Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya publish articles of thought and research written by experts, scientists, practitioners and reviewers about the results of research, conceptual ideas, study and application of theory, literature review, and book reviews.
Articles
69 Documents
REPRESENTASI BUDAYA INDONESIA DALAM BUKU SULUH TUTUR BIPA UNTUK TINGKAT MADYA B-1
Irma Yuli Azizah;
Imam Suyitno;
Vasco Fitas da Cruz
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 2 (2025): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um007v9i22025p439-453
This study aims to explain the variety of cultural topics, cultural presentation techniques, and cultural training in the Suluh Tutur BIPA Book for Intermediate Level B-1. This study uses a qualitative approach with content analysis methods. The data source for this study is the Suluh Tutur BIPA Book for Intermediate Level B-1. Data collection techniques use document analysis. Data analysis involves three stages: data reduction, data presentation, and conclusions. The results of this study indicate that the variety of cultural topics includes the core cultural materials that need to be taught, cultural presentation techniques use verbal texts and multimodal texts, and the variety of cultural training consists of training and assignments. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan ragam topik, teknik penyajian, dan ragam pelatihan budaya dalam buku Suluh Tutur BIPA untuk Tingkat Madya B-1. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Sumber data penelitian ini adalah buku Suluh Tutur BIPA untuk Tingkat Madya B-1. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumen. Analisis data melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, pemaparan data, dan simpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ragam topik budaya memuat pokok-pokok materi budaya yang perlu diajarkan, teknik penyajian budaya menggunakan verbal teks dan teks multimodal, serta ragam pelatihan budaya terdiri atas pelatihan dan penugasan.
KEPRIBADIAN TOKOH KALIS DALAM NOVEL SEBUAH SENI MEMAHAMI KEKASIH KARYA AGUS MULYADI: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA SIGMUND FREUD
JH. Fahrizal Nur Rizky;
Syafrinnissa Azizah;
Halimah;
Moh. Fikri Zulfikar
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 2 (2025): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um007v9i22025p454-467
This study aims to analyze the personality of the character Kalis in the novel “Sebuah Seni Mengejar Kekasih” by Agus Mulyadi based on Sigmund Freud's psychoanalytic theory. The method used is descriptive qualitative with reading and note-taking techniques. The analysis shows that the id dominates Kalis' emotional drives, the ego functions as a mediator between desires and social reality, and the superego regulates her moral behavior. The conflict between these three personality structures affects character development and the storyline. This study contributes to the study of literary psychology, especially in analyzing characters in contemporary literary works. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepribadian tokoh Kalis dalam novel “Sebuah Seni Memahami Kekasih” karya Agus Mulyadi berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik baca dan catat. Analisis menunjukkan bahwa id mendominasi dorongan emosional Kalis, ego berfungsi sebagai mediator antara keinginan dan realitas sosial, serta superego mengatur perilaku moralnya. Konflik antara ketiga struktur kepribadian ini memengaruhi perkembangan karakter dan alur cerita. Penelitian ini berkontribusi terhadap kajian psikologi sastra, khususnya dalam menganalisis karakter dalam karya sastra kontemporer.
PERKEMBANGAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK USIA DINI 4 TAHUN DI ERA DIGITAL YOUTUBE KAJIAN SASTRA ANAK
Intan Munawarah;
Intan Rizky;
Pinariati;
Elvina Angkat;
Nadila Raudatun Nisya
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 2 (2025): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um007v9i22025p468-480
This study explores language acquisition in 4-year-old children through children’s literature content on YouTube. The focus is on vocabulary growth and communication skills using a qualitative descriptive method. Data were collected from children’s speech, parent–child interactions, and video content analysis. Findings reveal that children exposed to educational literary content gain richer vocabulary and better story comprehension. However, fast-paced or age-inappropriate videos may cause confusion, while limited direct interaction restricts social language development. Parents play a crucial role in guiding, filtering, and encouraging dialogue after viewing. Digital literature can serve as a valuable tool for early language development if used wisely and appropriately. Penelitian ini mengkaji pemerolehan bahasa anak usia 4 tahun melalui konten sastra anak di YouTube. Fokus penelitian meliputi perkembangan kosakata dan keterampilan komunikasi dengan metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari rekaman tuturan anak, interaksi anak–orang tua, serta analisis video sastra anak. Hasil menunjukkan anak yang terpapar konten edukatif berbasis sastra memiliki kosakata lebih kaya dan pemahaman cerita lebih baik. Namun, konten yang terlalu cepat atau tidak sesuai usia dapat membingungkan, sementara kurangnya interaksi langsung membatasi perkembangan sosial bahasa. Peran orang tua penting untuk mendampingi, menyaring, dan menstimulasi anak melalui dialog setelah menonton. Sastra digital menjadi sarana positif bagi perkembangan bahasa dini jika digunakan secara bijak.
KAJIAN STILISTIKA: REPRESENTASI RINDU MELALUI PUISI DENGAN GAYA BAHASA YANG BERBEDA
Azila Fitria Ramadhani;
Dhaefan Fahrudy;
Ripaatil Mahmudah;
Evril Rizkya Haryani;
Kaorisa Fitriani
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 2 (2025): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um007v9i22025p496-509
Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang sangat kuat dalam menyampaikan emosi dan pengalaman manusia, salah satunya adalah perasaan rindu. Penelitian bertujuan untuk mengeksplorasi kedalaman makna rindu melalui pendekatan stilistika, dan menunjukkan bagaimana gaya bahasa menjadi jembatan antara penyair, puisi, dan pembaca. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah teknik simak dan catat. Subjek penelitian ini berupa kutipan kata, frasa, larik, dan bait yang merepresentasikan kerinduan dari tiga puisi, yaitu Kepada Noor karya Muhammad Syarif Hidayatullah, Stasiun karya Gus Mus, dan Kosong karya Ahmad Gaus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa majas personifikasi merupakan gaya bahasa yang paling dominan digunakan dalam ketiga puisi yang dianalisis. Simpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa variasi penggunaan majas, khususnya dalam ranah stilistika, mampu merepresentasikan nuansa kerinduan secara estetik dan ekspresif.
CAMPUR KODE PADA HEADLINE BERITA ESPORTS DI AKUN @REVIVALTVID DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
Rachim Rezano Ginar Taufiqa;
Dini Restiyanti Pratiwi
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 2 (2025): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um007v9i22025p510-524
This study aims to analyze the forms of code mixing in e-sports news headlines on the Instagram account @RevivaltvId. This study uses a qualitative descriptive method. Data were obtained from documentation of news headlines uploaded to the Instagram account. The data collection techniques used were the listening, recording, and documentation techniques, while data analysis was carried out using the intralingual matching method. To ensure the validity of the data, triangulation of methods and sources was used. The results of the study showed that there were 28 code mixing data, consisting of 27 outward code mixing data and 1 inward code mixing data in the January 2024 edition of news headline. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk campur kode dalam headline berita e-sports di akun Instagram @revivaltvid. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari dokumentasi headline berita yang diunggah pada akun Instagram tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak, catat, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan dengan metode padan intralingual. Untuk memastikan keabsahan data, digunakan triangulasi metode dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 28 data campur kode, terdiri atas 27 data campur kode ke luar dan 1 data campur kode ke dalam pada headline berita edisi Januari 2024.
SUBALTERNITAS DALAM KISAH KRIMINAL PALING MEMILUKAN KARYA SASTI GOTAMA: KAJIAN POSKOLONIAL GAYATRI CHAKRAVORTY SPIVAK
Alhasanah Zahro;
Etsha Ari Kusuma Dianti
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 2 (2025): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um007v9i22025p481-495
This research aims to explore how Sasti Gotama portrays power domination and its impact on subalterns in the short story Kisah Kriminal Paling Memilukan. Using a descriptive qualitative method and Gayatri Chakravorty Spivak's postcolonial theory, the research analyzes the short story from B by Sasti Gotama. Data collection involves reading and note-taking. The analysis reveals postcolonial discourse highlighting power domination over subalterns through oppression and social control. This domination creates a social hierarchy that shapes how subalterns perceive themselves, leading to their subjugation and silencing. The subalterns are isolated from awareness of their realities and denied alternative spaces to voice their perspectives. These dynamics reflect the profound influence of power structures on marginalized groups, reinforcing their inability to resist or challenge domination effectively. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana Sasti Gotama menggambarkan bentuk dan pengaruh dominasi kuasa terhadap subaltern dalam Kisah Kriminal Paling Memilukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan teori poskolonial Gayatri Chakravorty Spivak. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerpen Kisah Kriminal Paling Memilukan dalam buku B karya Sasti Gotama. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode baca dan catat. Hasil analisis menunjukkan bahwa cerpen Kisah Kriminal Paling Memilukan karya Sasti Gotama terkandung wacana pascakolonial berupa dominasi kuasa terhadap subaltern dalam bentuk penindasan dan kontrol sosial. Adapun pengaruh dominasi oleh yang kuasa terhadap terjajah yakni terciptanya hierarki sosial yang memberikan pengaruh terhadap bagaimana cara subaltern memandang diri mereka. Dampak lain yang ditimbulkan dari dominasi kuasa yakni ketundukan subaltern terhadap penguasa, isolasi kesadaran subaltern terhadap realitas yang terjadi, dan subaltern terbungkam tanpa memiliki ruang alternatif lain untuk bersuara.
JENIS IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM NASKAH DRAMA “RT NOL RW NOL” DAN MAKSIM YANG DILANGGAR
Fasya Mumtahanah;
Vasco Fitas da Cruz
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2025): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um007v9i12025p207-221
This qualitative research aims to analyse the types of conversational implicature in the dialogue between characters in the drama script ‘RT Nol RW Nol’ by Iwan Simatupang that violates the four maxims of the principle of cooperation. The language data in the form of dialogue excerpts from the play ‘RT Nol RW Nol’ were analysed through three stages, namely the data provision stage, data analysis, and presentation of analysis results. The results of this study show that there are three types of conversational implicature in the drama script ‘RT Nol RW Nol’, all of which violate the maxims of cooperation. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis jenis implikatur percakapan pada dialog antartokoh dalam naskah drama “RT Nol RW Nol” karya Iwan Simatupang yang melanggar empat maksim prinsip kerja sama. Data bahasa yang berupa kutipan dialog naskah drama “RT Nol RW Nol” dianalisis melalui tiga tahapan, yaitu tahap penyediaan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat ketiga jenis implikatur percakapan dalam naskah drama “RT Nol RW Nol” yang seluruhnya melanggar maksim kerja sama.
PERJUANGAN PEREMPUAN SECARA KOMPROMI DALAM NOVEL GENDUK DUKU KARYA Y. B. MANGUNWIJAYA
Pitrus Puspito
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2025): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um007v9i12025p249-264
This research focuses on women's compromise struggle in the novel Genduk Duku by Y. B. Mangunwijaya. This compromise struggle is usually carried out using political, economic, social and cultural aspects. This form of compromise struggle was analyzed using Dita's theory (2012) and Sara Mills's (1997) critical discourse analysis theory to see the position of women shown in the text. This research is classified as qualitative descriptive research. The results of the research show that there are compromise struggles carried out by women in the novel Genduk Duku. The compromise struggle is presented as the storyteller's subject position, the object position and the reader's position. Penelitian ini berfokus pada perjuangan perempuan secara kompromi dalam novel Genduk Duku karya Y. B. Mangunwijaya. Perjuangan secara kompromi itu biasa dilakukan dengan menggunakan aspek politik, ekonomi, sosial dan budaya. Bentuk perjuangan kompromis itu dianalisis dengan menggunakan teori Dita (2012) dan teori AWK Sara Mills (1997) untuk mengungkap posisi perempuan yang dimunculkan di dalam wacana. Penelitian ini tergolong ke dalam penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perjuangan-perjuangan kompromis yang dilakukan oleh perempuan dalam novel Genduk Duku. Perjuangan kompromis itu ditampilkan sebagai posisi subjek pencerita, posisi objek dan posisi pembaca.
PENGGUNAAN BAHASA PERSUASIF IKLAN PINJAMAN ONLINE DALAM APLIKASI TIKTOK
Fahmi Royani
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2025): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um007v9i12025p265-282
This study aims to analyze the use of persuasive language in online loan advertisements on the TikTok platform, focusing on the techniques of rationalization and suggestion. The research employs a qualitative method with a literature review approach, using data collection techniques such as documentation and case studies. The object of the study consists of 25 advertisement videos from the @akulakuoficial account. The analysis reveals that 7 videos use rationalization techniques, 5 use suggestion, and 8 are categorized as non-persuasive. These findings indicate the varied use of language strategies in digital advertisements to influence audiences. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan bahasa persuasif dalam iklan pinjaman online di aplikasi TikTok dengan fokus pada teknik persuasi rasionalisasi dan sugesti. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, serta teknik pengumpulan data melalui dokumentasi dan studi kasus. Objek penelitian adalah 25 video iklan pada akun @akulakuoficial. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 7 data yang menggunakan teknik persuasi rasionalisasi, 5 data menggunakan sugesti, dan data termasuk kategori non-persuasif. Temuan ini menunjukkan variasi penggunaan teknik bahasa dalam iklan digital sebagai strategi memengaruhi audiens.
BENTUK TOXIC GRAMMAR DALAM DUNIA KARTUN DIGITAL
Risalatul Muarifah
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2024): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um007v8i22024p352-363
This article analyzes the use of “toxic grammar” in digital communication using qualitative descriptive research. This chapter identifies the meaning and categorical structure of the term “toxic grammar” and analyzes the pragmatic implications of its use. This study contributes to understanding the negative impact of language use in social interactions and its relevance in social contexts. This research uses a qualitative method with a descriptive design to analyze data, several indicators as a reference for analyzing toxic words in grammar. The data source taken is content on the Yotube platform in the form of digital cartoons. Artikel ini menganalisis ‘tata bahasa beracun’ dalam komunikasi digital menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Bab ini mengidentifikasi makna dan stuktur kategori istilah ‘tata bahasa beracun; dan menganalisis implikasi pragmatis penggunaannya. Studi ini berkontribusi untuk memahami dampak negatif penggunaan bahasa dalam interaksi sosial dan relevansinya dalam konteks sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif untuk menganalisis data, beberapa indicator sebagai acuan untuk menganalisis kata toxic dalam tata bahasa. Sumber data yang diambil adalah konten di platform Youtube berupa kartun digital.