WAPFI (Wahana Pendidikan Fisika)
The below mentioned areas are just indicative. The editorial board also welcomes innovative articles that redefine any Science, especially Physics and Technology Education field. Earth Science and Education Basic Science in Physics Education New Technologies in Physics Education Research and Development in Physics Education Globalisation in Physics Education Women in Physics Education Computers, Internet, Multimedia in Physics Education Organization of Laboratories of Physic Curriculum Development on Physics Education Teaching, Media, and Learning Physics
Articles
216 Documents
Pengaruh Pemberian Open-Ended Test Melalui Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) terhadap Pemahaman Konsep Fisika Siswa SMA
Novi Citra Kirana;
A. Kusdiwelirawan;
Nyai Suminten
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 5, No 1 (2020): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (313.969 KB)
|
DOI: 10.17509/wapfi.v5i1.23455
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Open-Ended Test Melalui Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) terhadap Pemahaman Konsep Fisika Siswa SMA. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 23 Jakarta pada semester ganjil tahun ajaran 2019/2020. Metode penelitian yang digunakan yaitu Pre Experimental Design dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest, Teknik sampling yang digunakan adalah teknik Simple Random Sampling dengan istilah teknik acak tanpa memperhatikan strata yang ada pada populasi itu. Populasi penelitian ini berjumlah 30 orang siswa pada kelas eksperimen Setelah data berdistribusi normal dan homogen berdasarkan uji normalitas Liliefors Galat Taksiran dan uji homogenitas menggunkan uji Bartlett, dilanjutkan dengan pengujian hipotesis menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil perhitungan normalitas yang didapat , dan hasil perhitungan homogenitas diperoleh sedangkan hasil pengujian hipotesis pada taraf signifikan α = 0,05 memperoleh thitung = 13,32 ttabel = 2,045 dan pada α = 0,01 dengan thitung = 13,32 ttabel = 2,757. Maka Ho ditolak yang berarti terdapat Pengaruh sangat signitifikan pemberian Open-Ended Test melalui Model Creative Problem Solving (CPS) terhadap Pemahaman Konsep Fisika Siswa SMA. ABSTRACT This study aims to determine the Effect of Giving Open-Ended Test Through the Creative Problem Solving Learning Model (CPS) on Understanding the Physics Concepts of High School Students. This research was carried out at Muhammadiyah 23 Jakarta High School in the odd semester of the 2019/2020 school year. The research method used is Pre Experimental Design with One Group Pretest-Posttest research design, sampling technique used is the Simple Random Sampling technique with the term random technique without regard to strata that exist in that population. The population of this research is 30 students in the experimental class. After the data are normally distributed and homogeneous based on the normality test, Liliefors Error Estimation and homogeneity test using the Bartlett test, followed by hypothesis testing using t-test. Based on the results of the calculation of normality obtained, and the results of homogeneity calculations are obtained while the results of hypothesis testing at a significant level α = 0.05 obtain t = 13.32 ttable = 2.045 and at α = 0.01 with t = 13.32 ttable = 2,757. Then Ho is rejected which means there is a very significant influence in giving Open-Ended Test through Creative Problem Solving Model (CPS) on the Understanding of Physics Concepts of High School Students. Kata kunci : Model Pembelajaran Creative Problem Solving, Open-ended Test, Pemahaman Konsep Fisika
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MERUMUSKAN DAN MENGUJI HIPOTESIS MELALUI PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DENGAN METODE PRAKTIKUM
Eka Liandari;
Parsaoran Siahaan;
Ida Kaniawati;
Isnaini Isnaini
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 2, No 1 (2017): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (175.302 KB)
|
DOI: 10.17509/wapfi.v2i1.4904
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta rendahnya kemampuan siswa kelas XI MIPA 5, SMAN 1 Lembang dalam merumuskan hipotesis. Hasil tes awal menunjukkan bahwa siswa belum mampu mengidentifikasi variabel dan mengajukan hipotesis. Selain itu, kegiatan bersifat ilmiah yang dapat meningkatkan kemampuan merumuskan dan menguji hipotesis siswa seperti kegiatan praktikum jarang dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan merumuskan dan menguji hipotesis siswa melalui pendekatan keterampilan proses sains dengan metode praktikum. Merumuskan dan menguji hipotesis adalah salah satu cara untuk melatih siswa berpikir ilmiah dan membantu siswa menjawab berbagai persoalan fisika menggunakan metode ilmiah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi kemudian dibuat perencanaan perbaikan yang digunakan dalam siklus selanjutnya. Penelitian ini dilakukan sebanyak dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA 5, SMAN 1 Lembang yang berjumlah 36 siswa. Aspek yang diukur pada penelitian ini adalah kemampuan merumuskan hipotesis dengan indikator menentukan variabel, mengajukan hipotesis, dan memberikan teori pendukung hipotesis, serta kemampuan menguji hipotesis dengan indikator merancang percobaan, melaksanakan percobaan, menganalisis data dan menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil siklus I dan siklus II, profil kinerja merumuskan hipotesis siswa meningkat dari 76% menjadi 89% dan kinerja menguji hipotesis meningkat dari 75% menjadi 83%. Hal tersebut tercermin dari hasil pengamatan kinerja dan analisis lembar kerja siswa yang dikerjakan siswa selama pembelajaran. Selain itu, hasil tes kemampuan merumuskan hipotesis juga mengalami peningkatan dari 73% menjadi 96% dan menguji dari 72% menjadi 81%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan keterampilan proses sains dengan metode praktikum dapat meningkatkan kemampuan merumuskan dan menguji hipotesis siswa.
KARAKTERISASI SOAL TES KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MENGGUNAKAN ANALISIS ITEM RESPONSE THEORY PADA MATERI FLUIDA STATIS
Popon Komala;
Ida Kaniawati;
Ridwan Efendi
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 5, No 2 (2020): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (69.167 KB)
|
DOI: 10.17509/wapfi.v5i2.7755
ABSTRAK Berpikir kritis menjadi salah satu keterampilan yang dianggap sangat penting dalam keterampilan abad-21 dan merupakan tujuan utama dalam pendidikan sains, namun perhatian yang cukup belum diberikan terhadap pengukuran keterampilan berpikir kritis pada domain sains tertentu seperti fisika. Penelitian ini berisikan konstruksi dan karakterisasi soal yang dirancang untuk mengukur keterampilan berpikir kritis siswa pada materi fluida statis. Karakterisasi soal ini bertujuan untuk menggambarkan kualitas soal keterampilan berpikir kritis dengan kategori memberikan alasan (verbal reasoning), pengujian hipotesis (hypothesis testing), analisis argumen (argument analysis), kemungkinan dan analisis ketidakpastian (likelihood and uncertainty analysis), serta pemecahan masalah dan pembuatan keputusan (problem-solving and decisioan making). Versi pertama dari soal diujicobakan kepada 11 orang siswa kelas X MIPA (N=11), ujicoba ini meliputi wawancara kognitif dan pelaksanaan uji coba skala kecil. Setelah itu dibuat modifikasi dan soal diujicobakan kepada subjek uji yang berbeda yaitu kelas X MIPA dan kelas XI IPA (N=50). Hasil dari ujicoba ini menunjukkan 15 dari 17 butir soal ini adalah valid untuk subjek uji yang memiliki tingkat kemampuan rata-rata sampai kemampuan tinggi sementara reliabiitas soal tes menunjukkan bahwa 13 soal reliabel untuk subjek uji yang memiliki kemampuan rata-rata dan empat soal lainnya reliabel untuk subjek uji yang memiliki kemapuan tinggi (diatas rata-rata). Berdasarkan temuan tersebut dapat dinyatakan bahwa soal yang telah dibuat mampu untuk mengukur keterampilan berpikir kritis pada materi fluida statis untuk subjek uji yang memiliki kemampuan rata-rata dan diatas rata-rata. Kata Kunci: Keterampilan Berpikir Kritis; Karakterisasi; Konstruksi; Validitas, Reliabilitas
PROFIL LITERASI PESERTA DIDIK TERHADAP MITIGASI BENCANA GUNUNG BERAPI DI DAERAH SUKARATU TASIKMALAYA
Fuji Aulia Al-Maraghi;
Chaerul Rochman;
Herni Yuniarti Suhendi
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 2, No 2 (2017): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (102.991 KB)
|
DOI: 10.17509/wapfi.v2i2.8275
Tasikmalaya adalah salah satu daerah yang memiliki gunung berapi masih aktif di Indonesia yaitu gunung Galunggung. Selain menjanjikan potensi alam yang menguntungkan, Galunggung juga masih berpotensi mendatangkan bencana. Oleh karena itu, kewaspadaan masyarakat akan datangnya bencana gunung berapi mutlak diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil literasi masyarakat (peserta didik) di sekitar gunung Galunggung dalam memahami mitigasi bencana gunung berapi. Subjek penelitian adalah 29 peserta didik dari SMA IT Riyadlussholihin yang berjarak 9,1 km dari gunung Galunggung. Penjaringan data dilakukan dengan menyebarkan instrumen literasi yang meliputi konten, proses, konteks dan sikap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata literasi peserta didik adalah 25 pada skala 0-100 (kategori rendah). Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai rujukan dalam pengembangan desain pembelajaran dan pengembangan bahan ajar SAINS di SMP dan pembelajaran Fisika, Kimia dan Biologi di SMA berbasis mitigasi bencana gunung berapi untuk sekolah di sekitar gunung Galunggung.Kata Kunci: literasi; mitigasi bencana, gunung berapi. Tasikmalaya is one of area which has a still active volcano in Indonesia, Mount Galunggung. Besides promising favorable natural potential, Galunggung also still potentially disastrous. Therefore, society awareness of impending volcanic eruptions absolutely necessary. The aim of the research is to describe the profile of literacy society (students) around Mount Galunggung in understanding the volcano disaster mitigation. The subject of the research are 29 students of SMA IT Riyadlussholihin within 9.1 km from Galunggung mount. The netting of data is done by distributing literacy instrument covering the content, process, context and attitude. The result shows that the average of students science literacy was 25 on a scale of 0100 (lower category). Tthe result of the study can be used as a reference in the development of instructional design and development of teaching materials of SCIENCE in junior high school and learning Physics, Chemistry and Biology in senior high school based disaster mitigation volcano to schools around Mount Galunggung.Keywords: literacy; disaster mitigation, volcano
Pengembangan Alat Praktikum Digital Gerak Jatuh Bebas Sebagai Media Pembelajaran Fisika
Nofrina Maulani;
Didik Setiawan;
Supriyadi Supriyadi;
Sulhadi Sulhadi
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 6, No 1 (2021): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Februari 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (449.536 KB)
|
DOI: 10.17509/wapfi.v6i1.32454
Untuk menjadikan pembelajaran fisika dengan konsep abstrak menjadi konkrit diperlukan sebuah teknologi. Perkembangan teknologi pada abad 21 berkembang sangat pesat. Perkembangan teknologi modern yang bersifat praktis dengan adanya alat praktikum yang mendorong minat siswa untuk melakukan praktikum gerak jatuh bebas. Pengembangan alat praktikum yang disusun dari persamaan matematis gerak jatuh bebas mempermudah siswa untuk melakukan praktikum. Adanya alat praktikum digital gerak jatuh bebas ini, siswa dapat mengamati dan melakukan praktikum pada obyek yang sedang dipelajari. Alat praktikum menampilkan hasil percobaan secara otomatis dan data percepatan gravitasi diolah secara digital. Pengolahan secara digital setelah menekan tombol “Mulai” pada alat praktikum gerak jatuh bebas menggunakan aplikasi Delphi XE. Hasil pengolahan data praktikum menentukan nilai percepatan gravitasi di tempat praktikum. Variasi yang digunakan yaitu variasi massa benda uji dan variasi ketinggian benda. Hasil nilai percepatan gravitasi di tempat praktikum yang diperoleh sesuai dengan teori yaitu sebesar 9,8 ms-2. Kata kunci : alat praktikum, digital, gerak jatuh bebas ABSTRACT Make physics learning with abstract concepts into concrete, technology is needed. The development of technology in the 21st century is growing very rapidly. The development of modern technology that is practical with the existence of practical tools that encourage students' interest in practicing free fall motion. The development of practicum tools which are composed of mathematical equations of free fall motion makes it easier for students to do practicum. With this free fall motion digital practicum tool, students can observe and do practicum on the object being studied. The practicum tool displays the results of the experiment automatically and the gravitational acceleration data is processed digitally. Digital processing after pressing the "Start" button on the free fall motion lab tool using the Delphi XE application. The results of practicum data processing determine the value of gravitational acceleration at the practicum. The variations used are variations in the mass of the test object and variations in the height of the object.The results of the value of gravitational acceleration at the practicum obtained in accordance with the theory is 9.8ms-2. Keywords : digital, free fall motion, practicum tools
PROFIL KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN IPA BERBASIS STEM
Anti Haryanti;
Irma Rahma Suwarma
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 3, No 1 (2018): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (85.794 KB)
|
DOI: 10.17509/wapfi.v3i1.10940
ABSTRAK Ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin berkembang pesat menuntut manusia untuk tidak hanya memiliki kemampuan kognitif namun juga memiliki keterampilan lain yang dituntut di abad 21. Terdapat 4 keterampilan yang dituntut dimiliki oleh manusia di abad 21 ini, salah satu diantaranya adalah keterampilan berkomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil keterampilan komunikasi siswa SMP pada pembelajaran IPA berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Penelitian ini melibatkan sampel sebanyak 16 orang siswa kelas VIII yang mengikuti ekstrakurikuler STEM di salah satu SMP negeri di Kota Bandung. Keterampilan komunikasi siswa ini dibagi ke dalam komunikasi lisan dan komunikasi secara tertulis. Pengumpulan data dilakukan melalui proses presentasi dan pembuatan laporan yang dinilai berdasarkan rubrik yang telah ditentukan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pada keterampilan komunikasi lisan terdapat 43,75% siswa berada pada kategori ‘Sesuai Standar’ dan 56,25% siswa berada pada kategori ‘Tidak Memenuhi Standar.’ Sementara itu, pada keterampilan komunikasi secara tertulis ditemukan bahwa: (1) Terdapat 56,25% siswa berada pada kategori Intermediate, (2) Terdapat 31,25% siswa berada pada kategori Emerging, (3) Terdapat 12,50% siswa berada pada kategori Basic, dan (4) Tidak tedapat siswa yang berada pada kategori Advance. Berdasarkan data tersebut, dapat diketahui bahwa mayoritas siswa masih berada pada kategori Intermediate untuk komunikasi tertulis dan ‘Tidak Memenuhi Standar’ untuk keterampilan komunikasi lisan. Hal tersebut menunjukkan bahwa keterampilan komunikasi lisan siswa dalam pembelajaran IPA berbasis STEM masih perlu dioptimalkan. Kata Kunci: Pembelajaran STEM; Keterampilan Komunikasi; Komunikasi Lisan; Komunikasi Tertulis ABSTRACT Science and technology which are rapidly growing demanded human resources to have not only cognitive ability but also another skills that are required in the 21st century. There are 4 skills that is required by humans in the 21st century and one of them is communication skill. This study aims to analyze the profile of junior high school students communication skill with a STEM-based science learning. Sample of this study were 16 junior high school student who’s involved in STEM extracuricullar in Bandung. This student communication skills are divided into oral communication and written communication. The data were collected through the process of presentation and making reports assessed based on the rubric that has been determined. Results showed that on oral communication skills there are 43.75% of students are in the category of meeting the standards or average and 56.25% of students are in the category of ‘doesn’t meet the standards’. Meanwhile, on written communication skills showed that: (1) 56.25% of students are in the category of intermediate, (2) 31.25 of students are in the category of emerging, (3) 12.50% of students are in the category of basic, and (4) There are no students in the category of advance. Based on the data, majority of students are in the category of intermediate in written communication skills and doesn’t meet the standards in oral communication skills. These results indicate that the oral communication skills with STEM-based science learning stills need to be optimalized. Keywords: STEM-based Science Learning; Communication Skill; Oral Communication; Written Communication
Penerapan Pembelajaran Flipping STEM Classroom terhadap Penguasaan Konsep dan Kreativitas Siswa Pada Materi Usaha dan Energi
Hariyani Nuriyah
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 6, No 2 (2021): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (620.669 KB)
|
DOI: 10.17509/wapfi.v6i2.37248
Masih banyak penerapan kurikulum 2013 dengan menggunakan pembelajaran konvesional yang berpusat pada aktivitas guru. Pembelajaran Konvesional mengakibatkan siswa kurangnya menguasai konsep materi yang diajarkan dan kurangnya membangun kemampuan dalam proses kreativitas siswa, terutama pada kegiatan pembelajaran fisika. Dengan adanya kendala tersebut, ada beberapa solusi yang dilakukan pada penelitian ini adalah penerapan pembelajaran Flipping STEM Classroom pada materi usaha dan energi supaya tidak terjadinya metode pembelajaran konvensional. Penerapan pembelajaran Flipping STEM Classroom yang dilakukan dua kegiatan pembelajaran, kegiatan di dalam kelas dengan menggunakan pendekatan STEM dan kegiatan di luar kelas dengan waktu yang fleksibel, kegiatan di luar kelas ini menggunakan model pembelajaran Flipping Classroom. Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental dan desain penelitiannya ialah One Groups Pretest-Posttest Design. Data yang didapatkan secara kuantitatif. Hasil peningkatan penguasaan konsep yang didapatkan dan dianalisis dari penelitian ini bedasarkan nilai N-Gain sebesar 0,71, kategori nilai N-Gain yang telah didapatkan termasuk dalam kategori tinggi. Hasil proses kreativitas yang didapatkan dalam penelitian ini memiliki presentase 32% siswa memiliki kemampuan sangat kreatif, 28% siswa memiliki kemampuan kreatif, dan 40% siswa memiliki kemampuan cukup kreatif. Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran Flipping STEM Classroom pada materi usaha dan energi berpengaruh dalam penguasaan konsep dan kreativitas siswa dan tanggapan siswa setelah mendapatkan penerapan pembelajaran Flipping STEM Classroom membuat mereka menguasai konsep usaha dan energi dan berpengaruh dalam proses melakukan kreativitas yang dilakukan oleh siswa dalam pembuatan alat sederhana.
EFEKTIVITAS PROSES PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIK
Ruhma Nursyarifah;
Chaerul Rochman;
Dindin Nasrudin;
Endah Kurnia Yuningsih;
Abdul Latif
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 3, No 2 (2018): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (271.817 KB)
|
DOI: 10.17509/wapfi.v3i2.13723
ABSTRAKPenerapan pendekatan saintifik dalam kurikulum 2013 bertujuan untuk membentuk sikap ilmiah peserta didik. Selama ini, guru mengalami kesulitan untuk mengukur sikap ilmiah tiap individu peserta didik. Tujuan paper ini adalah ingin mengungkapkan penggunaan teknik penilaian Authentic Assesment Based on Teaching and Learning Trajectory (AABTLT) with Student Activity Sheet (SAS) dalam mengukur sikap ilmiah peserta didik. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan langkah-langkah: 1. Penyusunan RPP menggunakan pendekatan saintifik, 2) Penyusunan bahan pembelajaran, instrument dan rubrik penilaian, 3) Pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan pendekatan saintifik dan penilaian AABTLT with SAS, 4) Pengolahan dan analisis data. 5) Pelaporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; Penggunaan teknik AABTLT with SAS sangat efektif dalam mengukur perilaku saintifik dan proses pembelajaran terekam secara lengkap. Penilaian ini menyimpulkan bahwa dengan teknik AABTLT with SAS dapat mengukur efektivitas proses pembelajaran fisika menggunakan pendekatan saintifik.Kata Kunci: AABTLT with SAS; Efektivitas Proses Pembelajaran; Pendekatan SaintifikABSTRACKThe application of the scientific approach from the curriculum 2013 aims to shape the scientific attitude to learners. During this time, teachers have difficulty to measure the scientific attitude to each individual learner. The purpose of this paper is to express the use of the Authentic Assessment Based Teacher and Learning Trajectory (AABTLT) assessment technique with Student Activity Sheet (SAS) in measuring students' scientific attitudes. This research method uses descriptive method of steps: 1. Preparation of RPP using scientific approach, 2) Preparation of learning materials, instrument and rubric assessment, 3) Implementation of learning by applying scientific approach and assessment AABTLT with SAS, 4) Processing and data analysis. 5) Reporting. The results showed that; The use of AABTLT with SAS techniques is very effective in measuring scientific behavior and the learning process is recorded completely. This assessment concludes that with AABTLT technique with SAS can measure the effectiveness of physics learning process using scientific approach.Keywords: AABTLT with SAS; Effectiveness of learning process; scientific approach
Pengembangan Bahan Ajar Komik Fisika Berbasis Pendekatan Kontekstual pada Materi Hukum Newton
Yolanda Febrianti;
Parlindungan Sinaga;
Selly Feranie
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 7, No 1 (2022): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Februari 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (431.506 KB)
|
DOI: 10.17509/wapfi.v7i1.43954
Bahan ajar merupakan seperangkat alat yang digunakan untuk belajar yang berisikan materi, metode, batasan serta cara mengevaluasi secara sistematis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Namun, bahan ajar yang ada masih berfokus pada penyampaian materi yang tidak dihubungkan dengan fenomena kehidupan sehari-hari dan fokus pada pencapaian rumus. Selain itu, peserta didik menunjukkan ketertarikan pada bahan ajar berupa komik yang menyampaikan materi melalui alur cerita bergambar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menyusun bahan ajar komik fisika berbasis pendekatan kontekstual pada materi Hukum Newton. metode penelitian adalah Research and Development (RD) dengan model Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar berbentuk komik ini “Sangat Layak” untuk digunakan dalam pembelajaran. Dilihat dari hasil peningkatan pemahaman konsep yang dilakukan di dapatkan nilai n-gain sebesar 65,54% yang menunjukkan bahwa bahan ajar komik fisika yang dikembangkan termasuk kategori “sedang” dalam meningkatkan pemahaman konsep. Peserta didik memberikan respon positif dan menunjukkan ketertarikan pada bahan ajar komik ini serta guru juga memberikan respon positif untuk menggunakan komik ini sebagai bahan ajar penunjang belajar.
Rekonstruksi Set Alat Percobaan Viskositas
Hana Susanti;
Cahyo Puji Asmoro
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 4, No 1 (2019): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (447.229 KB)
|
DOI: 10.17509/wapfi.v4i1.15812
Percobaan Viskositas bertujuan untuk menentukan koefisien kekentalan zat cair dengan menggunakan hukum Stokes. Eksperimen tersebut menggunakan bola pejal dengan fluida yang ditempatkan dalam tabung kaca. Fluida yang dicari viskositasnya adalah minyak pelumas kendaraan bermotor atau yang biasa dikenal dengan sebutan oli. Percobaan yang merupakan salah satu mata praktikum di Laboratorium Fisika Dasar ini merupakan salah satu eksperimen yang menjadi dasar untuk melatihkan kemampuan alat ukur mahasiswa. Dalam metode pengukuran viskositas berdasarkan Hukum Stokes, dilakukan peluncuran bola pejal dalam suatu fluida yang ditempatkan dalam tabung. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kosntruksi ideal set alat viskositas untuk persamaan hukum stokes, agar diperoleh data yang akurat terkait nilai koefisien viskositas. Dalam hal ini Sample fluida yang digunakan oli (SAE 10W – 40). Metode penelitian yang digunakan adalah pengumpulan data berdasarkan eksperimen. Dari data yang terkumpul telah dihasilkan kesimpulan tetntang konstruksi tabung yang tepat dalam pengambilan data untuk menghasilkan data yang mendekati nilai referensi koefisien viskositas oli, dengan kondisi yang paling efektif dan efisien bagi praktikan. Kata kunci: Hukum Stokes, Oli, Viskositas ABSTRACTThe Viscosity experiment aims to determine the viscosity coefficient of liquid using Stokes' law. This experiment uses solid balls with fluid placed in a glass tube. The fluid that is sought for its viscosity is motor vehicle lubricating oil or commonly known as oil. This eksperiment, which is one of the practicum at the Basic Physics Labolatory that will be the basic for students to train their meassuring abbilities. The method for measuring viscosity is based on the Stokes Law, a solid ball dispatch into a fluid placed in a tube. This study was conducted to determine the ideal construction of viscosity tubes for stokes’ method, in order to obtain accurate data regarding the value of the viscosity coefficient. In this case the fluid sample was used oil (SAE 10W - 40). The research method that used is data collection based on experiments. From the collected data, conclusions have been made regarding the proper tube construction in retrieving data to produce data that approaches the oil viscosity coefficient reference value, with the most effective and safe conditions for the practitioner. Key words : Stokes Law, Oil, Viscosity