cover
Contact Name
Azizatuz Zahro
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
basindo.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No. 5, Malang, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
ISSN : -     EISSN : 25793799     DOI : 10.17977
Core Subject : Education,
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya publish articles of thought and research written by experts, scientists, practitioners and reviewers about the results of research, conceptual ideas, study and application of theory, literature review, and book reviews.
Articles 69 Documents
ANALISIS MAKNA LEKSIKAL REPETISI DALAM LIRIK LAGU “ASMALIBRASI” OLEH SOEGI BORNEAN Chanifah Rahmayanti; Nur Indah Solikhati
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2025): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v9i12025p127-138

Abstract

The objectives of this study are: (1) to identify the lexical meaning of repetition in the lyrics of the song "Asmalibrasi" by Soegi Bornean; (2) to appreciate the literary work in the song through the analysis of repetitive lexical meanings. The research method used is content analysis. The results of this study reveal three types of lexical repetition, namely epizeuxis, anaphora, and mesodiplosis. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mengidentifikasi makna leksikal repetisi dalam lirik lagu “Asmalibrasi” karya Soegi Bornean; (2) mengapresiasi karya sastra dalam lagu tersebut melalui analisis makna leksikal repetitif. Metode penelitian yang digunakan adalah konten analisis (analysis content). Hasil dari penelitian ini terdapat tiga jenis makna leksikal repetisi yaitu epizeuksis, anafora, dan mesodiplosis.
TANTANGAN PENGGUNAAN BAHASA DI ERA DIGITAL DALAM MENGHADAPI PERKEMBANGAN DAN KECANGGIHAN TEKNOLOGI KECERDASAN BUATAN Fitria Nurul Aini
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 2 (2025): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v9i22025p370-381

Abstract

In an era of increasingly sophisticated technology, artificial intelligence is showing rapid progress. The sophistication of artificial intelligence (AI) has increasingly demonstrated its ability to understand, process, and reproduce human language naturally. There are concerns that dependence on AI technology in communication could weaken human language, writing, and critical thinking skills. This study aims to examine these challenges in depth and reflect on the long-term impact of AI development on language diversity and the quality of human interaction. Using a qualitative approach and literature review, this paper hopes to enrich critical understanding of the relationship between technology, language, and human existence in the future.   Di era teknologi yang semakin canggih, kecerdasan buatan menunjukkan kemajuan yang sangat pesat. Kecanggihan kecerdasan buatan (AI) semakin menunjukkan kemampuan dalam memahami, memproses, dan mereproduksi bahasa manusia secara alami. Ketergantungan pada teknologi AI dalam berkomunikasi dikhawatirkan dapat melemahkan kemampuan berbahasa, menulis, serta berpikir kritis manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam tantangan-tantangan tersebut, serta merefleksikan dampak jangka panjang dari perkembangan AI terhadap keberagaman bahasa dan kualitas interaksi manusia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kajian pustaka, tulisan ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman kritis tentang relasi antara teknologi, bahasa, dan eksistensi manusia di masa depan.
KAJIAN MIMETIK DALAM ANTOLOGI CERPEN MISS ECHA: 10 KISAH CINTA KARYA BELINDA GUNAWAN Regina Nainggolan; Wulan Gustiani; Welsi Damayanti
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2025): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v9i12025p183-194

Abstract

The short story anthology “Miss Echa: 10 Love Stories” tells about images of everyday life, the main role in each story is a woman who is looking for true love with various stories, love here is not only towards her partner but also towards her family and others. The aim of this research is to find out about the life values in Chapter II of the short story anthology “Miss Echa: 10 Kisah Cinta”. This research uses a qualitative descriptive method with a mimetic scalpel. The data collection technique used in this research is the method of reading and recording research results. The results of this research show that there are life values which are a reflection of reality, namely romance, disappointment and happiness in the story. Antologi cerpen “Miss Echa: 10 Kisah Cinta” menceritakan mengenai gambaran kehidupan sehari-hari, peran utama di setiap ceritanya, yaitu seorang perempuan yang mencari cinta sejati dengan berbagai kisah. Cinta di sini bukan hanya terhadap pasangan, tetapi juga terhadap keluarga dan lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mengenai nilai-nilai kehidupan yang ada pada Bab II antologi cerpen “Miss Echa: 10 Kisah Cinta”. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pisau bedah mimetik. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode membaca dan mencatat hasil penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa adanya nilai-nilai kehidupan yang merupakan refleksi kenyataan, yaitu percintaan, kekecewaan, dan kebahagiaan dalam cerpen.
REPRESENTASI ALAM SAKRAL PADA LEGENDA RORO ANTENG DAN JOKO SEGER DALAM PERSPEKTIF EKOLINGUISTIK Safinatul Safinatul Lailiyah; Hari Windu Asrini
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 2 (2025): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v9i22025p382-400

Abstract

This study aims to examine the representation of sacred nature in the legend of Roro Anteng and Joko Seger through an ecolinguistic approach. The legend contains ecological symbols that reflect a harmonious relationship between humans, ancestors, and nature. This research employs a qualitative descriptive method with content analysis of the legend's text. The findings show that Mount Bromo is regarded as a sacred entity embedded in the belief system of the Tengger community. These results highlight that environmental preservation is closely linked to the cultural and linguistic understanding passed down through folklore. Penelitian ini bertujuan mengkaji representasi alam sakral dalam legenda Roro Anteng dan Joko Seger melalui pendekatan ekolinguistik. Legenda tersebut mengandung simbol-simbol ekologis yang mencerminkan relasi harmonis antara manusia, leluhur, dan alam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi terhadap teks legenda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gunung Bromo dipandang sebagai entitas sakral yang menyatu dalam sistem kepercayaan masyarakat Tengger. Temuan ini menegaskan bahwa pelestarian lingkungan berkaitan erat dengan pemahaman budaya dan bahasa lokal yang diwariskan melalui cerita rakyat.
ANALISIS MAKNA KONOTATIF PADA LIRIK LAGU “TAROT” KARYA .FEAST Fina Mustanginatul Kirom
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2025): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v9i12025p139-150

Abstract

This research analyzes the connotative meaning in the lyrics of the song "Tarot" by, Feast uses a descriptive qualitative method based on content analysis. The main data consists of song lyrics analyzed through a text analysis sheet. The results show the presence of positive connotative meanings, such as hope and commitment, as well as negative meanings, such as anxiety and social criticism. Feast uses symbolism and metaphors to convey aesthetic messages as well as social criticism. These lyrics serve as a medium for emotional expression and reflection on life, enriching the song's lyrics as a meaningful work of art. Penelitian ini menganalisis makna konotatif pada lirik lagu “Tarot” karya .Feast menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis analisis konten. Data utama berupa lirik lagu yang dianalisis melalui lembar analisis teks. Hasilnya menunjukkan adanya makna konotatif positif, seperti harapan dan komitmen, serta makna negatif, seperti kecemasan dan kritik sosial. .Feast menggunakan simbolisme dan metafora untuk menyampaikan pesan estetis sekaligus kritik sosial. Lirik ini berfungsi sebagai media ekspresi emosional dan refleksi kehidupan, memperkaya lirik lagu sebagai karya seni bermakna.
STUDI PSIKOANALISIS TOKOH AMI DALAM NOVEL 23:59 KARYA BRIAN KHRISNA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SASTRA Salma Fadhillah Permadi; Nazwa Aulia Khaerunisa; Muhamad Nursalam Aprilliawan; Fadhia Davina Putri Lenggana; Alya Khairina Hartono; Welsi Damayanti
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 2 (2025): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v9i22025p401-412

Abstract

This study employs a descriptive qualitative approach anchored in literary psychology to analyze the personality structure of Ami in Brian Khrisna novel 23:59, using Sigmund Freud’s psychoanalytic theory (id, ego, superego). The data consist of selected dialogue and narrative quotations from the novel that reflect Ami’s personality structure. The analysis reveals that Ami’s character is dominated by the ego aspect, as demonstrated by her ability to adapt and accept reality despite intense inner conflicts. Elements of id and superego are also identified, but both are comparatively less dominant. These findings suggest that the novel has potential as a literary learning medium at the high school level, helping students understand character personality dynamics through the lens of literary psychology. Studi ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi kepribadian karakter Ami dalam novel 23:59 karya Brian Khrisna melalui pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud (id, ego, superego). Metode penelitian yang diterapkan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan dasar teori psikologi sastra. Data penelitian yang diambil berupa kutipan percakapan dan narasi dalam novel yang mencerminkan karakteristik kepribadian Ami yang sudah dianalisis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa karakter Ami didominasi oleh aspek ego, terlihat dari kemampuannya untuk beradaptasi dan menerima kenyataan meskipun menghadapi konflik batin yang mendalam. Aspek id dan superego juga terlihat dalam kepribadiannya, tetapi kedua aspek itu tampak kurang berpengaruh dibandingkan ego Ami. Buku ini memiliki potensi sebagai sarana pembelajaran sastra di tingkat SMA untuk membantu siswa memahami dinamika karakter melalui teori psikologi sastra.
SIMBOLISME ALAM DALAM DAN IDENTITAS BANGSA DALAM PUISI-PUISI KARYA MUHAMMAD YAMIN Nabiila Rahma Fauziah
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 2 (2025): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v9i22025p413-425

Abstract

This study aims to reveal the meaning of natural symbolism in Muhammad Yamin's poems and its role in shaping national identity. Through a hermeneutic approach and qualitative descriptive method, the analysis of six poems shows that the symbols of the sea, sand, dawn, dew, areca nut, clouds, and language have national meaning. The sea and sand symbolize attachment to the homeland, dawn and dew as hope, areca nut and clouds symbolize solitude and ideals, while language is the main identity of the nation. Penelitian ini bertujuan mengungkap makna simbolisme alam dalam puisi-puisi Muhammad Yamin dan perannya dalam membentuk identitas bangsa. Melalui pendekatan hermeneutik dan metode deskriptif kualitatif, analisis terhadap enam puisi menunjukkan bahwa simbol laut, pasir, fajar, embun, pinang, awan, dan bahasa memiliki makna kebangsaan. Laut dan pasir melambangkan keterikatan pada tanah air, fajar dan embun sebagai harapan, pinang dan awan simbol kesendirian dan cita-cita, sementara bahasa menjadi identitas utama bangsa.
PILIHAN KATA DAN GAYA BAHASA DALAM NOVEL NIGHTFALL WITCH KARYA IMELIA FEI: PENDEKATAN STILISTIKA Bagus Aliyanto; Welsi Damayanti
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2025): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v9i12025p195-206

Abstract

The purpose of the study is to determine the choice of words and language styles used in the novel Nightfall Witch by Imelia Fei. The use of words and language styles will make it easier for readers to understand the content of the story or vice versa. Qualitative descriptive analysis is used as the method of this research which aims to describe or explain the phenomenon in detail, in depth, and comprehensively. The stylistic approach will examine more deeply the distinctive language used by the author to develop the story. Both approaches and methods are in accordance with the object of this research and are used as a reference in the process of retrieving quotations from the novel. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pilihan kata dan gaya bahasa yang digunakan dalam novel Nightfall Witch karya Imelia Fei. Penggunaan kata dan gaya bahasa tersebut apakah akan memudahkan pembaca dalam memahami isi cerita atau sebaliknya. Analisis deskriptif kualitatif dipakai sebagai metode dari penelitian ini yang bertujuan untuk menggambarkan atau menjelaskan fenomena secara detail, mendalam, dan komprehensif. Ada pun melalui pendekatan stilistika akan mengkaji lebih dalam bahasa khas yang dipakai oleh pengarang untuk mengembangkan cerita. Baik pendekatan, maupun metode sudah sesuai dengan objek penelitian ini dan digunakan sebagai acuan dalam proses pengambilan kutipan dalam novel.
ANALISIS WACANA MULTIMODAL DALAM IKLAN KECANTIKAN WARDAH (PERSPEKTIF SOSIOBUDAYA) Laila Rahmadayant Putri
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 2 (2025): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v9i22025p426-438

Abstract

This study analyzes multimodal discourse in Wardah's Ramadan edition cosmetic advertisements on YouTube using a descriptive qualitative approach and Kress & van Leeuwen's (2001) theory. The data, in the form of videos, were analyzed based on five modes: language, images, music, sound, and movement. The results indicate that these five modalities interact to form emotional and ideological meanings. Language conveys moral messages, images emphasize religiosity, music and sound create atmosphere, while movement displays affection. Wardah advertisements not only function as promotions, but also convey cultural, spiritual values, and the image of Islamic beauty. Penelitian ini menganalisis wacana multimodal dalam iklan kosmetik Wardah edisi Ramadan di YouTube dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan teori Kress & van Leeuwen (2001). Data berupa video dianalisis berdasarkan lima moda: bahasa, gambar, musik, suara, dan gerakan. Hasil menunjukkan bahwa kelima moda tersebut saling berinteraksi membentuk makna emosional dan ideologis. Bahasa menyampaikan pesan moral, gambar menekankan religiusitas, musik dan suara membangun suasana, sementara gerakan menampilkan kasih sayang. Iklan Wardah tidak hanya berfungsi sebagai promosi, tetapi juga menyampaikan nilai budaya, spiritual, dan citra kecantikan Islami.
RELASI REFERENSI ENDOFORA SEBAGAI KONSTRUKSI MAKNA DALAM NOVEL PUKUL SETENGAH LIMA KARYA RINTIK SEDU DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA Tri Puspita Sari; Nurlaksana Eko Rusmanto; Ali Mustofa; Bambang Riadi; Rahmat Prayogi
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2025): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v9i12025p151-168

Abstract

This study aims to describe the form and nature of endophoric reference relations in the novel Pukul Setengah Lima by Rintik Sedu and its implications for learning Indonesian in high school. The research method used is a qualitative descriptive method. The results of this study indicate the use of various forms and nature of endophoric reference relations in the novel Pukul Setengah Lima by Rintik Sedu. The forms of reference relations that appear are pronoun references, demonstrative references and comparative references. The results of the study are implied in learning and used as additional references for teaching materials for educators in writing narrative texts for grade XI phase F Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk disertai sifat relasi referensi endofora dalam novel Pukul Setengah Lima kaya Rintik Sedu serta implikasinya pada pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan adanya penggunaan berbagai bentuk dan sifat relasi referensi endofora dalam novel Pukul Setengah Lima karya Rintik Sedu. Bentuk relasi referensi yang muncul berupa referensi pronomina, referensi demonstratif dan referensi komparatif. Hasil penelitian diimplikasikan pada pembelajaran dan digunakan sebagai referensi tambahan bahan ajar bagi pendidik pada menulis teks narasi kelas XI fase F.