cover
Contact Name
Muhammad Nasir
Contact Email
nasirmuning@gmail.com
Phone
+6285251613000
Journal Mail Official
hafizhihusinsungkar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Samudera II No. 36 Rt. 45 Beruntung Jaya Banjarmasin
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Islamologi: Jurnal Ilmiah Keagamaan
Published by CV. Maryam Sejahtera
ISSN : -     EISSN : 30473071     DOI : https://doi.org/10.68352/islam
Core Subject :
Islamologi: Jurnal Ilmiah Keagamaan is an open access peer reviewed journal on religious studies and religious studies published by the Maryam Sejahtera Foundation in South Kalimantan. It features articles by lecturers educational staff education observers and others. Published semiannually in June and December online the journal publishes research findings related to religious and religious issues.
Arjuna Subject : -
Articles 189 Documents
PENGARUH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP PEMBENTUKAN MORAL MAHASISWA Fitriyani; Mulya Anisa
Islamologi : Jurnal Ilmiah Keagamaan Vol. 1 No. 2 (2024): Juli - Desember : Islamologi : Jurnal Ilmiah Keagamaan
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/islam.v1i2.248

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan agama Islam terhadap pembentukan moral mahasiswa. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi pada mahasiswa di perguruan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama Islam berkontribusi signifikan dalam membentuk moral mahasiswa, terutama melalui internalisasi nilai-nilai keislaman seperti kejujuran, tanggung jawab, dan toleransi. Interaksi antara mahasiswa dan dosen, kurikulum berbasis nilai Islam. serta kegiatan keagamaan di kampus menjadi faktor pendukung utama dalam proses pembentukan moral tersebut. Penelitian ini merekomendasikan penguatan implementasi pendidikan agama Islam melalui pendekatan yang lebih integratif dan aplikatif untuk meningkatkan efektifitas pembentukan moral mahasiswa di perguruan tinggi.
PENERAPAN NILAI AGAMA ISLAM PADA ANAK USIA DINI MELALUI METODE PEMBIASAAN Husnatulhuda; Nur kamaliah
Islamologi : Jurnal Ilmiah Keagamaan Vol. 1 No. 2 (2024): Juli - Desember : Islamologi : Jurnal Ilmiah Keagamaan
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/islam.v1i2.250

Abstract

Metode pembiasaan akan menjadi lebih efektif jika disertai dengan Cara yang bisa dicontohkan dengan baik itu. Karena anak didik tidak hanya menjalankan kebiasaan tetapi juga melakukan kegiatan lain Diperlukan kehadiran seseorang yang dapat dijadikan panutan untuk diteladani. Dari segi psikologis Anak senang meniru, baik perilaku yang baik maupun yang buruk pun akan ia tiru, dan secara umum demikianlah Individu juga memerlukan panutan dalam kehidupan untuk sebab psikologisnya. Ini adalah lokasinya di sini Hubungan dan kesesuaian antara metode keteladanan dan metode ialah penting Biasanya, pendidik tidak hanya berbicara (memerintah), tetapi juga harus Mampu menjadi contoh yang baik bagi anak. Penghayatan prinsip-prinsip Agama Islam Dengan cara yang terbiasa, contohnya dalam hal budi pekerti, adalah dengan cara yang di tempuh Mengajarinya untuk berperilaku dan bersikap baik, seperti jujur dan adil Menjalankan kebenaran, berbicara dengan sopan, jujur, semuanya menjadi hal yang penting Menciptakan karakter anak Muslim yang baik Dalam situasi ini, orang tua asuh atau pendidik perlu memiliki kemampuan untuk memberikan Dalam kehidupan sehari-hari, ada contoh yang akan membuat anak memperoleh pengajaran di dalam dirinya Kepribadian yang positif. Contoh, si anak biasa diterima perilaku adil dan di Biasakanlah untuk selalu berbuat adil, sehingga anak akan tumbuh dengan rasa keadilan yang kuat dalam dirinya dan akan menjadi salah satu dari sifat-sifat pribadinya. Dalam hal ibadah Dengan rajin melaksanakan sholat wajib lima waktu berjamaah setiap harinya.Mengestablishkan kebiasaan untuk melaksanakan sholat sunnah, baik itu sholat sunnah rawatib ataupun sholat malam Menjadikan kebiasaan untuk berpuasa sunnah setiap hari Senin dan Kamis. Dengan lembut, anak akan Orang yang rutin melaksanakan syariat Islam dalam kehidupannya akan membentuk karakter yang kuat secara alami Tolong tulis semula teks ini dengan gaya penulisan yang lancar: ya. Sebagai seorang pendidik, jangan lupa untuk memberikan contoh tentang hal-hal yang diajarkan Mereka memberikan saran Nilai-Nilai Agama Islam, Peserta Didik, dan Metode Pembiasaan merupakan kata kunci yang perlu dipertimbangkan.
PERAN AGAMA DALAM MEMBANGUN KARAKTER GENERASI MUDA Najwa Noor Hanifa; Noor Laila Hayati
Islamologi : Jurnal Ilmiah Keagamaan Vol. 1 No. 2 (2024): Juli - Desember : Islamologi : Jurnal Ilmiah Keagamaan
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/islam.v1i2.252

Abstract

Agama memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Dalam konteks kompleks sosial, keyakinan agama dapat berfungsi sebagai landasan yang berharga bagi individu dalam menghadapi berbagai masalah moral dan etika yang kompleks. Tujuan sari penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana pendidikan agama dapat meningkatkan moral, kinerja, dan hasil dalam masyaraka. Metode penelitian , penelitian ini mengkaji peran pendidikan agama, praktik keagamaan, dan pengabdian kepada masyarakat dalam mengembangkan nilai-nilai moral dan sosial pada generasi muda. Temuan penelitian menunjukkan bahwa memasukkan nilai-nilai agama ke dalam kehidupan sehari-hari tidak hanya meningkatkan karakteristik pribadi, tetapi juga memperkuat hubungan sosial dan solidaritas di masyarakat. Oleh karena itu hasil penelitian ini menekankan pentingnya agama sebagai salah satu pilar pendidikan karakter, yang dapat membantu generasi muda berkembang menjadi individu yang berkualitas.
INTEGRASI PERKEMBANGAN AGAMA DAN PSIKOSOSIAL ANAK DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Ansyari; Muhammad Ramli
Islamologi : Jurnal Ilmiah Keagamaan Vol. 1 No. 2 (2024): Juli - Desember : Islamologi : Jurnal Ilmiah Keagamaan
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/islam.v1i2.259

Abstract

This study aims to explore the stages of religious and psychosocial development of children and integrate them in Islamic Religious Education (PAI) learning in order to build a strong identity and character. The method used is library research with a qualitative approach, utilising various relevant literature sources. The results showed that children's religious development includes intuitive stages to the stabilisation of beliefs, while children's psychosocial development based on Erik Erikson's theory includes eight main stages that focus on developmental crises. These two aspects influence each other and are determined by factors such as family, social environment, education, media and community culture. The integration of the stages of religious and psychosocial development in PAI learning is key in forming a generation with faith, morals, and strong character. Adaptive and contextual learning strategies can increase the effectiveness of teaching and strengthening religious values in children. Thus, this study contributes to the development of holistic teaching methods that support children's spiritual and social growth.
PERAN HIDAYAH DALAM KEHIDUPAN MANUSIA MENURUT AL-QUR`AN Maulida; Rahmawati
Islamologi : Jurnal Ilmiah Keagamaan Vol. 3 No. 1 (2026): Januari - Juni | Islamologi : Jurnal Ilmiah Keagamaan
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/islam.v3i1.315

Abstract

Hidayah merupakan konsep fundamental dalam ajaran Islam yang berfungsi sebagai petunjuk dan bimbingan Allah Swt. bagi manusia dalam menjalani kehidupan menuju kebenaran dan keselamatan. Al-Qur'an sebagai sumber utama ajaran Islam menegaskan bahwa hidayah mencakup pedoman dalam aspek keimanan, ibadah, akhlak, dan kehidupan sosial, sehingga memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk arah dan tujuan hidup manusia, terutama di tengah tantangan moral dan krisis nilai pada era modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran hidayah dalam kehidupan manusia menurut perspektif Al-Qur'an dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan studi kepustakaan (library research) dan tafsir tematik (maudhu’i) terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan hidayah serta penafsiran para ulama tafsir klasik dan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa hidayah dalam Al-Qur'an tidak hanya bermakna sebagai petunjuk secara konseptual, tetapi juga sebagai bimbingan yang bersifat transformatif dan aplikatif dalam membentuk keimanan, membina akhlak, mengarahkan perilaku sosial, serta menuntun manusia menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Al-Qur'an juga mengisyaratkan adanya berbagai bentuk hidayah, seperti hidayah irsyad dan hidayah taufiq, yang saling melengkapi dalam proses pembinaan spiritual manusia. Dengan demikian, pemahaman yang komprehensif terhadap konsep hidayah menjadi landasan penting dalam membangun kehidupan yang berorientasi pada nilai-nilai ilahiah dan keseimbangan antara aspek spiritual, moral, dan sosial.
Jihad An-Nafs dalam Pengendalian Amarah: Studi Konseptual atas Pemikiran Ulama Klasik Ridhana
Islamologi : Jurnal Ilmiah Keagamaan Vol. 3 No. 1 (2026): Januari - Juni | Islamologi : Jurnal Ilmiah Keagamaan
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/islam.v3i1.378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual pemikiran ulama klasik mengenai jihad an-nafs dalam konteks pengendalian amarah. Amarah adalah bagian dari dinamika nafs manusia yang memiliki potensi destruktif jika tidak dikendalikan secara tepat. Secara normatif, Islam menempatkan pengendalian amarah sebagai bagian dari kesempurnaan akhlak dan indikator kematangan spiritual. Namun dalam praktiknya, masih terdapat kesenjangan antara ajaran normatif tersebut dengan realitas perilaku umat Islam. Melalui pendekatan studi kepustakaan (library research), penelitian ini menelaah literatur tasawuf klasik yang membahas konsep mujahadah an-nafs dan tazkiyatun nafs sebagai landasan pembinaan jiwa. Hasil kajian menunjukkan bahwa jihad an-nafs dalam pemikiran ulama klasik dipahami sebagai perjuangan internal yang sistematis untuk menundukkan dorongan amarah melalui riyadhah, penguatan kesadaran ilahiah, serta pembiasaan akhlak terpuji. Konsep ini tidak hanya bersifat moral normatif, tetapi juga menawarkan kerangka pembinaan spiritual yang integral. Dengan demikian, pemikiran ulama klasik tentang jihad an-nafs memiliki relevansi teoretis dalam memperkaya kajian tasawuf dan pengembangan konsep pengendalian diri dalam Islam.
DONASI DIGITAL SEBAGAI EKSPRESI FILANTROPI ISLAM DI ERA JARINGAN: ANALISIS PERSPEKTIF MANUEL CASTELLS PADA INSTAGRAM @KITABISA.COM Nuriyatul Muzakiya; Syaira Latifa; Hapijaturrahmah; Desi Erawati
Islamologi : Jurnal Ilmiah Keagamaan Vol. 3 No. 1 (2026): Januari - Juni | Islamologi : Jurnal Ilmiah Keagamaan
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/islam.v3i1.400

Abstract

Donasi digital, sebagai wujud kontemporer dari filantropi Islam, mengalami transformasi yang signifikan seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi digital, beralih dari praktik amal tatap muka menuju platform online dan media sosial. Fenomena ini tampak jelas dalam berbagai penggalangan dana untuk korban bencana di Aceh dan wilayah Sumatra yang mampu menjangkau partisipasi masyarakat luas dalam waktu singkat. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana donasi digital, yang dipahami dalam kerangka filantropi Islam, membentuk pola solidaritas sosial serta implikasinya dalam perspektif masyarakat jaringan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi literatur dan pengamatan terhadap kampanye donasi di Instagram. Hasil kajian menunjukkan bahwa donasi digital mempermudah partisipasi masyarakat dan memperluas jangkauan solidaritas, namun sekaligus menghadirkan dinamika baru dalam hubungan sosial. Dalam perspektif masyarakat jaringan Manuel Castells, praktik ini mencerminkan terbentuknya relasi sosial berbasis jaringan yang bergantung pada arus informasi dan kekuatan koneksi digital.
Karakteristik Sintaksis Al-Qur'an: Studi Analisis Huruf Athaf dan Jar pada QS. Az-Zumar: 71–73 dan QS. Thaha: 71 Saparudin Arianur; Nuriyatul Muzakiya; Ahmad Arifin Alfayad; Akhmad Dasuki
Islamologi : Jurnal Ilmiah Keagamaan Vol. 3 No. 1 (2026): Januari - Juni | Islamologi : Jurnal Ilmiah Keagamaan
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/islam.v3i1.401

Abstract

Kajian ini menelaah karakteristik sintaksis Al-Qur'an melalui analisis mendalam terhadap huruf athaf dan huruf jar pada QS. Az-Zumar: 71–73 dan QS. Thaha: 71. Dengan menggunakan pendekatan nahwu klasik yang bersumber dari tradisi linguistik Sibawaih, Ibn Jinni, Al-Jurjani, Az-Zamakhsyari, dan Ibn Hisyam, kajian ini menunjukkan bahwa setiap huruf dalam Al-Qur'an dipilih secara presisi absolut dan tidak dapat digantikan oleh huruf lain tanpa menggeser substansi makna secara fundamental. Huruf athaf seperti waw (و) dan fa (ف), serta huruf jar seperti fī (في) dan 'alā (على), masing-masing mengemban fungsi semantis yang distingtif dan konsisten. Temuan ini memperkuat argumen i'jāz lughawī Al-Qur'an, khususnya dimensi dawām al-ma'nā al-harfī — konsistensi makna huruf sebagai sistem linguistik yang sempurna dan tidak tertandingi.
Ekspansi Hukum dalam Tafsir Fiqhi atas Ayat Non-Ahkam: Analisis Dalālah Al-Naṣṣ Muhammad Alaika Rahim; Khairunnisa; Akhmad Dasuki
Islamologi : Jurnal Ilmiah Keagamaan Vol. 3 No. 1 (2026): Januari - Juni | Islamologi : Jurnal Ilmiah Keagamaan
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/islam.v3i1.404

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena ekspansi hukum dalam tafsir fiqhi terhadap ayat-ayat non-ahkam yang semakin berkembang dalam tradisi penafsiran Islam. Banyak mufassir tidak hanya menjadikan ayat ahkam sebagai dasar legislasi hukum, tetapi juga ayat etika, kisah, dan kauniyyah melalui pendekatan dalālah al-naṣṣ. Kondisi ini menimbulkan persoalan metodologis mengenai batas legitimasi penafsiran hukum dan potensi subjektivitas dalam proses istinbāṭ. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk ekspansi hukum dalam tafsir fiqhi atas ayat non-ahkam serta mengkaji posisi dalālah al-naṣṣ sebagai instrumen epistemologis dalam pembentukan hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan pendekatan tafsir tematik-konseptual dan usul fikih. Data diperoleh dari kitab tafsir fiqhi, literatur usul fikih, serta berbagai penelitian akademik yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif-interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspansi hukum terhadap ayat non-ahkam dilakukan melalui pola analogis, maqāṣidī, kontekstual, dan sistemik. Dalālah al-naṣṣ berfungsi sebagai perangkat epistemologis yang memungkinkan lahirnya hukum dari makna implisit teks Al-Qur’an.