cover
Contact Name
Azizatuz Zahro
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
basindo.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No. 5, Malang, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
ISSN : -     EISSN : 25793799     DOI : 10.17977
Core Subject : Education,
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya publish articles of thought and research written by experts, scientists, practitioners and reviewers about the results of research, conceptual ideas, study and application of theory, literature review, and book reviews.
Articles 69 Documents
MAKNA KONOTASI DALAM LIRIK LAGU MAHALINI PADA ALBUM FABULA Syafrinnissa Azizah; Iwan Marwan
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2024): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v8i22024p364-375

Abstract

Researching the connotative meaning of several Mahalini songs in the Fabula album aims to enable music lovers to understand the message the author wants to convey. The method used in this research is a qualitative descriptive method by collecting some data from the song lyrics themselves. From the results of this research, many songs were found in the mellow pop genre, so many negative connotations were found in this research. Even though there are many negative connotations, there are also some positive meanings in it. Penelitian makna konotasi dari beberapa lagu Mahalini dalam album Fabula ini memiliki tujuan agar penikmat musik bisa memahami pesan yang ingin disampaikan oleh penulis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan beberapa data dari lirik lagu itu sendiri. Dari hasil penelitian ini banyak ditemukan lagu yang bergenre pop mellow, sehingga banyak ditemukan makna konotasi negatif dalam penelitian ini. Meskipun banyak terdapat makna konotasi negatif, juga terdapat beberapa makna positif di dalamnya.
ESTETIKA SASTRA DALAM KUMPULAN PUISI “SETETES TINTA DI UJUNG PENA” Nurul Huda; Dwi Wahyu Candra Dewi; Muhammad Rafiek
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2025): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v9i12025p72-90

Abstract

This study aims to describe the form and function of literary aesthetics in the poetry anthology Setetes Tinta di Ujung Pena. This study uses the philosophical aesthetic approach of Alexander Baumgartenn's theory. The data source of this study is a collection of poems with several objects, namely Menjelma Waktu, Akan Ada Perpisahan, Selamat dalam Bungkam, Mamak, and Anala Cakrawala. Data collection techniques utilize note-taking techniques, careful reading techniques, and conclusion techniques. Data analysis is in the form of data interpretation and data description. The results of this study indicate that the collection of poems in this anthology contains literary aesthetics. Various functions of literary aesthetics are clearly visible in the analysis of the five poems. These functions include enlivening poetry with distinctive diction and style of language, emphasizing the meaning and message of poetry, increasing the artistic value of the work, arousing the emotions and empathy of the reader. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi estetika sastra dalam antologi puisi Setetes Tinta di Ujung Pena. Penelitian ini menggunakan pendekatakan estetika filosofis teori Alexander Baumgartenn. Sumber data penelitian ini adalah kumpulan puisi dengan beberapa objek, yaitu “Menjelma Waktu”, “Akan Ada Perpisahan”, “Selamat dalam Bungkam”, “Mamak”, dan “Anala Cakrawala”. Teknik pengumpulan data dengan memanfaatkan teknik catat, teknik membaca secara cermat, dan teknik simpulan. Analisis data berupa penafsiran data, dan pendeskripsian data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kumpulan puisi dalam anotologi ini terdapat estetika sastra. Berbagai fungsi estetika sastra terlihat jelas dalam analisis kelima puisi tersebut. Fungsi tersebut antara lain menghidupkan sajak dengan diksi dan gaya bahasa yang khas, mempertegas makna dan pesan puisi, meningkatkan nilai seni karya, membangkitkan emosi dan empati pembaca.
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM TEKS NARASI HASIL BELAJAR SISWA KELAS IX Shofi Al Zahra
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2025): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v9i12025p108-126

Abstract

This study aims to describe language errors in narrative texts of class IX students of SMPIT Darul Muta'allimin Tasikmalaya. This study is a descriptive qualitative study.. The object of this study was two narrative texts of class IX students of SMPIT Darul Muta'allimin Tasikmalaya. The results of the study showed that language errors found in students' narrative texts consisted of sentence structure, spelling, and grammar errors. In the first analysis, linguistic errors were more dominant in the aspects of spelling and sentence structure, while in the second error analysis, the linguistic errors found tended to be more varied, including aspects of word choice (diction) and use of grammar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan berbahasa pada teks narasi siwa kelas lX SMPIT Darul Muta'allimin Tasikmalaya dengan metode penelitian kualitatif deskriptif. Objek dalam penelitian ini adalah teks narasi siswa kelas lX SMPIT Darul Muta'allimin Tasikmalaya sebanyak dua buah. Hasil penelitian menunjukkan kesalahan berbahasa yang terdapat pada teks narasi siswa terdiri dari kesalahan struktur kalimat, ejaan, dan tata bahasa. pada analisis pertama kesalahan linguistik lebih dominan pada aspek ejaan dan struktur kalimat sedangkan pada analisis kesalahan kedua kesalahan linguistik yang ditemukan cenderung lebih bervariasi, meliputi aspek pilihan kata (diksi) dan penggunaan tata bahasa.
VISUALISASI PUISI “RUANG” KARYA BAKDI SOEMANTO: SEBUAH KONTEMPLASI Inry Ayu Fathmawati; Kezia Laura Maasawet; Saddam Nurhatami Umardi Putra; Salma Nur Fadilla; Yostiani Noor Asmi Harini
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2025): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v9i12025p169-182

Abstract

The exploration of poetry into the form of a vehicle transfer is a way of expressing the message that the writer wants to convey. Assessed using an expressive approach. Using the Art Based Research (ABR) method or often called an art-based research approach in creating literary works in the form of video images (visualization). This research seeks to interpret the visual image of the space poetry message by Bakdi Soemanto by using the appreciation point of view. Likewise, the transformation from the form of written text and text to audio into the form of fragments in the form of visual image videos that are adapted to the emotional atmosphere and feelings that accompany it. This article aims to bridge the meaning of the poem Ruang by Bakdi Soemanto which can be interpreted through visuals and add to the treasure of poetry in the work of Indonesian Literature. Eksplorasi puisi ke dalam bentuk alih wahana adalah cara mengekspresikan pesan yang hendak disampaikan oleh penulis. Dikaji menggunakan pendekatan ekspresif dengan metode Art Based Research (ABR) atau seringkali disebut dengan pendekatan penelitian berbasis seni dalam menciptakan karya sastra berupa video imaji (visualisasi). Penelitian ini berupaya menginterpretasikan imaji visual pesan puisi ruang karya Bakdi Soemanto dengan menggunakan sudut pandang apresiator. Begitu pula transformasi dari bentuk teks tertulis maupun teks ke audio ke dalam bentuk fragmen berupa video imaji visual yang disesuaikan dengan suasana emosi dan rasa yang menyertainya. Tulisan ini bertujuan untuk menjembatani makna dari puisi Ruang karya Bakdi Soemanto yang dapat diinterpretasikan melalui visual dan menambah khazanah alih wahana puisi dalam karya Sastra Indonesia.
KEBUTUHAN BERTINGKAT PASANGAN BEDA STRATA DALAM HELLO KARYA TERE LIYE KAJIAN PSIKOLOGI HUMANISTIK Audita Putri Winata
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2025): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v9i12025p222-236

Abstract

This study aims to describe the application of Abraham Maslow's multilevel needs theory in the novel Hello by Tere Liye. This type of research is descriptive qualitative using the literature study method. Data analysis is done with a literary psychology approach, which focuses on understanding the psychological aspects of characters. The results showed that there are five graded needs reflected in the development of Hesty and Tigor's characters, which include physiological needs, the need for security, the need for love and belonging, the need for self-esteem, and the need for self-actualization. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan teori kebutuhan bertingkat Abraham Maslow dalam novel Hello karya Tere Liye. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan pendekatan psikologi sastra, yang berfokus pada pemahaman aspek psikologis karakter. Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima kebutuhan bertingkat yang tercermin dalam perkembangan tokoh Hesty dan Tigor yang meliputi kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan cinta dan memiliki, kebutuhan akan harga diri, dan kebutuhan aktualisasi diri.
PENGALAMAN GURU BIPA DALAM PEMBELAJARAN ONLINE DI AUSTRALIA: SEBUAH STUDI NARATIF nanang Purwanto; Vasco Fitas da Cruz
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2025): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v9i12025p237-248

Abstract

This study aims to explore the pedagogical experiences of BIPA teachers in online learning in Australia, focusing on adaptation to technological challenges and interactive teaching strategies. Using a qualitative narrative approach, data were collected through in-depth interviews with an experienced BIPA teacher. Thematic analysis revealed five main themes: technological adaptation, teaching strategies, technical challenges, interpersonal relationships with students, and self-reflection. The findings indicate that despite challenges such as unstable internet connections and limited physical interactions, teachers leveraged technology to create engaging learning experiences. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengalaman pedagogis guru BIPA dalam pembelajaran daring di Australia, dengan fokus pada adaptasi terhadap tantangan teknologi dan strategi pengajaran interaktif. Menggunakan pendekatan kualitatif naratif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan seorang guru BIPA berpengalaman. Analisis tematik mengungkap lima tema utama: adaptasi teknologi, strategi pengajaran, tantangan teknis, hubungan interpersonal dengan siswa, dan refleksi diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pembelajaran daring menghadirkan tantangan seperti koneksi internet yang tidak stabil dan keterbatasan interaksi fisik, guru mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pengalaman belajar yang menarik.
EUFEMISME DALAM CERITA PERTUNJUKAN KOMEDI Muhammad Masqotul Imam Romadlani; Meria Zakiyah Alfisuma; Eka Susylowati
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2025): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v9i12025p15-28

Abstract

This research primarily aims to reveal the use of euphemisms in the comedy show’s dialogue. This research pays special attention to euphemism phenomena dealing with human body parts as the taboo words. The data were obtained from the recorded Sukur CS comedy shows downloaded from YouTube. The researchers classified the euphemism forms referring to the human body parts and then look precisely at the referent of the euphemism expression to avoid the taboo words. The findings demonstrate that the forms of euphemism identified in the comedy show are periphrasis and metaphors. The metaphorical terms used in the euphemisms are exhaust factory, slipper factory, melon, guava, and cucumber. As a communication strategy, euphemism seems to be significant to evade the production of taboo words.   Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap penggunaan eufemisme pada percakapan dalam pertunjukan komedi. Penelitian ini memberikan perhatian khusus pada ungkapan eufemisme yang berkaitan dengan bagian tubuh manusia yang dianggap tabu untuk diucapkan. Data penelitian diperoleh dari tiga rekaman video pertunjukan komedi Sukur CS yang diunduh dari kanal YouTube. Peneliti mengklasifikasi bentuk-bentuk eufemisme yang ditemukan dalam pertunjukan komedi tersebut dan menelaah referen yang digunakan untuk menghindari penggunaan kata tabu. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk eufemisme yang ditemukan pada pertunjukan komedi tersebut berupa perifrasis dan metafora. Istilah metaforis yang digunakan antara lain pabrik knalpot, pabrik sandal, buah melon, buah jambu dan timun. Sebagai strategi komunikasi, penggunaan eufemisme cukup berguna untuk menghindari penggunaan kata-kata tabu.
CAMPUR KODE DAN ALIH KODE DALAM TUTURAN LISAN BIPA PEMULA: STUDI KASUS PEMELAJAR ASAL YAMAN Alifiatus Zahra Salsabila; Prima Vidya Asteria
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 1 (2026): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v10i12026p30-45

Abstract

This study was conducted with the aim of identifying various forms of code switching and code mixing and their factors in BIPA (Indonesian for Foreign Speakers) conversation learning at the elementary level. This study applies a qualitative descriptive method with a case study approach centered on one research subject, a Yemeni learner in the BIPA Level 2 class at Surabaya State University. The research data were in the form of oral speech obtained through recording, observation, and interview techniques. The findings of this study indicate that the dominant code mixing is intra-sentential mixing and code switching is inter-sentential switching.   Studi ini dilakukan dengan tujuan mengenali berbagai bentuk alih kode dan campur kode serta faktornya dalam pembelajaran percakapan BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) pada tingkat dasar. Kajian ini mengaplikasikan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dipusatkan pada satu subjek penelitian pemelajar asal Yaman di kelas BIPA Level 2 Universitas Negeri Surabaya. Data penelitian berupa tuturan lisan yang diperoleh melalui teknik rekam, observasi, dan wawancara. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa campur kode yang dominan adalah intra-sentential mixing dan alih kode berjenis inter-sentential switching.
EKSISTENSI DAN MOTIF MISTISME DALAM CERITA RAKYAT SUMUR GEDE CILAMAYA KULON (KAJIAN ANTROPOLOGI SASTRA: NIELS MULDER) Silvia Damayanti; Naisya Rosy Pratiwi; Aisyah Nabila Khonsa; Rizki Teja Pratama
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 1 (2026): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v10i12026p60-78

Abstract

This study aims to describe the existence and motifs of mysticism in the folklor of Sumur Gede Cilamaya Kulon based on the analysis of Niels Mulder's literary anthropology. The method used is descriptive qualitative with an ethnographic approach, including in-depth interviews and documentation studies of oral literary texts. The study results show that the concept of mysticism is divided into the Existence of Mysticism and the Motive of Mysticism. The Existence of Mysticism consists of Material Existence, Spiritual Existence, and Moral Existence. The Motive of Mysticism consists of Positive Motives and Egoistic Motives. These findings emphasize the role of mysticism as an important element in maintaining the cultural heritage and social values of the Cilamaya Kulon community. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan eksistensi dan motif mistisme dalam cerita rakyat Sumur Gede Cilamaya Kulon berdasarkan kajian antropologi sastra Niels Mulder. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi, meliputi wawancara mendalam dan studi dokumentasi teks sastra lisan. Hasil penelitian menunjukkan konsep mistisme terbagi menjadi dua, yaitu Eksistensi Mistisme dan Motif Mistisme. Eksistensi Mistisme terdiri dari Eksistensi Material, Eksistensi Spiritual, dan Eksistensi Moral. Motif Mistisme terdiri dari Motif dan Motif Egoistis. Temuan ini mempertegas peran mistisme sebagai unsur penting dalam menjaga warisan budaya dan nilai sosial masyarakat Cilamaya Kulon.