cover
Contact Name
Chairunnisa
Contact Email
jurnalkemenhub@gmail.com
Phone
+6281213236151
Journal Mail Official
jurnalkemenhub@gmail.com
Editorial Address
Jl. Medan Merdeka Timur No. 5, Gambir, Jakarta 10110
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Warta Ardhia: Jurnal Transportasi
ISSN : 02159066     EISSN : 25284045     DOI : https://doi.org/10.25104/wa
Core Subject : Engineering,
Jurnal Warta Ardhia adalah jurnal yang mewadahi publikasi ilmiah peer-reviewed serta sumber informasi yang kredibel dari hasil penelitian, ide, dan gagasan dengan cakupan nasional dan global. Publikasi tersebut ditujukan untuk memperluas pemanfaatan pengetahuan serta memperkuat kemampuan stakeholder terkait dalam mengenali dan memecahkan berbagai persoalan di sektor transportasi. Jurnal ini diterbitkan oleh Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, yang sebelumnya diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara dengan Nomor Akreditasi 72/E/KPT/2024. Jurnal ini mempublikasikan artikel hasil penelitian dan kajian ilmiah di bidang transportasi udara, yang mencakup kebijakan, sarana, prasarana, rute, tarif, evaluasi kebijakan, serta perkembangan teknologi. Seluruh artikel ditelaah oleh minimal dua orang reviewer. Warta Ardhia diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember.
Articles 281 Documents
Pengaruh Pola Jaringan Penerbangan di Kalimantan Selatan Terhadap Waktu dan Biaya Perjalanan Eriza Islakul Ulmi; Ervina Ahyudanari
Warta Ardhia Vol. 44 No. 1 (2018)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v44i1.322.65-80

Abstract

The Effect Of Flight Network Pattern in South Kalimantan on Travel Time And Travel Cost: According to the data of the Statistics Central Agency of South Kalimantan, air transport passengers departing from the airports in South Kalimantan during December 2016 were 163,715 passengers. On the other hand, the number of passengers traveling from Trisakti Banjarmasin Port in December 2016 were 1,833 passengers. These data indicate that air transport is preferable as a mode of transportation in South Kalimantan. The change of airport class according to the Minister of Transportation Regulation No. 69 Year 2013 makes possible changes in travel patterns that is an addition to a new route of TanjungKotabaru which has a distance of 82.2 km with a travel time of 11 minutes and the estimated tariff for this route of Rp. 863.900. Menurut data Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan, jumlahpenumpang angkutan udara yang berangkat melalui bandara di Kalimantan Selatan selama bulan Desember 2016 sebanyak 163.715 orang. Sedangkan jumlah penumpang angkutan laut yang berangkat melalui pelabuhan Trisakti Banjarmasin pada bulan Desember 2016 sebanyak 1.833 orang. Dari data tersebut dapat diindikasi bahwa penduduk Kalimantan Selatan lebih banyak menggunakan pesawat sebagai moda transportasi. Perubahan kelas bandara menurut Peraturan Menteri Perhubungan No. 69 Tahun 2013 menyebabkan terjadinya perubahan pola perjalanan yaitu penambahan rute baru TanjungKotabaru yang memiliki jarak 82,2 km dengan waktu tempuh 11 menit dan perkiraan tarif untuk rute ini sebesar Rp. 863.900.
Analisis Pengaruh Asal Perjalanan Penumpang Bandara Terhadap Akses Menuju Bandara (Studi Kasus: Semarang, Yogyakarta dan Surabaya) Nafilah el Hafizah; Ervina Ahyudanari; Karmini Karmini
Warta Ardhia Vol. 44 No. 1 (2018)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v44i1.317.1-16

Abstract

Analysis of Airport Passangers Trip Origin Towards The Access To The Airport (Case Study: Semarang, Yogyakarta and Surabaya): The economic development of a city will be accompanied by an increase in the number of population, which means it will generate more mobility as well as the need of transportation. Changes in travel time due to congestion will also affect travel cost. From the relationship between the growth of the number of vehicles in a city and the accessibility to the airport, it is necessary to research the significance of that relationship. Three airports namely Ahmad Yani Airport, Adisucipto Airport and Juanda Airport with the correspondent cities they served used as the case study. The data of travel time and travel distance of the respondents processed using the relation analysis. The problem solving method exercised the distribution of modal choice, the difference of travel time to theairport and to forecast the number of passengers if mass transport is utilized. The result of the study indicates that the growth of air transport demand correlate positively with the population growth. Respondents indicates mass rail transport is required if the possibility of loss of flight can occur in cities with varying fluctuations in travel time. Berkembangnya ekonomi kota akan diiringi dengan bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatkan tingkat bermobilitas yang menyebabkan kebutuhan transportasi bertambah. Perubahan waktu perjalanan juga akan mempengaruhi biaya perjalanan yang diakibatkan kemacetan. Dari hubungan antara pertumbuhan jumlah kendaraan disuatu kota dan aksesibilitas menuju bandara, maka perlu dilakukan penelitian signifikansi hubungan tersebut. Sebagai studi kasus digunakan data 3 bandara yaitu Bandara Ahmad Yani, Bandara Adisucipto dan Bandara Juanda. Data waktu tempuh dan jarak perjalanan responden diolah dalam analisis hubungan waktu tempuh dan jarak perjalanan. Metode penyelesaian permasalahan yang ada adalah mengidentifikasi distribusi penggunaan moda, menghitung perbedaan waktu tempuh perjalanan menuju bandara dan dilakukan peramalan jumlah penumpang apabila diadakan transportasi massal. Hasil Penelitian menunjukkan adanya kesesuaian bahwa pertumbuhan demand transportasi udara seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Responden menunjukkan transportasi massal rel dibutuhkan jika kemungkinan terjadinya kehilangan penerbangan dapat terjadi pada kota dengan fluktuasi perubahan waktu tempuh yang sangat bervariasi.
Potensi Pengembangan Rute di Bandar Udara Mutiara SIS Al Jufri-Palu Lita Yarlina; Evy Lindasari
Warta Ardhia Vol. 44 No. 1 (2018)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v44i1.308.45-56

Abstract

The Development Potential of Air Transportation Routes at Mutiara SIS Al Jufri Airport Palu: The government policy in regulating the air transportation routes on a macro basis aims to open up regional isolation and develop the potential of those regions. Mutiara SIS Al Jufri Airport is one of the entrances to the movement of people and goods through air transport to Central Sulawesi Province. Along with the increasingly socio-economic development of Palu City and Central Sulawesi Province in general, the demand for movement of people and goods also increased, and with the economic improvement of society of Central Sulawesi Province, air transportation becomes the main choice. This study is intended to measure the potential for the development of aviation routes at Mutiara SIS Al Jufri Airport, based on the opinion of current users of air transport and air carrier services, and adapted to the Master Plan of the Airport and the Spatial Planning Document of Central Sulawesi Province, using multiple linier regression analysis method. The results of the survey to the airlines provide the information about the plan to open the Palu-Morowali flight route due to its potential demand for transportation of goods between those cities using ATR-72 type aircraft, where there are many production of mining and palm oil products in Morowali. However, from the analysis, if ATR-72 aircraftshould be operated then the runway capacity at Morowali Airport have to be developed since the current condition with runway length of 1,050 m is not sufficient to be landed by ATR-72 in which require a runway with minimum length of 1,600 m. Kebijakan pemerintah tentang pengaturan rute penerbangan secara makro bertujuan untuk membuka isolasi daerah dan mengembangkan potensi yang dimiliki masing-masing daerah tersebut.Bandar Udara Mutiara SIS Al-Jufri adalah salah satu pintu masuk pergerakan orang dan barang melalui angkutan udara ke Provinsi Sulawesi Tengah.Seiring dengan semakin berkembangnya sosio-ekonomi Kota Palu dan Provinsi Sulawesi Tengah pada umumnya, maka demand pergerakan orang dan barang pun turutmeningkat, dan dengan kemajuan perekonomian masyarakat di Provinsi Sulawesi Tengah maka transportasi udara menjadi pilihan utama. Pengkajian ini ingin melihat bagaimana potensi pengembangan rute penerbangan di Bandar Udara Mutiara SIS AlJufri, berdasarkan opini pengguna jasa angkutan udara dan maskapai penerbangan yang saat ini beroperasi, serta disesuaikan dengan rencana induk bandar udara dan dokumen Tata Ruang Wilayah Propinsi Sulawesi Tengah, dengan menggunakan metode analisis regresi linier berganda. Hasil survei kepada maskapai penerbangan diperoleh informasi adanya rencana pembukaan rute penerbangan Palu-Morowali yang sangat berpotensi adanya permintaan kebutuhan angkutan dari Morowali menuju kota Palu untuk angkutan barang dengan menggunakan pesawat udara jenis ATR-72, dikarenakan daerah Morowali banyak terdapat produksi hasil tambang dan kelapa sawit. Namun dari hasil analisis jika ingin menggunakan pesawat ATR-72, maka kapasitas landas Pacu (runway) di Bandar Udara Morowali harus dikembangkan karena kondisi saat ini dengan panjang 1.050 m masih belum memungkinkan untuk didarati oleh pesawat ATR72 yang membutuhkan minimal panjang runway 1.600 m.
KAJIAN ANGKUTAN UDARA PERINTIS KARGO DI PROPINSI PAPUA Dina Yuliana; Sitti Subekti; Dedes Kusumawati; Mohammad Alwi; Sri Windrasari; Tito Yusmar; Tangkas Janris; Tri Nusiogo
Warta Ardhia Vol. 44 No. 2 (2018)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v44i2.336.107-122

Abstract

High logistics costs which may cause the price gap (disparity) between regions in Indonesia. The high cost of logistics in Papua is also caused by the topography of the area which is largely mountainous region so that the accessibility of people and goods will be very dependent on air transport. Air transport facilities and infrastructure in Papua are still inadequate. Purposes of the study is to investigate the mechanisms of implementation and monitoring subsidies pioneering air transport of cargo to optimize the cost of air freight pioneer in Papua Province. With the ever descriptive qualitative research methods. Based on the analysis and discussion of the Air Transport Pilot Study Implementation of Cargo in Papua it can be concluded the following matters: mplementation of pioneering air transport of cargo is required to reduce the price gap between regions in the district capital of Papua (Timika, Wamena and Yakuhimo) to the surrounding districts. Of the several routes proposed by local government district in Papua, there are 11 routes that should be a priority in the implementation of pioneering air transport of cargo, ie: Timika-Beoga, Timika-Ilaga, Timika-Sinak, Timika-Kenyam, Wamena-Mugi, Wamena-Mamit, Wamena-Mapenduma, Dekai-Silimo, Dekai-Anggruk, Dekai-Korupun dan Dekai-Ubahak. Results of calculations and estimates of the type of aircraft and payload in the district of papua, it was concluded that the aircraft type DHC-6, C208B and PILATUS PC6, with a carrying capacity / payload of 800 kg / flight - 1000 kg /flight.
Analisis Pemilihan Moda Transportasi Dengan Metode Discrete Choice Model (Studi Kasus: Bandara Internasional Soekarno Hatta) Dodi Dodi; Nahdalina Nahdalina
Warta Ardhia Vol. 44 No. 2 (2018)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v44i2.334.81-92

Abstract

Pemilihan moda adalah suatu proses memisahkan perjalanan orang untuk memahami hubungan antara moda dengan suatu faktor yang mempengaruhi pemilihan moda lainnya. Penelitian ini bertujuan membangun model pilihan diskrit untuk memprediksi moda transportasi yang dipilih untuk perjalanan tujuan. Jumlah kuisioner yang didapat yaitu sebanyak 1283 responden, variabel yang digunakan yaitu jarak, waktu dan biaya. Modah yang dipilih yaitu mobil pribadi, taxi, dan bus damri. Analisis pemilihan moda menggunakan model logit biner selisih dan logit biner Nisbah. Hasil analisa diketahui bahwa sebanyak 42,01% masyarakat menggunakan mobil pribadi dari tempat asal – Bandara Internasional Soekarno Hatta, 38,74% masyarakat menggunakan moda Taxi mobil dari Bandar International Soekarno Hatta – Tempat asal, jika masyarakat di alihkan dengan menggunakan kereta listrik 54,87% memilih tidak beralih moda transportasinya, faktor yang mempengaruhi perjalanan yaitu waktu dengan presentase sebanyak 48,95%, masyarakat berpenghasilan 50 km 33,52%, menggunakan metode model logit biner selisih dengan nilai α= - 0,67 dan β= 0,0000053 dan model logit biner nisbah dengan nilai α= 0,77 dan β=0,75.
Manajemen Kendaraan Ground Handling di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda Hendra Annisa Putri Lintang Hestuningrum; Ervina Ahyudanari
Warta Ardhia Vol. 44 No. 2 (2018)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v44i2.333.99-106

Abstract

Ground handling melayani bagasi, penumpang, dan pelayanan pesawat saat didarat seperti pembersihan, bahan bakar, chatering, menarik pesawat hingga apron dan lain lain. Pelayanan pesawat tersebut dinamakan ground support equipment (GSE). GSE ini memiliki banyak persyaratan mengenai waktu dan kecepatan saat kendaraan tersebut berada di apron. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah ketersediaan ground support equipment cukup untuk kondisi eksisting. Dalam mencapai tujuan dari penelitian, dilakukan pengumpulan data sekunder yaitu waktu blok on dan blok off, penggunaan gate dan waktu estimasi pelayanan kandaraan ground handling setiap tipe pesawat. Dari data tersebut diperkirakan waktu yang diperlukan untuk melayani masing – masing tipe pesawat. Waktu ini merupakan waktu yang diperlukan untuk beroperasi dari masing – masing kendaraan ground handling. Data peak hour digunakan untuk mengukur kinerja dari kendaraan ground handling. Hasil dari waktu pelayanan kendaraan ground handling ini digunakan untuk memperhitungkan kebutuhan jumlah kendaraan ground handling untuk kondisi saat ini. Hasil penelitian ini menunjukkan kebutuhan kendaraan ground handling di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda. Kendaraan Catering 5 kendaraan, ground power unit 10 kendaraan, fuel truck 6 kendaraan, lavatory service 5 kendaraan, baggage carts loading/unloading 5 kendaran, belt loader 9 kendaraan, dan passangers boarding stairs 2 kendaraan.
Pengaruh Efektivitas Penggunaan Electronic Flight Bag terhadap Keselamatan Penerbangan Pada PT. Garuda Indonesia (Periode Februari-Maret 2018) johar samosir; Abdulrahman Naufal Akbar
Warta Ardhia Vol. 45 No. 2 (2019)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v45i2.366.77-84

Abstract

Keselamatan penerbangan adalah suatu keadaan terpenuhinya persyaratan keselamatan dalam pemanfaatan wilayah udara, pesawat udara, Bandar udara, angkutan udara, navigasi penerbangan, serta fasilitas penunjang dan fasilitas umum lainnya. Untuk menunjang keselamatan penerbangan dibutuhkan teknologi yang efektif dan efisien agar dapat mempengaruhi keselamatan penerbangan. Dalam penelitian ini peneliti memilih electronic flight bag untuk menjadi sistem yang digunakan untuk menunjang keselamatan penerbangan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh Efektivitas penggunaan electronic flight bag terhadap Keselamatan Penerbangan PT. Garuda Indonesia. Desain penelitian menggunakan pendekatan Deskriptif Kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari data primer yang diperoleh berdasarkan penyebaran Kuesioner yang dibagikan kepada sample penelitian yaitu sebanyak 30 orang seluruh pilot PT. Garuda Indonesia dengan tipe pesawat B777-300R dengan teknik analisis data Regresi Linear Sederhana. Hasil penelitian ini adalah menunjukan Efektivitas penggunaan electronic flight bag berpegaruh positif dan signifikan terhadap keselamatan penerbangan sebesar 18,5%. Efektivitas kegunaan electronic flight bag PT. Garuda Indonesia sebesar 0,396 dalam hal ini dapat diartikan bahwa terdapat hubungan yang positif. Nilai koefisien korelasi momen sebesar 0,431 antara variabel efektivitas EFB dengan variabel keselamatan penerbangan dapat dikatakan sedang. Dan terdapat 0,017 tingkat signifikasi dapat membuktikan tingkat signifikasi tersebut dibawah 0,05 pada arah positif jadi terdapat hubungan antara efektivitas EFB dengan keselamatan penerbangan. Maka hasil dari penelitian ini H0 ditolakdan Ha diterima. Penggunaan electronic flight bag terhadap keselamatan penerbangan berpengaruh rendah.
Analisa Pengelolaan Produksi dan Biaya Investigasi Fasilitas Bandar Udara untuk Memprediksi Peningkatan Revenue (Studi Kasus di Bandara Depati Amir–Pangkal Pinang) Maryati Karma
Warta Ardhia Vol. 44 No. 2 (2018)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v44i2.332.123-136

Abstract

Pendapatan Bandara Depati Amir yang dikelola PT Angkasa Pura II masih dinyatakan merugi walaupun telah dilakukan investasi/peningkatan terhadap fasilitas yang dibutuhkan untuk mengantisipasi perkembangan sarana Transportasi Udara. Upaya meningkatkan pendapatan bandara, baik dari segi pendapatan jasa aeronautika maupun jasa non aeronautika juga telah dilakukan agar kinerja keuangan Bandara Depati Amir tidak negatif. Penelitian ini melakukan analisa trend produksi bandar udara termasuk trend produksi penumpang, bagasi dan kargo yang terkait dengan perkembangan prasarana di Bandara Depati Amir Pangkal Pinang, yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat (penumpang). Dalam penelitian ini juga menganalisa hubungan pendapatan dengan jasa aeronautika, jasa non aeronautia dan kargo yang diperoleh hasil mempunyai tingkat korelasi yang kuat. Selain itu juga diteliti hubungan pendapatan dengan beban usaha dan laba sebelum pajak, diperoleh hasil terdapat hubungan yang sangat kuat, sementara revenue dengan investasi ternyata tidak memiliki korelasi yang terlalu kuat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan pendapatan sangat dipengaruhi oleh peningkatan frekwensi penerbangan, peningkatan jumlah penumpang, bagasi dan kargo serta efisiensi beban usaha. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh bandara di seluruh Indonesia, baik yang dikelola oleh PT. Angkasa Pura maupun Bandar Udara yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Kementerian Perhubungan dalam upaya meningkatkan pendapatan bandar udara sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Teknik Pilot Dalam Hal Mengendalikan Pesawat Wing In Surface Effect Saat Bergerak Selama Fase Hydro Planing Dan Mengudara Sayuti Syamsuar; Eko B Djatmiko; Erwandi Erwandi; Subchan Subchan
Warta Ardhia Vol. 44 No. 2 (2018)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v44i2.331.93-98

Abstract

Sehubungan dengan kestabilan dan pengendalian dari pesawat WISE L8, maka perlu didefinisikan bahwa wahana terbang tersebut sudah memenuhi beberapa persyaratan prestasi terbang agar dapat kontiniu take off dari permukaan air. Pada paper ini diperlihatkan hasil perhitungan dengan penggunaan program Matlab terhadap keseimbangan gaya gaya dan momen momen hidrodinamika dan aerodinamika yang bekerja pada tata acuan koordinat sumbu benda Xb Zb di fase hydro planing dan mengudara. Besarnya gaya propulsi yang seimbang sangat menentukan agar wahana terbang dalam kondisi stabil, sehingga hidung tidak mendongak ke atas saat lift off dari permukaan air. Hal ini merupakan salah satu kriteria terbang yang dibutuhkan agar Pesawat WISE L8 selalu berada pada ketinggian terbang stasioner surface effect. Pada paper ini, ditampilkan kurva beberapa parameter sebagai fungsi waktu, di mana pemodelan matematika diambil alih oleh teknik Pilot dan diperlihatkan sebagai kurva diskontiniu. Data parameter hidrodinamika dan aerodinamika diperlukan untuk membuat lintasan terbang pesawat WISE L8 berdasarkan referensi.
Analisis Pengembangan Terminal Kargo Bandar Udara Juanda Guna Mendungkung Sistem Logistik Nasional (Sislognas) Diah Yuniati; Sigit Priyanto; Subagyo Subagyo
Warta Ardhia Vol. 44 No. 2 (2018)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v44i2.330.137-144

Abstract

Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2012 Tentang Cetak Biru Pembangunan Sistem Logistik Nasional (Sislognas), pendekatan sislognas diarahkan pada 6 (enam) kunci pengerak utama logistik, dimana salah satunya adalah infrastruktur transportasi. Strategi perkuatan infrastruktur logistik nasional di dalam RPJM Tahun 2015-2019 adalah mengembangkan 9 bandara untuk pelayanan kargo. Bandara Juanda dengan sistem pelayanan kargo yang sudah beroperasi 24/7 termasuk bandara yang perlu dikembangkan guna mencapai visi sislognas tahun 2025.