cover
Contact Name
Diyas Paramawati
Contact Email
indexsasi@apji.org
Phone
+6281325634273
Journal Mail Official
indexsasi@apji.org
Editorial Address
Jl. Gatot Subroto No. 20 Telp. (024) 6924962, 6924963 Fax. (024) 6924962 UNGARAN – 50517
Location
Kab. demak,
Jawa tengah
INDONESIA
Sinov : Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
ISSN : 79620325     EISSN : 29647819     DOI : 10.55606
Core Subject :
Sinov : Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang, adalah media informasi penelitian Kabupaten Semarang yang bertujuan membangun sinergitas kelitbangan dalam mendorong dan meningkatkan inovasi, kemajuan pembangunan dan daya saing daerah. Media ini menerima naskah berbasis kajian atau penelitian ilmu pengetahuan dan teknologi, fokus penelitian di lakukan di kabupaten Semarang yang berasal dari Mahasiswa, Dosen, Praktisi, ilmuan , Lembaga pemerintahan dan Masyrakat umum.
Arjuna Subject : -
Articles 214 Documents
ANALISIS SEKTOR UNGGULAN KABUPATEN SEMARANG Siti Purwati; Wiji Nogroho
Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang Vol. 1 No. 2 (2019): Desember: Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinov.v2i2.87

Abstract

Pembangunan ekonomi daerah yang salah satunya bertujuan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan inklusif menghadapi permasalahan yang semakin kompleks dan penuh tantangan. Supaya pembangunan daerah lebih terfokus, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mendeteksi sektor unggulan. Pendekatan shift share (SS), location quotient (LQ), dan tipologi klassen digunakan untuk mendeteksi sektor unggulan di Kabupaten Semarang. Hasil yang diperoleh yaitu sektor unggulan adalah sektor industri pengolahan, sektor jasa keuangan dan asuransi. Sektor tertinggal yaitu pertanian, kehutanan, perikanan; pertambangan dan penggalian; perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor; transportasi dan pergudangan; penyediaan akomodasi dan makan minum; jasa kesehatan dan kegiatan sosial. Sektor potensial yaitu pengadaan listrik dan gas; pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang; konstruksi; real estat; jasa perusahaan; administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib. Sektor berkembang yaitu informasi dan komunikasi; jasa pendidikan; jasa lainnya. Simpulannya adalah sektor industri pengolahan serta jasa keuangan dan asuransi merupakan sektor unggulan di Kabupaten Semarang. Selain itu sektor jasa lainnya (termasuk pariwisata di dalamnya); jasa pendidikan serta informasi dan komunikasi juga merupakan sektor berkembang yang mempunyai potensi besar untuk menjadi sektor unggulan. Sesuai prioritas pembangunan daerah yang mengandalkan sektor pariwisata, maka perlu dipertimbangkan kembali sektor pendukung lainnya.
ANALISIS TREND DAN DETERMINAN SWASEMBADA BERAS Lendi Ageng Kurnia
Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang Vol. 1 No. 2 (2019): Desember: Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinov.v2i2.88

Abstract

Penelitian terdahulu banyak mengulas determinan swasembada beras dari sisi input internal maupun eksternal. Dalam penelitian ini kesenjangan harga gabah terhadap beras dan kesejahteraan petani diperhitungkan sebagai variabel penelitian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peramalan/ trend swasembada beras dalam menopang ketahanan pangan di masa depan serta mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh terhadap pencapaian swasembada beras. Penelitian ini menggunakan metode trend analisis dan regresi linier berganda Lead Square (LS) dengan menunjukkan hasil bahwa trend kemampuan swasembada beras dengan bertumpu produksi domestik dalam mendukung kemandirian pangan di masa depan adalah positif artinya nilai kecenderungan swasembada beras meningkat sejalan dengan meningkatnya waktu. Variabel yang berpengaruh terhadap swasembada beras secara signifikan adalah pasokan beras, produktivitas beras, dukungan pemerintah, kesejahteraan petani dan dummy (masa Orde Baru dan Reformasi). Sedangkan variabel yang tidak signikan adalah tingkat konsumsi beras.
BAHASA RUPA PADA FOLKLOR BARU KLINTING: RISET KEBUTUHAN VISUAL BRANDING DAN MEDIA PROMOSI ILUSTRASI EDUWISATA KABUPATEN SEMARANG Dwi Budi Harto; Retno Dwi Harini
Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang Vol. 1 No. 2 (2019): Desember: Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinov.v2i2.89

Abstract

Sejak Otda dicanangkan tahun 1999 banyak Pemerintah Daerah mulai menggali potensi budaya daerah masing-masing. Folklor Baru Klinting pun populer untuk digali menjadi ikon wisata di Kabupaten Semarang, tidak terkecuali taman wisata Saloka Theme Park (STP) yang berada di Lopait, Tuntang. STP dijadikan klien dalam riset kebutuhan (needs assessment) visual branding dan media promosi ilustrasi eduwisata Kabupaten Semarang. Pendekatan penelitiannya adalah deskriptif kualitatif, model analisis interaktif, diakhiri dengan analisis SWOT. Secara spesifik pada awalnya ada tiga tujuan penelitian. Tiga tujuan tersebut bisa dirangkum menjadi satu tujuan, yaitu: mendapatkan peta kebutuhan bahasa rupa dan bahasa kata dari wisatawan, yang digunakan sebagai konsep perancangan visual branding (VB) dan media promosi. Berdasarkan tiga tujuan awal penelitian tersebut, maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan : (1) terkait eduwisata Kabupaten Semarang berbasis folklor Baru Klinting, pengunjung/user/wisatawan lebih membutuhkan bahasa rupa (98%) dari pada bahasa kata; (2) VB dan media promosi eduwisata/edutainment folklor Baru Klinting berbasis bahasa rupa vT didominasi oleh CW (Cara Wimba) Ukuran Pengambilan dan CW Sudut Pengambilan; (3) VB dan media promosi eduwisata folklor Baru Klinting sebaiknya berkonsep bahasa rupa tradisi: aneka tampak, dari kepala ke kaki, sinar X, cara kembar, rinci diperbesar, dll.
MEMPERKUAT KETAHANAN NASIONAL MELALUI KEARIFAN LOKAL Fibry Jati Nugroho
Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang Vol. 1 No. 2 (2019): Desember: Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinov.v2i2.90

Abstract

Nasionalisme mulai digoncang kembali dengan gerakan radikalisme dan ekstremisme. Kondisi sosial masyarakat yang terguncang mendorong diperlukan upaya, baik untuk meredam ataupun membangun kembali ketahanan nasional dan nasionalisme di dalam masyarakat. Tulisan ini menyajikan sebuah nilai luhur yang ada dan berkembang di wilayah Dusun Kenteng, Sumogawe Kabupaten Semarang. Nilai-nilai luhur sebagai kearifan lokal dipakai sebagai pondasi membangun ketahanan nasional di dalam masyarakat. Melalui kajian deskriptif analisis, dengan memakai kajian literatur, dilengkapi dengan wawancara dan pengamatan sebagai sarana pengumpulan datanya, serta dianalisis menggunakan Analysis Interactive Model dari Miles dan Huberman didapati bahwa nilai luhur yang dapat dikembangkan menjadi elemen pembangun ketahanan nasional yaitu Perilaku tepo slira lan biso rumangsa, Perilaku karyenak tyasing sesame dan Perilaku sepi ing pamrih. Ketiga nilai luhur yang bersumber dari kearifan lokal setempat dapat dipakai menjadi stimulant dalam mengembangkan ketahanan nasional di dalam masyarakat. Masyarakat dapat mencintai budayanya dan dapat dipakai sebagai sarana membangun ketahanan nasional.
PENGELOLAAN KETIDAKEFEKTIFAN PERFUSI JARINGAN PERIFER PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI RUANG BOUGENVILE RSUD UNGARAN Priscanada Farah Ema Permata; Muhammad Musta’in
Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang Vol. 1 No. 2 (2019): Desember: Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinov.v2i2.91

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan sekumpulan gangguan metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat kerusakan pada sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Diabetes dapat mengakibatkan komplikasi mikrovaskuler dan makrovaskuler, seperti komplikasi neuropati dan penyakit vaskular perifer yang dapat menyebabkan masalah keperawatan ketidakefektifan perfusi jaringan perifer. Tujuan penelitian untuk menggambarkan pengelolaan pasien dengan Diabetes Mellitus yang mengalami ketidakefektifan perfusi jaringan perifer. Metode yang digunakan adalah pengelolaan pasien dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, analisa data, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. Sampel penelitian ini adalah Tn S yang mengalami diabetes mellitus. Pengelolaan dilakukan selama 2 hari berupa perawatan kaki. Hasil pengelolaan didapatkan masalah ketidakefektifan perfusi jaringan perifer belum teratasi.
PURIFIKASI BUAH PARIJOTO (Medinilla speciosa Blume) DAN UJI BIOAKTIVITASNYA SEBAGAI ALTERNATIF PENGOBATAN DIABETES MELLITUS Rissa Laila Vifta; Istianatus Sunnah; Nurul Chanifah; Yustisia Dian Advistasari
Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang Vol. 1 No. 2 (2019): Desember: Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinov.v2i2.92

Abstract

Buah parijoto (Medinilla speciosa) mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan dan mampu menurunkan kadar glukosa. Peningkatan aktivitas kandungan senyawa aktif dapat dilakukan dengan cara purifikasi. Penelitian difokuskan untuk mengetahui skrining flavonoid, aktivitas antioksidan, dan pengaruh ekstrak terpurifikasi n-heksan dan etil asetat buah parijoto (Medinilla speciosa) terhadap aktivitas antidiabetes secara in vitro. Identifikasi flavonoid dilakukan dengan pereaksi warna, KLT, dan penentuan total flavonoid. Aktivitas antioksidan dilihat menggunakan radikal kation ABTS.+ (2,2 azinobis (3-etilbenzotiazolin)-6-asam sulfonat), dan pengujian aktivitas antidiabetes dilakukan dengan metode Nelson Somogyi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rendemen purifikasi n-heksan yaitu 57,75% dan etil asetat yaitu 61,25%. Ekstrak terpurifikasi n-heksan mengandung flavonoid masing- masing sebesar 128,208 mg QE/g dan 107,908 mg QE/g. Aktivitas antioksidan menunjukkan kedua ekstrak terpurifikasi memiliki kategori antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 masing 17,75 mg/L untuk purifikasi n-heksan dan 20,22 mg/L untuk purifikasi etil asetat. Ekstrak terpurifikasi n-heksan mampu menurunkan glukosa secara optimal sebesar 60,13% pada kosnentrasi 20 ppm dan purifikasi etil asetat sebesar 49,39% pada konsentrasi 30 ppm. Kandungan flavonoid pada esktrak terpurifikasi buah parijoto memiliki aktivitas antioksidan dan antidiabetes yang baik. Purifikasi n-heksan mempunyai aktivitas penurunan kadar glukosa secara in vitro yang lebih tinggi daripada purifikasi etil asetat.
STRATEGI PENINGKATAN MANFAAT EKONOMI DI LAHAN KRITIS KECAMATAN BANCAK MELALUI AGROBISNIS METE A. Aru Hadi Eka Sayoga
Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang Vol. 1 No. 2 (2019): Desember: Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinov.v2i2.93

Abstract

Saat ini ditemukan tren penduduk usia produktif di kawasan perdesaaan lebih memilih bekerja dan menetap di wilayah perkotaan dengan peluang yang lebih besar untuk bekerja mencari nafkah, hal tersebut juga terjadi di Kecamatan Bancak yang memiliki luas lahan kritis 798,00 Ha (2016). Upaya peningkatan nilai ekonomi lahan kritis di Kecamatan Bancak dapat dilakukan dengan cara pengembangan agribisni mete. hal ini dapat dilakukan karena beberapa kriteria telah dapat dipenuhi. Metode penelitian dengan cara Kualitatif-Verifikatif dengan lebih mengedepankan observasi lapangan dan pembandingan dengan dasar teori. Dari hasil metode penelitian ini memunculkan hasil penelitian strategi yang dibagi menjadi 3 (tiga) jenis dilihat berdasarkan jangka waktu, yaitu Perencanaan Jangka Pendek sebagai fase "PLANTING AND DEVELOPING", Perencanaan Jangka Menengah sebagai fase HARVESTING AND PROMOTING dan Perencanaan Jangka Panjang sebagai fase "MAINTAINING AND URBAN BRANDING". Kesimpulan dari penelitian ini adalah Kecamatan Bancak sesuai untuk usaha agrobisnis mete dilihat dari lingkungan dan kebijakan tata ruang serta dilihat dari kelayakan usaha, dari hasil pertanian mete akan sangat menguntungkan, namun dirasakan mulai tahun ketiga, saat pohon mete mulai berbuah.
The Correlation Between Creative Listening and Storytelling Skill Wahyuniar Wahyuniar
Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang Vol. 3 No. 2 (2021): Desember: Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinov.v4i2.96

Abstract

Listening and speaking are important for everyone, including junior high school students. This encourages researchers to prove that there is a correlation between creative listening and storytelling skill in grade VII students of SMP Negeri 2 Mattiro Bulu. The sample in this study used a random sampling technique. The sample used in this research is class VII.1 SMP Negeri 2 Mattiro Bulu as many as 24 people. This research uses a quantitative approach with associative research type. This research used descriptive test instruments and oral tests. The test results were analyzed using the student skill category table. Hypothesis testing uses the Product Moment correlation statistical test. Based on the results of data analysis, creative listening skills are categorized as good with an average value of 72.29 and the skill to tell stories is categorized as good with an average value of 74.17. From the results of the correlation analysis between creative listening skills and storytelling skill, the r count correlation value is 0.965 which is in the very strong category with r table of 0.404. Thus, r coun t> r table, it is stated that the truth is accepted in the sense that there is a correlation between creative listening skill and speaking skill in grade VII.1 students of SMP Negeri 2 Mattiro Bulu.
MALUKU PROVINCE INTRODUCTION APPLICATION USING ANDROID-BASED SMARTPHONE Adam Huda Nugraha
Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang Vol. 2 No. 2 (2020): Desember: Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinov.v3i2.99

Abstract

The fort as a place that can be used as a historical source can be utilized as much as possible by utilizing existing technology so that the functions and benefits obtained are more optimal and efficient. Often when you are in a new place and need information about the place, many people such as people outside the area or local people have difficulty asking where or to whom. In Maluku province, there is a historical fort that the general public should know about the historical information of the fort so that they can take advantage of it. It will be easier if there is an application that can provide information on historical forts in Maluku province, which are presented in the form of images, text, and video. and ADT (Android Development Tools) to implement the application design into an android application.
KAJIAN KUALITAS SUSU SAPI TINGKAT PETERNAK DAN PELOPER DI DESA JETAK KECAMATAN GETASAN KABUPATEN SEMARANG Indra Maulani; Yusup Rahmadi; Sugiyono, Sugiyono; Ismiarti
Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang Vol. 4 No. 1 (2022): Juli: Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinov.v5i1.211

Abstract

Susu yang berkualitas dihasilkan dari ternak yang sehat, manajemen pakan dan pemerahan, serta penanganan pascapanen yang baik. Rantai distribusi susu di Kabupaten Semarang dimulai dari peternak, peloper sampai koperasi yang kemudian didistribusikan ke Industri Pengolahan Susu (IPS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas susu di tingkat peternak dan peloper di Desa Jetak, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Penelitian dilaksanakan pada 13 Agustus- 17 September 2021 melalui tiga tahap yaitu survei lapangan, penelitian pendahuluan, dan pengujian parameter. Sampel yang digunakan pada penelitian terdiri atas susu segar yang diambil dari peternak sebanyak 20 sampel secara random sampling dan sampel susu dari peloper sebanyak 20 sampel. Parameter yang diuji yaitu uji alkohol, reduktase, pH, berat jenis, dan kadar lemak. Data uji alkohol dianalisis menggunakan Mann-Whitney, sedangkan reduktase, pH, berat jenis, dan kadar lemak dianalisis dengan Independent T-test. Hasil pengujian alkohol, reduktase, pH, berat jenis, dan kadar lemak tidak berbeda (P>0,05) artinya tidak ada perbedaan kualitas susu berdasar uji alkohol, reduktase, pH, BJ, dan kadar lemak baik di tingkat peternak maupun peloper. Berdasar hasil uji alkohol didapatkan 1 sampel positif pada susu tingkat peternak dan 2 sampel positif pada peloper. Rerata hasil reduktase, pH, berat jenis, dan kadar lemak pada sampel susu tingkat peternak secara berturut-turut 6,77 jam; 6,50; 1,029 g/ml; 3,91%. Sementara itu, rerata reduktase, pH, berat jenis, dan kadar lemak pada sampel susu tingkat peloper secara berturut- turut 6,48 jam; 6,48; 1,029 g/ml; 3,79%. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ada perbedaan kualitas susu di tingkat peternak dan peloper, kualitas susu tergolong baik dan memenuhi Standar Nasional Indonesia.

Page 6 of 22 | Total Record : 214