cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Edutech
ISSN : 08521190     EISSN : 25020781     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech adalah jurnal majalah ilmiah di Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia yang terbit sebanyak tiga kali dalam setahun pada bulan Februari, Juni, dan Oktober. Semua artikel yang dikirim melalui proses peer review double blind dan ulasan editor sebelum di publikasikan.Jurnal Edutech atau kepanjangan dari Educational Technology ini menerima artikel tentang pendidikan, teknologi pendidikan dan komunikasi
Arjuna Subject : -
Articles 267 Documents
KAJIAN TENTANG PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN YANG BERSIFAT EKSKLUSIF DAN ELITIS Kurniawaty, Imas
EDUTECH Vol 16, No 1 (2017): JEJARING PENDIDIKAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v16i1.7112

Abstract

Abstract. Based on research studies conducted by David Kerr in April 1999 in the inter-national study conducted by the “School Curriculum and Assessment Authority (SCAA)” through the “National Foundation for Educational Research in England and Wales (NFER)” with a duty to hold “international review of curriculum and assessment framework” in 16 countries around the world. From these studies, civics has some traits maximum and minimum. Civics at the mini-mum point marked one containing civics lesson, exclusivist and elitist emerged in the process of learning in Asian countries, including Indonesia. The purpose of study is to find out information on trends in the civics learning SMA Negeri 1 Ciwidey, which is exclusive and elitist. Be it in terms of teachers, students and schools, including several contributing factors that should be developed continuously contained in the school environtment. The method used is the case study method, which aims to reveal an intensive, detailed and in-depth evaluation of a particular symptom. Re-sults of the study revealed that learning civics in SMA Negeri 1 Ciwidey exclusive and elitist. This is caused by the lack of school facilities and civics teacher initiatives as well as the lack of student participation in the learning process.Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh David Kerr pada April 1999 atas nama Otoritas Kurikulum dan Evaluasi Sekolah (SCAA) melalui Badan Nasional Penelitian Pendidikan (NFER) di Inggris, yang bertujuan untuk mereviu kerangka kurikulum dan evaluasi di 16 negara di dunia. Hasil penelitian mengungkap bahwa terdapat karakter maksimum dan karakter minimum dalam pendidikan kewarganegaraan. Pendidikan kewarganegaraan dengan karakter minimum mengan-dung materi kewarganegaraan dan bersifat eksklusif dan elitis, sebagaimana yang muncul dalam proses pembelajaran pendidikan kewarganegaraan di negara-negara Asia termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi trend pendidikan kewarganegaraan di SMA Negeri 1 Ciwidey, yang bersifat eksklusif dan elitis. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap pendidikan kewarganegaraan yang bersifat eksklusif dan elitis ini antara lain guru, siswa, dan ling-kungan sekolah, yang harus dibangun secara terus menerus. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus, yang bertujuan untuk mengungkap secara intensif dan mendalam dari suatu gejala tertentu. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa pendidikan kewarganegaraan di SMA 1 Ciwidey bersifat eksklusif dan elitis. Hal ini disebabkan oleh kurangnya fasilitias sekolah dan inisiatif guru serta kurangnya partisipasi siswa dalam proses pembelajaran.
PENGARUH PENGGUNAAN INTERACTIVE MULTIMEDIA AUDIO TELLING MACHINE (iMATE) DAN TINGKAT SELF REGU-LATED LEARNING SISWA TERHADAP KEMAMPUAN MENERAPKAN GREETINGS BAHASA INGGRIS Sutisna, Muhammad Ridwan
EDUTECH Vol 16, No 3 (2017): PERGESERAN DAN PERAN MEDIA DIGITAL
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v16i3.9913

Abstract

Abstract. New trends of technology and also the higher needs of English proficiency have encouraged the quality improvent of English instructions. The aim of this research is to deter-mine the effect of Interactive Multimedia Audio Telling Machine (iMATE) and self regulated learning level in English language greetings application skill of vocational school students. iMATE is an Interactive instructional media used in this research. While student’s self regulated learning is divided into high and low level. This research used experimental design. This re-search was held at SMK Pasundan 3 Bandung. Findings of this research were; (1) Generally students achieved better result when using iMATE. (2) There was an interaction between use of instructional media and students’ self regulated learning level. (3) Students with high self regu-lated learning achieved much better when using iMATE. (4) Students with low self regulated learning had a better result when not using iMATE. This Findings lead to the conclusion that students’ self regulated learning level may affect the succes of instructional media use, especially in teaching English language skills.Abstrak. Perkembangan teknologi dan kebutuhan akan kemampuan Bahasa Inggris yang lebih tinggi mendorong kualitas pembelajaran Bahasa Inggris juga mengalami perkem-bangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan Interactive Multimedia Audio Telling Machine (iMATE) dan tingkat self regulated learning terhadap ke-mampuan menerapkan greetings Bahasa Inggris siswa SMK. iMATE adalah multimedia inter-aktif pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini. Siswa sebagai subjek penelitian dibagi kedalam dua kelompok yaitu yang memiliki tingkat self regulated learning yang tinggi dan ren-dah. Penelitian yang dilaksanakan di SMK Pasundan 3 Bandung ini menggunakan desain ek-sperimen. Temuan dari penelitian ini adalah (1) Secara umum siswa memperoleh hasil yang lebih baik dengan menggunakan iMATE (2) Terdapat interaksi antara penggunaan media pem-belajaran dan tingkat self regulated learning siswa. (3) Siswa dengan tingkat self regulated learning tinggi memperoleh hasil yang lebih baik dengan menggunakan iMATE. (4) Siswa yang memiliki tingkat self regulated learning rendah memiliki hasil yang lebih baik ketika tidak menggunakan iMATE. Penemuan ini mengarahkan pada kesimpulan bahwa penggunaan media pembelajaran yang mempertimbangkan tingkat self regulated learning akan memberikan hasil yang lebih optimal.
TRANSLITERASI MEDIA AUDIOVISUAL BAGI TEMAN TULI (STUDI KASUS TERHADAP PENGGUNAAN BAHASA ISYARAT UNTUK TEMAN TULI PADA AKUN INSTAGRAM @AULION) UP, Syefira Ichsan; Hafiar, Hanny; Ruchiat, Aat
EDUTECH Vol 17, No 2 (2018): DINAMIKA DALAM KERANGKA ADAPTASI TEKNOLOGI PEMBELAJARAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v17i2.14102

Abstract

Abstract. This study aims to find out how the process of selecting content in video making, challenges in the transliteration process from audio to sign language and communication patterns in disseminating to the target public of the videos which form of Indonesian songs lipsync using sign language uploaded via @aulion Instagram account. Using qualitative approach to the case study method and the concept of symbolic interactionism by George Herbert Mead. The result of this research indicate that the content selection process begins with the thought process where the whole social (society) precedes the individual mind, then the process of adjusting behavior as a form of understanding and interpreting the process, and the process of selecting songs as educa-tional media for sign language. The researcher divides the challenge of transliteration process into two types, namely internal and external challenges. Communication patterns used include the use of social media and direct (face-to-face) social interaction. The conclusion that can be taken is that the process of transliteration activities is preceded by social conditions in the community that give rise to the process of thinking to someone, where the aspects of mind, self, and society are related to one another as explained by George Herbert Mead in the concept of symbolic interac-tionism. However, these activities will be better if done regularly to maintain the interest of the community to learn sign language Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pemilihan konten dalam pembuatan video, tantangan proses transliterasi dari audio ke bahasa isyarat dan pola komunikasi untuk menyebarluaskan kepada publik sasaran pada video lipsync lagu Indonesia dengan menggunakan bahasa isyarat yang diunggah oleh akun Instagram @aulion. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan konsep interaksionisme simbolik oleh George Herbert Mead. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pemilihan konten diawali dengan proses berpikir dimana keseluruhan sosial (masyarakat) mendahului pikiran individual, lalu proses menyesuaikan perilaku sebagai bentuk dari proses memahami dan menafsirkan, dan proses pemili-han lagu sebagai media edukasi bahasa isyarat. Peneliti membagi tantangan proses transliterasi menjadi dua jenis, yaitu tantangan internal dan eksternal. Pola komunikasi yang digunakan melipu-ti pemanfaatan media sosial dan interaksi sosial secara langsung (tatap muka).Kesimpulan yang dapat diambil adalah proses kegiatan transliterasi tersebut didahului oleh keadaan sosial dalam masyarakat yang memunculkan proses berpikir pada seseorang, dimana aspek mind, self, dan soci-ety berkaitan satu dengan yang lain seperti yang dijelaskan oleh George Herbert Mead dalam kon-sep interaksionisme simbolik. Namun, kegiatan tersebut akan lebih baik jika dilakukan secara berkala guna mempertahankan minat dan ketertarikan masyarakat untuk mempelajari bahasa is-yarat.
READING TEXT POPULAR SONG INDONESIA: STUDY SEMIOTIC-HEURISTIC Widawati, Rika
EDUTECH Vol 14, No 1 (2015): DINAMIKA PENDIDIKAN INDONESIA
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v14i1.936

Abstract

Abstract. This paper is the result of the research that based on the phenomenon in Indonesia today. The texts of Indonesian popular songs that part of the literature which create new vocabularies or make the modification of old language. The structure of this work seems to be odd. It means the new vocabulary is different from the standard of Indonesian structure. The aim of this descriptions are the correction of (1) the mistake of the phenomenon in the text of Indonesian popular songs (2) the meaning of indonesian popular songs must be based on reading of semiotics and heuristic.  To describe this purpose, we use semiotic theory and structuralism. While the sources of this research are adopted from the texts of Indonesian popular songs which are published in 2000-2010 periode. Both Indonesian popular songs, either good songs or odd songs which has the value of good literature, namely which consist of good structure, poetic, romantic with symbolic style. Heuristically readings of the two text Indonesian songs indicate violations of linguistic rules either syntagmatic, paradigmatic, meaningfulness relations and composition.Keywords: the text of Indonesian popular song, semiotic, heuristicAbstrak. Tulisan ini merupakan hasil penelitian yang didasari oleh fenomena bahwa dewasa ini teks lagu populer Indonesia sebagai bagian dari karya sastra banyak menampilkan kosakata baru ataupun modifikasi kosakata lama, dengan komposisi yang dipandang “menyimpang” dari kaidah tata bahasa baku maupun konvensi sastra. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) fenomena struktur kebahasaan dalam teks lagu populer Indonesia dan (2) makna teks lagu populer Indonesia berdasarkan pembacaan semiotik-heuristik. Untuk mendeskripsikan hal tersebut digunakan teori semiotik dan strukturalisme. Sementara sumber data penelitian ini adalah teks lagu populer Indonesia tahun 2000 – 2010. Baik lagu-lagu yang dipandang menyimpang dari kaidah atau konvensi sastra maupun sebaliknya, yakni lagu-lagu yang sesuai kaidah-kaidah bahasa dan sastra, yaitu yang bernilai puitis, romantis, dengan gaya bahasa simbolis. Hasil pembacaan secara heuristik terhadap teks dua lagu Indonesia menunjukkan adanya pelanggaran kaidah linguistik baik secara sintagmatik, paradigmatik, kebermaknaan relasi dan komposisinya. Kata Kunci : teks lagu populer Indonesia, semiotik, heuristik
PENERAPAN GAMIFIKASI PADA PENILAIAN ABSENSI (PenA) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BIMBINGAN Rahardja, Untung; Aini, Qurotul; Hayat, Abdul; Santoso, Nuke Puji Lestari
EDUTECH Vol 18, No 1 (2019): PEMBELAJARAN DI DIGITAL ERA
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v18i1.14671

Abstract

Entering the disruptive 4.0 era, information technology is increasingly needed in the education sector. In presenting information, it should be up to date and have a sophisticated information technology breakthrough. At Higher Education there is an online attendance system that is using PenA (Attendance Assessment). However, the process of guidance activities is not yet maximal in the presence of guidance students. There are 2 (two) problems in this study, namely the absence of a system that is able to motivate the presence of student guidance and the results of the guidance time. To solve these 2 (two) problems, the existence of gamification techniques on the Attendance Assessment (PenA) website system in order to increase student motivation in the tutoring activities of the supervisor so that students are more diligent in the presence of guidance. The gamification can be said to be a reward in the Attendance Assessment (PenA) system. From the application of the gamification technique on Attendance Assessment (PenA) 7 research methods were used and 7 (seven) review literature. Attendance Assessment (PenA) now has the advantage of logging in using SSO, and also being absent by scanning Qr Code. With the gamification technique on Attendance Assessment (PenA) it is able to provide a level of motivation for students in their attendance. As well as visible achievements of students in craft attendance in guidance.Memasuki era disruptif 4.0 kini teknologi informasi semakin dibutuhkan dalam bidang pendidikan. Dalam menyajikan informasi semestinya sudah up to date dan memiliki terobosan teknologi informasi yang canggih. Pada Perguruan Tinggi terdapat sebuah sistem kehadiran secara online yaitu dengan menggunakan PenA (Penilaian Absensi). Namun proses kegiatan bimbingan dirasa belum cukup maksimal dalam kehadiran mahasiswa bimbingan. Terdapat 2 (dua) permasalahan pada penelitian ini yaitu belum adanya sistem yang mampu memotivasi kehadiran mahasiswa bimbingan dan hasil capaian waktu bimbingan. Untuk menyelesaikan 2 (dua) permasalahan tersebut maka adanya teknik gamifikasi pada sistem website Penilaian Absensi (PenA) guna meningkatkan motivasi mahasiswa dalam kegiatan bimbingan belajar terhadap dosen pembimbing sehingga mahasiswa lebih rajin dalam kehadiran bimbingan. Gamifikasi tersebut dapat dikatakan sebagai reward pada sistem Penilaian Absensi (PenA). Dari penerapan teknik gamifikasi pada Penilaian Absensi (PenA) digunakan 7 langkah metode penelitian dan 7 (tujuh) literatur review. Penilaian Absensi (PenA) kini memiliki keunggulan yaitu login menggunakan SSO, dan juga absen dengan melakukan scanning berupa Qr Code. Dengan adanya teknik gamifikasi pada Penilaian Absensi (PenA) mampu memberikan tingkat motivasi mahasiswa dalam kehadiran yang dicapainya. Serta terlihat capaian mahasiswa dalam kerajinan kehadiran dalam bimbingan.
THE IMPLEMENTATION OF MARKETING COMMUNICATION IN ATTRACTING PROSPECTIVE STUDENTS INTEREST TO STUDY AT VOCATIONAL HIGH SCHOOL Daradjat, dkk, Ridwan Setiawan; Hafiar, Hanny
EDUTECH Vol 14, No 3 (2015): INOVASI MODERN DALAM PENDIDIKAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v14i3.1382

Abstract

Abstract, Research is entitled "Implementation of Marketing Communications In Attracting Prospective Students Attended School in SMK". Focus of this research is how the implemementation of marketing communications The focus of this research is how the implementation of marketing communications activities undertaken by Wakasek Ur. Hubinmas in attracting prospective students to attend school in SMKN 2 Garut. This research explains the framework of Wakasek Ur. Hubinmas SMKN 2 Garut efforts implementing marketing communication school to attract the interest of prospective students to attend school in SMKN 2 Garut. Research questions are : (1) How Intepretation of interviewees regarding education in SMKN 2 Garut. (2) What communications channels are used to attract the interest of prospective students to attend school in SMKN 2 Garut. (3) How the communications pattern is done in net interest prospective students to attend school in SMKN 2 Garut. The conceptual framework in this study are: marketing communications, Industry Relations and society (Hubinmas), Student Interest in SMK. The research method used is descriptive qualitative method by using a case study approach, with research method there using is descriptive qualitative with case study.The result of research and the exposure in the form of : (1) Knowing the intepretation informan abaout education in SMKN 2 Garut. (2) Knowing the communications channel will using to attract prospective students to study in SMKN 2 Garut  (3) Knowing the communications pattern doing to attract prospective students to study in SMKN 2 Garut.Conclusion of this research is intepretation the interviewees regarding education in SMK including the performance of teachers and teachers quality improvement, developing talents and skills provision face competition, institutions of formal education, in addition according to the wishes and the capabilities of prospective students, have many advantages ready to work. Communication channels used in the form of Garut's radio and local newspaper, social media, socialization to junior high school and MTs, Job Matching, training teachers in the form of Educational activities of the teaching profession, Teacher education and Professional Training, socialization/training quality teachers with In House Training, brochures, banners, Website. Communication pattern of In House Training for teachers, Ujikom and Prakerin for students, and job fair specially alumni, socialization PPDB to junior and MTs, brochures, banners, social media, and websites, in collaboration with the LSP establishment BNSP ujikom testers, requests, and the flagship program. Key Words : Implementation, Communication, Understanding, Channel, Pattern.  Abstrak, Penelitian ini berjudul Implementasi Komunikasi Pemasaran Dalam Menarik Minat Calon Siswa Bersekolah di SMK. Fokus penelitian ini ialah bagaimana implementasi kegiatan komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Wakasek Ur. Hubinmas (dianggap mewakili sekolah,jd tdk perlu dicantumkan) dalam menarik minat calon siswa untuk bersekolah di SMKN 2 Garut. Kerangka penelitian ini menjelaskan upaya Wakasek Ur. Hubinmas SMKN 2 Garut mengimplementasikan komunikasi pemasaran sekolah untuk menjaring minat calon siswa untuk bersekolah di SMK Negeri 2 Garut(dihilangkan sj langsung ke pertanyaan penelitian), Adapun pertanyaan penelitian diantaranya : (1) Bagaimana pemahaman  nara sumber mengenai pendidikan di SMKN 2 Garut. (2) Bagaimana saluran komunikasi yang digunakan untuk menjaring minat calon siswa untuk bersekolah di SMKN 2 Garut. (3) Bagaimana pola komunikasi yang dilakukan  dalam  menjaring minat calon siswa untuk bersekolah di SMK Negeri 2 Garut. Kerangka Konseptual dalam penelitian ini adalah : Komunikasi Pemasaran, Hubungan Industri dan Masyarakat (Hubinmas), Minat Siswa Bersekolah di SMK.(dihilangkan saja) Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian dan pembahasan berupa (1) Mengetahui Pemahaman  narasumber mengenai pendidikan di SMKN 2 Garut. (2) Mengetahui saluran komunikasi apa saja yang digunakan untuk menjaring minat calon siswa untuk bersekolah di SMKN 2 Garut. (3) Pola komunikasi yang dilakukan  dalam  menjaring minat calon siswa untuk bersekolah di SMKN 2 Garut.(dihilangkan saja)Kesimpulan penelitian ini ialah(dihilangkan saja) Hasil penelitian ini diperoleh pemahaman nara sumber mengenai pendidikan di SMK yaitu kinerja guru dan peningkatan mutu guru, mengembangkan bakat dan keahlian bekal menghadapi persaingan, lembaga pendidikan formal, penjurusan sesuai keinginan dan kemampuan calon siswa, memiliki banyak keunggulan, siap untuk bekerja. Saluran komunikasi yang digunakan berupa radio, koran lokal Garut, sosial media, sosialisasi ke SMP dan MTs, Job Matching, Kegiatan pembinaan guru berupa Pendidikan Keprofesian Guru, Pendidikan dan Latihan Profesi Guru, sosialisasi/pembinaan mutu guru, dan In House Training, brosur, spanduk, Website. Pola komunikasinya berupa In House Training guru, Prakerin dan Ujikom siswa, Bursa Kerja Khusus alumni, sosialisasi PPDB ke SMP dan MTs, brosur, spanduk, sosial media, dan website, kerjasama pendirian LSP dengan BNSP, permohonan penguji ujikom, dan program unggulan.Kata-kata kunci : Implementasi, Komunikasi, Pemasaran, Minat, Bersekolah.
THE UTILIZATION OF INFORMATION TECHNOLOGY BASED LEARNING MEDIA IN LEARNING Sidiq, Zulkifli
EDUTECH Vol 15, No 1 (2016): MEDIA DAN MODEL PEMBELAJARAN TERBARU
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v15i1.2234

Abstract

Abstract, The development of information technology has supported the learning process so that it can be conducted whenever and wherever. Thus, teacher does no longer become the central figure and school is no longer the only learning environment for students. Teacher and school are only facilitator and mediator in learning. IT based learning media makes learning process multidimensional and multi purposes. This research aims to find out teachers' perceptions on the utilization of IT based learning media. This research used survey method. The population was all primary school teachers in Cisaat district Sukabumi regency. The subjects were 45 teachers randomly chosen from schools in Cisaat district. The results showed that teachers' perception on the utilization of IT based learning media in increasing the learning quality was very positive with the percentage of 80.67%; teachers' perceptions on the utilization of IT based learning media in expanding and improving access in learning was about 73.56%; teachers' perceptions on the development of IT based learning media in improving teachers' professionalism was 78%; and teachers' perceptions  on the tendency of the utilization of IT based learning media in distance education model was about 71.41%. Hence, it can be concluded that IT based learning program has an opportunity to be implemented in Cisaat district because the teachers already have good understanding about the function of IT based media in learning.Keywords: media, information technology, teacher perception, learning Abstrak, Perkembangan dunia saat ini menunjukkan kecenderungan bahwa dalam konteks pendidikan masa depan, setiap individu  akan dihadapkan pada tantangan dan kebutuhan yang tidak akan sepenuhnya dapat terpenuhi melalui sistem pendidikan konvensional. Dalam konteks ini, dukungan perkembangan IT memungkinkan proses pembelajaran terjadi kapanpun dan dimanapun. Dengan demikian, guru tidak lagi menjadi figur sentral dan sekolah tidak lagi menjadi satu-satunya lingkungan belajar bagi peserta didik. Guru dan sekolah hanyalah fasilitator dan mediator pembelajaran. Media pembelajaran berbasis IT membuat proses pembelajaran bersifat multi dimensi dan multi purposes. Rumusan masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana persepsi guru terhadap pemanfaatan media pembelajaran berbasis IT dalam pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei. Populasi penelitian ini adalah seluruh Guru Sekolah Dasar  di wilayah Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi. Dalam penelitian ini subyek penelitian ditetapkan adalah sebagian Guru yang dijadikan sampel penelitian yang mewakili wilayah Kecamatan Cisaat. Dalam hal ini, subyek penelitian ini terdiri dari 45 guru yang dipilih secara acak dari Sekolah Dasar Negeri di Wilayah Kecamatan Cisaat. Dari penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa skor persepsi media pembelajaran berbasis IT pada bagi guru Sekolah Dasar di wilayah Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi menunjukkan persepsi guru terhadap media pembelajaran berbasis IT dalam meningkatkan mutu pembelajaran menunjukkan persepsi sangat positif dengan nilai persentase sebesar 80.67%, persepsi guru terhadap media pembelajaran berbasis IT dalam memperluas dan mempermudah akses terhadap pembelajaran dengan nilai persentase sebesar 73.56%, persepsi guru terhadap pengembangan media pembelajaran berbasis IT meningkatkan profesionalisme guru dengan nilai persentase sebesar 78.00%, dan persepsi guru terhadap kecenderungan penggunaan media pembelajaran berbasis IT dalam model pembelajaran jarak jauh dengan nilai persentase sebesar 71.41%. Dengan demikian, program pembelajaran berbasis IT memiliki peluang untuk diimplementasikan di wilayah Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi karena guru telah memiliki pemahaman yang baik mengenai fungsi media berbasis IT dalam pembelajaran. Kata Kunci : Media, Teknologi infomasi, persepsi, pembelajaran
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH -, Rusman
EDUTECH Vol 13, No 2 (2014): KURIKULUM 2013 DAN INOVASI PEMBELAJARAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v13i2.3102

Abstract

Abstract, changes in the perspective of students as objects to students as subjects in the learning process become a point of departure in the discovery of various innovative learning approaches. However, it is often overlooked that the essence of learning is students’ learning and not teachers’ teaching. Teachers are required to choose a learning approach that can drive the spirit of every student to be actively involved in their learning experience. One learning alternative that enables the development of students’ thinking skills (reasoning, communication, and connection) in problem solving is Problem Based Learning (PBL). Problem Based Learning is an innovation in learning because it allows the optimization of students’ thinking skills through systematic process of group work, so that students can empower, hone, test, and develop their learning capacity on an ongoing basis. Therefore, it is essential that there is an in-depth study on what and how Problem Based Learning is applied in the learning process, so that the learning is oriented towards students’ activities, value- laden, and more meaningful.Keywords: Problem Based Learning, Learning InnovationAbstrak, Perubahan cara pandang terhadap siswa sebagai objek menjadi subjek dalam proses pembelajaran menjadi titik tolak banyak ditemukannya berbagai pendekatan pembelajaran yang inovatif. Salah satu kecenderungan yang sering dilupakan adalah melupakan bahwa hakikat pembelajaran adalah belajarnya siswa dan bukan mengajarnya guru. Guru dituntut dapat memilih pendekatan pembelajaran yang dapat memacu semangat setiap siswa untuk secara aktif ikut terlibat dalam pengalaman belajarnya. Salah satu alternatif pembelajaran yang memungkinkan dikembangkannya keterampilan berfikir siswa (penalaran, komunikasi, dan koneksi) dalam memecahkan masalah adalah Pembelajaran Berbasis Masalah. Pembelajaran Berbasis Masalah merupakan inovasi dalam pembelajaran karena dalam proses pembelajaran kemampuan berpikir siswa betul-betul dioptimalisasikan melalui proses kerja kelompok atau tim yang sistematis, sehingga siswa dapat memberdayakan, mengasah, menguji, dan mengembangkan kemampuan berpikirnya secara berkesinambungan. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu kiranya ada sebuah bahan kajian yang mendalam tentang apa dan bagaimana pembelajaran berbasis masalah diterapkan dalam proses pembelajaran, sehingga pembelajaran berorientasi pada aktivitas siswa, sarat nilai dan lebih bermakna.Kata Kunci: Pembelajaran Berbasis Masalah, Inovasi Pembelajaran
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS MELALUI PERMAINAN SATE KATA Ratnawati, Nani
EDUTECH Vol 16, No 1 (2017): JEJARING PENDIDIKAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. First grade students of SDN Rancamulya Sumedang showed a lack of interest in writing through the copying technique so that the ability of the students has not reached the ex-pected level. This is because the students do not have the correct concept about writing activities with copying techniques. The research aims to examine the application of satay word game tech-nique to improve students’ writing skills. The method used was classroom action research. The instruments used were guidelines for observation, interview, test, and field notes. Based on the results obtained from the first cycle and the second cycle, the implementation of word satay game improved students' writing skills. The results also suggest that teachers should increase the quality of teaching particularly in the mastery of the material, self-discipline, interest and motivation, as well as the use of active and creative teaching in the learning processAbstrak. Penelitian dilatarbelakangi adanya kenyataan yang menunjukkan kurangnya minat siswa kelas I SDN Rancamulya Kec. Sumedang Utara, Kab. Sumedang dalam menulis melaui teknik mencontoh sehingga kemampuan siswa belum mencapai tingkat yang diharapkan. Kenyataan tersebut dikarenakan siswa kurang memiliki konsep yang benar mengenai kegiatan menulis dengan teknik mencontoh. Penelitian bertujuan menguji aplikasi teknik permainan sate kata untuk meningkatkan keterampilan menulis. Metode penelitian yang digunakan penelitian tindakan kelas. Instrumen yang digunakan yaitu pedoman observasi, pedoman wawancara, tes hasil belajar, dan catatan lapangan. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari siklus I hingga siklus II terlihat perubahan yang positif dari pelaksanaan tindakan dan terbukti permainan sate kata dapat meningkatkan keterampilan menulis pada siswa kelas I SD Rancamulya Sumedang. Guru selayaknya harus meningkatkan kualitas pembelajaran menulis khususnya penguasaan materi, disiplin diri, minat dan motivasi yang tinggi, serta gaya mengajar yang aktif dan kreatif terhadap proses belajar mengajar.
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP TINDAKAN PLAGIARISME DALAM PENYUSUNAN TUGAS AKHIR Silvana, Hana; Rullyana, Gema; Hadiapurwa, Angga
EDUTECH Vol 16, No 3 (2017): PERGESERAN DAN PERAN MEDIA DIGITAL
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v16i3.8508

Abstract

Abstract, This research is based on the issue of plagiArism in the academic world especially in Higher Education. The main issue studied in this study is the perception of students on the act of plagiarism in writing final assignment. This study was conducted with the aim to describe the act of plagiarism in preparing the final assignment of students. The method used in this research is descriptive analytical method. The informants are students of UPI Education Sciences Faculty . The research was conducted in 2017 at odd semester. The research results showed that there were lack of knowledge about styles of writing, limited time availability in the preparation of the final task of students, the development of information technology facilitates and opens opportunities to cheat. Moreover, many lecturers have not addressed plagiarism issue, use of anti plagiarism ap-plication is minimum, and socialization of plagiarism issue is still not sufficient. This research also found that training on final assignment writing has not been done as needed.Abstrak, Penelitian ini dilatar belakangi dengan isu plagiarisme dalan dunia akademik khususnya di Perguruan Tinggi. Permasalahan pokok yang dikaji pada penelitian ini persepsi ma-hasiswa terhadap tindak plagiarisme di dalam penyusunan tugas akhir mahasiswa. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan tentang tindak plagiarisme di dalam penyusunan tugas akhir mahasiswa. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode yang digunakan yaitu metode deskriptif. Informan penelitian ini adalah mahasiswa di ling-kungan Fakultas Ilmu Pendidikan UPI. Adapun hasil penelitian yang diperoleh adalah minimnya pengetahuan mengenai gaya selingkung penulisan, ketersediaan waktu yang terbatas dalam penyusunan tugas akhir mahasiswa, perkembangan teknologi informasi (khususnya internet) yang memudahkan dan membuka peluang berbuat curang, sebagian dosen belum protektif pada isu pla-giarisme, penggunaan aplikasi anti plagiarisme masih minim, juga sosialisasi mengenai isu plagia-risme yang masih belum mencukupi kebutuhan informasi yang perlu diketahui oleh mahasiswa. Kegiatan Workshop atau pelatihan penulisan tugas akhir yang belum dilaksanakan sesuai kebu-tuhan.