cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL PSIKOLOGI UDAYANA
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 422 Documents
SOSIALISASI MORAL PADA ANAK-ANAK MELALUI MAPLALIAN Manuaba, Ida Bagus Gede Bhaskara; Herdiyanto, Yohanes K.
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.273 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i01.p07

Abstract

Keberadaan moral mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, salah satunya pendidikan. Keberadaan moral sebagai landasan pendidikan sangat penting, karena sering terjadi masalah-masalah penyimpangan moral dalam dunia pendidikan. Ini disebabkan oleh tututan mengejar prestasi akademik yang tinggi, menyebabkan anak-anak hanya sibuk untuk belajar, padahal kegiatan yang identik bagi mereka adalah bermain. Di Bali, kegiatan bermain itu disebut maplalian. Salah satu organisasi yang konsisten melestarikan plalian adalah sanggar Kukuruyuk. Anak-anak yang mengikuti kegiatan maplalian di sanggar Kukuruyuyk, belajar nilai-nilai moral yang bersumber dari dongeng, plalian, dan gending rare. Nilai moral yang anak-anak dapatkan dari sumber-sumber tersebut kemudian disosialisasikan kepada sesama anggota sanggar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian etnografi. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan pengumpulan data melalui foto dan video. Responden yang dilibatkan pada penelitian ini adalah empat orang anak anggota sanggar Kukuruyuk, yang telah menjadi anggota lebih dari satu tahun. Penelitian ini juga melakukan observasi pada kegiatan anak-anak saat maplalian. Untuk memperkuat data penelitian maka dilakukan wawancara kepada sigificant others responden, yaitu pengasuh sanggar, orangtua responden, dan guru wali kelas responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa banyak nilai moral yang dipelajari anak-anak sanggar Kukuruyuk yang bersumber dari dongeng, tokoh, plalian, aturan, dan hukuman. Agen sosialisasi yang berpengaruh untuk mensosialisasikan moral pada anak-anak sanggar Kukuruyuk, adalah agen sosialisasi kedudukan setara yaitu sesama anggota sanggar, dan agen sosialisasi kedudukan lebih tinggi yaitu pengasuh sanggar, wali kelas, dan orangtua. Sosialisasi moral yang terjadi pada kedua agen sosialisasi ini berhasil menanamkan nilai moral pada anak-anak sanggar Kukuruyuk.   Kata Kunci: sosialisasi, nilai moral, plalian,
KONSEP DIRI PADA ANAK DENGAN ORANGTUA YANG BERCERAI Sari, Komang Diah Lopita; Budisetyani, I Gusti Ayu Putu Wulan
Jurnal Psikologi Udayana Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.828 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2016.v03.i02.p10

Abstract

For couples who have built a family of course have to hope to become an intact family, prosperous, full of warmth, and affection. Building a happy family would not be complete without having a descendant or child as the future generation. Every married couples had hopes of having children who are physically and mentally healthy, smart, and can be a pride for the family. To have a child with such expectations, of course parents have a very significant role, that parents are expected to watch each stage of development and needs of children in order to be passed and met properly. The couple who foster home must not be separated from a conflict. If the conflict in the household lead to divorce, and the couple decided to stay together with the ongoing conflict, then it can affect the psychological condition of children. As for the purpose of this study is to describe the self-concept in children whose parents are divorced but still living in one house, through interviews and observation methods.This qualitative study uses a case study approach. The sampling technique used was purposive sampling. Subjects in this study was a girl who was 11 years old whose parents divorced but still living in one house. Data are used in this research is observation, interviews, and field notes. The data were analyzed using technique of Stake analysts. Based on the analysis, it was found that there were 15 categories can be grouped into three patterns. The patterns are 1. Causative factors that influence a child?s self-concept; 2. Psychological characteristics; 3. The dimensions of self-concept in children with divorced parents. Children with divorced parents are expected to be open to problems encountered, and the child is expected to open up to the social environment in the company of those close to and trusted by the child, so the child can change aspects of their life, towards positive self-concept.Keywords : self-concept, child, divorced parents, divorce
Penerapan Kearifan Lokal Masyarakat Bali yang dapat Mengurangi Stigma terhadap Orang dengan Gangguan Jiwa Pramana, Ida Bagus Gde Agung Yoga; Herdiyanto, Yohanes Kartika
Jurnal Psikologi Udayana Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.23 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i02.p01

Abstract

Hasil riset kesehatan dasar pada tahun 2013 menunjukkan bahwa prevalensi kasus gangguan jiwa dengan tipe skizofrenia di Indonesia sebesar 1,7 per seribu jumlah penduduk dan untuk prevalensi kasus gangguan jiwa tipe skizofrenia di Bali adalah sebesar 2,3 per seribu jumlah penduduk. Sebagian masyarakat Indonesia memandang gangguan jiwa dengan sudut pandang negatif atau yang biasa disebut dengan stigma. Stigma adalah bentuk prasangka yang mendeskreditkan atau menolak seseorang maupun kelompok karena individu atau kelompok yang ditolak tersebut dianggap berbeda dengan diri kita atau kebanyakan orang. Bali yang dikenal sebagai pulau yang sarat akan budaya dan memiliki kearifan lokal yang mengikat masyarakatnya. Kearifan lokal atau yang dikenal dengan istilah kearifan tradisional merupakan semua bentuk pengetahuan, keyakinan, pemahaman, dan wawasan serta adat kebiasaan atau etika yang menuntut perilaku manusia dalam kehidupan di dalam komunitas ekologis. Berbagai nilai atau kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Bali seharusnya mampu menekan stigma yang diterima oleh ODGJ di Bali karena nilai atau kearifan lokal tersebut secara langsung mengajarkan individu untuk berperilaku saling menghargai, peduli, dan menjaga keharmonisan satu sama lain, namun pada kenyataannya ODGJ di Bali masih mendapatkan stigma negatif dari lingkungan sekitar. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini difokuskan untuk membahas penerapan kearifan lokal masyarakat Bali yang dapat menurunkan stigma terhadap ODGJ. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi pada total tujuh responden masyarakat Bali dengan dua kategori yaitu masyarakat umum berjumlah empat responden dan tokoh agama berjumlah tiga responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat empat konsep kearifan lokal masyarakat Bali yang dapat menurunkan stigma terhadap ODGJ yaitu tat twam asi, karma phala, tri kaya parisudha dan tri pramana. Temuan lainnya menunjukkan bahwa selain dapat menurunkan stigma, konsep karma phala ternyata dapat mendorong terbentuknya stigma masyarakat Bali terhadap ODGJ. Kata kunci: Kearifan lokal, stigma, ODGJ, masyarakat Bali.
Peran motivasi berprestasi dalam organisasi dan kohesivitas kelompok terhadap komitmen organisasi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Sukasih, Luh Gede Raka; Astiti, Dewi Puri
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.781 KB)

Abstract

Mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan akademik atau hard skill serta kemampuan non-teknis atau soft skill yang baik sebagai bekal terjun ke masyarakat. Salah satu cara untuk mengembangkan kemampuan non-teknis adalah dengan mengikuti organisasi mahasiswa. Pada organisasi mahasiswa diperlukan komitmen organisasi agar organisasi mampu menjalankan program kerja dan fungsi dengan baik. Komitmen organisasi dapat dipengaruhi adalah beberapa faktor salah satunya yaitu motivasi berprestasi dalam organisasi dan kohesivitas kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran motivasi berprestasi dalam organisasi dan kohesivitas kelompok terhadap komitmen organisasi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan subjek penelitian sejumlah 278 orang mahasiswa yang mengikuti organisasi di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Alat ukur dalam penelitian ini yaitu skala motivasi berprestasi, skala kohesivitas kelompok dan skala komitmen organisasi. Hasil dari uji analisis regresi berganda menunjukkan bahwa motivasi berprestasi dalam organisasi dan kohesivitas kelompok berperan dalam meningkatkan komitmen organisasi. Kata kunci: kohesivitas kelompok, komitmen organisasi, mahasiswa, motivasi berprestasi, organisasi mahasiswa
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN SELF ESTEEM PADA REMAJA AKHIR DI KOTA DENPASAR Sancaya, Anak Agung Gede Ariputra; Susilawati, Luh Kadek Pande Ary
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.403 KB)

Abstract

Adolescent development toward the adult stage is always in touch with the family in every aspect. One aspect is the development of adolescent self-esteem. Self esteem is one of the aspects that support the development of adolescents to be able to develop optimally and determine success in adulthood. Adolescents need the support of the family to be able to develop self-esteem because the family is the first social environment where adolescents develop. Therefore, researchers assume that there is a relationship between family social support with self-esteem in adolescents in the city of Denpasar. This research method is quantitative correlation where the number of the subject in Denpasar 408 teenagers whose age 17-19 years . Methods of data collection is family social support scale and the scale of self esteem . Reliability of family social support scale is 0.943 and self esteem scale reliability is 0.940 . Normality of families social support variable is 0,219 and self-esteem variables normality is 0.572 . Linearity between family social support variables and self esteem is 0,000 . The coefficient of determination ( r2 ) 0.268 . Methods of data analysis is a technique of regression. The correlation coefficient is 0.518 with a probability of 0.000 . It is proved that there is a correlation between social support families with self-esteem in adolescents in the city of Denpasar. Keywords: family social support, self esteem, adolescents
HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI PADA MAHASISWA SUKU BATAK DI UNIVERSITAS UDAYANA Alfiani, Christina; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Udayana Vol 5 No 01 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.08 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i01.p11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat ada atau tidaknya hubungan antara konformitas dengan motivasi berprestasi pada mahasiswa Suku Batak di Universitas Udayana.Penelitian menggunakan metode kuantitatif.Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling.Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa Suku Batak yang terdaftar dalam paguyuban Ikatan Mahasiswa Sumatera Utara (IMSU) Bali.Alat ukur dalam penelitian ini adalah skala konformitas dan motivasi berprestasi.Koefisien reliabilitas skala konformitas adalah 0,909 dan skala motivasi berprestasi adalah 0,918. Penelitian ini menggunakan analisis data korelasi pearson product moment. Hasil dari penelitian diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,459 dengan nilai probabilitas sebesar 0,000 (0,000<0,05), sehingga dapat dinyatakan terdapat hubungan yang positif antara konformitas dengan motivasi berprestasi. Kata kunci:mahasiswa Suku Batak, Universitas Udayana, konformitas, motivasi berprestasi
Perbedaan Agresivitas Remaja yang Mengikuti Olahraga Beladiri Pencak Silat dan yang tidak mengikuti Olahrga Beladiri Pencak Silat ditinjau dari Efikasi Diri di Denpasar Mahayana, I Nyoman Gede Dyatmanu; Supriyadi, Drs.
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.528 KB)

Abstract

Pada masa remaja individu banyak mengalami perubahan secara kognitif, sosio-emosional dan hormonal sehingga memengaruhi perilaku individu. Salah satu fenomena yang patut diberikan perhatian adalah perilaku agresif dikalangan remaja. Agresivitas dapat berbentuk verbal atau nonverbal. Bentuk-bentuk agresivitas nonverbal terdapat dalam teknik beladiri dalam olahraga beladiri Pencak Silat, dan juga untuk menekan dan menyalurkan rasa frustrasi agar tidak menjadi sumber agresivitas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan agresivitas remaja yang mengikuti olahraga beladiri Pencak Silat dan remaja yang tidak mengikuti olahraga beladiri Pencak Silat ditinjau dari efikasi diri. Subjek dipilih dengan menggunakan teknik stratified sampling. Subjek dalam penelitian ini adalah 226 remaja di Denpasar yang terdiri dari 95 remaja yang mengikuti olahraga beladiri Pencak Silat dan 131 remaja yang tidak mengikuti olahraga beladiri Pencak Silat. Instrumen dalam penelitian ini adalah skala agresivitas dan skala efikasi diri. Hipotesis penelitian diuji dengan analisis kovarian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,00 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa keikutsertaan dalam olahraga beladiri Pencak Silat dan efikasi diri remaja memberikan kontribusi terhadap dorongan agresivitas pada diri remaja. Kata Kunci :Agresivitas, Efikasi Diri, Keikutsertaan dalam Olahraga Beladiri Pencak Silat, Remaja
RELIGIOUS COPING PADA INDIVIDU YANG MELAKUKAN KONVERSI AGAMA Respianto, Respianto; Herdiyanto, Yohanes Kartika
Jurnal Psikologi Udayana Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.526 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2016.v03.i02.p01

Abstract

In Indonesia, we often encountered cases of religious conversion or also called conversion. Religious conversion by Jalaluddin (2012) in general can be interpreted to change religion or converted. Individuals will experience a variety of responses regarding of their choice either of the society from the previous religion and religious communities in the new religion. Various respones occurring in individuals who perform religious conversion will make the individual demonstrate a wide range of coping strategies. Coping strategy is to be studied by researchers for individuals who perform conversions with a variety of responses that emerged from various environments around the individual. This is what researcher will find out about coping strategy in this research. This study uses qualitative research with phenomenological approach. The purpose of this study was to determine the factors that cause religion conversion, the response of family and the environment and coping strategies used by individuals who do the religion conversion. This study used four respondents and will be divided into two, namely the conversion of religion because of the wedding and do the conversion because of their own desires. The results of this study are, causes of conversions divided into two due to internal and external factors. Coping strategies were used that religious coping with three types of coping, self-directing coping style, deffering coping style, and collaborative coping style. The results of this study are, causes of conversions divided into two due to internal and external factors. Religious coping divided into 3 types which using in this case, these are, self-directing coping style, deffering coping style, and collaborative coping style, three types of coping are used at each stage of the process of religioun conversion. Religious coping give positive results to the responden into social system where the responden belong.Keywords: Religion, religion conversion, coping strategy, religious coping.
Peran Komunikasi Efektif Orangtua Remaja dan Kontrol Diri terhadap Tingkat Agresivitas Remaja SMA di Kota Denpasar Pratidina, Putu Ayu Onik; Marheni, Adijanti
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.484 KB)

Abstract

Beberapa tahun belakangan ini masyarakat Indonesia banyak dikejutkan dengan maraknya tindakan agresivitas yang mengarah pada kriminalitas yang dilakukan oleh remaja. Banyak faktor yang dapat menyebabkan remaja melakukan tindakan agresi, salah satunya adalah faktor psikologis yakni gejolak emosi. Gejolak emosi inilah yang dapat menimbulkan tindakan agresivitas hingga menuju tindak kriminal. Agresi adalah setiap tindakan yang menyakiti atau melukai orang lain. Agresivitas pada remaja sebenarnya dapat diatasi jika hubungan antara orangtua dan remaja berlangsung secara efektif. Membangun hubungan yang efektif hendaknya dimulai dengan memiliki komunikasi efektif antara orangtua-remaja, jika komunikasi terjalin efektif maka orangtua akan mudah membantu anak untuk menentukan perilaku yang tepat. Hubungan yang efektif ini juga akan membantu remaja memiliki kontrol diri yang baik, sehingga remaja mampu menahan munculnya perilaku agresif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran komunikasi efektif orangtua-remaja dan kontrol diri terhadap tingkat agresivitas remaja SMA di Kota Denpasar. Subjek dalam penelitian ini adalah 228 siswa SMA di Kota Denpasar. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik cluster sampling. Metode analisis yang digunakan adalah teknik analisis regresi berganda. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan R=0,550 dan R square sebesar 0,302. Hal ini menunjukkan bahwa variabel komunikasi efektif orangtua-remaja dan kontrol diri berperan terhadap tingkat agresivitas remaja sebesar 30,2%. Nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) sehingga dapat disimpulkan komunikasi efektif orangtua-remaja dan kontrol diri secara bersama-sama berperan terhadap tingkat agresivitas remaja. Kata kunci: Agresivitas, komunikasi efektif orangtua-remaja, kontrol diri, remaja
Penyesuaian Diri dan Coping Strategy pada Pekerja Seks Komersial yang Terinfeksi Infeksi Menular Seksual Devi, Putu Tania Lita; Supriyadi, Supriyadi
Jurnal Psikologi Udayana Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.697 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2016.v03.i01.p05

Abstract

Worked as commercial sex workers is very close to a variety of risks as a consequence, one of them is infected with a sexually transmitted infections. The impact of the disease can affect the sex workers from physical and psychological, so they need an adjustment to be able to adjust to the situation and their environment. Positive adjusment requires something named coping strategy, coping strategy is divided into two, first called emotional focused and second called problem focused coping. This study aims to research the relationship between adjustment and coping strategy in commercial sex workers infected sexually transmitted infections.Subjects in this study were 87 commercial sex workers in Denpasar area, between the age 20-55 years old. The instrument of this research is the scale of adjustment and scale of coping strategy that has been tested for validity and reability, the scale of adjusment value rxx = 0,977 and scale of coping strategy value rxx = 0,934.Results of Pearson’s product moment correlations show a correlations of 0,655 with a significants level 0,000 indicates there’s positive relationship between the adjustment to the coping strategy, while the R2 value of 0,429 indicates that the variable can explain the variable adjustment to variable coping strategy by 42,9%.Keywords: Adjusment, Coping Strategy, Sexually Transmited Infections, Commercial Sex Workers.

Page 6 of 43 | Total Record : 422