cover
Contact Name
Mega Septia Sarda Dewi
Contact Email
mega.septia.ft@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
syahidah.faninastiti.ft@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No. 5
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Bangunan
ISSN : -     EISSN : 26210959     DOI : 10.17977
Core Subject : Engineering,
This journal explores conceptual ideas, theories, practices, research, and education in the fields of Civil Engineering and Building Engineering.
Articles 132 Documents
ANALISIS KONDISI GEOMETRIK JALAN TERHADAP POTENSI TERJADINYA KECELAKAAN LALU LINTAS Nando Ramadhani Nur Adnan; Pranoto Pranoto; Boedi Rahardjo
Bangunan Vol. 25 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v25i12020p21-32

Abstract

Kondisi geometrik jalan yang tidak sesuai dengan standar teknis perencanaan dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Tikungan SDN 3 Selorejo Kabupaten Blitar merupakan salah satu tikungan yang tidak memenuhi syarat perencanaan geometrik jalan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survei lokasi selama 4 hari. Data primer meliputi data volume lalu lintas, kecepatan kendaraan, perlengkapan jalan, pelebaran jalan, dan geometrik jalan. Data sekunder data kecelakaan lalu lintas dan geometrik existing. Hasil penelitian mendapatkan: (1) karakteristik lalu lintas memiliki volume maksimum terjadi pada hari Senin sebesar 17221 smp/ hari yang di dominasi oleh kendaraan ringan (LV) sebesar 46,13%, kecepatan kendaraan ratarata sebesar 47,95 km/jam dengan kecepatan tertinggi di dominasi oleh kendaraan bermotor (MC) yang memiliki rata-rata kecepatan sebesar 62,73 km/jam dengan kecepatan tertinggi yang pernah tercatat dalam pengamatan sebesar 87,64 km/jam, dan kepadatan kendaraan tertinggi terjadi pada hari Senin sebesar 32,73 smp/km, (2) kondisi geometrik jalan pada beberapa aspek perencanaan seperti nilai superelevasi existing memiliki nilai sebesar 11,50%, sedangkan pada hasil perencanaan diperoleh superelevasi sebesar 9,89%, lengkung peralihan existing memiliki panjang 40 meter, sedangkan pada hasil perencanaan diperoleh nilai lengkung peralihan sepanjang 54,56 meter, dan pelebaran jalan existing memiliki lebar jalan sebesar 0,3 meter, sedangkan pada hasil perencanaan diperoleh lebar jalan sebesar 0,7124 meter, (3) faktor-faktor penyebab kecelakaan di dominasi oleh faktor manusia sebesar 57,14% dengan sebab kejadian yang sering dialami adalah kecepatan tinggi dan mengantuk, faktor kendaraan sebesar 21,43% dengan sebab kejadian yang dialami karena rem blong, muatan berlebih, dan ban pecah, sedangkan pada faktor jalan sebesar 21,43% yang selalu disebabkan oleh kemiringan jalan pada tikungan.
APLIKASI LOGIKA FUZZY SUGENO UNTUK PREDIKSI NILAI SLUMP DAN KUAT TEKAN BETON Fairuza Putri Prastowo; Bambang Djatmiko; Nemesius Bambang Revantoro
Bangunan Vol. 25 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v25i12020p33-40

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi nilai slump dan kuat tekan beton adalah bahan-bahan penyusun beton. Logika fuzzy Sugeno digunakan untuk prediksi nilai slump dan kuat tekan beton dengan bantuan software MATLAB versi 8.5.0.197613 R2015a. Penelitian menggunakan desain eksperimental aplikatif dan validasi dengan sistem Multiple Input Double Output (MIDO). Hasil penelitian : 1) Variabel multiple input terdiri dari semen, agregat kasar, agregat halus, dan air. Variabel double output terdiri dari nilai slump dan kuat tekan beton. 2) Himpunan fuzzy yang digunakan himpunan variabel linguistik minimum-medium-maksimum dengan fungsi keanggotaan segitiga. 3) Perhitungan cara manual dengan 4 tahapan, yaitu: membuat himpunan dan multiple input variabel, aplikasi fungsi implikasi, komposisi aturan, dan deffuzifikasi. 4) Perhitungan cara komputasi. 5) Hasil validitas diperoleh: a) hasil perhitungan ouput cara manual sama dengan output cara komputasi, yaitu nilai slump 8,75 cm dan kuat tekan 50 MPa, b) uji linearitas menghasilkan nilai koefisien determinasi R2=0,967>0,95 untuk slump dan R2=0,9516>0,95 untuk kuat tekan beton, c) uji beda rerata didapat P-value 0,200>0,05 untuk slump dan P-value 0,136>0,05 untuk kuat tekan beton. Maka, program dinyatakan valid dan layak digunakan. 6) Simulasi aplikasi logika fuzzy Sugeno dilakukan 5 kali dengan hasil: a) Jumlah semen, jumlah agregat kasar, jumlah agregat halus dan jumlah air berbanding lurus dengan nilai slump dan kuat tekan beton, b) Jumlah semen berbanding terbalik dengan air. Apabila jumlah semen maksimum dan jumlah air minimum maka menghasilkan nilai slump minimum dan kekuatan tekan beton maksimum dan sebaliknya, c) Agregat halus berbanding lurus dengan agregat kasar. Sehingga nilai slump dan kuat tekan beton akan mengalami minimum, medium dan maksimum apabila agregat kasar medium dan agregat halus medium.
KAJIAN PENAMBAHAN PAPER SULDGE YANG BERVARIASI TERHADAP SIFAT FISIK DAN MEKANIK CEILING BRICK M. Abdul Aziz Kurniawan; Eko Suwarno; Boedya Djatmika
Bangunan Vol. 25 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v25i12020p41-52

Abstract

Ceiling brick buangan paper sludge salah satu alternatif membuat pelat lantai, secara ekonomis lebih murah dan memiliki kuat tekan setara dengan beton konvensional K300. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Terdapat dua jenis benda uji yang digunakan yaitu berbentuk kubus dengan ukuran 5 cm x 5 cm x 5 cm untuk mengetahui kualitas bahan ceiling brick dan benda uji berbentuk produk ceiling brick untuk mengetahui kualitas produk ceiling brick. Variasi paper sludge yang digunakan adalah 2%, 4%, 6%, dan 8%. Satu benda uji dilakukan dua pengujian yaitu uji fisik (rembesan air) dan mekanik (kuat tekan). Metode penelitian menggunakan analisa statistik One Way dan dilanjutkan analisis Tukey. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Kuat tekan produk ceiling brick dengan campuran paper sludge berurut-urut 0%,2%, 4%, 6%, dan 8% sebesar 8.43 MPa, 9.39 MPa, 11.28 MPa, 10.31 MPa, dan 8.30 MPa. Nilai rata-rata rembesan air produk ceiling brick dengan variasi berurut-urut 0%,2%, 4%, 6%, dan 8%, yaitu sebesar 0.35 ml/menit, 0.37 ml/menit, 0.35 ml/menit, 0.42 ml/menit, dan 0.36 ml/ menit. (2) Kuat tekan mortar kubus ceiling brick dengan campuran paper sludge berurut-urut 0%,2%, 4%, 6%, dan 8% sebesar 105.66 MPa, 112.67 MPa, 104.20 MPa, 98.55 MPa, dan 105.24 MPa. Rembesan air mortar kubus ceiling brick dengan variasi berurut-urut 0%,2%, 4%, 6%, dan 8%, yaitu sebesar 0,59 ml/menit, 0,54 ml/menit, 0,46 ml/menit, 0,27 ml/menit, dan 0,28 ml/menit. (3) Uji kuat tekan dan rembesan air terhadap produk ceiling brick yang telah dicampur paper sludge mengalami perbedaan tetapi tidak signifikan. (4) Uji kuat tekan terhadap mortar kubus ceiling brick yang dicampur paper sludge mengalami perbedaan tetapi tidak signifikan. Sedangkan uji rembesan air tehadap mortar kubus ceiling brick yang dicampur paper sludge mengalami perbedaan yang signifikan. (5) Campuran paper sludge 4% pada produk ceiling brick dan campuran paper sludge 2% pada mortar kubus ceiling brick menghasilkan kuat tekan optimum.
KAJIAN EKSPERIMENTAL PENAMBAHAN PLASTIK PET (POLYETHYLENE TEREPHTALATE) DAN ASBUTON LGA (LAWELE GRANULAR ASPHALT) PADA CAMPURAN ASPAL Sanggun Ismayalomi; Boedi Rahardjo; Pranoto Pranoto
Bangunan Vol. 24 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v24i12019p1-14

Abstract

Aspal porus atau aspal berpori adalah jenis metode perkerasan baru yang saat ini dikembangkan dalam dunia konstruksi jalan raya. Tujuan Penelitian untuk: (1) Mendeskripsikan karakteristik bahan penyusun campuran aspal porus dan (2) Pengaruh penambahan plastik PET dan asbuton LGA pada campuran aspal porus ditinjau berdasarkan Pengujian Marshall, Permeabilitas, Cantabro Loss, dan Binder Drain Down. Penelitian dilakukan dengan kadar aspal pen 60/70 yaitu 4%, 4,5%, 5%, 5,5%, dan 6% untuk mencari nilai kadar aspal optimum, kemudian akan ditambahkan dengan perbandingan bahan PET : LGA (0%:0%), (5%:5%), (10%:10%), (15%:15%), dan (20%:20%) terhadap berat total KAO dengan menggunakan cara basah. Hasil penelitian : (1) Karakteristik bahan penyusun campuran aspal porus yang terdiri dari agregat kasar, agregat halus, filler, aspal pen 60/70 telah memenuhi spesifikasi dan diperoleh kadar aspal optimum sebesar 5,25%. (2) Pengaruh penambahan PET : LGA ditinjau dari karakteristik Marshall memenuhi spesifikasi untuk nilai stabilitas, flow, dan VIM sehingga dapat memenuhi parameter untuk campuran aspal porus. Stabilitas tertinggi pada kadar penambahan PET : LGA yaitu (10%:10%) sebesar 616,37 kg, flow tertinggi pada kadar penambahan PET : LGA yaitu (20%:20%) sebesar 2,80 mm, dan VIM tertinggi pada kadar penambahan PET : LGA yaitu (0%:0%) sebesar 21,40%. Semakin tinggi kadar penambahan PET : LGA, menujukkan nilai koefisien permeabilitas air semakin rendah, nilai koefisien permeabilitas air tertinggi pada kadar penambahan PET : LGA terjadi pada (0%:0%) sebesar 0,032%. Dilihat dari pengujian cantabro loss, semakin tinggi kadar penambahan maka ketahanan campuran terhadap pelepasan butir semakin besar, namun untuk kadar (0%:0%) dan (5%:5%) tidak memenuhi spesifikasi karena hasil pengujian melebihi batas yang ditentukan. Pada hasil pengujian binder drain down semua kadar penambahan PET : LGA menunjukkan peningkatan persentase jumlah aliran dari kadar penambahan PET : LGA (0%:0%) hingga (20%:20%) sebesar 0,091% hingga 0,150%.
TINJAUAN TEORITIK DAN EMPIRIK PERAWATAN DAN PEMELIHARAAN GEDUNG TINGGI (HIGH RISE BUILDING) DI INDONESIA Sugiyanto Sugiyanto; Made Wena
Bangunan Vol. 24 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v24i12019p15-24

Abstract

Semakin banyaknya pembangunan gedung tinggi di kota-kota besar tentu akan muncul konsekuensi perawatan dan pemeliharaannya. Agar suatu bangunan dapat memenuhi fungsi sesuai dengan rencana, tentu membutuhkan perawatan dan pemeliharan sesuai standar. Merawat bangunan modern yang sarat dengan peralatan mechanical dan electrical, akan berbeda dengan bangunan-bangunan konvensional. Kalau semula pengertian perawatan gedung hanya dikaitkan dengan pembersihan (cleaning service) yang bisa ditangani oleh tenaga-tenaga biasa, maka perawatan bangunan-bangunan modern memerlukan tenaga akhli tersendiri. Berdasarkan pengamatan empiris saat ini perhatian masyarakat terhadap perawatan bangunan masih sangat kurang. Pengalaman menunjukkan bahwa pembangunan gedung lebih mudah dari pada melaksanakan tugas kewajiban merawat dan memelihara. Oleh karena itu tidak mengeherankan apabila gedung-gedung yang mewah yang baru saja selesai dibangun, dalam waktu beberapa tahun, kemudian mutunya telah menurun, terutama gedung-gedung yang berfungsi sebagai fasilitas umum dan fasilitas sosial. Tujuan tulisan ini adalah untuk melakukan analisis secara teoritik dan empirik terhadap permasalahan perawatan dan pemeliharaan gedung di Indonesia, khususnya di kota-kota besar.
PERBANDINGAN DAYA DUKUNG AKSIAL PONDASI TIANG BOR TUNGGAL MENGGUNAKAN DATA STANDARD PENETRATION TEST (SPT) DAN PILE DRIVING ANALIZER (PDA) TEST PADA PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL PANDAAN MALANG Nur Latifah Khomsiati; I Wayan Jirna; Eko Setyawan
Bangunan Vol. 24 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v24i12019p25-32

Abstract

Hasil hitungan daya dukung pondasi tiang yang didasarkan pada teori mekanika tanah, sebaiknya perlu dicek dengan mengadakan pengujian tiang untuk meyakinkan hasilnya. Salah satu pengujian tiang yang dilakukan adalah Pile Driving Analyzer (PDA) Test. Penelitian ini membandingkan nilai daya dukung SPT menggunakan 3 metode yaitu Metode Meyerhof, Poulos Davis, dan Luciano Decourt dengan hasil daya dukung PDA Test serta mengetahui rumus perhitungan daya dukung SPT yang paling mendekati hasil PDA Test. Nilai daya dukung ultimit (Qu) pondasi tiang bor tunggal yang dihitung dengan Metode Meyerhof dan Luciano Decourt menggunakan data SPT sudah mendekati nilai daya dukung PDA Test. Sehingga daya dukung SPT dikatakan mampu memprediksi daya dukung pondasi dengan baik Sedangkan metode Poulos Davis hasilnya jauh dari metode lainnya karena tidak memperhitungkan koreksi nilai N-SPT. Nilai daya dukung hasil PDA relatif lebih besar dikarenakan itu pada saat pelaksanaan pengeboran tiang, bentuk dinding tiangnya tidak seragam sehingga luas ujung tiang dan selimut tiang bertambah dan menyebabkan daya dukung menjadi lebih besar. Metode yang paling mendekati hasil Qu PDA adalah Metode Meyerhof, terbukti ada tiga titik yang selisih nilai daya dukungnya kecil. Hal ini dikarenakan pada Metode Meyerhof dilakukan koreksi pada nilai N-SPT.
PENGARUH PENDEKATAN LIFE BASED LEARNING BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATAKULIAH SPESIFIKASI DAN ESTIMASI BIAYA BANGUNAN Suparno Suparno; R. Machmud Sugandi; Nemesius Bambang Revantoro
Bangunan Vol. 24 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v24i12019p33-40

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah adalah mengetahui perbedaan hasil belajar antara mahasiswa yang belajar dengan pendekatan Life Based Learning berbasis model pemecahan masalah Instructional Model For Promoting Intellectual Development dibandingkan mahasiswa yang belajar dengan pendekatan pembelajaran model konvensional. Subyek penelitian dalam kelompok ekperimen terdiri dari 2 kelas mahasiswa yang memprogram matakuliah Spesifikasi dan Estimasi Biaya Bangunan, satu kelas sebagai kelompok eksperiment dan kelas lainnya sebagai kelompok kontrol. Untuk menguji hipotesis yang diajukan digunakan teknik analisis ttes. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa secara signifikan terdapat perbedaan hasil belajar kelompok mahasiswa yang menggunakan metode pemecahan dibandingkan dengan kelompok yang menggunakan metode konvensional. Hasil belajar pada kelompok yang menggunakan pendekatan Life Based Learning berbasis model pemecahan masalah lebih tinggi hasilnya dibandingkan dengan kelompok yang menggunakan model pembelajaran konvensional.
STRATEGI PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING MENGGUNAKAN ANIMASI GUNA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Meliana Ida Pingki Rukmana; Tri Kuncoro; Priyono Priyono
Bangunan Vol. 24 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v24i12019p41-50

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan strategi pembelajaran Problem Based Learning menggunakan media animasi. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran dan hasil belajar siswa di kelas XII TGB I SMKN 2 Probolinggo. Metode pengumpulan data menggunakan tes, angket, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil observasi, pada saat pra siklus menunjukkan aktivitas dikelas sebesar 39,48%, dengan presentase ketuntasan hanya mencapai 38%. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I dan siklus II terjadi peningkatan sebesar 17,81% dengan aktifitas belajar siswa dari siklus I sebesar 65% dan siklus II sebesar 82,81%. Dan hasil belajar siswa juga meningkat dari siklus I sebesar 79,2 menjadi 87,9 pada siklus II dengan presntase ketuntasan sebesar 62,5% pada siklus I menjadi 92% pada siklus II. Hasil presentase tindakan guru sebesar 72,81% menyatakan strategi Problem Based Learning menggunakan animasi mampu memperbaiki proses pembelajaran didalam kelas, dan 89% guru mampu mengoptimalkan proses pembelajaran.
WARNA PEMBELAJARAN PSG: PENINGKATAN TECHNICAL SKILL SISWA SMK SEBAGAI KEBUTUHAN DUNIA KERJA Blima Oktaviastuti; Luhfi Indana
Bangunan Vol. 23 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v23i12018p1-10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan serta sumbangan efektif dukungan industri dan vocational attitude terhadap hasil prakerin dan dampaknya pada technical skill siswa SMK kompetensi keahlian Teknik Gambar Bangunan di kabupaten Ngawi, Magetan, dan Ponorogo. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif korelasional. Sampel yang digunakan sebanyak 148 siswa SMK yang diambil menggunakan teknik proportionate random sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket, tes, dan dokumen nilai hasil prakerin. Uji hipotesis menggunakan analisis jalur dengan taraf signifikansi (Sig.) 0,05. Hasil uji hipotesis variabel pada sub-struktural 1 menghasilkan simpulan terdapat hubungan yang signifikan dan simultan antara variabel dukungan industri dan vocational attitude terhadap variabel hasil prakerin. Sedangkan untuk hasil uji hipotesis variabel pada substruktural 2 diperoleh simpulan terdapat hubungan yang signifikan dan simultan antara variabel dukungan industri, vocational attitude, dan hasil prakerin terhadap variabel technical skill.
IDENTIFIKASI AWAL WILAYAH PENGARUH KA KOMUTER DITINJAU DARI PENGGUNAAN MOBIL DI KOTA SURABAYA Anita Susanti; Ria Asih Aryani Soemitro; Hitapriya Suprayitno
Bangunan Vol. 23 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v23i12018p11-20

Abstract

Kemacetan lalu lintas merupakan permasalahan utama transportasi yang terjadi hampir di seluruh kota-kota besar yang ada di negara Asia. Kota Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia dalam mengatasi permasalahan kemacetan lalu lintas berupaya menyediakan Kereta Api Komuter bagi masyarakat yang melakukan perjalanan bolak-balik. Pada kenyatannya permasalahan kemacetan lalu lintas belum dapat teratasi disebabkan karena penggunaan kendaraan pribadi yang tidak seimbang dengan penggunaan angkutan umum sebesar 1:27. Kenyataan tersebut semakin diperburuk dengan keterbatasan bentangan layanan jalur rel Kereta Api (KA) di Kota Surabaya. Oleh karena itu wilayah pengaruh KA Komuter di Kota Surabaya penting untuk diketahui. Metode yang dilakukan pada identifikasi awal ini adalah studi literatur dan pengumpulan data primer. Hasil identifikasi awal menunjukkan bahwa wilayah pengaruh ditinjau dari KA Komuter SUSI arah Surabaya-Sidoarjo hanya diketahui pada saat menuju stasiun asal saja sebesar 3400 meter (42.86%). Wilayah pengaruh KA Komuter SUSI arah SidoarjoSurabaya pada saat menuju stasiun asal saja sebesar 4600 meter (50%) dan meninggalkan stasiun tujuan sebesar 4100 meter (100%). Wilayah pengaruh KA Komuter SULAM hanya diketahui dari arah Surabaya-Lamongan saja sebesar 4000 meter (100%) pada saat menuju stasiun asal dan 23000 meter (100%) pada saat meninggalkan stasiun tujuan. Wilayah pengaruh layanan KA Komuter SUSI dan SULAM dengan menggunakan mobil di Kota Surabaya pada saat menuju stasiun asal sebesar 4000 meter dan pada saat meninggalkan stasiun tujuan sebesar 4100 meter.

Page 7 of 14 | Total Record : 132