cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Khusus
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 428 Documents
PERANAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PENDIDIKAN SEKS ANAK TUNAGRAHITA KELAS III SEKOLAH DASAR DI SLB , NURMAYA; SUDARTO, ZAINI
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola asuh merupakan bentuk rasa tanggung jawab orang tua terhadap anak yang diwujudkan dalam bentuk perlakuan dan penanganan kepada anak sesuai dengan kebutuhan pada tahap pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satu bentuk pemenuhan kebutuhan yang perlu diberikan orang tua anak tunagrahita ialah pada saat terjadinya perkembangan pada aspek biologis anak. Anak tunagrahita akan mengalami kematangan hormon, kematangan organ reproduksi, serta kematangan seksual. Apabila tidak diberikan pendidikan yang tepat maka akan berdampak pada perilaku seksual anak. Tujuan penelitian ini adalah Mendeskripsikan pola asuh orang tua anak tunagrahita di SLB-C AKW II Surabaya, mendeskripsikan perilaku seksual anak tunagrahita dalam menerapkan pendidikan seks di kehidupan sehari-hari, serta mendeskripsikan pola asuh orang tua dalam pendidikan seks anak tunagrahita kelas III di SLB-C AKW II Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode deksriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu: kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan dari penelitian ini ialah:1) bentuk-bentuk pola asuh yang umum digunakan ialah pola asuh authoritarian (keras), pola asuh permissive (bebas), dan pola asuh authoritative (bijaksana). 2) perkembangan seksualitas anak tunagrahita mengalami perkembangan seperti anak normal pada umumnya. Anak mengalami kematangan hormon maupun organ-organ reproduksi. Namun, perkembangan-perkembangan tersebut tidak diimbangi dengan perkembangan fungsi kecerdasannya, sehingga tidak adanya pengontrol yang mampu membatasi perilaku anak. Maka dari itu anak tunagrahita sering melakukan berbagai macam perilaku seksual yang menyimpang yang hanya dilandasi oleh rasa senang tanpa adanya pemikiran mengenai akibat dari perilakunya tersebut. 3) orang tua belum mampu memberikan pola asuh yang tepat dalam hal pemberian pendidikan seks terhadap anak tunagrahita. Kata Kunci: Pola Asuh Orang Tua, Pendidikan Seks, Anak Tuna Grahita.
DAMPAK KECENDERUNGAN POLA ASUH ORANGTUA TERHADAP PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL ANAK ASD (AUTISTIC SPECTRUM DISORDER) TINGKAT SEKOLAH DASAR WAHYU SAFITRI, RANI; , YULIYATI
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orangtua memiliki kewajiban untuk mendidik, memelihara, serta mensejahterakan anaknya. Dalam hal ini, orangtua memiliki kendali besar dalam memainkan peran penting dalam membantu perkembangan sosial anak dengan lingkungannya dan memulai dengan kontak antara anak dengan teman bermain yang potensial. Pengasuhan/pola asuh orangtua juga dapat membentuk tingkah laku anak di lingkungan sosialnya. Perkembangan sosial pada anak-anak tumbuh dan berkembang dari hubungan yang terjalin erat antara mereka dengan orangtua, pengasuh, atau keluarga lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pola asuh orangtua, hambatan yang dihadapi orangtua dalam menerapkan pola asuh orangtua, dan solusi yang dilakukan orangtua untuk mengatasi hambatan dalam pelaksanaan pola asuh orangtua serta dampaknya terhadap perkembangan psikososial anak ASD (Autistic Spectrum Disorder). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dalam pengumpulan data, penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan yang menjadi subjeknya adalah 5 orangtua, 2 pengasuh selain orangtua, dan 5 anak ASD (Autistic Spectrum Disorder). Dan teknik analisis data yang digunakan adalah melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 5 dari 7 orangtua/pengasuh yang memiliki anak ASD (Autistic Spectrum Disorder) di SLB Harmoni Sidoarjo menggunakan pola asuh Authoritative sebagai pola asuh primer dan pola asuh Authoritarian sebagai pola asuh sekunder. Dan dalam perkembangan psikososial anak ASD (Autistic Spectrum Disorder), sebanyak 20% anak baik, 40% anak cukup baik, dan 40% anak sisanya masih kurang dalam perkembangan psikososialnya.. Hambatan dalam menerapkan pola asuh orangtua kepada anak ASD (Autistic Spectrum Disorder), terletak pada orangtua dan anak. Sehingga dapat dikatakan bahwa pengasuhan/pola asuh orangtua tidak menjadi satu-satunya faktor dalam perkembangan psikososial anak ASD (Autistic Spectrum Disorder), meskipun pengasuhan/pola asuh orangtua menjadi peran pentingdan faktor utama dalam mengembangkan psikososial anak ASD (Autistic Spectrum Disorder). Solusi yang dilakukan oleh orangtua/pengasuh adalah dengan memberikan toleransi pada anak, memenuhi kebutuhan anak, serta memantau perkembangan anak. Kata Kunci: Pola Asuh Orangtua, Perkembangan Psikososial, Anak ASD (Autistic Spectrum Disorder) Parents had obligation to educate, to keep, and to give welfare their children. In this case, the parents had big reins in playing the important role to help the children?s social development with their environment and began with the contact between the children and their potential playmate. Parenting or parents? nursing pattern could also form the children?s act in their social environment. The children?s social development grew and developed from tightly intertwined relationships between the children and parents, caretakers, or other families. This research had purpose to describe the implementation of parents? nursing pattern, to describe the hindrance faced by the parents in applying the nursing pattern, and to describe the solution which had ever been done by the parents to solve the hindrance in implementing the parents? nursing pattern and the impact toward the development of ASD (Autistic Spectrum Disorder) children?s psychosocial. This research used descriptive research kind with qualitative approach. In collecting data, this research used interview technique, observation, and documentation. The subjects of this research were five parents, two caretakers except parents, and five ASD (Autistic Spectrum Disorder) children and the technique of data analysis used was through the steps of condensation data, presentation data, and taking conclusion. The research result indicated that there were five of seven parents / caretakers who had ASD (Autistic Spectrum Disorder) children in SLB Harmoni Sidoarjo using authoritative nursing pattern as the primary nursing pattern and authoritarian nursing pattern as the secondary nursing pattern. And, in the development of ASD (Autistic Spectrum Disorder) children?s psychosocial, there were 20% good children, 40% good enough children, and 40% rest children who were still less in their psychosocial development. The hindrance in applying the parents? nursing pattern to ASD (Autistic Spectrum Disorder) children was to the parents and the children so that it could be stated that the parenting / parents? nursing pattern did not become the only one factor in the psychosocial development of ASD (Autistic Spectrum Disorder) children although parenting / parents? nursing pattern became the important role and the main factor in developing the psychosocial of ASD (Autistic Spectrum Disorder) children. The solutions done by the parents / caretakers were to give tolerance to the children, to fill the children?s needs, and to monitor the children?s development. Keywords: Parents? nursing pattern, psychosocial development, ASD (Autistic Spectrum Disorder) children.
MODEL EXPLICIT INSTRUCTION TERHADAP KEMAMPUAN MAKAN BAGI ANAK TUNANETRA DENGAN HAMBATAN KECERDASAN YUSUFA EKO ARSIAN, ILHAM; , PAMUJI
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPENGARUH MODEL EXPLICIT INSTRUCTION TERHADAP KEMAMPUAN MAKAN ANAK TUNANETRA DENGAN HAMBATAN KECERDASANPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan makan yang masih perlu dikembangkan pada anak tunanetra dengan hambatan kecerdasan. Dalam hal ini yang menyebabkan anak belum menguasai kemampuan makan adalah kurangnya pembiasaan dan juga sikap overprotektif. Dalam penelitian ini kemampuan makan anak tunanetra dengan hambatan kecerdasan ditingkatkan melalui model explicit instruction. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh model explicit instruction terhadap kemampuan makan anak tunanetra dengan hambatan kecerdasan di SLB-A YPAB Gebang Surabaya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis pre eksperimen dan rancangan one group pre test-post test design. Teknik statistik yang digunakan dalam analisis data adalah wilcoxon. Teknik pengumpulan data berupa tes, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan Zh=2,20 lebih besar dibanding nilai krisis 5% Zt=1,96 yang dapat diartikan bahwa ada pengaruh model explicit instruction terhadap kemampuan makan anak tunanetra dengan hambatan kecerdasan. Kata kunci: Model, Explicit instruction, kemampuan makan.
KEMAMPUAN KOMUNIKASI ANAK MDVI (MULTIPLE DISABILITY WITH VISUAL IMPAIRMENT) DALAM INTERAKSI SOSIAL DI SMPLB FITRIA ALFAATHIR, NUR; , PAMUJI
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK KEMAMPUAN KOMUNIKASI ANAK MDVI (MULTIPLE DISABILITY WITH VISUAL IMPAIRMENT) DALAM INTERAKSI SOSIAL DI YPAB GEBANG PUTIH SURABAYA Nama : Nur Fitria Alfaathir NIM : 14010044095 Jurusan : S1- Pendidikan Luar Biasa Fakultas : Ilmu Pendidikan Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Drs.Pamuji, M.Kes. Adanya komunikasi dalam membentuk interaksi sosial dengan orang lain sangatlah penting dimana komunikasi yang ada akan dapat menimbulkan timbal balik dan saling mempengaruhi. Walaupun begitu tidak semua orang dapat berkomunikasi dengan baik dan mampu berinteraksi sosial dengan baik seperti yang terjadi pada anak MDVI dimana adanya keterbatasan yang dimiliki anak MDVI sehingga komunikasi yang terjadi dalam interaksi sosial menjadi tidak maksimal . Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi anak MDVI dengan teman sebayanya dan juga terhadap gurunya dalam interaksi sosial yang dilakukan di YPAB Gebang Putih Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk penelitian ini yaitu dengan wawancara, observasi dan juga dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu mengoleksi data, mereduksi data, menyajikan data, lalu setelah itu penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kemampuan komunikasi dalam interaksi social dengan teman sebaya dan dengan guru yang dilakukan oleh setiap subyek penelitian berbeda-beda hasilnya dimana komunikasi verbal dan non verbal ternyata tidak begitu berpengaruh besar terhadap interaksi social seseorang. Selain itu adanya hambatan tambahan pada anak MDVI yang ada ternyata dapat berpengaruh dalam komunikasi dan interaksi social setiap subek penelitian. Kata Kunci: Kemampuan Komunikasi, Interaksi Sosial, Anak MDVI, Anak Tunanetra
IMPLEMENTASI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER BAGI PESERTA DIDIK TUNARUNGU DI SMPLB RAHMAN, ABDUL; , SUJARWANTO
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pendidikan dii luar jam pelajaran biasa yang bisa dilakukan di sekolah maupun luarr sekolah untuk membantu pengembangan peserta didik sesuaii dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minatt peserta didik melaluii kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan dii sekolah secara berkala dan terprogram. Melalui partisipasii peserta didikktunarungu dalam kegiatan ekstrakurikuler, peserta didikktunarungu dapat belajar dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dengan orang lain, serta menemukan dan mengembangkan potensinya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan implementasi kegiatan ekstrakurikuler bagi peserta didik tunarungu di SMPLB-B Dharma Wanita Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Adapun dalam penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif self ? report (laporan diri). Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan langkah-langkah diantarannya kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan: 1) kegiatan ekstrakurikuler bagi peserta didik tunarungu bertujuan untuk menambah wawasan, mengembangkan bakat dan minat, meningkatkan kemampuan untuk mandiri dan meningkatkan keterampilan serta kreativitas, 2) fungsi kegiatan ekstrakurikuler bagi peserta didik tunarungu untuk mendukung perkembangan personal, mengembangkan kemampuan dan kreativitas peserta didik tunarungu sesuai dengan potensi, bakat dan minat, memperluas pengalaman sosial, menjadikan suasana kegiatan ekstrakurikuler menjadi lebih menarik dan berperan untuk kesiapan karier peserta didik tunarungu, 3) prinsip - prinsip dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler diperhatikani dan dijalankan agar mendapat hasil maksimal dan sama sekali tidak dapat mengabaikan salah satu dari iprinsip-prinsipi kegiatani ekstrakurikuler, 4) bentuk kegiatan ekstrakurikuler di SMPLB-B Dharma Wanita Sidoarjo berupa krida: pramuka, latihan olah-bakat dan latihan olah-minat: renang, futsal, dan tari, dan keagamaan kegiatan mengaji, 5) mekanisme kegiatan ekstrakurikuler bagi peserta didik tunarungu di SMPLB-B Dharma Wanita Sidoarjo meliputi: pengembangan kegiatan ekstrakurikuler, pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler, penilaian kegiatan ekstrakurikuler dan evaluasi kegiatan ekstrakurikuler. Kata Kunci: Implementasi Kegiatan Ekstrakurikuler, Peserta Didik Tunarungu
PERMAINAN TEKA-TEKI SILANG BERGAMBAR TERHADAP PENGUASAAN KOSAKATA SISWA TUNARUNGU PURWOKO, BAYU; MASITOH, SITI
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKesulitan komunikasi siswa tunarungu yang mengakibatkan terbatasnya penguasaan kosakata menimbulkan permasalahan komunikasi serta akan terganggunya proses pembelajaran dan penyampaian materi. Teka-teki silang salah satu permainan bahasa yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan kosakata. Tujuan penelitian ini untuk menguji pengaruh permainan teka-teki silang bergambar terhadap penguasaan kosakata siswa tunarungu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pre-eksperimental, dan rancangan penelitian one-group pretest-posttest design. Subjek dalam penelitian ini 9 siswa tunarungu kelas II di SDLB-B Karya Mulia, Surabaya. Teknik pengumpulan data berupa obeservasi dan tes, dan teknik analisis data menggunakan statistik non parametik dengan uji Wilcoxon. Berdasarkan hasil tes kemampuan penguasaan kosakata siswa tunarungu di SDLB-B Karya Mulia, ada pengaruh penerapan permainan teka-teki silang bergambar pada penguasaan kosakata siswa tunarungu. Dapat disimpulkan dari penelitian ini penggunaan permainan teka-teki silang bergambar dalam pembelajaran penguasaan kosakata siswa tunarungu memiliki pengaruh positif terhadap penguasaan kosakata siswa. Kata kunci : Teka-teki silang bergambar, Penguasaan Kosakata, Siswa Tunarungu.ABSTRACTCommunication difficulties deaf students have resulted in limited vocabulary will cause communication problems as well as the disruption of the learning process and delivery of learning materials. Crossword one language game that can be used to develop vocabulary skills. The purpose of this study was to examine the effect of crossword puzzle games on the mastery of vocabulary of deaf students. This research uses quantitative research approach with pre-experimental research type, and one-group pretest-posttest design. Subjects in this study 9 hearing impairment students of class II in SDLB-B Karya Mulia I Surabaya. Data collection techniques in the form of observation and test. While the technique of data analysis using non parametik statistic with Wilcoxon test. Based on test results vocabulary ability of deaf students in SDLB-B Karya Mulia, there is influence of the application of crossword puzzle game on the mastery of vocabulary of deaf students. Can be concluded from this research the use of crossword puzzle game with picture in learning mastery of vocabulary of deaf students has a positive influence on student vocabulary mastery. Keywords: crossword puzzle game with picture, vocabulary mastery, hearing impairment students.
METODE BERCERITA BERMEDIA POP UP BOOK TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA ANAK TUNAGRAHITA SLB FATIMATUL AMALAH, AYU; MAHMUDAH, SITI
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENGARUH METODE BERCERITA BERMEDIA POP UP BOOK TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA ANAK TUNAGRAHITA DI SLB AL-FALAH SEMBAYAT GRESIK Nama : Ayu Fatimatul Amalah NIM : 14010044054 Program Studi : S-1 Jurusan : Pendidikan Luar Biasa Fakultas : Ilmu Pendidikan Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dra. Hj. Siti Mahmudah, M. Kes. Hasil observasi awal di SLB Al-Falah Sembayat Gresik, anak tunagrahita kelas V dan VI kemampuan berbicaranya masih kurang bila dibandingkan anak usia sebayanya. Dan media pembelajaran yang digunakan masih terbatas terutama untuk bidang studi Bahasa Indonesia aspek kemampuan berbicara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh metode bercerita bermedia pop up book terhadap kemampuan berbicara pada anak tunagrahita di SLB Al-Falah Sembayat, Kabupaten Gresik. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pre eksperimen dan rancangan penelitian the one group pre-test and post-test design. Jumlah subjek penelitian sebanyak sepuluh anak, masing-masing enam anak dari kelas V SDLB dan empat anak dari kelas VI SDLB. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes serta dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis data statistik non parametrik, karena jumlah subjek yang sedikit. Rumus yang digunakan adalah uji tanda. Hasil analisis data diperoleh nilai p tabel sebesar 0,002, sedangkan nilai krisis 5% 0,05 , maka dapat disimpulkan bahwa p tabel < nilai krisis 5%. Hal ini berarti bahwa ada pengaruh metode bercerita bermedia pop up book terhadap kemampuan berbicara anak tunagrahita di SLB Al-Falah Sembayat Gresik. Kata kunci : pop up book, kemampuan berbicara, anak tunagrahita
KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU UNTUK MEMOTIVASI BELAJAR PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS , MEGAWATI; KURROTUN AININ, IMA
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi Interpersonal merupakan suatu proses komunikasi yang berjalan antara dua orang atau beberapa orang yang bertujuan menemukan diri sendiri, menemukan dunia luar, membentuk dan menjaga hubungan yang penuh arti, merubah sikap dan tingkah laku. Komunikasi dapat terhambat jika penerima pesan tidak dapat mengolah dan menrima pesan dengan baik, dalam penelitian ini adalah anak slow learner, dengan tingkat motivasi yang rendah, anak slow learner tidak dapat menerima pesan dengan baik, sehingga proses belajar mengajar dapat terhambat. Penelitan ini bertujuan untuk mendeskripsikan komunikasi interpersonal guru untuk memotivasi siswa slow learner pada saat proses belajar mengajar di SDN Babatan IV Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif Teknik yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori pendukung berdasarkan teori Joseph A. DeVito. Karakteristik komunikasi interpersonal menurut DeVito: keterbukaan (openess), empati (emphaty), dukungan (supportiveness), sikap positif (positiveness), dan kesamaan (equal). Setelah peneliti melakukan penelitian, maka diperoleh hasil penelitian bahwa kurangnya kefokusan siswa dan pemahaman siswa ketika guru berkomunikasi atau menyampaikan pesan. Sehingga guru harus mengulang pesan yang telah disampaikan.
MODEL PEMBELAJARAN KUANTUM TERHADAP KEMAMPUAN BINA DIRI ANAK TUNAGRAHITA SEDANG DI SEKOLAH LUAR BIASA SETIYA DEWI, AYU; RIANTO, EDY
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK MODEL PEMBELAJARAN KUANTUM TERHADAP KEMAMPUAN BINA DIRI ANAK TUNAGRAHITA SEDANG DI SLB Nama : Ayu Setiya Dewi NIM : 14010044023 Program Studi : S-1 Jurusan : Pendidikan Luar Biasa Fakultas : Fakultas Ilmu pendidikan Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Drs. Edy Rianto, M.Pd Kemampuan bina diri anak tunagrahita sedang masih kurang dalam aspek makan menggunakan sendok dengan benar secara mandiri. Berkaitan dengan hal tersebut pada penelitian ini mengenai kemapuan bina diri anak tunagrahita sedang di SLB Siti Hajar Sidoarjo kelas rendah sekolah dasar, yang perlu ditingkatkan atau dioptimalkan dengan memberikan model pembelajaran kuantum dalam membelajarkan bina diri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran kuantum terhadap kemampuan bina diri anak tunagrahita sedang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis pre experimental design dan rancangan one group pre test-post test design. Teknik statistik yang digunakan dalam analisis penelitian ini adalah wilcoxon match pairs test. Teknik pengumpulan data berupa tes unjuk kerja dengan penilaian menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan ketika sebelum diberikan perlakuan (pre-test) diperoleh nilai rata-rata 55,76 dan setelah diberikan perlakuan (post-test) diperoleh nilai rata-rata 83,78. Sedangkan analisis data menunjukkan bahwa Zh=2,36 lebih besar dibandingkan nilai krisis 5% Zt=1,96 yang dapat diartikan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga ada pengaruh model pembelajaran kuantum terhadap kemampuan bina diri anak tunagrahita sedang di SLB Siti Hajar Sidoarjo. Kata kunci: Model Pembelajaran Kuantum, Bina Diri, Tunagrahita Sedang ABSTRACT THE INFLUENCE OF QUANTUM LEARNING MODEL TOWARD SELF-GUIDE ABILITY OF MID MENTALLY RETARDATION CHILDREN IN SLB SITI HAJAR SIDOARJO Name : Ayu Setiya Dewi NIM : 14010044023 Study Program : S-1 Department : Special Education Faculty : Education Science Institution : Surabaya State University Counselor : Drs. Edy Rianto, M.Pd The self-guide ability of mid mentally retardation was still low in the aspect of eating using spoon well autonomously. In spite of this, this research was about self-guide ability of mid mentally retardation children in SLB Siti Hajar Sidoarjo of elementary school low class which needed to be enhanced or optimized by giving the quantum learning model in learning self-guide. This research had purpose to test the influence of quantum learning model toward self-guide ability of mid mentally retardation children. This research used quantitative approach with pre experimental design kind and the arrangement of one group pre test ? post test design. The statistic analysis used in this research analysis was Wilcoxon match pairs test. The technique of data collection was in the form of work demo test with assessment by using observation sheet. The research result indicated that before giving treatment (pre test) it was obtained average value 55,76 and after giving treatment (post test) it was obtained average value 83,78. The data analysis indicated that Zh = 2,36 was greater than critic value 5% Zt = 1,96 which could be interpreted that Ho was refused and Ha was accepted. So, there was influence of quantum learning model toward self-guide ability of mid mentally retardation children in SLB Siti Hajar Sidoarjo. Keywords: Quantum learning model, self-guide, mid mentally retardation
PENGEMBANGAN BUKU PANDUAN APLIKASI ADOBE PHOTOSHOP CS6 DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN EDITING FOTO SISWA TUNARUNGU TINGKAT SMALB NUR HUMAIDI, HADZIQ; MASITOH, SITI
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adobe Photoshop photo editing skills need to be taught to the students? with deaf because it suits their skill and potential. The purpose of this study is to develop an Adobe Photoshop CS6 guidance book which suit the students with deaf and to test its suitability. Books? practicality and validity test is based on the assessment of material expert, subject teacher, and limited testing toward 3 students with deaf in the XI grade of SLBN Pandaan which the shows good as the result. Based on the practicality and validity test, Adobe Photoshop photo editing skills guidance book is valid and suitable to be used in teaching. The effectiveness test used gain score analysis pretest and posttest toward 6 students with deaf in the%2 grade of SLBN Pandaan, the score shows 0,72 which is a high score. In conclusion, Adobe Photoshop photo editing skills guidance book is effective to be used in developing students with deaf at SMALB photo editing skill.