cover
Contact Name
Rizki Zakwandi
Contact Email
r.zakwandi@upi.edu
Phone
+6285669180173
Journal Mail Official
wapfi@upi.edu
Editorial Address
JL. Setiabudhi No. 229 Bandung, 40154 Jawa Barat - Indonesia. e-mail: wapfi@upi.edu Tel / fax : (022) 2004548 / (022) 2004548
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
WAPFI (Wahana Pendidikan Fisika)
ISSN : 23381027     EISSN : 26854414     DOI : https://doi.org/10.17509/wapfi
The below mentioned areas are just indicative. The editorial board also welcomes innovative articles that redefine any Science, especially Physics and Technology Education field. Earth Science and Education Basic Science in Physics Education New Technologies in Physics Education Research and Development in Physics Education Globalisation in Physics Education Women in Physics Education Computers, Internet, Multimedia in Physics Education Organization of Laboratories of Physic Curriculum Development on Physics Education Teaching, Media, and Learning Physics
Articles 216 Documents
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS SCIENTIFIC APPROACH PADA MATERI KALOR DAN PERPINDAHANNYA SISWA KELAS VII SMP Nurul Fitriastuti; Dwi Sulisworo; Ishafit Ishafit
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 3, No 1 (2018): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.322 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v3i1.10949

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah 1) hasil pengembangan modul fisika berbasis scientific  approach , 2) kelayakan  modul fisika berbasis scientific  approach  berdasarkan  validasi  ahli oleh dosen dan guru fisika serta respon siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE. Model pengembangan ADDIE yang didalamnya terdapat beberapa tahapan, antara lain: (1) Analisis, (2) Desain, (3) Pengembangan, (4) Implementasi, dan (5) Evaluasi. Hasil  penelitian  menunjukkan bahwa :  (1)  hasil  setiap tahapan pengembangan modul fisika berbasis  scientific approach adalah modul fisika yang telah di validasi dan telah  direvisi  berdasarkan  saran  dari  para  ahli  dan  telah  diuji  cobakan  kepada siswa  sebagai pengguna  di  lapangan, 2) dari pengembangan dengan menggunakan metode ADDIE didapat hasil antara lain mencakup penilaian ahli oleh dosen dan guru fisika 82.55% uji pengguna dengan persentase sebesar 81.82%. Dari hasil uji tersebut dapat disimpulkan bahwa pengembangan modul fisika berbasis scientific  approach layak digunakan sebagai bahan ajar. Kata Kunci: modul fisika; scientific approach; kalor dan perpindahannya; bahan ajar ABSTRACT The purpose of this study is 1) the result of the development of physics based scientific approach module, 2) the feasibility of a physics based scientific approach module based on validation by lectureship and physics teachers as well as student responses. This type of research is research and development with ADDIE model. The development model of ADDIE in which there are several stages, among others: (1) analysis, (2) Design, (3) development, (4) implementation, and (5) evaluation. Research result show that : (1) the result of each stage of development of a physics based scientific approach module is a validated and revised physics module based on advice from experts and has been tested for students as a user the field, (2) from the development of ADDIE method obtained results include expert judgement by lecturer ship and physics teachers 82.55% user test with a percentage of  81.82%. from the results can be concluded that the development of physics based module scientific approach worthy used as teaching materials. Keywords:  physics module; scientific approach; heat and displacement; teaching materials
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis pada Praktikum Fisika Medan Magnet dengan Model PODE Berbasis Vlab Yunissa Cesariyanti; Annisa Nurul Fitriani; Annisa Rohmatul Hasanah; Annisa Nurhayati; Riki Purnama Putra; Rena Denya Agustina; Adam Malik
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 7, No 1 (2022): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Februari 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.311 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v7i1.42503

Abstract

Kegiatan praktikum yang dilakukan secara daring menimbulkan banyak kendala seperti sulitnya akses penggunaan alat laboratorium, terbatasnya objek praktikum secara nyata yang mengakibatkan kurangnya pendalaman materi. Sehingga diperlukan model pembelajaran baru yang sesuai untuk menunjang kegiatan praktikum secara online melalui Virtual Laboratory. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh model pembelajaran PODE (Predict-Observe-Discuss-Explain) berbasis Virtual Laboratory atau VLab terhadap kemampuan berpikir kritis pada kegiatan praktikum fisika medan magnet. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan one group pretest-posttest pada kelas kontrol dan kelas eksperimen. Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh rata-rata nilai N-Gain pada kelas kontrol ialah sebesar 45.37 dan kelas eksperimen ialah sebesar 64.82 dengan hasil signifikansi berada di atas 0,05. Berdasarkan hasil analisis data penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif dalam penerapan model pembelajaran PODE berbasis Virtual Laboratory terhadap kemampuan berpikir kritis pada kegiatan praktikum fisika medan magnet oleh mahasiswa pendidikan fisika.
Pengembangan Model Penilaian Eksperimen Menggunakan Socio-Assessment pada Pembelajaran IPA (Fisika) di SMP Duden Saepuzaman; Setiya Utari; Muhamad Gina Nugraha; Saeful Karim; Raden Giovanni
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 4, No 1 (2019): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.218 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v4i1.15725

Abstract

Socio-assessment adalah penilaian proses pendidikan dari perspektif sosiologi yang  meliputi beberapa hal, diantaranya: pola umum kehidupan sosial siswa  (selama berlangsungnya proses belajar  ataupun setelah mengalami belajar), cara berpikir dan bertindak siswa di pengaruhi oleh bagaimana pihak guru memperlakukannya, prilaku siswa juga dipengaruhi oleh interaksi sosial siswa baik dilingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah,  pada akhirnya siswa akan  termarginalkan setelah menempuh pendidikan untuk mendapatkan   perubahan status sosial yang diinginkan. Studi ini difokuskan pada bagaimana keterlaksanaan, rubrik penilaian dan temuan pada saat pelaksanaan eksperimen IPA (Fisika) pada beberapa materi yang telah dilakukan di beberapa sekolah menengah pertama. Tinjauan temuan mulai dari observasi kelas melihat bagaimana guru dan siswa mengalami interaksi sosial untuk mencapai tujuan pembelajaran sampai pada menganalisis hasil temuan (refleksi) untuk membangun masyarakat belajar yang lebih baik. Penelitian akan menghasilkan model eksperimen dan model penilaian yang dipandang dapat memberikan pengalaman yang bermakna bagi siswa dalam kemampuan bereksperimen. metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan atau Research and Development (RD). Populasi yang digunakan adalah peserta didik SMP di beberapa  sekolah yang berbeda dengan masing-masing kelas melakukan eksperimen dengan judul yang berbeda-beda. Hasil penelitian menunjukan masih perlu adanya upaya tidakan guru selama proses pembelajaran. Hal ini didasarkan pada temuan proses pembelajaran baik yang langsung maupun yang tertulis dalam Lembar Kerja Siswa (LKS). Sebagai contoh untuk aspek observasi, Sebagian siswa menuliskan hasil observasinya tidak benar-benar berdasarkan apa yang diamati menggunakan panca indra mereka, melainkan sudah menyinggung materi-materi IPA Fisika berdasarkan pengetahuan awal yang dimiliki masing-masing siswa. Selain itu, siswa belum secara optimal mengungkapkan semua data yang diobservasi.Sebagai upaya tindakan guru dengan cara Mengembangkan pertanyaan arahan untuk melakukan pengamatan berkaitan dengan data yang dapat diobservasi jangan biarkan siswa terlalu menggunakan pengetahuannya untuk mengungkapkan hal yang diobservasi, hal ini penting agar kemampuan observasinya terlatihkan. Kata Kunci: sosio-assesment, penilaian, kemampuan eksperimen ABSTRACT Socio-assessment is an assessment of the educational process from a sociological perspective which includes several things, including: general patterns of student social life (during the learning process or after experiencing learning), students' ways of thinking and acting influenced by how the teacher treats them, student behavior by the social interaction of students both in the school environment and outside the school environment, in the end students will be marginalized after taking education to get the desired change in social status. This study focused on how the implementation, assessment and finding rubrics were carried out during the implementation of the Science (Physics) experiment on some material that had been carried out in several junior high schools. An overview of findings starting from class observations looks at how teachers and students experience social interactions to achieve learning objectives until analyzing findings (reflection) to build a better learning community. Research will produce experimental models and assessment models that are seen to provide meaningful experiences for students in their ability to experiment. The research method used is research and development (R D). The population used was junior high school students in several different schools with each class conducting experiments with different titles. The results of the study show that there is still a need for teacher action during the learning process. This is based on the findings of the learning process both directly and in writing on the Student Worksheet (LKS). For example for the aspect of observation, some students write down the results of their observations not really based on what is observed using their five senses, but have already touched on the material of Science Physics based on the initial knowledge that each student has. In addition, students have not optimally revealed all observed data. As a teacher's action effort by developing referral questions to make observations relating to observable data, do not allow students to use their knowledge to express observations, this is important so that their observational abilities are trained Kata Kunci: sosio-assesment, assesment, experiment skills
Pengembangan Aplikasi Android Berbasis STEM pada Materi Alat Optik Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Devita Ananda Rahayu; Nanky Rinealta Aganti
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 7, No 2 (2022): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) September 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4669.162 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v7i2.45381

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah aplikasi android berbasis STEM yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran di mata pelajaran fisika pada materi alat optik. Aplikasi berbasis android ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa. Pengembangan aplikasi ini mengikuti model pengembangan RD (Research and Development) yang mengadopsi model pengembangan ADDIE, yaitu yang terdiri atas lima tahapan dimulai dari analisis (analysis), desain (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation). Karena keterbatasan waktu dan pembatasan penelitian, maka penelitian dilakukan hanya sampai pada tahap pengembangan. Pada bagian pengembangan, dilakukan uji kelayakan draf aplikasi dengan angket penilaian yang didistribusikan dalam bentuk googke form kepada mahasiswa yang sedang menempuh studi di jurusan Pendidikan Fisika. Angket penilaian meliputi beberapa aspek, yaitu desain, kejelasan, materi, media, bahasa, STEM, dan aspek berpikir kreatif. Pengisian angket oleh para mahasiswa menyatakan bahwa persentase untuk aspek desain yaitu sebesar 79,92%, persentase untuk aspek kejelasan sebesar 79,92%, serta persentase aspek STEM sebesar 75,96%. sehingga ketiga aspek ini termasuk dalam kategori layak. Sesangkan pada aspek materi persetasenya sebesar 81,59%, aspek media persentasenya 80,53%, apsek Bahasa persentasenya 83,18%, dan aspek berpikir kreatif persentasenya sebesar 83,18%. Keempat aspek tersebut termasuk dalam kategori sangat layak. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dapat dinyatakan bahwa aplikasi andoroid berbasis STEM untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa sudah layak digunakan sebagai media pembelajaran dalam kegiatan pembelajaran mata pelajaran fisika pada khususnya materi alat optik.
Penggunaan Alat Peraga Pembelajaran Roberval Balance untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik pada Materi Fluida Statis Rima RJ Fatimah; Diah Mulhayatiah; Herni Yuniarti Suhendi
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 4, No 1 (2019): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.429 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v4i1.15824

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah pada materi fluida statis. Diharapkan dengan menggunakan alat peraga pembelajaran Roberval Balance dapat melatih dan mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas XI MIA MA Al-Bidayah. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperiment dengan desain non equivalent pretest posttest control group design. Populasi kelas XI MIA 1 dan XI IIS lintas minat fisika sebanyak 60 peserta didik, sampel yang diambil dengan purposive sampling. Data mengenai keterlaksanaan guru dan peserta didik diperoleh melalui lembar observasi, sedangkan data peningkatan  kemampuan pemecahan masalah peserta didik melalui tes soal uraian sebanyak lima soal. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas guru dan peserta didik menggunakan alat peraga pembelajaran Roberval Balance mengalami peningkatan; dengan rata-rata keterlaksanaan dari seluruh pertemuan aktivitas peserta didik 89% dengan kategori sangat baik dan aktivitas guru sebesar 85.8% dengan kategori sangat baik. Selain itu juga terdapat peningkatan  kemampuan pemecahan masalah peserta didik setelah diterapkannya alat peraga pembelaaran Roberval Balance dengan peningkatan dari rata-rata nilai N-gain sebesar 0.48 yang termasuk ke dalam kategori sedang.Kata Kunci   :  Fluida statis;Kemampuan Pemecahan Masalah;Roberval Balance. ABSTRACT This research aims to find out whether there is an increased ability of problem solving on a static fluid material.Expected by using the learning props Roberval Balance can be trained and able to enhance the problem solving ability of the students of Class XI MIA MA Al-Bidayah.The research method used was a Quasi alphabets experiment design with pretest posttest non equivalent control group design.The population of Class XI MIA 1 and XI IIS cross-interest physics as much as 60 learners, samples taken with purposive sampling.Data about keterlaksanaan teachers and learners the sheet obtained by observation, whereas the data upgrade troubleshooting learners through tests of reserved descriptions of five reserved.The results showed the activities of teachers and learners use learning props Roberval Balance has increased; with an average keterlaksanaan of the whole meeting activity learners 89% with the category of very good teachers and activity of 85.8% by category.In addition there is also an increasing problem-solving ability learners after implementing props pembelaaran Roberval Balance with increased from average values of N-gain of 0.48 which belong to the category of being. Keywords  :  Problem Solving Ability;Roberval Balance;Static Fluid.
Profil Miskonsepsi Siswa berdasarkan Hasil Tes Diagnostik Four Tier Test pada Materi Fluida Statis Shofyan Sholahuddin; Heni Rusnayati; Iyon Suyana
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 4, No 2 (2019): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.925 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v4i2.20201

Abstract

Miskonsepsi sering terjadi dalam pembelajaran fisika di SMA, salah satunya terjadi pada materi fluida statis. Miskonsepsi jika dibiarkan berlarut-larut tentunya akan menimbulkan masalah bagi siswa dalam memahami materi pada pembelajaran berikutnya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui profil miskonsepsi siswa terkait konsep fisika di materi fluida statis. Untuk mengetahui miskonsepsi yang terjadi, peneliti menggunakan tes diagnostik four tier test. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yang dilakukan pada 31 siswa SMA di Kota Bandung. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh data miskonsepsi yang terjadi di dalam konsep tekanan pada fluida yaitu: 41,94% terjadi pada tekanan hidrostatis dan 41,94% terjadi pada tekanan pada fluida dalam sistem tertutup. Adapun pada konsep gaya apung yaitu: 38,71% terjadi pada keterkaitan volume benda tercelup terhadap gaya apung dan 32,26% terjadi pada keterkaitan massa jenis fluida terhadap gaya apung. Hasil penelitian ini dijadikan pertimbangan untuk mengembangkan pembelajaran dengan penerapan bahan ajar Conceptual Change Text (CCT).      Kata Kunci:  Fluida Statis; Four tier test; Miskonsepsi ABSTRACT Misconceptions often occur in learning physics in senior high school, one of which occurs in static fluid. The ignored misconception will cause problems for students when understanding the material in the next learning. This research was conducted to determine the profile of students' misconceptions regarding the concept of physics in static fluid. To find the occured misconception, researcher used the diagnostic test four tier test. This research employed quantitative descriptive method which was conducted on 31 students of senior high school in Bandung. From the results of the research that had been executed, the obtained data on misconceptions that occur in the concept of pressure on the fluid, namely: 41.94% occurs in hydrostatic pressure and 41.94% occurs in the pressure on the fluid in an isolation system. As for concept of buoyancy, namely: 38.71% occurs in the relationship of the volume of immersed objects to buoyancy force and 32.26% occurs in the relation of fluid density to buoyancy force. The results of this study were taken into consideration to develop learning with the application of Conceptual Change Text (CCT) teaching materials. Keywords:  Static Fluid; Four Tier Test; Misconception
ANALISIS TES BERBASIS RANKING TASK DAN PILIHAN GANDA DALAM MENGUKUR PRESTASI BELAJAR SISWA S. Nurmatin; A.F.C. Wijaya; R. Efendi
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 1, No 1 (2013): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.773 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v1i1.4890

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang dilatarbelakangi oleh hasil survey terhadap 43 siswa SMA kelas XII IPA serta wawancara terhadap seorang guru mengenai tes. Tes formatif dengan bentuk soal pilihan ganda maupun pilihan ganda beralasan, jawaban 74% siswa berdasarkan pemahaman sendiri dan bekerjasama dengan teman, 21 % siswa melihat pekerjaan teman dan 5% siswa santai-santai saja dengan demikian guru sulit untuk mengukur prestasi belajar siswa. Sementara pelaksanaan tes yang sebenarnya bertujuan untuk mengukur prestasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesetaraan antara RTs dan pilihan ganda sebagai instrumen tes dalam mengukur prestasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan deskriptif dengan desain Single Group Desain dan rancangan penyetaraan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Tunggal (RKT). Populasi penelitian adalah siswa SMA kelas X di salah satu SMA di Bandung dengan sampel 30 siswa. Instrumen tes RTs dan pilihan ganda diuji coba terhadap 96 siswa SMA kelas X, hasilnya realibilitas kedua tes 0,72 dengan kriteria baik. Dalam pelaksanaan penelitian, tes pilihan ganda dan RTs digunakan dalam waktu bersaman sebagai tes formatif. Hasil penelitian menunjukan nilai varians kedua tes 0,34 nilai tersebut lebih kecil dari nilai varians dalam tabel, hal tersebut menandakan bahwa tes RTs setara dengan pilihan ganda dalam mengukur prestasi belajar siswa dan penggunaan RTs sebagai tes mendapatkan respon yang positif dari siswa. Dengan demikian RTs dapat digunakan sebagai tes yang dapat mengukur prestasi belajar siswa.Studies have been conducted against the backdrop of the results of a survey of 43 high school students class XII science and interviews with one of his teachers about the test. Formative tests in the form of multiple choice and multiple choice answers grounded 74% of students based on their understanding self and cooperation with friends, 21% of students see the work of friends only and 5% of students take it easy, the teacher so it is difficult to measure student achievement. Whereas the implementation of a test intended to measure student achievement. This study aims to determine the equivalence between the RTs and multiple-choice tests as an instrument to measure student achievement. This study is a descriptive with design research Single Group Design and used Equivalency Single Group (RKT). The study population was high school class of X in one high school in Bandung with the sample used is 30 students. Before research, tests multiple choice and RTs tested on 96 students high school class X, the test results obtained from both instrument test reliability 0.72 with criteria is good. In the course of research, multiple-choice test and RTs along the time as a formative test. The results showed both the value of variance test 0.34 is smaller than the value of the variance in the table, it indicates that test RTs is equivalent to a multiple-choice measure student achievement and use of the RTs as a test to get a positive response from students. RTs thus can be used as a test to measure student achievement.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN SUSTAINABILITY AWARENESS DALAM MATERI ALAT-ALAT OPTIK PADA SISWA SEKOLAH MENEGAH ATAS Naurah Dewi Kurnia; Agus Fanny Chandra; David Edison Tarigan
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 5, No 2 (2020): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.969 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v5i2.26345

Abstract

Dalam pembelajaran dikelas sebagian besar siswa hanya mendapatkan pengetahuan kognitif.  Seharusnya tidak hanya mendapatkan pngetahuan kognitif saja akan tetapi siswa harus memiliki  Sustainability awareness  setelah kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk  mengembangkan instrumen sustainability awareness dalam materi Fisika untuk siswa SMA Kota Bandung. Instrumen yang dikembangkan terdiri dari tiga sub dimensi yaitu ekonomi, masyarakat, dan lingkungan serta terdiri dari tingkat kesadaran  dalam konsep pembangunan berkelanjutan dan praktik, sikap dan nilai-nilai moral untuk keberlanjutan. Pada peneliatian ini menggunakan metode RD dengan model ADDIE dengan teknik analisa pemodelan Rasch. Instrumen  berupa angket kuesioner 21 soal pertanyaan tertutup menggunakan skala likert  4 poin.  Responden 250 siswa berpartisipasi mengisi angket instrumen dari 6 SMA Kota Bandung. Dari hasil pemodelan Rasch didapat koefisien reliabilitas cronbach alpha keseluruhan berada di kategori “bagus”, sedangkan koefisien reliabilitas item berada di kategori “istimewa”, tetapi koefisien reliabilitas siswa berada di kategori “lemah”. Dari hasil Uji validitas  instrumen, terdapat 4 item yang tidak valid yaitu item nomor 3, 14,12, dan 17 dimana nilai ZSTD dan  Pt Mean Corr tidak memenuhi kriteria. Namun  item instrumen yang tidak valid dan lemahnya koefisien reliabilitas siswa tidak mempengaruhi kualitas instrumen yang dikembangkan. Maka instrumen yang dikembangkan layak untuk digunakan untuk mengukur profil sustainability awareness pada siswa. Kata Kunci: Pengembangan instrumen, kesadaran pembangunan berkelanjutan ABSTRACT In classroom learning, most students only get cognitive knowledge. Should not only get cognitive knowledge but students must have sustainability awareness after teaching and learning activities. This study aims to develop sustainability awareness instruments in physics material for high school students in Bandung. The instrument developed consists of three sub-dimensions, namely economy, society and environment and consists of a level of awareness in the concept of sustainable development and practices, attitudes and moral values for sustainability. In this study using the RD method with the ADDIE model with the Rasch modeling analysis technique. Instrument in the form of a questionnaire questionnaire 21 questions closed questions using a 4-point Likert scale. Respondents of 250 students participated in filling out instrument questionnaires from 6 SMA Kota Bandung. From the results of the Rasch modeling, it was found that the overall Cronbach alpha reliability coefficient was in the "good" category, while the item reliability coefficient was in the "special" category, but the student reliability coefficient was in the "weak" category. From the results of the instrument validity test, there were 4 invalid items, namely items number 3, 14,12, and 17 where the ZSTD and Pt Mean Corr values did not meet the criteria. However, the invalid instrument items and the weak student reliability coefficient did not affect the quality of the instruments developed. So the instrument developed is feasible to be used to measure the profile of sustainability awareness in students. Keywords: Development of instruments, awareness of sustainable development
PENGGUNAAN INSTRUMEN TES FISIKA BERBASIS OPEN-ENDED QUESTION SEBAGAI SARANA BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF SISWA SMA Arvina Yulindar; Johar Maknun; Muslim Muslim
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 2, No 1 (2017): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.293 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v2i1.4909

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan penggunaan instrumen tes fisika berbasis open-endedquestionsebagai sarana berpikir kritis dan kreatif siswa SMA. Dalam penelitian ini data dikumpulkan denganmetode observasi, dan dianalisis secara deskriptif. Alat pengumpul data berupa angket dan wawancarakepada guru.Sampel penelitian adalah 6 guru fisika pada salah satu SMA Swasta di Bandung yang terdiridari 3 guru fisika kelas X, 2 guru fisika kelas XI dan 1 guru kelas XII. Hasil analisis data menunjukkan bahwapenggunan tes fisika berbasis open-ended question dikategorikan cukup, dikarenakan kurangnyapengetahuan guru tentang open-ended question. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai studipendahuluan untuk pengembangan instrumen tes fisika berbasis open-ended question sebagai saranaberpikir kritis dan kreatif siswa SMA.
Motivasi dan Hasil Belajar dalam Pembelajaran Adaptif Fisika menggunakan Naḍom Mabādī ‘Asyroh Adib Rifqi Setiawan
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 5, No 2 (2020): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.131 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v5i2.14566

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat kaitan antara perubahan motivasi dan hasil belajar siswa setelah penerapan naḍom mabādī ‘asyroh ke dalam pembelajaran adaptif di topik hakikat fisika. Data diperoleh menggunakan metode pre-experimental dengan desain one-group pretest-posttest terhadap sampel sebanyak 41 siswa sekolah menengah yang dipilih melalui teknik convenience sampling di Kabupaten Kudus. Peningkatan ditentukan berdasarkan nilai gain yang dinormalisasi terhadap hasil pretest-posttest menggunakan Science Motivation Questionnaire (SMQ) untuk mengukur motivasi belajar dan tes tipe uraian dengan keandalan sebesar 0,810 sebagai pengukur hasil belajar siswa untuk dikaitkan menggunakan Pearson r. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa mengalami peningkatan masing-masing dalam kategori sedang yang keduanya memiliki kaitan positif. Melalui penelitian ini, terungkap bahwa naḍom mabādī ‘asyroh bisa dipakai dalam pembelajaran Fisika untuk meningkatkan motivasi sehingga hasil belajar siswa turut meningkat.Kata kunci : naḍom mabādī ‘asyroh; motivasi belajar; hasil belajar; pembelajaran adaptif, hakikat fisika