cover
Contact Name
Chairunnisa
Contact Email
jurnalkemenhub@gmail.com
Phone
+6281213236151
Journal Mail Official
jurnalkemenhub@gmail.com
Editorial Address
Jl. Medan Merdeka Timur No. 5, Gambir, Jakarta 10110
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Warta Ardhia: Jurnal Transportasi
ISSN : 02159066     EISSN : 25284045     DOI : https://doi.org/10.25104/wa
Core Subject : Engineering,
Jurnal Warta Ardhia adalah jurnal yang mewadahi publikasi ilmiah peer-reviewed serta sumber informasi yang kredibel dari hasil penelitian, ide, dan gagasan dengan cakupan nasional dan global. Publikasi tersebut ditujukan untuk memperluas pemanfaatan pengetahuan serta memperkuat kemampuan stakeholder terkait dalam mengenali dan memecahkan berbagai persoalan di sektor transportasi. Jurnal ini diterbitkan oleh Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, yang sebelumnya diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara dengan Nomor Akreditasi 72/E/KPT/2024. Jurnal ini mempublikasikan artikel hasil penelitian dan kajian ilmiah di bidang transportasi udara, yang mencakup kebijakan, sarana, prasarana, rute, tarif, evaluasi kebijakan, serta perkembangan teknologi. Seluruh artikel ditelaah oleh minimal dua orang reviewer. Warta Ardhia diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember.
Articles 281 Documents
Pelayanan Kargo Udara di Terminal Kargo Domestik Bandar Udara Soekarno-Hatta Sitti Subekti
Warta Ardhia Vol. 39 No. 2 (2013)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v39i2.112.99-112

Abstract

The compliance of users expectations on services air cargo is an important thing for organizations to face the competition of business services. Air cargo services in this study were measured with the dimensions of SERVQUAL model. Dimensions of quality that is used consist of the dimensions of reliability, responsiveness, assurance, empathy and tangible which covers 15 attributes of service. Service attribute is used to assess the quality of service warehouse operator PT Garuda Indonesia and PT Gapura Angkasa on domestic cargo terminal Soekarno-Hatta Airport. The research sample consisted of 46 service quality in the warehouse operator PT Garuda Indonesia Cargo and 33 in PT Gapura Angkasa. Service attributes were analyzed by Importance Performance Analysis. The most importances of services attributes consist of on-time delivery capabilities, delivering a record / document without errors, communication with customers and time coordination, the service immediately / quickly for customers, compensation for damages or missing items and the clarity and completeness of the operational procedures. Increased air cargo services and customer satisfaction index in the domestic cargo terminal can be done with corrective measures on the attributes of service that is located in quadrant one. Pemenuhan harapan pengguna kargo terhadap pelayanan kargo udara merupakan hal penting bagi organisasi jasa untuk menghadapi persaingan bisnis. Pelayanan kargo udara dalam penelitian ini diukur dengan dimensi model Servqual. Dimensi kualitas yang digunakan terdiri dari dimensi reliabilitas, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti fisik yang meliputi 15 atribut jasa.Atribut jasa tersebut digunakan untuk menilai kualitas pelayanan warehouse operator PT Garuda Indonesia Cargo dan PT Gapura Angkasa pada terminal kargo Domestik Bandar Udara Soekarno-Hatta.Sampel penelitian kualitas pelayanan terdiri dari 46 pada warehouse operator PT Garuda Indonesia Cargo dan 33 pada PT Gapura Angkasa.Atribut jasa dianalisis dengan Importance Performance Analysis.Atribut jasa penting terdiri dari kemampuan pengiriman tepat waktu, menyampaikan catatan/dokumen tanpa kesalahan, komunikasi dengan pelanggan dan mengkoordnasi waktu, layanan yang segera/cepat bagi pelanggan, kompensasi untuk kerusakan atau barang hilang dan kejelasan dan kelengkapan prosedur operasional.Peningkatan pelayanan kargo udara dan indeks kepuasan pengguna di terminal kargo domestik dapat dilakukan dengan langkah perbaikan pada atribut jasa yang terletak pada kuadran satu.
Faktor-Faktor Penyebab Tingginya Tingkat Kecelakaan Pesawat Udara di Pulau Papua Susanti Susanti; Lupi Wahyuningsih
Warta Ardhia Vol. 39 No. 3 (2013)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v39i3.122.230-243

Abstract

Aircraft accident in Papua Island is one of the highest accident according to the venue in Indonesia. During five years period, from 2007 to 2011 there were 28 accident. During the year 2013, it has noted aircraft accident in Papua Island tend to increase. Analysis method that’s used in research is fish bone analysis, which has purpose to know what are the factors that affect high level of aircraft accident in Papua Island. The result is human factor, aircraft factor, airport factor, environment and technical flight are the factors that give contribution to the high of aircraft accident level in Papua Island. Kecelakaan pesawat udara di Pulau Papua salah satu kecelakaan yang tertinggi menurut tempat kejadian di Indonesia. Selama kurun waktu lima tahun yaitu dari tahun 2007 sampai 2011 sebanyak 28 kejadian. Sepanjang tahun 2013 tercatat kecelakaan pesawat udara di Pulau Papua cenderung meningkat. Metode Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis fish bone atau metode analisis tulang ikan, yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tingginya tingkat kecelakaan pesawat di Pulau Papua. Hasilnya adalah faktor manusia, faktor pesawat, faktor bandara, faktor lingkungan dan faktor teknik penerbangan adalah faktor yang turut mempengaruhi tingginya tingkat kecelakaan pesawat udara di Pulau Papua.
Penerbangan Perintis dan Permasalahannya di Maluku Utara Welly Pakan
Warta Ardhia Vol. 39 No. 3 (2013)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v39i3.120.219-229

Abstract

The movement of passengers, goods and mail in North Maluku rely on air transport mode, known as Flight Pioneers. This research focused on the flight route, flight frequency and availability of aircraft in North Maluku. The method used is Descriptive Analysis and Observations on the location of the survey. Results of the analysis shows that on the Ternate – Morotai route which is the local government cooperation with Air Express Airlines (commercial) has higher ticket price not in accordance with Minister Decree KM Number 73 Year 2011 on Airfares Pioneer.This condition also apply on other flight routes where the local government had a role in the determination of tariff. Also note also that the district Emalamo Sanana airport temporarily not operating because there is the issue of land acquisition from the local airport. Pergerakan penumpang, barang dan pos di Maluku Utara lebih mengandalkan moda transportasi udara atau dikenal dengan Penerbangan Perintis. Penelitian ini difokuskan kepada rute penerbangan perintis apakah rute penerbangan perintis pada daerah tersebut perlu penambahan frekuensi penerbangan dan bagaimana ketersediaan pesawat, rute dan frekuensi penerbangan di Maluku Utara. Metode yang digunakan adalah Deskriptif Analisis dan Pengamatan di lokasi survey. Hasil dari analisis adalah pada rute Ternate – Morotai yang merupakan kerja sama Pemda setempat dengan Maskapai Penerbangan Express Air (komersil) dengan tarif yang cukup tinggi (tidak sesuai dengan KM Perhubungan 73 Tahun 2011 tentang Tarif Penerbangan Perintis) demikian pula pada rute-rute penerbangan lainnya dimana Pemda setempat ikut berperan dalam penentuan tarif. Selain itu diketahui pula bahwa bandara Emalamo di kabupaten Sanana untuk sementara tidak beroperasi karena ada persoalan pembebasan lahan bandara dari masyarakat setempat.
Analisis Pelayanan Maskapai Penerbangan PT “X” Rute Jakarta-Batam Berdasarkan Persepsi Penumpang Sitti Subekti
Warta Ardhia Vol. 39 No. 3 (2013)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v39i3.119.207-218

Abstract

The complexity of competition in the air transport industry causing any company or airlines have to improve the quality of service to the customer. This study uses the variable consists of 23 attributes of services that includes 5 SERVQUAL dimensions namely reliability, responsiveness , empathy , assurance and tangibles . Importance Performance Analysis Methods and Customer Satisfaction Index is used to analyze the primary data . The results showed that there are three (3 ) service attributes that are in quadrant priorities for improved / enhanced service which are ( A4 ) on-time performance of airline service, (Re5) ease of reservation and ( Rs3 ) ease of buying a ticket and check -in service at the airport . Customer Satisfaction Index of PT " X " airline Jakarta - Batam route amounted to 85.61 % which is very good. Kompleksitas persaingan dalam industri angkutan udara atau penerbangan menyebabkan setiap perusahaan harus selalu meningkatkan kualitas pelayanan agar kepuasan pelanggan dapat terwujud. Penelitian ini menggunakan variabel yang dalam terdiri dari 23 Atribut jasa yang meliputi 5 dimensi model Servqual yaitu reliabilitas, daya tanggap, empati, jaminan dan bukti fisik.Metode Importance Performance Analysis dan Customer Satisfaction Index digunakan untuk menganalisis data primer tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 (tiga) atribut jasa yang berada pada kuadran prioritas untuk diperbaiki/ ditingkatkan pelayanannya yaitu (A4) kinerja tepat waktu pelayanan penerbangan, (Re5) kemudahan reservasi dan (Rs3) membeli tiket dan pelayanan check in di Bandar Udara. Nilai Customer Satisfaction Index pelayanan maskapai penerbangan PT “X” rute Jakarta-Batam adalah sebesar 85.61%. Pelayanan maskapai penerbangan PT “X” rute Jakarta-Batam tersebut mempunyai nilai indek kepuasan penumpang yang sangat baik (very good).
Sistem Pengelolaan Keamanan Penerbangan Untuk Mendukung Rencana Peningkatan Status Bandar Udara Menjadi Bandar Udara Internasional (Studi Kasus di Bandar Udara Abdulrachman Saleh – Malang) Zulaichah Zulaichah; Faridha Nahar
Warta Ardhia Vol. 39 No. 3 (2013)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v39i3.118.192-206

Abstract

Aviation security is important part of airport operation. Secure airport reflects the airport with good management. The Goverment of East Java Province plans to increase the status of Abdulrachman Saleh Airport from domestic airport to international airport. This policy must be supported by good aviation security. This research aims to find problems in the securitymanagement system and give policy recomendation about increasing the quality of aviation security in Abdulrachman Saleh Airport. The method in this research is SWOT analysis. This research will combine strenghs, weakness, opportunities and threats in Abdulrachman Saleh Airport. Based on research, there are 7(seven) policy recomendation which can increase the quality of aviation security. The recomendation are reconsideration about the organization which responsible for aviation security at Abdulrachman Saleh Airport, giving aviation security education and excellent services education for security personnel, increasing the height of security fence based on document ICAO doc.8973, location separation for passenger inspection and air cargo inspection, separation point for body search room and nursery room, making standard operational and procedure for motor vehicles inspection, and building motor vehicles checkpoint. Pemerintah Provinsi Jawa Timur Berencana akan meningkatkan status Bandar Udara Abdulrachman Saleh dari bandar udara domestik menjadi bandar udara internasional. Kebijakan ini tentunya harus didukung denan kualitas keamanan penerbangan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala dalam pengelolaan sistem keamanan dan memberikan rekomendasi kebijakan untuk peningkatan kualitas keamanan penerbangan di Bandar Udara Abdulrachman Saleh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT. Berdasarkan hasil pengkajian, ada 7 (tujuh) rekomendasi kebijakan antara lain; Peninjauan kembali mengenai penanggung jawab keamanan penerbangan di Bandar Udara Abdulrachman Saleh, pemberian pendidikan terkait keamanan penerbangan dan pelayanan prima bagi personel keamanan, peningkatan tinggi pagar pembatas bandar udara sesuai dengan document ICAO doc 8973, pemisahan area pemeriksaan penumpang dan kargo udara, pemisahan antara ruang pemeriksaan fisik penumpang tertutup dan ruang menyusui, pembuatan SOP pemeriksaan kendaraan bermotor, dan pendirian pos pemeriksaan kendaraan bermotor.
Penentuan Tebal Perkerasan Lentur Berdasarkan Nilai CBR (California Bearing Ratio) dan ESWL (Equivalent Single Wheel Load) Pesawat Rencana Pada Perencanaan Pembangunan Bandar Udara Baru di Karawang Ataline Muliasari; Lukiana Lukiana
Warta Ardhia Vol. 39 No. 3 (2013)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v39i3.117.181-191

Abstract

Construction of a new airport in Karawang until now has not been located. However, to simplify the process of land acquisition, the airport might be located in the coastal area so it does not interfere agricultural land and forestry. This study intends to support the construction of a new airport in Karawang which aims at adjusting procedure of California Bearing Ratio (CBR) in the cilamaya area to pavement thickness on the airport planning development. The study concluded that the minimum thickness of pavement layers in Karawang new airport is 118 cm. The construction carried out in accordance with the value of CBR in the cilamaya area and consider the value of ESWL (Equivalent Single Wheel Load) Boeing 737-900 ER. Rencana pembangunan bandar udara baru Karawang yang banyak mendapatkan dukungan pengguna jasa penerbangan, hingga saat ini belum ditentukan lokasinya. Tetapi, untuk mempermudah proses pembebasan lahan, dimungkinkan pembangunan bandar udara ini akan dilaksanakan di area pantai agar tidak mengganggu lahan pertanian dan Perhutani. Penelitian ini bermaksud untuk mendukung pembangunan bandar udara baru di Karawang, yang bertujuan menyesuaikan prosedur CBR (California Bearing Ratio) di area Cilamaya terhadap perkerasan pada perencanaan pembangunan bandar udara baru di Karawang. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa tebal lapisan perkerasan minimum bandar udara baru di Karawang adalah 118 cm, pembangunan dilaksanakan di area Cilamaya sesuai dengan nilai CBR (California Bearing Ratio), dan memperhatikan nilai ESWL (Equivalent Single Wheel Load) pesawat Boeing 737-900 ER adalah 118 cm.
Simulasi Perancangan Drainase Muka Tanah pada Bandar Udara Achmad Yani Semarang Sebagai Salah Satu Usaha Pencegahan Banjir Ataline Muliasari; Lupi Wahyuningsih
Warta Ardhia Vol. 39 No. 4 (2013)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v39i4.127.305-316

Abstract

Drainage is defined as surface water drainage, either by gravity or by pump which aims to prevent inundation, maintain and lower the water level im order to avoid the amount of water. Ahmad Yani Airport has a poor drainage systems. Furthermore, land subsidence in Semarang area potential for experiencing flooding when the rainy season with a fairly high rainfall. Based on the results of processing the data showed that it is needed the land surface drainage channel with a cross-sectional shape of a trapezium. When the width of the base of the cross section is 3 meters , then the required channel depth is 3.9 meters with a hydraulic radius is 0.82-meter, and hydraulic depth is 3.05 meters. Drainase didefinisikan sebagai pembuangan air permukaan, baik secara gravitasi maupun dengan pompa yang bertujuan untuk mencegah terjadinya genangan, menjaga dan menurunkan permukaan air sehingga genangan air dapat dihindarkan. Bandar Udara Ahmad Yani dengan kondisi sistem drainase yang kurang baik dan penurunan permukaan tanah di wilayah Semarang, maka bila musim penghujan tiba dengan curah hujan yang cukup tinggi selalu berpotensi untuk mengalami banjir. Berdasarkan hasil pengolahan data juga didapatkan hasil bahwa untuk menyesuaikan antara curah hujan di wilayah Semarang dengan luas area Bandar udara Achmad Yani diperlukan saluran drainase muka tanah berupa saluran dengan bentuk penampang trapezium. Bila lebar dasar dari penampang trapezim tersebut adalah 3 meter, maka diperlukan saluran sedalam 3,9 meter dengan Jari-jari hydraulic 0,82 meter, dan kedalaman hydraulic 3,05 meter.
Pangsa Pasar Penumpang Maskapai Lion Air di Bandara Pattimura Ambon Lukiana Lukiana
Warta Ardhia Vol. 39 No. 4 (2013)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v39i4.126.294-304

Abstract

Increasing number of Airline companies in Indonesia result in increasing domestic market share competition. One of the airline in Indonesia is Lion Air which has a large fleet. One of the airport that has a growth rate of air transport demand is Pattimura airport in Ambon. The aim of this research was to determine the Strenght, Weaknesses, Opportunities and Threat (SWOT) of Lion Air in Pattimura Airport, Ambon. The goal is to provide an input to Lion Air in order to maintain and increase the air transport services in Pattimura Airport. This research used Diskriptif Quantitative analysis and SWOT method. From the calculation and rating for each of the IFAS and EFAS seen that the position of Lion Air is located in Quadrant II, namely quadrants strategy Strength - Threat at coordinates (0.67 ; 0.52). It means that Lion Air has an internal strength as a strong factor to take advantage of existing opportunities. Perusahaan penerbangan yang berjumlah 16 semakin meningkatkan persaingan dalam pangsa pasar domestik. Salah satunya adalah maskapai Lion Air dengan jumlah armada yang besar. Salah satu bandara yang mempunyai tingkat pertumbuhan permintaan angkutan udara cukup tinggi adalah bandar udara Pattimura-Ambon.Maksud kajian adalah untuk mengetahui keunggulan, kelemahan, peluang, dan tantangan yang dimiliki oleh perusahaan penerbangan Lion Air. Tujuannya adalah memberikan bahan masukan kepada Lion Air dalam upaya mempertahankan penyediaan layanan jasa angkutan udara di Bandara Pattimura-Ambon. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini Diskriptif Kuantitatif analisis dan SWOT. Dari hasil perhitungan pembobotan dan rating untuk masing-masing IFAS dan EFAS terlihat bahwa posisi PT. Lion Mentari Air terletak pada Kuadran II, yaitu kuadran yang menerapkan strategi Strength-Threat, pada koordinat (0,67; -0,52), di mana hal ini berarti bahwa Lion Air memiliki kekuatan sebagai faktor internal yang kuat untuk memanfaatkan peluang yang ada.
Analisa Perbandingan Penerapan Airport Sustainability di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta dan Bandar Udara Internasional Schiphol Faridha Nahar
Warta Ardhia Vol. 39 No. 4 (2013)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v39i4.125.281-293

Abstract

The complex activities that occur at the airport lead to several negative impacts, such as air pollution, noise, and high levels of water consumption. If these negative impacts are allowed to happen without any treatment then environmental degradation will be increasingly out of control. Airport sustainability is one of the concepts offered as a solution to overcome or minimize the environmental damage caused by activities that occur at the airport. Although its main focus is on environmental awareness, this concept basically covers three aspects; environmental, economic, and social. Soekarno Hatta International Airport is one of the airports in Indonesia that apply airport sustainability concept. Even though this concept has been implemented since 2009, its implementation has not been maximized so far. This is in contrast to the application of airport sustainability in Schiphol International Airport in the Netherlands that has achieved ACI Europe Best Airport Award. The aim of this study is to provide recommendations in what steps that can be taken by Soekarno Hatta International Airport to make improvements in the application of airport sustainability by comparing the existing application of airport sustainability between Soekarno Hatta International Airport and Schiphol International Airport. Comparisons were made using ten variables grouped into environmental, economic, and social aspects. Based on data collection and analysis conducted, Soekarno Hatta International Airport has to do some improvements as the results, namely fostering good relationship with stakeholders, establishing policies related to airport sustainability concept, and encouraging technology development on airport facilities. Kompleksnya kegiatan yang terjadi di bandar udara menyebabkan beberapa dampak negatif, seperti pencemaran udara, kebisingan, dan tingginya tingkat konsumsi air bersih. Airport sustainability merupakan salah satu konsep yang ditawarkan sebagai solusi untuk mengatasi atau meminimalisasi kerusakan lingkungan yang terjadi akibat aktivitas-aktivitas di bandar udara, meliputi tiga aspek, yaitu lingkungan, ekonomi, dan sosial. Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta merupakan salah satu bandar udara di Indonesia yang menerapkan airport sustainability. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi langkah-langkah apa saja yang dapat diambil oleh Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta untuk melakukan perbaikan pada penerapan airport sustainability dengan cara membandingkan penerapan airport sustainability pada Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta dan Bandar Udara Internasional Schiphol. Perbandingan dilakukan dengan menggunakan sepuluh variabel yang dikelompokkan ke dalam tiga aspek, yaitu lingkungan, ekonomi, dan sosial. Berdasarkan pengumpulan data dan analisa yang dilakukan diperoleh hasil bahwa Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta harus melakukan beberapa perbaikan, yaitu pembinaan hubungan baik dengan seluruh stakeholders, penetapan kebijakan-kebijakan terkait pelaksanaan airport sustainability, dan pengembangan teknologi pada beberapa fasilitas bandar udara.
Peluang Transportasi Publik dalam Pangsa Pasar Pengguna Akses Darat Bandara Soekarno-Hatta Tito Yusmar
Warta Ardhia Vol. 39 No. 4 (2013)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v39i4.124.259-280

Abstract

The growth of air transportation gives negative impact in its ground access system in which the flow of people who accessing the airport creates road congestion. This problem is also supported with the highly dependence of people on private car use and leave public transport as unattractive mode to be used in accessing the airport. This research attempts to find out which travel attributes of transportation mode that influence the mode choice of people who accessing the airport as the ground access users. Taking one case study at Soekarno-Hatta International Airport in Jakarta, Indonesia, the data are collected from this airport through survey process. Further, the statistical methods are conducted to get the results. Six determined travel attributes; cost, travel time, walking distance, ease of transfer, ease of carrying luggage and comfort, significantly influence and give differences on the user’s mode choice in which four of them; walking distance, ease of transfer, ease of carrying luggage and comfort, are being perceived very satisfactory for car. The research concludes with potential steps in improving public transportation which give access to the airport that might help attract more people to use it and increase its mode share. Pertumbuhan transportasi udara membawa dampak negatif bagi jalur akses darat menuju bandara dimana kepadatan dan kemacetan jalan semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah orang yang mengakses bandara. Permasalahan ini turut didukung oleh tingginya ketergantungan masyarakat dalam menggunakan kendaraan pribadi sementara transportasi publik hanya menjadi alternatif yang dinilai tidak menarik untuk digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari dan menilai atribut perjalanan dari moda transportasi yang digunakan untuk mengakses bandara yang memengaruhi pilihan moda pengguna akses darat bandara. Dengan mengambil satu studi kasus di bandara internasional Soekarno-Hatta di Jakarta, Indonesia, survey dilakukan sebagai proses pengumpulan data. Enam atribut perjalanan, yaitu biaya, waktu tempuh, jarak berjalan, kemudahan transfer, kemudahan membawa barang bawaan, dan kenyamanan, secara signifikan memengaruhi dan memberikan perbedaan terhadap pemilihan moda dimana empat atribut diantaranya, yaitu jarak berjalan, kemudahan transfer, kemudahan membawa barang bawaan, dan kenyamanan, dinilai sangat memuaskan untuk moda mobil pribadi. Kesimpulan dari penelitian ini mendorong langkah-langkah potensial dalam meningkatkan daya saing transportasi publik yang digunakan untuk mengakses bandara sehingga dapat menarik lebih banyak pengguna dan meningkatkan pangsa pasarnya.

Page 2 of 29 | Total Record : 281