cover
Contact Name
Muhammad Nasir
Contact Email
nasirmuning@gmail.com
Phone
+6285251613000
Journal Mail Official
hafizhihusinsungkar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Samudera II No. 36 Rt. 45 Beruntung Jaya Banjarmasin
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Islamologi: Jurnal Ilmiah Keagamaan
Published by CV. Maryam Sejahtera
ISSN : -     EISSN : 30473071     DOI : https://doi.org/10.68352/islam
Core Subject :
Islamologi: Jurnal Ilmiah Keagamaan is an open access peer reviewed journal on religious studies and religious studies published by the Maryam Sejahtera Foundation in South Kalimantan. It features articles by lecturers educational staff education observers and others. Published semiannually in June and December online the journal publishes research findings related to religious and religious issues.
Arjuna Subject : -
Articles 189 Documents
Membangun Kesadaran Ekonomi Syariah di Kalangan Generasi Muda Muhammad Akmal; Nazwa Safrina Zahra; Sekar Luthtiti Kenny
Islamologi : Jurnal Ilmiah Keagamaan Vol. 1 No. 2 (2024): Juli - Desember : Islamologi : Jurnal Ilmiah Keagamaan
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/islam.v1i2.138

Abstract

Ekonomi syariah, sebagai sistem ekonomi yang berlandaskan pada prinsip-prinsip Islam, semakin penting untuk diperkenalkan kepada generasi muda. Kesadaran akan ekonomi syariah dapat meningkatkan pemahaman tentang investasi yang halal, pengelolaan keuangan yang etis, dan tanggung jawab sosial. Artikel ini membahas strategi dan pentingnya pendidikan ekonomi syariah, peran teknologi dalam mempromosikan keuangan syariah, serta contoh praktik baik yang dapat menginspirasi generasi muda untuk terlibat aktif dalam ekonomi syariah. Dengan meningkatkan kesadaran ini, diharapkan generasi muda dapat menjadi agen perubahan dalam mengembangkan perekonomian yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan. Kesadaran ekonomi syariah di kalangan generasi muda menjadi semakin penting dalam konteks globalisasi dan perkembangan ekonomi yang pesat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis berbagai strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang ekonomi syariah di kalangan generasi muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor kunci yang mempengaruhi kesadaran ekonomi syariah, termasuk pendidikan formal, akses terhadap informasi, serta pengaruh komunitas dan keluarga. Selain itu, program edukasi yang terintegrasi dalam kurikulum pendidikan tinggi dan kampanye kesadaran publik dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman generasi muda tentang prinsip-prinsip ekonomi syariah. Artikel ini merekomendasikan perlunya kolaborasi antara institusi pendidikan, lembaga keuangan syariah, dan organisasi masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan kesadaran ekonomi syariah. Dengan meningkatkan kesadaran ini, diharapkan generasi muda dapat berkontribusi dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan sesuai dengan nilai-nilai syariah.
THE IMPACT OF DIGITAL MEDIA ON STUDENT’S READING PREFERENCES FINA AGNIA; DIAS NISRINA ALIFAH
Islamologi : Jurnal Ilmiah Keagamaan Vol. 1 No. 2 (2024): Juli - Desember : Islamologi : Jurnal Ilmiah Keagamaan
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/islam.v1i2.139

Abstract

The development of digital technology has brought significant changes in various aspects of life, including the way students access and consume reading materials. This article explores the comparison between reading physical books and reading on digital devices, and its impact on students' reading preferences in the digital era for students. Through literature analysis and quantitative research, this article highlights the advantages and disadvantages of both reading methods. Physical books offer a more focused and immersive experience, while digital reading provides quick access and ease of use. However, there are concerns about decreasing the duration and quality of comprehension when reading from the screen, especially amidst the rise of multitasking. This article also discusses the impact of these changes on education, including the challenges for teachers to balance the use of physical books and digital devices in the learning process. In the future, it will be important to find a balance between these two forms of reading so that students can gain optimal benefits from technological advances without sacrificing the quality of their literacy.
JUMLAH KASUS KETERTARIKAN GURU AGAMA TERHADAP ANAK DI BAWAH UMUR Cici Wahana; Qotrun Nada Alya Puteri; Ridha Syafitri
Islamologi : Jurnal Ilmiah Keagamaan Vol. 1 No. 2 (2024): Juli - Desember : Islamologi : Jurnal Ilmiah Keagamaan
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/islam.v1i2.141

Abstract

This research aims to present a description of the data regarding the number of cases of religious teachers' interest in minors to find out the causes of cases of religious teachers' attraction to minors, especially their students, using qualitative methods with a little quantitative addition. Find out why things like this can happen in the school environment, what impact it has on the teaching and learning process in schools, what factors influence whether this can happen, and understand whether a teacher's area of ​​expertise can influence this. Find out solutions and the role of schools in dealing with cases of teacher interest in minors.
RELIGIOUS MODERATION IN THE FORMAL EDUCATION IN INDONESIA JUBAIDAH; RAHMA DWI SURYANI; RATNA TRISNAWATI
Islamologi : Jurnal Ilmiah Keagamaan Vol. 1 No. 2 (2024): Juli - Desember : Islamologi : Jurnal Ilmiah Keagamaan
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/islam.v1i2.143

Abstract

Moderasi beragama sangat cocok di Indonesia mengingat tingginya keragaman agama dan kultural yang ada. Di lingkungan pendidikan formal, penerapan nilai-nilai moedrasi beragama bertujuan membentuk generasi muda yang toleran, inklusif, dan menghargai adanya perbedaan. Artikel ini menggunakan metode studi literatur untuk mengkaji peran pendidikan formal dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang yang muncul dalam penerapannya. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan formal berperan penting dalam mengembangkan sikap moderat melalui interaksi lintas agama, pembelajaran yang inklusif, serta kegiatan ekstrakurikuler. Implementasi moderasi beragama dapat meredam potensi ekstremisme, memperkuat persatuan bangsa, dan meningkatkan kohesi sosial. Namun, tantangan seperti pemahaman agama yang ekstrem dan kebijakan pendidikan yang belum inklusif tetap menjadi hambatan yang perlu diatasi.
MEMPROMOSIKAN NILAI-NILAI ISLAM MELALUI MEDIA SOSIAL Aika kamila putri; Ananda Shahira
Islamologi : Jurnal Ilmiah Keagamaan Vol. 1 No. 2 (2024): Juli - Desember : Islamologi : Jurnal Ilmiah Keagamaan
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/islam.v1i2.144

Abstract

Membahas bagaimana kita sebagai muslim bisa memanfaatkan media social untuk menunjukkan nilai-nilai islam dengan cara yang relevan di era digital ini. Dengan banyaknya anak muda yang aktif di beragam platform seperti instagram,Tik Tok dan twitter dapat menjadi peluang besar buat menyebarkan nilai-nilai islam. Namun banyaknya informasi yang beredar membuat sulit untuk memisahkan yang mana yang benar-benar akurat dan yang mana yang hoaks, ini dapat menyebabkan salah paham tentang ajaran islam dan mencoreng citra islam itu sendiri. dan tidak semua pengguna media social memahami etika dan adab dalam bersosial media seperti menggunakan kata kasar, merendahkan, atau memaksa pandangan kepada orang lain dapat menimbulkan resistensi, bahkan berpotensi menjauhkan orang dari nilai-nilai islam. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengeksplorasi cara-cara efektif dalam menyampaikan pesan-pesan positif serta mengedukasi tentang adab dalam bersosial media. Dengan memahami etika komunikasi yang sesuai dengan ajaran islam, diharapkan pengguna media social dapat berinteraksi secara positif dan mendukung penyebaran nilai-nilai keislaman.
KONSEP SILATURAHMI SEBAGAI BENTUK PERSATUAN DALAM BANGSA INDONESIA Rahma Dhiya Titarani; , Sharma Ayu Setyaningsih; Rahma Kamila
Islamologi : Jurnal Ilmiah Keagamaan Vol. 1 No. 2 (2024): Juli - Desember : Islamologi : Jurnal Ilmiah Keagamaan
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/islam.v1i2.147

Abstract

Islam adalah agama yang mengandung makna kedamaian, keharmonisan, kerukunan, persaudaraan dan persatuan. Hal ini terbukti dengan dianjurkannya kita sebagai umat muslim untuk mejaga persatuan dan hubungan persaudaraan kita baik itu dengan kerabat, tetangga, teman, maupun orang-orang yang berada pada lingkungan tempat kita tinggal. Kita sebagai manusia, khususnya umat muslim harus selalu menjaga tali silaturahmi seperti yang telah diperintahkan oleh Allah SWT dan telah dicontohkan oleh orang paling mulia di muka bumi ini yaitu Nabi Muhammad SAW. Bahkan nabi kita juga mengingatkan umatnya bahwa islam mengharamkan umatnya untuk memutus tali silaturahmi sesama muslim. Dengan kita menjaga silaturahmi kita dengan saudara sesama muslim maupun saudara kita dari agama lain, persatuan dapat tercipta dan menghindarkan kita dari berbagai konflik yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Sudah seharusnya kita saling menjaga silaturahmi antarsesama, berbagai cara dapat kita lakukan dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan silaturahmi persatuan dan kesatuan pasti akan tercipta, lingkungan menjadi aman dan tentram tanpa adanya konflik diantara manusia.
Islamic arguments against Donald Trump's thoughts on Islamophobia Muhammad Alwie Fadheil Assegaf; Sifa Sahara; Nursya’bani Alfauza Asma
Islamologi : Jurnal Ilmiah Keagamaan Vol. 1 No. 2 (2024): Juli - Desember : Islamologi : Jurnal Ilmiah Keagamaan
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/islam.v1i2.148

Abstract

Donald Trump's comments about Islam and Muslims have sparked significant debate and criticism, particularly among scholars, community leaders, and activists. Throughout his political career, Trump has often used language that many see as Islamophobic, portraying Islam primarily as a monolithic force defined by extremism and violence. This narrow view ignores the vast diversity within the Muslim faith and fosters a climate of fear and distrust among the general public. His infamous call for a "Muslim ban" during the 2016 presidential campaign is a prime example of this mindset, casting himself as a protector of American values against an alleged threat posed by Muslims. This rhetoric was further magnified by his administration’s policies, which targeted Muslim-majority countries and sought to impose immigration restrictions based on religious identity. Critics argue that these statements and actions go beyond typical political tactics; they contribute to systemic Islamophobia that manifests in various harmful ways, including discrimination, hate crimes, and social ostracism aimed at Muslim individuals and communities. The impact of Trump’s rhetoric extends far beyond short-term political gains; it has long-lasting effects on societal attitudes toward Islam and Muslims, deepening divisions and polarization in American society. This discourse not only reinforces harmful stereotypes but also undermines the core values of equality and tolerance that are vital to a democratic society.
PERKEMBANGAN EKONOMI SYARIAH DI INDONESIA Nadia; Melda Dewanti; Rizqah Nabila
Islamologi : Jurnal Ilmiah Keagamaan Vol. 1 No. 2 (2024): Juli - Desember : Islamologi : Jurnal Ilmiah Keagamaan
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/islam.v1i2.150

Abstract

This study examines the development of the sharia economy in Indonesia, which has grown rapidly in recent years. With the largest Muslim population in the world, Indonesia is strongly committed to developing the sharia economy sector through government policies and the development of sharia financial institutions. Based on a survey, this study identifies the level of public literacy and understanding of sharia financial products, as well as the factors that influence people's decisions in using these services. The results show that although this sector has experienced significant growth, low sharia financial literacy remains a major challenge. This study provides recommendations for stakeholders to formulate policies that improve sharia financial literacy and inclusion, strengthen regulations, and support technology-based product innovation. With these steps, the sharia economy is expected to make a greater contribution to Indonesia's economic growth.
PANDANGAN ISLAM TERHADAP KEPEMIMPINAN WANITA DALAM MEWUJUDKAN MASYARAKAT MADANI DI INDONESIA Anisa Fitriani; Siti Amilia; Widhiya
Islamologi : Jurnal Ilmiah Keagamaan Vol. 1 No. 2 (2024): Juli - Desember : Islamologi : Jurnal Ilmiah Keagamaan
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/islam.v1i2.177

Abstract

ISOAM's (Social Bonds and Community Advocacy) view of women's leadership in realizing civil society in Indonesia emphasizes the important role of women in the process of social, economic and political development. It is considered important for women's leadership to create policies that are more inclusive and meet the needs of society. Women leaders are expected to convey different perspectives, support gender justice, and improve community welfare through a collaborative and participatory approach. ISOAM helps women become more capable through training and education, and supports women's rights in leadership structures. ISOAM believes that a sustainable and harmonious civil society can be achieved in Indonesia by implementing the vision of women's leadership. This article aims to collect Islamic views on women's leadership in the formation of civil society in Indonesia and conduct a critical evaluation of women's leadership so that the Indonesian nation has Bhinneka Tunggal Ika. from Sabang to Merauke can understand it.
THE ROLE OF WOMAN IN ISLAM Najiya; Rizka Herliana; Nurlia Maulida
Islamologi : Jurnal Ilmiah Keagamaan Vol. 1 No. 2 (2024): Juli - Desember : Islamologi : Jurnal Ilmiah Keagamaan
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/islam.v1i2.178

Abstract

This article examines the role of women in Islam, which is often seen as a controversial topic in various social and cultural contexts. Islam grants women a position of high regard, emphasizing principles of equality and respect for their rights. However, women's roles in the family, society, and various sectors of life are often interpreted differently. This paper analyzes key Islamic sources such as the Qur'an and Hadith, as well as scholarly interpretations regarding the rights and responsibilities of women. The study aims to highlight women's contributions in religious, educational, economic, and social contexts, and to demonstrate how Islamic values can empower women to actively participate in societal development. Using a qualitative approach, the research combines literature review, religious text interpretations, and contemporary perspectives on the status of women in the Muslim world. The findings suggest that while there are challenges in applying gender equality principles, Islam provides a strong foundation for respecting and empowering women across different aspects of life.