cover
Contact Name
Mega Septia Sarda Dewi
Contact Email
mega.septia.ft@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
syahidah.faninastiti.ft@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No. 5
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Bangunan
ISSN : -     EISSN : 26210959     DOI : 10.17977
Core Subject : Engineering,
This journal explores conceptual ideas, theories, practices, research, and education in the fields of Civil Engineering and Building Engineering.
Articles 132 Documents
IMPLEMENTASI METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI PILE CAP PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG PENUNJANG PEMBELAJARAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG DI ERA PEMBERLAKUAN PEMBATASAN KEGIATAN MASYARAKAT (PPKM) Christian Hadinata; M. Mirza Abdillah Pratama
Bangunan Vol. 27 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v27i12022p19-30

Abstract

Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dalam mengatasi pandemi COVID-19 telah melumpuhkan banyak sektor kehidupan, terutama sektor konstruksi. Banyak proyek yang mengalami keterlambatan, penghentian pelaksanaan, dan pembengkakan anggaran. Universitas Negeri Malang (UM) merupakan salah satu perguruan tinggi negeri yang tengah melaksanakan Proyek Pembangunan Gedung Penunjang Pembelajaran Universitas Negeri Malang (UM) di era PPKM. Hal ini tentunya membutuhkan suatu metode pelaksanaan dan kebijakan yang dapat menjamin keselamatan dan kesehatan para pekerjanya. Pile cap merupakan sebuah konstruksi beton bertulang yang berfungsi untuk menyatukan sekelompok tiang pancang yang telah terpasang dan menyebarkan beban dari struktur di atasnya. Pile cap memiliki peranan yang sangat penting dalam suatu konstruksi yang mengharuskan pelaksanan konstruksi pile cap harus menggunakan metode pelaksanaan yang sesuai. Pelaksanaan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode pelaksanaan konstruksi pile cap Proyek Pembangunan Gedung Penunjang Pembelajaran UM di era PPKM. Pelaksanaan konstruksi pile cap berpedoman pada metode yang telah ditentukan oleh proyek. Metode pelaksanaan pile cap memiliki beberapa tahapan, yaitu: 1) pekerjaan persiapan; 2) pekerjaan galian, 3) pekerjaan pembobokan; 4) pekerjaan urugan dan lantai kerja; 5) pekerjaan pembesian; 6) pekerjaan bekisting; 7) pekerjaan pengecoran; dan 8) pekerjaan perawatan beton. Pelaksanaan konstruksi tersebut tentunya juga memiliki beberapa kendala yang menghambat waktu penyelesaiannya, yaitu cuaca dan keamanan pekerja. Kebijakan yang diambil oleh pelaksana proyek saat era PPKM yaitu dengan menerapkan instruksi Menteri PUPR dengan membentuk satuan tugas (satgas) pencegahan COVID-19, menyediakan fasilitas kesehatan, mengedukasi semua pekerja, hingga melakukan tindakan isolasi dan penyemprotan sarana dan prasarana kantor dan lapangan.
PENYIAPAN TENAGA KERJA PROFESIONAL DIBIDANG JASA KONSTRUKSI DAN PROPERTI PADA MASA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) Muhammad Aris Ichwanto; Isnandar Isnandar; Mohammad Musthofa Al Ansyorie
Bangunan Vol. 27 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v27i12022p31-38

Abstract

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) telah resmi mulai diterapkan sejak tahun 2015. Hal ini membuat perpindahan atau pergerakan informasi, barang, pelajar, dan tenaga kerja profesional di wilayah negara-negara ASEAN semakin lebih luas. Pada hakekatnya Indonesia telah menyiapkan sistem pendidikan untuk siap dan berkompetisi dalam MEA dengan mempersiapkan SDM yang professional. Namun masih terdapat kendala yang ditemui dalam membangun SDM berbasis kompetensi untuk borkompetisi dalam MEA. Untuk mencapai Mutual Recognition Arrangement (MRA) dibidang jasa konstruksi diperlukan sinergi stakeholder baik dari pemerintah, industri, dunia pendidikan, dan asosiasi untuk melatih dan mempersiapkan setiap individu menjadi tenaga profesional yang dapat bersaing di era MEA.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR E-BOOK PLAMBING AIR KOTOR UNTUK PEMBELAJARAN TEORI DAN WORKSHOP UTILITAS BANGUNAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN Mujiyono Mujiyono; Eko Suwarno; Bayu Saptoardi
Bangunan Vol. 27 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v27i12022p39-52

Abstract

E-learning merupakan model pembelajaran dalam format digital dengan memanfaatkan sarana dan pasarana elektronik. Tujuan penggunaan e-learning dalam sistem pembelajaran adalah untuk memperluas akses pendidikan kepada masyarakat, sehingga pem-belajaran dapat diakses dengan mudah, tanpa diabatasi ruang dan waktu, interaktif, dan efektif. Pengunaan buku elektronik (e-book) merupakan salah satu sarana pembelajaran e-learning. Penelitian ini bertujuan : 1) mengembangkan bahan ajar berupa buku elektronik / e-book plambing air kotor, untuk pembelajaran teori dan workshop Utilitas Bangunan program studi Pendidikan Teknik Bangunan. Penelitian ini menggunakan model penelitian pengembangan (Research and Development / R&D); 2) validasi / menguji bahan ajar yang telah dihasilkan oleh ahli materi, ahli media, pengguna. Langkah penelitian awali dengan analisis potensi masalah, dilanjutkan dengan pengumpulan data, menyusun bahan ajar, validasi, revisi, uji coba, dan revisi bahan ajar. Penelitian ini menghasilkan produk bahan ajar berupa buku elektronik/ebook plambing air kotor dalam format.exe. Uji kelayakan / validasi bahan ajar elektronik ini oleh ahli materi, ahli media, serta uji coba pengguna oleh mahasiswa. Kesimpulan validasi bahan ajar e-book ini skor ahli materi 89 kategori sangat valid, validasi ahli media dengan skor 94 kategori valid, dan validasi pengguna (mahasiswa) dengan skor 90 kategori valid, sehingga diperoleh validitas kumulatif 91. Disimpulkan bahwa pengembangan bahan ajar buku elektronik / e-book Plambing Air Kotor dengan kategori valid atau layak untuk dipergunakan sebagai bahan ajar pada pembelajaran matakuliah Teori dan Workshop Utilitas program studi Pendidikan Teknik Bangunan jurusan Teknik Sipil
ANALISIS PENGARUH TIPE INTERNAL SHADING SEBAGAI STRATEGI PENDINGINAN PASIF PADA BANGUNAN Cynthia Permata Dewi
Bangunan Vol. 26 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v26i12021p1-6

Abstract

Strategi pendinginan pasif pada bangunan menjadi salah satu alternatif dalam memperoleh kenyamanan termal dengan meminimalkan konsumsi energi pendinginan bangunan. Posisi Indonesia yang dilewati oleh garis khatulistiwa mengakibatkan terjadinya penyinaran matahari sepanjang tahun. Hal ini memerlukan sebuah perlakuan khusus terhadap bukaan pada fasad bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan melihat pengaruh tipe internal shading pada interior bangunan terhadap variabel solar gain bangunan. penggunaan tipe shading berupa venetian blind, roller shades dan drapes akan diaplikasikan pada bangunan. hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa penggunaan roller shades mampu menurunkan level solar gain sebesar 55%. Sedangkan penggunaan venetian blinds dan drapes memberikan hasil penurunan sebesar 31% dan 25%. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan roller shades memberikan hasil yang cukup efektif dalam menurunkan solar gain pada bangunan.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PRAKTIK BERBASIS JOB PROGRAM TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA DALAM MATAKULIAH PRAKTIK KONSTRUKSI BATU DAN BETON Sugiyanto Sugiyanto; Ahmad Dardiri; Priyono Priyono; Hadi Wasito; Isnandar Isnandar
Bangunan Vol. 26 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v26i12021p7-16

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar antara mahasiswa yang belajar dengan model pembelajaran Praktik Berbasis Job Program dibandingkan mahasiswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran praktik konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian ekperimen. Subyek uji coba adalah mahasiswa prodi D3 Teknik Sipil dan Bangunan FT UM yang memprogram matakuliah Praktik Konstruksi Batu dan Beton. Untuk uji coba lapangan digunakan 23 orang mahasiswa untuk kelompok eksperimen, dan 22 orang mahasiswa untuk kelompok kontrol. Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar antara kelompok ekperimen dan kelpompok kontrol digunakan analis t tes. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara mahasiswa yang belajar dengan menggunakan metode pembelajaran praktik Job Program dan mahasiswa yang belajar dengan menggunakan pembelajaran praktik konvensional dengan nilai thitung = 6,054, pada taraf signifikansi 0,000. Penggunaaan metode pembelajaran praktik Job Program secara signifikan dapat meningkatkan hasil belajar.
ANALISIS DAKTILITAS BALOK BETON GRADASI DENGAN DISPARITAS MUTU BETON SERAT TEKAN DAN SERAT TARIK M. Mirza Abdillah Pratama; Ziana Nur Afdila; Karyadi Karyadi
Bangunan Vol. 26 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v26i12021p17-28

Abstract

Industri semen menyumbang hingga 8% dari seluruh emisi gas karbon dioksida secara global. Beton gradasi merupakan salah satu langkah untuk mereduksi penggunaan semen pada konstruksi sekaligus untuk mengoptimalkan karakteristik mekanik elemen struktur yang direncanakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis capaian beban maksimum, defleksi, kekakuan, daktilitas, dan pola kegagalan dari balok beton gradasi dengan variasi mutu beton pada serat tekan dan serat tariknya. Balok Balok gradasi terbuat dari perpaduan antara 2 (dua) campuran mutu yang berbeda, yaitu 30-40 MPa, 30-50 MPa, dan 40-50 MPa. Pengujian lentur balok beton dilakukan pada umur 28 hari. Pola kegagalan pada balok beton gradasi pada masing-masing benda uji diamati dan dikomparasikan dengan balok beton kontrol. Hasil pengujian menunjukkan bahwa balok beton gradasi dengan mutu beton pada serat tarik yang seragam menghasilkan beban, kekakuan, dan daktilitas balok yang lebih tinggi seiring peningkatan mutu beton yang digunakan pada serat tekannya. Balok dengan mutu beton serat tekan seragam dan serat tarik yang berbeda memiliki nilai capaian beban, kekakuan, dan daktilitas balok yang semakin besar seiring peningkatan mutu beton pada bagian serat tarik balok. Lendutan balok yang dihasilkan masih memenuhi lendutan izin. Berdasarkan hal tersebut, balok beton gradasi dinyatakan memiliki kemampulayanan yang baik.
ANALISA STABILITAS LERENG DAN ALTERNATIF PERKUATAN TANAH PADA JALUR KERETA API CEPAT JAKARTA-BANDUNG MENGGUNAKAN APLIKASI PLAXIS 8.6 Ainun Nafis; Eko Setyawan; Mohammad Musthofa Al Ansyorie
Bangunan Vol. 26 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v26i12021p29-44

Abstract

Masalah dalam perencanaan struktur jalan kereta seperti tinggi lereng embankment yang ≥ 6 m, tanah asli yang tergolong sedang lunak, dan merupakan daerah rawan terjadinya longsor merupakan alasan dilakukannya penelitian ini. Hal tersebut didukung oleh hasil uji lab tanah, kondisi geografis dan geologis Kabupaten Purwakarta berupa bukit dan lembah yang terbentuk dari endapan batuan sedimen dan aluvium vulkanik dengan kemiringan lahan 8-40%. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas lereng embankment berupa nilai safety factor pada jalur kereta cepat Jakarta-Bandung daerah konstruksi DK70+150.00 sampai DK70+181.88. Adapun analisis numerik yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan program Plaxis 8.6 yang dikembangkan berdasarkan metode Finite Element dengan model Mohr-Coulomb. Proses analisis dengan menginput parameter material yang dibutuhkan berdasarkan Mohr-Coulomb. Hasil analisis berupa angka safety factor yang menunjukkan kondisi stabilitas suatu lereng embankment. Penambahan alternatif perkuatan lereng embankment berupa cerucuk (micropile), bronjong (gabion) dan geotextile sebagai upaya pencegahan adanya kelongsoran jangka pendek dan panjang pada lereng embankment yang tidak stabil. Hasil analisis lereng embankment kereta api cepat Jakarta-Bandung DK70+150 sampai DK70+181.88 kondisi eksisting sebesar ΣMSF = 1,1565 (cek global) dan ΣMSF = 1,0515 (cek dinamik gempa) yang artinya lereng dalam kondisi tidak stabil dan perlu penambahan alternatif perkuatan. Berdasarkan simulasi kombinasi alternatif perkuatan. Menunjukkan kombinasi alternatif perkuatan geotextile dengan micropile menghasilkan angka safety factor ΣMSF = 1,8151 (cek stabilitas global) dan ΣMSF = 1,6262 (cek stabilitas akibat beban dinamik gempa).
ANALISIS KECELAKAAN LALU LINTAS STUDI KASUS JALAN RAYA PANTURA TUBAN-WIDANG KM 0,00-KM 29,00 Vara Kusuma Goesman; Boedi Rahardjo; Pranoto Pranoto
Bangunan Vol. 26 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v26i12021p45-62

Abstract

Metode deskriptif untuk mendeskripsikan karakteristik kecelakaan lalu lintas berdasarkan data sekunder tahun 2015-2018 dan penentuan lokasi blackspot dengan mengacu pada pedoman Pd-T-09-2004-B dan Metode Cummulative Summary. Metode Inferensial berupa uji korelasi dan regresi untuk mendapatkan hubungan antara kecepatan 85 persentil dengan kecelakaan serta mendapatkan model persamaan yang terbaik pada kendaraan antara sepeda motor, kendaraan ringan, dan kendaraan berat yang menyebabkan kecelakaan. Hasil penelitian menunjukaan bahwa karakteristik kecelakaan berdasarkan angka kecelakaan paling banyak terjadi pada tahun 2016 (159 kecelakaan), tipe kendaraan yang paling sering terlibat adalah sepeda motor (54.02%), korban kecelakaan yang paling banyak adalah luka ringan (81,78%), waktu kejadian yang paling sering pagi hari (32,16%), hari yang paling sering terjadi adalah hari Kamis (15,52%), usia dan jenis kelamin yang paling sering adalah laki-laki (73,98%) dan usia 15-30 tahun (48,73%), tipe kecelakaan yang sering terjadi adalah tabrak depan-samping (28,68%), faktor penyebab yang paling sering terjadi adalah faktor pengemudi (91,56%). Penentuan lokasi daerah rawan kecelakaan terletak pada STA 89+000-88+000, STA 87+000-86+000, STA 86+000-85+000, STA 84+000-83+000, STA 79+000-78+000, STA 78+000-77+000, STA 74+000-73+000, dan STA 72+000-71+000. Analisis hubungan antara kecepatan dengan kecelakaan pada lokasi blackspot memiliki hubungan kategori kuat adalah kendaraan sepeda motor dengan interval 0.60 ≤ r ≤ 0.80. dengan model persamaan terbaik yaitu model polynomial orde 3 Y = -871,61+29,294x- 0,346x2 + 0,001x3 didapatkan nilai r = 0,839 dan R2= 0,705 (70,5%) dengan kecepatan rata-rata kendaraan sepeda motor diatas 80 km/jam. sedangkan untuk kendaraan ringan dan kendaraan berat mempunyai hubungan kategori sedang dengan interval 0.40 ≤ r ≤ 0.60 dengan R2 untuk LV = 0,435 dan R2 untuk HV = 0,377 dibawah 0,60 sehingga tidak dapat digeneralisasikan bahwa kecepatan berpengaruh terhadap kecelakaan.
ANALISIS MULTI KRITERIA POS HUJAN DAN POS DEBIT DENGAN METODE SEPWISE PADA DAS BD. KATULAMPA Ratih Pujiastuti; Undayani Cita Sari
Bangunan Vol. 25 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v25i12020p1-8

Abstract

Dalam suatu WS/DAS, pos pencatatan curah hujan biasanya lebih banyak ditemui dibandingkan dengan pos pencatatan debit. Banyaknya jumlah pos hujan menimbulkan permasalahan dalam biaya operasi dan pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pos hujan yang paling berpengaruh pada DAS Bd. Katulampa. Analisis dilakukan dengan metode Stepwise yang merupakan analisis multi correlation, dalam hal ini data hujan bulanan sebagai variabel bebas dan data debit bulanan sebagai variabel tidak bebas. DAS Bd. Katulampa dipengaruhi oleh 13 pos hujan. Akan tetapi karena keterbatasan data, analisis dilakukan pada 5 Pos Hujan yaitu Pos Perkeb. Gn. Mas, Pos Gunung Mas, Pos Panjang, Pos Pasir Muncang dan Pos Katulampa. Hasil analisa dengan multi correlation menunjukkan bahwa pertambahan nilai korelasi bertambah dari kombinasi 2,3 dan 4 pos hujan. Akan tetapi pada kombinasi 5 pos hujan, pertambahan nilai korelasi tidak lagi signifikan. Hal ini bisa disimpulkan bahwa pada DAS Bd. Katulampa, pencatatan pos hujan cukup terwakili dengan kombinasi 4 pos hujan antara lain Pos Perkeb. Gn. Mas, Pos Panjang, Pos Pasir Muncang dan Pos Katulampa. Kombinasi 4 pos hujan ini kemudian di cek dengan standar WMO. Polygon thiessen yang dihasilkan 4 pos hujan hasil analisis, menghasilkan luas pengaruh pos hujan maksimum adalah 50.57 km2 yaitu Pos Pasir Muncang dan minimum 15.46 km2 Pos Katulampa. Artinya dengan 4 pos hujan tersebut, luas pengaruh pos hujan masih masuk dalam ketentuan yang disyaratkan oleh WMO.
OPTIMASI BENTUK RANGKA ATAP STRUKTUR KUDA-KUDA BAJA CANAI DINGIN Irfan Adhe Mashudi; Edi Santoso; Nindyawati Nindyawati
Bangunan Vol. 25 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v25i12020p9-20

Abstract

Pertumbuhan atau kenaikan penduduk Indonesia yang sangat pesat mengakibatkan bertambahnya jumlah kebutuhan rumah tinggal yang juga semakin meningkat. Saat ini pembangunan seperti apartemen, dan perumahan sangat banyak didaerah perkotaan yang diakibatkan karena bertambahnya penduduk, atau migrasi dari desa ke perkotaan untuk mengimbangi dari pertumbuhan penduduknya. Rumah - rumah yang dibangun di perumahan pada umumnya banyak yang menggunakan rangka baja ringan sebagai atapnya. Material rangka atap biasanya dari kayu, beton, baja dan baja ringan, masing-masing memilik kelebihan dan kekurangannya. Dalam hal ini material kuda-kuda baja ringan mempunyai banyak kelebihan dibandingkan dengan material yang lainnya dalam penelitian-penelitian yang dilakukan sebelumya. Beberapa tipe rangka untuk baja canai dingin antara lain tipe Howe, Pratt, Fan, Fink, Scissors dll. Untuk itu perlu dilakukan optimasi dari bentuk-bentuk rangka kuda-kuda baja ringan, untuk mencari bentuk rangka yang optimum, aman, ekonomis dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bentuk optimum maksimal dari rangka kuda-kuda baja ringan, megetahui beban maksimal, lendutan maksimal pada konfigurasi rangka, angka keamanan dan pola keruntuhan dari rangka kuda-kuda baja ringan akibat beban statis, sehingga bisa dijadikan sebagai rujukan untuk diterapkan pada jenis-jenis rangka kuda-kuda baja ringan yang lain. Dari penelitian ini didapatkan hasil berdasarkan pemodelan secara analitis dari beberapa tahap bentuk dari rangka kuda-kuda baja canai yang ditemukan, yakni bentuk rangka Fink yang dimodifikasi dengan batang horizontal dengan tipe F1 pada proses modifikasi. Pada tahap selanjutnya yakni proses kombinasi rangka tidak mencapai bentuk yang optimum. Lendutan maksimum pada pemodelan secara analitis yakni sebesar 11.17 mm pada beban 2250 kg. Sedangkan pada pemodelan prototipe lendutan maksimum yang terjadi sebesar 11.33 mm pada beban 1270.99 kg dan didapatkan hasil angka keamanan yang direkomendasikan sebesar 1,4. Untuk pola keruntuhan keruntuhan yang terjadi, pada ½, ¼ bentang terjadi tekuk torsi, dan pada bagian tumpuan terjadi tekuk lentur torsional.

Page 6 of 14 | Total Record : 132