cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) d.a Prodi Pengembangan Kurikulum FIP UPI Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : https://doi.org/10.64014/jik
Core Subject :
Inovasi Kurikulum journal (Jurnal Inovasi Kurikulum/JIK) is an open access and peer-reviewed journal published by Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) in collaboration with Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia. The journal includes particular interests in issues related to curriculum development, including curriculum design, implementation, evaluation, and learning development (resources, models, media, and assessment). Inovasi Kurikulum aims to publish research conducted by researcher, teachers, lecturers, and others focusing on research at the levels of Early Childhood, Elementary, Junior High, or Senior High Schools, as well as Higher-Education.
Arjuna Subject : -
Articles 537 Documents
Holistic philosophy in developing environmental education curricula Dian Andriani; Babang Robandi
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.65967

Abstract

Environmental education is vital in a global environmental crisis. Climate change, environmental damage, and environmental degradation require a holistic approach to education to create meaningful knowledge and action. The holistic philosophy emphasizes an understanding of human life, the environment, and the importance of education in promoting environmental sustainability, thus encouraging global thinking and action on environmental issues while recognizing that all aspects of this subject must be considered in the broader environmental context. This article aims to learn the application of holistic philosophy in developing an environmental education curriculum, focusing on the role of a holistic approach in achieving better understanding and action. Research is carried out using the literature review method, with four main steps: providing research questions, making lists of libraries, adjusting periods, and making summaries of research so as not to be corrupted by various subjects and topics. At the end of the research on the entire component of the development of the curriculum of environmental education, through a holistic approach, it can be found that a holistic approach can be applied in curricular development to a deeper understanding, active involvement, and responsibility for environmental sustainability.   Abstrak Pendidikan lingkungan hidup sangat penting dalam upaya menanggapi krisis lingkungan global. Perubahan iklim, kerusakan lingkungan, dan degradasi lingkungan membutuhkan pendekatan pendidikan holistik untuk menciptakan pengetahuan menjadi tindakan yang bermakna. Filosofi holistik menekankan pada pemahaman tentang kehidupan manusia, lingkungan, dan pentingnya pendidikan dalam mempromosikan kelestarian lingkungan, sehingga mampu mendorong pemikiran dan tindakan nyata terhadap isu-isu lingkungan, sambil mengakui bahwa semua aspek dari subjek ini harus dipertimbangkan dalam konteks lingkungan yang lebih luas. Tujuan artikel ini adalah mengetahui penerapan filosofi holistik dalam pengembangan kurikulum pendidikan lingkungan hidup, dengan fokus pada peran pendekatan holistik dalam mencapai pemahaman dan tindakan yang lebih baik. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur, dengan empat langkah utama, yaitu menyediakan pertanyaan penelitian, membuat daftar pustaka, menyesuaikan jangka waktu, dan membuat ringkasan penelitian agar tidak dirusak oleh berbagai subjek dan topik. Pada akhir penelitian terhadap seluruh komponen pengembangan kurikulum pendidikan lingkungan hidup, dapat diketahui bahwa pendekatan holistik dapat diterapkan dalam pengembangan kurikulum untuk mencapai pemahaman yang lebih mendalam, keterlibatan aktif, dan tanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan. Kata Kunci: filosofi holistik; pendidikan lingkungan hidup; pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan; pengembangan kurikulum
Development of STEM-based worksheets to improve student literacy skills Cahaya Febriyanti Simanjuntak; Hasruddin Hasruddin; Daulat Saragi
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.79569

Abstract

This research focuses on the lack of utilization of student worksheets in science lessons as students continue to rely on textbooks that contain mixed questions. The study employs a Development Research approach, specifically developing STEM-based worksheets using the ADDIE development model. Sampling was conducted using a purposive sampling technique. The data collection methods included qualitative analysis by validating the STEM-based worksheets by media and material experts and quantitative analysis to assess students' literacy abilities through tests and likert scales. This was done to measure differences in students' literacy abilities before and after the learning process. The results indicated that the initial skills of the experimental and control groups were not significantly different. However, the t-test results related to the student's scientific literacy abilities showed a significance level of 0.00 < 0.05, meaning the research hypothesis is accepted. Additionally, the data t-test yielded a significance result of 0.018 < 0.05. This indicates that the STEM-based worksheets positively impact students' literacy abilities.   Abstrak Penelitian ini didasarkan pada belum digunakannya LKPD dalam pembelajaran yang secara khusus membahas pelajaran IPA dan siswa masih menggunakan buku yang berisi soal-soal gabungan. Penelitian ini menggunakan Penelitian Pengembangan (Development Research). Pengembangan LKPD menggunakan model pengembangan ADDIE. LKPD berbasis STEM bertujuan untuk membuat pembelajaran menjadi lebih aktif serta menciptakan karakter siswa yang berpikir kritis dan kreatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data adalah metode kualitatif yaitu melalui validasi LKPD yang dilakukan oleh ahli media dan ahli materi dan metode kuantitatif dengan mengukur kemampuan literasi peserta didik menggunakan tes dan skala likert, untuk mengetahui perbedaan kemampuan literasi peserta didik sebelum dan sesudah pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa kemampuan awal kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berbeda tidak signifikan. Hasil uji-t tes pada kemampuan literasi sains peserta didik dengan taraf signifikansi 0,00 ˂ 0,05 yang artinya hipotesis penelitian diterima, sedangkan hasil hasil uji t tes data menunjukkan hasil signifikansi tes 0,018 ˂ 0,05 yang artinya hipotesis penelitian diterima, sehingga dapat dikatakan bahwa penggunaan LKPD berbasis STEM berpengaruh terhadap kemampuan literasi peserta didik pada materi panas dan perpindahannya. Kata Kunci: kemampuan literasi; LKPD; model pengembangan ADDIE; STEM
Effect of clinical supervision in improving the pedagogical competence of SDN 2 Cigedug teachers Eli Latipah; Dinn Wahyudin
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.79098

Abstract

Pedagogical competence is one of the competencies that teachers must possess, according to Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. In fulfilling these competencies, teachers can make efforts by developing independently, participating in competency development activities organized by the government, or by guidance from direct supervisors or school principals. This study aims to analyze the effect of clinical supervision on teachers' pedagogical skills at SDN 2 Cigedug. Clinical supervision is an approach principals take to help teachers improve competence based on the results of reflection on planning, implementing, and evaluating their learning in the classroom to improve the quality of learning. This research approach uses descriptive qualitative. Data collection through interviews, observation, and documentation. The results showed that clinical supervision generally has a positive effect on improving teachers' pedagogical competence. However, the level of improvement varies depending on individual conditions and other factors that influence its effectiveness.   Abstrak Kompetensi pedagogik adalah salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh guru menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Dalam memenuhi kompetensi tersebut, guru dapat berupaya dengan pengembangan secara mandiri, mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi yang diselenggarakan oleh pemerintah, ataupun atas pembinaan dari atasan langsung atau kepala sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh supervisi klinis terhadap kemampuan pedagogis guru di SDN 2 Cigedug. Supervisi klinis merupakan suatu pendekatan yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam membantu guru meningkatkan kompetensi berdasarkan hasil refleksi atas perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajarannya di kelas dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Pendekatan penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan Supervisi klinis secara umum berpengaruh positif terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru, meskipun tingkat peningkatannya bervariasi tergantung pada kondisi individu dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi efektivitasnya. Kata Kunci: kompetensi pedagogik; peningkatan kualitas pembelajaran; supervisi klinis
Development of open-ended HOTS questions for elementary school students' creativity Anjar Triyono; Subanji Subanji; Slamet Arifin
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.80220

Abstract

This study aims to develop open-ended Higher-Order Thinking Skills (HOTS) questions to assess students' conceptual abilities in plane geometry. This development was carried out to provide assessment instruments following the curriculum and encourage creative problem solving. This research uses the research and development (R and D) method with the ADDIE model, which consists of five stages: analysis, design, construction, implementation, and evaluation. The research subjects were fourth-grade students of SDN Bareng 3 Malang. The research instruments included an expert report, a student survey for question validation, and an open-ended question analysis to measure the questions' validity, reliability, difficulty level, and differentiating power. Five open-ended questions related to pictures were used in this study. The results showed that the questions developed were valid. Thus, the open-ended HOTS questions can be used as valid and reliable assessment instruments and encourage student creativity in learning plane geometry.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan soal-soal Higher-Order Thinking Skills (HOTS) terbuka guna menilai kemampuan konseptual siswa pada materi geometri bidang. Pengembangan ini dilakukan untuk menyediakan instrumen asesmen yang sesuai dengan kurikulum serta mendorong pemecahan masalah secara kreatif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R and D) dengan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap: analisis, desain, konstruksi, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Bareng 3 Malang. Instrumen penelitian meliputi laporan ahli, survei siswa untuk validasi pertanyaan, dan analisis pertanyaan terbuka guna mengukur validitas, reliabilitas, tingkat kesulitan, serta daya pembeda soal. Lima pertanyaan terbuka terkait gambar digunakan dalam studi ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa soal-soal yang dikembangkan valid. Dengan demikian, soal-soal HOTS terbuka yang dikembangkan dapat digunakan sebagai instrumen penilaian yang valid dan reliabel serta mampu mendorong kreativitas siswa dalam pembelajaran geometri bidang. Kata Kunci: berpikir kreatif; open ended; pembelajaran matematika; soal HOTS
Needs analysis of character education training for teachers at Multi Dimensi vocational school Ulfia Nanda Maulia; Abubakar Abubakar; Asep Dikdik; Cucun Hasanah
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.80279

Abstract

The importance of character education in the context of teacher role modeling for students in the context of moral and ethical instruction has been well-documented. However, a paucity of research has been conducted on implementing character education in SMK Multi Dimensi Anyer. Therefore, a needs analysis was performed to identify the gap between the current competencies of teachers. This research aims to overcome the problem through the Training Needs Survey approach and recommends a development design for strengthening teacher character education by conducting training. The research method employed in this study is a descriptive exploratory approach, incorporating qualitative and quantitative (mixed) methods, with data collection techniques including observations and interviews conducted with the principal and deputy head of curriculum to identify character education needs for teachers and the administration of questionnaires analyzed with IBM SPSS Statistics 26 to measure the understanding and application of character education by teachers. The results of the interviews indicated a need for training to enhance character education, and the results of the questionnaire distribution demonstrated that only two teachers attained the ideal score based on the level calculation on 18 sub-indicators, with a score above 55, and an overall average score of 49.3 was obtained. The findings reveal a discrepancy, indicating the necessity for training to enhance teachers' competence in instilling student character values.   Abstrak Pendidikan karakter penting diterapkan oleh guru agar dapat menjadi teladan bagi peserta didik dalam menanamkan moral dan etika. Namun, banyak guru belum menerapkannya di SMK Multi Dimensi Anyer. Sehingga, analisis kebutuhan diperlukan untuk melihat kesenjangan antara kompetensi guru saat ini.Tujuan penelitian ini untuk mengatasi permasalahan melalui pendekatan Training Needs Survey dan merekomendasikan sebuah rancangan pengembangan penguatan pendidikan karakter guru dengan mengadakan sebuah pelatihan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif (campuran) dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara berbeda yang dilakukan dengan kepala sekolah dan wakil kepala kurikulum untuk mengidentifikasi kebutuhan pendidikan karakter bagi guru dan penyebaran kuesioner dianalisis dengan IBM SPSS Statistics 26 untuk mengukur pemahaman dan penerapan pendidikan karakter oleh guru. Hasil wawancara menunjukkan bahwa pelatihan yang dibutuhkan adalah penguatan pendidikan karakter dan hasil penyebaran kuesioner menunjukkan bahwa hanya terdapat dua guru yang memenuhi nilai ideal berdasarkan kalkulasi level pada 18 sub-indikator, dengan score diatas 55 dengan rata-rata score keseluruhan yang diperoleh sebesar 49,3. Demikian, hasil keseluruhan menunjukkan kesenjangan, sehingga pelatihan diperlukan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menanamkan nilai karakter pada peserta didik. kata kunci: analisis kebutuhan; pelatihan guru; pendidikan karakter; pengembangan profesional; sekolah kejuruan
Learning designs for work and power materials using didactical situation analysis approach Dwi Ajni Shafarwati; Asep Herry Hermawan; Laksmi Dewi
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.70252

Abstract

Junior high school students often find learning obstacles in thinking critically and systematically in solving problems in natural science subjects, particularly for work and power materials. This is caused by the sequence and/or stages of curriculum presentation. Efforts to improve the sequence and/or stages of curriculum presentation have been made by examining various alternatives in accordance with students' previous learning experiences as well as their capacity and potential through didactical situation analysis. This study aims to improve students' ability to think critically and systematically in finding solutions to problems given through learning design and developing teachers' pedagogical skills. This qualitative study used a didactical design research design. Data were collected by interviewing students and teachers regarding the delivery of work and power materials. Besides, data collection also involved a documentation study of the modules and teaching materials, including the textbooks. Data were analyzed using an interactive model covering 1) data reduction; 2) data presentation; and 3) Conclusion. The result of the study was in the form of learning designs that consider learning obstacles by predicting students' answers and teacher anticipation before, during, and after learning. Students were also given sharing tasks for the application of the material in daily life.   Abstrak Kesulitan belajar yang sering dialami peserta didik sekolah menengah pertama pada mata pelajaran IPA materi daya dan usaha adalah kemampuan berpikir secara kritis dan sistematis dalam mengatasi masalah yang diberikan. Munculnya masalah tersebut kemungkinan disebabkan oleh urutan dan atau tahapan sajian kurikulum. Upaya yang dilakukan untuk memperbaiki urutan dan atau tahapan sajian kurikulum, dengan mengkaji berbagai alternatif yang sesuai pengalaman belajar peserta didik sebelumnya, serta kapasitas dan potensinya melalui analisis situasi didaktis. Penelitian bertujuan meningkatkan kemampuan peserta didik berpikir kritis dan sistematis dalam menemukan solusi terhadap masalah yang diberikan melalui desain pembelajaran serta mengembangkan kemampuan pedagogik guru. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain Didactical Design Research. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terhadap peserta didik dan guru terkait cara penyampaian materi daya dan usaha. Teknik lainnya adalah studi dokumentasi terhadap modul dan bahan ajar yang digunakan serta pengkajian berbagai textbook. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data model interaktif yang mencakup 1) Reduksi data; 2) Penyajian secara naratif; dam 3) Penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh berupa desain pembelajaran yang memperhatikan hambatan belajar dengan memprediksikan jawaban peserta didik dan antisipasi guru pada sebelum, saat dan setelah pembelajaran. Selain itu peserta didik diberikan sharing task yang merupakan aplikasi materi dalam kehidupan sehari-hari. Keywords: daya; desain pembelajaran; situasi didaktis; usaha
Enhancing junior high school teachers' innovation through independent training andlearning communities Ony Edyawaty; Anna Fitrotunnisa; Rhini Fatmasari
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.79697

Abstract

The lack of teacher innovation due to limited need-based training and insufficient collaboration necessitates efforts to enhance innovation in junior high school teaching. This study examines the relationship between Independent Training and Learning Communities and their combined contribution to Teacher Innovation in Subang Regency, West Java, public junior high schools. This research employs a quantitative approach with correlation regression analysis. The sample consists of 296 civil servant teachers, selected purposely from a population of 1,132 teachers across 38 public junior high schools. Additionally, the results of questionnaires for 38 school principals were conducted to provide supporting data. The findings indicate that teachers actively participating in Independent Training tend to demonstrate greater innovation in their teaching practices. Learning Communities also foster innovation by facilitating discussions and exchanging best practices. The two variables exhibit a reinforcing relationship, where their simultaneous implementation results in a more substantial impact on teacher innovation. This study recommends optimizing Independent Training and Learning Communities, alongside strengthening the role of school principals in supervision, to promote sustainable innovation in teaching practices.   Abstrak Minimnya inovasi guru akibat terbatasnya pelatihan berbasis kebutuhan dan kurangnya kolaborasi menuntut peningkatan daya inovasi guru guna mendukung kualitas pembelajaran di SMP. Penelitian ini menganalisis hubungan antara pelatihan mandiri dan komunitas belajar terhadap daya inovasi guru di SMP Negeri Kabupaten Subang, serta kontribusi keduanya secara bersama. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi korelasi. Sampel terdiri dari 296 guru ASN yang dipilih secara purposive dari populasi 1.132 guru di 38 SMP Negeri. Selain itu, hasil kuesioner terhadap 38 kepala sekolah digunakan sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru yang aktif dalam Pelatihan Mandiri lebih inovatif dalam pembelajaran. Komunitas Belajar juga berperan dalam mendorong inovasi melalui diskusi dan berbagi praktik baik. Kedua variabel ini memiliki keterkaitan yang saling menguatkan, di mana penerapan secara bersamaan berdampak lebih signifikan terhadap daya inovasi guru. Penelitian merekomendasikan optimalisasi Pelatihan Mandiri dan Komunitas Belajar serta penguatan supervisi kepala sekolah untuk meningkatkan inovasi pembelajaran secara berkelanjutan. Kata Kunci: inovasi guru; komunitas belajar; pelatihan mandiri; Platform Merdeka Mengajar; SMP
SWOT-based teacher quality improvement strategy at MA Inovatif Daarul Ihsan Cimahi Arini Nur Fariha; Nugraha Suharto; Asep Dikdik
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 2 (2025): Inovasi Kurikulum, May 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i2.80296

Abstract

Improving the quality of educators and education personnel is a crucial element in building a superior education system. MA Inovatif Daarul Ihsan Cimahi is committed to improving teaching standards for a better learning environment. This study aims to determine strategies to optimize the quality of educators and education personnel by combining quantitative and qualitative case study methodologies. Data was collected through a Google Forms-based questionnaire and a SWOT analysis was conducted to evaluate the institution's condition. The analysis results show that the strengths are competent teaching staff and innovative learning methods, while the weaknesses are inconsistencies in teacher certification and lack of administrative support. Opportunities for improvement lie in policy synchronization and supervision, while threats include limited parental support. Strategic recommendations include improving school management, developing teacher competencies, expanding collaboration networks and creating a more personalized curriculum. The main priority is to improve school management to make the next strategy more effective, which is expected to improve the quality of education personnel and produce quality and competitive graduates.   Abstrak Peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan merupakan unsur krusial dalam membangun sistem pendidikan yang unggul. MA Inovatif Daarul Ihsan Cimahi berkomitmen meningkatkan standar pengajaran untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang dapat mengoptimalkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan pada dengan menggunakan pendekatan yang memadukan metodologi kuantitatif dan kualitatif studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berbasis Google Form dan dilakukan analisis SWOT untuk mengevaluasi kondisi institusi. Hasil analisis menunjukkan kelebihan berupa tenaga pengajar yang kompeten dan metode pembelajaran yang inovatif, sedangkan kelemahannya berupa inkonsistensi sertifikasi guru dan kurangnya dukungan administratif. Peluang perbaikan terletak pada sinkronisasi kebijakan dan pengawasan, sedangkan ancamannya berupa terbatasnya dukungan orang tua. Rekomendasi strategisnya antara lain perbaikan manajemen sekolah, pengembangan kompetensi guru, perluasan jaringan kolaborasi, dan pembuatan kurikulum yang lebih personal. Prioritas utamanya adalah perbaikan manajemen sekolah agar strategi selanjutnya lebih efektif sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidik tenaga kependidikan, dan menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing. Kata Kunci: analisis SWOT; kualitas pendidik; kualitas pendidikan
Implementation of curriculum integration at Pondok Pesantren PPMI Assalaam Surakarta Trisnojoyo Trisnojoyo; Giyoto Giyoto; Imam Mujahid
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 2 (2025): Inovasi Kurikulum, May 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i2.80883

Abstract

The integration of the pesantren curriculum with the education curriculum is still less than optimal due to several factors, but not all boarding schools fail in curriculum integration. This study aims to describe the implementation of an integrated curriculum model at Pondok PPMI Assalaam which includes three main aspects, namely curriculum planning, implementation, and evaluation. This research uses a qualitative approach with interviews, observations, and documentation studies as data collection techniques. The data analysis technique uses the Miles and Huberman interactive model, namely through the process of data collection, data reduction, data display, and conclusion or verification. The results showed that the implementation of an integrated curriculum was able to optimize the learning process by accommodating the needs of students comprehensively. Integrated curriculum planning includes the formulation of vision and mission, organizational structure, determination of school programs, selection and organization of materials, organization of learning activities, and selection of learning tools, resources and facilities. A holistic approach to education is applied to create a learning environment conducive to the overall development of students in terms of academic, spiritual and character aspects. Regular evaluations contribute to improving the effectiveness of the curriculum.   Abstrak Integrasi kurikulum pesantren dengan kurikulum pendidikan masih kurang optimal yang disebabkan oleh beberapa faktor, namun tidak semua boarding school gagal dalam integrasi kurikulum tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model kurikulum yang terintegrasi di Pondok PPMI Assalaam yang mencakup tiga aspek utama yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yaitu melalui proses data collection, data reduction, data display, dan conclusion atau verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kurikulum terintegrasi mampu mengoptimalkan proses pembelajaran dengan mengakomodasi kebutuhan peserta didik secara komprehensif. Perencanaan kurikulum terintegrasi mencakup perumusan visi dan misi, struktur organisasi, penentuan program sekolah, pemilihan dan pengorganisasian materi, pengorganisasian kegiatan pembelajaran, serta pemilihan alat, sumber, dan sarana pembelajaran. Pendekatan holistik dalam pendidikan diterapkan guna menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi perkembangan peserta didik secara menyeluruh, baik dari aspek akademik, spiritual, maupun karakter. Evaluasi dilakukan secara berkala berkontribusi dalam meningkatkan efektivitas kurikulum. Kata Kunci: evaluasi kurikulum; kurikulum terintegrasi; pendidikan holistik; perencanaan kurikulum
The influence of the STAD learning model towards improving mathematics learning outcomes Nina Rostiana; Dinn Wahyudin
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 2 (2025): Inovasi Kurikulum, May 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i2.79416

Abstract

Mathematics is still a difficult and tedious subject for elementary school students, which leads to low learning outcomes. Many factors influence students' mathematics learning outcomes. Analyzing the influence of the Student Teams Achievement Division (STAD) learning model on the mathematics learning outcomes of grade 5 elementary school students is the aim of this research. This study adopted a quasi-experimental design by comparing two unequal groups of students. Data is collected through various methods, including tests and observations. Data analysis was carried out statistically to test research hypotheses and determine the effectiveness of a particular treatment. There is a very statistically significant difference between the experimental and control groups' average post-test scores. These results support the hypothesis that the STAD learning model effectively increases learning achievement. Apart from that, cooperative learning in STAD can increase student interaction, learning motivation, and a deeper understanding of mathematical concepts. The implications of this research indicate that STAD can be an alternative learning strategy teachers implement to improve student learning outcomes.   Abstrak Pelajaran matematika masih menjadi pelajaran sulit dan menjenuhkan bagi peserta didik SD, yang berujung pada hasil belajar rendah. Banyak faktor memengaruhi hasil belajar matematika peserta didik. Menganalisis pengaruh model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap hasil belajar matematika peserta didik kelas 5 SD adalah tujuan penelitian ini. Penelitian ini mengadopsi desain kuasi-eksperimental dengan membandingkan dua kelompok peserta didik yang tidak setara. Data dikumpulkan melalui berbagai metode, termasuk tes dan observasi. Analisis data dilakukan secara statistik untuk menguji hipotesis penelitian guna mengetahui efektivitas suatu perlakuan tertentu. Terdapat perbedaan sangat signifikan secara statistik antara rata-rata nilai post-test kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil ini mendukung hipotesis bahwa model pembelajaran STAD efektif meningkatkan prestasi belajar. Selain itu, pembelajaran kooperatif dalam STAD mampu meningkatkan interaksi antar peserta didik, motivasi belajar, serta pemahaman konsep matematika secara lebih mendalam. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa STAD dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang diterapkan guru untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Kata Kunci: hasil belajar; matematika peserta didik SD; STAD