cover
Contact Name
Dr. Iis Purnengsih, M.Sn
Contact Email
jurnal.visualheritage@gmail.com
Phone
+628989421606
Journal Mail Official
jurnal.visualheritage@gmail.com
Editorial Address
Jl. Nangka No. 58 C (TB. Simatupang), Kel. Tanjung Barat, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530, Jakarta, Indonesia.
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
ISSN : 27984656     EISSN : 26230305     DOI : https://doi.org/10.30998/vh.v8i3
Core Subject :
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya fokus untuk menerbitkan artikel penciptaan maupun pengkajian untuk semua aspek, meliputi laporan penelitian terbaru dan ide-ide konseptual dengan menggunakan pendekatan metode penelitian kualitatif dalam bidang Desain, Ilustrasi, Fotografi, Seni, Budaya Visual serta bidang keilmuan seni dan humaniora lainnya. Ruang lingkup jurnal ini meliputi kajian tipografi, branding, fotografi, media, desain komunikasi visual, periklanan, animasi, ilustrasi, budaya visual, nirmana, film, videografi, dll.
Arjuna Subject : -
Articles 63 Documents
Perancangan Iklan Layanan Masyarakat Edukasi Bahaya Sampah Plastik Di Laut Semarang Rohmatun Nabila; Daniar Wikan Setyanto
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol. 8 No. 3 (2026): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/gx3d4p91

Abstract

Plastik merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat, namun sampah plastik, khususnya di laut, menimbulkan ancaman serius bagi lingkungan. Sampah plastik menyebabkan kerusakan terumbu karang, mencemari mangrove, dan membahayakan biota laut yang terjerat atau tanpa sengaja memakan plastik maupun mikroplastik. Laut seharusnya menjadi ekosistem yang bersih agar biota laut dapat hidup optimal. Masalah sampah plastik di laut sulit diatasi sepenuhnya, namun dapat dikurangi melalui edukasi masyarakat menggunakan Iklan Layanan Masyarakat (ILM) berupa poster dan infografis. ILM ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan beralih ke alternatif berkelanjutan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui literatur, dokumentasi, dan observasi serta analisis framing. Berdasarkan , fokus utama pesan ILM adalah meluruskan anggapan bahwa sampah plastik di laut hanya berasal dari perilaku membuang sampah masyarakat wisatawan sekitar pantai, padahal sekitar 80% berasal dari pemukiman jauh dari pantai. Sehingga pesan yang disampaikan dalam ILM ini bertujuan untuk meninggkatkan kesadaran Masyarakat seperti dampak negative dari penggunaan plastik sekali pakai dan pentingnya membuang sampah pada tempatnya. ILM dikemas menarik dengan ilustrasi dua dimensi dan disebarkan melalui media sosial
Resiliensi Motif Batik Besurek Sanggar Katura Cirebon Dhika Quarta Rosita; Sunarmi; Sarwanto
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2026): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/zth1ec65

Abstract

Batik Besurek Cirebon merupakan batik pesisir dengan motif kaligrafi. Batik ini dikenal karena memiliki keunikan pada penggunaan hiasan kaligrafi Arab yang berasal dari potongan ayat suci Al-Qur’an, Asmaul Husna, dan Rasulullah yang merefleksikan nilai-nilai spiritual Islam dan memadukan kearifan lokal masyarakat Cirebon yaitu dengan isian teknik merawit. Penelitian ini bertujuan untuk menggali strategi yang dilakukan oleh Sanggar Katura dalam melestarikan motif kaligrafi pada batik besurek Cirebon. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi langsung di Sanggar Katura Cirebon dengan menggunakan 4 konsep pelestarian tradisi menurut UU RI Nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan dan pendekatan semiotika untuk menafsirkan makna pada batik besurek Cirebon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sanggar Katura masih berperan aktif dalam pelestarian batik besurek Cirebon melalui beberapa kegiatan, seperti perlindungan desain batik besurek, pembinaan dengan mengadakan pelatihan batik, pengembangan Katura dengan mengikuti kegiatan pameran, serta pemanfaatan internet untuk mempromosikan kegiatan dan menjual produk batik Sanggar Katura. Strategi tersebut tidak hanya mempertahankan eksistensi motif kaligrafi batik besurek Cirebon, tetapi juga memperkuat identitas budaya Cirebon ditengah perkembangan industri kreatif modern. Dengan demikian, Sanggar Katura berkontribusi signifikan terhadap resiliensi Batik Besurek Cirebon    
Analisis Implementasi Desain Identitas Visual Pariwisata 'Kuningan Beu' Kabupaten Kuningan Azhar Natsir Ahdiyat; Erlin Herlina; Abdul Akmal Fahrudin
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol. 9 No. 1 (2026): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v9i1.364

Abstract

Identitas visual berperan penting dalam membangun citra dan daya tarik suatu daerah. Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kab. Kuningan memperkenalkan identitas visual “Kuningan Beu” sebagai upaya memperkuat citra pariwisata daerah. Namun, dalam penerapannya ditemukan kendala, seperti penggunaan elemen “Beu” pada logo program lain di luar Disporapar, yang berpotensi menimbulkan kebingungan visual dan persepsi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang menyebabkan kendala dalam penerapan logo Kuningan Beu serta menganalisis kesesuaian implementasi desain identitas tersebut dalam upaya branding Pariwisata Kabupaten Kuningan dengan panduannya. Jenis penelitian ini termasuk kedalam penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, studi literatur, dan dokumentasi. Analisis dilakukan melalui tahapan audit desain berdasarkan teori “Designing Brand Identity” dari Wheeler, untuk menilai konsistensi penerapan logo pada berbagai media. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa logo “Kuningan Beu” memiliki potensi sebagai identitas visual daerah. Namun, penerapannya di lapangan belum berjalan sesuai dengan panduan visual.
Pelestarian Tari Gambang Semarang melalui kegiatan gerakan Pramuka di Kota Semarang liza Rahmawati; eny kusumastuti
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2026): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/242deh40

Abstract

Kemajuan teknologi digital serta berubahnya pola dan cara berpikir Sebagian anak-anak diera saat ini sangat memungkinan terjadinya kehilangan atau terlupakannya  kegiatan-kegiatan seni budaya. Dimana seni budaya tersebut sebenarnya adalah merupakan suatu ciri khas dari daerah. Hal ini juga mulai terjadi dikalangan anak-anak usia sekolah di Kota Semarang. Kesenian yang notabene adalah ciri khas di Kota Semarang perlahan-lahan berkurang peminatnya. Sebagai contoh kesenian tari “Gambang Semarang”. Dikarenakan hal tersebut maka perlu adanya suatu metode yang dilakukan agar Kesenian Tari Gambang Semarang dapat terjaga konsistensinya. Salah satu upanya yang dilakukan adalah dengan menggabungkan kesenian tersebut dalam suatu aktifitas atau kegiatan yang bersifat santai, ceria dan dapat berkesinambungan. Adapaun dari banyak kegiatan yang dapat dilaksanakan salah satunya melalui kegiatan-kegiatan yang ada di Gerakan Pramuka. Gerakan Pramuka merupakan salah satu wadah kegiatan kepanduan yang dimiliki oleh Negara Indonesia. Gerakan Pramuka itu sendiri terdiri dari Kegiatan untuk Anggota Muda (anak-anak usia Sekolah) dan Anggota Dewasa. Untuk kegiatan anggota muda lebih kearah kegiatan-kegiatan yang bersifat kompetisi, gembira dan pengabdian, Didalam Gerakan Pramuka Kota Semarang merupakan salah satu kota yang mempunyai potensi besar atas keanggotaan dari Gerakan Pramuka itu sendiri. Memiliki wadah yang cukup besar untuk dapat menjalankan semua potensi kegiatan Pramuka disemua tingkatan. Olehkarena itu salah satu metode yang dapat digunakan untuk melestarikan kesenian dan kebudayaan nya sangat sesuai apabila melalui kegiatan-kegiatan tersebut.
Fungsi Ruang Istana Asserayah Al Hasyimiah Sebagai Unsur Karya Seni Budaya Peradaban Manusia Modern Hengki Satria; Muhammad Perdi; Fatia Kurniati
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2026): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/06w88117

Abstract

Penelitian ini mengkaji fungsi ruang Istana Asserayah Al Hasyimiah sebagai unsur karya seni budaya peradaban manusia modern untuk mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana ruang-ruang istana, yang terbagi ke dalam zona publik, semi-publik/semi-privat, privat, dan servis, tidak hanya berfungsi secara utilitarian tetapi juga sebagai medium simbolik yang merepresentasikan hierarki sosial, legitimasi kekuasaan, dan identitas budaya. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur, observasi lapangan, wawancara mendalam, serta dokumentasi visual. Analisis dilakukan secara induktif dengan memanfaatkan perspektif semiotik dan historis untuk menafsirkan simbol-simbol arsitektur dan konteks budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi ruang istana tidak sekadar memenuhi kebutuhan praktis, melainkan juga mengartikulasikan nilai estetis dan simbolik yang relevan dengan peradaban modern. Transformasi istana menjadi museum memperkuat fungsi edukatif ruang, menjadikannya medium pembelajaran budaya lintas generasi sekaligus memperlihatkan kemampuan peradaban Melayu Siak dalam mengintegrasikan tradisi dengan modernitas.  
Identitas Batik Cirebon Karya Sanggar Batik Katura Ika Rusdika; Sunarmi; Sarwanto
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol. 9 No. 1 (2026): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/j0pgbc38

Abstract

Tujuan dari artikel ini adalah bagaiamana mengkajidan menelaah Upaya yang dilakukan masyarakat dan pemerintah dakam menjaga sanggar batik katura sebagai karya seni yang syarat akan nilai budaya luhur.Metodologi penelitian ini melibatkan pengumpulan data dari sudut pandang etik dan emik, yang kemudian digunakan untuk menghasilkan motif dari perbagai filosofis. Di samping itu, data dihimpun melalui wawancara tidak terstruktur wisata yang bertugas.Hasil penelitian ini berupa Sejarah tentang sanggar batik katura sebagai seni tradisi sebagai melestarikan budaya, sebagai warisan budaya
Visual Poster Merah Putih: One For All berdasarkan Prinsip Seni Rupa Malika Syahrani; Gian Sugiana; Muhammad Reja Saputra; Sakhiy Dafi Falihah
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol. 9 No. 1 (2026): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v9i1.457

Abstract

Animasi Merah Putih: One for All banyak menuai kritik di media sosial, termasuk pada aspek visual posternya. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan sepuluh prinsip seni rupa pada poster tersebut guna menilai sejauh mana prinsip-prinsip visual diterapkan secara tepat. Penelitian dilandaskan pada teori prinsip seni rupa dan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi visual. Subjek penelitian adalah poster Merah Putih: One for All, dengan data diperoleh melalui pencatatan hasil observasi berdasarkan indikator setiap prinsip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritme dan penekanan tidak membentuk pola visual yang jelas, gerakan dan variasi tidak terbaca kuat, serta kesatuan dan keseimbangan belum stabil. Proporsi, harmoni, kontras, dan perpaduan juga belum konsisten. Dengan demikian, penerapan prinsip seni rupa pada poster belum optimal sehingga struktur visualnya belum mendukung keterbacaan pesan secara kuat.
Makna Budaya Dodol Betawi Hb Toha Tetap Otentik Di Tengah Gempuran Modernitas Republika Online Sulistio; Nurhablisyah; Suratani Bangko
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2026): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v8i2.461

Abstract

Makna budaya, kehidupan sosial bermasyarakat dilingkungan Betawi sebagai upaya kebangkitan ekonomi melalui usaha bisnis dodol Betawi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat makna budaya melalui berita Republika.co.id berjudul “Dodol Betawi Hb Toha Tetap Otentik di Tengah Gempuran Modernitas”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan analisis isi (qualitative content analysis), yang berfokus pada bagaimana media merepresentasikan ketegangan dan harmoni antara tradisi dan modernitas dalam konteks produksi kuliner Betawi. Data diunduh melalui web dari teks berita Republika yang terbit tanggal 23 Nopember 2025, kemudian dianalisis. Teknik Analisis data analisis dilakukan melalui tiga tahap utama berdasarkan model representasi Stuart Hall, yaitu: representasi reflektif dengan menganalisis elemen teks yang dianggap sebagai refleksi dari realitas budaya asli. Tahapannya yaitu mengidentifikasi deskripsi fakta tradisi, teknik produksi, sejarah, dan karakter dodol Betawi, Representasi intensional, menganalisis makna yang sengaja dibangun oleh subjek (Hb Toha) melalui kutipan atau tindakan. Fokus pada: pesan, nilai budaya, dan intensi pelaku usaha dalam memaknai keotentikan, representasi konstruksionis menganalisis bagaimana media membangun makna melalui bahasa, struktur naratif, dan visual
Peran Videografi Media Sosial Sebagai Strategi Promosi Digital Dalam Kolaborasi Locomiaw × Crokets Trinkets Joanne Karenina Adoe; Ihda Rafidah; Fathin Nailul Muna Mangkuratmojo; Jasmine Mutiara Sigit; Dedi Eko Nurcahyo
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol. 8 No. 3 (2026): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v8i3.633

Abstract

Perkembangan promosi digital mendorong penggunaan media sosial berbasis video sebagai sarana penyajian produk, termasuk pada produk pernak-pernik (trinkets) yang memiliki karakter visual berukuran kecil dan detail. Penelitian ini membahas peran videografi media sosial sebagai strategi promosi digital dalam kolaborasi Locomiaw × Crokets Trinkets. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan videografi dalam konten promosi media sosial, mengidentifikasi unsur-unsur visual yang digunakan, serta menjelaskan bagaimana penyajian videografi merepresentasikan produk dan identitas visual kolaborasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan objek berupa konten video promosi kolaborasi yang dipublikasikan melalui platform TikTok. Data dikumpulkan melalui observasi konten video, dokumentasi visual, serta data analitik performa video. Analisis dilakukan dengan mengkaji unsur videografi seperti pengambilan gambar, pergerakan kamera, pencahayaan, komposisi visual, penyuntingan, dan distribusi konten melalui sistem promosi digital berbayar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa videografi digunakan sebagai media komunikasi visual untuk menampilkan detail produk, konteks penggunaan, serta identitas brand, sementara promosi digital melalui TikTok berfungsi untuk memperluas jangkauan audiens dan mendukung proses pengenalan kolaborasi kepada penonton baru.
Perkembangan Pakaian Adat Pengantin Salu’ Dan Baniang Bolaang Mongondow Di Sulawesi Utara Stenli Stivenly Mokoginta; I Wayan Sudana; Isnawati Mohamad
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2026): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v8i2.737

Abstract

Pakaian adat pengantin salu' dan baniang telah mengalami perkembangan yang dipengaruhi berbagai faktor, namun aspek-aspek yang mengalami perkembangan belum terungkap, sehingga kerap dianggap statis. Penelitian ini bertujuan mengungkap perkembangan bentuk dan fungsi pakaian adat pengantin salu' dan baniang di Bolaang Mongondow Sulawesi Utara serta faktor-faktor yang memengaruhi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sejarah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumen. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.​ Ditemukan, bahwa pakaian adat pengantin salu' dan baniang mengalami perkembangan bentuk dan fungsi secara bertahap sejak tahun 1930-2023, karena dipengaruhi berbagai faktor. Perkembangan bentuk terlihat dari adanya perubahan pola pakaian, aksesoris hamunsei, mandapuung, sunting, sedeng pada pakaian adat salu, dan perubahan pola pakaian, aksesoris, mogilenso, bandang talempang, talawako, keris, tamong pada pakaian adat baniang. Perkembangan fungsi terlihat dari adanya perubahan fungsi yaitu pakaian raja dan ratu, busana pernikahan, busana tari, dan pakaian pawai, yang merepresentasikan simbol adat Bolaang Mongondow. Faktor internal dan eksternal yang memengaruhi: daya kreasi pembuatnya, kebutuhan individu dan sosial, adat istiadat, perekonomian masyarakat, teknologi tekstil, dan budaya modern.