cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL PSIKOLOGI UDAYANA
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 422 Documents
Dukungan Sosial pada Pasangan Pada Gelahang Sudiana, Ni Putu Ayu Trisna Rai; Susilawati, Luh Kadek Pande Ary
Jurnal Psikologi Udayana Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.616 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i02.p08

Abstract

Perkawinan pada gelahang merupakan bentuk perkawinan adat Bali yang baru dan berbeda dengan bentuk perkawinan adat Bali lain. Perbedaan terletak pada pelaksanaan kewajiban ganda karena suami dan istri sama-sama berstatus purusa. Kewajiban ganda ini memunculkan beberapa beban yaitu beban ekonomi, beban ngayah dan masalah anak. Dukungan sosial dapat diberikan untuk meringankan beban pasangan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana dukungan sosial pada pasangan pada gelahang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Responden dalam penelitian ini adalah enam orang yang merupakan suami istri yang telah menjalani perkawinan pada gelahang dan tinggal di Kabupaten Tabanan. Pengumpulan data dilakukandengan cara melakukan wawancara dan observasi. Analisis data dilakukan dengan carareduksi data, penyajikan data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini yaitu sumber dukungan sosial pada pasangan pada gelahangadalah keluarga, teman, masyarakat dan aparat adat. Bentuk dukungan yang diterima antara lain dukungan instrumental, dukungan informasi, dukungan emosi dan dukungan persahabatan. Manfaat dukungan sosial yang sudah diterima oleh pasangan seperti meringankan beban perkawinan, membuat pasangan merasa tenang, membuat pasangan termotivasi untuk tetap menjalani perkawinan pada gelahang, membantu pasangan dalam menemukan solusi permasalahan, membuat pasangan merasa senang, mengurangi pengeluaran, membuat pasangan merasa lebih dihargai serta membuat pasangan yakin untuk memilih perkawinan pada gelahang. Kata Kunci: dukungan sosial, perkawinan pada gelahang
Peran dukungan sosial keluarga dan efikasi diri terhadap stres akademik mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Universitas Udayana angkatan 2018 Wistarini, Ni Nyoman Imas Pradnyanita; Marheni, Adijanti
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.263 KB)

Abstract

Stres akademik diartikan sebagai respon tubuh terhadap tekanan, tuntutan, persaingan, harapan yang terjadi di lingkungan pendidikan untuk meningkatkan prestasi akademik. Stres akademik dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor eksternal berasal dari dukungan sosial dan faktor internal berasal dari keyakinan individu akan kemampuannya sendiri atau efikasi diri. Keluarga merupakan sumber dan dukungan sosial pertama yang diterima oleh seseorang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peran dukungan sosial keluarga dan efikasi diri terhadap stres akademik mahasiswa baru. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif. Karakteristik subjek dalam penelitian ini merupakan mahasiswa baru angkatan 2018 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan jumlah 150 orang. Skala yang digunakan untuk alat ukur penelitian ini adalah skala dukungan sosial keluarga, skala dengan hasil nilai koefisien regresi 0,556, nilai koefisien determinasi 0,310 dan nilai signifikansi 0,000 (p<0.05) serta koefisien beta terstandarisasi pada variabel dukungan sosial keluarga senilai -0,240 dan efikasi diri senilai -0,576 yang berarti dukungan sosial keluarga dan efikasi diri berperan dalam menurunkan stres akademik pada mahasiswa baru angkatan 2018 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kata Kunci: Dukungan sosial keluarga, efikasi diri, mahasiswa baru, stres akademik.
HUBUNGAN KECANDUAN GAMEONLINEDENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMP NEGERI 1 KUTA Pande, Ni Putu Arika Mulyasanti; Marheni, Adijanti
Jurnal Psikologi Udayana Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.157 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2015.v02.i02.p05

Abstract

Learning achievement can be defined as the result gained by students in mastering assignment or subject matter that is received in certain period. There are intenal and external factors that relates to learning achievement, one of them is onlinegame addiction. Students who addicted to onlinegame would reduce the time dedicated  to study and do homework, thus their learning achievement will likely be declined. Onlinegame addiction is a common phenomenon in adolescents. Thus, the researcher wants to find out the relationship between onlinegame addiction and learning achievement in students of SMP Negeri 1 Kuta. Subject in this research are 55 students in SMP Negeri 1 Kuta who meet the criteria for being 13-15 years old and playing onlinegame in more than 2 hours. Sampling method used purposive sampling. Research method used correlational study. Data are collected with questionnaire to measure onlinegame addiction and school grade to measure learning achievement. Result of assumption test shows data are normal and linear. Normality test of onlinegame addiction questionnaire shows significance level 0,534 and learning achievement shows significance level 0,819. Linearity test between onlinegame addiction and learning achievement has significance level 0,001. Result of this research finds negative significant relationship between onlinegame addiction and learning achievement and its correlational coefficient is -0,472.   Keyword:gameonline addiction, learning achievement, middle school student
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI MOTIVASI PARTISIPASI REMAJA PUTRI PADA TRADISI OMED-OMEDAN DI BANJAR KAJA, KELURAHAN SESETAN, DENPASAR Dwijayanthi, Ida Ayu Mas Ganggadewi; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Udayana Vol 5 No 01 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.326 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i01.p16

Abstract

Kecenderungan yang ditemui akhir-akhir ini adalah remaja kurang berpartisipasi dalam kegiatan pelestarian budaya dan tradisi. Padahal, peran remaja dalam melestarikan budaya dan tradisi sangat penting, khususnya pada tradisi Omed-omedan yang hanya diikuti oleh remaja di Banjar Kaja, Kelurahan Sesetan, Denpasar. Di sisi lain, masyarakat umum memiliki persepsi keliru terhadap tradisi Omed-omedan. Perilaku berciuman yang beberapa kali terjadi pada tradisi Omed-omedan menimbulkan stereotipe yang lebih merugikan pihak perempuan yang pada umumnya menjadi objek dari aktivitas seksual, seperti aktivitas berciuman. Perubahan jaman juga mengakibatkan tidak ada sanksi sosial yang mengikat remaja di Banjar Kaja, Kelurahan Sesetan, Denpasar untuk berpartisipasi dalam tradisi Omed-omedan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi motivasi partisipasi remaja putri pada tradisi Omed-omedan di Banjar Kaja, Kelurahan Sesetan, Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi pada 6 orang remaja putri di Banjar Kaja, Kelurahan Sesetan, Denpasar. Data dianalisis dengan theoretical coding yang terdiri dari open, axial, dan selective coding. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi partisipasi remaja putri di Banjar Kaja, Kelurahan Sesetan dibagi menjadi dua, yaitu (1) motivasi intrinsik yang terdiri dari rasa ingin tahu, kesenangan, belief, prinsip, rasa bangga, dan informasi baru; dan (2) motivasi ekstrinsik yang terdiri dari fasilitias, kewajiban, ajakan, peran pasangan, keuntungan, mengisi waktu luang, dan tekanan sosial. Selain itu, diperoleh faktor-faktor yang menghambat partisipasi, baik yang bersifat (1) internal seperti keinginan, persepsi, rasa lelah dan (2) eksternal seperti sikap pasangan, ketersediaan waktu, ketersediaan fasilitas, tidak ada yang mengajak, tidak mengenal anggota STT lain, dan cuntaka. Kata kunci: Motivasi, Partisipasi, Remaja putri, Omed-omedan
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH OTORITER DENGAN PERILAKU MENJALIN PERSAHABATAN PADA REMAJA DI DENPASAR Purnamasari, Kadek Novia; Marheni, Adijanti
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.919 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i01.p03

Abstract

Masa remaja adalah masa transisi atau peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Seiring dengan perubahan yang dialami, remaja cenderung mencari jati diri dengan mencoba segala sesuatu yang belum pernah dilakukannya. Terkadang, keinginan para remaja terhalang oleh sikap orangtua dalam mengasuh anak yang masih menjunjung tinggi aturan kebudayaan, sehingga mempengaruhi hubungan antara orangtua dengan anak. Kelompok teman sebaya diakui dapat mempengaruhi pertimbangan dan keputusan seorang remaja terhadap perilakunya. Tidak sedikit anak dengan pola asuh orangtua yang otoriter cenderung menarik diri dari lingkungannya. Hal ini dapat memicu remaja untuk enggan menjalin persahabatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan yang negatif antara pola asuh otoriter dengan perilaku menjalin persahabatan pada remaja. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional. Subyek penelitian ini adalah remaja SMA Negeri di Denpasar sebanyak 207 orang dengan kriteria anak yang berpola asuh otoriter dan berusia antara 15-17 tahun. Metode pengambilan sampelnya dengan metode area probability random sampling. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Korelasi Product moment dari Karl Pearson. Oleh karena data hasil penelitian memiliki distribusi yang tidak normal, maka peneliti memutuskan untuk mengubah metode analisis data menjadi nonparametrik Korelasi Spearman Rank. Hasil probabilitas pada korelasi spearman rank 0,000 (p < 0,05) menunjukkan bahwa ada hubungan (signifikan) dengan kategori nilai korelasi rendah berdasarkan tabel makna nilai korelasi menurut Sugiyono 2007, dimana koefisien korelasi spearman rank-nya adalah +0,327. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang negatif antara pola asuh otoriter dengan perilaku menjalin persahabatan pada remaja.   Kata kunci : Pola Asuh Otoriter, Perilaku Menjalin Persahabatan, Remaja
PERAN KEMANDIRIAN DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP PENYESUAIAN DIRI PADA SISWA ASRAMA TAHUN PERTAMA SMK KESEHATAN BALI MEDIKA DENPASAR Wulandari, Ni Kadek; Rustika, I Made
Jurnal Psikologi Udayana Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.251 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2016.v03.i02.p06

Abstract

Personal Adjustment is a process which includes all the individual behavior and mental response in harmonize needs and demands in which it is derived from the inside of individual as well as from the environment. The ability in personal adjustment is needed to help the individual in facing many changes and demands from the environment. Personal adjustment is needed for first-year students in facing the school’s transition, especially for the students who proceed their education in a boarding school. Personal adjustment is affected by the ability in managing the emotion and mental readiness to solve a problem without a help from others. This research is aimed to explore the role of autonomy and emotional intelligence to the personal adjustment in the first-year boarding students. The subjects were 125 boarding students in grade X of SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar. The instrument in the research were personal adjustment scale, autonomy scale and emotional intelligence scale. The results of multiple regression analysis showed the value of R=0,783 (p<0,05) and R2=0,613, which concluded that the personal adjustment and emotional intelligence conjunctly contributes as much as 61,3% to the personal adjustment in th first-year boarding students. Standardized beta coefficient of autonomy showed the value of 0,296 (p<0,05), which concluded that the autonomy contribute to the personal adjustment. Standardized beta coefficient of emotional intelligence showed the value of 0,541 (p<0,05), which concluded that the emotional intelligence contribute to the personal adjustment.Keywords: autonomy, emotional intelligence, personal adjustment, boarding students, first-year
Hubungan Kepemimpinan Transformasional dan Iklim Organisasi terhadap Perilaku Kewargaan Organisasi dengan Komitmen Organisasi sebagai Variabel Mediator Widianta, I Gusti Ngurah Dwiputra; Supriyadi, Drs.
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.008 KB)

Abstract

Kinerja extra-role merupakan perilaku sukarela dari seorang pekerja untuk mau melakukan tugas atau pekerjaan di luar tanggung jawab atau kewajibannya demi kemajuan atau keuntungan organisasinya. Kinerja maksimal merupakan tuntutan suatu organisasi yang tidak hanya ditunjukan oleh perilaku in-role tapi juga extra-role atau yang disebut juga sebagai Organizational Citizhenship Behavior (OCB) atau yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan nama Perilaku Kewargaan Organisasi (PKO). PKO akan bisa muncul dikarenakan berbagai faktor, namun dalam penelitian ini peneliti memilih kepemimpinan transformasional dan iklim organisasi sebagai faktor dominan yang mempengaruhi munculnya PKO. Peneliti menduga hubungan tersebut akan semakin kuat ketika hubungan kepemimpinan transformasional dan iklim organisasi di jembatani oleh komitmen organisasi. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang menggunakan analisis jalur (Path Analysis) dengan menggunakan 100 responden yang seluruhnya terdiri dari karyawan swasta. Proses analisis jalur dalam penelitian ini dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama dilakukan dengan mencari hubungan kepemimpinan transformasional, komitmen organisasi terhadap PKO. Selanjunya, pada tahap kedua dilakukan dengan mencari hubungan iklim organisasi, komitmen organisasi terhadap PKO. Dari hasil pengolahan data yang dilakukan melalui analisis regresi dengan variabel mediasi menggunakan analisis jalur, menunjukan nilai t hitung = 0,808 yang lebih kecil dari t tabel dan koefisien mediasi 0,182 tidak signifikan yang berarti komitmen organisasi tidak memediasi hubungan kepemimpinan transformasional terhadap PKO. Hal serupa juga ditunjukan oleh hasil analisis jalur yang dilakukan terhadap iklim organisasi dan komitmen organisasi terhadap PKO, dimana nilai signifikansi yang didapat sebesar 0,352 menunjukan tidak adanya signifikansi hubungan di antara ketiga variabel iklim organisasi, komitmen organisasi juga PKO, sehingga dapat disimpulkan bahwa komitmen organisasi tidak memdiasi hubungan iklim organisasi terhadap PKO. Kata kunci: Kepemimpinan Transformasional, Iklim Organisasi, Perilaku Kewargaan Organisasi, Komitmen Organisasi.
PERAN CITRA TUBUH DAN PENERIMAAN DIRI TERHADAP SELF ESTEEM PADA REMAJA PUTRI DI KOTA DENPASAR Damayanti, Anak Agung Mas; Susilawati, Luh Kadek Pande Ary
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.714 KB)

Abstract

Masa remaja adalah masa transisi dalam rentang kehidupan manusia yang menghubungkan masa kanak-kanak danmasa dewasa. Masa remaja merupakan masa yang mana individu pada umumnya memiliki perhatian khusus mengenaipersepsi terhadap citra tubuh. Penilaian mengenai tubuh pada remaja putri yang berfokus terhadap penampilanmerupakan hal yang utama, sehingga dapat memengaruhi citra tubuh remaja putri. Remaja putri lebih seringmerasakan keinginan untuk memiliki tubuh yang menarik sesuai dengan persepsi masyarakat mengenai citra tubuhperempuan ideal. Remaja memiliki pandangan terhadap diri mengenai siapa dan apa yang membedakan diri denganorang lain. Memasuki tahap transisi ke masa remaja jika seorang remaja tidak memiliki kepercayaan diri untukmembangun dan menerima sebuah interaksi, maka akan mengalami kesulitan dalam membentuk relasi sosialnantinya, oleh karena itu masa remaja adalah saat yang tepat untuk memperkuat self esteem pada individu. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui peran citra tubuh dan penerimaan diri terhadap self esteem pada remaja putri di KotaDenpasar. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 100 orang siswi kelas X dan XI SMAN 1 Denpasar yang dipilihmenggunakan teknik cluster sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah skala citra tubuh, skala penerimaan diri,dan skala self esteem. Hipotesis penelitian diuji dengan teknik analisis regresi berganda. Hasil analisis menunjukkannilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) sehingga dapat disimpulkan citra tubuh dan penerimaan diri berperanterhadap self esteem remaja putri di Kota Denpasar. Citra tubuh dan penerimaan diri positif penting bagi peningkatanself esteem remaja putri. Kata Kunci: citra tubuh, penerimaan diri, self esteem, dan remaja
Peran efikasi diri dan kecemasan akademis terhadap self-regulated learning pada mahasiswa Program Studi Sarjana Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Suputra, I Gede Damar; Susilawati, Luh Kadek Pande Ary
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.259 KB)

Abstract

Self-regulated learning adalah kemampuan individu dalam belajar yang menggunakan berbagai aspek seperti, motivasi, metakognisi, dan perilaku dengan sebaik mungkin melalui keyakinan dan caranya sendiri mengarahkan dirinya untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Self-regulated learning dapat dipengaruhi oleh bebera faktor. Faktor yang dapat memengaruhi self-regulated learning adalah efikasi diri dan kecemasan akademis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui peran efikasi diri dan kecemasan akademis terhadap self-regulated learning. Subjek dalam penelitian ini adalah 115 orang Mahasiswa Program Studi Sarjana Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala self-regulated learning, skala efikasi diri dan skala kecemasan akademis. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,822 dan nilai koefisien determinasi sebesar 0,676. Nilai signifikansi efikasi diri sebesar 0,000 (p<0,05) dengan koefisien beta terstandarisasi 0,083 dan nilai signifikansi kecemasan akademis sebesar 0,509 (p>0,05) dengan koefisien beta terstandarisasi -0,040. Hasil tersebut menunjukkan bahwa efikasi diri memiliki peran yang signifikan terhadap self-regulated learning dan kecemasan akademis tidak memiliki peran yang signifikan terhadap self-regulated learning pada Mahasiswa Program Studi Sarjana Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kata Kunci: efikasi diri, kecemasan akademis, mahasiswa, self-regulated learning.
EFIKASI DIRI DAN DUKUNGAN SOSIAL DOSEN PEMBIMBING SKRIPSI PADA PROKRASTINASI AKADEMIK MAHASISWA UNIVERSITAS UDAYANA Wiranti, Ni Nyoman; Supriyadi, Supriyadi
Jurnal Psikologi Udayana Vol 2 No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.033 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2015.v02.i01.p10

Abstract

Writing thesis is one of the important academic area as one of the requirements to earn a bachelor degree (Catrunada, 2008). In the process of writting thesis, a lot of student who have difficulties and failures are caused by the tendency of procrastination. Judging from internal factor, self-efficacy is one of the variables involved in the smoothness of university student's thesis. While from external factor, supervisor support is considered essential for the smoothness of university student's thesis (Ratnawati, 2007). This study aims to find the relationship between self-efficacy and supervisor social support toward academic procrastination.   Respondents in this study are a student at Udayana University as many as 98 students using simple random sampling as a sampling method. This study used content validity and reliability of Cronbach Alpha. Measured instruments used are the self-efficacy scale (18 items; rxx` = 0.780), supervisor social support scale (22 items; rxx` = 0.929) and academic procrastination scale (33 items; rxx` = 0.955).   Data processed by multiple linear regression analysis. The results show there is a relationship between self-efficacy and supervisor social support toward Udayana University student academic procrastination (r = 0.695, p = 0.000). The coefficient of determination obtained at 0.483, which means the effective contribution of variables self-efficacy and social support to academic procrastination were 48.3%.   Keywords: self-efficacy, social support, academic procrastination, university student

Page 9 of 43 | Total Record : 422