cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Humaniora
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Pendidikan Humaniora (JPH) terbit 4 (empat) kali setahun pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember, berisi artikel-artikel tentang pendidikan humaniora baik ditulis dalam bahasa Indonesia maupun asing. Artikel yang dimuat berupa hasil penelitian dan hasil pemikiran. Jurnal Pendidikan Humaniora (JPH) diterbitkan oleh Pascasarjana Universitas Negeri Malang dengan Nomor ISSN 2338-8110.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 3: SEPTEMBER 2022" : 5 Documents clear
Listening-based Communicative Instructional Approach at the Indonesian Gigantic Immersive Environment Widya Rizky Pratiwi
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 10, No 3: SEPTEMBER 2022
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um011v10i32022p179-189

Abstract

Abstract: Creative Innovation in teaching critically influences students' success. This paper investigates teachers' teaching methods in an Indonesian gigantic English immersive Environment. The qualitative study, which involved eight participants, was conducted in a "let's speak class" at Mr. Pepsi Upgrade, Kampung Inggris Pare, Kediri. Data were gained from classroom observation, interviews, photos, and documents. They were analyzed in six stages, from preparing the data to interpreting the description meaning. Findings promote that teachers teach using technology, like a listening-based communicative instructional approach (L-CIA mode). Six phases were trained, from giving ice breaking to singing together. It stimulates the students' speaking skills.Abstrak: Inovasi Kreatif dalam mengajar sangat mempengaruhi keberhasilan siswa. Artikel ini menginvestigasi metode pengajaran guru dalam Lingkungan imersif Inggris yang sangat besar di Indonesia. Kajian kualitatif yang melibatkan delapan partisipan ini dilakukan dalam sebuah "kelas ayo berbicara" di Mr. Pepsi Upgrade, Kampung Inggris Pare, Kediri. Data diperoleh dari observasi kelas, wawancara, foto, dan dokumen. Mereka dianalisis dalam enam tahap, mulai dari menyiapkan data hingga menafsirkan makna deskripsi. Temuan mempromosikan bahwa guru mengajar menggunakan teknologi, seperti pendekatan pembelajaran komunikatif berbasis mendengarkan (mode L-CIA). Enam fase dilatih, mulai dari ice breaking hingga bernyanyi bersama. Ini merangsang keterampilan berbicara siswa.
Learners’ Anxiety and Their Perceptions Toward Oral Corrective Feedback in ESP-Speaking Class Roro Millatu Al Ghaniy; Mirjam Anugerahwati
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 10, No 3: SEPTEMBER 2022
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um011v10i32022p100-113

Abstract

Abstract: This research aimed at investigating learners’ anxiety levels and perceptions toward Oral Corrective Feedback (OCF) in ESP-Speaking class. Survey research design was used to investigate ESP learners’ anxiety levels and their perceptions toward OCF. One hundred and forty one learners were involved as the research participants. Furthermore, two closed-ended questionnaires namely Foreign Language Classrooms Anxiety Scale (FLCAS) and the learners’ perceptions toward OCF were used to collect the data. The findings of this study revealed that majority of nursing learners experienced moderate anxiety level. Furthermore, majority of the learners, regardless their anxiety, perceived OCF positively.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meneliti tingkat kecemasan dan persepsi mahasiswa terhadap Masukan Korektif Lisan (OCF) di kelas ESP-Speaking. Seratus empat puluh satu mahasiswa semester dua keperawatan dilibatkan sebagai partisipan penelitian. Selanjutnya, dua kuesioner yaitu Foreign Language Classrooms Anxiety Scale (FLCAS) dan persepsi mahasiswa ESP terhadap OCF digunakan sebagai instrumen penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa keperawatan mengalami tingkat kecemasan sedang (44 persen) di kelas ESP-Speaking. Terkait dengan persepsi terhadap corrective feedback lisan, mahasiswa. sepenuhnya mendukung pemberian corrective feedback lisan.
Legal Case-Based Reading to Promote Critical Thinking for Law Students Misnawati Misnawati; Zul Astri; Reski Pilu
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 10, No 3: SEPTEMBER 2022
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um011v10i32022p114-125

Abstract

Abstract: Critical thinking and creativity are the essential qualities must-have to face industrial revolution 4.0 and society 5.0, particularly for students. Higher education institutions play a vital role in de-veloping critical thinkers. This study aimed to assess the impact of the author's teaching tech-nique of Legal Case-based Reading (LCbR) on students' critical thinking abilities. This study used a quantitative approach with collecting data through observations, doing a pre-test, treat-ment, post-test, and following by questionnaire to see how the students felt about the program. The data was then analyzed by using SPSS 26 program. The participants in this study are first-semester students at Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Pengayoman Watampone, Indonesia, in the 2020/2021 academic year. Subjects were chosen using a purposive sampling strategy, with 43 samples. The research lasts for approximately two months, from September - November 2020. This research showed that 1) Applying Legal case-based Reading has a considerable effect and change on students' critical thinking skills; 2) Students' critical thinking level increased from low order thinking skills to high order thinking skills. And 3) Students thought the response options were good, with an average value is in the "High" category.Abstrak: Critical thinking dan kreativitas adalah kualitas esensial yang harus dimiliki untuk menghadapi revolution 4.0 dan society 5.0, khususnya bagi mahasiswa. Lembaga pendidikan tinggi memainkan peran penting dalam mengembangkan pemikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menilai dampak dari teknik pengajaran penulis tentang Legal Case-based Reading (LCbR) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, melakukan pre-test, treatment, post-test, dan dilanjutkan dengan angket untuk melihat bagaimana persepsi siswa terhadap program tersebut. Data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan program SPSS 26. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester satu di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Pengayoman Watampone, Indonesia tahun ajaran 2020/2021. Subyek dipilih dengan menggunakan strategi purposive sampling, dengan jumlah sampel 43 orang. Penelitian berlangsung selama kurang lebih dua bulan, mulai September – November 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Penerapan Legal Case-based Reading (LCbR) memiliki pengaruh dan perubahan yang cukup besar terhadap kemampuan berpikir kritis siswa; 2) Tingkat berpikir kritis siswa meningkat dari kemampuan berpikir tingkat rendah menjadi kemampuan berpikir tingkat tinggi. Dan 3) Siswa menilai pilihan jawaban sudah baik, dengan nilai rata-rata berada pada kategori “Tinggi”.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Menulis Drama Tradisional Menggunakan Strategi Pembelajaran Joyfull Bermedia Menara Garasi Kelas VIII Nuril Oktaviani; Nurchasanah Nurchasanah; Azizatuz Zahro
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 10, No 3: SEPTEMBER 2022
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um011v10i32022p126-163

Abstract

Abstract:  This study aims to improve the skills of writing traditional drama scripts. The problem found during this research is the lack of ability in writing the traditional drama of the students of class VIII-F of SMP Negeri 1 Glagah. This research employed Classroom Action Research method and modeled after Kemmis and McTaggart model. This research was conducted for two cycles. Observation notes, interviews, documentation, and questionnaire as data sources. This research used the Joyful strategy and Menara Garasi. The students’ scores improved from first cycle 62,7 to second cycle 82,6. The joyful strategy improved students' ability to write traditional drama from the process and the final result.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis naskah drama tradisional. Permasalahan yang terdapat pada pelaksanaan penelitian ini secara umum adalah kurangnya kemampuan siswa kelas VIII-F SMP Negeri 1 Glagah dalam pembelajaran menulis drama tradisional. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas mengacu pada model Kemmis dan Mc Taggart. Penelitian ini berlangsung dalam dua siklus. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Analisis data yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif. Peneliti menerapkan strategi joyfull berbantuan menara garasi. Peningkatan nilai siswa siklus 1 adalah 62,7 dan siklus 2 adalah 82,6. Strategi joyfull mampu meningkatkan pembelajaran menulis drama tradisional dari segi proses dan hasil pembelajaran.
Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Damar pada Masyarakat Kampung Patipi Pulau Kabupaten Fak-Fak M. Syukri Nawir; Muhamad Yusuf; Suparto Iribaram; Afan Garamatan; Nining Puji Lestari
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 10, No 3: SEPTEMBER 2022
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um011v10i32022p164-178

Abstract

Abstract: The study's goal was to explain Islamic education ideals in the Damar tradition in Patipi Pulau Village, Fak-fak Regency. It is a qualitative study with a social phenomenological method, involving observations, interviews, and recording utilizing Miles and Huberman's flow model analysis technique. The study's findings: The festiveness of the mosque on the night of Lailatul Qadar is a practice carried out by the community in Patipi Pulau Village by participating in religious rituals together, with delight, such as breaking the fast, offering alms, torch procession, and reading the Qur'an. Volunteerism, which is honesty and refraction, is the basis for alms to mosque administrators. People's lives are affected by high kinship values. Culture and religion come together to produce a sense of community among residents, a sense of solidarity that is raised spontaneously by the community in the practice of traditions. Devotion, charity, alms, al-ukhuwah, Khuluqiyah, al-Masuuliyyah, al-Munfiqun, and friendship are among the Islamic educational ideals taught in the tradition. Mosque administrators carry out their duties and obligations with seriousness since caring for the mosque is a noble responsibility that is passed down from generation to generation or passed down via inheritance. The community retains meaningful traditions (beliefs, knowledge, and habits) as a means of organizing, accepting, and creating subsequent interactions and acts based on common understanding.Abstrak: Tujuan penelitian adalah untuk menjabarkan nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi Damar di Kampung Patipi Pulau Kabupaten Fak-fak. Merupakan penelitian kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi social, melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan menggunakan tehnik analisis model alir dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian: Meriahnya Masjid pada malam Lailatul Qadar merupakan pembiasaan yang dilakukan masyarakat di Kampung Patipi Pulau dengan melakukan aktivitas keagamaan bersama, dengan kegembiraannya melalui berbuka puasa, pemberian sedekah, pawai obor, membaca Qur’an. Sedekah pada pengurus Masjid didasarkan kesukarelaan yang merupakan ketulusan serta pembiasan. Nilai-nilai kekerabatan yang tinggi mempengaruhi kehidupan masyarakat. Budaya dan agama menyatu menciptakan kebersamaan diantara warga, merupakan solidaritas yang dimunculkan masyarakat secara spontan dalam pelaksanaan tradisi. Rangkaian kegiatan dalam tradisi mengandung nilai pendidikan Islam seperti: Ketaqwaan, Amaliyah, Sedekah, al-ukhuwah, Khuluqiyah, al-Masuuliyyah, al-Munfiqun, serta silaturahmi. Pengurus Masjid melakukan tugas dan tanggungjawabnya dengan keikhlasan, disebabkan mengurus Masjid adalah tugas mulia yang dilakukan turun temurun atau pewarisan. Masyarakat mempertahankan tradisi yang memiliki makna (keyakinan, pengetahuan serta kebiasaan), sebagai cara mengatur, menerima, berbagai tradisi yang dianggap baik serta mendasari pemahaman bersama dan mengembangkan interaksi dan tindakan lebih lanjut.

Page 1 of 1 | Total Record : 5