cover
Contact Name
Erna Megawati
Contact Email
jurnal.hortatori@gmail.com
Phone
+62895346033129
Journal Mail Official
jurnal.hortatori@gmail.com
Editorial Address
Jl. Nangka No. 58 C (TB. Simatupang), Kel. Tanjung Barat, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530, Jakarta, Indonesia.
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 25797832     EISSN : 25797840     DOI : https://doi.org/10.30998/jh.v10i1.578
Core Subject :
Hortatori: Journal of Language Studies is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish scientific works from national and international lecturers, researchers, students, and practitioners to present their new ideas, concepts and theories in Indonesian language and literature education focused on Language Learning and Indonesian Literature, Class Action Research (CAR) of teaching of Language and Indonesian Literature, Indonesian Linguistics and Literature, Linguistic and Literary analysis as well as related topics. All articles are peer-reviewed by at least two peer-reviewers. Hortatori is managed to be issued twice in every volume. The scopeof Hortatori is: phonetics, phonology, morphology, syntax, discourse analysis, pragmatics, anthropolinguistics, language and culture, dialectology, language documentation, cognitive linguistics, , corpus linguistics, neurolinguistics, language education, translation, language planning, psycholinguistics, sociolinguistics and other scientific fields related to language studies
Arjuna Subject : -
Articles 26 Documents
Fungsi, Suluk, Gendhing, dan Sendon Sastra Lisan Wayang Topeng Malang Syaqila Nazwa Agustia; Sony Sukmawan
Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 2 (2025): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jh.v9i2.325

Abstract

Pertunjukkan tradisional sebagai sebuah seni pertunjukkan menghadapi tantangan berupa beralihnya selera dan perhatian masyarakat modern menuju budaya visual yang menyebabkan degradasi pemahaman terhadap nilai inti dari pertunjukkan Wayang Topeng Malang, dan keberadaan suluk, gending, dan sendon dianggap sebagai pelengkap atau pendukung pertunjukan semata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk, struktur dan fungsi tradisi lisan pada Wayang Topeng di Malang serta menelusuri jalan yang ditempuh oleh para pelaku Seni wayang topeng ultimate mempertahankan tradisi wayang topeng di era modern pertengahan. Sisi sastra lisan yang ada pada struktur Wayang Topeng tidak hanya bersifat suportif tetapi juga menjadi inti, di mana melalui inti tersebut dapat mencerminkan nilai estetika, kerohanian dan kearifan lokal milik masyarakat. Dalam penelitian ini akan dibahas tentang identifikasi dan analisis unsur verbal yaitu: suluk, gending dan sendon dalam konstruksi pertunjukan wayang topeng, serta pemahaman fungsi simbolik dan budaya dari narasi lisan yang dibawakan oleh dalang dan sinden, untuk memahami hal tersebut kemudian digunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara semi terstruktur dengan dalang, sinden online dan pemain seni pertunjukan Wayang Topeng. Analisis data menggunakan reduksi data, tampilan/penarikan data dan penghentian firasat awal dikonfirmasi dengan triangulasi & pengecekan member. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat struktur naratif yang kompleks dalam sastra lisan pada pertunjukan topeng wayang dan bersifat performatif. Saat ini teks apa pun ditransmisikan secara aural dengan improvisasi juga dan sejak saat itu dipinjam untuk ingatan kolektif dan rasa para dalang teater. Topeng wayang ini merupakan gaya tutur yang menunjukkan fungsi estetik dan musikalitas dari lagu tersebut, sedangkan fungsi simbolisnya menghadirkan nilai-nilai kosmologis dan spiritual seperti yang terdapat pada budaya masyarakat Malang. Warisan tradisional dipertahankan melalui praktik pewarisan eksentrik, penulisan ulang materi naratif, dan konfigurasi ulang untuk khalayak kontemporer. Kontribusi penelitian ini akan memperkaya kajian sastra lisan dan berkontribusi pada strategi pelestarian budaya lokal melalui; Seni Pertunjukan Tradisional, dan berimplikasi pada pembelajaran bahasa Indonesia sebagai materi ajar kearifan lokal untuk meningkatkan apresiasi siswa terhadap nilai-nilai kosmologis Nusantara.
Tata Krama Bahasa Sunda dalam Channel Youtube Rifirdus Hafidz Zuhdi; Nunuy Nurjanah; Yayat Sudaryat
Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 2 (2025): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jh.v9i2.544

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan tahapan tatakrama bahasa Sunda yang terdapat dalam channel youtube Rifirdus pada bulan Februari 2025. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini untuk memaparkan dan menjelaskan secara objektif mengenai fenomena yang diteliti. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumentasi dan simak catat, guna memudahkan dalam mengumpulkan data. Penelitian ini menjelaskan penggunaan tahapan tatakrama bahasa dan fungsi tatakrama bahasa dalam channel youtube Rifirdus pada bulan Februari 2025. Selanjutnya, data yang ditemukan  dideskripsikan secara rinci dalam penelitian ini. Penelitian ini dipilih karena tatakrama bahasa merupakan hal yang penting dalam proses komunikasi berbahasa Sunda. Hasil yang didapatkan adalah terdapat tahapan tatakrama bahasa Sunda halus, wajar, kasar, dan campuran antara halus dan kasar, juga campuran antara halus dan wajar. Fungsi tatakrama yang didapatkan adalah fungsi edukasional, instrumental, integratif, dan kultural. Tahapan tatakrama bahasa digunakan untuk menyampaikan maksud dalam proses komunikasi dan fungsi tatakrama digunakan sebagai alat untuk menunjukkan dan upaya agar tujuan dalam suatu peristiwa komunikasi bisa terwujud.
Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia Melalui Pemanfaatan Sastra Anak: Studi Literatur Pada Pembelajaran di Sanggar Belajar Malaysia Nor Hafizah Indah Fauziah; Aninditya Sri Nugraheni; Raudhatul Hasna
Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 1 (2026): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jh.v10i1.578

Abstract

Pembelajaran bahasa di lingkungan multikultural masih menghadapi tantangan dalam menghadirkan strategi yang mampu meningkatkan literasi dan motivasi belajar siswa secara bermakna, khususnya melalui pemanfaatan sastra anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pembelajaran Bahasa Indonesia melalui pemanfaatan sastra anak pada Sanggar Belajar di Malaysia serta membandingkannya dengan praktik pembelajaran sastra anak berbahasa Melayu. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis sebelas artikel ilmiah, terdiri atas enam artikel pembelajaran Bahasa Indonesia di Malaysia dan lima artikel pembelajaran Bahasa Melayu. Analisis dilakukan melalui tahapan pengumpulan, seleksi, kategorisasi, dan sintesis temuan penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua konteks pembelajaran sama-sama memanfaatkan media visual, naratif, dan digital, seperti buku pop-up, gambar, video animasi, buku bergambar, puisi, dan konten YouTube, yang berkontribusi terhadap peningkatan motivasi belajar, pemahaman bahasa, penguasaan kosakata, dan kreativitas anak. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa sastra anak dapat dijadikan sebagai strategi pembelajaran bahasa yang efektif dan adaptif, baik dalam pendidikan nonformal maupun formal, serta berpotensi menjadi rujukan bagi pendidik dalam mengembangkan pembelajaran bahasa yang kontekstual dan berbasis budaya.
Hibriditas Bahasa Leksikal sebagai Praktik Linguistik Tokoh Roy dalam Film Balada si Roy (2023) Ni Wayan Ayu Permata Sari; Dila Febriyana Rahmi; Ni Nengah Citra Dwi Anggraeni
Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 2 (2025): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jh.v9i2.599

Abstract

Fenomena hibriditas bahasa menjadi ciri menonjol dalam komunikasi remaja Indonesia, khususnya melalui penggunaan unsur leksikal berbahasa Inggris dalam interaksi sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk hibriditas bahasa leksikal yang digunakan oleh Roy berdasarkan konsep peminjaman leksikal loan words, loan blends, dan loan shifts menurut Allan (2020). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa tuturan Roy. Sebanyak 30 temuan leksikal disertai timestamp dianalisis untuk hibriditas leksikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik hibriditas bahasa leksikal pada tokoh Roy didominasi oleh kategori loan words dengan 19 temuan, diikuti oleh loan blends sebanyak 7 temuan dan loan shifts sebanyak 4 temuan. Dominasi loan words mengindikasikan bahwa peminjaman kata asing tanpa perubahan bentuk merupakan strategi linguistik yang paling sering digunakan dalam membangun tuturan, serta mencerminkan kecenderungan penggunaan unsur bahasa asing secara langsung dalam komunikasi sehari-hari. Kemudahan penggunaan kata asing tanpa proses adaptasi morfologis maupun semantis tampak lebih dipilih dibandingkan penggabungan unsur asing dan lokal atau pergeseran makna kata lokal akibat pengaruh bahasa lain.
Lanskap Linguistik Ruang Pendidikan di Jalan Raya Condet dan Implikasinya tererhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia Sangkary Asihta Mitrayudasi; Erna Megawati; Memmy Dwi Jayanti
Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 2 (2025): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jh.v9i2.645

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran bahasa yang terdapat pada tanda di ruang pendidikan, khususnya tanda pengumuman publik, tanda iklan, tanda nama bangunan, tanda peringatan, dan tanda larangan di Jalan Raya Condet. Teknik pengumpulan data adalah teknik observasi, teknik wawancara dan catat, dan teknik dokumentasi. Analisis data adalah analisis deskriptif. Sumber data berjumlah 11 data tanda dan informan berjumlah 9 orang. Hasil penelitian menunjukkan 4 tanda yang memenuhi fungsi informasionalnya, yaitu: tandai iklan sebanyak 1 data kode bahasa INA-ING. Tanda Peringatan sebanyak 3 data kode bahasa INA-ING. Tanda Larangan sebanyak 1 data kode bahasa INA. Sedangkan 2 tanda belum memenuhi fungsi informasionalnya akibat kendala bahasa oleh pembuat dan pembaca tanda, yaitu: tanda Nama Bangunan sebanyak 4 data kode bahasa ING-INA dan SA-INA. Tanda Pengumuman Publik sebanyak 2 data dengan kode bahasa ING dan ING-INA. Hasil penelitian ini diimplikasikan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas VIII dalam menulis teks persuasi/iklan.
Peningkatan Kualitas Terjemahan Mesin Papago melalui Post-editing pada Teks Cerita Anak Jepang ke dalam Bahasa Indonesia: Perspektif Multimodal Citra Dewi; Nursyifa Azzahro
Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 2 (2025): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jh.v9i2.756

Abstract

Pemanfaatan terjemahan mesin saraf (NMT) semakin lazim dalam domain akuisisi bahasa dan terjemahan, terutama dalam konteks teks naratif anak-anak. Namun demikian, terjemahan mesin terus menghadapi tantangan yang signifikan ketika menangani teks naratif multimodal yang bergantung pada interaksi antara komponen linguistik, visual, dan budaya, terutama dalam pasangan bahasa Jepang-Indonesia. Dalam hal ini, output yang dihasilkan oleh sistem terjemahan mesin Papago sering menunjukkan ketidakakuratan semantik dan tidak diterima secara memadai dalam bahasa Indonesia sebagai bahasa target. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai kualitas terjemahan mesin Papago dari teks naratif anak-anak Jepang “Omusubi Kororin” dan untuk menyelidiki pengaruh post-editing berbasis multimodal pada peningkatan akurasi dan keterbacaan terjemahan bahasa Indonesia. Investigasi ini menggunakan metodologi kualitatif yang dicirikan oleh desain deskriptif-analitis, yang melibatkan analisis komparatif teks sumber, hasil terjemahan mesin, dan hasil post-editing, semua sambil mempertimbangkan interaksi antara elemen verbal dan visual dalam video naratif. Temuan menunjukkan bahwa terjemahan mesin Papago memiliki kekurangan yang cukup besar dalam menyampaikan makna berbasis gerakan, ekspresi onomatopoeik, dan kiasan budaya, yang berdampak buruk pada keterbacaan dan pemahaman terjemahan Indonesia. Keaslian penelitian ini diwujudkan dalam penggabungan pendekatan post-editing terjemahan mesin (MTPE). dengan analisis multimodal dalam konteks penerjemahan sastra anak-anak Jepang-Indonesia. Secara teoritis, penelitian ini mendukung gagasan post-editing sebagai proses interpretatif multimodal, sedangkan, dari perspektif praktis, penelitian ini menawarkan wawasan untuk kemajuan pedagogi penerjemahan Indonesia yang didasarkan pada post-editing terjemahan mesin (MTPE)
Klasifikasi Emosi Tokoh Utama Wanita dan Toxic Relationship dalam Novel Pyschpath's Obssesion Karya Angel Hwang Daratrisna Agussaniyah Atmaja; Kurnia Rachmawati; Dicky Rahmat Pauji
Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 1 (2026): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jh.v10i1.764

Abstract

Fenomena hubungan toksik semakin mendapat perhatian sebagai isu sosial dan kesehatan mental karena pola relasi destruktifnya berdampak langsung pada keseimbangan emosional dan psikologis individu. Secara global, kondisi ini dikategorikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia sebagai Intimate Partner Violence, sementara di Indonesia tercermin dalam tingginya kasus Kekerasan dalam Pacaran. Berangkat dari konteks tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika emosi tokoh utama Alana Bailey Hawkins dalam novel Psychopath’s Obsession karya Angel Hwang berdasarkan teori klasifikasi emosi David Krech, meliputi rasa bersalah, memendam rasa bersalah, menghukum diri sendiri, sedih, benci, cinta, serta rasa malu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik baca dan catat serta kajian kepustakaan, yang dilanjutkan dengan analisis interaktif terhadap kutipan-kutipan relevan dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emosi Alana merepresentasikan kompleksitas psikologis korban hubungan toksik, di mana rasa bersalah mendorong refleksi diri, sementara memendam rasa bersalah memperparah trauma internal. Pola relasi toksik seperti manipulasi, gaslighting, kontrol obsesif, dan kekerasan seksual menggambarkan hubungan destruktif yang berdampak jangka panjang terhadap kondisi psikologis tokoh. Kajian ini menegaskan pentingnya pendekatan psikologi sastra dalam meningkatkan kesadaran terhadap dinamika emosi dan tanda-tanda hubungan tidak sehat.
Pengembangan Komik Berbasis Cerita Rakyat Sumatera Utara sebagai Bahan Ajar BIPA bagi Mahasiswa Thailand Rina Devianty; Edi Saputra; Nabila
Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 1 (2026): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jh.v10i1.803

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji kelayakan komik berbasis cerita rakyat Sumatera Utara sebagai bahan ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) bagi mahasiswa Thailand. Pemilihan cerita rakyat Sumatera Utara didasarkan pada kebutuhan pengenalan lokalitas budaya Indonesia yang dekat dengan konteks institusi pengembang dan belum banyak diadaptasi sebagai bahan ajar BIPA di Thailand. Komik dipilih karena memadukan teks, gambar, dan alur visual berurutan sehingga dapat membantu pemelajar asing memahami kosakata, konteks budaya, dan struktur cerita. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, angket validasi, dan angket respons. Subjek uji coba terbatas adalah 20 mahasiswa BIPA di Fatoni University/Jamiah Islamiyah Syeikh Daud Al-Fathani (JISDA), Thailand. Validator terdiri atas ahli media, ahli bahasa, dan praktisi. Data kualitatif dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan, sedangkan data kuantitatif dianalisis menggunakan persentase kelayakan, validitas-reliabilitas instrumen, uji normalitas, dan uji efektivitas nonparametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi ahli media memperoleh persentase 90,6%, ahli bahasa 90,6%, praktisi 95,8%, dan respons mahasiswa 87%; seluruhnya berada pada kategori sangat layak. Hasil uji efektivitas menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kondisi sebelum dan sesudah penggunaan komik (p < 0,05). Dengan demikian, komik berbasis cerita rakyat Sumatera Utara layak digunakan sebagai bahan ajar BIPA sekaligus media literasi budaya Indonesia bagi mahasiswa Thailand.
Multimodalitas Ujaran Kebencian dalam Toxic Comments di Media Sosial Agustiansyah Amanda; Suhartono; Agusniar Dian Savitri
Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 1 (2026): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jh.v10i1.843

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis peran bahasa verbal dan berbagai unsur multimodal dalam membentuk dan mengonstruksi makna ujaran kebencian (hate speech) dalam toxic comments di media sosial; dan (2) menganalisis ujaran kebencian dalam toxic comments merefleksikan dinamika sosial, relasi antarkelompok, serta pola interaksi yang berkembang dalam ruang komunikasi digital. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA 2020. Data diperoleh melalui penelusuran artikel jurnal internasional periode 2021–2026 yang terindeks di Google Scholar. Sebanyak 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna ujaran kebencian dibangun melalui interaksi antara teks, gambar, meme, emoji, simbol visual, dan elemen tipografis yang bekerja secara simultan. Integrasi berbagai moda tersebut memperkuat daya ilokusi, ekspresi emosi, dan pesan ideologis yang terkandung dalam ujaran kebencian. Selain itu, ujaran kebencian multimodal ditemukan merefleksikan polarisasi identitas, konflik sosial-politik, relasi antarkelompok, serta perubahan norma komunikasi dalam masyarakat digital. Temuan penelitian menegaskan bahwa hate speech merupakan fenomena komunikasi multimodal yang tidak dapat dipahami hanya melalui analisis linguistik. Kajian ini berkontribusi pada pengembangan perspektif multimodalitas dalam studi komunikasi digital serta memberikan dasar bagi penguatan literasi digital dan pengembangan sistem moderasi konten yang lebih kontekstual.
Representasi Kultural Patriarki dalam Film Air Mata di Ujung Sajadah Karya Rony Irawan: Analisis Teks Budaya dan Relevansinya sebagai Bahan Ajar Sastra di SMA Ridho Bayu Saputro; Umi Faizah; Joko Purwanto
Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 1 (2026): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jh.v10i1.870

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi kultural patriarki dalam film Air Mata di Ujung Sajadah karya Rony Irawan serta menelaah relevansinya sebagai bahan ajar sastra di tingkat SMA. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis dengan perspektif budaya, yang memosisikan film sebagai teks multimodal yang merepresentasikan konstruksi sosial dan ideologi gender. Data penelitian berupa dialog, adegan, dan unsur visual yang merepresentasikan relasi kuasa patriarkal, dikumpulkan melalui teknik menonton dan pencatatan data. Analisis data dilakukan dengan mengacu pada teori patriarki Sylvia Walby, yang difokuskan pada empat struktur patriarki, yaitu produksi rumah tangga, budaya, pekerjaan berbayar, dan reproduksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa patriarki dalam film ini bekerja secara sistemik dan terlembaga melalui legitimasi moral keluarga, norma budaya, otoritas institusional, serta kontrol atas reproduksi, yang secara konsisten menghapus agensi keibuan tokoh Aqilla. Patriarki direpresentasikan tidak melalui kekerasan fisik yang eksplisit, melainkan melalui kekerasan simbolik, manipulasi informasi, stigma sosial, dan bahasa yang dinormalisasi dalam relasi keluarga dan institusi sosial. Temuan penelitian ini memiliki relevansi pedagogis karena film Air Mata di Ujung Sajadah sejalan dengan Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia Fase E (kelas X SMA) dalam Kurikulum Merdeka, khususnya pada elemen menyimak dan memirsa serta membaca dan memirsa, yaitu kemampuan peserta didik untuk menganalisis makna, nilai, pesan, dan isu sosial dalam teks sastra maupun teks multimodal secara kritis serta merefleksikannya dalam konteks kehidupan sosial dan budaya. Dengan demikian, film ini berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan ajar sastra yang kontekstual dan reflektif di SMA untuk mengembangkan kemampuan analisis kritis serta kepekaan sosial peserta didik.

Page 2 of 3 | Total Record : 26