cover
Contact Name
Rizki Zakwandi
Contact Email
r.zakwandi@upi.edu
Phone
+6285669180173
Journal Mail Official
wapfi@upi.edu
Editorial Address
JL. Setiabudhi No. 229 Bandung, 40154 Jawa Barat - Indonesia. e-mail: wapfi@upi.edu Tel / fax : (022) 2004548 / (022) 2004548
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
WAPFI (Wahana Pendidikan Fisika)
ISSN : 23381027     EISSN : 26854414     DOI : https://doi.org/10.17509/wapfi
The below mentioned areas are just indicative. The editorial board also welcomes innovative articles that redefine any Science, especially Physics and Technology Education field. Earth Science and Education Basic Science in Physics Education New Technologies in Physics Education Research and Development in Physics Education Globalisation in Physics Education Women in Physics Education Computers, Internet, Multimedia in Physics Education Organization of Laboratories of Physic Curriculum Development on Physics Education Teaching, Media, and Learning Physics
Articles 216 Documents
Karakteristik Instrumen Tes Keterampilan Proses Sains Siswa SMA pada Materi Elastisitas dan Hukum Hooke Nurul Fadilla; Taufik Ramlan Ramalis; Achmad Samsudin
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 8, No 1 (2023): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Februari 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1329.625 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v8i1.54960

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik instrumen tes keterampilan proses sains pada materi elastisitas dan hukum Hooke pada siswa sekolah menengah atas (SMA) menggunakan analisis teori respon butir. Karakteristik instrumen yang dianalisis adalah model parameter logistik yang sesuai, validitas, reliabilitas, daya pembeda, tingkat kesukaran dan faktor tebakan semu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan desain one-shot design. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari 121 siswa SMA di Kota Bandung, Kota Tasik Malaya, dan Kota Padang Panjang yang telah mempelajari materi elastisitas dan hukum Hooke. Instrumen yang digunakan berupa 20 butir soal dalam bentuk pilihan ganda dengan lima pilihan jawaban. Hasil analisis validitas menggunakan indeks Aiken V menunjukkan bahwa instrumen tes ini dinyatakan valid. Berdasarkan identifikasi model parameter logistik, model yang paling cocok untuk instrumen ini adalah model 3-PL dengan fungsi informasi sebesar 21,02. Reliabilitas instrumen menunjukkan instrumen reliabel untuk diberikan kepada siswa dengan kemampuan rendah hingga sangat tinggi dengan nilai kemampuan -1,33 sampai 2,73. Parameter daya pembeda instrumen ini secara keseluruhan adalah baik dengan nilai a = 1,43 dengan tingkat kesukaran pada kategori sedang dengan nilai b = 0,9, dan faktor tebakan semu yang baik dengan nilai c = 0,17. Hasil analisis karakteristik instrumen menunjukkan bahwa instrumen tes keterampilan proses sains pada materi elastisitas dan hukum Hooke dinyatakan valid dan reliabel.
Profil Aktivitas Kecerdasan Majemuk Siswa SMA pada Materi Hukum Kepler dengan Penggunaan Bahan Ajar IPBA Berbasis Web Afaf Nur Aziizah; Winny Liliawati; Waslaluddin Waslaluddin
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 4, No 2 (2019): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.095 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v4i2.20204

Abstract

Kecerdasan merupakan salah satu faktor utama yang menentukan kesuksesan belajar siswa. Setiap orang memiliki kecerdasan yang beragam, yang dikenal dengan kecerdasan majemuk. Sehingga dibutuhkan bahan ajar yang dapat mengoptimalkan berbagai macam kecerdasan yang dimiliki siswa. Salah satunya Bahan Ajar IPBA berbasis web yang dibuat oleh Liliawati, dkk pada tahun 2015. Bahan ajar IPBA berbasis web ini mengakomodasi kecerdasan majemuk dalam setiap tahapan pembelajarannya. Hal ini sangat penting karena penilaian atau hasil belajar yang tidak mengakomodasi semua kecerdasan adalah bentuk penghambatan terhadap kecerdasan yang dimiliki siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil aktivitas kecerdasan majemuk siswa kelas X SMA pada materi hukum Kepler dengan penggunaan bahan ajar IPBA berbasis Web. Penelitian ini menggunakan metode pre-experimental design dan analisis data menggunakan statistik deskriptif. Instrumen yang digunakan adalah angket identifikasi kecerdasan majemuk dan lembar observasi aktivitas kecerdasan majemuk. Hasil penelitian menunjukan profil aktivitas kecerdasan majemuk diperoleh bahwa kemunculan aktivitas kecerdasan majemuk paling tinggi yaitu pada kecerdasan naturalis dan interpersonal, sedangkan yang paling rendah yaitu kecerdasan visual-spasial. Kata Kunci: Kecerdasan Majemuk; IPBA ABSTRACT Intelligence is one of the main factors that determine the success of student learning. Everyone has diverse intelligence, known as multiple intelligences. So that we need teaching materials that can optimize the various kinds of intelligence that students have. One of them is web-based IPBA Teaching Materials made by Liliawati et al in 2015. This web-based IPBA teaching material accommodates multiple intelligences in each stage of its learning. This is very important because the assessment or learning outcomes that do not accommodate all intelligence is a form of inhibition of the intelligence possessed by students. This study aims to determine the profile of multiple intelligence activities of SMA X students in Kepler's legal material with the use of Web-based IPBA teaching materials. This study used the pre-experimental design method and data analysis using descriptive statistics. The instruments used were multiple intelligence identification questionnaires and observation sheets of multiple intelligence activities. The results showed that the profile of multiple intelligence activities showed that the emergence of multiple intelligence activities was highest, namely in naturalist and interpersonal intelligence, while the lowest was visual-spatial intelligence. Keyword: multiple intelligence, IPBA
ANALISIS DESAIN PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS BERDASARKAN PROFIL PENALARAN ILMIAH Nehru Nehru; Ahmad Syarkowi
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 2, No 1 (2017): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.843 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v2i1.4867

Abstract

Mendesain suatu pembelajaran merupakan suatu kewajiban seorang pendidik. Desain pembelajaran harus disesuaikan dengan keadaan peserta didik.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan desain pembelajaran Elektronika Dasar 1 yang sesuai dengan kemampuan penalaran ilmiah peserta didik di Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Jambi dalam rangka melatihkan kemampuan literasi sain mahasiswa.Desain yang digunakan adalah desain campuran dengan menggunakan instrumen Lawson’s classroom test of scientific reasoning pada subjek penelitian sebanyak 93 mahasiswa yangakan mengontrak matakuliah elektronika dasar 1 tahun depan. Penelitian ini menemukan bahwa 95,7% mahasiswa dalam kategori konkret, 4,3% mahasiswa dengan kategori tansisi, dan 0% dalam kategori formal. Persentase kemampuan penalaran Conservation thinking41%, proportional thinking 8%, control of variable 11%, probabilistic thinking 12%, correlational thinking 19%, dan hypothetivo-deductive reasoning 13%. Dari data kuantitatif ini dilanjutkan penentuan desain secara kualitatif yang menyimpulkan bahwa desain pembelajaran yang cocok adalah pembelajaran berbasis inkuiri terstruktur, pembelajaran inkuiri terbimbing atau dengan pembelajaran proyek yang dibimbing serta kegiatan lab haruslah bersifat real lab. 
Implementasi Strategi Pemecahan Masalah Berbasis Multirepresentasi untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif dan Keterampilan Representasi Siswa SMA Pada Materi Getaran Harmonik Sederhana Adillah Ishmahaniyyah; Parlindungan Sinaga; Amsor Amsor
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 5, No 1 (2020): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.263 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v5i1.23449

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis multirepresentasi terhadap peningkatan kemampuan kognitif dan keterampilan representasi siswa SMA khususnya pada materi Getaran Harmonik Sederhana.  Metode penelitian yang digunakan adalah Pre -experimental Designs dengan desain penelian One Group Pretest-posttest Designs. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda untuk mengukur kemampuan kognitif, tes uraian untuk mengukur keterampilan representasi, lembar observasi untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran, dan angket tanggapan siswa untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran multirepresentasi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan kognitif yang diukur menggunakan nilai gain yang ternormalisasi menunjukkan capaian 0,63 dengan kategori “sedang”, keterampilan representasi yang diukur menggunakan nilai gain yang ternormalisasi menunjukkan capaian 0,39 dengan kategori “sedang”, dan pembelajaran fisika dengan strategi pemecahan masalah berbasis multirepresentasi mendapatkan tanggapan “positif” siswa pada materi getaran harmonik sederhana.Kata kunci: Multirepresentasi, Kemampuan Kognitif, Keterampilan Representasi ABSTRACTThe purpose of this study is to knowing the effect of multirepresentation-based learning on enhancing cognitive abilities and representation skills of high school students, especially on simple harmonic vibration concept. This research uses pre-experimental esigns methods with one group pretest-posttest designs. The research instrument uses multiple choice tests to measure cognitive abilities, essay test to measure representation skills, an observation sheet to knowing the feasibility of learning process, and a questionnaire of student responses to knowing student responses to multirepresentation learning strategies. The results showed that the increase in cognitive abilities measured using normalized gain values showed achievements of 0,63 with "medium" categories, representation skills measured using normalized gain values showed achievements of 0,39 with "medium" categories, and physics learning with problem solving strategies based on multirepresentations get a positive responses from students on simple harmonic vibration concept.Keywords: Cognitive Abilitiy, Multirepresentations, Multirepresentation Skills
ANALISIS KURIKULUM ILMU PENGETAHUAN BUMI DAN ANTARIKSA PADA JENJANG SEKOLAH MENENGAH ATAS I. Ansori; T. Ramlan Ramalis; J. Aria Utama
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 1, No 1 (2013): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.269 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v1i1.4896

Abstract

Pengetahuan tentang bencana alam dan cara penanggulangannya seharusnya diperoleh oleh masyarakat ketika bersekolah melalui mata pelajaran IPA/Fisika, Geografi atau IPBA. Menurut UNISDR tahun 2010, Indonesia menduduki peringkat pertama dalam paparan terhadap penduduk atau jumlah manusia yang menjadi korban meninggal akibat bencana alam. Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan hal tesebut terjadi. Pertama, materi tersebut telah di pelajari di sekolah, tetapi dalam proses pembelajarannya sulit dipahami. Kedua, bahan kajian mengenai fenomena alam tersebut tidak termasuk dalam kurikulum IPBA di sekolah. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis perkembangan kurikulum IPBA di Indonesia, serta membandingkannya dengan kurikulum IPBA di Jepang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif komparatif dengan pendekatan kualitatif. Data kurikulum IPBA di Indonesia dan di Jepang dianalisis urutan pemberian materi, kedalaman materi, dan kompetensinya. Hasil analisis dan perbandingan menunujukkan bahwa kurikulum IPBA di Indonesia materi yang dibahasnya masih secara umum dari tahun ke tahunnya. Sedangkan kurikulum IPBA di Jepang, kurikulumnya sudah dibahas dengan dikaitkan terhadap fenomena alam yang terjadi. Dari segi kompetensinya Indonesia sangat jauh ketinggalan. Oleh karena itu hasil penelitian ini merekomendasikan agar kurikulum IPBA di Indonesia dibahas secara mendalam dengan dikaitkan terhadap fenomena alam yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari.Knowledge about natural disasters and how to tackling should be obtained by the public when studied through subjects Physics, geography or earth and space science. According to UNISDR of 2010, Indonesia was ranked first in the exposure to the population or the number of human victims died due to natural disasters. There are several possible causes of things are happening. First, the material has been learned at school, but in the process the lesson that is difficult to understand. Second, the study of natural phenomena is not included in the curriculum of earth and space science in the school. This research was conducted to analyze the development of curriculum in Indonesia, as well as the earth and space science compared it to the curriculum in Japan. The research was carried out using the method of comparative descriptive qualitative approach. earth and space science curriculum in Indonesia and in Japan analyzed a sequence of content, depth of content, and competencies. Result analysis and comparison of show earth and space science in the curricula that matter dealt with at Indonesia still generally from year to year. While in Japan, the curriculum already discussed with the associated to the natural phenomena that occur. In terms of competencies Indonesia greatly missed. Therefore it is recommended that the results of research curriculum in Indonesia earth and space science discussed in depth with the associated to the natural phenomenon that often occurs in life.
PROFIL MOTIVASI INTRINSIK SISWA DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS STEM (SCIENCE, TECHNOLOGY, ENGINEERING, AND MATHEMATICS) Rindu Nurani; Irma Rahma Suwarma; Ridwan Efendi
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 5, No 2 (2020): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.76 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v5i2.6151

Abstract

ABSTRAKPembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa di bidang STEM (sains, teknologi, rekayasa, dan matematika). Motivasi intrinsik terhadap suatu pekerjaan/ kegiatan merupakan hal yang penting untuk dimiliki seseorang agar suatu pekerjaan/ kegiatan yang dilakukannya lebih bermakna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi intrinsik siswa dalam pembelajaran berbasis STEM pada aspek interest/ enjoyment dan pada aspek value/ usefulness. Penelitian ini perlu dilakukan untuk mengetahui motivasi intrinsik siswa yang belajar dengan pendekatan STEM, agar siswa belajar sains, teknologi, rekayasa, dan matematika menjadi lebih bermakna. Penelitian dilakukan terhadap siswa kelas STEM (ekstrakurikuler) di salah satu SMP Negeri di kota Bandung, dengan jumlah siswa 31 orang. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes, diadaptasi dari Intrinsic Motivation Inventory (IMI), sebuah tes mengenai motivasi intrinsik berupa pernyataan-pernyataan terhadap suatu aktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek interest/ enjoyment dan pada aspek value/ usefulness 49% siswa memiliki motivasi intrinsik yang sangat tinggi, 48% siswa memiliki motivasi intrinsik yang tinggi, dan 3% siswa memiliki motivasi intrinsik yang sedang, dan tidak ada siswa yang memiliki motivasi intrinsik yang rendah.Kata kunci: Motivasi Intrinsik dan Pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics.
LEVEL CONCEPTUAL CHANGE MAHASISWA CALON GURU SD TERKAIT KONSEP BENDA NETRAL SEBAGAI EFEK IMPLEMENTASI VMMSCCTEXT Neni Hermita; Andi Suhandi; Ernawulan Syaodih; Achmad Samsudin
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 2, No 2 (2017): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.816 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v2i2.8270

Abstract

Telah dilakukan identifikasi untuk mendapatkan gambaran tentang profil learning progression mahasiswa calon guru SD sebagai efek implementasi Visual Multimedia Supported Conceptual Change Text (VMMSCCText). Sebelumnya, VMMSCCText dikembangkan untuk mencapai level conceptual change konstruksi dan rekonstruksi mahasiswa calon guru SD hanya dengan membaca text. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui level conceptual change mahasiswa calon guru SD terkait konsep benda netral setelah mengikuti aktivitas VMMSCCText. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif yang diimplementasikan pada 30 orang mahasiswa PGSD FKIP Universitas Riau pada mata kuliah Konsep Dasar IPA.  Level conceptual change pada mahasiswa diidentifikasi dengan uji diagnostik dalam format four tier test (FTT) dan penilaian pada LKM, kemudian dianalisis berdasarkan pedoman penentuan level conceptual change. Level conceptual change terdiri dari 1) konsepsi ilmiah sejak awal (KISA); 2) Statis (S); 3) Rekonstruksi (K); 4) Konstruksi (R); dan 5) Disorientasi (D). Hasil penelitian dengan VMMSCCText menunjukkan  level 1) konsepsi ilmiah sejak awal (KISA) sekitar 13,33%; 2) Statis (S) sekitar 6,67%; 3) Rekonstruksi (R) sekitar 76,67%; 4) Konstruksi (K)sekitar 3,33; dan Disorientasi (D) adalah 0%.  Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa VMMSCCText mampu meremediasi miskonsepsi dan mencapai  level conceptual change konstruksi dan rekonstruksi mahasiswa calon guru SD.Kata Kunci: VMMSCCTEXT, Level Conceptual Change dan Remediasi Miskonsepsi. Identification has been done to get a representation of progression learning profile of prospective elementary school teachers as the effect of Visual Multimedia Supported Conceptual Change Text (VMMSCCText) implementation. Previously, VMMSCCText was developed to reach the conceptual change level of construction and reconstruction of prospective elementary school teachers by reading text only. This study aims to determine the level of conceptual change of prospective elementary school teachers related to the concept of a neutral object after following the VMMSCCText activity. The method used is quantitative descriptive method implemented on 30 students of PGSD FKIP University of Riau in Basic Science Basic Course. The conceptual change level of the students is identified by the diagnostic test in the four-tier test (FTT) format and the assessment on the MFI, then analyzed based on the guidance of conceptual change level determination. The conceptual change level consists of 1) early scientific conception (KISA); 2) Static (S); 3) Reconstruction (K); 4) Construction (R); and 5) Disorientation (D). The results of the study with VMMSCCText indicate the level of 1) early scientific conception (KISA) about 13.33%; 2) Static (S) about 6.67%; 3) Reconstruction (R) around 76.67%; 4) Construction (K) about 3.33; and Disorientation (D) is 0%. Based on the result of the research, it can be concluded that VMMSCCText is able to remediate misconception and achieve conceptual change level of construction and reconstruction of elementary school teacher candidate.Keywords: VMMSCCText, Level of Conceptual Change and Remedy Misconception
Rancang Bangun Panduan Eksperimen Digital Berbasis Augmented Reality Pada Materi Hukum Kepler Kirana Nur Oktiani Koswara; Arif Hidayat; Winny Liliawati
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 6, No 1 (2021): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Februari 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1016.688 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v6i1.32387

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun panduan eksperimen digital berbasis Augmented Reality (AR) pada materi Hukum Kepler. Penelitian dilatarbelakangi oleh kurangnya kegiatan pembelajaran yang dapat membantu peserta didik untuk menganalisis gerak planet menurut Hukum Kepler (sesuai dengan KD 3.8 pada kurikulum 2013) sehingga peserta didik mengalami kesulitan untuk memahaminya. Metode penelitian yang digunakan yaitu Research and Development (RD) dengan model 4D yang kemudian dimodifikasi menjadi 3D, terdiri dari tahap Define, Design dan Develop. Untuk mengukur kualitas panduan eksperimen digital berbasis Augmented Reality dilakukan respon akademik untuk komponen materi dan media. Panduan eksperimen dikembangkan berdasarkan aspek-aspek inkuiri, sehingga dilakukan juga respon akademik untuk kesesuaian komponen panduan eksperimen digital dengan aspek inkuiri. Hasil respon akademik diolah dan dianalisis menggunakan Many Faceted Rasch Model. Kemudian, dilakukan uji terbatas produk kepada 7 peserta didik kelas XI di salah satu SMA di Kota Bandung menggunakan angket tanggapan peserta didik dan soal uji rumpang. Hasil penelitian menunjukan bahwa panduan eksperimen digital berbasis Augmented Reality yang dikembangkan memenuhi kriteria media, materi dan aspek inkuiri dengan hasil validasi terkualifikasi “layak” disertai dengan tanggapan yang positif dari peserta didik sehingga produk dapat digunakan untuk tahap selanjutnya (Dissiminate). Kata Kunci: Augmented Reality; Eksperimen; Digital; Inkuiri; Kepler  ABSTRACT This study aims to compile a digital experiment guide based on Augmented Reality (AR) on Kepler's Law material. Research is motivated by the lack of learning activities that can help students to analyze planetary motion according to Kepler's Law (according to KD 3.8 in the 2013 curriculum) so that students have difficulty understanding it. The research method used is Research and Development (RD) with a 4D model which is then modified into 3D, consisting of the Define, Design and Develop stages. To measure the quality of the Augmented Reality-based digital experiment guide, an academic response was carried out for the material and media components. The experimental guide was developed based on the aspects of inquiry, so that an academic response was also carried out for the suitability of the digital experiment guide component with the inquiry aspect. The results of academic responses were processed and analyzed using the Many Faceted Rasch Model. Then, a limited product test was carried out on 7 students of class XI in one of the high schools in Bandung using student response questionnaires and interlocking test questions. The results showed that the Augmented Reality-based digital experimental guide developed met the criteria for media, material and aspects of inquiry with the validation results that were qualified "feasible" accompanied by positive responses from students so that the product could be used for the next stage (Dissiminate). Keyword : Augmented Reality; Experiment; Digital; Inquiry; Kepler
PROFIL HAMBATAN BALAJAR EPISTIMOLOGIS SISWA PADA MATERI SUHU DAN KALOR KELAS XI SMA BERBASIS ANALISIS TES KEMAMPUAN RESPONDEN Restina Septiani; Heni Rusnayati; Parsaoran Siahaan; A.F.C. Wijaya
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 3, No 1 (2018): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.898 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v3i1.10935

Abstract

 ABSTRAK Masalah yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya kemampuan  siswa dalam memahami konsep pada materi suhu dan kalor. Hal ini dapat dilihat dari hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti melalui angket dan tes di salah satu SMAN di Kota Garut. Hasil studi pendahuluan menunjukan bahwa siswa tidak dapat mengejarkan tes pada materi suhu dan kalor. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui profil hambatan epistimologis siswa pada materi suhu dan kalor kelas XI SMA berbasis analisis Tes Kemampuan Responden. Hambatan belajar epistimologis yaitu hambatan yang terjadi karena ketidaksesuaian materi ajar dengan tingkat pengetahuan siswa atau siswa hanya memahami konten tertentu sehingga siswa  mengalami keterbatasan pola pikir dalam konsep ilmu pengetahuan. Metode yang digunakan adalah anilisis deskriptif melalui Tes Kemampuan Responden berupa tiga soal uraian yang mencangkup konsep Suhu dan Kalor yang diberikan kepada siswa di salah satu SMAN di Kota Garut. Dari hasil analisis Tes Kemampuan Responden, teridentifikasi beberapa hal yang menjadi hambatan belajar epistimologis siswa yaitu sebagai berikut: Pertama, siswa tidak dapat menjelaskan konsep suhu dan menyebutkan satuan suhu dengan tepat. Kedua, siswa  tidak dapat menjelaskan konsep kesetimbangan termal yang ditunjukan pada termometer. Ketiga, siswa tidak dapat menentukan nilai besaran yang dinyatakan dalam soal mengenai konversi termometer. Keempat, siswa tidak dapat menjelaskan prinsip Asas Black pada kasus pencampuran air panas dan air dingin. Kelima, siswa tidak dapat menentukan nilai kalor jenis suatu bahan  yang dinyatakan dalam soal pada prinsip Asas Black. Keenam, siswa tidak dapat menjelaskan konsep konduksi, konveksi dan radiasi pada serta penerapannya dalam kehidupan. Dapat disimpulkan bahwa masih terdapat hambatan belajar epistimologis pada materi Suhu dan Kalor, sehingga harus ada upaya untuk memperkecil hambatan belajarnya.   Kata Kunci:  Hambatan Belajar; Suhu dan Kalor; Tes Kemampuan Responden ABSTRACT The background problem of this study is the low ability of students to understand the concept on temperature and heat materials. This is shown the results of preliminary studies conducted by questionnaires and test in one of senior high school in Garut. The result of  preliminary show that students can not pursue tests on temperature and heat matter. The study aims to find out the student epistemological learning obstacle profile on temperature material of eleventh grade of senior high school based on analysis respondent’s ability test. The obstacles of epistemological learning are obstacles that happen because of the mismatch of teaching materials with the level of knowledge of students or students understand certain content, as a result the students have experienced of limitation mindset in the concept of knowledge. The method used is descriptive analysis through respondent ability test consists three of essay questions which describes the concept of temperature and heat that is given to students in one of senior high school in Garut. From the results of responder apability test, identified some things that become obstacles to epistimological leraning students are as follows: First, students can’t explain the concept of temperature and the exact unit temperature. Second, students can’t explain the concept of thermal equilibrium shown in the thermometer. Third, students can’t determine the value of the amount stated in the matter of thermometer conversion. Fourth, students can’t explain the principle of Black Principle in the case of hot and cold water mixing. Fifth, students can’t determine the heat type of a kind of material expressed in the matter on the principle of Black Principle. Sixth, students can’t explain the concepts of conduction, convection and radiation on and its application in life In conclusion, there is a lot of epistemological learning obstacle on temperature and heat material therefore there should be effort to minimize learning obstacles. Keywords: Learning Obstacles; Temperature and Heat; Respondent Ability Test
RANCANG BANGUN LABORATORIUM VIRTUAL UNTUK EKSPERIMEN PEMUAIAN ZAT PADAT DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Dzulfikar Saeful Nur
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 6, No 2 (2021): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1136.502 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v6i2.31502

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui kevalidan dan kelayakan media pembelajaran laboratorium virtual dalam praktikum pemuaian zat padat di sekolah menengah pertama; 2) mendeskripsikan tanggapan guru dan siswa terhadap laboratorium virtual dalam praktikum pemuaian zat padat di sekolah menengah pertama. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan atau Reseach and Development (RD) dengan menggunakan model desain media pembelajaran Dick Carry, yaitu model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Model ini memiliki 5 tahap: 1) potensi masalah dan pengumpulan data; 2) pembuat desain produk; 3) pembuatan dan pengembangan produk; 4) uji coba kelayakan produk; 5) validasi kelayakan produk. Instrumen yang digunakan menggunakan angket dengan subyek sebagai responden adalah  ahli media, ahli materi dan siswa. Produk akhir media pembelajaran laboratorium virtual dikemas dalam file dengan ekstensi .swf dan .apk dengan ukuran masing-masing file 3,51 MB dan 16,5 MB. File .swf dapat dijalankan pada komputer  dengan Operating System (OS) Windows XP, Windows 7, Windows 8, dan Windows 10. File .apk dapat  dijalankan pada smartphone dengan Operating System (OS) Android 4.0 sampai dengan Android 8.0. Hasil analisis data untuk validitas kelayakan produk oleh ahli media, ahli materi, dan siswa mendapatkan kategori sangat layak  dan layak, sehingga produk dapat dinyatakan valid. Kata kunci : Laboratorium Virtual, Media Pembelajaran.This study aims to: 1) determine the validity and feasibility of virtual laboratory learning media in solid expansion practicum in junior high schools; 2) describe teacher and student responses to virtual laboratories in solids expansion practicum in junior high schools. The type of research used is research and development or Research and Development (RD) using the Dick Carry learning media design model, namely the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). This model has 5 stages: 1) potential problems and data collection; 2) product designer; 3) product manufacturing and development; 4) product feasibility testing; 5) validation of product eligibility. The instrument used was a questionnaire with the subjects as respondents were media experts, material experts and students. The final product of the virtual laboratory learning media is packaged in a file with the extension .swf and .apk  with the sizes of files 3,51 MB and 16,5 MB respectively. The .swf file can be run on a computers with the Operating System (OS) Windows XP, Windows 7, Windows 8, and Windows 10. The .apk  file can be run on smartphones with the  Android 4.0 to Android 8.0 Operating System (OS). The results of data analysis for the validity of the product's feasibility by media experts, material experts, and students get the very feasible and feasible category, so that the product can be declared valid. Keywords : Virtual Laboratory, Learning Media