaboration with Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia. The journal includes particular interests in issues related to curriculum development, including curriculum design, implementation, evaluation, and learning development (resources, models, media, and assessment). Inovasi Kurikulum aims to publish research conducted by researcher, teachers, lecturers, and others focusing on research at the levels of Early Childhood, Elementary, Junior High, or Senior High Schools, as well as Higher-Education.
Arjuna Subject : -
Articles 537 Documents
A bibliometric analysis on research trends of outcome-based education in higher education Tsaniya Sholihah; Riche Cynthia Johan; Gema Rullyana
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.78540

Abstract

This study aims to determine the trend of research on learning outcome-based education implemented in higher education that is published. An overview of these research trends can be the basis for determining the focus of research that can be carried out related to learning outcomes-based education to improve the quality of higher education implementation. This research uses a bibliometric analysis method of 140 published research documents from the Scopus database. This research begins by collecting documents discussing learning outcomes-based education in Higher Education. Then, we analyzed the results using VOSviewer software to visualize all documents' keyword and author linkage maps. The results of the analysis show that the number of publications on learning outcome-based education in higher education tends to increase yearly. The three highest countries in the number of publications on learning outcome-based education in higher education are India, Malaysia, and the Philippines. Indonesia needs to increase research in this field to optimize the implementation of outcome-based learning in higher education.    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tren penelitian mengenai pendidikan berbasis capaian pembelajaran yang dilaksanakan di pendidikan tinggi yang dipublikasikan. Gambaran mengenai tren penelitian tersebut dapat menjadi dasar menentukan fokus penelitian yang dapat dilakukan terkait pendidikan berbasis capaian pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan pendidikan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode analisis bibliometrik terhadap 140 dokumen penelitian yang telah dipublikasi bersumber dari database Scopus. Penelitian ini diawali dengan mengumpulkan dokumen penelitian yang membahas pendidikan berbasis capaian pembelajaran di Pendidikan Tinggi. Kemudian kami analisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer untuk memvisualisasikan peta keterhubungan kata kunci dan penulis dari seluruh dokumen. Hasil analisis menunjukkan jumlah publikasi mengenai pendidikan berbasis capaian pembelajaran di pendidikan tinggi cenderung meningkat di setiap tahunnya. Tiga negara tertinggi dalam jumlah publikasi mengenai pendidikan berbasis capaian pembelajaran di pendidikan tinggi adalah India, Malaysia, dan Filipina. Indonesia perlu meningkatkan penelitian mengenai bidang ini sebagai salah satu upaya mengoptimalkan pelaksanaan pendidikan berbasis capaian pembelajaran di pendidikan tinggi. Kata Kunci: analisis bibliometrik; pendidikan berbasis capaian pembelajaran; pendidikan tinggi
Conceptual analysis of internalizing religious values through Pendidikan Agama Islam (PAI) in improving students' soft skills in the digital era Emilda Yuli Puspita Sari; Istanto Istanto
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.79523

Abstract

Islamic Religious Education or Pendidikan Agama Islam (PAI), plays a crucial role in internalizing values like honesty and discipline, which are essential for addressing digital era challenges. It fosters soft skills such as communication, leadership, and cooperation, enabling students to adapt to modern life dynamics. This study explores how PAI enhances high school students' soft skills by internalizing religious values and shaping superior characters with noble qualities aligned with Islamic principles. These traits are vital for adapting, maintaining integrity, and developing critical thinking in the digital age. Using a literature study method, this research highlights the relationship between PAI and soft skill development, emphasizing the role of both formal and non-formal education in this process. Curriculum and extracurricular activities support this internalization while integrating digital technology into learning ensures PAI materials are delivered effectively and engagingly. The findings underscore the importance of PAI teachers in aligning religious values with soft skill development, equipping students to navigate the challenges of the digital world.   Abstrak Pendidikan Agama Islam (PAI) sangat penting untuk menginternalisasi nilai-nilai keagamaan, seperti kejujuran dan disiplin, yang sangat penting untuk menghadapi tantangan di era digital. PAI dapat membantu mengembangkan soft skill seperti komunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama di tengah kemajuan teknologi yang pesat. Soft skill ini penting kaitannya untuk menyesuaikan diri dengan dinamika kehidupan modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan soft skill peserta didik tingkat sekolah menengah melalui proses internalisasi nilai-nilai religius, sehingga dapat membentuk karakter yang unggul dan berakhlak mulia sesuai dengan nilai-nilai keislaman, khususnya dalam menghadapi tantangan dan dinamika era digital yang menuntut adaptasi, integritas, dan kemampuan berpikir kritis. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur. Di samping itu, literatur yang membahas hubungan antara PAI dan pengembangan soft skill juga dijelaskan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai keagamaan dalam pendidikan formal dan nonformal dapat memperkuat soft skill peserta didik melalui kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler. Aplikasi teknologi digital dalam pembelajaran sangat penting untuk menyampaikan materi PAI dengan cara yang menarik dan efektif. Studi ini menunjukkan betapa pentingnya guru PAI untuk menyelaraskan nilai-nilai keagamaan dengan pengembangan keterampilan soft skill untuk menghadapi tantangan di dunia digital. Kata Kunci: era digital; internalisasi nilai religius; PAI; pendidikan agama Islam; soft skill
Uninvited office visits: Supervising students in uncharted territories and orphaned contexts Anthony Kambi Masha; Nana Yaw Brenya Agyeman
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.79822

Abstract

Much of the focus on doctoral success emphasizes the epistemological aspects of the doctoral process that prioritize the doctoral candidate. However, since both the supervisor and the candidate play important roles in the supervision process, more research is needed to recognize supervisors' efforts toward the success of postgraduate students. Therefore, this study examines the perspectives of supervisors who implement effective supervisory practices while guiding PhD students, who often navigate unfamiliar territory and may feel unsupported. The study employed a case study design using a qualitative approach, targeting four doctoral supervisors from a university in the Eastern Cape province of South Africa. Purposive sampling was utilized to select these participants. In-depth interviews were conducted to gather their insights, and the data were analyzed through narrative analysis, with responses recorded verbatim following the research questions. The findings indicated that guiding students during supervision is crucial for effective supervisory practices. The study recommends that supervisors actively engage in the supervisory process to foster a positive relationship with their students. Ultimately, it concludes that supervisors need to adopt key practices during supervision, acknowledging the significance of their actions in helping students become knowledge producers.   Abstrak Sebagian besar fokus pada keberhasilan doktoral menekankan aspek epistemologis dari proses doktoral yang memprioritaskan kandidat doktoral. Namun, karena baik supervisor maupun kandidat memainkan peran penting dalam proses pengawasan, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengakui upaya yang dilakukan supervisor terhadap keberhasilan mahasiswa pascasarjana. Oleh karena itu, penelitian ini memeriksa perspektif supervisor yang menerapkan praktik pengawasan yang efektif sambil membimbing mahasiswa PhD, yang seringkali menavigasi wilayah yang tidak dikenal dan mungkin merasa tidak didukung. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan kualitatif, menargetkan empat supervisor doktoral dari sebuah universitas di provinsi Eastern Cape, Afrika Selatan. Sampling bertujuan digunakan untuk memilih peserta ini. Wawancara mendalam dilakukan untuk mengumpulkan wawasan mereka, dan data dianalisis melalui analisis naratif, dengan tanggapan dicatat secara verbatim sesuai dengan pertanyaan penelitian. Temuan menunjukkan bahwa membimbing mahasiswa selama proses pengawasan sangat penting untuk praktik pengawasan yang efektif. Penelitian ini merekomendasikan agar supervisor secara aktif terlibat dalam proses pengawasan untuk memupuk hubungan positif dengan mahasiswa mereka. Pada akhirnya, disimpulkan bahwa supervisor perlu mengadopsi praktik-praktik kunci selama pengawasan, mengakui pentingnya tindakan mereka dalam membantu mahasiswa menjadi produsen pengetahuan. Kata kunci: institusi pendidikan tinggi; pascasarjana; penelitian; pengawasan; supervisor
The implementation of the socio-drama learning method at MTsN 2 Malang Hidajati Hidajati; Nur Wahyu Rochmadi; Siti Awaliyah
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.79932

Abstract

An appropriate teaching method can facilitate the achievement of learning objectives. This study examined students' sense of responsibility and learning outcomes by implementing the Socio-drama method in Pancasila and Citizenship Education. Socio-drama is a learning approach that involves students interacting with their peers in class, where they role-play and dramatize characters according to the roles assigned. This research employed classroom action research based on Kurt Lewin's action research procedures. The study was conducted in two cycles, with the first cycle showing that students' sense of responsibility and learning outcomes still below the mastery standard, prompting the continuation of the second cycle. In the second cycle, results improved, so a percentage of scores obtained the findings indicate that the Socio-drama method is highly effective in improving students' sense of responsibility and learning outcomes. Therefore, the socio-drama method can be recommended as a practical approach to teaching citizenship education.   Abstrak Metode pembelajaran yang tepat dapat memfasilitasi tercapainya tujuan suatu pembelajaran. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sikap tanggung jawab dan hasil belajar peserta didik melalui pengimplementasian metode Sosio drama dalam mata pelajaran Pendididikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Sosio drama merupakan pendekatan pembelajaran yang melibatkan peserta didik untuk berinteraksi dengan teman sebayanya di kelas, di mana mereka memerankan dan mendramatisasikan karakter sesuai dengan tokoh yang dimainkan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas mengacu pada prosedur penelitian tindakan kelas Kurt Lewin. Proses penelitian dilakukan sebanyak dua siklus di mana siklus I sikap tanggung jawab dan hasil belajar mendapat hasil berada pada standar ketuntasan, sehingga dilanjutkan ke siklus II. Pada siklus II hasilnya mengalami kenaikan sehingga dari persentase nilai yang didapat maka hasil penelitian menunjukkan bahwa metode sosio drama sangat efektif meningkatkan sikap tanggung jawab peserta didik dan hasil belajar. Metode sosial drama dapat menjadi rekomendasi metode yang sangat efektif dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan. Kata Kunci: metode pembelajaran; pendidikan kewarganegaraan; sikap tanggung jawab; sosio-drama
Implementation of the Kurikulum Merdeka in high school physical education Sigit Hari Prasetyo; Zihan Novita Sari
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.80053

Abstract

Kurikulum Merdeka introduces a transformative approach to Indonesian education, focusing on character development and student competencies. This study aims to evaluate the level of implementation, challenges faced by teachers, and factors influencing the success of the Kurikulum Merdeka in Physical Education, Sports, and Health subjects at the high school level in Bontang City, addressing gaps in understanding its application. Using a mixed-methods design, the research employed surveys and interviews with 16 Physical Education, Sports, and Health teachers. The questionnaire was tested for validity and reliability with 37 respondents outside the study sample, indicating high reliability. The results reveal that implementing the Kurikulum Merdeka in Physical Education, Sports, and Health subjects falls under the "Good" category. However, challenges include limited facilities, insufficient teacher training on curriculum implementation, and mismatches between teachers' academic qualifications and curriculum demands. These factors hinder optimal curriculum application, particularly in delivering differentiated instruction and achieving curriculum objectives. Addressing these barriers could improve education quality in Bontang City and provide a framework for broader national implementation.   Abstrak Kurikulum Merdeka memperkenalkan pendekatan transformatif dalam pendidikan Indonesia dengan berfokus pada pengembangan karakter dan kompetensi siswa. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat implementasi, tantangan yang dihadapi guru, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di tingkat SMA di Kota Bontang guna mengisi kesenjangan pemahaman terkait penerapannya. Desain penelitian menggunakan metode campuran dengan survei dan wawancara terhadap 16 guru PJOK. Instrumen angket diuji validitas dan reliabilitasnya dengan melibatkan 37 responden di luar sampel penelitian, menunjukkan reliabilitas tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum Merdeka pada mata pelajaran PJOK berada dalam kategori "Baik". Namun, terdapat tantangan, termasuk keterbatasan fasilitas, kurangnya pelatihan guru terkait implementasi kurikulum, serta ketidaksesuaian latar belakang akademik guru dengan tuntutan kurikulum. Faktor-faktor ini menghambat pelaksanaan kurikulum secara optimal, terutama dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi dan pencapaian tujuan kurikulum. Dengan mengatasi hambatan tersebut, kualitas pendidikan di Kota Bontang dapat ditingkatkan, sekaligus menjadi kerangka kerja untuk penerapan secara nasional. Kata Kunci: kurikulum; Kurikulum Merdeka; pendidikan jasmani; PJOK; SMA
Research trends on RME and self-confidence in the Mathematics education curriculum Rohim Abdurohim; Dinn Wahyudin; Lia Susanti
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.79455

Abstract

Realistic Mathematics Education (RME) has been recognized as an innovative approach that effectively improves mathematical skills and students' self-confidence. This study aims to analyze scientific trends related to the application of RME and its impact on self-confidence in mathematics education curriculum. A bibliometric approach was used to analyze 200 articles published between 2020-2024. Data were obtained using the Publish or Perish tool and analyzed with VOSviewer to evaluate citation metrics, collaboration patterns between authors, and relationships between keywords. The analysis results showed 2,314 citations with an average of 11.57 citations per article and active collaboration patterns with an average of 2.6 authors per article. This study found that the Realistic Mathematics Education (RME) approach significantly increased students' confidence in learning mathematics and improved problem-solving skills and in-depth concept understanding. The bibliometric analysis showed that research topics related to RME and student confidence have received extensive academic attention, with high citation rates and significant contributions to the development of mathematics education theory and practice. The findings confirm the importance of RME as an innovative approach in supporting students' cognitive and affective learning outcomes while providing a basis for developing mathematics education practice.   Abstrak Realistic Mathematics Education (RME) telah dikenal sebagai pendekatan inovatif yang efektif dalam meningkatkan kemampuan matematis sekaligus kepercayaan diri (self-confidence) peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren ilmiah terkait penerapan RME dan dampaknya terhadap self-confidence dalam kurikulum pendidikan Matematika. Pendekatan bibliometrik digunakan untuk menganalisis 200 artikel yang diterbitkan pada rentang waktu 2020–2024. Data diperoleh menggunakan perangkat Publish or Perish dan dianalisis dengan VOSviewer untuk mengevaluasi metrik sitasi, pola kolaborasi antarpenulis, dan hubungan antar kata kunci. Hasil analisis menunjukkan total 2.314 sitasi dengan rata-rata 11,57 sitasi per artikel, serta pola kolaborasi aktif dengan rata-rata 2,6 penulis per artikel. Penelitian ini menemukan bahwa pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) secara signifikan meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam pembelajaran Matematika, selain meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan pemahaman konsep secara mendalam. Analisis bibliometrik menunjukkan bahwa topik penelitian terkait RME dan kepercayaan diri peserta didik telah mendapatkan perhatian akademik yang luas, dengan tingkat sitasi yang tinggi dan kontribusi signifikan terhadap pengembangan teori dan praktik pendidikan Matematika. Temuan ini menegaskan pentingnya RME sebagai pendekatan inovatif dalam mendukung hasil belajar kognitif dan afektif peserta didik, sekaligus memberikan dasar bagi pengembangan praktik pendidikan Matematika. Kata Kunci: analisis bibliometrik; kepercayaan diri; pendidikan matematika; realistic mathematics education; RME
An epistemological study of Pancasila as the philosophical foundation of curriculum development in Indonesia Deodatus Kolek; Babang Robandi; Amy Theresia Sipayung; Sekar Syawalahayati
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.79525

Abstract

The philosophical foundation of curriculum development is an important part of curriculum design. Through this foundation, curriculum developers and implementers acquire concepts related to the curriculum's ideas, goals, materials, methods, and evaluation. However, limited literature discusses the relevance of Pancasila values as a philosophical foundation. Pancasila is mainly discussed at a historical level, as well as its meaning. This study aims to examine the values of Pancasila in terms of epistemology and explore ideas that can be a philosophical foundation for curriculum development. The study used a qualitative approach with a literature study method to examine the epistemology of Pancasila as the philosophical foundation of the curriculum in Indonesia. The analysis process includes a review of the literature on Pancasila epistemology and curriculum in Indonesia and hermeneutic philosophical interpretation. The approach ensures that the research results are reflective and contextual. The results show that Pancasila values, such as religiosity, peace, fraternity, common welfare, and humanism, have relevance as a philosophical foundation in curriculum development. These values can support character and nationality building. In conclusion, this study makes an important contribution to the literature and practice of curriculum development by emphasizing the relevance of Pancasila values as a holistic and contextual philosophical foundation.   Abstrak Landasan filosofis pengembangan kurikulum merupakan bagian penting dalam penyusunan kurikulum. Dari landasan ini, para pengembang dan pelaksana kurikulum mendapatkan konsep berkaitan dengan ide, tujuan, materi, metode, dan evaluasi kurikulum. Namun, literatur yang membahas relevansi nilai-nilai Pancasila sebagai landasan filosofis masih terbatas. Pancasila banyak dibahas dalam tataran historis beserta maknanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai Pancasila dari segi epistemologi dan menelusuri ide-ide yang dapat menjadi landasan filosofis bagi pengembangan kurikulum di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur untuk mengkaji epistemologi Pancasila sebagai landasan filosofis kurikulum di Indonesia. Proses analisis mencakup pengumpulan literatur terkait konsep epistemologi Pancasila dan kurikulum di Indonesia, dilanjutkan dengan interpretasi filosofis hermeneutik untuk mengidentifikasi nilai-nilai relevan dari Pancasila. Pendekatan ini memastikan hasil penelitian bersifat reflektif dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila, seperti religiusitas, perdamaian, persaudaraan, kesejahteraan umum, dan humanisme, memiliki relevansi sebagai landasan filosofis dalam pengembangan kurikulum. Nilai-nilai tersebut dapat mendukung pembentukan karakter dan kebangsaan melalui pendidikan. Kesimpulannya, penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi literatur dan praktik pengembangan kurikulum, dengan menegaskan relevansi nilai-nilai Pancasila sebagai dasar filosofis yang holistik dan kontekstual. Pemahaman yang benar tentang nilai epistemologis Pancasila mengarahkan kurikulum di Indonesia pada tujuan yang tepat. Kata Kunci: epistemologi; landasan filosofis; pancasila; pengembangan kurikulum
Technological adaptation of the MBKM Kampus Mengajar VII Program for Teknologi Pendidikan FIP UNM students Pattaufi Pattaufi; I Made Tegeh; Farida Febriati
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.79015

Abstract

The Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Program is integral to higher education in Indonesia. This program provides opportunities for students to gain practical experience in the field. This study explores the technology adaptation process of Teknologi Pendidikan students at FIP UNM in the MBKM Kampus Mengajar VII Program. In addition, this study also identifies the challenges faced by students and the strategies used to overcome them. Using a qualitative approach with a case study design, data were collected through in-depth interviews, participatory observations during field activities, and analysis of related documents. The data obtained are explained through the reduction, presentation, and interpretation stages. The analysis focused on key themes, such as technology adaptation strategies, challenges faced by students, and the implementation of the MBKM program in the future. This study is expected to provide a more comprehensive insight into the technology adaptation process of Educational Technology students at FIP UNM during the MBKM Kampus Mengajar VII Program. These findings will provide valuable contributions to higher education institutions in improving technology integration in field programs and guiding students and teachers in facing the challenges of technology adaptation.   Abstrak Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) merupakan bagian integral dari pendidikan tinggi di Indonesia. Program ini memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk memperoleh pengalaman praktis di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi proses adaptasi teknologi mahasiswa Teknologi Pendidikan di FIP UNM dalam Program MBKM Kampus Mengajar VII. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan yang dihadapi peserta didik serta strategi yang digunakan untuk mengatasinya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif selama kegiatan lapangan, dan analisis dokumen terkait. Data yang diperoleh dijelaskan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan interpretasi. Analisis difokuskan pada tema-tema utama, seperti strategi adaptasi teknologi, tantangan yang dihadapi mahasiswa, serta penerapan program MBKM di masa depan.Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang proses adaptasi teknologi mahasiswa Teknologi Pendidikan di FIP UNM selama Program MBKM Kampus Mengajar VII. Temuan ini akan memberikan kontribusi berharga bagi perguruan tinggi dalam meningkatkan integrasi teknologi pada program-program lapangan, serta menjadi panduan bagi mahasiswa dan pengajar dalam menghadapi tantangan adaptasi teknologi. Kata Kunci: adaptasi teknologi; Kampus Mengajar; MBKM; teknologi pendidikan
A preliminary research: The use of e-learning platforms by married women in Indonesia Ridha Hidayani; Bunga Claudya
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.79454

Abstract

Being a married woman comes with unique challenges, especially when it comes to self-empowerment. However, the rapid development of technology today has made it easier for individuals to access learning resources from anywhere, without needing to be physically present in specific locations. This creates a great opportunity for married women to utilize technology as a tool for personal growth through e-learning. This research aims to explore the e-learning platforms commonly used by Indonesian married women and assess the level of difficulty they face while learning. The study collected data from 100 married women across Indonesia using a quantitative survey method. The results showed that the five most popular e-learning platforms among respondents are Karier.mu, MySkill, Ibu Punya Mimpi, Habis Kerja, and Dibimbing.id. Furthermore, the survey revealed that 87 percent of married women find it challenging to learn and develop themselves after marriage, while only 13 percent reported that it was not overly difficult. These findings highlight the need for more accessible and supportive e-learning initiatives tailored to the unique circumstances of married women.   Abstrak teknologi saat ini memudahkan semua individu untuk mengakses sumber belajar tanpa perlu hadir di ruangan tertentu. Hal ini menjadi peluang besar bagi para perempuan yang sudah menikah untuk menjadikan perkembangan teknologi ini sebagai momentum dalam peningkatan pemberdayaan diri melalui e-learning. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui e-learning platform apa saja yang digunakan oleh para perempuan Indonesia yang sudah menikah serta mengetahui persentase tingkat kesulitan untuk belajar bagi seorang perempuan yang sudah menikah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Metode kuantitatif yang digunakan yaitu metode survei. Survei dilakukan pada 100 perempuan yang sudah menikah di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh informasi e-learning platform yang sering digunakan, lima besar diantaranya yaitu karier.mu, myskill, ibu punya mimpi, habis kerja, dibimbing.id. Adapun persentase tingkat kesulitan belajar dan mengembangan diri setelah menjadi perempuan yang sudah menikah yaitu sebesar 87 persen menyatakan sulit sedangkan 13 persen menyatakan tidak terlalu sulit. Kata Kunci: E-learning; pengembangan diri; perempuan
Digital literacy curriculum transformation to overcome filter bubble in Pancasila character understanding Achdyat Achdyat; Dasim Budimansyah; Encep Syarif Nurdin; Mupid Hidayat
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.80046

Abstract

The rapid development of technology and social media has created a filter bubble phenomenon that limits the diversity of information and threatens national values including the character of Pancasila in the younger generation. This research aims to examine the influence of the filter bubble phenomenon on social media in the context of Pancasila values, as well as formulate effective strategies and transformation of the education curriculum to strengthen awareness of diversity, unity, and mutual cooperation. This research uses a qualitative approach with phenomenological methods to explore participants' subjective experiences and meanings, which are analyzed descriptively through the concept of epoche. The data collection techniques used were observation, interviews, documentation, and questionnaires, then analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that the bubble filter phenomenon on social media affects the way individuals access and understand information, mainly because algorithms tend to present content that matches personal preferences, thus limiting exposure to alternative perspectives. The impact is seen in the homogenization of information, strengthening of confirmation bias, and polarization of understanding, which has the potential to cause distortion of Pancasila values, so digital literacy, algorithm transparency, and transformation of the education curriculum are needed to overcome it.    Abstrak Pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial memunculkan fenomena filter bubble yang membatasi keberagaman informasi dan mengancam nilai-nilai kebangsaan termasuk karakter Pancasila pada generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh fenomena filter bubble di media sosial dalam konteks nilai-nilai Pancasila, serta merumuskan strategi efektif dan transformasi kurikulum pendidikan guna memperkuat kesadaran akan kebhinekaan, persatuan, dan gotong royong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk mengeksplorasi pengalaman dan makna subjektif partisipan, yang dianalisis secara deskriptif melalui konsep epoche. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner, lalu dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena filter bubble pada media sosial memengaruhi cara individu mengakses dan memahami informasi, terutama karena algoritma cenderung menyajikan konten yang sesuai dengan preferensi pribadi, sehingga membatasi paparan terhadap perspektif alternatif. Dampaknya terlihat pada homogenisasi informasi, penguatan bias konfirmasi, dan polarisasi pemahaman, yang berpotensi menyebabkan distorsi nilai-nilai Pancasila, sehingga diperlukan literasi digital, transparansi algoritma, serta transformasi kurikulum pendidikan untuk mengatasinya. Kata Kunci: filter bubble; karakter; literasi digital; Pancasila