cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) d.a Prodi Pengembangan Kurikulum FIP UPI Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : https://doi.org/10.64014/jik
Core Subject :
Inovasi Kurikulum journal (Jurnal Inovasi Kurikulum/JIK) is an open access and peer-reviewed journal published by Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) in collaboration with Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia. The journal includes particular interests in issues related to curriculum development, including curriculum design, implementation, evaluation, and learning development (resources, models, media, and assessment). Inovasi Kurikulum aims to publish research conducted by researcher, teachers, lecturers, and others focusing on research at the levels of Early Childhood, Elementary, Junior High, or Senior High Schools, as well as Higher-Education.
Arjuna Subject : -
Articles 537 Documents
Relationship between mathematics education philosophy and traditional Malay culture in Serampang 12 Nina Fadilah; Izwita Dewi; Faiz Ahyaningsih
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.76071

Abstract

Philosophy requires humans to think intelligently to develop towards the next thought of knowledge. The presence of ethnomathematics is not a new thing but has existed since the introduction of mathematics itself as a form of advanced knowledge thinking related to mathematics learning. Through the concept of ethnomathematics, cultural practices can be studied so that students will better understand how their culture is related to mathematics. This study uses a qualitative descriptive research method with a type of ethnographic research that analyzes the movement pattern of traditional Malay dance culture in Serampang 12. The results of the research findings are in the form of variations in mathematics learning, in the form of media associated in the context of traditional Malay culture, so that students who have been considering boring and rigid learning can have a fun lesson because it is associate with the value of the beauty of a Traditional Dance who have a philosophy of politeness, order, togetherness or positive association. The exploration of movement patterns in the traditional dance of Serampang 12 also aims to make it easier for students to build a learning experience that connected to the visual and kinesthetic experience of students.   Abstrak Filsafat menuntut manusia agar berpikir cerdas sehingga manusia tersebut dapat berkembang menuju pemikiran pengetahuan yang selanjutnya. Kehadiran etnomatematika bukan suatu hal yang baru melainkan sudah ada sejak diperkenalkan ilmu matematika itu sendiri sebagai bentuk pemikiran pengetahuan lanjutan terkait dengan pembelajaran matematika. Melalui konsep etnomatematika dapat dikaji praktik budaya sehingga peserta didik akan lebih memahami bagaimana budaya mereka terkait dengan matematika. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian etnografi yang menganalisis pola gerakan budaya tari tradisional Melayu Serampang 12. Hasil temuan penelitian berupa variasi dalam pembelajaran matematika dimana media dikaitkan dalam konteks budaya tradisional Melayu, sehingga peserta didik yang selama ini menganggap pembelajaran membosankan dan kaku bisa menjadi pelajaran yang menyenangkan karena bisa dihubungkan dengan nilai keindahan suatu tarian tradisional serampang 12 yang memiliki filosofi kesopanan, keteraturan, kebersamaan atau pergaulan yang positif. Eksplorasi pola gerakan pada tarian tradisional Serampang 12 juga bertujuan untuk memberikan kemudahan peserta didik dalam membangun pengalaman belajar yang terhubung dengan pengalaman visual dan kinestetik peserta didik. Kata Kunci: budaya; filsafat; Matematika; pendidikan Matematika
Implementation of extracurricular to develop a confident character for students in elementary schools Eka Ratna Putri; Dea Mustika
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.75711

Abstract

Self-confidence is an essential part of student personality development. Most students always have low self-confidence due to many factors, and to overcome this, efforts need to be made, one of these efforts being extracurricular activities. This study's background is to see how Muhadharah extracurricular activities can shape students' self-confidence. This research uses a qualitative approach with collection techniques through documentation studies from scientific sources, interviews with three participants, and observation of Muhadharah activities. Data analysis techniques use data reduction, presentation, and conclusion drawing and verification. Data validity uses triangulation techniques of sources, techniques, and time. The results showed that infrastructure facilities, activity schedules that do not collide with other activities, and sufficient funds support student participants in Muhadharah extracurricular activities. This activity trains students to perform and speak in public to form a brave and confident mentality in each of these students.   Abstrak Kepercayaan diri menjadi bagian yang sangat penting bagi perkembangan kepribadian siswa. Nyatanya kebanyakan siswa selalu memiliki kepercayaan diri yang rendah yang disebabkan oleh banyak faktor, dan untuk mengatasinya perlu dilakukan upaya, salah satu upaya tersebut yakni dengan melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler. Hal itu melatarbelakangi penelitian ini dengan tujuan untuk melihat bagaimana kegiatan ekstrakurikuler Muhadharah mampu membentuk sikap percaya diri pada siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan melalui studi dokumentasi dari sumber-sumber ilmiah, wawancara bersama tiga partisipan, observasi kegiatan Muhadharah. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana prasarana, jadwal kegiatan yang tidak bertabrakan dengan kegiatan lain, dan dana yang mencukupi mendukung partisipan siswa dalam ekstrakurikuler Muhadharah. Kegiatan ini melatih siswa untuk tampil dan berbicara di depan umum sehingga membentuk mental berani dan percaya diri dalam diri masing-masing siswa tersebut. Kata Kunci: ekstrakurikuler; karakter percaya diri; pembinaan
The UI/UX development of the 'Koin' application to create interactive Korean language learning Alfira Faza Aprilia; Didin Samsudin; Arif Husein Lubis
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.75884

Abstract

With the rapid development of technology, there is an excellent opportunity to utilize it in creating interactive, application-based Korean language learning media. This study aims to design the 'Koin' application, primarily focusing on its UI and UX aspects, to enhance effectiveness and user engagement in Korean language learning. This research employs the design thinking method, which consists of five stages: empathize, define, ideate, prototype, and test. Data for this study were collected through qualitative and quantitative methods, including structured interviews and usability testing with beginner-level Korean language learners as participants. Two media experts and two subject matter experts in the Korean language were engaged to provide feedback and suggestions to ensure the validity of the developed application. The qualitative results demonstrate that the design thinking method has identified the user’s needs in-depth and captured the user’s good experience navigating the interface with relevant features. The quantitative results show that the UI/UX design of the Korean language learning application for beginners, developed using the design thinking method, resulted in a well-designed application with a final score of 80 points. This finding indicates that design thinking effectively designs learning applications that meet target users' needs and preferences.   Abstrak Dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat, terdapat peluang besar untuk memanfaatkannya dalam menciptakan media pembelajaran bahasa Korea berbasis aplikasi yang interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang aplikasi 'Koin', dengan fokus utama pada UI dan UX untuk meningkatkan efektivitas dan keterlibatan pengguna dalam pembelajaran bahasa Korea. Penelitian ini menggunakan metode design thinking, yang terdiri dari lima tahap: empathize, define, ideate, prototype, dan test. Data untuk penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif, termasuk wawancara terstruktur dan uji kegunaan dengan pemelajar bahasa Korea tingkat pemula sebagai partisipan. Selain itu, dua ahli media dan dua ahli materi pelajaran bahasa Korea juga dimintai pendapat untuk memberikan masukan serta saran untuk memastikan validitas aplikasi yang dikembangkan. Hasil kualitatif menunjukkan bahwa metode design thinking telah mengidentifikasi secara mendalam dan menggambarkan pengalaman positif pengguna pada navigasi antarmuka dengan fitur-fitur yang relevan. Hasil kuantitatif mengindikasikan bahwa desain UI/UX aplikasi pembelajaran bahasa Korea untuk pemula yang dikembangkan dengan metode design thinking menghasilkan aplikasi yang dirancang dengan baik dan mendapatkan skor akhir 80 poin. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan design thinking efektif dalam merancang aplikasi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi target pengguna. Kata Kunci: antarmuka pengguna; aplikasi pembelajaran bahasa Korea; design thinking; pengalaman pengguna
Social-emotional learning implementation and its impact on student achievement Risa Ginting; Asep Herry Hernawan
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.66374

Abstract

This article investigates social-emotional learning implementation in various educational institutions and its relation to student's academic and non-academic achievements. Social-emotional skills are essential as they have long-term impacts that can be felt in multiple aspects of life. The method used is a systematic literature review conducted by collecting, evaluating, and synthesizing various literature related to the research topic. The variables studied include methods for developing social-emotional competencies, implementing social-emotional learning, and its relation to students' academic and non-academic achievements. Data were obtained from literature searches on findings related to social-emotional competencies conducted over the past five years. The research findings indicate that social-emotional learning is applied using various methods and approaches across different levels of educational institutions. It was also found that social-emotional learning positively influences students' academic and non-academic achievements. Students with good social-emotional skills generally have better academic scores compared to their peers who do not possess such skills. They also feel happier, have better mental health, have higher attendance rates in class, and are rarely involved in problems with their peers.   Abstrak Penulisan artikel ini bertujuan untuk menyelidiki implementasi pembelajaran sosial emosional di berbagai institusi pendidikan dan kaitannya dengan pencapaian akademik dan non-akademik peserta didik. Keterampilan sosial emosional merupakan hal yang penting untuk dimiliki karena memiliki dampak jangka panjang yang dapat dirasakan dalam berbagai aspek kehidupan. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, dan mensintesis berbagai literatur yang terkait dengan topik penelitian. Variabel-variabel yang diteliti meliputi metode pengembangan kompetensi sosial emosional, penerapan pembelajaran sosial emosional, dan kaitannya dengan pencapaian peserta didik baik akademik maupun non-akademik. Data-data diperoleh dari pencarian literatur mengenai temuan-temuan terkait kompetensi sosial emosional yang dilakukan selama 5 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran sosial emosional dilakukan melalui berbagai metode dan pendekatan di berbagai jenjang institusi pendidikan. Selain itu juga ditemukan bahwa pembelajaran sosial emosional memiliki pengaruh yang positif terhadap pencapaian akademik maupun non akademik peserta didik. Peserta didik dengan keterampilan sosial emosional yang baik pada umumnya memiliki skor akademik yang lebih baik ketimbang rekannya yang tidak memiliki keterampilan tersebut. Mereka juga merasa lebih bahagia dan memiliki kesehatan mental yang lebih baik, memiliki tingkat kehadiran yang tinggi di kelas dan jarang terlibat masalah dengan temannya. Kata Kunci: pembelajaran sosial emosional; pencapaian akademik; pencapaian non-akademik
SDGs-based adaptive curriculum model to improve education quality in the digital age Eva Puspitasari
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.75791

Abstract

The rapid advancement of technology and global sustainability issues demand innovations in educational curricula aligned with the Sustainable Development Goals (SDGs), specifically SDG 4 on quality education. This article examines the development of an adaptive curriculum model based on SDGs designed to enhance education quality in the digital era. Emphasizing 21st-century skills, such as critical thinking, creativity, collaboration, and digital literacy, this model prepares students to respond more to global challenges. The research employs a descriptive qualitative approach through a literature review, analyzing sources related to SDG implementation in education. Findings indicate that integrating technology into the curriculum enables more inclusive and interactive learning, reaching students in remote areas. The Project-Based Learning (PjBL) and Problem-Based Learning (PBL) approaches adopted in this curriculum have proven effective in enhancing students' skills in solving real-world problems. In conclusion, this SDG-based adaptive curriculum model has the potential to create a generation that is not only academically competent but also socially aware and sustainability-oriented, providing essential skills for navigating dynamic global changes.   Abstrak Perkembangan teknologi yang pesat dan isu keberlanjutan global menuntut adanya inovasi dalam kurikulum pendidikan, yang relevan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas. Artikel ini mengkaji pengembangan model kurikulum adaptif berbasis SDGs yang dirancang untuk meningkatkan kualitas pendidikan di era digital. Dengan menekankan pada keterampilan abad 21, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan literasi digital, model ini bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik agar lebih responsif terhadap tantangan global. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi pustaka, yang menganalisis sumber literatur terkait penerapan SDGs dalam pendidikan. Hasilnya menunjukkan bahwa integrasi teknologi dalam kurikulum memungkinkan pembelajaran yang lebih inklusif dan interaktif, serta menjangkau peserta didik di daerah terpencil. Pendekatan Project-Based Learning (PjBL) dan Problem-Based Learning (PBL) yang diadopsi dalam kurikulum ini terbukti efektif dalam mengasah keterampilan peserta didik dalam memecahkan masalah nyata. Kesimpulannya, kurikulum adaptif berbasis SDGs ini berpotensi menciptakan generasi yang tidak hanya cakap secara akademis, tetapi juga berkesadaran sosial dan berorientasi pada keberlanjutan, yang menjadi modal penting dalam menghadapi perubahan global yang dinamis. Kata Kunci: era digital; kurikulum adaptif; Sustainable Development Goals (SDGs)
Enhancing learning through teachers' pedagogical skills: Self-efficacy, self-regulation, and school climate R. Anggi Apriyani Usman; Endang Supardi; Kusnendi Kusnendi
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.73323

Abstract

This research is motivated by the student's learning outcomes in the economics of SMA Negeri in Jakarta Timur, which did not reach the Minimum Completeness Criteria (KKM). This research aims to analyze the role of school climate in influencing teachers' pedagogical competence on learning outcomes through students' self-efficacy and self-regulation. The method used is a correlational study with a sample of 138 grade IX social science students selected randomly. Data were collected through questionnaires and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM). The results show that teachers' pedagogical competence, students' self-efficacy, self-regulation, and school climate are high, while students' economics learning outcomes are moderate. Self-efficacy mediates the effect of teachers' pedagogical competence on learning outcomes. Self-regulation does not mediate this effect. School climate does not moderate the indirect effect of teachers' pedagogical competence through self-efficacy on learning outcomes. School climate also does not moderate the indirect effect of teachers' pedagogical competence through self-regulation on learning outcomes.   Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil belajar ekonomi peserta didik SMA Negeri di Jakarta Timur yang tidak memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Tujuan penelitian ini untuk mengkaji peran iklim sekolah dalam mempengaruhi kompetensi pedagogik guru terhadap hasil belajar melalui efikasi diri dan regulasi diri peserta didik. Metode yang digunakan adalah studi korelasional dengan sampel 138 peserta didik kelas IX IPS yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui angket dan dianalisis menggunakan structural equation modeling (SEM). Hasilnya menunjukkan kompetensi pedagogik guru, efikasi diri, regulasi diri peserta didik, dan iklim sekolah berada pada tingkat tinggi, tetapi hasil belajar ekonomi peserta didik berada pada tingkat moderat. Efikasi diri memediasi pengaruh kompetensi pedagogik guru terhadap hasil belajar. Regulasi diri tidak memediasi pengaruh tersebut. Iklim sekolah tidak memoderasi pengaruh tidak langsung kompetensi pedagogik guru melalui efikasi diri terhadap hasil belajar. Iklim sekolah juga tidak memoderasi pengaruh tidak langsung kompetensi pedagogik guru melalui regulasi diri terhadap hasil belajar. Kata Kunci: efikasi diri; hasil belajar; iklim sekolah; kompetensi pedagogik guru; regulasi diri
Bibliometric analysis: Economics curriculum development in the 21st century 2015-2024 Komang Ade Komala Savitri; Hari Mulyadi; Endang Supardi
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.75519

Abstract

Economic curriculum development is a crucial aspect in the effort to improve the quality of education and prepare future generations to face various challenges in the 21st century. A good curriculum is designed to achieve the desired cognitive, affective, and psychomotor educational goals. This study aims to identify publications related to economic curriculum development and describe the characteristics of this research. The bibliometric Analysis method was used in this research. The results showed that the number of publications containing economic curriculum development in the 21st Century increased yearly from 2015 to 2022 and decreased from 2023 to 2024. The number of documents that contain this is still relatively small, with two papers by Budiwati. At the same time, the authors with the most citations with two citations are Budiwati and Dahlan. INA-Rxiv holds the top position as the publisher with the most four documents. New themes that emerged in this field were "development", "learning" and "curriculum".   Abstrak Pengembangan kurikulum ekonomi merupakan aspek penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan generasi mendatang untuk menghadapi berbagai tantangan di abad ke-21. Kurikulum yang baik dirancang untuk mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan, baik dalam aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi publikasi yang terkait dengan pengembangan kurikulum ekonomi dan mendeskripsikan karakteristik penelitian tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Bibliometrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah publikasi yang mengandung pengembangan kurikulum ekonomi di abad ke-21 mengalami peningkatan setiap tahun dari 2015 sampai tahun 2022, dan mengalami penurunan pada tahun 2023 sampai tahun 2024. Jumlah dokumen yang membahas topik ini masih relatif sedikit, dengan 2 dokumen yang ditulis oleh Budiwati, sedangkan penulis dengan kutipan terbanyak dengan 2 kutipan adalah Budiwati dan Dahlan. INA-Rxiv menempati posisi teratas sebagai penerbit dengan jumlah dokumen terbanyak, yaitu 4 dokumen. Tema baru yang muncul di bidang ini adalah "pengembangan", "pembelajaran", dan "kurikulum". Kata Kunci: analisis bibliometrik; kurikulum ekonomi; pengembangan kurikulum
Aligning Islamic education with the challenges of the Industrial Revolution 4.0: Opportunity or threat? M. Abdul Rahman Hakim; Nazih Sadatul Kahfi; Alza Nabiel Zamzami; Mahfud Junaedi; Abdul Wahib
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.75853

Abstract

This research aligned Islamic religious education with the challenges of the Industrial Revolution 4.0 to create an Islamic education environment following modernization. Today's industrial revolution has positively impacted all aspects of life, including education, but only some individuals can utilize it properly. Many deviations occur in the current generation, both in moral and social aspects. This research uses qualitative research with a literature study approach. Primary and secondary data sources used include books, scientific articles, and other literature relevant to the theme. To align Islamic education with the Industrial Revolution 4.0, it is necessary to modernize the Islamic education environment; to develop and implement Islamic education, there must be strong collaboration and joint responsibility between the school environment, family, government, and society. This is applied as a reference for the current generation to use the industrial revolution, which is developing significantly. With various challenges and solutions, instead of digitalization being a threat, it can be an opportunity to effectively align digitalization with education to achieve educational goals and Indonesia's sustainable development goals.   Abstrak Penelitian ini dilakukan bertujuan guna menyelaraskan pendidikan agama islam dengan tantangan revolusi industri 4.0 demi menciptakan lingkungan pendidikan islam yang sesuai dengan modernisasi pada saat ini. Revolusi industri pada hari ini membawa banyak dampak positif bagi semua aspek kehidupan tidak terkecuali pendidikan, namun pada realitanya tidak banyak individu yang dapat memanfaatkan hal tersebut dengan baik. Banyak penyimpangan yang terjadi pada generasi saat ini, baik dalam aspek moral maupun sosial. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Sumber data primer dan sekunder yang digunakan seperti, buku, artikel ilmiah, dan juga literatur lainya yang relevan dengan tema terkait. Guna menyelaraskan pendidikan islam dan revolusi industri 4.0 perlu dilakukan dengan modernisasi lingkungan pendidikan islam, demi mengembangkan dan menerapkan pendidikan islam dilingkungan harus terdapat suatu kolaborasi yang kuat dan menjadi tanggung jawab bersama, antara lingkungan sekolah, keluarga, pemerintah, dan juga masyarakat seperti pengembangan aplikasi. Hal ini diaplikasikan dengan tujuan dapat menjadi acuan bagi generasi saat ini dalam memanfaatkan revolusi industri yang berkembang secara signifikan. Dengan berbagai tantangan dan solusi yang ada, alih alih digitalisasi menjadi suatu ancaman tetapi dapat menjadi peluang dengan cara menyeleraskan digitalisasi terhadap pendidikan secara efektif hingga tercapainya tujuan pendidikan guna mewujudkan program tujuan pembangunan keberlanjutan di indonesia Kata Kunci: keselarasan; pendidikan agama Islam; revolusi industri 4.0
The influence of animation video media on the interests and learning outcomes of elementary school students Sintya Hayaturrohmah; Suwito Eko Pramono; Arief Yulianto
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.75524

Abstract

This study aims to determine the effect of using animated video content on the learning outcomes and interests of SD Negeri Parebon 03 fourth-grade students. The research methodology used is a quantitative approach. In this study, student involvement and learning outcomes are the dependent variables, while animated video content is the independent variable. The sample used in this study was 28 fourth-grade students. The data collection method used was a multiple-choice learning outcome questionnaire that had been validated for validity, an interest questionnaire, and observation. Using basic linear regression tests, descriptive and inferential analysis techniques were used to analyze the data. The average score before therapy was 52. After treatment, the average score increased to 84 for descriptive statistical analysis. Examining inferential statistics of animated video content on test-based learning interest tests showed increased learning interest. At the same time, animated video content showed increased learning outcomes. In conclusion, the interest and learning outcomes of SD Negeri Palebon 03 fourth-grade students on plant breeding material were significantly influenced by animated video content.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan konten video animasi terhadap hasil dan minat belajar siswa kelas IV SD Negeri Parebon 03. Metodologi peneltiian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Dalam penelitian ini keterlibatan siswa dan hasil belajar menjadi variabel terikat, sedangkan konten video animasi menjadi variabel bebas. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV sebanyak 28 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket hasil belajar pilihan ganda yang telah tervalidasi validitas, angket minat, dan observasi. Dengan menggunakan uji regresi linier dasar, teknik analisis deskriptif dan inferensial digunakan untuk menganalisis data. Skor rata-rata sebelum terapi adalah 52, dan setelah perlakuan, skor rata-rata meningkat menjadi 84 untuk analisis statistik deskriptif. Pemeriksaan statistik inferensial konten video animasi pada tes minat belajar berbasis tes menunjukkan peningkatan terhadap minat belajar. Sedangkan konten video animasi menunjukkan peningkatan terhadap hasil belajar. Kesimpulannya, minat dan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Palebon 03 terhadap materi pemuliaan tanaman dipengaruhi secara signifikan oleh konten video animasi. Kata Kunci: hasil belajar; minat belajar; video animasi
Development of Arabic learning in 21st-century skills at MAN 4 JakartaDasep Bayu Ahyar Dasep Bayu Ahyar
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.75973

Abstract

Arabic language learning in the 21st century must integrate critical thinking, communication, collaboration, and creativity. However, the lack of contextual teaching materials and limited digital technology integration hinders students from actively engaging with the language. This study will analyze how Arabic language learning at MAN 4 Jakarta incorporates 21st-century skills and identify factors that support or hinder its success. Using a descriptive qualitative approach with a case study, data were collected through interviews, observations, and documentation supported by 21st-century Arabic language learning literature. The findings show that Arabic learning at MAN 4 Jakarta is technology-based, aligned with the Merdeka Curriculum, and developed in collaboration with the Kementerian Agama and Erlangga. The primary method used is Nadzariyatul Wihdah, complemented by media such as laptops, PowerPoint, projectors, audiovisuals, and digital learning platforms. Despite innovations, challenges remain, including limited human resources, methods, media, time, teacher training, and student motivation.   Abstrak Pembelajaran bahasa Arab di abad 21 perlu dirancang untuk mengakomodasi keterampilan seperti berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas. Namun, kurangnya materi ajar yang kontekstual dan minimnya integrasi teknologi digital membuat pembelajaran kurang menarik dan menghambat siswa dalam mengaplikasikan bahasa Arab secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan sejauh mana pembelajaran bahasa Arab di MAN 4 Jakarta telah mengintegrasikan keterampilan abad 21 serta mengidentifikasi berbagai aspek yang mendukung dan menghambat keberhasilannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, serta didukung analisis literatur terkait pembelajaran bahasa Arab abad 21. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Arab di MAN 4 Jakarta telah berbasis teknologi dengan penerapan Kurikulum Merdeka. Hasil penelitian ditemukan substansi bahan ajar bahasa Arab di MAN 4 Jakarta telah sesuai dengan Kurikulum Merdeka, dikembangkan melalui kolaborasi buku Kementerian Agama dan Erlangga. Metode utama yang digunakan adalah Nadzariyatul Wihdah, dengan dukungan media seperti laptop, PowerPoint, proyektor, audio visual, dan platform pembelajaran digital. Meski inovasi berkembang, pembelajaran Bahasa Arab MAN 4 Jakarta masih menghadapi kendala seperti keterbatasan SDM, metode, media, waktu, pelatihan guru, dan motivasi siswa. Kata Kunci: bahasa arab; keterampilan abad 21; kompetensi guru; pengembangan materi