cover
Contact Name
Rizki Zakwandi
Contact Email
r.zakwandi@upi.edu
Phone
+6285669180173
Journal Mail Official
wapfi@upi.edu
Editorial Address
JL. Setiabudhi No. 229 Bandung, 40154 Jawa Barat - Indonesia. e-mail: wapfi@upi.edu Tel / fax : (022) 2004548 / (022) 2004548
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
WAPFI (Wahana Pendidikan Fisika)
ISSN : 23381027     EISSN : 26854414     DOI : https://doi.org/10.17509/wapfi
The below mentioned areas are just indicative. The editorial board also welcomes innovative articles that redefine any Science, especially Physics and Technology Education field. Earth Science and Education Basic Science in Physics Education New Technologies in Physics Education Research and Development in Physics Education Globalisation in Physics Education Women in Physics Education Computers, Internet, Multimedia in Physics Education Organization of Laboratories of Physic Curriculum Development on Physics Education Teaching, Media, and Learning Physics
Articles 216 Documents
PENGEMBANGAN PERANGKAT E-LEARNING UNTUK MATAKULIAH FISIKA DASAR II MENGGUNAKAN LMS CHAMILO Fauzi Bakri; Dewi Muliyati
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 2, No 1 (2017): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.911 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v2i1.4868

Abstract

Penelitian pengembangan bertujuan untuk menghasilkan perangkat e-learning pada matakuliah Fisika Dasar II. Perangkat yang digunakan dalam pengembangan e-learning adalah learning management system (LMS) Chamilo. Metode yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan dengan pendekatan yang dikembangkan oleh Walter Dick and Lou Carey. Perangkat e-learning yang dikembangkan sudah sampai pada tahap evaluasi formatif. Hasil pada validasi ahli media, ahli pembelajaran dan ahli materi menyatakan bahwa perangkat e-learning secara keseluruhan sudah layak sebagai perangkat pembelajaran Fisika Dasar II. Hasil uji coba terbatas pada mahasiswa juga menghasilkan bahwa perangkat yang dikembangkan sudah berfungsi serta menarik untuk digunakan sebagai bahan belajar mandiri.
Pengembangan Tes Visual Spasial pada Materi Geometry of Solids Sarah Amalia; A. Kusdiwelirawan; Wahyu Dian Laksanawati
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 5, No 1 (2020): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.207 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v5i1.23456

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan karena adanya potensi masalah berkaitan dengan kurangnya kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan soal berbentuk 3 dimensi. Tujuan dalam penelitian ini untuk menghasilkan instrumen tes visual spasial di tingkat perguruan tinggi pada mata kuliah fisika zat padat pada materi geometry of solids. Metode yang digunakan adalah Research and Development (RD) meggunakan prosedur pengembangan ADDIE. Responden dalam uji validitas empirik tahap pertama pada penelitian ini sebanyak 35 responden. yang telah dilaksanakan di Universitas Negerti Jakarta (UNJ) dan Insitut Sains Teknologi Nasional (ISTN). Sedangkan pada uji validitas empirik tahapan kedua jumlah responden sebanyak 32 responden yang telah dilakukan di Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka. Pada penelitian ini telah melalui proses pengujian tes sebanyak dua tahapan uji validitas empirik. Hasil yang didapatkan pada penelitian pengembangan instrumen tes ini menunjukan : (1) Terdapat 6 butir soal diperoleh masuk kedalam kategori valid yang (2) Hasil akhir uji realibilitas diperoleh koefisien realibilitas 1,044 (sangat tinggi); (2) Uji kelayakan oleh ahli pada aspek materi 81,03 % (sangat baik), aspek kontruksi 84,16 % (sangat baik) dan aspek bahasa 87,70 % (sangat baik); (3) Hasil respon terkait instrumen pada penilaian mahasiswa 84,6267 % (sangat baik). Maka, dapat disimpulkan bahwa instrumen tes yang telah dikembangkan masuk kedalam kategori sangat baik dan layak dijadikan sebagai penilaian evaluasi kemampuan visual spasial mahasiswa atau kemampuan berpikir secara 3 dimensi.  ABSTRACT This research was conducted because of potential problems related to the lack of students' ability to solve 3-dimensional questions. The purpose of this study was to produce a visual spatial test instrument at the tertiary level in the physics subject of solids on the material geometry of solids. The method used is Research and Development (RD) using ADDIE development procedures. Respondents in the first stage empirical validity test in this study were 35 respondents. which has been held at the Jakarta State University (UNJ) and the National Institute of Technology Science (ISTN). Whereas in the second stage of empirical validity the number of respondents was 32 respondents which had been conducted at Prof. Muhammadiyah University DR. Hamka This research has gone through a process of testing two tests of empirical validity testing. The results obtained in the research development of this test instrument showed: (1) There were 6 items obtained into the valid category (2) The final results of the reliability test obtained a reliability coefficient of 1.044 (very high); (2) Feasibility test by experts on material aspects 81.03% (very good), construction aspects 84.16% (very good) and language aspects 87.70% (very good); (3) The response results related to the instrument on student assessment 84.6267% (very good). So, it can be concluded that the test instruments that have been developed fall into the very good category and deserve to be used as an evaluation evaluation of students' visual spatial abilities or thinking skills in 3 dimensions. Kata kunci : Kata kunci: RD, Reliabelitas, Tes Validitas, Visual Spasial
DESAIN INTRUMEN TES KREATIVITAS ILMIAH BERBASIS HU DAN ADEY DALAM MATERI KEBUMIAN Anggi Hanif Setyadin; Parsaoran Siahaan; Achmad Samsudin
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 2, No 1 (2017): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.839 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v2i1.4905

Abstract

Kreativitas adalah salah satu kompetensi penting abad ke-21. Kreativitas umumnya hanya memandang aspek fluency, flexibility dan originality, sedangkan kreativitas ilmiah memadukan aspek kreativitas dansains, sehingga diperlukan tes khusus untuk mengukurnya. Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen tes kreativitas ilmiah pada siswa SMP terkait materi kebumian. Instrumen tes disusun berdasarkan adaptasi dan modifikasi tes kreativitas ilmiah Hu dan Adey (2002). Metode penelitian yangdigunakan adalah metode penelitian dan pengembangan model instruksional 4D (define, design, develop, and disseminate) yang dibatasi hanya sampai tahap 2D(define and design). Sebanyak tujuh soal dimodifikasi dengan menyisipkan materi kebumian. Soal dikembangkan ke dalam bentuk semi-openquestion yang memungkinkan siswa dapat memilih pilihan jawaban/tidak memilih/menuliskan jawaban alternatif pada kolom kosong.Melalui tahap define dan design yang dilakukan, telah dikembangkan instrumen tes kreativitas ilmiah untuk siswa SMP dalam materi kebumian berbasis instrumen tes kreativitasilmiah oleh Hu dan Adey.
Profil Pertanyaan Siswa SMP Berdasarkan Klasifikasi The Question Category System for Science (QCSS) dan Penguasaan Konsep Pada Artikel Ilmiah Tema Pemanasan Global Ika Alfianti; Didi Teguh Chandra; Taufik Ramlan Ramalis
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 5, No 2 (2020): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.689 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v5i2.9204

Abstract

Pertanyaan siswa mempunyai peran penting dalam proses pembelajaran, yaitu sebagai sumber potensial dalam mempelajari sains dan mengajar dengan memberikan umpan balik yang berguna untuk guru tentang pemahaman siswa. Studi ini dilakukan untuk menganalisis pertanyaan yang diajukan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) berdasarkan klasifikasi The Question Category System for Science (QCSS) serta menganalisis pertanyaan siswa berdasarkan kelompok penguasaan konsep dengan menggunakan media artikel ilmiah pada tema pemanasan global. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Penelitian ini mengumpulkan pertanyaan-pertanyaan tertulis siswa dengan menggunakan empat artikel ilmiah dan mengelompokkan siswa menjadi tiga kelompok yaitu kelompok penguasaan konsep “tinggi”, “sedang”, dan “rendah” dengan menggunakan soal tes penguasaan konsep pemanasan global. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis data deskriptif. Hasilnya menunjukkan bahwa seluruh siswa mampu untuk mengajukan pertanyaan dan sebagian besar adalah jenis pertanyaan ingatan kognitif (57,02%) dan pertanyaan konvergen (33,56%), keduanya merupakan pertanyaan level kognitif rendah. Namun demikian, pertanyaan divergen paling banyak ditanyakan oleh kelompok penguasaan konsep “tinggi” dengan rata-rata 2,75 pertanyaan tiap siswa. Kata Kunci : Pertanyaan Siswa, QCSS, Penguasaan Konsep, Pemanasan Global
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI PADA MATERI PRINSIP ARCHIMEDES DI SMK DENGAN MENGGUNAKAN TES DIAGNOSTIK PILIHAN GANDA TIGA TINGKAT Diki Rukmana
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 2, No 2 (2017): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.938 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v2i2.8276

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi miskonsepsi pada materi prinsip archimedes di SMK dengan menggunakan tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilaksanakan di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan di Kabupaten Bandung dengan mengambil sampel sebanyak 2 kelas. Kelas pertama terdiri dari 31 siswa kelas X yang belum mendapatkan pembelajaran prinsip archimedes sedangkan kelas kedua terdiri 32 orang siswa kelas XI yang telah mendapatkan pembelajaran prinsip archimedes. Instrumen yang digunakan berupa tes diagnostikberbentuk pilihan ganda yang memiliki tiga tingkatan (pertanyaan, alasan, keyakinan). Hasil penelitian menunjukan bahwa pada kelas yang belum mendapatkan pembelajaran, rata-rata sebesar 21.98% siswa memahami konsep, 18.25% siswa memiliki pemahaman konsep yang kurang, 7.26% siswa tidak paham konsep dan 52.42% siswa mengalami miskonsepsi. Sedangkan pada kelas yang sudah mendapatkan pembelajaran prinsip archimedes, rata-rata sebesar 25.00% siswa memahami konsep, 31.05% siswa memiliki pemahaman konsep yang kurang, 4.49% siswa tidak paham konsep dan 39.45% siswa mengalami miskonsepsi.Tingginya nilai rata-rata presentasi miskonsepsi pada kedua kelas menunjukan bahwa miskonsepsi masihmendominasi konsepsi yang dimiliki siswa pada materi fisika sehingga menjadi tantangan bagi guru fisika untuk terus mengembangkan strategi pembelajaran untuk mereduksinya.Kata Kunci:  Miskonsepsi; Prinsip Archimedes; Tes Tiga Tingkat.
Karakterisasi Instrumen Sustainability Consciousness pada Topik Energi Dengan Analisis Model Rasch Hana Bunga Ghieny; Harun Imansyah; Winny Liliawati
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 6, No 1 (2021): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Februari 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (942.718 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v6i1.32455

Abstract

Penelitian mengenai penerapan Education for Sustainable Development (ESD) di sekolah telah banyak dilakukan. Namun sejauh ini, ketersediaan instrumen sustainability consciousness masih terbatas dan memiliki kelemahan sehingga kurang sesuai jika diterapkan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun dan mengkarakterisasikan instrumen sustainability consciousness yang diharapkan sesuai pada kondisi siswa Indonesia. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan desain penelitian menggunakan desain konstruksi dan validasi. Pengambilan data menggunakan teknik survei dengan teknik analisis data menggunakan model Rasch. Hasil penelitian menunjukan nilai validitas isi rata-rata yaitu sebesar 0,98 (sangat baik), validitas konten item untuk tingkat kesesuaian butir seluruh item dapat diterima, nilai validitas konstruk keseluruhan dapat diterima, dan nilai validitas skala peringkat untuk skala 1 hingga 4 dapat dipahami responden. Nilai reliabilitas cronbach alpha sebesar 0.63 (cukup), reliabilitas item sebesar 0,98 (sangat baik), reliabilitas responden sebesar 0,63 (cukup). Tingkat kesukaran item dikelompokan dari yang sulit disetujui, sedang, dan mudah disetujui berdasarkan nilai mean dan standar deviasi. Responden tidak menunjukan keberagaman yang baik sehingga terdapat beberapa item yaitu P7, S1, S5, S7, dan S8, yang memiliki nilai diskrimasi yang rendah. Namun, instrumen sustainability consciousness tidak memiliki item outliers atau item yang tidak dapat digunakan dan perlu dibuang.Kata kunci: Energi, ESD, Sustainability Consciousness ABSTRACKResearch on the application of Education for Sustainable Development (ESD) in schools has been widely carried out. However, so far, the availability of the sustainability consciousness instrument is still limited and has weaknesses so that it is not suitable for application in Indonesia. This study aims to develop a sustainability consciousness instrument which is expected to be suitable for the condition of Indonesian students and to characterize the sustainability consciousness instrument on the topic of energy. This research uses descriptive quantitative method with research design using construction design and validation. Collecting data using survey techniques with data analysis techniques using the Rasch model. The results showed that the average content validity value was 0.98 (very good), the item content validity for the suitability level of all items was acceptable, the overall construct validity value was acceptable, and the rating scale validity value for a scale of 1 to 4 was understandable. respondents. Cronbach alpha reliability value is 0.63 (enough), item reliability is 0.98 (very good), respondent reliability is 0.63 (enough). The level of difficulty of items is grouped from those that are difficult to agree with, moderate, and easy to agree on based on the mean and standard deviation. Respondents do not show good diversity, so there are several items, namely P7, S1, S5, S7, and S8, which have low discrimination values. However, the sustainability consciousness instrument does not have outliers or items that cannot be used and need to be discarded.Keywords: Energy, ESD, Sustainability Consciousness
MENGGALI KETERAMPILAN CREATIVE PROBLEM SOLVING YANG DIMILIKI SISWA SMP MELALUI PEMBELAJARAN IPA BERBASIS STEM Rifa Nuraziza; Irma Rahma Suwarma
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 3, No 1 (2018): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.092 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v3i1.10941

Abstract

ABSTRAK Perkembangan IPTEK yang sangat pesat di abad ke-21 mengakibatkan semakin ketat persaingan individu dalam mengembangkan keterampilan dan potensi yang ada pada dirinya, untuk mengimbangi pesatnya perkembangan IPTEK, setiap orang haruslah memiliki keterampilan 4c yaitu, communication, critical thinking, collaboration, dan creativity. Salah satu keterampilan abad ke-21 yang menjadi fokus pada penelitian ini adalah kreativitas. Secara lebih spesifik, keterampilan yang akan dikembangkan yaitu keterampilan berpikir kreatif dalam memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil CPS (Creative Problem Solving) dengan pembelajaran berbasis STEM pada sampel terpilih yaitu siswa kelas IX yang menyukai sains sebanyak 18 orang di salah satu SMP Negeri di Kota Bandung. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes berupa soal uraian yang kemudian dianalisis menggunakan CPS. Hasil analisis data memperlihatkan bahwa: (1) Pada tahap penilaian objective finding, persentase skor rata-rata yang diperoleh siswa sebesar 48,15% (2) Pada tahap penilaian fact finding, persentase skor rata-rata yang diperoleh siswa sebesar 44,44% (3) Pada tahap penilaian problem finding, persentase skor rata-rata yang diperoleh siswa sebesar 46,30% (4) Pada tahap penilaian idea  finding, persentase skor rata-rata yang diperoleh siswa sebesar 68,52% (5) Pada tahap penilaian solution finding, persentase skor rata-rata yang diperoleh siswa sebesar 38,89%. Jadi dapat disimpulkan bahwa siswa sudah dapat mengemukakan dengan baik gagasan untuk menyelesaikan suatu permasalahan dan siswa juga sudah dapat menjelaskan gambaran umum, menemukan fakta baru, serta mengetahui permasalahan dan dampak yang timbul dari suatu kejadian. Namun perlu ditingkatkan keterampilan siswa dalam menentukan solusi terbaik dalam menyelesaikan masalah. Kata kunci: Creative Problem Solving; pembelajaran IPA berbasis STEM ABSTRACT The development of science and technology in the 21st century are rapidly growing which create rivalry between individuals to establish their skills and potentials within their circumstances. To compensate the rapid development of science and technology, everyone need to have 4cs skills; communication, critical thinking, collaboration, and creativity. One of the 21st century skills which will become the focus of this research is creativity, specifically creative problem solving. This study aims to analyze the profile of student’s CPS (Creative Problem Solving) skill with STEM-based science learning on selected samples of 18 students from grade 9 who like science in one of the Junior High School in Bandung. Data is collected by test procedure in the form of description question thus analyzed by CPS. The result shows that: (1) In the assessment phase of objective finding, average score is 48.15% (2) In the assessment phase of fact finding, average score is 44.44% (3) In the assessment phase of problem finding, average score is 46.30% (4) In the idea finding assessment phase, average score is 68.52% (5) In the assessment phase of solution finding, of average score is 38.89%. The conclusions are students have been able to solve a problem as well as explaining the general conditions, finding new facts, and formulating the problems. However, it is mandatory to improve students' skill to determine the best solution to solve the problem. Keywords: Creative Problem Solving; STEM-based Science Learning
RANCANG BANGUN E-WORKSHEET BERBASIS LIVEWORKSHEET YANG BERORIENTASI KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA TOPIK MOMENTUM DAN IMPULS Muhammad - Alimahdi
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 6, No 2 (2021): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.918 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v6i2.39025

Abstract

Untuk mewujudkan pembelajaran jarak jauh yang optimal dan praktis, perlu dikembangkannya bahan ajar digital, diantaranya LKPD-Digital. LKPD-Digital model text completion dikembangkan berorientasi keterampilan berpikir kritis melalui kegiatan student-center. Penelittian ini bertujuan untuk mengembangkan LKPD-Digital untuk pembelajaran jarak jauh yang berorientasi keterampilan berpikir kritis. Metode penelitian model ADDIE digunakan dalam penelitian ini. Subjek penelitian yang terlibat terdiri dari 7 orang validator dan 29 peserta didik kelas XI SMA. Validator memberi penilaian terhadap tingkat kevalidan LKPD-Digital, sedangkan peserta didik menggunakan LKPD-Digital dan memberi tanggapan terhadap LKPD-Digital yang dikembangkan oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan persentase kualitas LKPD-Digital sebesar 95,94% dalam kategori sangat valid. Nilai n-gain sebesar 0,723 menunjukkan bahwa LKPD-Digital dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dalam kategori tinggi. Rata-rata hasil respon peserta didik 93,88% termasuk dalam kategori sangat baik. Dengan demikian, LKPD-Digital yang berorientasi keterampilan berpikir kritis sangat layak digunakan dan dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik.Kata kunci : LKPD-Digital, Berpikir Kritis, Pembelajaran Jarak Jauh
PROFIL HAMBATAN BELAJAR EPISTIMOLOGIS SISWA PADA MATERI FLUIDA STATIS KELAS XI SMA BERBASIS ANALISIS TES KEMAMPUAN RESPONDEN Gadis Argi Kiranti; Heni Rusnayati; A.F.C Wijaya; Parsaoran Siahaan
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 3, No 2 (2018): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.561 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v3i2.13724

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan oleh peneliti melalui angket dan tes di salah satu SMA di Kota Bandung menunjukan bahwa 62,96% siswa mengalami hambatan belajar pada materi fluida statis diantaranya yaitu tekanan hidrostatis, Hukum Pascal, Hukum Archimedes dan 66,63% siswa tidak dapat mengerjakan tes pada materi fluida statis (tekanan hidrostatis, Hukum Pascal dan Hukum Archimedes). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi profil hambatan belajar epistimologis siswa pada materi fluida statis (tekanan hidrostatis, Hukum Pascal dan Hukum Archimedes) kelas XI SMA berbasis analisis Tes Kemampuan Responden. Hambatan Epistimologi yaitu hambatan yang terjadi karena keterbatasan seseorang hanya pada suatu konteks tertentu, Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif melalui tes kemampuan responden. Tes kemampuan responden berupa soal uraian yang diberikan kepada siswa yang mencakup konsep esensial tekanan hidrostatis, Hukum Pascal, dan Hukum Archimedes. di salah satu SMA di Kota Bandung. Hasil yang didapatkan yaitu 68,32% siswa mengalami hambatan pada materi tekanan hidrostatis, 72,49% siswa mengalami hambatan pada materi Hukum Pascal, 70,69% siswa mengalami hambatan pada materi Hukum Archimedes. Dapat disimpulkan bahwa masih terdapat hambatan belajar epistimologis pada materi Fluida Statis (tekanan hidrostatis, Hukum Pascal dan Hukum Archimedes), sehingga diperlukan adanya upaya untuk memperkecil hambatan belajarnya.Kata Kunci: Hambatan Belajar; Fluida Statis ; Tes Kemampuan RespondenABSTRACTThe study, in which the data collection is in the forms of questionnaire and test in a senior high school in Bandung, shows that 62,96% of the students have obstacles in learning fluid statics such as hydrostatic pressure, Pascal’s law, and Archimedes’s and 66,63% students couldn’t answer the test about Fluid Statics (hydrostatic pressure, Pascal’s law, and Archimedes’s). This study aims at identifying the profile of the eleventh grade’s epistemological obstacles in learning fluid statics -e.g. hydrostatic pressure, Pascal’s law, and Archimedes’s based on the analysis of the respondent’s skill. Epistemological learning obstacle occurs due to limitation of knowledge to a certain concept. The method is qualitative descriptive through the responden’s skill test. The respondent’s skill test is in the forms of essay questions covering essential concept of hydrostatic pressure, Pascal’s law, and Archimedes’s. The result shows that 68.32% of the students have the obstacles in learning hydrostatic pressure, 72.49% in learning Pascal’s law, and 70.69% in learning Archimedes’s. This study concludes that the epistemological obstacles in learning fluid statics (especially hydrostatic pressure, Pascal’s law, and Archimedes’s) is evident so that the effort to reduce the obstacles is necessary.Keywords: Learning Obstacle; Fluid statics; the respondent’s skill test
Developing an interactive scratch-based learning media to enhance students’ understanding of basic gravity concepts Perdana, Riki; Fernandez Saragih, Januardo; Jumadi, Jumadi; Sukardiyono, Sukardiyono
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 10, No 1 (2025): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) February 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wapfi.v10i1.77260

Abstract

This study aims to develop a 3D Scratch-based physics learning media to enhance student learning outcomes in basic gravity concepts. Traditional learning methods often limit student engagement and hinder the development of essential skills. By incorporating interactive simulations and animations, Scratch-based media can provide a more dynamic and engaging learning experience. The 4D development model was employed to design and develop the media, focusing on aspects such as visual clarity, accessibility, and language appropriateness. A panel of experts, comprising a physics education lecturer and three prospective physics teachers, validated the media. The results indicated that the developed media achieved a very high level of feasibility, with an average score exceeding 81%. This research suggests that the integration of Scratch-based learning media can significantly improve student learning outcomes in physics, particularly around basic gravity. The interactive nature of the media, coupled with its inclusion of exercises and discussion questions, fosters active learning and enhances comprehension.