cover
Contact Name
Azizatuz Zahro
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
basindo.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No. 5, Malang, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
ISSN : -     EISSN : 25793799     DOI : 10.17977
Core Subject : Education,
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya publish articles of thought and research written by experts, scientists, practitioners and reviewers about the results of research, conceptual ideas, study and application of theory, literature review, and book reviews.
Articles 69 Documents
GAYA BAHASA DAN KRITIK SOSIAL DALAM DUA FILM WARKOP DKI Nur Laily Agmawati; Ahmad Anfasari Rizal; Bagas Dimas Pradana; Naifah Nurlaila; Helmi Muzaki
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 1 (2026): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v10i12026p222-235

Abstract

Warkop DKI is an Indonesian comedy that utilizes .satirical humor as a means of social criticism. Analysis using stylistic approaches and Gorys Keraf's theory of figures of speech demonstrates the use of metaphor, simile, hyperbole, and irony to convey social issues in a lighthearted and entertaining manner. Colloquial language, local accents, and puns bring the film into close contact with societal realities. Through humor, Warkop DKI critiques bureaucratic corruption, social inequality, gender stereotypes, and arrogant behavior, while also instilling moral values and social awareness.   Film Warkop DKI merupakan film komedi Indonesia yang memanfaatkan gaya bahasa humor satir sebagai sarana kritik sosial. Analisis dengan pendekatan stilistika dan teori majas Gorys Keraf menunjukkan penggunaan metafora, simile, hiperbola, dan ironi untuk menyampaikan persoalan sosial secara ringan dan menghibur. Bahasa sehari-hari, logat lokal, serta plesetan kata membuat film ini dekat dengan realitas masyarakat. Melalui humor, Warkop DKI mengkritik korupsi birokrasi, kesenjangan sosial, stereotip gender, dan perilaku sombong, sekaligus menanamkan nilai moral dan kesadaran sosial.
ANALISIS PERUBAHAN MAKNA SEMANTIK KOSAKATA BAHASA KABUPATEN MALANG DALAM FILM YOWIS BEN Annisah Rahmadha Arifin; Dwi Sari Nur Febriyanti; Febi Ayu Putri Damayanti; Hillal Maulidalvis Kusman
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 1 (2026): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v10i12026p236-253

Abstract

This study aims to analyze semantic shifts in the vocabulary of Javanese from Malang Regency as depicted in the film Yowis Ben, identify types of meaning changes, and explain the influencing factors. It employs a qualitative descriptive approach, using primary data from spoken utterances and film dialogues, along with secondary data from the Javanese Dictionary and relevant literature. Data collection involved observation and note-taking techniques, followed by analysis through identification, classification, and interpretation of meanings, validated via source triangulation. The findings identify ten vocabulary items undergoing semantic changes, including narrowing, total shift, broadening, and pejoration. This research contributes to understanding the dynamics of semantic change in regional languages in the modern era.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan makna kosakata bahasa Jawa Kabupaten Malang dalam film Yowis Ben, mengidentifikasikan jenis-jenis perubahan makna, serta menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data primer berupa tuturan lisan dan dialog film, serta data sekunder dari Kamus Bahasa Jawa dan literatur yang relevan. Pengumpulan data yang dilakukan melalui metode simak dan teknik catat, kemudian dianalisis melalui tahap identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi makna dengan triangulasi sumber untuk validitas data. Hasil penelitian mengidentifikasi sepuluh kosakata yang mengalami perubahan makna, meliputi penyempitan makna, perubahan total, perluasan makna, dan penurunan makna. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman dinamika perubahan semantik bahasa daerah di era modern.  
REPRESENTASI IDENTITAS MUSLIM DALAM WACANA BERITA Agustin Erlin Irawati; Rusdhianti Wuryaningrum
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 1 (2026): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v10i12026p114-130

Abstract

This study aims to reveal the representation of Muslim identity in Eid al-Fitr news coverage in the secular media Kompas and the religious media Hidayatullah using Roger Fowler’s Critical Discourse Analysis approach. This research employs a qualitative descriptive method, with data consisting of words, phrases, clauses, and sentences found in news texts. The analysis focuses on lexical and grammatical aspects, including classification, restriction of perspective, marginalization, discursive contestation, as well as the use of passive constructions and nominalization. The findings indicate that the secular media Kompas tends to represent Muslims as objects of news coverage within social activities, whereas the religious media Hidayatullah positions Muslim identity as the primary subject of discourse by emphasizing religious values, communal solidarity, and the spiritual meaning of Eid al-Fitr.   Penelitian ini bertujuan mengungkap representasi identitas Muslim dalam pemberitaan Idulfitri pada media sekuler Kompas dan media religius Hidayatullah dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis Roger Fowler. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat dalam teks berita. Analisis difokuskan pada aspek kosakata dan tata bahasa, meliputi klasifikasi, pembatas pandangan, peminggiran, pertarungan wacana, serta penggunaan kalimat pasif dan nominalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sekuler Kompas cenderung merepresentasikan Muslim sebagai objek pemberitaan dalam aktivitas sosial, sementara media religius Hidayatullah menempatkan identitas Muslim sebagai subjek utama wacana dengan penekanan pada nilai religius, solidaritas umat, dan makna spiritual Idulfitri.
ANALISIS MAKNA SEMANTIK PADA PENAMAAN MENU DI MIE GACOAN PASCA-SERTIFIKASI HALAL Maulinda Nurul Hasanah; Nisrina Faradiva Az Zahra; Novita Fitri Astuti; Firlanda Azzahro; Laeli Badriyah
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 1 (2026): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v10i12026p13-29

Abstract

The development of the times and progress have had a significant impact, one of which is on the food business, namely Mie Gacoan. This study aims to uncover the background of the naming and the meaning contained in the names of unique menus offered by Mie Gacoan, especially after the name change to obtain MUI halal certification. This study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques through literature studies, observations, and direct recording of the official Mie Gacoan menu list. Data analysis was carried out using Chaer's semantic approach. The results of this study indicate that 12 data were found, namely 7 associative meanings, 3 denotative meanings, and 2 connotative meanings.   Perkembangan zaman dan kemajuan memberikan dampak signifikan salah satunya pada bisnis makanan yakni Mie Gacoan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap latar belakang penamaan serta makna yang terkandung dalam nama-nama menu unik yang ditawarkan oleh Mie Gacoan, khususnya pasca-perubahan penamaan guna memperoleh sertifikat halal MUI. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi, dan pencatatan langsung terhadap daftar menu resmi Mie Gacoan. Analisis data dilakukan dengan pendekatan semantik milik Chaer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ditemukan data sebanyak 12 data yang diteliti yaitu terdapat 7 makna asosiatif, 3 makna denotatif, serta 2 makna konotatif.
ANALISIS SEMANTIK KONTEKSTUAL DALAM NOVEL ‘HARGA SEBUAH PERCAYA’ KARYA TERE LIYE: BERDASARKAN SITUASI TUTUR A. Nurul Arifa M.; Arief Fiddienika
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 1 (2026): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v10i12026p1-12

Abstract

This study examines the meaning of utterances in the novel Harga Sebuah Percaya by Tere Liye using a contextual semantics approach focused on speech situations. Meaning is shaped not only by words, but also by context such as speaker, listener, time, place, and purpose. Using a qualitative descriptive method and content analysis, the study finds that utterance meanings are influenced by character relationships, emotions, and background events. The study highlights the importance of context in revealing hidden meanings within literary works. Penelitian ini mengkaji makna ucapan dalam novel Harga Sebuah Percaya karya Tere Liye melalui pendekatan semantik kontekstual dengan fokus pada situasi tutur. Makna tidak hanya berasal dari kata, tetapi juga dari konteks komunikasi seperti pembicara, lawan bicara, waktu, tempat, dan tujuan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan analisis konten. Hasil menunjukkan bahwa makna ucapan dipengaruhi oleh relasi tokoh, emosi, dan latar peristiwa. Studi ini menegaskan pentingnya konteks dalam mengungkap makna tersembunyi dalam karya sastra.
PENERAPAN MAKSIM KESANTUNAN BERBAHASA DALAM FILM IPAR ADALAH MAUT KARYA HANUM BRAMANTYO Gladis Dwi Atmaja; Ine Assa Yeasica; Farihah Ambar Wati; Vasco Fitas da Cruz
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 1 (2026): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v10i12026p254-274

Abstract

This study aims to analyze the application of politeness maxims in the film Ipar Adalah Maut. The method used is qualitative by observing and recording. The results of the analysis of 91 data show that most of the politeness maxims are obeyed (74.7%), while a small part is violated (25.3%). The film Ipar Adalah Maut has succeeded in creating communication that shows high levels of politeness in language and is accepted in society, making it not only popular with 4.74 million viewers. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan maksim kesantunan dalam film Ipar Adalah Maut. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan cara simak catat. Hasil analisis terhadap 91 data menunjukkan bahwa sebagian besar maksim kesantunan dipatuhi (74,7%), sementara sebagian kecil dilanggar (25,3%). Film Ipar Adalah Maut berhasil menciptakan komunikasi yang menunjukkan tingginya kesantunan berbahasa dan diterima di tengah masyarakat, menjadikannya tidak hanya populer dengan 4,74 juta penonton.
FRASA ENDOSENTRIS PADA SURAT KABAR HARIAN KOMPAS EDISI 14 DAN 15 MEI 2023 Ananta Harvianty Putri; Haryadi
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2024): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v8i22024p182-193

Abstract

The purpose of this study is to describe how endocentric phrases are used in the Kompas Daily Newspaper editions of May 14 and 15, 2023. The patterns and forms of endocentric phrases will be described in this study. This research uses a qualitative descriptive approach. The entire Kompas Daily Newspaper editions of May 14 and 15, 2023 will be the source of data for this research. The data for this research are all endocentric phrases found in the Kompas Daily Newspaper editions of May 14 and 15, 2023. The observation method is used as the data collection technique, followed by the recording technique. Descriptive analysis techniques are required for data analysis. The analysis involves endocentric phrases in phrases of various types that can be found in the findings of this study. Coordinative, attributive, and appositive endocentric phrases were found. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana frasa endosentris digunakan dalam Surat Kabar Harian Kompas edisi 14 dan 15 Mei 2023. Pola dan bentuk frasa endosentris akan dideskripsikan dalam penelitian ini. Jenis penelitian memakai pendekatan deskriptif kualitatif. Keseluruhan Surat Kabar Harian Kompas edisi 14 dan 15 Mei 2023 akan menjadi sumber data penelitian. Data penelitian ini adalah setiap frasa endosentris yang didapati dalam surat kabar harian Kompas edisi 14 dan 15 Mei 2023. Metode simak sebagai teknik pemerolehan data, diikuti dengan teknik catat. Teknik analisis deskriptif diperlukan untuk teknik analisis data. Analisis berupa frasa endosentris dalam frasa dengan berbagai jenis dapat ditemukan dalam temuan penelitian ini. Ditemukan frasa endosentris koordinatif, atributif, serta apositif.
PENGEMBANGAN BUKU PENGAYAAN DIGITAL PEMBELAJARAN MENULIS TEKS CERITA FANTASI YANG BERMUATAN DIMENSI KEBHINEKAAN GLOBAL BAGI PESERTA DIDIK SMP Ika Wulan Arvelia; Zuliyanti
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2024): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v8i22024p194-205

Abstract

This research aims to develop learning resources for writing fantasy story texts, namely digital enrichment books for writing fantasy story texts with the dimensions of global diversity. This research uses the Research and Development (R&D). The results of the study are in the form of explanations related to (1) the results of the needs analysis; (2) development principles; (3) enrichment book prototypes; (4) prototype validation; and (5) enrichment book prototype improvements. Based on the validation results, the enrichment book was rated as very good from the aspects of material, presentation, language, graphics, and the content of the global diversity dimension. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sumber belajar menulis teks cerita fantasi, yaitu buku pengayaan digital menulis teks cerita fantasi bermuatan dimensi kebhinekaan global. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D). Hasil penelitian berupa penjelasan terkait (1) hasil analisis kebutuhan; (2) prinsip pengembangan; (3) prototipe buku pengayaan; (4) validasi prototipe; dan (5) perbaikan prototipe buku pengayaan. Berdasarkan hasil validasi, buku pengayaan dinilai dengan kategori sangat baik dari aspek materi, penyajian, kebahasaan, kegrafikaan, dan muatan dimensi kebhinekaan global.
WACANA KRITIS MODEL NORMAN FAIRCLOUGH PADA JUDUL BERITA KRONOLOGI KEBAKARAN BUKIT TELETUBBIES BROMO DALAM MEDIA DARING Romdhoni Kamilah; Khusnul Khotimah
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2024): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v8i22024p220-233

Abstract

This study uses the Norman Fairclough model to analyze critical discourse in the reporting of the chronology of the Bromo Teletubbies Hill fire in five online media. The method used is qualitative with reading and note-taking techniques. The analysis includes three dimensions of discourse: microstructural, mesostructural, and macrostructural. The study results show that the microstructural dimension focuses on diction related to the fire, the mesostructural dimension examines the production, distribution, and targets of news, while the macrostructural dimension includes situational, institutional, and social contexts that influence news narratives. This study contributes to critical discourse analysis in digital media as a reference for further research. Penelitian ini menggunakan model Norman Fairclough untuk menganalisis wacana kritis dalam pemberitaan kronologi kebakaran Bukit Teletubbies Bromo di lima media daring. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik baca dan catat. Analisis meliputi tiga dimensi wacana, yaitu mikrostruktural, mesostruktural, dan makrostruktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi mikrostruktural berfokus pada diksi yang terkait dengan kebakaran, dimensi mesostruktural mengkaji produksi, distribusi, dan sasaran berita, sedangkan dimensi makrostruktural meliputi konteks situasional, institusional, dan sosial yang memengaruhi narasi berita. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap analisis wacana kritis di media digital sebagai referensi penelitian selanjutnya.
ANALISIS IMPLIKATUR PADA WACANA “ISU PEMILU 2024 DITUNDA MENJADI BOLA LIAR” DI YOUTUBE Siti Zenifa Nurul Bhatinia; Khusnul Khotimah
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2024): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v8i22024p249-262

Abstract

Humans are social beings. Humans need communication to interact with one another, both to express opinions, ideas, desires, information, and so on. To understand implicit meaning, semantic knowledge alone is not enough; pragmatic knowledge is needed, namely understanding implicature. Implicature is a conversation about implied meaning through the utterance of a sentence in a context. In this study, the researcher used argumentative discourse. This discourse was chosen because the researcher wanted to explain the meaning of implicature, its meaning, and the functions of the implicatures in the utterances contained therein. This study is a qualitative study using descriptive methods and reading techniques to identify implicatures in the commentary utterances. Based on the results of the analysis, several functions of implicature were found, namely satire, criticism, sarcasm and protest, appreciation, support, and prohibition. Bahasa merupakan alat komunikasi yang tidak dapat dipisahkan dari fitrah manusia yaitu sebagai makhluk sosial. Manusia membutuhkan komunikasi untuk berinteraksi satu sama lain. Baik untuk mengungkapkan pendapat, ide, keinginan, informasi dan lain sebagainya. Jika ingin memahami makna secara implisit, tidak cukup hanya memahaminya dengan menggunakan pengetahuan semantik saja, namun diperlukan pengetahuan pragmatis yaitu memahami implikatur. Implikatur adalah percakapan makna yang tersirat melalui ujaran suatu kalimat dalam suatu konteks. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan wacana argumentasi. Wacana ini dipilih Karena peneliti ingin menjelaskan maksud implikatur, makna dan fungsi-fungsi implikatur dari ujaran yang ada di dalamnya. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan teknik baca untuk mengidentifikasi implikatur dalam tuturan komentar tersebut. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan beberapa fungsi implikatur yakni sindiran, kritik, sindiran dan protes, apresiasi, dukungan, dan larangan.