cover
Contact Name
Erna Megawati
Contact Email
jurnal.hortatori@gmail.com
Phone
+62895346033129
Journal Mail Official
jurnal.hortatori@gmail.com
Editorial Address
Jl. Nangka No. 58 C (TB. Simatupang), Kel. Tanjung Barat, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530, Jakarta, Indonesia.
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 25797832     EISSN : 25797840     DOI : https://doi.org/10.30998/jh.v10i1.578
Core Subject :
Hortatori: Journal of Language Studies is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish scientific works from national and international lecturers, researchers, students, and practitioners to present their new ideas, concepts and theories in Indonesian language and literature education focused on Language Learning and Indonesian Literature, Class Action Research (CAR) of teaching of Language and Indonesian Literature, Indonesian Linguistics and Literature, Linguistic and Literary analysis as well as related topics. All articles are peer-reviewed by at least two peer-reviewers. Hortatori is managed to be issued twice in every volume. The scopeof Hortatori is: phonetics, phonology, morphology, syntax, discourse analysis, pragmatics, anthropolinguistics, language and culture, dialectology, language documentation, cognitive linguistics, , corpus linguistics, neurolinguistics, language education, translation, language planning, psycholinguistics, sociolinguistics and other scientific fields related to language studies
Arjuna Subject : -
Articles 26 Documents
Fenomenologi dalam Novel Janji Karya Tere Liye dan Relevansinya sebagai Modul Ajar Sastra di SMA Jannata Annisa Azizah; Joko Purwanto; Nurul Setyorini
Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 1 (2026): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jh.v10i1.871

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk pengalaman fenomenologis tokoh dalam novel Janji karya Tere Liye berdasarkan teori fenomenologi Edmund Husserl serta menilai relevansinya sebagai bahan pengembangan modul ajar sastra di SMA. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Data penelitian berupa 14 kutipan teks utama dari novel yang merepresentasikan pengalaman kesadaran tokoh dan dianalisis melalui tahapan intensionalitas, epoché, reduksi eidetik, reduksi transendental, dan lebenswelt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman fenomenologis tokoh dalam novel Janji terbagi ke dalam lima struktur kesadaran, yaitu (1) gagasan bahwa setiap kesadaran selalu diarahkan pada sesuatu (intensional), (2) penangguhan atau menempatkan sementara segala bentuk penilaian, keyakinan, serta prasangka terhadap suatu fenomena. (epoché), (3) kesadaran moral yang menampilkan esensi rasa bersalah melalui reduksi eidetik, (4) pemaknaan tindakan tokoh sebagai hasil refleksi kesadaran melalui reduksi transendental, dan (5) keterikatan tindakan tokoh dengan dunia kehidupan sosial (lebenswelt). Temuan ini menunjukkan bahwa pengalaman kesadaran tokoh dalam novel Janji memiliki potensi pedagogis untuk mengembangkan pembelajaran sastra yang reflektif. Oleh karena itu, novel ini relevan digunakan sebagai dasar pengembangan modul ajar sastra di SMA yang berorientasi pada pemahaman pengalaman manusia dalam karya sastra
Perlawanan Perempuan terhadap Kuasa Patriarki dalam Novel Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori Angger Gilang Praditama; Wiyatmi
Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 1 (2026): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jh.v10i1.892

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kuatnya representasi perempuan sebagai subjek inferior dan liyan dalam karya sastra yang merefleksikan struktur patriarki, termasuk dalam narasi sejarah dan politik. Meskipun novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori banyak dikaji dari perspektif politik, sejarah, dan trauma kolektif, kajian yang secara khusus memusatkan perhatian pada tokoh perempuan sebagai subjek eksistensial yang melakukan perlawanan masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlawanan tokoh perempuan dalam novel Laut Bercerita berdasarkan perspektif feminisme eksistensialis Simone de Beauvoir dengan menggunakan analisis wacana kritis Sara Mills. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data penelitian berupa kutipan yang merepresentasikan perlawanan tokoh perempuan terhadap kuasa patriarki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh-tokoh perempuan dalam novel ini mampu melampaui posisi keliyanan dan inferioritas yang dilekatkan oleh struktur patriarki. Selain itu, penerapan analisis wacana kritis Sara Mills menunjukkan bahwa dalam novel Laut Bercerita narasi yang disampaikan secara konsisten memosisikan perempuan sebagai agen yang memiliki suara, otoritas, dan daya tawar dalam wacana perjuangan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa karya sastra seperti Laut Bercerita berpotensi digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk menumbuhkan kesadaran gender, kemampuan berpikir kritis, serta pemahaman siswa terhadap nilai-nilai kesetaraan dan keadilan sosial.
Digital Dialogue Storybook sebagai Media Inovatif Membaca Pemahaman Teks Narasi Siswa Sekolah Dasar Marsaa Alyaa Aufaa Adinda; Andarini Permata Cahyaningtyas
Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 1 (2026): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jh.v10i1.921

Abstract

Kemampuan literasi membaca siswa sekolah dasar di Indonesia masih menjadi persoalan nasional. Laporan Asesmen Nasional oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada pada level memahami informasi eksplisit dan belum optimal dalam menafsirkan makna implisit serta mengevaluasi isi teks. Permasalahan serupa ditemukan di SD Negeri Beji 01, di mana sekitar 50% siswa kelas IV mengalami kesulitan menentukan ide pokok, memahami alur, dan menarik simpulan teks narasi meskipun telah mampu membaca lancar. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kemampuan membaca mekanis dan membaca pemahaman. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, bertujuan untuk merancang dan mengevaluasi kelayakan serta efektivitas Digital Dialogue Storybook sebagai media pembelajaran. Subjek penelitian meliputi 5 siswa dalam uji coba skala kecil (one to one) dan 25 siswa dalam uji coba skala besar yang dilakukan di SD Negeri Beji 01. Data dikumpulkan melalui teknik tes dan non-tes. Alat tes terdiri dari pre-test dan post-test, sedangkan alat non-tes meliputi lembar validasi yang diisi oleh ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa, serta kuesioner untuk mengumpulkan tanggapan dari siswa dan guru. Hasil validasi menunjukkan bahwa Digital Dialogue Storybook dikategorikan sebagai sangat layak, dengan skor validitas media sebesar 0.96 dan skor validitas materi dan bahasa sebesar 0.93. Analisis hasil belajar menunjukkan peningkatan signifikan pada rata-rata skor siswa setelah menggunakan media tersebut. Peningkatan ini didukung lebih lanjut oleh hasil N-Gain sebesar 0,354 dalam uji coba skala kecil dan 0,472 dalam uji coba skala besar, keduanya diklasifikasikan dalam kategori moderat. Selain itu, baik siswa maupun guru memberikan tanggapan positif terhadap implementasi media tersebut. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Digital Dialogue Storybook baik layak maupun efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa kelas empat sekolah dasar terhadap teks narasi.
Struktur Kalimat Bahasa Indonesia dan Tetun dalam Buku Teks Pembelajaran BIPA: Analisis Kontrastif Sintaktis Alexandre dos Reis; Nuny Sulistiany Idris; Mochamad Whilky Rizkyanfi
Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 1 (2026): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jh.v10i1.938

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Timor Leste tidak terlepas dari pengaruh bahasa Tetun yang digunakan secara luas dalam komunikasi sehari-hari oleh para pembelajar. Perbedaan struktur sintaksis antara bahasa Indonesia dan bahasa Tetun sering menyebabkan terjadinya pencampuran atau interferensi dalam penggunaan kalimat bahasa Indonesia, sehingga pembelajar mengalami kesulitan dalam membentuk struktur kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membandingkan struktur kalimat bahasa Indonesia dan bahasa Tetun yang terdapat dalam buku teks pembelajaran BIPA melalui analisis kontrastif sintaktis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis dokumen. Sumber data penelitian berupa kalimat-kalimat yang terdapat dalam buku teks pembelajaran BIPA yang digunakan oleh pembelajar di Timor Leste. Analisis data dilakukan melalui tahap identifikasi, klasifikasi, dan perbandingan struktur sintaksis kedua bahasa dengan menggunakan prinsip analisis kontrastif dalam kajian sintaksis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kedua bahasa memiliki pola dasar kalimat yang relatif serupa, terdapat perbedaan pada konstruksi frasa tertentu dan penggunaan unsur gramatikal yang berpotensi menimbulkan interferensi dalam penggunaan bahasa Indonesia oleh pembelajar. Temuan penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pembelajaran BIPA, khususnya dalam pengembangan materi ajar dan strategi pembelajaran yang mempertimbangkan perbedaan struktur sintaksis kedua bahasa agar proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan kontekstual.
Fusi Horizon dalam Seni Tutur Tradisional Betawi Rancag si Pitung: Studi Hermeneutik atas Transformasi Makna Tio Zulfan Amri; Muhammad Fahmi Rizkian; Jayakandi
Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 1 (2026): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jh.v10i1.991

Abstract

Penelitian ini berjudul “Fusi Horizon dalam Seni Tutur Tradisional Betawi Rancag si Pitung: Studi Hermeneutik atas Transformasi Makna.” Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap proses transformasi makna yang terjadi dalam seni tutur tradisional Betawi Rancag si Pitung melalui pendekatan hermeneutik Hans-Georg Gadamer, khususnya konsep fusi horizon (Horizontverschmelzung). Rancag si Pitung sebagai salah satu bentuk seni tutur tradisional Betawi tidak hanya berfungsi sebagai hiburan rakyat, tetapi juga sebagai wahana penyampaian nilai-nilai sosial, moral, dan identitas budaya masyarakat Betawi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis hermeneutik, yang menempatkan teks dan konteks Rancag si Pitung dalam dialog dengan horizon penutur, pendengar, dan peneliti. Proses fusi horizon antara tradisi lama dan pandangan masyarakat modern menjadi kunci dalam memahami perubahan makna tokoh si Pitung dari simbol perlawanan terhadap kolonialisme menuju ikon keadilan sosial dan kebanggaan identitas lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi makna Rancag si Pitung merupakan bukti kelenturan budaya Betawi dalam menafsirkan kembali tradisinya sesuai perkembangan zaman. Studi ini menegaskan bahwa hermeneutika Gadamer dapat menjadi kerangka teoritis yang relevan untuk memahami dinamika penafsiran seni tutur tradisional Indonesia. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan hermeneutika dapat menjadi kerangka konseptual yang efektif dalam mengungkap transformasi makna pada sastra lisan. Temuan ini juga memperkuat upaya pelestarian seni tutur Betawi melalui pembacaan yang kontekstual sehingga Rancag si Pitung tetap relevan sebagai media pendidikan budaya, identitas lokal, dan pembelajaran sastra di era kontemporer. Dengan demikian, pembelajaran sastra di sekolah menjadi lebih kontekstual, reflektif, dan berorientasi pada pelestarian budaya lokal.
Karakteristik Kebahasaan Kebijakan Pencegahan Kekerasan Seksual: Analisis Wacana Kritis terhadap Implementasinya dalam Pembelajaran Kejurnalistikan di Perguruan Tinggi Eka; Silvia Ratna Juwita; Fauzi Rahman; Oktian Fajar Nugroho; Lisna Hikmawaty; Fachmi Tamzil
Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 1 (2026): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jh.v10i1.1143

Abstract

Kekerasan di lingkungan perguruan tinggi tidak hanya terjadi dalam bentuk tindakan fisik, tetapi juga direproduksi melalui praktik kebahasaan yang mencerminkan relasi kuasa dan ketidaksetaraan gender. Meskipun berbagai penelitian telah mengkaji implementasi kebijakan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS), kajian yang secara khusus menganalisis karakteristik kebahasaan kebijakan serta implementasinya dalam pembelajaran kejurnalistikan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik kebahasaan dalam Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021 serta mengkaji implementasinya dalam pembelajaran kejurnalistikan di perguruan tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif yang diperkuat data kuantitatif melalui analisis dokumen terhadap Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021 dan survei terhadap 6 dosen serta 150 mahasiswa di tiga perguruan tinggi di Jawa Barat. Analisis dokumen menggunakan model Analisis Wacana Kritis Fairclough yang dipadukan dengan teori wacana feminis Sara Mills untuk mengungkap representasi gender serta teori tindak tutur untuk menganalisis fungsi pragmatis bahasa kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik kebahasaan kebijakan masih ditandai oleh penggunaan istilah yang ambigu, diksi yang kurang operasional, dan konstruksi bahasa yang kurang komunikatif sehingga membuka peluang terjadinya multiinterpretasi dalam implementasi kebijakan. Dari sisi implementasi, sebanyak 68% responden mengalami kesulitan memahami isi kebijakan, hanya 45% dosen yang mengintegrasikan kebijakan ke dalam materi pembelajaran, dan hanya 35% materi pembelajaran yang secara eksplisit membahas isu gender dan kekerasan seksual. Sebaliknya, penerapan pembelajaran berbasis perspektif gender mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap isu kekerasan seksual hingga 70%. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas implementasi kebijakan tidak hanya ditentukan oleh substansi regulasi, tetapi juga oleh kejelasan karakteristik kebahasaan, integrasi perspektif gender dalam pembelajaran, dan penguatan kapasitas dosen. Penelitian ini berkontribusi dengan menunjukkan pentingnya analisis kebahasaan sebagai dasar penyusunan kebijakan pendidikan yang lebih komunikatif, inklusif, dan mendukung implementasi pencegahan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.

Page 3 of 3 | Total Record : 26