cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Khusus
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 428 Documents
MODEL OUTDOOR LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN FOTOGRAFI SISWA CEREBRAL PALSY IKBAL HIDAYAT, ANDI; PUDJIASTUTI SARTINAH, ENDANG
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan vokasional yang ada di SMPLB-D YPAC Surabaya yaitu keterampilan fotografi, keterampilan fotografi wajib diberikan kepada semua siswa termasuk siswa cerebral palsy dengan klasifikasi ataxia, paraplegia, spastik dan hemiplegia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh model outdoor learning terhadap keterampilan fotografi pada siswa cerebral palsy. Rancangan penelitian menggunakan pre experimental jenis one-group pretest posttest. Jumlah subyek penelitian sebanyak 8 siswa cerebral palsy. Rata-rata hasil pretest 26,28 dan rata-rata hasil posttest 62,24 dengan pemberian intervensi sebanyak 6 kali pada halaman sekolah. Simpulan hasil penelitian H nol (Ho) ditolak dan hipotesis kerja (Ha) diterima, Z hitung (Zh) = 2,52 lebih besar dari Z tabel (Zt) = 1,96 dengan ? = 5 %. berarti terdapat pengaruh model outddor learning terhadap keterampilan fotografi siswa cerebral palsy Kata Kunci: cerebral palsy, outdoor learning, Fotografi, Ataxia
STUDI DISKRIPTIF PELAKSANAAN METODE MATERNAL REFLEKTIF PADA KEMAMPUAN BERBICARA ANAK TUNARUNGU DI KELAS PERSIAPAN TKLB ULIYAH, FAQIHATUL; PUDJIASTUTI SARTINAH, ENDANG
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode Maternal Reflektif merupakan metode yang menuntut guru berperan seperti ibu bagi anaknya. tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan Metode Maternal Reflektif dalam Pembelajaran Berbicara pada Anak Tunarungu di Kelas Persiapan TKLB-B Pertiwi Kota Mojokerto Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian adalah di SLB-B Pertiwi kota Mojokerto. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan data reduction (reduksi data), data display (penyajian data) dan conclution drawing/verification (penarikan kesimpulan dan verifikasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Metode Maternal Reflektif pada kemampuan berbicara anak tunarungu sudah terlaksana dengan baik dan sesuai dengan RKH yang dibuat oleh guru dan telah disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak. Untuk hambatanya Metode Maternal Reflektif pada kemampuan berbicara anak tunarungu guru mengalami hambatan dalam sarana dan prasarana. Selanjutnya untuk solusi guru memberikan pembelajaran menggunakan bahasa isyarat dengan baik dan benar. Kata kunci : Metode Maternal Reflektif, kemampuan Berbicara, Anak Tunarungu
TUGAS POKOK GURU PEMBIMBING KHUSUS (GPK) DI SDN SURABAYA RAJAB, ABDUL; , BUDIYANTO
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan hasil studi pendahuluan di SDN Babatan V/460 Surabaya menunjukkan ada 61 siswa ABK dengan berbagai ketunaan yang tersebar di kelas satu sampai kelas enam. Sedangkan, hanya ada 6 GPK yang menangani siswa ABK tersebut. Setiap GPK mendampingi tidak kurang dari 8-12 siswa ABK dalam setiap kelas. Hal ini menunjukkan ketidak seimbangan antara jumlah siswa ABK dengan jumlah GPK. Sehingga kondisi ini penting untuk diteliti lebih lanjut tentang tugas pokok GPK. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tugas pokok GPK di SDN Babatan V/460 Surabaya, yaitu membangun sistem koordinasi dan kolaborasi antar dan inter tenaga pendidikan dan kependidikan, serta masyarakat; membangun jejaring kerja antar lembaga; melaksanakan case conference (bedah kasus); menyusun instrumen asesmen akademik dan nonakademik; menyusun program pembelajaran individual bagi peserta didik berkebutuhan khusus; menyusun program layanan kompesatoris bagi peserta didik berkebutuhan khusus; melaksanakan pendampingan dan/atau pembelajaran akademik bagi peserta didik berkebutuhan khusus; memberikan bantuan layanan khusus bagi peserta didik berkebutuhan khusus berupa remidi ataupun pengayaan; melaksanakan pembelajaran khusus di ruang sumber bagi peserta didik yang membutuhkan; melaksanakan layanan kompesatoris sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik; memberikan bimbingan secara berkesinambungan dan membuat catatan khusus kepada peserta didik berkebutuhan khusus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini mendeskripsikan tugas pokok GPK yang ada di SDN Babatan V/460 Surabaya. Data dikumpulkan melalui metode wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi. Selanjutnya, data disajikan secara utuh, diinterpretasikan oleh peneliti, dianalisis dengan mereduksi data dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian dari sebelas tugas pokok GPK yang ada dalam buku pedoman penyelenggaraan pendidikan inklusi menunjukkan bahwa aspek membangun sistem koordinasi dan kolaborasi antar tenaga pendidikan dan kependidikan, aspek menyusun instrumen asesmen akademik dan nonakademik, aspek menyusun program pembelajaran individual, aspek melaksanakan pendampingan dan/atau pembelajaran akademik, aspek melaksanakan pembelajaran khusus di ruang sumber, aspek membuat catatan khusus, telah dilaksanakan oleh GPK. Kemudian, aspek menyusun program layanan kompesatoris dan aspek memberikan pengayaan bagi peserta didik berkebutuhan khusus belum dilakukan oleh GPK. Simpulan dari penelitian ini adalah 90% tugas pokok GPK berdasarkan Buku Pedoman Umum Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif Tahun 2011 telah dilaksanakan oleh GPK di SDN Babatan V/460 Surabaya. Kata kunci: GPK, asesmen, PPI, pendampingan akademik.ABSTRACT Based on the results of a preliminary study at SDN Babatan V / 460 Surabaya, there were 61 students with special needs with various disabilities who were scattered in the first to sixth grades. Whereas, there are only 6 special tutors who handle students with special needs. Each special tutor mentor not less than 8-12 students with special needs in each class. This shows an imbalance between the number of students with special needs and the number of special tutors. So this condition is important to be investigated further about the main task of the special tutor teacher. The purpose of this study was to describe the main tasks of special tutors at the SDN Babatan V / 460 Surabaya, namely to establish a system of coordination and collaboration between and among education and education personnel, as well as the community; build networks between institutions; carry out a case conference (case surgery); compile instruments for academic and non-academic assessment; preparing individual learning programs for students with special needs; compile a comparative service program for students with special needs; carry out mentoring and / or academic learning for students with special needs; provide special services for students with special needs in the form of remedies or enrichment; carry out special learning in the resource room for students who need it; carry out comparative services in accordance with the special needs of students; provide continuous guidance and make special notes to students with special needs. This study uses qualitative research methods with qualitative descriptive research. This study describes the main tasks of special tutor teachers at the SDN Babatan V / 460 Surabaya. Data is collected through interview methods, direct observation, and documentation. Furthermore, the data is presented in full, interpreted by researchers, analyzed by reducing data and verifying data. Based on the results of the research of the eleven main duties of the special counselor teacher in the implementation of inclusive education shows that the aspect of building a system of coordination and collaboration between education and education personnel, aspects of preparing academic and non-academic assessment instruments, aspects of individualized learning programs, aspects of mentoring and / or academic learning, aspects of carrying out specific learning in the source room, aspects of making special notes, have been carried out by special tutors. Then, the aspect of preparing a comparative service program and providing enrichment aspects for students with special needs have not been carried out by special tutors. The conclusions from this study are that 90% of the main task of a special mentor teacher based on the General Guidelines Book for the Implementation of 2011 Inclusive Education has been carried out by a special tutor at the SDN Babatan V / 460 Surabaya. Keywords: special tutor teacher, assessment, individual learning program, academic assistance.
PENERAPAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS COMPUTER ASSISTED INSTRUCTION (CAI) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN LITERAL ANAK AUTIS FATHUR ROHMAH, HESTI; , SUJARWANTO
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan membaca pemahaman literal anak autis yang masih rendah di sekolah inklusi khususnya di SDN Lemah Putro Sidoarjo dan SDN Percobaan Surabaya. Anak autis lebih cepat menerima informasi jika belajar secara visual dengan salah satunya menggunakan media berbasis ICT seperti vidio atau gambar. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan membaca anak autis menggunakan multimedia interaktif berbasis CAI.Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian menggunakan penelitian pre ? eksperimen yaitu one ? group pretest ? postest. Teknis analisis data dalam penelitian ini dengan menggunakan uji non-parametrik dengan menggunakan uji peringkat bertanda wilcoxon. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan teknik tes (Pre ? test dan Post - test). Jumlah subyek yang diguakan berjumlah 6 anak autis ringan yang sudah mampu mengoperasikan komputer dan sudah mampu membaca.Hasil analisis data diatas menggunakan uji non-parametrik dengan menggunakan uji peringkat bertanda wilcoxon. Menunjukkan hasil T (jenjang terkecil) = 0 (nilai min (-) tidak diperhitungkan karena harga mutlak) lebih kecil sama dengan dari T? (tabel) = 0 dengan nilai kritis 5 %. Maka dapat disimpukan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima apabila T lebih kecil sama dengan dari T? (tabel). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan multimedia interaktif berbasis Computer Assisted Instruction dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman literal anak autis. Kata kunci : Multimedia Interaktif, Computer Asssited Instruction ( CAI), Membaca Pemahaman Literal, Anak AutisABSTRACTThis research is motivated by the ability to read literal understanding of autistic children who are still low in inclusive schools, especially in Lemah Putro Sidoarjo Elementary School and Surabaya Experimental Elementary School. Autistic children receive information faster when learning visually with one of them using ICT-based media such as videos or pictures. The purpose of this study is to improve the reading ability of autistic children using CAI-based interactive multimedia.This study uses a quantitative research approach with a research design using pre-experimental research namely one-group pretest - posttest. Technical analysis of data in this study using non-parametric tests using Wilcoxon-marked rank test. Data collected using test techniques (Pre-test and Post-test). The number of subjects used was 6 children with mild autism who were able to operate a computer and were able to read. The results of the analysis of the data above use non-parametric tests using Wilcoxon-marked rank test. Shows the results of T (smallest level) = 0 (min value (-) is not taken into account because the absolute price) is smaller than T? (table) = 0 with a critical value of 5%. Then it can be concluded that Ho is rejected and Ha is accepted if T is smaller than T? (table). Thus it can be concluded that the application of interactive multimedia based on Computer Assisted Instruction can improve the ability to read literal understanding of autistic children. Keywords : Interactive Multimedia, Computer Assisted Instruiction ( CAI), Reading Literal Understanding ,Autistic Children,
OUTDOOR LEARNING BERBANTUAN PEMBELAJARAN LANGSUNG TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL TUMBUHAN MONOKOTIL BAGI SISWA TUNANETRA WIDAYAKA, CITRA; , PAMUJI
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam penting untuk diajarkan bagi siswa tunanetra pada jenjang pendidikan dasar yaitu SD dan juga SMP. Proses belajar siswa tunanetra mengalami kesulitan dalam pembentukan konsep dan pengertian sehingga data, pengalaman, dan pengetahuannya sangat terbatas. Diharapkan melalui outdoor learning berbantuan pembelajaran langsung siswa tunanetra mampu menanamkan kesan dalam ingatannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji pengaruh outdoor learning berbantuan pembelajaran langsung terhadap kemampuan mengenal tumbuhan monokotil bagi siswa tunanetra. Rancangan penelitian ini menggunakan pre-experiment jenis one group pre-test post-test design. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data melalui tes. Teknik dalam menganalisis data yaitu analisis data statistik non parametrik dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian berdasarkan pada nilai Zhitung (Zh) sebesar 2,24 yang berarti lebih besar dari nilai Ztabel (Zt) dengan nilai kritis 5% (untuk menguji dua pihak) sama dengan 1,96, maka terdapat pengaruh yang signifikan outdoor learning berbantuan pembelajaran langsung terhadap kemampuan mengenal tumbuhan monokotil bagi siswa tunanetra. Kata kunci: outdoor learning, pembelajaran langsung, tumbuhan monokotil, tunanetra
MODEL DISCOVERY LEARNING DALAM PENGUASAAN KONSEP PECAHAN SEDERHANA PADA SISWA TUNARUNGU KELAS III SDLB SEPTY NURVIAN, LINARIA; , WAGINO
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENGARUH PENGGUNAANMODEL DISCOVERY LEARNING DALAM PENGUASAAN KOMPETENSI KONSEP PECAHAN SEDERHANA PADA SISWA TUNARUNGU KELAS III SDLB DI BLITAR Nama Mahasiswa : Linaria Septy Nurvian NIM : 12010044019 Program Studi : S-1 Jurusan : Pendidikan Luar Biasa Fakultas : Fakultas Ilmu Pendidikan Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Drs. Wagino, M.Pd Tunarungu memiliki dampak pada kemampuan akademik anak sehingga menyebabkan kurangnya penguasaan kompetensi konsep pecahan sederhana pada anak tunarungu. Oleh karena itu, untuk memecahkan masalah tersebut diperlukan suatu model pembelajaran yang efektif dapat membantu proses pemahaman konsep pecahan sederhana pada anak tunarungu, salah satu model yang dapat diterapkan adalah model Discovery Learning. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penerapan model Discovery Learning dalam penguasaan kompetensi konsep pecahan sederhana pada anak tunarungu. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan pre-experiment dan menggunakan rancangan the one group pre test post test. Hasil penelitian menujukkan bahwa rata-rata hasil nilai pre test adalah sebesar 37,2 dan rata-rata nilai post test adalah 74,3. Hasil uji Wilcoxon yang telah dilakukan diperoleh hasil Zhitung sebesar 4,78. Dan nilai Ztabel dengan nilai kritis 5% (untuk pengujian 2 sisi) adalah 1,96. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa Ha diterima dan Ho ditolak, artinya hasil pretest dan posttest anak pada penguasaan kompetensi konsep pecahan sederhana terdapat perbedaan yang signifikan, sehingga ada pengaruh penerapan model Discovery Learning dalam penguasaan kompetensi konsep pecahan sederhana pada anak tunarungu kelas III SDLB di Blitar. Kata Kunci : Model Discovery Learning, konsep pecahan sederhana. ABSTRACT EFFECT OF USE MODEL DISCOVERY LEARNING IN CONTRIBUTION COMPETENCY CONCEPT OF SIMPLE INFLUENCES ON STUDENTS ARE DEAF CLASS III SDLB IN BLITAR Name of Student : Linaria Septy Nurvian NIM : 12010044019 Study Program : S-1 Major : Special Education Faculty : Faculty of Education Name of Institut : Universitas Negeri Surabaya Supervisor : Drs. Wagino, M.Pd Deaf people have an impact on the childs academic ability causing a lack of mastery of the competence of simple fractional concepts in children with hearing impairment. Therefore, to solve the problem required an effective learning model can help the process of understanding the concept of simple fractions in children with hearing impairment, one model that can be applied is the model Discovery Learning. The purpose of this study is to determine whether there is influence of the application of the model of Discovery Learning in the mastery of the concept of simple fractional concepts in children with hearing impairment. The research method used was quantitative research method with pre-experiment approach and used the one group pre test post test. The results showed that the average pre test result was 37.2 and the average post test was 74.3. Wilcoxon test results that have been done to obtain the result of calculation of 4.78. And the value of Ztabel with a critical value of 5% (for 2-sided test) is 1.96. From these results it can be seen that Ha accepted and Ho is rejected, meaning the result of pretest and posttest of children on the mastery of simple fractional concept competence there is a significant difference, so there is influence of the implementation of the model of Discovery Learning in the mastery of the concept of simple fractions in children with hearing impairment class III SDLB in Blitar . Keywords: Discovery Learning Model, simple fractional concept
METODE DISCRETE TRIAL TRAINING BERMEDIA ANIMASI 2 DIMENSI TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PERMULAAN ANAK AUTIS KRIS WIDYANTI, MARIA; MAHMUDAH, SITI
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENGARUH METODE DISCRETE TRIAL TRAINING BERMEDIA ANIMASI 2 DIMENSI TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PERMULAAN ANAK AUTIS DI SURABAYA Nama : Maria Kris Widyanti NIM : 14010044049 Program Studi : S-1 Jurusan : Pendidikan Luar Biasa Fakultas : Ilmu Pendidikan Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dra. Hj. Siti Mahmudah, M.Kes. Kemampuan menulis merupakan bagian dari motorik halus, motorik halus terdiri dari koordinasi sistem sensorik dan motorik. Anak autis yang tidak dapat menulis dapat disebabkan oleh penguasaan hasil rangsangan menjadi gerakan yang kurang baik, karena itu digunakan metode Discrete Trial Training (DTT) bermedia animasi 2 dimensi karena memakai instruksi singkat serta penerapannya dapat diulang, dan media animasi 2 dimensi dapat menarik minat anak autis secara visual. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh metode DTT bermedia animasi 2 dimensi terhadap kemampuan menulis permulaan anak autis di SLB Happy Angela Center, Surabaya. Pendekatan kuantitatif digunakan, dengan jenis penelitian pre-eksperimental design rancangan one-group pretest-posttest, serta teknik pengumpulan data berupa observasi, tes, dan dokumentasi foto/ video. Data dianalisis menggunakan uji jenjang bertanda Wilcoxon. Hasil menunjukkan nilai T > Ttabel dengan nilai krisis 5%, n= 6, maka Ttabel = 0. Nilai T = 1 > Ttabel = 0, dapat disimpulkan ada pengaruh metode DTT bermedia animasi 2 dimensi terhadap kemampuan menulis permulaan anak autis di SLB Happy Angela Center. Kata Kunci : Anak autis, DTT, Animasi 2D, Menulis PermulaanABSTRACTTHE EFFECT OF DISCRETE TRIAL TRAINING METHODS WITH 2 DIMENSIONAL ANIMATIONS MEDIUM TO WRITTEN EARLY ABILITY OF CHILDREN WITH AUTISM IN SURABAYAName : Maria Kris WidyantiNIM : 14010044049Study Program : S-1Department : Special EducationFaculty : Education ScienceInstitution : Universitas Negeri SurabayaCounsellor : Dra. Hj. Siti Mahmudah, M.Kes. The ability to write is part of the fine motor, fine motor of the sensory and motor systems. Autistic children who cannot write can be used by mastering the results of stimuli into an unfavorable movement, because it is a Discrete Trial Training (DTT) method with 2-dimensional animation media because of its short usage and repeated application, then 2-dimensional animation media can attract children autistic children visually. The purpose of this study is to discuss the ways DTT has 2-dimensional animation media on the ability to write the beginning of autistic children at SLB Happy Angela Center, Surabaya.Quantitative approach is used, with the type of pre-experimental research design of one-group pretest-posttest design, and data collection techniques in the form of observation, tests, and photo / video documentation. Data were analyzed using Wilcoxon-signed level test. The results show the value of Zh> Zt with a crisis value of 5%, n = 6, then Zt = 1.96. The value of Zh = 1.99> Zt = 1.96, it can be concluded that there is an influence of DTT method with 2-dimensional animation media on the ability to write the beginning of autistic children at SLB Happy Angela Center, Surabaya. Keywords : Children with autism, DTT, 2D animation
FUNGSI MANAJEMEN PENDIDIKAN INKLUSIF DI SEKOLAH DASAR NEGERI AYUN, QURROTA; MAHMUDAH, SITI
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKFUNGSI MANAJEMEN PENDIDIKAN INKLUSIF DI SDN MENTIKAN 1 MOJOKERTO Nama : Qurrota A?yunNIM : 14010044072Jurusan : S1- Pendidikan Luar BiasaFakultas : Ilmu PendidikanNama Lembaga : Universitas Negeri SurabayaPembimbing : Dra. Hj. Siti Mahmudah, M.Kes Pendidikan inklusif ialah suatu sistem pendidikan yang memberi layanan yang dapat menjangkau pada setiap peserta didik tanpa terkecuali. Adanya penyelenggaraan pendidikan inklusif seluruh peserta didik dapat menerima pendidikan yang layak serta dapat memenuhi akan layanan yang dibutuhkan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan fungsi manajemen pendidikan inklusif di SDN Mentikan 1 Mojokerto. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan langkah-langkah: kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verivikasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: 1) fungsi perencanaan (planning) meliputi perencanaan visi, misi dan tujuan sekolah inklusif, serta rencana sekolah jangka panjang, menengah, dan tahunan/pendek. Kemudian sumber daya dana, kurikulum KTSP dan Kurikulum 2013 yang telah dimodifikasi, silabus dan RPP yang sesuai ketentuan, sumber tenaga pendidik dan kependidikan, serta sumber sarana dan prasarana. 2) fungsi pengorganisasian (organizing) dengan cakupan menentukan sumber daya dan kegiatan yang dibutuhkan dengan membentuk panitia penerimaan peserta didik baru yang termasuk peserta didik berkebutuhan khusus, adanya struktur orgasnisasi sekolah, pembagian tugas sesuai struktur organisasi sekolah, serta mendelegasikan guru dan siswa mengikuti kegiatan di luar sekolah. Kemudian pengelolaan penempatan peserta didik sesuai kriteria. 3) fungsi pelaksanaan (actuating) mencakup melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disusun, menggunakan model, metode, media, sumber belajar, serta pendekatan sesuai dengan karakteristik peserta didik, melakukan kegiatan pembukaan dan penutupan pembelajaran sesuai ketentuan, pengarahan warga sekolah agar melaksanakan tugas sesuai kualifikasi, pemberian komando pada warga sekolah, serta pemberian semangat dan motivasi agar senantiasa semangat bekerja sama dalam mencapai tujuan pendidikan yang ditetapkan. 4) fungsi pengawasan (controlling) mencakup adanya pengawasan kinerja, serta adanya pengawasan dari dinas pendidikan namun hanya sekadarnya saja, serta pelaksanaan evaluasi berkala. Adapun kendala yang dihadapi ialah kurangnya guru pendamping khusus dan sarana prasarana bagi peserta didik berkebutuhan khusus.Kata kunci: fungsi manajemen, pendidikan inklusif, peserta didik berkebutuhan khususABSTRACTTHE FUNCTION OF INCLUSIVE EDUCATIONAL MANAGEMENT AT SDN MENTIKAN 1 MOJOKERTOName : Qurrota A?yunReg. Number : 14010044072Study Program/ department : S-1 Special EducationFaculty : Faculty of EducationInstitution : State University of SurabayaAdvisor : Dra. Hj. Siti Mahmudah, M.KesInclusive education is an educational system which gives services to every student without any specific requirements. By the existence of inclusive education, each student can get proper education and services.The purpose of this study is to describe the function of inclusive educational management at SDN Mentikan 1 Mojokerto. This study is a descriptive qualitative study. To collect the data, the researcher did interviews, observations, and documentations. In analyzing the data, the researcher used descriptive qualitative method: data condensation, data serving, making conclusion, and verifications.The conclusion of this study shows four function of inclusive educational management: 1) Planning: making vision, mission, purpose of inclusive school, and school preparation for short and long term. Further, funding resources, modified KTSP and 2013 curriculum, syllabus, RPP, teachers, and also facilities. 2) Organizing: considering the human resources and also the activities, by making new students acceptance committee which includes students with special needs. Making school organization and its job list. Delegating teachers and students to participate in outside school. Managing students? placements based on the criteria. (3) Activating: implementing teaching-learning based on the lesson plan, using method, model, media, source of learning and also approach based on students? characteristics. Doing an opening and closing for the study time based on the rules. Giving directive, and command for the students to do the task based on the qualifications. Giving motivation and support to reach the objectives of the study. 4) Controlling: Performance supervision, educational department supervision, periodic evaluation. The obstacles are the lack of specific associate teachers and the facilities for students with special needs.Keywords: function of management, inclusive education, students with special needs.
STUDI TENTANG PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MUSIK ANGKLUNG PESERTA DIDIK TUNANETRA DI SMPLB-A ROFIU ZAKY, MUHAMMAD; , MURTADLO
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT STUDY OF THE IMPLEMENTATION OF ANGKLUNG LEARNING ACTIVITIES FOR STUDENTS WITH VISUAL IMPAIRMENT IN SMPLB-A YPAB GEBANG PUTIH SURABAYA Students with visual impairment rely on audio input to process imformation inside or outside learning activities. One of the information is music which is possibly mastered well by the students, especially Angklung. The purpose of this research is to describe the implementation of Angklung learning activities for the students in SMPLB-A YPAB Gebang Putih Surabaya. Qualitative method with descriptive approach is applied to complete this research. The subjects are one main instructor, one teacher assistance, and one school?s principal. Data was collected through observasion and interview. Resource, technique, and time triangulation was applied to validate the data. The result shows that the learning was implemented by using practice and cooperative methods. The factors affect learning achievement are main instructor?s teaching mastery, teacher?s stimulus, and student?s motivation. Keywords: Students with visual impairment, Learning activities, Angklung plays ABSTRAK STUDI TENTANG PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MUSIK ANGKLUNG PESERTA DIDIK TUNANETRA DI SMPLB-A YPAB GEBANG PUTIH SURABAYA Peserta didik dengan hambatan penglihatan mengandalkan pendengaran untuk melakukan proses penerimaan informasi baik di dalam maupun di luar pembelajaran. Salah satu informasi tersebut adalah seni musik yang dapat dikuasai dengan baik oleh peserta didik tunanetra, khususnya musik angklung. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana pelaksanaan pembelajaran musik angklung terhadap peserta didik tunanetra yang ada di SMPLB-A YPAB Gebang Putih Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek yang diteliti adalah guru Angklung, guru pembantu, dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran musik angklung menggunakan metode praktek dan kooperatif. Keberhasilan pembelajaran dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kemampuan guru, motivasi yang diberikan oleh guru, serta kemauan peserta didik dalam belajar.Kata kunci: Peserta didik tunanetra, Pembelajaran, Musik Angklung
MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN PEMROSESAN HUJAN PADA ANAK TUNANETRA FAJAR ROHMATILLAH, HUDAN; JOEDA ANDAJANI, SRI
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Difficulties in understanding scientific concepts and processes result in the limited ability of blind children in the creation of concrete principles, totality, and independent activities in learning. The purpose of this study was to examine the effect of the problem based learning model on rain processing skills in blind children. The study design in this study used a pre-experimental study of one-group pretest-posttes because the study was conducted in one group without comparison. Based on the results of the pre-test it was found that the average scientific literacy ability of students was 40.27, then given treatment as many as 6 meetings, and in the post-test results obtained an average of 73.5 rain processing skills in blind children. It can be concluded that the use of problem based learning models in learning natural sciences has a positive influence on rain processing skills in blind children. Keywords: Problem Based Learning Model, Skills Rain Processing