cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Edutech
ISSN : 08521190     EISSN : 25020781     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech adalah jurnal majalah ilmiah di Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia yang terbit sebanyak tiga kali dalam setahun pada bulan Februari, Juni, dan Oktober. Semua artikel yang dikirim melalui proses peer review double blind dan ulasan editor sebelum di publikasikan.Jurnal Edutech atau kepanjangan dari Educational Technology ini menerima artikel tentang pendidikan, teknologi pendidikan dan komunikasi
Arjuna Subject : -
Articles 267 Documents
THE DEVELOPMENT OF PERFORMANCE ASSESSMENT OF DRESSMAKING SKILLS AT VOCATIONAL HIGH SCHOOL Gunawan, dkk, Ahmad
EDUTECH Vol 14, No 3 (2015): INOVASI MODERN DALAM PENDIDIKAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v14i3.1384

Abstract

Abstract, The problem of this research is developing a performance assessment instrument for dressmaking skills at Vocational High School to be used as a highly valid and reliable test to measure students’ skills. The research was conducted between February and May 2015 and the subjects were 40 students from Dressmaking Skills Study Program. The validity and reliability tests were conducted in two stages: 1)The theoretical test on five panelists; 2) Once developed into a temporary rubric, the rubric was tested for validity and reliability by using Content Validity Ration (CVR) and the results were analyzed quantitatively. It was found that the construct validity are met and reliability analysis generated Kappa coefficient of r11 = 0.892, which was a very good value. Therefore, it can be concluded that the instrument developed had good validity and reliability.Keywords: performance assessment, dressmaking skills, validity dan reliability Abstrak, Permasalahan yang hendak diteliti dalam penelitian pengembangan penilaian kinerja ketrampilan tata busana di SMK yaitu apakah pengembangan instrument penilaian kinerja keterampilan tata busana di SMK dapat dijadikan tes untuk mengukur keterampilan peserta didik yang dapat menghasilkan nilai validitas dan reliabilitas yang tinggi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Mei  2015. Subjek ujicoba adalah peserta didik Program Studi Keterampilan Tata Busana yang jumlahnya 40 siswa. Ujicoba untuk melihat validitas dan reliabilitas dilakukan melalui dua tahap yaitu; 1). Ujicoba teoretik pada 5 orang panelis; 2) Setelah dikembangkan menjadi rubrik sementara, rubrik diuji validitas dan reliabilitasnya dengan menggunakan CVR (Content Validity Rasio) dan hasilnya dianalisis secara kualitatif. Hasil analisis menunjukan validitas konstruk terpenuhi, kemudian analisis reliabilitas menghasilkan Koefisien Kappa sebesar r11= 0,892, angka tersebut memiliki nilai yang sangat baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa instrument yang dikembangkan memiliki validitas dan reliabilitas yang baikKata kunci : penilaian kinerja, keterampilan tata busana, validitas dan reliabilitas 
THE APPLICATION OF DISCUSSION METHOD TO IMPROVE UNDERSTANDING ON INDONESIA REGION -, Kusmiati
EDUTECH Vol 15, No 2 (2016): METODE DAN PROGRAM PEMBELAJARAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v15i2.2605

Abstract

Abstract. Social science subject is a subject that is open and growing in nature. This study aimed to describe the application of discussion method to improve students’ learning outcomes in the basic competencies of Indonesia region natural appearance at Grade V SDN Cilengkrang North Sumedang District of Sumedang Regency in 2014/2015 academic year. This study used action research method with two cycles. The data was analysed using comparative descriptive analysis technique by comparing the initial condition to the outcomes achieved in every cycle while qualitative descriptive technique was used  to compare observation data to reflections in cycle I and II. The results showed that at the end of cycle II, there was an increase of 3.33% on the class average grade, from 67.7 to 71.08 while the minimum mastery criteria increased by 7% from 11 students to 18 students. Hence, most of grade V students had improved their learning outcomes in the basic competencies of Indonesia region natural appearance.Keywords: discussion method, social science, learning outcomesAbstrak. Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosialmerupakan mata pelajaran yang sifatnya terbuka dan berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan penerapan Metode Diskusi untuk meningkatkan hasil belajar pada Kompetensi Dasar Kenampakan Alam Wilayah Indonesia Pada Siswa Kelas 5 SD Negeri Cilengkrang Kecamatan Sumedang Utara Kabupaten Sumedang Tahun Pelajaran 2014/2015. Metode penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas dengan metode diskusi yang terdiri atas 2 siklus. Analisis data menggunakan teknik analisis diskriftif komparatif dengan membandingkan kondisi awal dengan hasil-hasil yang dicapai pada setiap siklus,dan analisis deskriftif kualitatif hasil observasi dengan membandingkan hasil observasi dan refleksi pada siklus I dan siklus II. Pada akhir siklus II diketahui peningkatan rata-rata kelas 3,33 % dari rata-rata tes kondisi awal 67,75 menjadi 71,08 ,sedangkan pada ketuntasan belajar siswa terdapat peningkatan sebesar 7 % dari tes kondisi awal yang sudah tuntas hanya 11 siswa menjadi 18 siswa.Dengan demikian sebagian besar siswa kelas 5 mengalami peningkatan hasil belajar pada Kompetensi Dasar kenampakan alam wilayah Indonesia. Kata Kunci: metode diskusi, ilmu pengetahuan sosial, hasil belajar
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN GEOMETRI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI CALON GURU SEKOLAH DASAR Fitriani, Andhin Dyas
EDUTECH Vol 13, No 2 (2014): KURIKULUM 2013 DAN INOVASI PEMBELAJARAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v13i2.3105

Abstract

Abstract. Communication is an essential part of mathematics and mathematics education. Communication is also a way to share ideas and classify understanding. Geometry in elementary school (SD) on the one hand is a very strategic mathematics study to encourage mathematics learning towards appreciation and experience of learning by making the learning meaningful. Van Hiele suggests that there are three main elements in the teaching of geometry, namely time, teaching materials, and teaching methods applied. One of the things that hinder a student's geometric thinking skills is the teaching methods employed by teachers in the classroom. The role of teachers in the 21st century includes "teacher as learners - who always improve and renew their knowledge". Teachers should be able to create an independent learning atmosphere which captivates and attracts students to learn in a pleasant atmosphere. One technology that can be applied is learning multimedia. Multimedia in learning covers several aspects of the synergy between text, graphics, images and animation. The use of multimedia is expected to enhance the learning of mathematics as it allows a wider exploration and can improve the presentation of mathematical ideas.Keywords: Interactive Multimedia, Geometry, Communication CapabilitiesAbstrak, Komunikasi merupakan bagian yang esensial dari matematika dan pendidikan matematika. Komunikasi juga merupakan cara untuk berbagi gagasan dan mengklasifikasikan pemahaman.Geometri di sekolah dasar (SD) di satu pihak merupakan kajian matematika yang sangat strategis untuk mendorong pembelajaran matematika ke arah apresiasi dan pengalaman matematika dengan cara belajar matematika secara bermakna. Van Hiele mengemukakan bahwa terdapat tiga unsur utama dalam pengajaran geometri, yaitu waktu, materi pengajaran, dan metode pengajaran yang diterapkan. Salah satu hal yang menghambat kemampuan berpikir geometri seorang siswa adalah metode pengajaran yang diterapkan oleh guru di kelas. Peran guru pada abad ke-21 diantaranya adalah “teacher as learners – who always improve and renew theri knowledge”. Guru harus dapat menciptakan suatu pembelarajan yang berpotensi menciptakan suasana belajar mandiri, serta mampu memikat dan menarik siswa untuk belajar dalam suasana yang menyenangkan. Salah satu teknologi yang dapat diterapkan dalam pembelajaran adalah penggunaan multimedia dalam pembelajaran. Multimedia dalam pembelajaran mencakup beberapa aspek yang bersinergi antara teks, grafik, gambar dan animasi. Melalui multimedia diharapkan dapat meningkatkan proses belajar matematika karena memungkinkan eksplorasi yang lebih luas dan dapat memperbaiki penyajian ide-ide matematika.Kata Kunci : Multimedia interaktif, Geometri, Kemampuan Komunikasi
ANALISIS WACANA ISU PENDIRIAN PT. JLO DI MEDIA ONLINE DAN TREATMENT MEDIA RELATIONS PT. JASA MARGA Widawati, Icha Bella; Zubair, Feliza; Priyatna, Centurion C.
EDUTECH Vol 16, No 1 (2017): JEJARING PENDIDIKAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v16i1.7109

Abstract

Abstract. discourse Analysis of Coverage in the Online Media Liputan6.com. Regarding to Establishment Issue of New Subsidiary PT. Jasa Layanan Operasi ( PT . JLO ). The research is about coverage analysis to see the implementatiom issue management through me-dia relations activations at online media by Jasa Marga’s Public Relations Officer. This study aims to determine the discourse analysis of coverage regarding to establishment issue of new subsidiary PT. JLO in the online media and to see how Jasa Marga’s public relations of-ficer exercises issue management through media relations activations to handle the issues. Using the discourse analysis method with Halliday model of analysis. The results showed that the discourse in the news are based on fact that really happened. News content is served with a different point of view and very objective. The Media shows its position as a netral posi-tion between two sides of subjects, objective, and reporting the truth to the public. it shows that media relations activations is not bring much influence to the emerging issues and nega-tive news in the media. The conclusion of this study is the coverage was experiencing news balance between negative tone and positive tone after PRO did the media relations activations. But does not eliminate the negative news regarding the issue of the establish-ment of a subsidiary JLO.Abstrak. artikel ini merupakan sebuah analisis wacana pemberitaan di Media Online Liputan6.com mengenai Isu Pendirian Anak Usaha Baru PT. Jasa Layanan Operasi (PT. JLO) serta melihat Implementasi Manajemen Isu Melalui Media Relations pada Media Online yang Dilakukan Oleh Humas Jasa Marga dengan. Penelitian ini bertujuan untuk menge-tahui analisis wacana dari Informasi pemberitaan mengenai isu pendirian anak usaha baru Jasa Marga, PT. Jasa Layanan Operasi (JLO) di media online Liputan6.com dan melihat bagaimana manajemen isu melalui kegiatan media relations dilakukan untuk mengatasi isu pendirian PT. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis wacana dengan model dari M.A.K. Halliday. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wacana dalam beri-ta berisikan fakta – fakta yang benar terjadi, walaupun dengan tone yang berbeda-beda, positif-negatif-netral. Konten berita yang disajikan dari media online ini memiliki sudut pandang yang berbeda – beda dan objektif. Media menunjukkan posisinya sebagai posisi yang netral, ob-jektif, dan pelapor kebenaran kepada khalayak, sehingga menunjukkan upaya media relations yang dilakukan oleh humas Jasa Marga tidak begitu membawa pengaruh banyak terhadap berkembangnya isu dan pemberitaan negatif yang dimuat. Kesimpulan dari penelitian ini ada-lah pemberitaan mengalami keseimbangan tone antara positif dan negatif setelah dilakukannya upaya media relations, namun tidak menghilangkan pemberitaan negatif mengenai isu pendirian anak usaha JLO.
PENGETAHUAN LOKAL MASYARAKAT DAN KELANGSUN-GAN WARISAN BUDAYA NASKAH KUNO DI KABUPATEN CIAMIS Khadijah, Ute Lies Siti; -, Sukaesih; Rejeki, Diah Sri
EDUTECH Vol 16, No 3 (2017): PERGESERAN DAN PERAN MEDIA DIGITAL
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v16i3.8507

Abstract

Abstract.The manuscript that has been found in Ciamis Regency is 15 manuscripts, and only 3 manuscripts have been inventoried and clearly described the form and content. This proves there are still many ancient manuscripts that have not been identified by the agency or the researchers, so there is no picture of the form or content of the manuscript. Seeing the atti-tude of different owners of the manuscript, and still very minimal efforts to save the ancient man-uscripts physically the possibility of extinction manuscripts that are in the community is very large. One of the activities that support the preservation of cultural heritage is preservation by documenting. The purpose of this research is to know the status and condition of ancient manu-script in order to support documentation activity. The research method used is qualitative with the design of action research. The results showed that (1) Identify the existence of ancient manu-scripts scattered in Kabupaten Ciamis. (2) Identification of ancient manuscripts viewed from a socio-cultural point of view (3) Treatment of local people against ancient manuscripts. The con-clusion of this study is the status and condition of the ancient manuscripts in Ciamis Regency is still apprehensive because people's understanding of the importance of the ancient script for the continuity of cultural heritage is still low. Thus, further actions on the importance of loving the cultural heritage of our own country is needed, one of it documentation activities.Abstrak. Naskah yang sudah berhasil di temukan keberadaannya di Kabupaten Ciamis berjumlah 15 naskah, dan baru 3 naskah yang sudah di inventarisasi dan dideskripsikan bentuk dan isinya secara jelas. Hal ini membuktikan masih banyak naskah-naskah kuno yang belum teridentifikasi keberadaannya oleh dinas ataupun pihak peneliti, sehingga tidak ada pula gam-baran mengenai bentuk ataupun isi naskah tersebut. Melihat sikap pemilik naskah yang berbeda-beda, serta masih sangat minimnya upaya penyelamatan naskah-naskah kuno secara fisik maka kemungkinan kepunahan naskah yang berada di masyarakat sangat besar. Salah satu kegiatan yang mendukung kelestarian warisan budaya adalah pelestarian dengan cara mendokumentasi-kan. Adapun tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui status dan kondisi naskah kuno guna menunjang kegiatan dokumentasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain penelitian tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Identifikasi keberadaan naskah kuno yang tersebar di Kabupaten Ciamis. (2) Identifikasi naskah kuno dilihat dari sudut pandang sosial budaya (3) Perlakuan masyarakat lokal terhadap naskah kuno. Kes-impulan dari penelitian ini adalah status dan kondisi naskah kuno di Kabupaten Ciamis masih memprihatinkan karena pemahaman masyarakat terhadap arti penting naskah kuno bagi ke-langsungan warisan budaya masih rendah. Maka diperlukan suatu tindakan lebih lanjut mengenai pentingnya mencintai warisan budaya yang dimiliki negri sendiri, salah dengan kegiatan dokumentasi.
PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) DI PERPUSTAKAAN SEKOLAH DALAM MENDUKUNG VISI UPI Hadiapurwa, Angga; Johan, Riche Cynthia; Suhardini, Dini; Rusmono, Doddy
EDUTECH Vol 17, No 2 (2018): DINAMIKA DALAM KERANGKA ADAPTASI TEKNOLOGI PEMBELAJARAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v17i2.14099

Abstract

Abstract. As one of teachers colleges that has a vision as a leading and outstanding univer-sity in education field, UPI is expected to contribute to the progress of education, especially that of UPI partner schools. To strengthen the vision and give provision to UPI students, the field experi-ence program is held in school library. Library and Information Science Study Program held PPL in school library for a full semester in 2017. This study aimed to describe PPL activities in school libraries, including planning, implementation and monitoring. This study used descriptive method with quantitative approach. The respondents were PPL teacher supervisors. The implementation (planning, implementation and monitoring) of PPL in school library supported the achievement of UPI vision. It was based on the statement of teacher supervisors who stated that PPL implementa-tion in school library was in accordance with the vision of UPI as a leading and outstanding uni-versity in education field. This study also resulted in some recommendations for next PPL activi-ties, which highlighted the requirement to strengthen students’ competencies as future school li-braries, especially on managerial and educational competencies. Abstrak. UPI sebagai salah satu LPTK yang mempunyai visi sebagai universitas pelopor dan unggul pada bidang pendidikan diharapkan dapat berkontribusi pada kemajuan pendidikan, terutama sekolah mitra UPI. Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi pada tahun 2017 menyelenggarakan Program Pengalaman Lapangan (PPL) di perpustakaan sekolah selama satu semester penuh. Permasalahan pokok penelitian ini adalah: “Bagaimanakah implementasi (perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan) PPL di perpustakaan sekolah dalam mendukung visi UPI sebagai universitas pelopor dan unggul pada bidang pendidikan?” Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kantitatif. Responden penelitian ini adalah guru pamong PPL. Implementasi PPL di perpustakaan sekolah mendukung pencapaian visi UPI, hal tersebut berdasarkan pernyataan guru pamong menyatakan penyelenggaraan PPL di per-pustakaan sekolah sangat sesuai dengan visi UPI sebagai universitas pelopor dan unggul pada bi-dang pendidikan. Rekomendasi pada kegiatan PPL selanjutnya yaitu masih perlu penguatan kom-petensi mahasiswa sebagai calon pustakawan sekolah, terutama pada kompetensi manajerial dan kependidikan.
PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR ALQUR'AN Hidajah, Rochmah
EDUTECH Vol 18, No 1 (2019): PEMBELAJARAN DI DIGITAL ERA
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v18i1.15033

Abstract

The purpose of this study is to improve the learning outcomes of Islamic Qur'an material PAI, namely student learning activities so that the learning process of Islamic Education runs effec-tively, efficiently, pleasantly and meaningfully. As for the method used is Class Action Research through observation using 3 cycles. Having a change in attitude and behavior in a good direction, being creative, and being responsible is the aim of the education. Al-Qur'an as part of the material on Islamic Education, students should be enthu-siastic in learning, because the Qur'an as a way of life for Muslims. But through preliminary research the results achieved have not been as expected. Students are silent, the learning process is still dominated by teachers, speaking activities are lacking, students do not dare to ex-press opinions or ask questions. Professional teachers must be able to overcome these problems. Many learning models can be chosen to improve student activity, creativity and responsibility. The alternative learning method that makes active students is Jig-saw cooperative learning. The results showed that the level of student learning activities increased by 44.4%. This is indicated by 32.5% in the first cycle to 76.9% in the second cycle and 90.5% in the third cy-cle. Data on student cognitive aspects of learning outcomes also showed increasing results. This result is based on the average value of 78.2 in the first cycle to 84.74 in the second cycle and 86.25 in the third cycle. Student learning activities increased after the implementa-tion of the Jigsaw learning model. This is evidenced by 83.5% of stu-dents who stated yes, 6.75% of students who stated no, 9.75% of stu-dents answered doubtfully. The conclusion of the research results is that the application of the Jigsaw cooperative learning model is very effective, can improve student activities and learning outcomes in Al-Qur'an material.Memiliki perubahan sikap dan perilaku ke arah yang baik, bersikap kreatif, dan bertanggungjawab adalah tujuan pedidikan. Guru berperan untuk keberhasilan sebuah pendidikan. Al Qur`an sebagai  bagian dari materi Pendidikan Agama Islam, seharusnya siswa bersemangat dalam belajar, karena Al Qur`an sebagai pedoman hidup umat Islam. Tetapi melaui penelitian awal hasil yang di capai belum sesuai yang diharapkan. Siswa banyak diam, proses pembelajaran  masih di dominasi oleh guru, aktivitas berbicara kurang,  siswa tidak berani mengemukakan pendapat maupun bertanya. Guru yang profesional harus mampu mengatasi permasalahan tersebut. Banyak model pembelajaran yang dapat dipilih untuk meningkatkan aktifitas, kreativitas maupun tanggungjawab siswa. Alternatif metode pembelajaran yang membuat siswa aktif adalah pembelajaran kooperatif Jigsaw. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat aktivitas belajar siswa meningkat 44,4%. Hal ini ditunjukkan dengan 32,5% pada siklus I menjadi 76,9% pada siklus II dan 90,5 % pada siklus III. Data hasil belajar aspek kognitif siswa juga menunjukkan hasil yang meningkat. Hasil ini didasarkan pada rata-rata nilai 78,2 pada siklus I menjadi 84,74 pada siklus II dan 86,25 pada siklus III. Aktivitas belajar siswa menjadi meningkat setelah adanya penerapan model pembelajaran Jigsaw. Hal ini terbukti dengan sebanyak 83,5% siswa yang menyatakan ya, 6,75 % siswa yang menyatakan tidak, 9,75% siswa menjawab ragu. Kesimpulan hasil penelitian adalah penerapan model pembelajaran kooperatif Jigsaw sangat efektif,  dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada  materi Al Qur`an. 
THE DEVELOPMENT OF THREE DIMENSIONAL ANIMATION FILM FOR CHARACTER EDUCATION MEDIA IN ELEMENTARY SCHOOL Riyana, Cepi
EDUTECH Vol 14, No 2 (2015): INOVASI DAN APLIKASI PENDIDIKAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v14i2.1379

Abstract

Abstract. The formation of character is one of the national education goals. Article 1 of the 2003 Education Law states that among the objectives of national education is to develop the potential of learners to have intelligence, personality and noble character. Currently karakterbangsa strengthening of the strategic priorities of national education progra, given the state of the nation must be returned to the characterization of identity bangsa.Berbagai efforts should be made to build character education, including through modeling (modeling) characters through 3D animations Fim impressions. The strength of this medium is its appeal capable mengypnosis children so charges can be internalized character education in children. The purpose of this research is to "develop Animation 3D Virtual Reality for Education Character in elementary school," This study uses the Research Development (R D) through the stages: (1) analysis of the needs of the Media, (2) Media Development, (3) Validation and Product dissemination. Subjects were students of primary schools, with three locations in West Java (Bandung, Cimahi, Bandung regency). The results of this study indicate that the model is designed with ABC animation (animation character building) a positive impact on habituation as a first step to the formation of character in elementary students.Keywords: Character Education, Film 3D AnimationAbstrak. Pembentukan karakter merupakan salah satu tujuan pendidikan nasional. Pasal 1 UU Sisdiknas tahun 2003 menyatakan bahwa di antara tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kecerdasan, kepribadian dan akhlak mulia. Saat ini penguatan terhadap karakter bangsa menjadi prioritas program strategis pendidikan nasional, mengingat kondisi bangsa harus dikembalikan pada karakterisasi jati diri bangsa. Berbagai upaya perlu dilakukan untuk membangun pendidikan karakter, diantaranya melalui pemodelan (modeling) karakter melalui tayangan Fim Animasi 3D. Kekuatan media ini adalah daya tariknya yang mampu menghipnosis anak sehingga muatan-muatan pendidikan karakter dapat diinternalisasi pada diri anak. Tujuan Penelitian ini adalah “mengembangkan Film Animasi 3D untuk Pendidikan Karater di Sekolah Dasar”, Penelitian ini menggunakan metode Research Development (RD) melalui tahapan : (1) Analisis kebutuhan Media, (2) Pengembangan Media , (3) Validasi dan Diseminasi Produk. Subyek penelitian adalah siswa SD, dengan lokasi di tiga wilayah Jawa Barat (Cimahi, Kabupaten Bandung Barat dan Cianjur). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model animasi yang didesain dengan ABC (animation character building) berdampak pada pembiasaan positif sebagai langkah awal untuk pembentukan karakter pada siswa SD.Kata Kunci : Pendidikan Karakter, Film 3D Animasi
IMPROVING STUDENTS' LEARNING OUTCOME AND MATHEMATICAL ACTIVITIES THROUGH INQUIRY LEARNING STRATEGY IN CLASS XII IPA-2 SMAN 2 BAGAN SINEMBAH 2014/2015 ACADEMIC YEAR Yamin, M.
EDUTECH Vol 15, No 1 (2016): MEDIA DAN MODEL PEMBELAJARAN TERBARU
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v15i1.2231

Abstract

Abstract, The purpose of this study is to examine the improvement of students' learning outcome using inquiry learning strategy and to find out the increase of mathematics learning activities using inquiry learning strategy. This study is an action research which was held at SMAN 2 Bagan Sinembah. The subject is students of Class XII IPA-2 in the academic year 2014/2015 which consists of 40 people, 11 male students and 29 female students. This study was conducted in two cycles, each consists of three meetings. A test was conducted at the beginning and at the end of each cycle in order to see students' mathematical communication ability. The results of cycle I showed that students' average score was 72.7 with 25 students complete and 15 students incomplete and the classical completeness was 62.5%.  In the second cycle, the average score was 82.65 with 37 students complete and 3 students incomplete and the classical completeness was 92.5%. There was an increase of 9.5  points on students' learning outcome and hence it can be concluded that inquiry learning strategy leads students' activities to be in good category.Keywords: learning outcome, students' mathematical activities, inquiry learning strategy Abstrak, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dan peningkatan aktivitas proses pembelajaran matematika siswa dengan menggunakan strategi pembelajaran inkuiri. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Bagan Sinembah Kecamatan Bagan Sinembah. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII IPA-2 tahun pelajaran 2014/2015 sebanyak 40 orang yang terdiri dari 11 orang laki-laki dan 29 orang perempuan. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus yaitu siklus I terdiri dari 3 pertemuan dan siklus II terdiri dari 3 pertemuan. Tes kemampuan matematika siswa dilakukan di awal dan akhir setiap siklus. Adapun hasil dari penelitian ini dapat dilihat dari: (1) Hasil tes ulangan kemampuan matematika siswa siklus I diketahui nilai rata-rata 72,75, tuntas 25 orang, tidak tuntas 15 orang, ketuntasan klasikal 62,5%; (2) Hasil tes ulangan kemampuan matematika siswa siklus II diketahui nilai rata-rata 82,65, tuntas 37 orang, tidak tuntas 3 orang, ketuntasan klasikal 92,5%, dan peningkatan hasil belajar matematika siswa naik 9,5 poin; (3) Pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran inkuiri membuat aktivitas siswa berkategori baik dalam pembelajaran. Kata Kunci : Hasil Belajar, Aktivitas Matematika Siswa, Strategi Pembelajaran Inkuiri.
PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 BERDASARKAN KAJIAN TEORI PSIKOLOGI BELAJAR Susilana, Rudi
EDUTECH Vol 13, No 2 (2014): KURIKULUM 2013 DAN INOVASI PEMBELAJARAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v13i2.3095

Abstract

Abstract. The 2013 Curriculum offers a few new things, one of which is the emphasis on the application of the scientific approach. The scientific approach in 2013 Curriculum includes five core activities consisting of several activities as follows: observing, asking, doing, reasoning or associating, and communicating (drawing conclusion, presenting). This paper tries to describe the results of the theoretical studies of psychology of learning about activities developed in the scientific approach and formulate some conclusions that are expected to provide "reinforcement" to the implementers of 2013 Curriculum in various educational units.Keywords: Scientific Approach, 2013 Curriculum Implementation, Psychology of Learning Theory.Abstrak. Ada beberapa hal baru dalam pengembangan dan implementasi Kurikulum 2013, salah satunya adalah adanya penekanan penerapan pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik dalam Kurikulum 2013 meliputi lima kegiatan inti yang terdiri atas beberapa kegiatan berikut, yaitu: mengamati, menanya, melakukan, menalar atau mengasosiasikan, dan mengomunikasikan (membuat kesimpulan, mempresentasikan).Paparan ini mencoba memaparkan hasil kajian teori psikologi belajar tentang kegiatan-kegiatan yang dikembangkan dalam pendekatan saintifik dan merumuskan beberapa simpulan yang diharapkan dapat memberikan "penguatan" kepada para implementator Kurikulum 2013 yang ada di berbagai satuan pendidikan.Kata Kunci: Pendekatan Saintifik, Implementasi Kurikulum 2013, Teori Psikologi Belajar.

Page 6 of 27 | Total Record : 267