cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL PSIKOLOGI UDAYANA
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 422 Documents
MEDITASI MENINGKATKAN REGULASI EMOSI PADA REMAJA Tejena, Natassa R; Suarya, Luh Made Karisma Sukmayanti
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.987 KB)

Abstract

Pada masa remaja, individu mengalami perubahan emosi. Emosi remaja yang cenderung meledak-ledak dan sulit dikendalikan apabila tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai masalah bagi remaja dan lingkungan sekitarnya. Untuk itu, remaja membutuhkan kemampuan regulasi emosi. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk melatih regulasi emosi adalah meditasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah meditasi meningkatkan regulasi emosi pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain penelitian NonEquivalent Group Design. Meditasi yang digunakan adalah meditasi Bali Usada yang terdiri dari meditasi teknik mindfulness dan loving kindness. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja berusia 15 sampai dengan 18 tahun atau siswa SMA atau SMK di Denpasar yang diperoleh dengan melakukan two stages cluster sampling. Subjek dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen yang terdiri dari 32 orang dan kelompok kontrol yang terdiri dari 31 orang. Kedua kelompok diberikan pre-test berupa skala regulasi emosi. Kemudian, kelompok eksperimen diberikan perlakuan berupa pelatihan meditasi selama sebulan, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan pelatihan. Setelah itu, kedua kelompok diberi post-test berupa skala regulasi emosi.Hasil uji hipotesis dengan Paired Sample ttest menunjukkan nilai signifikansi selisih pre-test dan post-test pada kelompok eksperimen sebesar 0.000yang kurang dari 0.05 (p<0.05) dan nilai signifikansi selisih pre-test dan post-test pada kelompok kontrol sebesar 0.388 yang lebih dari 0.05 (p>0.05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa meditasi dapat meningkatkan regulasi emosi pada remaja. Kata Kunci: meditasi, regulasi emosi, remaja.
Pengaruh citra tubuh terhadap penyesuaian diri pada remaja awal di SMPN 1 Denpasar Iswari, Ni Komang Anggun Sasmitha; Wilani, Ni Made Ari
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.836 KB)

Abstract

Pada masa remaja awal, hubungan sosial menjadi semakin dominan. Remaja akan melakukan segala kegiatan yang dapat mendongkrak eksistensinya dalam penyesuaian diri untuk bisa masuk ke dalam lingkungan sosial. Selama proses penyesuaian diri, sangat mungkin remaja mengalami konflik yang dapat menghambat perkembangan sosialnya. Konflik seperti stres dapat dialami remaja saat transisi dari Sekolah Dasar memasuki Sekolah Menengah Pertama karena berbagai perubahan-perubahan yang dialami, salah satunya yaitu pubertas. Aspek psikologis dari pubertas, yaitu perhatian remaja terhadap tubuhnya. Salah satu faktor yang memengaruhi penyesuaian diri yang menjelaskan cara remaja memandang diri sendiri, adalah citra tubuh. Citra tubuh bisa memengaruhi hubungan individu yang bersifat publik maupun paling intim dalam kehidupan sehari-hari. Ketidakpuasan terhadap citra tubuh dapat menyebabkan remaja merasa kurang percaya diri, bahkan kurang bahagia. Fenomena ini muncul di SMPN 1 Denpasar berdasarkan hasil studi pendahuluan. Berdasarkan pemaparan tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh citra tubuh terhadap penyesuaian diri pada remaja awal di SMPN 1 Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan subjek berjumlah 191 remaja usia 12-15 tahun di SMPN 1 Denpasar. Subjek dipilih dengan menggunakan teknik probability sampling yaitu simple random sampling dengan metode undian. Instrumen penelitian ini menggunakan dua skala, yaitu skala Citra Tubuh dan skala Penyesuaian Diri. Metode analisis menggunakan regresi linier sederhana dengan hasil (t = 12,721; p = 0,000), sehingga dapat disimpulkan bahwa citra tubuh memiliki hubungan yang fungsional atau hubungan sebab akibat dengan penyesuaian diri pada remaja awal di SMPN 1 Denpasar. Nilai R sebesar 0,261 dan R square sebesar 0,068. Kata kunci: Citra tubuh, penyesuaian diri, remaja awal
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA DI KELURAHAN SADING Parasari, Gusti Ayu Trisna; Lestari, Made Diah
Jurnal Psikologi Udayana Vol 2 No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.424 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2015.v02.i01.p07

Abstract

Elderly are age group that susceptible to depression. Depression in elderly is caused by lack of ability to adapt to changes in self as result of physical, mental and social decline. Severity of elderly depressive disorders are categorized into three levels, namely no depression, mild depression and moderate/severe depression. Family social support plays an important role in helping the elderly in adapting to the changes that occur in order to reduce the level of depression. This quantitative research with correlation approach aims to determine the relationship between family social support with level of depression in elderly in Sading Village. The samples cosisted of 233 elderly in Sading Village were taken using simple random sampling technique. This study uses two scales of measurement namely the family social support scale and the level of depression scale (Geriatric Depression Scale) adapted from Yesavage et al. (in Azizah, 2011). Family social support scale consists of 33 items with the reliability value = 0,968 and level of depression scale consists of 30 items with the reliability value = 0,948. The analysis technique used in this study is the Spearman Rank correlation. The analysis result showed that there was a significant relationship between family social support with level of depression (p = 0,000, p <0,05). The correlation r = -0.847 can be concluded that family social support has a opposite direction relationship with level of depression. This means that the higher family social support received, then the level of depression in elderly in Sading Village would be lower.   Keywords: Family Social Support, Level coefficient of Depression and Elderly
PERAN KONSEP DIRI DAN EFIKASI DIRI TERHADAP KEMATANGAN KARIER MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNVIVERSITAS UDAYANA Harumi, B. Primandini Yunanda; Marheni, Adijanti
Jurnal Psikologi Udayana Vol 5 No 01 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.991 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i01.p03

Abstract

Kematangan karier adalah kemampuan untuk merencanakan, memilih, dan mempertimbangkan karier yang diinginkan selama menjalani tahap-tahap perkembangan karier. Kematangan karier merupakan hal penting dalam diri remaja karena merupakan gambaran mengenai kesiapan remaja menjalani tahap perkembangan karier selanjutnya setelah menyelesaikan jenjang pendidikannya di perguruan tinggi. Kematangan karier dipengaruhi oleh gambaran dalam diri yang terbentuk dalam diri remaja serta keyakinan remaja bahwa dirinya mampu untuk mempersiapkan karier yang sesuai dengan potensinya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran konsep diri dan efikasi diri terhadap kematangan karier mahasiswa yang berada dalam tahap perkembangan remaja akhir. Subyek penelitian ini berjumlah 125 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang terpilih melalui random cluster sampling satu tahap. Alat ukur penelitian yang digunakan adalah skala konsep diri, skala efikasi diri, dan skala kematangan karier. Hasil dari uji analisis regresi ganda menunjukkan nilai R=0,536 dan R2=0,287 sehingga dapat disimpulkan bahwa konsep diri dan efikasi diri bersama-sama berperan sebesar 28,7% terhadap kematangan karier. Koefisien beta terstandarisasi dari konsep diri menujukkan nilai 0,339 dan taraf signifikansi konsep diri 0,000 (p < 0,05) menunjukkan bahwa konsep diri berpengaruh terhadap kematangan karier. Koefisien beta terstandarisasi dari efikasi diri menujukkan nilai 0,288 dan taraf signifikansi efikasi diri 0,001 (p < 0,05) menunjukkan bahwa efikasi diri berpengaruh terhadap kematangan karier. Kata kunci: konsep diri, efikasi diri, kematangan karier, mahasiswa, remaja
PERAN EFIKASI DIRI DAN MOTIVASI INTRINSIK TERHADAP RESILIENSI ORANGTUA DENGAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS PADA SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) DI BALI Wulandari, Ni Nyoman Tri Marheni; Supriyadi, Drs.
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 02 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.811 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p10

Abstract

Resiliensi adalah kemampuan seseorang untuk menilai, mengatasi, dan meningkatkan diri ataupun mengubah dirinya dari keterpurukan atau kesengsaraan dalam hidup yang membuat seseorang berhasil menyesuaikan diri dalam berhadapan dengan kondisi yang tidak menyenangkan. Kemampuan resiliensi dipengaruhi oleh keyakinan individu terhadap kemampuan yang dimiliki dalam menjalani suatu tugas. Di samping itu dorongan dari dalam diri individu untuk menjalani suatu tugas juga dapat mengembangkan kemampuan untuk beradaptasi dari keterpurukan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran efikasi diri dan motivasi intrinsik terhadap resiliensi orangtua dengan anak berkebutuhan khusus pada Sekolah Luar Biasa (SLB) di Bali. Subjek penelitian ini adalah 78 orangtua dengan anak berkebutuhan khusus pada SLB di Bali. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah two stage cluster sampling dalam probability sampling. Instrumen penelitian ini adalah skala resiliensi, skala efikasi diri dan skala motivasi intrinsik. Hasil yang diperoleh dari analisis regresi ganda menunjukkan nilai R=0,686 (p<0,05) dan koefisien determinasi sebesar 0,471, dengan demikian dapat disebutkan bahwa efikasi diri dan motivasi intrinsik secara bersama-sama berperan sebesar 47,1% dalam menjelaskan varian resiliensi orangtua dengan anak berkebutuhan khusus. Koefisien beta efikasi diri sebesar 0,340 dan siginifikansi 0,008 (p<0,05) menunjukkan efikasi diri ,berperan terhadap resliensi. Koefisien beta motivasi intrinsik sebesar 0,473 dan signifikansi 0,000(p<0,05) menunjukkan motivasi intrinsik berperan dalam menjelaskan varian resiliensi. Hal ini menunjukkan setiap kenaikan 0,340 pada efikasi diri dan 0,473 pada motivasi intrinsik, terjadi peningkatan 1 poin pada resiliensi orangtua dengan anak berkebutuhan khusus pada SLB di Bali. Kata Kunci: resiliensi, efikasi diri, motivasi intrinsik, orangtua dengan anak berkebutuhan khusus
Hubungan Pelanggaran Kontrak Psikologis dan Kepribadian Tipe A dengan Intensi Turnover Karyawan Bank Ramadhany, Ni Putu Ayu Saraswati; Simarmata, Nicholas
Jurnal Psikologi Udayana Vol 1 No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.279 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2014.v01.i02.p10

Abstract

One of the common phenomena in organization is the failure in fulfilling promise in retention management, which leads to psychological contract violation and triggers turnover intention. Other phenomenon is difference of employees personality. Employees with type A personality have characteristics which make them tend to react negatively and have high turnover intention. Analogously with Wattson Wyatt survey (2007) that found turnover level among bank employees reached 6,3%-7,5% which was high compared to other industries, it becomes important to study turnover intention among bank employees. According to that, researcher wants to find relationship between psychological contract violation and type A personality on turnover intention of bank employees, simultaneously and individually.   Subjects in this research are 52 employees of bank X in Denpasar. Method used in this research is correlational study. Data are collected by questionnaire. Turnover intention questionnaire has 23 valid items and its reliability coefficient is 0,896. Psychological contract violation questionnaire has 18 valid items and its reliability coefficient is 0,870. Type A personality questionnaire has 35 valid items and its reliability coefficient is 0,965. Data are normal and linear. Multiple regression and partial correlation are run for data analysis. The result of this research finds positive significant relationship between psychological contract violation and type A personality on turnover intention. The reliability coefficient is +0,863. The value of coefficient of determination is 0,744, which shows psychological contract violation and type A personality has 74,4% contribution to turnover intention.  Type A personality has positive significant relationship with turnover intention. The reliability coefficient is 0,556. There is no relationship between psychological contract violation and turnover intention.   Keywords: turnover intention, psychological contract violation, type A personality, bank employees
GAMBARAN KUALITAS HIDUP PADA INDIVIDU YANG MENGALAMI KERAUHAN Suela, Bagus Ari Nugraha; Herdiyanto, Yohanes Kartika
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.928 KB)

Abstract

Quality of life’s aspect on every individual will be vary. One of the important experiences that may change Balinese’s people life is when they have an event called as kerauhan. Kerauhan is a term used to address a certain situation when someone is believed or taken as being possessed by a soul, other than the soul that has been living that body since it was born (Swadiana & Putrawan, 2006). There will be some changes occurred in someone’s life aspect which affects the achievements on their life by experienced kerauhan. Based on this, researchers wanted to know the picture of someone’s life-quality who experienced kerauhan. The qualitative research method with phenomenological approach is used in this research to describe the aspects of life that got affected someone’s life who have experienced kerauhan. The data collection that is used in this research is an in-depth interview and observation which were examined toward 5 Balinese individuals of two categories. Individuals with a kerauhan experience based on intentional purposes such as ritual purposes, falls under the first category. While individuals who had an unexpected kerauhan, falls under the second category. The result of this research shows that kerauhan doesn’t have a direct impact on someone’s life quality. But kerauhan can increase or decrease some aspects of someone’s life which at the end would change that person’s life into a better or even a disadvantageous one. Detailed result will be discussed under the context of the aspects of life that are affected by kerauhan. Keyword: possession-trance, kerauhan, quality of life aspect, Balinese
PERAN POLA ASUH AUTORITATIF DAN PEMANTAUAN DIRI TERHADAP INTENSITAS CINTA DALAM BERPACARAN PADA REMAJA AKHIR DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Sunarto, Vita; Rustika, i
Jurnal Psikologi Udayana Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.244 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2015.v02.i02.p14

Abstract

Love intensity is an important element to build a commitment in a dating relationship. The success in building love intensity greatly influenced by someone’s experience with people around them included their parents. Authoritative parenting style that applied to their children influence their children’s love intensity in their relationship at late adolescent. Adolescent who has high self-monitoring increase their ability to adapt with social environment include to their boyfriend or girlfriend. The purpose of this research is to find out the role of authoritative parenting style and self-monitoring toward someone’s love intensity in a relationship at late adolescents in Faculty of Medicine Udayana University. Subjects in this research were 145 late adolescents who are dating in Faculty of Medicine Udayana University. The instruments in this research were love intensity scale, authoritative parenting style scale and self-monitoring scale. The result of multiple regression analysis shows R=0,307 (F=7,407; p<0,05) thus it can be stated that both authoritative parenting style and self-monitoring together contributes to love intensity in dating relationship. Determination coefficient = 0,094 which means the effective contribution of authoritative parenting style and self-monitoring to love intensity is 9,4%. The result of product moment correlation analysis shows correlation coefficient between authoritative parenting style and love intensity is 0,301 (p<0,05) which means that authoritative parenting style and love intensity have a positive correlation. While the result of product moment correlation analysis shows correlation coefficient between self-monitoring and love intensity is 0,154 (p<0,05) which means that self-monitoring and love intensity have a positive correlation.   Keywords: love intensity, authoritative parenting style, self-monitoring, late adolescent
HUBUNGAN ANTARA SOCIAL COMPARISON DAN HARGA DIRI TERHADAP CITRA TUBUH PADA REMAJA PEREMPUAN Sari, Ida Ayu Wika Permata; Suarya, Luh Made Karisma Sukmayanti
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.272 KB)

Abstract

Citra tubuh merupakan hal yang sangat penting bagi seorang remaja. Remaja perempuan memiliki kekhawatiran yang lebih tinggi terhadap konsep citra tubuh yang dimiliki. Seseorang biasanya dalam menilai citra tubuh yang dimiliki melalui sebuah social comparison dan juga menilai harga diri yang dimiliki untuk menghasilkan penilaian citra tubuh yang negatif ataukah positif. Subjek pada peneitian ini berjumlah 100 orang remaja perempuan yang berusia 15-18 tahun. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini ialah cluster random sampling. Alat ukur penelitian yang digunakan ialah Skala Citra Tubuh, Skala Social Comparison, dan Skala Harga Diri. Hasil uji analisis regresi ganda menunjukan nilai R 0,729 dan R2 0,532 sehingga dapat dikatakan bahwa perbandingan sosial dan harga diri menentukan 53,2% citra tubuh yang dimiliki oleh remaja perempuan. Koefisien beta terstandarisasi dari social comparison sebesar -0,411 dengan nilai t sebesar -5,063 dan memiliki taraf signifikansi sebesar 0,000 (<0,05) yang menunjukkan bahwa social comparison berhubungan terhadap citra tubuh, nilai t yang negatif menunjukan bahwa variabel social comparison memiliki hubungan yang berlawanan terhadap variabel citra tubuh, dimana artinya hubungan antara perbandingan sosial dan citra tubuh berbanding terbalik yaitu semakin tinggi social comparison, maka akan semakin rendah citra tubuhnya begitupun sebaliknya. Variabel harga diri memiliki koefisien beta terstandarisasi sebesar -0,427 dengan nilai t sebesar -5,258 dan memiliki taraf signifikansi sebesar 0,00 (<0,05) yang menunjukkan bahwa harga diri berhubungan terhadap citra tubuh, nilai t yang negatif menunjukan bahwa variabel harga diri memiliki hubungan yang berlawanan terhadap variabel citra tubuh, dimana artinya hubungan antara harga diri dan citra tubuh berbanding terbalik yaitu semakin tinggi harga diri, maka akan semakin rendah citra tubuhnya begitupun sebaliknya. Kata Kunci : Citra Tubuh, Social Comparison, Harga Diri, dan Remaja Perempuan
Hubungan antara kelekatan orangtua-remaja dengan motivasi belajar pada remaja di SMA Negeri 4 Denpasar Manalu, Paul Kevin; Marheni, Adijanti
Jurnal Psikologi Udayana Vol 6 No 01 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1116.914 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p13

Abstract

Masa remaja merupakan masa dimana manusia sedang berada didalam proses pendidikan. Dalam proses pendidikan anak membutuhkan sebuah dorongan untuk dapat menjalani proses tersebut dengan baik, dorongan tersebut disebut motivasi belajar. Orangtua merupakan salah satu faktor yang dapat membentuk motivasi belajar remaja. Hubungan antara orangtua dan remaja yang terbentuk sejak lama dan memberikan arti khusus pada remaja itu disebut kelekatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kelekatan orangtua dan remaja dengan motivasi belajar pada remaja di SMA Negeri 4 Denpasar. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple cluster sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 143 orang, siswa SMA Negeri 4 Denpasar berusia 15-16 tahun dan sedang duduk di kelas XI. Peneliti menyebarkan dua skala yaitu skala kelekatan orangtua-remaja yang disusun oleh Dewi (2013), dan skala motivasi belajar yang disusun berdasarkan aspek motivasi intrinsik dan ekstrinsik yang disusun oleh Uno (2011). Data yang telah dikumpulkan dalam penelitian ini kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik korelasi product moment untuk melihat hubungan antara variabel kelekatan orangtua dan remaja dengan motivasi belajar. Analisis product moment menghasilkan r hitung 0,356 dengan signifikansi 0,000 (<0,05). Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan positif antara kelakatan orangtua-remaja dengan motivasi belajar. Nilai koefisien determinannya adalah 0,127 yang berarti bahwa kelekatan mempunyai kontribusi sebesar 12,7% terhadap motivasi belajar. Dengan demikian semakin tinggi kelekatan orangtua-remaja maka semakin tinggi juga motivasi belajar remaja. Kata kunci: Motivasi belajar, kelekatan, remaja.

Page 7 of 43 | Total Record : 422