cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Edutech
ISSN : 08521190     EISSN : 25020781     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech adalah jurnal majalah ilmiah di Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia yang terbit sebanyak tiga kali dalam setahun pada bulan Februari, Juni, dan Oktober. Semua artikel yang dikirim melalui proses peer review double blind dan ulasan editor sebelum di publikasikan.Jurnal Edutech atau kepanjangan dari Educational Technology ini menerima artikel tentang pendidikan, teknologi pendidikan dan komunikasi
Arjuna Subject : -
Articles 267 Documents
PERILAKU KOMUNIKASI WANITA SYIAH DALAM PERNIKAHAN MUT’AH Nurlimah, Nila
EDUTECH Vol 13, No 1 (2014): DINAMIKA PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v13i1.3226

Abstract

Abstract. This research was also intended to find out the communication behavior of the actors of mut’ah marriage to either their husbands or their surrounding communities. This research used the qualitative method by using the symbolic interaction approach The dramaturgical attitude in front of Sunni communities and mature attitude in doing the mut’ah marriage were the consequence of the marriage The results of the research show that, communication behavior of Syiah women that could be seen from two aspects, namely: 1) In the Polygamy Mut’ah actors, mut’ah of Sunni husband, and continuous mut’ah with different husband, the verbal communication used tended to be very careful with limited non-verbal communication, and the mediated communication as wished. Meanwhile, in the monogamy mut’ah, mut’ah without intimate course, mut’ah with Syiah husband, and continuous mut’ah with the same husband the verbal communication was very expressive with common non-verbal communication, and unlimited mediated communication.2) In the aspect of interaction to the environment, all mut’ah actors had opened attitude to the Syiah and closed attitude to the Sunni.Key Word: communication behavior, mut’ah marriage, syi’ah womenAbstrak. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkap perilaku komunikasi para pelaku nikah mut’ah baik dengan suami maupun dengan lingkungan sekitar.Penelitian dengan menggunaka pendekatan studi interaksi simbolik ini memperlihatkan adanya sikap dramaturgis di hadapan masyarakat Sunni dan sikap dewasa dalam menjalani pernikahan mut’ah, .Hasl penelitian menunjukkan bahwa pada pelaku mut’ah poligami, mut’ah suami Sunni, dan mut’ah berkali-kali dengan suami yang berbeda perilaku komunikasi verbal cenderung hati-hati, komuni kasi non verbal terbatas, dan komunikasi bermedia seperlunya. Sementara pada mut’ah monogami, mut’ah tanpa hubungan intim, mut’ah dengan suami Syi’ah, mut’ah berkali-kali dengan suami yang sama komunikasi verbal lebih ekspresif, komunikasi non verbal wajar, dan komunikasi bermedia leluasa. Pada aspek interaksi dengan lingkungan semua pelaku mut’ah bersikap sama terhadap lingkungan yaitu terbuka terhadap kalangan Syiah dan tertutup terhadap kalangan non Syiah.Kata Kunci : perilaku komunikasi, wanita Syiah, nikah mut’ah
PEER EDUCATION ON LEPROSY ERADICATION IN GOWA RESIDENCE, SOUTH SULAWESI (ERADIKASI PENYAKIT KUSTA MELALUI PEER EDUCATION DI KABUPATEN GOWA PROVINSI SULAWESI SELATAN) -, Yusar
EDUTECH Vol 15, No 3 (2016): ESENSI PEMBELAJARAN MASA KINI
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v15i3.4874

Abstract

Abstract. Peer education in an innovative approach to raise the leprosy awareness. This research is a study to describe the peer education by the agents who was the former leprosy to give the right information about the leprosy to the people. The former leprosy associated within the civil society organization acting as the agents of peer education is the role model for leprosy eradication in Kabupaten Gowa. They both giving the example of the succed of the medical treatment on leprosy and the consequences on medical retardness. With the qualitative approach on rapid ethnography method, observation and deep interview on the agents was done to gain the information related to the peer education on leprosy. The evidence of this research describe the changing behaviour on the peole of Kabupaten Gowa conducting to the leprosy including the openness to the leprosy, the acceptance of the people on leprosy to be feel disposed and readily to have the medical treatment such screening their skins and encourage them to report if they suffered any skin problems. Furthermore, the peer education was slowly changed the people’s believe on leprosy as an mistical disease or curse become more medicals.Keywords: Peer education, young people, leprosy.Abstrak. Peer education merupakan pendekatan inovatif dalam meningkatkan kesadaran terhadap penyakit kusta. Penelitian ini menggambarkan peer education yang dilaksanakan oleh orang yang pernah mengalami kusta (OPMYK) dalam memberikan informasi yang tepat mengenai penyakit kusta kepada masyarakat. Para OPMYK tersebut adalah kelompok organisasi masyarakat sipil yang pernah mengalami penyakit kusta namun telah menjalani pengobatan sejak dini dan teratur sehingga terhindar dari kecacatan fisik secara permanen dan juga OPMYK yang telah mengalami kecacatan fisik permanen. Para OPMYK ini menjadi contoh terbaik dalam menyadarkan masyarakat atas penyakit kusta. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode rapid etnografi, serangkaian pengamatan dan wawancara dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai keberhasilan peer education sebagai bagian dari eradikasi kusta. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa pada masyarakat Kabupaten Gowa terjadi perubahan sikap terhadap penyakit kusta, yakni terbuka terhadap kusta, bersedia untuk mendapatkan pengobatan secara medis, dan berani melaporkan diri jika ditemukan penyakit-penyakit kulit yang mengindikasikan kusta. Lebih jauh, dengan metode peer education yang dilakasanakan tersebut, secara perlahan mengubah pandangan dan kepercayaan masyarakat yang sebelumnya percaya bahwa kusta adalah penyakit gaib ataupun kutukan menjadi penyakit medis.Kata kunci: Peer education, kaum muda, kusta.
STUDI IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS KKNI PADA PROGRAM STUDI S1 ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS INFORMATIKA DAN BISNIS INDONESIA direja, Ardi cahya
EDUTECH Vol 16, No 2 (2017): GLOBAL EDUCATION
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v16i2.7756

Abstract

Abstract. This research is motivated by the rules and laws issued by the government regard-ing the implementation of the Indonesian National Qualification Framework (KKNI) in higher education curriculum. The principle of KKNI is to assess an individual in the aspects of knowledge, competencies, and skills in accordance with the learning achievements obtained through educational process which is shown by certain descriptor levels. This research seeks to see the procedure implementation of KKNI based curriculum in Communication Science under-graduate study program of Indonesia Informatics and Business University (UNIBI), which in-cludes planning, implementation, and evaluation procedures as well as factors affecting the imple-mentation of KKNI based curriculum. The research method used was descriptive qualitative and the data was collected through observation, questionnaire, and documentary study. The subject of this research was the head of UNIBI Communication Science Study Program and all the lecturers in the study program. This research found that the planning of KKNI curriculum in UNIBI Com-munication Science Study Program has aligned with instructions from Belmawa and Ristekdikti. The implementation was not yet optimal but it was already in accordance with the government’s rules. In addition, the study program has not conducted holistic evaluation because the KKNI cur-riculum is just recently applied in 2016/2017 academic year and therefore could only evaluate the performance of lecturers and students’ learning outcome. In short, factors affecting the implemen-tation of KKNI curriculum include the curriculum itself, lecturers, students, facilities and infra-structure, and stakeholders.Keywords: Curriculum Implementation, Indonesian National Qualification Framework (KKNI), Communication Science Study ProgramAbstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peraturan dan undang-undang yang dikeluar-kan pemerintah terhadap pemberlakuan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) pada kurikulum pendidikan tinggi. Prinsip KKNI adalah menilai seseorang dalam aspek keilmuan, keahlian dan keterampilan sesuai dengan capaian pembelajaran yang diperoleh melalui proses pen-didikan, pelatihan kerja atau pengalaman yang telah dilampui, ditunjukan melalui deskriptor level tertentu. Penelitian ini berusaha melihat bagaimana prosedur penyelenggaraan Implementasi Ku-rikulum berbasis KKNI pada Program Studi (Prodi) S1 Ilmu Komunikasi Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia (UNIBI) meliputi prosedur perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi dalam Implementasi Kurikulum berbasis KKNI. Metode penelitian disini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, angket wawancara dan studi dokumen. Subjek Penelitian disini ialah Kepala Prodi Ilmu Komunikasi UNIBI dan seluruh Dosen Prodi Ilmu Komunikasi UNIBI. Hasil Penelitian menggambarkan bahwa perencanaan kurikulum KKNI pada Prodi Ilmu Komunikasi UNIBI sudah sesuai dengan instruksi dari Belmawa dan Ristekdikti, pelaksanaan Implementasi Kurikulum KKNI belum optimal namun sudah sesuai dengan aturan pemerintah dan prodi hanya baru mengimplementasikan kurikulum yang bersifat pembaharuan dokumen, Prodi Ilmu Komu-nikasi belum melakukan evaluasi kurikulum KKNI secara menyeluruh, hal tersebut dikarenakan kurikulum KKNI baru diterapkan pada tahun ajaran 2016/2017 jadi Prodi ilmu komunikasi hanya melakukan evaluasi kinerja dosen oleh mahasiswa dan evaluasi hasil belajar mahasiswa, (4) hal-hal yang mempengaruhi implementasi kurikulum KKNI diantaranya kurikulum itu sendiri (Kurikulum KKNI), dosen, mahasiswa, sarana prasarana, stakeholders.Kata Kunci : Implementasi, Kurikulum, KKNI
ANALISIS DESKRIPTIF TINGKAT KEPERCAYAAN PELANGGAN PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, Tbk BERDASARKAN DIMENSI INTEGRITY Soedardji, Imam; Febrina, Diah
EDUTECH Vol 17, No 1 (2018): INTERDISIPLINER PEMBELAJARAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v1i1.12250

Abstract

Abstrak. Perkembangan internet yang cepat telah mengubah cara kehumasan berhub-ungan dengan masyarakat. Hal ini diikuti oleh fenomena dunia yang tanpa batas dimana tidak ada batasan bagi pengguna untuk memberikan respon terhadap suatu produk atau layanan yang berdampak pada kepercayaan yang telah dibangun selama bertahun-tahun oleh perusahaan dan publiknya. Petisi tentang IndiHome pada situs change.org mengindikasikan bahwa pelanggan me-rasa kecewa dan tidak lagi percaya pada Telkom. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kuesioner sebagai instrumen yang diberikan pada pelanggan dan pendukung petisi IndiHome pada situs change.org. Berdasarkan temuan dan analisis data, tingkat kepercayaan pelanggan pada Telkom jika dikaitkan dengan integritas dapat diketahui berada pada tingkat se-dang. Sekalipun demikian salah satu indikator integritas, yakni kejujuran memiliki penilaian negatif paling tinggi bila dibandingkan dengan indikator pemenuhan informasi maupun kehanda-lan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan tabel distribusi frekuensi dan kemudian dibagi ke dalam tiga kategori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi integritas berada pada level moderat. Abtract. The rapid development of the internet changes the way of public relations get con-nected with their public. It also followed by “borderless” world which means limitless on users to argue about a product or service that may result in damage to the trust that has been established for many years by the company and their publics. Petition about IndiHome on Change.org means if customers feel disappointed and can’t longer believe Telkom. This study used quantitative de-scriptive research with questionnaire as a research instrument and distributed to consumers and supporter of petition about IndiHome on Change.org. Based on the findings and data analysis, the level of customers' trust on Telkom in relation to integrity is at a moderate level. Yet, one of the indicators of integrity, that is honesty, has the highest negative rating compared to information fulfillment and reliability indicators. The data was analyzed using table of distribution of frequen-cy and then recoded into three categories. The findings suggest that the dimension of integrity is at moderate level.
EFFECTIVENESS OF COMPUTER LEARNING MODEL GAMES AGAINST EARLY CHILDHOOD COGNITIVE DEVELOPMENT SCOPE OF DEVELOPMENT OF CONCEPTS OF SHAPES, COLORS AND SIZES Rullyana, Gema; Masitoh, Masitoh; Riyana, Cepi
EDUTECH Vol 17, No 3 (2018): KOMPUTER, SEKOLAH & KOMUNITAS BELAJAR
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v17i3.15863

Abstract

Abstract. The general problem in this study is "How is the effectiveness of computer learning game's models for early-childhood cognitive development the scope of the development of the concept of shape, color and size?" Computer learning game's model? 2. What is the cognitive development of children in the scope of the development of color concepts after applying computer learning to game models? 3. What is the cognitive development of children in the scope of the development of the concept of size after applying computer learning to game models? 4. Does the game learn a computer model has a significant influence on improving early-childhood cognitive development in the scope of the development of concepts in shape, color and size? The method used is the quasi-experimental method of time series design. The instruments in this study are objective tests and observations. The research hypothesis was tested using paired sample's t test. The results of this study are: 1. Ho: computer learning games model does not have an influence on early-childhood cognitive improvement the scope of the development of the concept of shape, color and size. 2. H1: computer learning games model has an influence on early-childhood cognitive improvement in the scope of the development of the concept of shape, color and size. Abstrak. Permasalahan umum dalam penelitian ini adalah “Bagaimana efektivitas pembelajaran komputer model games terhadap perkembangan kognitif anak usia dini lingkup perkembangan konsep bentuk, warna dan ukuran?” Secara lebih rinci, masalah tersebut terdiri dari: 1. Bagaimana perkembangan kognitif anak lingkup perkembangan konsep bentuk sesudah diterapkan pembelajaran komputer model games? 2. Bagaimana perkembangan kognitif anak lingkup perkembangan konsep warna sesudah diterapkan pembelajaran komputer model games? 3. Bagaimana perkembangan kognitif anak lingkup perkembangan konsep ukuran sesudah diterapkan pembelajaran komputer model games? 4. Apakah pembelajaran komputer model games memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan perkembangan kognitif anak usia dini lingkup perkembangan konsep bentuk, warna dan ukuran? Metode yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen time series design. Instrumen dalam penelitian ini adalah tes objektif dan observasi. Hipotesis penelitian di uji dengan menggunakan paired samples t test. Hasil dari penelitian ini adalah: 1. Ho : pembelajaran komputer model games tidak memberikan pengaruh terhadap peningkatan kognitif anak usia dini lingkup perkembangan konsep bentuk, warna dan ukuran . 2. H1 : pembelajaran komputer model games memberikan pengaruh terhadap peningkatan kognitif anak usia dini lingkup perkembangan konsep bentuk, warna dan ukuran.
PERCEPTIONS OF ELEMENTARY SPECIAL SCHOOL TEACHERS ON ICT BASED INSTRUCTIONAL MEDIA IN FACILITATING CHILDREN WITH SPECIAL NEEDS IN LEARNING IN MAJALAYA DISCTRICT BANDUNG REGENCY Sidiq, Zulkifli
EDUTECH Vol 14, No 2 (2015): INOVASI DAN APLIKASI PENDIDIKAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v14i2.1374

Abstract

Abstract. The efforts to overcome the limitations and services of children with special needs at Elementary Special School (SDLB) level has been carried out up through regular debriefing given to SDLB teachers, especially in designing, developing and utilizing ICT based instructional media. The debriefing was carried out through the process of ICT based instructional media training at district level of Bandung Regency. The analysis of SDLB teachers’ perceptions on the ease of improving services to SDLB children conducted in this study found that the use of ICT based instructional media is highly needed in the learning process. Out of 46 SDLB teachers participating as samples in multimedia workshop, they gave their opinion that training on ICT based instructional media was a positive effort to better improve services to children with special needs. This study recommended that the training could be given in a regular basis in order to improve the competency of SDLB teachers in developing ICT based instructional media.Keywords: instructional media, Information Technology, Elementary Special School, trainingAbstrak. Upaya mengatasai keterbatasan dan pelayanan anak berkebutuhan khusus pada jenjang Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) telah dilakukan hingga melalui upaya pembekalan secara rutin kepada sejumlah guru SDLB, khususnya dalam mendesian, mengembangkan dan memanfaatkan media pembelajaran Teknologi Informasi (TI). Pembekalan dilakukan melalui proses pelatihan pengembnagan media pembelajaran berbasis TI pada tingkat kecamatan di wilayah Kabupaten Bandung. Dari proses penelitian yang dilakukan terhadap analisis persepsi guru SDLB terhadap kemudahan meningkatkan layanan kepada anak SDLB maka diperoleh data yang menunjukkan bahwa penggunaannya media pembelajaran berbasis (TI) dalam proses pembelajaran dinyatakan sangat dibutuhkan. Dari 46 guru SDLB yang berpartisipasi sebagai sampel penelitian dalam pelatihan multimedia, mereka memberikan pendapatnya bahwa pelatihan tentang media pembelajaran berbasis TI sangat positif terhadap upaya meningkatkan layanan pembelajaran anak berkebutuhan khusus secara lebih baik. Sebagai rekomendasi dari studi ini menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan yang dilakukan dapat secara rutin diberikan dalam rangka meningkatkan kompetensi guru SDLB dalam bidang pengembangan media pembelajaran berbasis TI.Kata kunci : Media Pembelajaran , Teknologi Informai, SDLB, Pelatihan.
PROSEDUR PELAYANAN LEMBAGA KEPADA PUBLIK AKADEMIK DI SLB NEGERI A KOTA BANDUNG Fitria, Amida Windari
EDUTECH Vol 18, No 2 (2019)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v18i2.17143

Abstract

Communication procedure in public service academic at SLBN A Bandung City, Not all public academic know procedure. Some even made difficulties due to the stages that required the West Java Provincial Education Office first. Make a lot of academic public who repeat in making research letters conducted in SLBN A Bandung City. The uniqueness of this case study research lied in (1) the selection of research sites which are schools that provide special education for the visually impaired or previously known as the oldest extraordinary education in Southeast Asia. (2) Public Relations is not optimal in academic public services. (3) lies in a blind person who occupies the Deputy Principal for Public Relations and Advocacy in the SLBN A Bandung City. This study aims to know communication procedures in academic public services, the data in this research with qualitative approach is obtained through observation, in-depth interview, and literature study. The results showed that communication procedures in academic public services have seven procedures including Administration for PPL/PPG/KKN, Letter of Recommendation for the West Java Provincial Education Office for research, Disposition of Principals, Field Schedule Coordination, Conditioning Objects, Public Assistance by the Responsible Person / Teacher and Submitting the Activity Report.Prosedur komunikasi pada akademik layanan publik di SLBN A Kota Bandung, Tidak semua akademisi publik mengetahui prosedur. Bahkan ada yang mengalami kesulitan karena tahapan yang mengharuskan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat terlebih dahulu. Membuat banyak civitas akademika yang mengulang dalam pembuatan surat penelitian yang dilakukan di SLBN A Kota Bandung. Keunikan penelitian studi kasus ini terletak pada (1) pemilihan lokasi penelitian yang merupakan sekolah yang menyelenggarakan pendidikan khusus bagi tunanetra atau yang sebelumnya dikenal sebagai pendidikan luar biasa tertua di Asia Tenggara. (2) Humas belum optimal dalam pelayanan publik akademik. (3) terletak pada seorang tunanetra yang menduduki jabatan Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Advokasi di SLBN A Kota Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur komunikasi dalam pelayanan publik akademik, data dalam penelitian ini dengan pendekatan kualitatif diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur komunikasi dalam pelayanan publik akademik memiliki tujuh prosedur antara lain Administrasi PPL/PPG/KKN, Surat Rekomendasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk penelitian, Disposisi Kepala Sekolah, Koordinasi Jadwal Lapangan, Pengkondisian Objek, Pendampingan Masyarakat oleh Penanggung Jawab/Guru dan Penyampaian Laporan Kegiatan.
COMPARISON USING MEDIA CARD IMAGES AND ANIMATION IN IMPROVING THE KNOWLEDGE METAMORPHOSIS OF ANIMALS IN DEAF CHILDREN Sutisna, Nia
EDUTECH Vol 15, No 1 (2016): MEDIA DAN MODEL PEMBELAJARAN TERBARU
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v15i1.2226

Abstract

Abstrack, The study, entitled "comparison using the media card images and animations to improve the knowledge of animal metamorphosis in deaf children", aims to determine the differences in media use picture cards and animations based on the results of the test after the treated media. Methods This study uses a quantitative approach to experiment with the design of Counter Balance, is the rotation design allows two classes of media research to get the same treatment, as for data analysis using the Wilcoxon test. This research was conducted in class IV and V SLB Gandasari Indramayu with a total sample of eight people and made two groups according to the class. The results of the test scores after tested with Wilcoxon test calculations in may conclude that researchers propose hypotheses accepted, that there are differences in the use of media cards and animated images in increasing knowledge of animal metamorphosis in deaf children. This study is expected to be a reference to the suggestion that more and more schools are given attention on the use of the media, especially the animation of deaf children to help improve knowledge in the subject matter.Keywords: Animal Metamorphosis Knowledge, Media Card Image, Animation.Abstrak, penelitian yang berjudul “perbandingan menggunakan media kartu gambar dan animasi dalam meningkatkan pengetahuan metamorfosis hewan pada anak tunarungu”, bertujuan untuk mengetahui perbedaan penggunaan media kartu gambar dan animasi berdasarkan hasil tes setelah diberi perlakuan media tersebut. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimen dengan desain Counter Balance, yaitu desain rotasi yang memungkin dua kelas penelitian mendapatkan perlakuan media yang sama, adapun analisis datanya menggunakan uji Wilcoxon. Penelitian ini dilakukan di kelas IV dan V SLB Gandasari Indramayu dengan jumlah sampel sebanyak delapan orang dan dijadikan dua kelompok sesuai kelas. Hasil skor tes setelah diuji dengan perhitungan Uji Wilcoxon didapat kesimpulan hipotesis yang peneliti ajukan diterima, yaitu terdapat perbedaan penggunaan media kartu gambar dan animasi dalam meningkatkan pengetahuan metamorfosis hewan pada anak tunarungu. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan saran bagi sekolah agar semakin lebih diberi perhatian tentang penggunaan media khususnya animasi bagi anak tunarungu untuk membantu meningkatkan pengetahuan dalam hal materi pelajaran.Kata kunci: Pengetahuan Metamorfosis Hewan, Media Kartu Gambar, Animasi.
PENERAPAN TEORI PEMBIASAAN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGI SISWA DI TINGKAT SEKOLAH DASAR Mutakin, Tatan Zenal
EDUTECH Vol 13, No 3 (2014): DINAMIKA PENDIDIKAN DAN LAYANAN PEMBELAJARAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v13i3.3089

Abstract

Abstract, This study aims to determine the extent of the application of a religious character education through habituation theory in State Primary School in South Tangerang City area. This study is part of Research and Development held in several elementary schools in South Tangerang to implement character education through religious activities. During the 6 month study period, ie April-August 2014.The study concluded that: 1) Implementation of the religious dimension through habituation five daily prayers and recitation of the Qur'an can only be carried out by the students in the life of 36,82%, 2) of the whole school who were respondents in this study, the majority has not can implement character education process for the dimensions religus with habituation method, 3) after the treatment method of habituation, the implementation of the five daily prayers and recitation of the verses of Qur'an has increased significantly; from 36,82% to 57,13%, although the implementation of the five daily prayers can be conducted in a timely yet by the students.Keywords: Character Education, Religious ActivityAbstrak, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana penerapan pendidikan karakter religi melalui teori pembiasaan di Sekolah Dasar Negeri yang ada di wilayah Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian riset dan pengembangan (Research and Development) yang dilaksanakan di beberapa Sekolah Dasar di Kota Tangerang Selatan dengan menerapkan pendidikan karakter melalui kegiatan religi. Waktu penelitian selama 6 bulan, yaitu bulan April– Agustus 2014.Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: 1) Pelaksanaan dimensi religius melalui pembiasaan shalat lima waktu dan pembacaan al-qur’an baru dapat dilaksanakan oleh para siswa dalam kehidupan sebesar 36,82 %, 2) dari seluruh sekolah yang menjadi responden dalam penelitian ini, mayoritas belum dapat melaksanakan proses pendidikan karakter untuk dimensi religus dengan metode pembiasaan, 3) setelah dilakukan treatment metode pembiasaan, pelaksanaan shalat lima waktu dan pembacaan ayat-ayat al-qur’an mengalami peningkatan yang cukup signifikan; dari 36,82% menjadi 57,13%, walaupun pelaksanaan shalat lima waktu belum dapat dilaksanaan tepat waktu oleh para siswa.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Kegiatan Religi
FUNGSI HUMAS PEMERINTAH KABUPATEN SUMEDANG DALAM MENGKAMPANYEKAN SUMEDANG SEBAGAI PUSEUR BUDAYA SUNDA (SPBS) Nugraha, Aat Ruchiat
EDUTECH Vol 13, No 1 (2014): DINAMIKA PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v13i1.3220

Abstract

Abtract, Regional autonomy gives opportunity to the leadership of the district/city to build a territory independently and energized. Sumedang as an autonomous region PR utilize the functionality of territory in the development process in order to improve or maintain the perception, image and reputation of both material and immaterial development of the public. The technique of communications made Sumedang Government Relations ie through the use of a public campaign to strengthen city branding as a cultural center in West Java.Key Word: Rigional Autonomy, Public Relations Function and City BrandingAbstrak, Adanya otonomi daerah memberikan peluang kepada pimpinan kabupaten/kota untuk membangun wilayahnya secara mandiri dan berdayasaing. Sumedang sebagai daerah otonomi memanfaatkan fungsi Humas pada proses pembangunan wilayahnya dalam rangka meningkatkan maupun mempertahankan persepsi, citra dan reputasi pembangunan secara materi maupun immateri dari publiknya. Adapun teknik komunikasi yang dilakukan Humas Pemerintah Kabupaten Sumedang yaitu melalui pemanfaatan kampanye publik dalam menguatkan city branding sebagai pusat budaya di Jawa Barat.Kata Kunci: Otonomi Daerah, Fungsi Humas dan Citra Kota

Page 7 of 27 | Total Record : 267