cover
Contact Name
Azizatuz Zahro
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
basindo.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No. 5, Malang, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
ISSN : -     EISSN : 25793799     DOI : 10.17977
Core Subject : Education,
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya publish articles of thought and research written by experts, scientists, practitioners and reviewers about the results of research, conceptual ideas, study and application of theory, literature review, and book reviews.
Articles 69 Documents
JENIS MORFOFONEMIK DALAM MAJALAH PARIWISATA PESONA E-MAGAZINE KEMENPAREKRAF RI Catur Rohmiasih; Sudarmini
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2025): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v9i12025p29-46

Abstract

The purpose of this study is to describe the types of morphophonemics that appear in tourism magazines. The analysis of research data used the distribution method, basic techniques (BUL), and advanced replacement and sinking techniques. This research is a qualitative descriptive research. The subject of the research is morphophonemic and the object of the research is the tourism magazine Pesona e-magazine. This study uses the listening method, basic tapping techniques, and advanced techniques of Listening Free Engagement Cakap (SBLC) as data collection methods and techniques. The results of this study found morphophonemic types that are grouped into two classifications. The classification is: a) single morphophonemics were found as and b) double morphophonemics. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan jenis morfofonemik yang muncul dalam majalah pariwisata. Analisis data penelitian menggunakan metode agih, teknik dasar (BUL), dan teknik lanjutan ganti dan lesap. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah morfofonemik dan objek penelitian adalah majalah pariwisata pesona e-magazine. Penelitian ini menggunakan metode simak, teknik dasar sadap, dan teknik lanjutan Simak Bebas Libat Cakap (SBLC) sebagai metode dan teknik pengumpulan data. Hasil dari penelitian ini ditemukannya jenis morfofonemik yang dikelompokkan menjadi dua klasifikasi. Klasifikasi tersebut morfofonemik tunggal dan morfofonemik ganda.
PERAN PRAGMATIK DALAM MEMAHAMI MAKNA PERNYATAAN HUKUM PADA IMBAUAN TERTIB LALU LINTAS DI SOSIAL MEDIA Inayah Isnaini Faizah
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 2 (2025): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v9i22025p283-301

Abstract

This study aims to examine the role of pragmatics in understanding the meaning of legal statements in traffic order appeals. The pragmatic approach is used to analyze how context and implicature influence the interpretation of messages in the appeal. This study uses a qualitative descriptive method with data obtained from traffic appeals in various public media. The results of the study indicate that the use of appropriate pragmatic strategies can improve public understanding of the intent and purpose of legal appeals, as well as encourage their compliance in traffic. The implication of this study is the importance of designing legal messages that are not only linguistically clear, but also consider pragmatic aspects to be more effective. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna pernyataan hukum pada imbauan tertib lalu lintas di media sosial dari sudut pragmatik. Pendekatan pragmatik digunakan untuk menganalisis bagaimana konteks dan implikatur mempengaruhi interpretasi pesan dalam imbauan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data yang diperoleh dari imbauan lalu lintas di berbagai media publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan strategi pragmatik yang tepat dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap maksud dan tujuan dari imbauan hukum, serta mendorong kepatuhan mereka dalam berlalu lintas. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya merancang pesan hukum yang tidak hanya jelas secara linguistik, tetapi juga mempertimbangkan aspek pragmatik agar lebih efektif.
CERITA RAKYAT DAN UNSUR KEBUDAYAAN: PERBANDINGAN CERITA RAKYAT “AMAT RHANG MANYANG” DENGAN “NAKHODA MANIS” (PENDEKATAN ANTROPOLOGI SASTRA) Tria Darwati; Tiara Winkasari
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2025): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v9i12025p47-59

Abstract

This research aims to find a comparison of cultural elements between two folktales that are geographically different and have different cultural backgrounds. This research is descriptive-qualitative with a literary anthropology approach, and uses a comparative literature study. The data sources are the folktales "Amat Rhang Manyang" (Nanggroe Aceh Darussalam) and "Nakhoda Manis" (Brunei Darussalam). The results of this research found a number of data relating to five cultural elements, such as: (1) language system, (2) religious system, (3) knowledge system, (4) livelihood system and (5) living equipment system. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan perbandingan unsur-unsur kebudayaan antara dua cerita rakyat yang berbeda secara geografis dan berbeda secara latar belakang kebudayaannya. Penelitian ini bersifat deskriptif-kualitatif dengan pendekatan antropologi sastra, serta menggunakan kajian sastra bandingan. Sumber data, yaitu cerita rakyat "Amat Rhang Manyang" (Nanggroe Aceh Darussalam) dan "Nakhoda Manis" (Brunei Darussalam). Hasil penelitian menemukan sejumlah data yang berkenaan dengan lima unsur-unsur kebudayaan, seperti: (1) Sistem bahasa, (2) Sistem religi, (3) Sistem pengetahuan, (4) Sistem mata pencaharian dan (5) Sistem peralatan hidup.
KETIDAKADILAN GENDER TERHADAP TOKOH UTAMA PEREMPUAN DALAM NOVEL GENDHIS KEMBANG WANGI KARYA ARTI ERST (KAJIAN FEMINISME EKSISTENSIALIS) Fauziah Najwa Safira
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 2 (2025): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v9i22025p302-313

Abstract

This study examines gender injustice in Arti Erst's novel Gendhis Kembang Wangi using Simone de Beauvoir's existentialist feminist perspective. This study analyzes the forms, factors and impacts of gender injustice. The method used is a qualitative method. Data collection uses document study techniques. The results of the study indicate the existence of social constructions that limit the existence of characters. The main female character experiences injustice in an unequal relationship and feels the impact of this injustice. The forms of gender injustice experienced are marginalization, subordination, stereotypes, violence, and workload. Penelitian ini mengkaji ketidakadilan gender dalam novel Gendhis Kembang Wangi karya Arti Erst dengan menggunakan perspektif feminisme eksistensialis Simone de Beauvoir. Penelitian ini menganalisis bentuk, faktor dan dampak ketidakadilan gender. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan adanya konstruksi sosial yang membatasi eksistensi tokoh. Tokoh utama perempuan mengalami ketidakadilan dalam hubungan timpang serta merasakan dampak dari ketidakadilan tersebut. Bentuk ketidakadilan gender yang dialami, yaitu marginalisasi, subordinasi, stereotip, kekerasan, dan beban kerja.
CERMIN REALITAS DAN FAKTA KEMANUSIAAN YANG PROBLEMATIK: STRUKTURALISME GENETIK LUCIEN GOLDMANN DALAM CERPEN PENGANTAR TIDUR PANJANG KARYA EKA KURNIAWAN Rafi Ferdiansyah
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2025): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v9i12025p60-71

Abstract

This study aims to determine the author's worldview as seen in relation to the literary work he created. The object of this study is the short story Pengantar Tidur Panjang by Eka Kurniawan. Several ideological, political, and concrete concerns emerge as appropriate responses to this short story in a semi-biographical narrative. By using Goldmann's genetic structuralism, reading this will show how a writer forms a style from his social circle. Every time a writer emphasizes human reality, it is indirectly correlated with direct experience of his world when he writes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan dunia pengarang yang dilihat dalam kaitannya dengan karya sastra yang dibuatnya. Objek dalam penelitian ini adalah cerpen Pengantar Tidur Panjang karya Eka Kurniawan. Beberapa kekhawatiran ideologis, politik, dan perhatian konkret muncul sebagai bentuk respons yang tepat terhadap cerita pendek ini dalam narasi yang sifatnya semi-biografis. Dengan menggunakan strukturalisme genetik Goldmann, maka pembacaan atas hal ini akan menunjukkan bagaimana seorang penulis membentuk langgam dari lingkaran sosialnya. Setiap kali seorang penulis menekankan realitas manusia, hal tersebut berkorelasi secara tidak langsung dengan pengalaman langsung tentang dunianya ketika dia menulis.
PEMEROLEHAN BAHASA ANAK USIA DINI: PENGARUH POLA KOMUNIKASI DAN LINGKUNGAN PADA KASUS SANAARA GELORA PRATAMA Beby Auliya; Dwi Wahyu Candra Dewi; Muhammad Rafiek
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 2 (2025): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v9i22025p314-327

Abstract

This research aims to understand how language acquisition of Sanaara Gelora Pratama (Arra) is influenced by her parents' communication methods and environmental stimulation, including social media TikTok. Using a case study approach with content analysis of TikTok videos, the research identifies three influential factors: parental communication patterns using complete sentences and complex concepts, stimulating environment with adult social interaction, and social media exposure as a communication platform. Arra demonstrates advanced language abilities for her age. This research provides insights into effective strategies for supporting children's language development through appropriate interactions. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pemerolehan bahasa Sanaara Gelora Pratama (Arra) dipengaruhi oleh metode komunikasi orang tuanya dan stimulasi lingkungan, termasuk media sosial TikTok. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus melalui analisis konten video TikTok, penelitian ini mengidentifikasi tiga faktor berpengaruh: pola komunikasi orang tua yang menggunakan kalimat lengkap dan konsep kompleks, lingkungan stimulatif dengan interaksi sosial orang dewasa, dan paparan media sosial sebagai platform komunikasi. Arra menunjukkan kemampuan bahasa yang lebih maju untuk usianya. Penelitian ini memberikan wawasan tentang strategi efektif untuk mendukung perkembangan bahasa anak melalui interaksi yang tepat.
PERSEPSI MAHASISWA DALAM PENGGUNAAN AI TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR Shanica Yohana Veronica; Davina Syahtivida Nurfairuzah
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 2 (2025): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v9i22025p328-341

Abstract

This study investigates the impact of Artificial Intelligence (AI) on students' skills. The purpose of this study is to describe students' perceptions of the use of AI on students' skills and identify the benefits using quantitative methods. The data collection technique was a questionnaire distributed to 24 respondents. The results showed that 50% of respondents believed that AI improves analytical skills, while 41.7% thought that AI could reduce analytical skills, the remaining 8.3% of students believed that the use of AI only improves analytical skills in the field of technology. As many as 54.2% of respondents believed that academic integrity depends on how AI is used, and 41.7% believed that AI helps develop critical thinking skills. The study concluded that balanced and ethical integration of AI can facilitate the development of analytical skills, creativity, and critical thinking. In addition, this integration helps students overcome learning obstacles through personalization and adaptive approaches. The impact of AI is highly dependent on its implementation and use. Penelitian ini menyelidiki dampak Artificial Intelligence (AI) terhadap keterampilan mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan persepsi mahasiswa dalam penggunaan AI terhadap keterampilan mahasiswa dan mengidentifikasi keuntungan dengan metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data berupa kuesioner yang disebarkan kepada 24 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50% responden meyakini AI meningkatkan keterampilan analitis, sementara 41,7% berpendapat AI dapat mengurangi keterampilan analitis, sisanya 8,3% mahasiswa yakin bahwa penggunaan AI hanya meningkatkan keterampilan analitik pada bidang teknologi saja. Sebanyak 54,2% responden percaya integritas akademik bergantung pada cara penggunaan AI, dan 41,7% yakin AI membantu mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Penelitian menyimpulkan bahwa integrasi AI yang seimbang dan berbasis etika dapat memfasilitasi pengembangan keterampilan analitis, kreativitas, dan berpikir kritis. Selain itu, integrasi tersebut membantu mahasiswa menanggulangi kendala belajar melalui personalisasi dan pendekatan adaptif. Dampak AI sangat bergantung pada implementasi dan penggunaannya.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KESULITAN MEMBACA EKSPRESIF PADA TEKNIK MEMBACA SASTRA Ninda Dawilatul Aliyah
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2025): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v9i12025p91-107

Abstract

This research aims to identify the factors causing difficulties in expressive reading in literary reading techniques, particularly poetry. This research used a descriptive qualitative method with data collected through observation, interviews, and questionnaires. The subjects consisted of five students from the Indonesian Language Education Department at Universitas Siliwangi, one Indonesian language teacher from SMKN Manonjaya, and 31 questionnaire respondents. The results show that difficulties in expressive poetry reading are influenced by psychological, internal, and external factors, including self-confidence and anxiety, basic poetry reading skills and understanding of poetic elements, as well as environmental distractions, audience responses, and situational pressure. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab kesulitan membaca ekspresif pada teknik membaca sastra, khususnya puisi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan angket. Subjek penelitian meliputi 5 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Siliwangi, 1 guru Bahasa Indonesia SMKN Manonjaya, serta 31 responden angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan membaca ekspresif puisi dipengaruhi oleh faktor psikologis, internal, dan eksternal. Faktor psikologis meliputi kepercayaan diri dan kecemasan, faktor internal berkaitan dengan kemampuan dasar membaca puisi, pengalaman, serta pemahaman terhadap struktur dan unsur batin puisi, sedangkan faktor eksternal meliputi distraksi lingkungan, respons audiens, dan tekanan situasional.
PROSES PEMAHAMAN DAN KESALAHPAHAMAN UJARAN PADA ANAK USIA LIMA TAHUN: SHABIRA ALULA ADNAN Aisyah Hasnaa Syarianti; M. Azka; Nabilatul Kartika Putri; Putri Ariska Novia Sari; Vasco Fitas da Cruz
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 2 (2025): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v9i22025p342-353

Abstract

This research examines the mental processes, comprehension strategies, the influence of ambiguity and the classification of speech misunderstandings of five-year-old children. The research methodology is descriptive qualitative with the method of listening and recording. It was conducted on a video of a child by the name of Shabira Alula Adnan. The results prove that speech comprehension includes actual and potential abilities, with aspects such as syntax, semantics, and world knowledge. Ambiguity can be classified into lexical and grammatical ambiguity. Referential and affective miscommunication are the causes of speech misunderstanding. Penelitian ini mengkaji proses mental, strategi pemahaman, pengaruh ambiguitas dan klasifikasi kesalahpahaman ujaran anak usia lima tahun. Metodologi penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan metode simak dan catat. Hal ini dilaksanakan pada video seorang anak dengan nama Shabira Alula Adnan. Hasil penelitian membuktikan bahwa pemahaman ujaran mencakup kemampuan aktual dan potensial, dengan aspek seperti sintaksis, semantik, serta pengetahuan dunia. Ambiguitas bisa diklasifikasikan menjadi ambiguitas leksikal dan gramatikal. Miskomunikasi referensial dan afektif merupakan penyebab dari kesalahpahaman ujaran.
AMBIGUITAS DALAM TALKSHOW LAPOR PAK Erlis Setyo Utami
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 2 (2025): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v9i22025p354-369

Abstract

This study discusses about ambiguity and processing of ambiguous sentences on the Lapor Pak talk show. This study was conducted using a descriptive qualitative method. The data for this study were found from the Lapor Pak talk show on the Youtube channels @Komedi7 and @trans7_official. The data contained in this study were collected using the listening-noting method. Data analysis of this study was carried out using the data pragmatic equivalent method. The focus of this study includes: (1) grammatical ambiguity, (2) lexical ambiguity, (3) non-verbal movements as a form of response to ambiguous sentences, and (4) processing of ambiguous sentences Penelitian ini membahas tentang ambiguitas dan pemrosesan kalimat ambiguitas pada talk show Lapor Pak. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif. Data penelitian yang ditemukan terdapat pada kanal YouTube @Komedi7 dan @trans7_official. Data yang terdapat dalam penelitian ini dikumpulkan dengan metode simak-catat. Analitis data penelitian ini dilakukan dengan metode padan pragmatik. Fokus penelitian ini meliputi: (1) ambiguitas gramatikal, (2) ambiguitas leksikal, (3) gerakan non-verbal, dan (4) pemrosesan kalimat ambigu.