cover
Contact Name
Azizatuz Zahro
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
basindo.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No. 5, Malang, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
ISSN : -     EISSN : 25793799     DOI : 10.17977
Core Subject : Education,
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya publish articles of thought and research written by experts, scientists, practitioners and reviewers about the results of research, conceptual ideas, study and application of theory, literature review, and book reviews.
Articles 69 Documents
TRAUMA TRANSGENERASIONAL DALAM CERPEN CEROBONG TUA TERUS MENDERA KARYA RAUDAL TANJUNG BANUA Anindya Puspita; Arif Kurniawan; Asriyansyah; Ega Erlambang
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 1 (2026): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v10i12026p131-142

Abstract

Trauma can spread through the process of transmitting traumatic experiences to the descendants of survivors. Using explanatory methods and Marianne Hirsch's post-memory concept, this study aims to dig deeper into how transgenerational trauma presents in Cerobong Tua Terus Mendera (2024), as well as how trauma is manifested by the character Wiji. Wiji's transgenerational trauma is the result of a historical process that operates across generations and originates from the life story of Ki Ageng Mangir. The symptoms of Wiji's trauma appear in the form of involuntary memory through the sound of the chimney as a medium that brings together the past and present in the same affective moment. Involuntary memory is no longer just a flashback, but a traumatic repetition—a re-enactment that makes the past intensely present again in the body of the present.   Trauma dapat disebarkan melalui proses transmisi pengalaman-pengalaman traumatis kepada keturunan penyintas. Dengan metode eksplanatif dan konsep pasca-ingatan Marianne Hirsch, penelitian ini bertujuan menggali lebih dalam bagaimana trauma transgenerasional dihadirkan pada Cerobong Tua Terus Mendera, serta bagaimana bentuk trauma dimanifestasikan oleh tokoh Wiji. Trauma transgenerasional Wiji adalah hasil dari proses historis yang bekerja lintas generasi dan berasal dari kisah hidup Ki Ageng Mangir. Gejala trauma Wiji muncul dalam bentuk involuntary memory melalui suara cerobong sebagai medium yang mempertemukan masa lalu dan masa kini dalam satu momen afektif yang sama. Involuntary memory bukan lagi sekadar kilas balik, tetapi pengulangan traumatik—sebuah re-enactment yang membuat masa lalu hadir kembali secara intens dalam tubuh masa kini.
PENGENALAN BUDAYA LOKAL KEISLAMAN DALAM PEMBELAJARAN BIPA BAGI MAHASISWA PROGRAM DARMASISWA PUSAT BAHASA UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA Siti Nurfitriani; Rifa Nurafia
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 1 (2026): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v10i12026p96-113

Abstract

This study aims to examine strategies and approaches for introducing local Islamic culture within the Darmasiswa BIPA programme at UIN Jakarta. This study employs a descriptive qualitative research design. The research approach consists of classroom observation, a literature review, and interviews with BIPA Darmasiswa learners at UIN Jakarta. The results indicate that the introduction of local Islamic culture is carried out through: 1) Texts in teaching materials, and 2) Visits and practical activities. These activities can enhance motivation, provide new experiences and elicit positive responses from BIPA learners. Consequently, the introduction of local Islamic culture can serve as an alternative teaching resource for showcasing Indonesia’s cultural richness.   Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi dan pendekatan dalam mengenalkan budaya lokal keislaman dalam program BIPA Darmasiswa di UIN Jakarta. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Pendekatan penelitian berupa tindakan kelas, kajian pustaka, dan wawancara dengan pemelajar BIPA Darmasiswa UIN Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bentuk pengenalan budaya lokal keislaman dilakukan melalui: 1) Teks dalam bahan ajar, dan 2) Kunjungan dan praktik. Kegiatan ini dapat meningkatkan motivasi, pengalaman baru, dan respon positif dari pemelajar BIPA. Dengan demikian, pengenalan budaya lokal keislaman dapat menjadi alternatif bahan ajar untuk mengenalkan kekayaan budaya Indonesia.
TOPIK WACANA PERCAKAPAN DALAM KANAL YOUTUBE DUO PENGACARA EPISODE NO CUT NO EDIT PART 27 Sasmitha Caesar Putra; Alma Fidela
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 1 (2026): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v10i12026p143-162

Abstract

This study aims to describe the types of conversation topics and the factors that influence the choice of discourse topics in the YouTube channel Duo Pengacara Episode “No Cut No Edit Part 27”. This study uses a qualitative descriptive approach with note-taking observation techniques and data analysis using qualitative analysis theory by Miles and Huberman. The research data consist of conversations between Bima, Desti, and Vivi, which are subsequently analyzed to identify the types of conversation topics and the factors influencing topic selection. The results show that the types of conversation topics include old and new topics, real topics, imaginary topics, non-continuous topics, and continuous topics. The factors influencing topic selection include situational factors and knowledge factors, while normative and cultural factors were not found in the research results.   Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis topik percakapan dan faktor yang memengaruhi pemilihan topik wacana percakapan dalam kanal YouTube Duo Pengacara Episode “No Cut No Edit Part 27”. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data simak-catat dan analisis data menggunakan teori analisis kualitatif oleh Miles dan Huberman. Data penelitian berupa percakapan antara Bima, Desti, dan Vivi yang selanjutnya dianalisis untuk mengidentifikasi jenis topik percakapan dan faktor yang memengaruhi pemilihan topiknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis topik percakapan yang muncul mencakup topik lama dan baru, topik nyata, topik imajinasi, topik tidak berkelanjutan, dan topik berkelanjutan. Faktor yang memengaruhi pemilihan topik mencakup faktor situasional dan faktor pengetahuan, sedangkan faktor norma dan budaya tidak ditemukan pada hasil penelitian.
STRUKTUR OPOSISI BINER KEBAHAGIAAN–KEMATIAN DALAM CERPEN “KEBAHAGIAAN YANG MEMBUNUH”: ANALISIS STRUKTURALISME LÉVI-STRAUSS Annisaul Karimah
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 1 (2026): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v10i12026p275-290

Abstract

This article examines the binary opposition between happiness and death represented in Atta Verin’s short story “Kebahagiaan yang Membunuh” through the lens of Lévi-Strauss’s Structuralism. Using a descriptive qualitative method and close reading technique, the study identifies that the narrative is primarily structured around the central opposition of happiness–death, mediated by desire, pretense, and sacrifice. The protagonist, Malla, embodies the modern individual trapped within the myth of fabricated happiness, choosing to preserve the illusion of familial harmony despite undergoing a form of “inner death.” The analysis reveals that enforced happiness ultimately leads to emotional destruction and highlights a social critique of contemporary culture, which prioritizes the image of happiness over genuine emotional honesty.   Artikel ini membahas oposisi biner antara kebahagiaan dan kematian yang direpresentasikan dalam cerpen “Kebahagiaan yang Membunuh” karya Atta Verin dengan menggunakan pendekatan Strukturalisme Lévi-Strauss. Metode penelitian berupa deskriptif kualitatif dengan teknik pembacaan mendalam (close reading). Hasil analisis menunjukkan bahwa cerita ini terutama disusun melalui oposisi utama kebahagiaan–kematian yang dimediasi oleh hasrat, kepura-puraan, dan pengorbanan. Tokoh Malla menjadi representasi manusia modern yang terjebak dalam mitos kebahagiaan semu dan memilih mempertahankan ilusi kebahagiaan keluarga meskipun harus mengalami “kematian batin”. Cerpen ini mengungkap bahwa kebahagiaan yang dipaksakan justru menimbulkan kehancuran, serta mencerminkan kritik sosial terhadap budaya modern yang mengejar citra bahagia tanpa kejujuran emosional.
NARASI PERLAWANAN KELOMPOK MARGINAL DALAM CERPEN SUARA DARI JALANAN KARYA NADYA NURUL AZKIYA KAJIAN TEKSTUAL BARTHES Joan Elkana Tarigan; Rakmat Faisal
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 1 (2026): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v10i12026p79-95

Abstract

Penelitian ini membahas narasi perlawanan kelompok marginal terhadap pemerintah dalam cerpen Suara dari Jalanan karya Nadya Nurul Azkiya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Data penelitian berupa kutipan-kutipan teks yang mengandung makna perlawanan, yang dianalisis menggunakan lima kode pembacaan Barthes, yaitu kode hermeneutik, semik, simbolik, aksian, dan kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlawanan dalam cerpen ditampilkan dalam dua bentuk, yaitu perlawanan tertutup dan perlawanan terbuka. Perlawanan tertutup muncul melalui penderitaan, kegelisahan, dan suara kecil rakyat yang terpinggirkan, sedangkan perlawanan terbuka ditunjukkan melalui aksi demonstrasi, suara kolektif massa, dan konfrontasi dengan aparat pemerintah. Melalui analisis tersebut, cerpen ini merepresentasikan perlawanan sebagai bentuk kritik sosial terhadap ketidakadilan dan dominasi kekuasaan negara terhadap kelompok marginal.
ANALISIS WACANA KRITIS TEUN A. VAN DIJK PADA LAGU “SEDIA AKU SEBELUM HUJAN” KARYA IDGITAF Primadona Equira; Nur Indah Sholikhati
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 1 (2026): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v10i12026p46-59

Abstract

This study aims to uncover the macro-, superstructure and microstructure of language in the lyrics of the song “Sedia Aku Sebelum Hujan” by Idgitaf, as well as their meaning. The method employed is a descriptive qualitative approach using Teun A. van Dijk’s model of critical discourse analysis. The research data consist of the song lyrics, listeners’ comments and supporting information. The results of the study indicate that the lyrics in the song “Sedia Aku Sebelum Hujan” construct meanings of readiness and sacrifice through metaphors, repetition, and the listeners’ emotional reception.   Penelitian ini bertujuan mengungkap struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro bahasa dalam lirik lagu “Sedia Aku Sebelum Hujan” karya Idgitaf serta pemaknaannya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis wacana kritis model Teun A. van Dijk. Data penelitian berupa lirik lagu, komentar pendengar, dan informasi pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik yang dijumpai dalam lagu “Sedia Aku Sebelum Hujan” membangun makna kesiapan dan pengorbanan melalui metafora, repetisi, serta penerimaan pendengar yang bersifat emosional.
MAKNA PERIBAHASA JAWA BEREDUPLIKASI SEBAGIAN DAN PERUBAHAN FONEM DALAM PEPAK BASA JAWA KARYA ABIKUSNO Adinda Rizqiyatul Hasanah; Atanasia Advenia Sekariani; Navisha Sasna Widy Efendi; Nur Rohmah Zuriyah
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 1 (2026): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v10i12026p163-177

Abstract

This study aims to analyze the meaning of Javanese proverbs that undergo partial reduplication and phonemic change reduplication in Pepak Basa Jawa by Abikusno. This study is motivated by the limited research specifically discussing the phenomenon of reduplication in Javanese proverbs, even though proverbs are phraseological units rich in meaning and cultural value. This study uses a morphological and semantic approach with a literature review method. Primary data was obtained from Javanese proverbs on pages 39–47 in Pepak Basa Jawa, while secondary data came from oral sources on social media. The results of the study show that there are seven reduplicated proverbs, consisting of four phoneme change reduplications and two partial reduplications. These reduplications play an important role in forming idiomatic meanings and reinforcing the moral messages and cultural values of Javanese society.   Penelitian ini bertujuan menganalisis makna peribahasa Jawa yang mengalami reduplikasi sebagian dan reduplikasi perubahan fonem dalam Pepak Basa Jawa karya Abikusno. Kajian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya penelitian yang secara khusus membahas fenomena reduplikasi pada peribahasa Jawa, meskipun peribahasa merupakan unit fraseologis yang sarat makna dan nilai budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan morfologi dan semantik dengan metode studi pustaka. Data primer diperoleh dari peribahasa Jawa pada halaman 39–47 dalam Pepak Basa Jawa, sedangkan data sekunder berasal dari sumber lisan di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan adanya tujuh peribahasa bereduplikasi, terdiri atas empat reduplikasi perubahan fonem dan dua reduplikasi sebagian. Reduplikasi tersebut berperan penting dalam membentuk makna idiomatik serta memperkuat pesan moral dan nilai budaya masyarakat Jawa.
EKSPLOITASI ALAM DAN PEREMPUAN: MANIFESTASI KAJIAN EKOFEMINISME VANDANA SHIVA PADA CERPEN "KOTA INI ADALAH SUMUR" Fauril Misbahuddanil A’la; Dava Iqbal Maulana; Hillal Maulidalvis Kusman; Muhamad Faisal Maulana Gumelar; Ahmad Syauqil Alhasan
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 1 (2026): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v10i12026p209-221

Abstract

This study aims to analyze and classify aspects of ecofeminism in the short story “Kota Ini Adalah Sumur”. This study uses Vandana Shiva's ecofeminism approach. The data source for this study is the short story “Kota Ini Adalah Sumur”. This study uses a descriptive qualitative approach. Data analysis was conducted through data reduction, data categorization, and data interpretation. The results of this study indicate that the short story “Kota Ini Adalah Sumur” contains aspects of ecofeminism: 1). The well as a symbol of the forgotten mother, 2). The fading collective memory of urban communities regarding the existence of wells, and 3). The parallelism of wounds: the exploitation of nature and women in the framework of ecofeminism.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengklasifikasi aspek-aspek ekofeminisme yang ada dalam cerpen “Kota Ini Adalah Sumur”. Penelitian ini menggunakan pendekatan ekofeminisme Vandana Shiva. Sumber data penelitian ini adalah cerpen “Kota Ini Adalah Sumur”. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, kategorisasi data, dan interpretasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cerpen “Kota Ini Adalah Sumur” mengandung aspek-aspek ekofeminisme: 1). Sumur sebagai simbol ibu yang terlupakan, 2). Pudarnya memori kolektif Masyarakat urban terhadap eksistensi sumur, dan 3). Paralelisme luka: eksploitasi alam dan perempuan dalam bingkai ekofeminisme.
STRUKTUR SOSIAL DAN DINAMIKA KELAS ETNIS TIONGHOA DALAM CERPEN “KALA DISTOPIA”: REALISME SOSIAL GEORG LUKACS Grace Dosmauli Tamba; Mahda Naila Faradisa; Nabila Audya Hadi; Nabila Laudzarahmah; Nadia Fitri Aulia
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 1 (2026): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v10i12026p178-194

Abstract

This study examines how dystopia in the short story reflects Indonesian social contradictions through George Lukács' Social Realism and explores the dynamics of class and ethnic relations. Using a qualitative descriptive method with a literary sociology approach, the study analyses narratives, dialogues, and character descriptions to uncover class relations, ideology, and social structures. The findings reveal that the characters represent social subjects trapped in class conflict, power inequality, and ethnic discrimination. Realistic language and social details reinforce the concept of social totality, positioning the short story as a form of social criticism of injustice, greed, and the erosion of humanity.   Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana distopia dalam cerpen merefleksikan kontradiksi sosial Indonesia melalui perspektif Realisme Sosial George Lukács serta menganalisis dinamika relasi antarkelas dan antaretnis. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Data berupa narasi, dialog, dan deskripsi tokoh dianalisis untuk mengungkap relasi kelas, ideologi, dan struktur sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para tokoh merepresentasikan subjek sosial yang terjebak dalam konflik kelas, ketimpangan kekuasaan, dan diskriminasi etnis. Bahasa yang realistis dan detail sosial menegaskan konsep totalitas sosial, sehingga cerpen menjadi kritik sosial terhadap ketidakadilan, keserakahan, dan lunturnya nilai kemanusiaan.
PARODI DAN SATIRE DALAM CERPEN “PENGACARA PIKUN” Revangga Nur Ghani; Claudia Monica Boru Sihombing; Putri Yasmin Nur Huda; Risma Nurul Hidayah
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 1 (2026): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v10i12026p195-208

Abstract

This study examines the representation of parody and satire in the short story “Pengacara Pikun”, published in Kompas in 2013, as a form of criticism of legal practices and political power. Drawing on Linda Hutcheon’s theory of parody and Abrams’ concept of satire, the research employs a qualitative content analysis approach. The findings identify six instances of parody and ten instances of satire that consistently reinforce each other in constructing social criticism. Through irony, humor, and absurdity, the short story exposes moral inequality, abuse of power, and the paradox of the legal profession, reflecting the contradictions of Indonesian social reality.   Penelitian ini bertujuan mengkaji representasi parodi dan satire dalam cerpen “Pengacara Pikun” yang dimuat di Kompas tahun 2013 sebagai bentuk kritik terhadap praktik hukum dan kekuasaan politik. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi berdasarkan teori parodi Linda Hutcheon dan teori satire M. H. Abrams. Hasil penelitian menunjukkan adanya enam data parodi dan sepuluh data satire yang saling menguatkan dalam membangun kritik sosial. Melalui ironi, humor, dan absurditas, cerpen merepresentasikan ketimpangan moral, penyalahgunaan kekuasaan, serta paradoks profesi hukum yang mencerminkan kontradiksi realitas sosial di Indonesia.