cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi
ISSN : 14121131     EISSN : 25285750     DOI : 10.21831
Core Subject : Science,
FISIENSI - Kajian Ilmu Administrasi adalah jurnal ilmiah dari hasil penelitian dan/atau kajian pustaka dalam bidang ilmu administrasi perkantoran baik dalam bidang kependidikan maupun dalam bidang ilmu administrasi murni dengan fokus dan ruang lingkup pembahasan tentang: 1) Pendidikan Vokasi Administrasi Perkantoran, 2) Manajemen Sumber Daya Perkantoran, 3) Administrasi/Manajemen Perkantoran, 4) Otomatisasi Perkantoran, 5) Teknologi Perkantoran, 6) Hubungan Masyarakat, 7) Simulasi Perkantoran, 8) Manajemen Event, 9) Pelayanan Prima, 10) Kesekretarisan, 11) Korespondensi, 12) Komunikasi, 13) Organisasi, dan 14) Kearsipan. Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY secara berkala satu tahun dua kali yakni pada bulan Februari dan Agustus.
Arjuna Subject : -
Articles 256 Documents
Pelayanan Prima untuk Membangun Loyalitas Pelanggan Lena Satlita
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 2, Volume III, Agustus 2003
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3170.851 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v3i2.3799

Abstract

Ditengah persaingan yang semakin ketat, pelanggan menjadi aset yang sangat berharga bagi suatu organisasi/perusahaan. Untuk mengambil hati pelanggan agar tidak berpaling ke produk/jasa yang lain, suatu organisasi harus memberikan kepuasan pada pelangganya dan untuk itu organisasi harus mau mendengar/mengetahui apa yang diharapkan pelanggannya. Pelangga akan loyal pada suatu produk/jasa apabila mereka merasa sangat puas. Pelangga akan sangat puas, jika layanan yang ditermia (percevied service) lebih dari layanan yang diharapkan (expected service). Pelayanan prima, pelayanan terbaik yang dapat diberikan kepada pelanggan, merupakan satu-satunya pilihan bagi organisasi yang ingin tetap "survice". Pelayanan prima ditandai dengan komitmen organisasi pada filosofi kepuasan pelanggan, memiliki standarisasi pelayanan, melakukan perbaikan yang berkelanjutan dan melibatkan seluruh jajaran organisasi. Aplikasi pelayanan prima tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pelaksanaannya memerlukan kesiapan baik yang menyangkut sarana prasarana maupun petugas pelaksana. Peran karyawan dan leadership sangat mementukan keberhasilan pelayanan prima.
Aplikasi Teknologi Informasi dalam Pengelolaan Arsip Sugi Rahayu
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1, Volume V, Februari 2005
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3951.211 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v5i1.3818

Abstract

Arsip sebagai produk kegiatan organisasi volumenya dari waktu ke waktu terus bertambah, sehingga apabila tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan berbagai persoalan menyangkut keamanan,pemanfaatan, penyimpanan, perawatan, dan sebagainya. Arsip akan berperan lebih berarti dalam kehidupan organisasi bilamana para pimpinan organisasi menganggap penting penyelenggaraan dan pengelolaan arsip. Selama ini orang mengartikan arsip dalam pengertian sempit, aklbatnya arsip semata-mata hanyalah dianggap dan dipertakukan sebagai dokumen yang cukup untuk disimpan saja. Dalam kehidupan organisasi, arsip dapat diolah menjadi informasi yang berguna untuk manajemen, dukungan terhadap sistem perencanaan, dukungan terhadap sistem pengendalian, dukungan terhadap sistem penilaian, dan manajer. Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi yang berdampak pada perubahan konsep yang mendasar dari pengertian arsip dan pengelolaannya, maka membawa implikasi pokok berupa perubahan konsep tentang petugas kearsipan (arsiparis). Tugas arsiparis t!dak lagi sekedar melaksanakan kegiatan collecting, recording and storing data, melainkan harus mampu menjadi data analyst dan manajer informasi dalam organisasi
MEWADAHI COMMUNITY BASED TOURISM DALAM COMMUNITY GROUP UNTUK PENGEMBANGAN INDUSTRI PARIWISATA Suhartanto Suhartanto
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Vol. XVI No. 2 Agustus 2019
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.877 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v16i2.27419

Abstract

Abstrak: Mewadahi Community Based Tourism dalam Community Group untuk Pengembangan Industri Pariwisata. Pengembangan industri pariwisata diarahkan pada pariwisata berbasis masyarakat (community based tourism). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis community based tourism dalam wadah community group untuk pengembangan industri pariwisata. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Sumber data penelitian adalah data sekunder, berupa buku, jurnal, news (cetak/digital), regulation, dan dokumen-dokumen lain yang mendukung. Analisis data menggunakan tahapan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengembangan industri pariwisata berbasis community based tourism diterapkan di pedesaan dalam bentuk desa wisata. Community based tourism membutuhkan partisipasi masyarakat dari mulai perencanaan, implementasi dan evaluasi. Agar pembangunan industri pariwisata dalam bentuk desa wisata efektif dan efisien, community based tourism diwadahi dalam community group, sehingga penyerapan partisipasi masyarakat dalam satuan community dapat diangkat dalam wadah group untuk mencapai tujuan bersama.  Abstract : Organizing Community Based Tourism in the Community Group for the Development of the Tourism Industry. The development of the tourism industry is directed at community-based tourism. The aim of this study is to analyze community based tourism in a community group forum for the development of the tourism industry. The type of this research is a qualitative research that use a descriptive approachment. The data source of this research are secondary data, books, journals, news (print / digital), regulation, and others. The stages of data analysis is used data collection, data condensation, data presentation and drawing conclusions. The results of this study indicate that the development of a community-based tourism industry based on tourism is implemented in rural areas in the form of a tourism village. Community based tourism were required community participation from planning, implementation and evaluation. So, the development of the tourism industry in this form can be effective and efficient, community based tourism must accommodated in a community group. The absorption of community participation in community units can be raised in a group to achieve its purpose.Jika Anda menyusun daftar pustaka menggunakan standar American Psychological Association (APA), Anda bisa copy paste teks dibawah ini untuk Anda masukkan pada bagian daftar pustaka Anda!Suhartanto, S. (2019). Mewadahi Community Based Tourism dalam Community Group untuk Pengembangan Industri Pariwisata. Efisiensi-Kajian Ilmu Administrasi, 16(2), 39-51. https://doi.org/10.21831/efisiensi.v16i2.27419
Reformasi Administrasi Negera Budiman Budiman
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 2 Volume V, Agustus 2005
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1577.672 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v5i2.3854

Abstract

Sistem administrasi negara yang diterapkan di Indonesia merupakan adaptasi dari sistem adminisitrasi peninggalan kolonial. Sistem administrasi yang ada menghasilkan sebuah organisasi birokrasi yang kurang teroganisir, cenderung korup aparatnya tidak bertindak inovatif dan kurang dinamis. Seiring dengan perubahan yang terjadi dalam masyarakat, masyarakat semakin kritis terhadap pemerintah, mengharuskan birokrasi pemerintah harus melakukan perombakanterhadap sistem administrasi yang ada. Kebutuhan akan perubahan dan adaptasi aparatur pemerintah melalui reformasi administrasi negara merupakan kebutuhan yang mendesak dan harus menjadi perhatian utama pemerintah negara yang sedang berkembang. Reformasi Administrasi Negara semakin penting artinya bagi terlaksananya kebijaksanaan dan rencana pembangunan. Dengan adanya reformasi administrasi akan menghasilkan sebuah pemerintahan wirausaha yang landasan kerjanya adalah visi dan misi dan memberikan ruang gerak yang lebih Iuas bagi inovasi aparat birokrasi dan partisipasi warga negara dalam setiap proses pengambilan keputusan/kebijakan.
Urgensi Kesekretariatan dalam Proses Pengembangan Organisasi Rosidah Rosidah
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 2, Volume IV, Agustus 2004
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1634.411 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v4i2.3870

Abstract

Kesekretariatan merupakan salah satu unit dalam organisasi yang mempunyai fungsi melayani kebutuhan data maupun informasi seluruh unit-unit lain terkait dengan urusan administrasi. Fungsi pelayanan administrasi menjadi sangat dibutuhkan dalam rangka pencapaian tujuan organisasi karena hal tersebut tidak lepas dari kebutuhan terhadap data maupun informasi yang akurat untuk ketepatan pengambilan suatu keputusan. Dalam upaya pengembangan organisasi dibutuhkan diagnosis, yang tidak lepas dengan data untuk mengetahui gejala yang muncul sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah-Iangkah terapinya. Ketersediaan data/analisis data dan informasi, yang kesemuanya diolah secara komputerisasi membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu dalam pengelolaan data, meliputi:menghimpun, rnenqotah, mencatat, memelihara dan menyimpan. Untuk itu pengelolaan terhadap sistem administrasinya, serta pengembangan kemampuan SDM pada unit tersebut perlu mendapat perhatian. Manajemen terhadap SDM tidak saja pada kemampuan dalam hal pendataan tetapi juga faktor kemampuan yang terkait dengan etika pelayanan kepada pihak yang membutuhkan sertakemampuan public relation. Dalam hal ini perlu membuat stadard penilaian kinerja (performance appraisal), yang dipengaruhi faktor lingkungan internalleksternal organisasi, yang terdiri dari: societal, legal economic, technical, physical.
Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan dalam Organisasi Rosidah Rosidah
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1 Volume VII, Februari 2007
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7236.668 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v7i1.3912

Abstract

Seiring dengan pengembangan teknologi dan informasi, persoalan organisasi semakin bertambah banyak baik dari segi kuantitas maupun tuntutan kualitas para pengguna jasa. Macam kualitas sebagaimana tuntutan masyarakat atau pengguna jasa kantor semakin kompleks. Ini semua memaksa manajemen lembaga untuk melihat kembali sejauh mana kualitas yang dapat diberikan kepada pelanggannya. Perhatian lembaga akan kualitas pelanggan meliputi borbagai aspek, yakni dilihat dari bagaimana membangun budaya penlngkatan kualitas, artinya memberikan kesadaran kepada sumber daya manusia yang ada di dalamnya akan pentingnya kualitas pelayanan. Di samping itu juga perlu perhatian terhadap aspek manajemen tersebut yang butuh diaplikasikan dalam proses penyelenggaraan organisasi. Tidak kalah pentingnya bahwa penentuan stadard kualitas pelayanan sebagai pedoman dalam penuaian kinerja juga harus menjadi perhatian. Tulisan berikut akan membahas secara detail langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan.
Reformasi Fungsi Pelayanan Publik Bidang Informasi dan Komunikasi Budi Sayoga
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1 Volume IX, Februari 2009
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8238.465 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v9i1.3959

Abstract

Reformasi birokrasi dalam pelayanan informasi dan komunikasi pada publik harus dilakukan. Reformasi pelayanan ini akan dapat meningkatkan kualitas informasi secara transparan, cepat, akuntabel, dan profesional. Dampaknya diharapkan keberadaan institusi informasi komunikasi semakin kredibel dan mampu mencerdaskan masyarakat. Sehingga institusi ini akan memberikan kontribusi untuk menciptakan sosok masyarakat yang cerdas, beradab, dan modern.
Kiat Memotivasi Karyawan Bambang Suseno Hastono
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Volume XI, No. 2, Agustus 2011
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5779.006 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v11i2.3991

Abstract

Employee's motivation has become crucial for the organization to be enhanced because of the rapid changing situation faced by organization. High motivation to work will result in good behavior and job performance. Understanding some motivation theories and applying them properly will help a manager to find out the right methods to motivate the employees well. In addition to the changing employees paradigm, a manager should have good understanding about some factors that affect employee's motivation such as a good reward system and appraisal, physical and non-physical improvements and organizational culture. All of them are needeed to be implemented in order to motivate employees effectively.
Efisiensi vs Idealisme dalam Pengelolaan Pendidikan Tinggi Argo Pambudi
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1, Volume I, Agustus 2001
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2379.85 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v1i1.3749

Abstract

Masalah pengelolaan Pendidikan Tinggi di Indonesia masih tetap bergerak diantara 2 pokok persoalan, yaitu masalah manajemen dan masalah akademik. Kedua masalah ini saling berkaitan. Disatu sisi pengelolaan pendidikan tinggi dituntut untuk meningkatkan efisiensi demi memenangkan kompetensi, namun karena lembaga tersebut juga mengemban nilai-nilai idealisme pendidikan maka efisiensi pengelolaan pendidikan tinggi tidak boleh mendominasi pengukuran keberhasilannya. Implementasi nilai-nilai efisiensi sering tidak sejalan bahkan berkontradiksi dengan nilai-nilai idealisme yang harus dikembangkan. Maka dari itu masih banyak ukuran-ukuran lain yang harus dipertimbangkan secara lebih seksama dalam pengelolaan PT tersebut. Tulisan ini berusaha mendeskripsikan struktur permasalahan pengelolaan pendidikan tinggi yang mengandung kontradiksi tersebut.
MANAJEMEN KEARSIPAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN Iin Kristiyanti
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Vol. XIII No. 2 Agustus 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3473.619 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v13i2.11678

Abstract

Arsip adalah sekumpulan warkat dalam corak apapun baik dalam bentuk tunggal maupun kelompok yang disimpan secara sistematis dan apabila diperlukan dapat diketemukan kembali dengan mudah, cepat dan tepat. Arsip terkadang dipandang sebelah mata sehingga apabila kita mendengar kata arsip bayangan kita ke sesuatu yang kotor, berdebu, tumpukan kertas yang tidak tertata, sebuah gudang yang penuh dengan kertas. Anggapan tersebut tidaklah selalu benar apabila kita mengelolanya dengan baik.Sebenarnya arsip merupakan sesuatu yang berharga, karena di dalamnya memuat informasi-informasi yang penting yang mempunyai nilai guna bagi organisasi, sebagai pusat ingatan sehingga keberadaan arsip tersebut perlu disimpan dan dilindungi. Akan tetapi pada kenyataannya kita masih sering menemukan beberapa organisasi yang di dalam mencari sebuah arsip masih memerlukan waktu beberapa jam bahkan beberapa hari atau minggu. Apabila hal ini terjadi maka akan menyebabkan terhambatnya sebuah pelayanan, baik itu pelayanan secara internal yang berhubungan dengan kepentingan-kepentingan internal organisasi maupun kepentingan-kepentingan yang berhubungan dengan pihak eksternal yang membutuhkan arsip tersebut. Masalah ini biasanya disebabkan karena kurang kesadaran dari organisasi akan pentingnya sebuah arsip, kebiasaan menumpuk arsip disembarang tempat dan tidak segera menatanya, tidak tertibnya peminjaman arsip sehingga arsip sering banyak yang hilang, penyimpanan arsip yang serampangan tidak menggunakan metode penyimpanan tertentu dan juga karena disebabkan kurang terampilnya pegawai dalam mengelola arsip. Untuk itu, maka diperlukan manajemen kearsipan yang betul-betul dilaksanakan dengan sungguh-sungguh sehingga akan memudahkan mengelola arsip. Pengelolaan arsip yang baik akan memudahkan dalam penemuan kembali arsip, sehingga akan meningkatkan pelayanan dan dapat menunjukkan tertib tidaknya organisasi tersebut.

Page 2 of 26 | Total Record : 256


Filter by Year

2001 2025