cover
Contact Name
Wildan Insan Fauzi
Contact Email
wildaninsanfauzi@upi.edu
Phone
+6285221045707
Journal Mail Official
factum@upi.edu
Editorial Address
Laboratorium Pendidikan Sejarah FPIPS UPI, Gedung Numan Sumantri, Lantai IV sayap utara Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung.
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Factum: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah
ISSN : 23029889     EISSN : 2615515X     DOI : https://doi.org/10.17509/factum.v12i1
Factum: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah promotes research in the broad field of history and Education with particular respect to Indonesia, but not limited to authorship or topical coverage within the region. Contributions are expected from historian, educator, teacher, senior researchers, project managers, research administrators and PhD students at advanced stages of their research, representing both public organizations and private industry. Equally, the journal if intended for scholars and students, reseachers working at research organizations and government agencies, and also for enterprises undertaking applied R&D to lead innovations. The editorial contents and elements that comprise the journal include: Theoretical articles Empirical studies Practice-oriented papers Case studies Review of papers, books, and resources. As far as the criteria for evaluating and accepting submissions is concerned, a rigorous review process will be used. Submitted papers will, prior to the formal review, be screened so as to ensure their suitability and adequacy to the journal. In addition, an initial quality control will be performed, so as to ensure matters such as language, style of references and others, comply with the journal´s style. The below mentioned areas are just indicative. The editorial board also welcomes innovative articles that redefine any history and history education field. Learning History at school Learning History in college History education curriculum Historical material (local, national, and world history) History of education Historical material in social studies History Local history History of education
Articles 180 Documents
Pembelajaran Online Saat Pandemi Covid-19: Studi Deskriptif Penggunaan Google Classroom dan Zoom Meeting Cloud dalam Pembelajaran Sejarah Rizki Karami; Yani Kusmarni
FACTUM: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol 11, No 2 (2022): Materi Sejarah untuk Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia dan APPS (Asosiasi Pendidik dan Peneliti Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/factum.v11i2.28795

Abstract

Since the Covid-19 pandemic, all teaching and learning activities, including history learning, have been carried out virtually. Mastering technology is one of the skills teachers and students must have in the 21st century. E-learning learning through google Classroom and zoom meeting clouds can be used as one Free distance learning app in the pandemic era beforehand for historical subjects full of facts to study. This study uses a descriptive study to obtain an in-depth explanation of the implementation of online history learning through google classroom and zoom meeting cloud at SMA Negeri 14 Bandung during the Covid-19 pandemic era. The results of this study indicate that in implementing online history learning, there is (1) the inability of history teachers to plan (RPP) history online; (2) Implementation of online history learning in high schools which experience technical technicalities; (3) History students and teachers are not ready to implement bold learning during the Covid-19 pandemic.Keywords : Covid-19; e-learning; google classroom; history learning. zoom meeting cloud;AbstrakSemenjak adanya pandemic virus Covid-19 seluruh kegiatan belajar mengajar termasuk pembelajaran sejarah dilakukan secara virtual dimana penguasaan teknologi menjadi salah satu keterampilan yang harus dimiliki guru dan siswa dalam abad 21. Pembelajaran E-learning melalui google classroom dan zoom meeting cloud dapat dimanfaatkan sebagai salah satu aplikasi gratis pembelajaran jarak jauh di era pandemic terlebih bagi mata pelajaran sejarah yang penuh dengan fakta-fakta untuk dipelajari. Penelitian ini menggunakan studi deskriptif untuk memperoleh penjelasan mendalam mengenai pelaksanaan pembelajaran sejarah secara online melalui google classroom dan zoom meeting cloud di SMA Negeri 14 Bandung pada era pandemic Covid-19. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam mengimplementasikan pembelajaran sejarah secara online terdapat (1) Ketidakmampuan guru sejarah dalam merencanakan (RPP) sejarah secara online; (2) Pelaksanaan pembelajaran sejarah secara online di SMA yang banyak mengalami kendala teknis; (3) Siswa dan guru sejarah belum siap untuk mengimplementasikan pembelajaran daring saat pandemic Covid-19.Kata kunci : Covid-19; e-learning; google classroom; pembelajaran sejarah.Pembelajaran Sejarah , zoom meeting cloud;
Upaya Kontingen Garuda II Sebagai Pasukan Perdamaian di Republik Kongo (1960-1961) Wisnu Arsa Tanjung; Murdiyah Winarti
FACTUM: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol 11, No 2 (2022): Materi Sejarah untuk Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia dan APPS (Asosiasi Pendidik dan Peneliti Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/factum.v11i2.24425

Abstract

The main problem discussed in this article is how the efforts carried out by the Garuda II contingent in the Republic of the Congo. Research methods used used is a historical method which includes several steps, namely heuristics (collecting sources) both oral and written sources, source criticism, interpretation, and historiography. To deepen the analysis, the authors use the approach of the science of sociology, the science of international relations. The research technique used is the study of literature. Based on the results of the research, the Government of Indonesia participated in sending peacekeeping forces to the Republic of Congo under the auspices of the United Nations in 1960. Activities undertaken by the Garuda II Contingent Force namely to overcome and mediate rebellions that occurred in the Republic of Congo and conduct patrols to areas that often occur conflicts such as overcoming the battle of sending Garuda II contingent to the City of Boende and Coquihalville, the battle of Kamina, a mine explosion event in Kamina. From these activities the Garuda II Contingent Forces succeeded in carrying out their duties so as to have a very positive impact on the Indonesian contingent troops so that the following year the Indonesian Government sent the Garuda Contingent back in 1962.Keywords : Battle of Kamina, Garuda troops, Republic of the Congo.AbstrakPermasalahan pokok yang dibahas dalam artikel ini adalah bagaimana usaha-usaha yang dilakukan oleh Kontingen Garuda II di Republik Kongo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode historis yang meliputi beberapa langkah, yaitu heuristik baik sumber lisan maupun tulisan, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Teknik penelitian yang digunakan ialah studi literatur. Berdasarkan hasil peneltian, Pemerintah Indonesia ikutserta dalam pengirimkan pasukan perdamaian ke Republik Kongo dibawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1960. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Pasukan Kontingen Garuda II yakni mengatasi dan menengahi pemberontak-pemberontakan yang terjadi di Republik Kongo serta melakukan patroli ke wilayah yang sering terjadi konflik seperti mengatasi pertempuran pengiriman Kontingen Garuda II ke Kota Boende dan Coquihalville, pertempuran Kamina, persitiwa ledakan ranjau di Kamina. Dari kegiatan tersebut Pasukan Kontingen Garuda II berhasil dalam melaksanakan tugas sehingga mendapatkan dampak yang sangat positif bagi pasukan kontingen Indonesia sehingga pada tahun berikutnya Pemerintah Indonesia mengirimkan kembali Kontingen Garuda pada tahun 1962.Kata kunci : Pasukan Garuda, Pertempuran Kamina, Republik Kongo.
Perbudakan Seksual Perempuan Indonesia: Jugun Ianfu pada Masa Pendudukan Jepang Tahun 1942-1945 Sri Yuli Yanti
FACTUM: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol 11, No 2 (2022): Materi Sejarah untuk Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia dan APPS (Asosiasi Pendidik dan Peneliti Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/factum.v11i2.41974

Abstract

This research aims to know thoroughly about the Jugun Ianfu system implemented by the Japanese government in each of its colonies, especially Indonesia. This study will explain why the Japanese government established the Jugun Ianfu system in each of its colonies, the state of Jugun Ianfu women at that time, and the socio-psychological impact Jugun Ianfu was solely for the benefit of the Japanese army military soldiers. The existence of the Jugun Ianfu system is evidenced by the discovery of the comfort station (ianjo), which was first built in Shanghai, China. Jugun Ianfu in Indonesia was imposed after the Japanese successfully expelled the Dutch from Indonesia. At that time, the victims of Jugun Ianfu explained that they often get phsycal violence or sexual violence from Japanese soldiers or their officers. The method used in this study consists of four steps heuristics, criticism, interpretation, and historiography. This became a problem faced by the victims of Jugun Ianfu in Indonesia (1942-1945) as if covered by the government because it considered the problem of Jugun Ianfu as a disgrace to the state. Even the Indonesian government tends to be passive in dealing with the problem of Jugun Ianfu that occurs in Indonesian women.Keywords : Jugun Ianfu, Japanese Occupation, Violence.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara menyeluruh mengenai sistem Jugun Ianfu yang diterapkan oleh pemerintah Jepang di setiap wilayah jajahannya terutama Indonesia. Dalam penelitian ini akan dijelaskan mengenai alasan pemerintah Jepang membentuk sistem Jugun Ianfu di setiap wilayah jajahannya, keadaan perempuan Jugun Ianfu pada masa itu, serta dampak sosial-psikologis korban Jugun Ianfu. Tujuan utama dibentuknya Jugun Ianfu semata-mata dilakukan demi kepentingan prajurit militer tentara Jepang. Adanya sistem Jugun Ianfu dibuktikan dengan adanya penemuan comfort station (ianjo) yang dibangun pertama kali di Shanghai China. Jugun Ianfu di Indonesia diberlakukan setelah Jepang berhasil mengusir Belanda dari Indonesia. Pada masa itu para korban Jugun Ianfu memaparkan bahwa sering kali mereka mendapatkan kekerasan secara fisik ataupun kekerasan seksual dari para tentara Jepang atau para perwiranya. Hal tersebut menjadi suatu masalah yang dihadapi oleh para korban Jugun Ianfu sendiri baik secara fisik ataupun secara mental. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari empat langkah yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Masalah Jugun Ianfu di Indonesia (1942-1945) pun seakan ditutupi oleh pemerintah karena menganggap masalah Jugun Ianfu sebagai aib negara. Bahkan pemerintah Indonesia cenderung pasif dalam menangani masalah Jugun Ianfu yang terjadi pada perempuan Indonesia.Kata kunci : Jugun Ianfu, Kekerasan. Pendudukan Jepang,
Potret Paguron Satria Awi Koneng Maung Bodas di Kota Sukabumi (1996-2018) Suci Hariang Kencana; Ayi Budi Santosa
FACTUM: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol 11, No 2 (2022): Materi Sejarah untuk Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia dan APPS (Asosiasi Pendidik dan Peneliti Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/factum.v11i2.24481

Abstract

The primary problem research is how the Paguron Satria Awi Koneng Maung Bodas can develop in the City of Sukabumi. The researcher investigates the problem using the historical method, which includes four steps of historical research: heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The background of the establishment of Paguron is motivated by the socio-cultural conditions of the City of Sukabumi, which want a distinctive culture and independent guidance for its people. This Paguron was originally exclusive because it was part of the endurance skill of a Dhikr Assembly called the Majelis Dzikir Aurod Bashorun Fuadun. It is then developed into a container that houses martial arts, Bola Leungeun Seuneu Ngagotong Lisung, to become an art icon in the City of Sukabumi. In addition to opening branches in several regions, coaching is an intraculcular part of the Al-Fath Islamic Boarding School. As a forum born in a religious environment, this art contains much Islamic da’wah. Paguron activity has succeeded in increasing its existence not only in Sukabumi City but also nationally and internationally in the 2018 ASIAN Games Torch Relay event held in Jakarta. Activities organized by Paguron have an impact on the lives of the people of Sukabumi City in the social and cultural fields, including empowering the community’s culture in art activities as a means of tourism and education.Keywords : Paguron Satria Awi Koneng Maung Bodas, self-defense, art and culture, Sukabumi City.AbstrakPenelitian ini berjudul “Potret Paguron Satria Awi Koneng Maung Bodas di Kota Sukabumi (1996-2018)”. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana Paguron Satria Awi Koneng Maung Bodas dapat berkembang di Kota Sukabumi. Permasalahan itu peneliti kaji dengan menggunakan metode historis yang meliputi empat langkah penelitian sejarah yaitu, heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa latarbelakang berdirinya paguron dilatarbelakangi oleh kondisi sosial budaya Kota Sukabumi yang menginginkan adanya suatu ciri khas budaya dan pembinaan secara mandiri untuk masyarakatnya. Paguron ini awalnya bersifat eksklusif karena merupakan bagian dari kegiatan ilmu ketahanan tubuh sebuah Majelis Dzikir bernama Majelis Dzikir Aurod Bashorun Fuadun. Kemudian berkembang menjadi wadah yang menaungi ilmu bela diri pencak silat, kesenian Bola Leungeun Seuneu Ngagotong Lisung hingga menjadi ikon kesenian di Kota Sukabumi. Bentuk pembinaannya selain membuka cabang di beberapa daerah, juga menjadi bagian intrakulikuler di Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath. Sebagai wadah yang lahir dilingkungan religius, kesenian ini banyak mengandung dakwah Islam. Kegiatan paguron berhasil meningkatkan eksistensi tidak hanya di Kota Sukabumi tetapi menasional dan go internasional dalam event Torch Relay ASIAN Games 2018 yang diselenggarakan di Jakarta. Kegiatan yang diselenggarakan oleh paguron berdampak pada kehidupan masyarakat Kota Sukabumi dalam bidang sosial dan budaya, antara lain memberdayakan budaya masyarakat dalam kegiatan seni sebagai sarana wisata dan pendidikan.
Kehidupan Penjual Koran dalam Patung: Kehidupan I, II, III, dan IV Karya Marida Nasution 1997 Handayani i Madania Insan
FACTUM: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol 11, No 1 (2022): Pembelajaran Sejarah di tengah Pandemi bagian 2
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia dan APPS (Asosiasi Pendidik dan Peneliti Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/factum.v11i1.51902

Abstract

Jakarta menjadi pusat dari semua pusat kegiatan di Indonesia. Jakarta seolah menawarkan harapan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat di luar kota lain. Minimnya lapangan pekerjaan dan tingkat kemiskinan yang tinggi juga mendorong masyarakat untuk bermigrasi ke kota-kota besar dalam upaya mencari pekerjaan dengan kehidupan yang lebih baik. Penduduk lokal maupun  pendatang yang tidak beruntung dalam industri pekerjaan bekerja di sektor informal, seperti menjual koran, menjual minuman, dan di jalanan. Kehadiran teknologi telah mengubah dan membawa masyarakat melalui berbagai tahapan peradaban. Kehadirannya menciptakan berbagai kemudahan dalam melakukan aktivitas dan memperoleh informasi, yang berdampak pada perubahan gaya hidup masyarakat. Saat ini sarana komunikasi seperti televisi, surat kabar dan radio lambat laun ditinggalkan oleh masyarakat. Akses media konvensional kini berbasis internet. Serta media cetak berupa surat kabar dan majalah kini dapat diakses melalui media elektronik seperti internet melalui berbagai jenis aplikasi. Kajian ini akan membahas  bagaimana  masyarakat perkotaan mempersepsikan keberadaan penjual koran dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberadaan penjual koran bertahan  hingga saat ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif berupa kata-kata tertulis dengan dua tujuan utama yaitu, menggambarkan dan mengungkapkan dan menggambarkan dan menjelaskan.  Kesimpulan yang didapat dari pandangan masyarakat perkotaan terhadap keberadaan penjual koran dilihat dari era digitalisasi ini bahwa penurunan minat pembaca koran tidak hanya  berdasarkan pada perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, namun juga didasarkan pada kebutuhan masyarakat untuk menemukan informasi dengan cepat dan mudah. Keberadaan beberapa masyarakat lanjut usia yang masih tidak mengerti menggunakan teknologi informasi juga menjadi alasan penjual koran masih bertahan di era digitalisasi ini.
Penggunaan Lembar kerja Peserta Didik Untuk Meningkatkan Keterampilan Mengolah Informasi Sejarah Siswa Muhamad Irfan Mutakqin
FACTUM: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol 11, No 2 (2022): Materi Sejarah untuk Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia dan APPS (Asosiasi Pendidik dan Peneliti Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/factum.v11i2.24499

Abstract

This research is based on several problems associated with a lack of information processing skills in history learning students based on pre-observation in class X IPS 3 SMA Laboratorium Universitas Pendidikan Indonesia. The purpose of this research is that by using Student Worksheet, the students can perform their skill of historical information processing. This research use Class Action Research as a research method with Kemmis Mc Tagaart's research design, which has four activities in every cycle, planning, acting, observing, and reflection. They are based on the result of research. In the first cycle, the student's skill in historical information processing still needs to improve. Still, many students use only one source in their worksheets and can only write conclusions within the minimum usage of words. In the second cycle, the rate of this skill increased quite well. The student's scores in information searching, selecting, and assessing are pretty good. Interpretation is perfect for information, but concluding still needs to be better. Next, in the third cycle, the student's skills increased significantly. In this cycle, the students using two or more sources for their work can develop their argument well, interpretating information chronologically, and write the conclusion using their own words. From this result, applying a non-structural Student Worksheet can be an alternative solution for teachers to develop information-processing-based learning. Keywords : Historical Learning, Information Proceessing Skill, Student Worksheet.AbstrakPenelitian ini berlatar belakang dari beberapa permasalahan yang berkaitan dengan keterampilan mengolah informasi sejarah pada peserta didik berdasarkan hasil kegiatan pra observasi di Kelas X IPS 3 SMA Laboratorium Percontohan Universitas Pendidikan Indoensia. Tujuan penelitian ini yaitu dengan menggunakan LKPD, peserta didik dapat menunjukkan perkembangan keterampilan mengolah informasi sejarah. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan Mc Taggart yang dilakukan dalam empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian, pada siklus pertama tingkat keterampilan mengolah informasi masih rendah, kecuali pada indikator menginterpretasikan informasi, di mana peserta didik mendapatkan skor sangat baik. Kemudian di siklus kedua keterampilan ini berada pada tingkatan cukup baik. Artinya ada dua indikator yang berada di tingkatan cukup baik. Sementara itu dua indikator lainnya berada di tingkatan sangat baik dan kurang baik. Peningkatan signifikan terjadi di siklus ketiga, di mana mereka sudah mampu mencari informasi dari dua sumber atau lebih, berargumen mengenai pemilihan sumber dengan baik, menyusun penafsirannya secara kronologis, dan menyimpulkan informasi menggunakan kata-katanya sendiri melebihi batas minimal penggunaan kata yang ditentukan. Berdasarkan hasil tersebut, maka penggunaan LKPD tak berstruktur dapat menjadi alternatif bagi guru untuk mengembangkan ketermapilan mengolah informasi pada peserta didik.   Kata Kunci: LKPD, Keterampilan Mengolah Informasi,  Pembelajaran Sejarah
Eksistensi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dalam Pemilu Legislatif Di Kabupaten Subang Tahun 1999-2014 Armillah, Helmi Rizqi
FACTUM: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol 12, No 1 (2023): Kearifan Lokal dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia dan APPS (Asosiasi Pendidik dan Peneliti Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/factum.v12i1.25648

Abstract

This research begins with the issue of the effect of the Indonesian Democratic Party of Struggle victory in the legislative elections in Subang Regency. Thus, this research focuses on the development of the Indonesian Democratic Party of Struggle in 1999 until 2014 in Subang Regency. This study aims to identify political programs, strategies and the impact of the Indonesian Democratic Party of Struggle in Subang Regency. The method used by researcher is historical method with a multidisciplinary approach. The finding of this research is the development of Indonesian Democratic Party of Struggle in Subang Regency experienced the same thing as happened at the national level by dividing two camps within the Indonesian Democratic Party body and fighting over the secretariat office, which in the end was won by the Indonesian Democratic Party of Struggle in 2002.  Indonesian Democratic Party of Struggle in Subang Regency had programs aimed at commoners or the underprivileged. At the beginning of the development, the Indonesian Democratic Party of Struggle in Subang Regency programs were carried out by internal party programs. The next period began to develop programs aimed at the fields of economic field, social, and politic. Indonesian Democratic Party of Struggle’s strategies in the victory of legislative elections is mostly carried out in various ways namely staying firm on party ideology, the presence of Bung Karno and Megawati figures as figures who have influence in the party and in its campaign. The cadres Indonesian Democratic Party of Struggle has a close relationship with the community and directly involved with the community in developing the Subang Regency region, selecting and mapping the legislative candidates appropriately in each chosen region. Indonesian Democratic Party of Struggle in Subang Regency succeeded in making its cadres in important positions in the Subang Regency Government as the Regent and Deputy Regent, as well as the chairman of the Subang Regency Assembly at reginal for four periods namely 1999-2014.
Kata Adalah Senjata: Sastra dan Perlawanan Zapatista dalam Menghadapi Pemerintah Meksiko Nugraha, Dediyan Adnan
FACTUM: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol 12, No 1 (2023): Kearifan Lokal dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia dan APPS (Asosiasi Pendidik dan Peneliti Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/factum.v12i1.23500

Abstract

 ABSTRACT This research aims to conduct an in-depth study of Zapatista literature and resistance in dealing with the neoliberal Mexican government. In general, this research wants to answer the question of "how does literature become a tool of Zapatista resistance in dealing with the Mexican government?". To test the problem, researchers conducted research using a historical method that included four research steps. The research steps include collecting written sources through literature study (heuristics), source criticism, source interpretation or analysis and historiography. Researchers also use concepts to simplify analysis, including the concept of social movements and literary theory. In its implementation, the Zapatista movement becomes a movement that uses literature as an expression of a movement that is non-violent or does not require physical fighting. Besides the Zapatista movement still has weapons for possible physical war with the Mexican government. Literature became a weapon for the Zapatistas, through his communication Marcos convinced it all.
Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) dalam Operasi Militer di Indonesia Tahun 1959-1966 Nuralam, Rizqi
FACTUM: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol 12, No 1 (2023): Kearifan Lokal dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia dan APPS (Asosiasi Pendidik dan Peneliti Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/factum.v12i1.25695

Abstract

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) Dalam Operasi Militer di Indonesia Tahun 1959-1966” secara garis besar, masalah utama yang dikaji dalam skripsi ini mengenai bagaimana Kiprah Resimen Para Komando Angkatan Darat Dalam Operasi Militer di Indonesia Tahun 1959-1966. Terdapat tujuan dalam penelitian ini diantaranya: 1). Latar belakang berdirinya organisasi Resimen Para Komando Angkatan Darat, 2). Proses pembentukan organisasi Resimen Para Komando Angkatan Darat, 3). Operasi militer apa saja yang melibatkan Resimen Para Komando Angkatan Darat, dan 4). Profil para komandan Resimen Para Komando Angkatan Darat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode historis yang terdiri dari empat langkah yaitu heuristik, kritik sumber, Interpretasi dan historiografi. Berdasarkan pada temuan penelitian, didapatkan hasil bahwa pasukan khusus Indonesia terbentuk karena kebutuhan dalam operasi militer dalam rangka penumpasan gerakan pemberontakan yang marak pasca kemerdekaan Indonesia, Indonesia belum memiliki sebuah pasukan yang memiliki kemampuan khusus. Maka dari kebutuhan-kebutuhan itu dibentuklah sebuah pasukan khusus. Dalam perkembangan organisasi pasukan khusus sudah terjadi beberapa reorganisasi untuk penyempurnaan pasukan khusus dan juga organisasi pasukan khusus. Pada awalnya organisasi pasukan khusus disebut dengan Kesatuan Komando Angkatan Darat, Resimen Para Komando Angkatan Darat sampai sekarang yang disebut dengan KOPASSUS. Setelah penyempurnaan organisasi dan pasukan khusus pada tahun 1959 sampai dengan 1966 pasukan khusus indonesia telah melakukan berbagai macam operasi militer yang bersifat perang maupun non-perang operasi itu adalah: Operasi Dwikora yang ingin mengembalikan Irian Barat kedalam Indonesia, Operasi Trikora Konfrontasi yang terjadi antara Indonesia-Malaysia, dan operasi penumpasan Gerakan 30 September/PKI yang ingin menjadikan Indonesia sebagai negara Komunis. Kata Kunci: Pasukan Khusus Indonesia, RPKAD, Operasi Militer.             ABSTRACTThis thesis is titled " Army Para-Commando Regiment (RPKAD) in Military Operations in Indonesia in 1959-1966" in broad outline, the main problem examined in this thesis is how the Regiments of the Army Commands in Military Operations in Indonesia in 1959-1966 . There are objectives in this study including: 1). The background on the establishment of the Army Para-Commando Regiment organization, 2). The process of forming an Army Para-Commando Regiment organization, 3). What are military operations involve the Army Para-Commando Regiment, and 4). Profile of commanders of the Army Para-Commando Regiment. The research method used is a historical method consisting of four steps, namely heuristics, source criticism, interpretation and historiography. Based on the research findings, it was found that Indonesian special forces were formed due to the need for military operations in the context of eradicating the rampant rebellion movement after Indonesia's independence, Indonesia did not yet have a force that had special abilities. Then from those needs a special force was formed. In the development of special forces organizations there have been several reorganizations to perfect special forces and also special forces organizations. At first the special forces organization was called the Army Command Unit, the Army Command Regiment until now called KOPASSUS. After perfecting the organization and special forces in 1959 until 1966 Indonesian special forces had carried out various military and non-war military operations such as: Dwikora Operations wishing to return West Irian to Indonesia, Operation Trikora Confrontation that occurred between Indonesia and Indonesia Malaysia, and the September 30 / PKI Movement suppression operation that wanted to make Indonesia a Communist country. Keywords: Indonesian Special Forces, RPKAD, Military Operation
Laskar Hizbullah Bekasi Mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945-1947 Aditya, Andhika; Suwirta, Andi
FACTUM: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol 12, No 1 (2023): Kearifan Lokal dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia dan APPS (Asosiasi Pendidik dan Peneliti Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/factum.v12i1.23501

Abstract

Artikel ini berjudul “Peranan Laskar Hizbullah Bekasi Dalam Mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 1945-1947”. Penelitian ini akan menjelaskan mengenai peran Laskar Hizbullah Bekasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang peranan Laskar Hizbullah Bekasi dalam memperthankan kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1945-1947, dari pembentukan, perkembangan, hingga peleburan dengan TNI. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis seperti pencarian sumber, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Konsep-konsep dan landasan teori yang digunakan yaitu Laskar Rakyat, Revolusi Indonesia dan Teori Konflik. Penulis menggunakan teknik penelitian studi literature dan wawancara. Temuan dalam artikel ini adalah, pada tahun 1945 dibentuk Laskar Hizbullah Bekasi oleh Angkut Abu Gozali dan K.H. Noer Ali di Tambun, pembentukan tersebut merupakan tindak lanjut dari para alumni pendidikan Laskar Hizbullah yang dilakukan di Cibarusah dari bulan Februari hingga Mei 1945. Laskar Hizbullah Bekasi mempunyai struktur Angkut Abu Gozali (Komandan Resimen IV Laskar Hizbullah Bekasi), H. Usman Lemahabang (Komandan Batalyon I Lemahabang), Abdullah Syair (Komandan Batalyon II Pondok Ungu, dan Kiai Noer Ali (Komandan Batalyon III Ujung Malang), masing-masing batalyon membawahi beberapa kompi. Laskar Hizbullah Bekasi beranggotakan para pemuda yang memiliki latarbelakang santri dan jawara. Dari tahun 1945-1947, di Bekasi banyak terjadi beberapa pertempuran yang melibatkan Laskar Hizbullah Bekasi menghadapi serangan pasukan Sekutu. Hal tersebut memperlihatkan bahawa Laskar Hizbullah Bekasi merupakan salah satu badan perjuangan kelaskaran yang berperan penting dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945-1947.