cover
Contact Name
Azizatuz Zahro
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
basindo.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No. 5, Malang, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
ISSN : -     EISSN : 25793799     DOI : 10.17977
Core Subject : Education,
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya publish articles of thought and research written by experts, scientists, practitioners and reviewers about the results of research, conceptual ideas, study and application of theory, literature review, and book reviews.
Articles 69 Documents
KONFRONTASI KEBERPIHAKAN PADA KOMENTAR MEDIA DIGITAL DAN RAGAM IDEOLOGICAL STATE APPARATUS Pidekso Adi
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2024): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v8i22024p263-274

Abstract

Mass media creates open-ended events, allowing readers to interpret them widely. The media can also be used by the government as a means of public control through ideological state apparatus mechanisms. Critical discourse analysis of media reader comments reflects the psychological and social conditions of society, while structural analysis and semantic networks reinforce the picture of expression. Propositional and content relationships in the comments show pro, con or neutral tendencies, with more balanced responses on sacred issues, but tend to be pessimistic about government policies or campaign promises, and show attempts at ideological control on sensitive issues. Media massa menciptakan peristiwa yang bersifat open-ended, memungkinkan pembaca untuk menafsirkannya secara luas. Media juga dapat digunakan pemerintah sebagai alat kontrol publik melalui mekanisme aparatus negara ideologis. Analisis wacana kritis terhadap komentar pembaca media mencerminkan kondisi psikologis dan sosial masyarakat, sementara analisis struktural dan jaringan semantik memperkuat gambaran ekspresi tersebut. Hubungan proposisi dan konten dalam komentar menunjukkan kecenderungan pro, kontra, atau netral, dengan respon yang lebih seimbang pada isu sakral. Namun kecenderungan pesimistis terhadap kebijakan pemerintah atau janji kampanye, serta menunjukkan upaya kontrol ideologi pada isu sensitif.
REPRESENTASI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM MEDIA ONLINE DI MAKASSAR: ANALISIS WACANA KRITIS SARA MILLS Arif Hukmi
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2024): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v8i22024p275-293

Abstract

This study aims to uncover the representation of violence against women in online news coverage in Harian Fajar in 2024 using the critical discourse analysis approach developed by Sara Mills. The findings of this study explore the presentation, construction, and reporting of violence against women by the online media outlet Harian Fajar. The research method involved collecting a sample of online news reports related to violence against women, followed by text analysis using critical discourse analysis framework. This study has implications for gender advocacy, the role of the media in supporting women’s empowerment, addressing discrimination, and violence against them. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan representasi kekerasan terhadap perempuan dalam pemberitaan online dalam Harian Fajar tahun 2024 dengan pendekatan analisis wacana kritis yang dikembangkan oleh Sara Mills. Hasil dari penelitian ini adalah eksplorasi presentasi, konstruksi kekerasan terhadap perempuan, dan pelaporannya oleh media online, yakni Harian Fajar. Metode penelitian ini melibatkan pengumpulan sampel pemberitaan online yang berkaitan dengan kekerasan terhadap perempuan, kemudian dilakukan analisis teks menggunakan kerangka analisis wacana kritis. Penelitian ini berimplikasi untuk advokasi gender, peran media dalam mendukung pemberdayaan, mengatasi diskriminasi dan kekerasan terhadap mereka.
KERAGAMAN PUISI ANAK DALAM ANTOLOGI UNTUK LITERASI-PUISI Muakibatul Hasanah; Dewi Ariani; Rizka Amaliah; Yufita Ng
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2024): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v8i22024p294-310

Abstract

One of the anthologies resulting from research that meets the poetry-literacy needs of children is the Thematic Children's Poetry Anthology. This study aims to describe the characteristics of children's poetry in terms of the diversity of forms, contents and types. For this reason, a qualitative study method combined with content analysis was used. The results of the study show that the poetry documented in anthologies for poetry literacy is quite diverse in terms of form, content and type. Various types of children's poetry, which are divided into rhyming poetry, descriptive poetry, short poetry, humorous poetry and expression poetry; the diversity of children's poetry content includes a variety of themes, messages and values; and diversity of forms includes diversity of sounds, diction, imagery, figures of speech, rhetorical devices, and typography. Salah satu antologi yang dihasilkan dari penelitian yang memenuhi kebutuhan literasi-puisi untuk anak adalah Antologi Puisi Anak Tematik. Kajian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik puisi anak dilihat dari keragaman bentuk, isi, dan jenisnya. Untuk itu digunakan metode kajian kualitatif yang dipadu dengan analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa puisi yang terdokumentasikan dalam antologi untuk literasi puisi cukup beragam dilihat dari bentuk, isi, dan jenisnya. Keragaman jenis puisi anak yang dibedakan atas puisi berima, puisi deskripsi, puisi pendek, puisi humor, dan puisi ekspresi; keragaman isi puisi anak meliputi keragaman tema, pesan, dan nilai; dan keragaman bentuk meliputi keragaman bunyi, diksi, citraan, majas, sarana retorika, dan tipografi.
TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM TUTURAN TOKOH FILM ANIMASI “DHOT DESIGN” EPISODE “LIBURAN KE PANTAI” Moh Zainul Muttaqin; Emy Rizta Kusuma
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2024): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v8i22024p311-323

Abstract

This research aims to determine the form and function of illocutionary speech acts in the speech of the characters in the animated film "Dhot Design" episode "Vacation to the Beach". This research uses descriptive qualitative methods. The data source for this research is character speech that occurs in animated films. The data in this research are illocutionary utterances that occur in the speech of animated film characters. The results of this research show that four forms and functions of illocutionary speech acts were found that occurred in the speech of animated film characters, namely 1) directive form and function, 2) assertive form and function, 3) expressive form and function, and 4) commissive form and function. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan fungsi tindak tutur ilokusi dalam tuturan tokoh film animasi “Dhot Design” episode “Liburan ke Pantai”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian ini berupa tuturan tokoh yang terjadi dalam film animasi. Data pada penelitian ini adalah tuturan ilokusi yang terjadi dalam tuturan tokoh film animasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ditemukan empat bentuk dan fungsi tindak tutur ilokusi yang terjadi dalam tuturan tokoh film animasi, yakni 1) bentuk dan fungsi direktif, 2) bentuk dan fungsi asertif, 3) bentuk dan fungsi ekspresif, dan 4) bentuk dan fungsi komisif.
IMPLIKATUR NONKONVENSIONAL ROASTING KIKI SAPUTRI “PESAN TERSIRAT DIBALIK KRITIK TERHADAP ERICK THOHIR DAN ZULKIFLI HASAN” Siti Zenifa Nurul Bhatinia; Emy Rizta Kusuma
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2024): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v8i22024p206-219

Abstract

This study aims to analyze examples of unconventional implicatures in a roasting performed by Kiki Saputri regarding political issues and the performance of Indonesian officials. The data source for this study consists of excerpts from Kiki Saputri’s roasting that employ unconventional implicatures as a tool to implicitly convey a satirical effect on the person being roasted. The method used in this study is the descriptive method. Furthermore, the techniques employed in this study are observation and recording. In this study, 5 data points were identified from Kiki Saputri’s roasting of Erick Thohir, and 5 additional data points were identified from the roasting derived from Kiki Saputri’s remarks directed at Zulkifli Hasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai bagaimana contoh implikatur nonkonvensional dalam sebuah roasting yang dituturkan oleh Kiki Saputri terkait isu-isu politik dan kinerja pejabat Indonesia. Sumber data penelitian ini adalah kutipan roasting-an Kiki Saputri yang menggunakan implikatur nonkonvensional sebagai alat untuk memberikan efek sindiran secara tersirat pada orang yang sedang di-roasting. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsi. Kemudian, teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi dan pencatatan. Pada penelitian ini telah ditemukan 5 data dari hasil roasting-an Kiki Saputri kepada Erick Thohir dan 5 data pula dari hasil roastingan yang didapat dari tuturan Kiki Saputri kepada Zulkifli Hasan.
MENGUNGKAP BENCANA LINGKUNGAN DALAM LAGU “TARIAN PENGHANCUR RAYA” KARYA .FEAST: KAJIAN EKOKRITIK Nawang Wulan; Vasco Fitas da Cruz
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2024): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v8i22024p234-248

Abstract

This research is a qualitative research that aims to describe environmental damage and disasters represented through prose works and reviewed based on the concept of ecocriticism by Greg Garrard. The data source in this research is an indie genre song by the band Feast entitled Tarian Penghancur Raya. The data is in the form of song lyrics quotations, namely words, phrases, and sentences. The results found five forms of environmental disasters, namely (1) hailstone phenomenon, (2) air pollution, (3) greenhouse effect, (4) capture of wild fauna, and (5) exploitation of ornamental plants. In addition, there are two efforts to conserve and improve the environment, namely carbon trading and environmentally friendly cutlery and natural disaster warnings. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kerusakan dan bencana lingkungan yang direpresentasikan melalui karya prosa dan ditinjau berdasarkan konsep ekokritik oleh Greg Garrard. Sumber data pada penelitian ini adalah lagu genre indie karya band .Feast berjudul Tarian Penghancur Raya. Data berupa kutipan lirik lagu yaitu kata, frasa, dan kalimat. Hasil penelitian ditemukan lima bentuk bencana lingkungan, yaitu (1) fenomena hujan es batu, (2) pencemaran udara, (3) efek rumah kaca, (4) penangkapan fauna liar, dan (5) eksploitasi tanaman hias. Selain itu, terdapat dua upaya konservasi dan perbaikan lingkungan, yaitu jual beli karbon dan alat makan ramah lingkungan serta peringatan bencana alam.
METAFUNGSI PADA BAHASA INDONESIA KEILMUAN BIDANG KETEKNIKKAN: PENERAPAN LINGUISTIK SISTEMIK FUNGSIONAL DALAM BUKU TEKS PEMBELAJARAN yustina fitriani; Mega Pratiwi
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2024): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v8i22024p324-338

Abstract

This study aims to identify metafunctions in engineering using systemic functional linguistics in scientific Indonesian language learning textbooks. Metafunctions in SFL include ideational, interpersonal, and textual. This research applies literature study to identify and understand the metafunctions used. The results of this research show that the application of the third metafunction in textbooks is very effective in conveying technical information, building interaction between readers and writers, and maintaining text cohesion and coherence. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metafungsi dalam buku teks pembelajaran Bahasa Indonesia Keilmuan bidang keteknikan menggunakan pendekatan Linguistik Sistemik Fungsional. Metafungsi dalam LSF meliputi ideasional, interpersonal, dan tekstual. Penelitian ini menerapkan studi literatur untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi metafungsi yang digunakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan ketiga metafungsi dalam buku teks sangat efektif dalam menyampaikan informasi teknis, membangun interaksi antara pembaca dan penulis, serta menjaga kohesi dan koherensi teks.
REPRESENTASI GENDER DALAM PENGGUNAAN BAHASA: ANALISIS SOSIOLINGUISTIK PADA NOVEL GADIS PANTAI KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER Bella Nafrilia Carly Rosyidi; Ayunda Riska Puspita
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2024): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v8i22024p339-351

Abstract

The purpose of the study is to identify and analyze how the use of language in the novel Gadis Pantai reflects and influences gender representation, as well as to understand how it affects the reading of gender roles and positions in society. This research method uses a qualitative descriptive research method. Qualitative descriptive research is a research method that aims to describe or explain phenomena in detail, depth, and comprehensively. In the novel "Pantai Girl" by Pramoedya Ananta Toer, gender representation in the use of language describes the complexity of the social and cultural structure of the time. Through sociolinguistic analysis, it can be seen how language is used to build female and male characters, as well as how they interact in a society that is segmented based on social and economic status. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis penggunaan bahasa dalam novel Gadis Pantai mencerminkan dan memengaruhi representasi gender, serta untuk memahami pengaruh pembacaan hal tersebut terhadap peran dan posisi gender dalammasyarakat. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif adalah metode penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan atau menjelaskan fenomena secara detail, mendalam, dan komprehensif. Dalam novel "Gadis Pantai" karya Pramoedya Ananta Toer, representasi gender dalam penggunaan bahasa menggambarkan kompleksitas struktur sosial dan budaya pada masa itu. Melalui analisis sosiolinguistik, dapat dilihat dari penggunaan bahasa untuk membangun karakter-karakter perempuan dan laki-laki, serta interaksi mereka dalam masyarakat yang tersegmentasi berdasarkan status sosial dan ekonomi.
ANALISIS KONTEKS WACANA DALAM PIDATO MENDIKBUDRISTEK NADIEM MAKARIM PADA PERINGATAN HARDIKNAS 2024 Ayu Dyah
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2024): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v8i22024p376-395

Abstract

This study analyzes the influence of context in understanding speeches as significant discourse in public communication. Using a qualitative method with discourse analysis, it reveals that the topic, delivery medium, and participant background play crucial roles in shaping the meaning of speeches. Understanding signs and signifiers according to Saussure’s theory enriches discourse interpretation, reduces misunderstandings, and enhances communication effectiveness. The findings emphasize the importance of context analysis in comprehending speeches and how linguistic and non-linguistic elements work together Kajian ini menganalisis pengaruh konteks dalam pemahaman pidato sebagai wacana penting dalam komunikasi publik. Metode kualitatif dengan analisis wacana digunakan, mengungkap bahwa topik pembicaraan, medium penyampaian, dan latar belakang partisipan berperan krusial dalam membentuk makna pidato. Pemahaman terhadap penanda dan petanda menurut teori Saussure memperkaya interpretasi wacana, mengurangi kesalahpahaman, dan meningkatkan efektivitas komunikasi. Hasil penelitian menegaskan pentingnya analisis konteks dalam memahami pidato dan elemen linguistik dan non-linguistik bekerja bersama.
STEREOTIPE PEREMPUAN DALAM TAYANGAN NAJWA SHIHAB SUSAHNYA JADI PEREMPUAN SEBAGAI UPAYA LITERASI MENYIMAK Putri Kinasih
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2025): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v9i12025p1-14

Abstract

The research aim to analyze stereotypes of women and their appearance that appear in Najwa Shihab’s YouTube show Susahnya Jadi Perempuan part2. This research uses a qualitative descriptve approach. Data collection teachiques use note-talking and documentation techniques. The data analysis technique uses Sara Mills analysis theory which discusses subject-object position and reader position. This research produces finding namely subject positions from various perspective. The object position is women and their stereotypes. The reader’s position is a perspective that leads to a good image a woman. This research can have implications for listening literacy by undestanding the hidden message in the various perspective presented in Najwa Shihab talk show. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stereotip perempuan dan penampilannya yang muncul dalam tayangan YouTube Najwa Shihab Susahnya Jadi Perempuan part 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak catat dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teori analisis Sara Mills yang membahas posisi subjek-objek dan posisi pembaca. Penelitian ini menghasilkan temuan yaitu posisi subjek dari berbagai perspektif. Posisi objek adalah perempuan dan stereotipnya. Posisi pembaca adalah perspektif yang mengarahkan pada citra baik perempuan. Penelitian ini dapat diimplikasikan literasi menyimak dengan memahami pesan yang tersembunyi dalam berbagai perspektif yang dihadirkan dalam talk show Najwa Shihab.