cover
Contact Name
Rokhani Hasbullah
Contact Email
rokhani.h@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltep@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Keteknikan Pertanian
ISSN : 24070475     EISSN : 23388439     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Keteknikan Pertanian dengan No. ISSN 2338-8439, pada awalnya bernama Buletin Keteknikan Pertanian, merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) bekerjasama dengan Departemen Teknik Mesin dan Biosistem (TMB) IPB yang terbit pertama kali pada tahun 1984, berkiprah dalam pengembangan ilmu keteknikan untuk pertanian tropika dan lingkungan hayati. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun. Penulis makalah tidak dibatasi pada anggota PERTETA tetapi terbuka bagi masyarakat umum. Lingkup makalah, antara lain: teknik sumberdaya lahan dan air, alat dan mesin budidaya, lingkungan dan bangunan, energi alternatif dan elektrifikasi, ergonomika dan elektronika, teknik pengolahan pangan dan hasil pertanian, manajemen dan sistem informasi. Makalah dikelompokkan dalam invited paper yang menyajikan isu aktual nasional dan internasional, review perkembangan penelitian, atau penerpan ilmu dan teknologi, technical paper hasil penelitian, penerapan, atau diseminasi, serta research methodology berkaitan pengembangan modul, metode, prosedur, program aplikasi, dan lain sebagainya.
Arjuna Subject : -
Articles 623 Documents
Pemodelan Sorpsi Isotermi dan Pendugaan Umur Simpan Beras Pratanak pada Kemasan Plastik Film Hasniar .; Rokhani Hasbullah; I Wayan Astika
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 7 No. 1 (2019): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.269 KB) | DOI: 10.19028/jtep.07.1.75-82

Abstract

AbstractMoisture sorption isotherms have an important role in the quantitative approach to predict shelf life of the food due to their sensitivity to moisture changes. The objectives of this research were to determine the equilibrium moisturecontent ofparboiled rice,to findthe bestmodel todescribe thesorption isotherm curve ofparboiled rice, and to predict shelf-life of the parboiled rice during storage. Moisture sorption isotherms of parboiled rice were determined using the standard gravimetric static methodat temperature of 30o, which involves the use saturated salt solution to maintain a fixed equilibrium relative humidity. To achieve different relative humidity environments, aqueous solutions of NaOH, MgCl2, Mg(NO3)2, KI, NaCl, KCl, Na2SO4, and NH4H2PO4 to have relative humidity of 7%, 33%, 52%, 69%, 75%, 84%, 87% dan 92%. Five gram samples of parboiled rice were stored in dessicators. The samples were weighed periodically until they constant. The Hasley, Oswin, Henderson, Chen-Clayton and Caurie models were applied to describe the relationship between equilibrium moisture content and relative humidity. The mean relative deviation was used to evaluate the goodness of each models. The result showed that equilibrium moisture content of parboiled rice fromrelative humidity of 7%, 33%,52%,69%, 75%, 84%, 87% dan 92% respective of 6.93% dry basis (db), 11.09%db, 14.22% db, 15.86% db, 17.05% db, 19.68% db, 23.92% db, dan 25.59% db. Water sorption isotherm parboiled rice had sigmoid shape. The Oswin model was found to be the best model to describe the experimental sorption data for parboiled rice was the value MRD is 3.85 and R2 is 0.98. Parboiled rice packaged with HDPE, LDPE, and PP have a predict shelf-life respective of 2.2, 2.3 and 8.8 year.AbstrakSorpsi isotermi memiliki peran penting dalam pendekatan kuantitatif untuk menduga umur simpan bahan yang rentan terhadap perubahan kelembaban. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kadar air kesetimbangan beras pratanak, menentukan model yang tepat dalam mendeskripsikan pola kurva sorpsi isotermi beras pratanak, dan memprediksikan umur simpan beras pratanak dengan metode kadar air kritis. Sorpsi isotermi beras pratanak ditentukan dengan menggunakan metode gravimetri statis pada suhu 30o, dengan menggunakan larutan garam jenuh untuk mengatur kelembapan relatif. Untuk mencapai lingkungan kelembaban relatif yang berbeda, larutan NaOH, MgCl2, Mg(NO3)2, KI, NaCl, KCl, Na2SO4, dan NH4H2PO4 dengan kelembaban relatif berturut turut7%,33%,52%,69%,75%,84%, 87%dan92%.Limagramsampel beraspratanakdisimpandalam desikator. Sampel ditimbang secara berkala hingga mencapai berat konstan.Model Hasley, Oswin, Henderson, Chen-Clayton dan Caurie diterapkan untuk menggambarkan hubungan antara kadar air kesetimbangan dan kelembaban relatif. Mean Relative Determination digunakan untuk mengevaluasi ketepatan masing-masing model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air kesetimbangan beras pratanak pada RH 7%, 33%, 52%, 69%, 75%, 84%, 87% dan 92% berturut-turut adalah 6.93% bk, 11.09% bk, 14.22% bk, 15.86%bk, 17.05% bk, 19.68% bk, 23.92% bk, dan 25.59% bk. Kurva sorpsi isotermi beras pratanak memiliki bentuk sigmoid. Model Oswinadalah model yang paling tepat dalam menggambarkan sorpsi isotermi beras pratanak dengan nilai MRD sebesar 3.85 dan R2sebesar 0.98. Beras pratanak yang dikemas dengan HDPE, LDPE, dan PP memiliki umur simpan berturut 2.2 tahun, 2.3 tahun dan 8.8 tahun.
Mutu Fisik dan Rendemen Alkali Treated Cottonii Hasil Pengolahan Pada Berbagai Tingkat Konsentrasi NaOH, Suhu dan Waktu Ekstraksi Obyn Imhart Pumpente; Lilik Pujantoro Eko Nugroho; Rizal Syarief
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 7 No. 1 (2019): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1148.514 KB) | DOI: 10.19028/jtep.07.1.57-64

Abstract

AbstractThe processing of alkali treated cottonii is an alternative to increase the value of Indonesian seaweed. One type of seaweed used is the type of Eucheuma cottonii. The purpose of this study was to: (1) find an alternative replacement for KOH alkali solvent with NaOH as an alkali solvent that was effective in the treatment of alkali treated cottonii. (2) analyze the effect of alkali NaOH treatment, temperature and extraction time on physical quality and yield of alkali treated cottonii, (3) determine the best method of extraction process. This research was carried out by a treatment method consisting of 2 NaOH concentrations 6% and 8%, 70° C and 80° C and 15 minutes and 30 minutes soaking time. Seaweed water content used is 35%. Seaweed was weighed, washed, immersed in NaOH solution in certain temperatures and soaking times. The seweed was dried until 9% water content and then cut to 2-3 cm length. Then physical quality of alkali treated conttoni was measured and the yield was determined. This research was repeated 3 times to obtain 24 experimental units. The range of yields is 27.33-34.00%. The range of gel strength values is equal to 195.70-402.56 g/cm2. The range of viscosity values obtained was 4.39-31.72 cP. Samples showing the best quality were obtained from alkali treated cottonii samples extracted using 8% NaOH concentration, 800C temperature and 30 minutes extraction time fulfilling the quality standards set by FAO and BSN.AbstrakPengolahan alkali treated cottonii merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan nilai rumput laut Indonesia. Salah satu jenis rumput laut yang digunakan yakni jenis Eucheuma cottonii. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) mencari alternatif penggantian pelarut alkali KOH dengan NaOH sebagai pelarut alkali yang efektif dalam proses pengolahan alkali treated cottonii. (2) menganalisis pengaruh perlakuan alkali NaOH, suhu dan waktu ekstraksi terhadap mutu fisik dan rendemen alkali treated cottonii, (3) menentukan metode proses ekstraksi yang terbaik. Penelitian ini dilakukan dengan metode perlakuan yang terdiri atas 2 konsentrasi NaOH yakni 6% dan 8%, suhu 70°C dan 80°C serta lama perendaman 15 menit dan 30 menit. Kadar air rumput laut yang digunakan sebesar 35%. Rumput laut ditimbang dan dicuci, kemudian direndam dalam larutan NaOH dengan 2 konsentrasi (6% dan 8%) pada 2 taraf suhu (70°C dan 80°C) selama 2 taraf waktu (15 menit dan 30 menit). Kemudian rumput laut dicuci sampai mencapai pH 7-9. Selanjutnya rumput laut dikeringkan menggunakan oven pada suhu 60°C selama 18 jam hingga mencapai kadar air 9%. Kemudian rumput laut dipotong menjadi ukuran 2-3 cm. Penelitian ini diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 24 satuan percobaan. Tahapan selanjutnya yakni analisis mutu fisik (kekuatan gel dan viskositas) dan rendemen alkali treated cottonii. Kisaran nilai rendemen yakni 27.33-34.00%. Kisaran nilai kekuatan gel yakni sebesar 195.70-402.56 g/cm2. Kisaran nilai viskositas didapatkan sebesar 4.39-31.72 cP. Sampel yang menunjukan kualitas terbaik diperoleh dari sampel alkali treated cottonii yang diekstraksi menggunakan konsentrasi NaOH 8%, suhu 80°C dan waktu ekstraksi 30 menit memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan oleh FAO dan BSN.
Sebaran Suhu Daerah Perakaran pada Sistem Hidroponik untuk Budidaya Tanaman Cabai di Kawasan Tropika Wenny Amaliah; Herry Suhardiyanto; Muhamad Syukur
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 7 No. 1 (2019): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1060.013 KB) | DOI: 10.19028/jtep.07.1.25-32

Abstract

AbstractChili production in Indonesia is very unstable because most of chili production areas are open field that are quite influenced by weather. Therefore, it is important to develop hydroponic technology for chili cultivation under greenhouse. As energy-efficient cooling system for tropical greenhouses, root zone cooling could be applied by flowing cooled water in pipes that are burried in the root zone. Determining the space between the pipes for flowing the cooled water requires temperature distribution in the root zone. The objective of this research were to find out the temperature distribution in the root zone, to simulate temperature distribution with based on computational fluid dynamics, and to validate the simulated root zone temperature. The results showed that an uniform horizontal temperature distribution during the day time and night time. Uniform verticaltemperature distribution were also noted during the night time. There were quite wide temperature variation in the root zone during the day time, vertically. The validation results showed that temperature distribution in the root zone could be predicted accurately by computational fluid dynamics as indicated by the value of R2 obtained at 0.84 and the linear equation is y axis approaches the value of x axis. Therefore, the predicted temperature distribution would be very useful in determining zone cooling system for chili cultivation in hydroponic system under tropical greenhouse.AbstrakProduksi cabai di Indonesia sangat tidak stabil karena sebagian besar areal budidaya tanaman cabai dilakukan di lahan terbuka yang sangat dipengaruhi oleh cuaca. Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan teknologi hidroponik untuk budidaya tanaman cabai di dalam rumah tanaman. Metode pendinginan yang efisien dari segi konsumsi energi untuk rumah tanaman di daerah tropika salahsatunya adalah pendinginan daerah perakaran. Pendinginan daerah perakaran dapat diterapkan dengan mengalirkan air dingin di dalam pipa yang dibenamkan dalam daerah perakaran tersebut. Penentuan jarak antar pipa pendingin tersebut memerlukan sebaran suhu di daerah perakaran tersebut. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk memprediksi sebaran suhu daerah perakaran, melakukan simulasi suhu daerah perakaran menggunakan computational fluid dynamics, dan melakukan validasi hasil simulasi sebaran suhu daerah perakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran suhu daerah perakaran secara horizontal ternyata seragam pada waktu siang maupun malam hari. Data sebaran suhu daerah perakaran yang seragam secara vertikal juga diperoleh pada waktu malam hari. Sebaran suhu daerah perakaran secara vertikal pada siang hari ternyata cukup bervariasi. Validasi menunjukkan bahwa sebaran suhu daerah perakaran dapat diprediksi dengan baik menggunakan computational fluid dynamics yang ditunjukkan dengan nilai R2 yang diperoleh sebesar 0.84 dan diperoleh persamaan y yang mendekati nilai x. Oleh karena itu, suhu daerah perakaran hasil prediksi dapat digunakan untuk perancangan zone cooling system budidaya tanaman cabai secara hidroponik di dalam rumah tanaman.
Analisis Teknis dan Kelayakan Finansial Produksi Keripik Kentang Ahmad Thoriq; Rizky Mulya Sampurno; Sarifah Nurjanah
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 7 No. 1 (2019): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (931.73 KB) | DOI: 10.19028/jtep.07.1.65-72

Abstract

AbstractMedians variety of potato is the main commodity developed by Agricultural Technology Park, Cikajang, Garut, West Java. The product has been partially sold in raw form and partly processed by itself into potato chips. This article will analyze the technical and financial feasibility of two ways of potato chips production. Production of potato chips has done manually by several machine units, therefore it needs to analyze technically and financially. Some analysis have conducted for this technical and financial analysis. The results showed that the average slicing capacity by slicing machine was 71.160 kg/hour, with the result of perfect shape about 58.493%. During five-year project, the cost of sold, break event point, benefit cost ratio, net present value, benefit cost ratio, and payback period by slicing machine were around of 55,591 Rp/kg, 612 kg/year, 459,639,059 Rp/year, 1.41, 17.17% and four months, respectively. In contras by traditional manner that the cost of sold, break event point, benefit cost ratio, net present value, benefit cost ratio, and payback period were nearly of 59,248 Rp/kg, 507 kg/year, 260,787,383 Rp/year, 1.35, 23.22% and four months, respectively.AbstrakKentang industri varietas Medians merupakan komoditi utama yang dikembangkan Taman Teknologi Pertanian, Cikajang, Garut, Jawa Barat. Hasil produksi sebagian dijual dalam bentuk mentah dan sebagianlagi diolah sendiri menjadi keripik kentang. Produksi keripik kentang dilakukan secara manual dan menggunakan beberapa unit mesin, sehingga diperlukan analisis teknis dan finansial untuk keberlanjutanusaha produksi keripik kentang. Analisis yang dilakukan meliputi kapasitas kinerja mesin pengiris, rendemen hasil irisan, HPP, BEP, NPV, BCR, IRR dan PBP. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kapasitas pengirisan mesin pengiris adalah sebesar 71.160 kg/jam, dengan hasil irisan yang memiliki bentuk sempurna sebesar 58.493%. Pada umur proyek lima tahun, produksi keripik kentang secara mekanis didapatkan HPP sebesar Rp.55,591/kg, BEP sebesar 612 kg pertahun, NPV sebesar Rp.459,639,059/tahun, BCR sebesar 1.41, IRR sebesar 17.17% dan modal akan kembali pada bulan keempat. Sedangkan pada produksi keripik kentang secara manual didapatkan HPP sebesar Rp.59,248/kg, BEP sebesar 507 kg pertahun, NPV sebesar Rp.260,787,383/tahun, BCR sebesar 1.35, I.RR sebesar 23.22% dan modal akan kembali padabulan keempat.
Rancangan Sistem Kendali Kelembaban Tanah Berbasis Mikrokontroler Arduino Joko Sumarsono; Budi Indra Setiawan; I Dewa Made Subrata; Roh Santoso Budi Waspodo; Satyanto Krido Saptomo; Popi Rejekiningrum
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 7 No. 1 (2019): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1492.868 KB) | DOI: 10.19028/jtep.07.1.17-24

Abstract

AbstractControl of soil moisture can save water supply for crops. The soil moisture sensor integrated with the Arduino microcontroller board can be programmed as the control system. Addition of RTC module and SD module tools also make the system as the data logger. The purpose of this research was to developed the irrigation automation system with the control of soil moisture. This system has been integrated with the automation system using the power source of solar energy. Soil texture is sandy clay loam, which is dominated by the sand content of 59.67%. Rainfall during the study was 58.5 mm. The control system with Arduino board, set to keep soil moisture between 0.23 cm3cm-3 - 0.30 cm3cm-3. The soil moisture in that range was able to be controlled with this system. Land without agricultural cultivation activities when water resources are limited, can be empowered with the application of irrigation automation systems.AbstrakPengendalian kelembaban tanah dapat menghemat pasokan air untuk tanaman. Sensor kelembaban tanah yang diintegrasikan dengan papan mikrokontroler Arduino dapat diprogram sebagai sistem pengendalian tersebut. Penambahan alat RTC module dan SD module juga menjadikan sistem sebagai data logger. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan sistem otomatisasi irigasi dengan kendali kelembaban tanah. Sistem ini terintegrasi dengan sistem otomatisasi menggunakan sumber tenaga dari energi surya. Tekstur tanah adalah lempung liat berpasir, yang didominasi oleh kandungan pasir sebesar 59.67%. Curah hujan selama penelitian adalah 58.5 mm. Sistem kontrol dengan papan Arduino, diatur untuk menjaga kelembaban tanah antara 0.23 cm3cm-3 – 0.30 cm3cm-3. Kelembaban tanah pada kisaran tersebut mampu dikontrol dengan sistem ini. Lahan tanpa kegiatan budidaya pertanian pada saat sumber daya air terbatas, dapat diberdayakan dengan aplikasi sistem otomatisasi irigasi.
Studi Coating dengan Metode Semprot Berbasis Bahan Baku Pektin untuk Mempertahankan Kesegaran Buah Rambutan Novia Nava; Emmy Darmawati; Nugraha Edhi Suyatma
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 7 No. 1 (2019): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2209.482 KB) | DOI: 10.19028/jtep.07.1.41-48

Abstract

AbstractRambutan is still going on physiological processes after harvesting, that can cause diminishing fruit freshness and water loss. One of postharvest treatment that can help with physiological processes is by using coatings. The purpose of this study was to study the characteristics of films and droplets formed from various types and concentrations of solutions using the spray method. The type of pectin used was high methoxyl and low methoxyl citrus pectin with concentrations of 0.5% and 1%. Parameters test are droplet diameter, droplet density, film thickness and WVTR (Water Transmission Rate Transmission Rate). The results showed that the best pectin formulation using a low methoxyl orange pectin spray technique with a concentration of 1%. The resulting dropet size was 0.404±0.068 mm, droplet density 13.901-18.602, viscosity was 8.5875±0.043 mPas, film thickness was 0.10±0.138 mm, WVTR 5.08±0.172 g/m2/day andrespiration rate was 6.63 ml O2 /kg-hour. The observations on the 14th day of rambutan coating reduced water content by 13.19% with a weight loss of 12.76%, L value of 11.00, Hue value of 29.50, chroma value of 26.94, TPT value between 22.10-24.37 0Brix and consumer acceptance is above the consumer acceptance limit for all sensory test observation variables.AbstrakBuah rambutan setelah dipanen tetap melangsungkan proses fisiologi yang dapat menyebabkan berkurangnya kesegan buah dan kehilangan air. Salah satu perlakuan pascapanen yang dapat menghalangiproses fisiologi adalah dengan menggunakan coating. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari karakteristik film dan droplet yang terbentuk dari berbagai jenis dan konsentrasi larutan pektin denganmetode semprot. Jenis pektin yang digunakan adalah high metoxyl dan low metoxyl pektin jeruk dengan konsentrasi 0.5% and 1%. Parameter pengujian adalah diameter droplet, kerapatan droplet, ketebalan filmdan WVTR (Water Vapor Transmission Rate). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi larutan pektin terbaik dengan menggunakan teknik semprot adalah pektin jeruk low metoxyl dengan konsentrasi 1%. Ukuran dropet yang dihasilkan 0.404±0.068 mm, kerapatan 13.901-18.602 droplet, viskositas 8.5875±0.043 mPas, ketebalan film 0.10±0.138 mm, WVTR 5.08±0.172 g/m2/hari dan laju respirasi 6.63 ml O2/kg-jam. Hasil pengamatan pada hari ke-14 rambutan coating mengalami penurunan kadar air sebesar 13.19% dengan susut bobot 12.76%, nilai L 11.00, nilai Hue 29.50, nilai chroma 26.94, nilai TPT antara 22.10-24.37 0Brix dan penerimaan konsumen berada pada atas batas penerimaan konsumen untuk seluruh variabelpengamatan uji sensori.
Proses Pembuatan Manisan Kering Ubi Jalar (Ipomoea Batatas L.) dengan Dehidrasi Osmotik dan Pengeringan Oven Winny Purnama Sari; Leopold Oscar Nelwan; Sutrisno .
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 7 No. 1 (2019): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1168.64 KB) | DOI: 10.19028/jtep.07.1.33-40

Abstract

AbstractSweet potato (Ipomoea batatas L.) is a local food group that has the potential to be developed in order to support the program of diversification of non-rice food for food security, one of sweet potatoes product is sweet potatoes candied. The purpose of the study was to develop sweet potato manufacturing processfor osmotic dehydration and oven drying. Each sweet potato treatment is weighed 1000 grams, then immersed with citric acid (C6H8O7) 2% solution for 1 hour, the next step is sweet potatoes boiled 10 minutes at the concentration of sugar solution 32.8°Brix, 37.4°Brix, and 40.5°Brix, and then drying usingan oven at 50°C and 60°C for 5 hours. Parameters tested in this research were: Water content, total dissolved solid (TDS) Brix, water loss, solid gain. The water content of sweet potatoes as raw material from each treatment ranged from 70.03%-74.61%, the water content after boiling 10 minutes ranged from57.58%-72.64%, and the moisture content after drying for 5 hours ranged from 19.99%-20.58%. Total dissolved solids (TDS) after booiling for 10 minutes ranged from 24.8-26.0°Brix, and TDS after drying for 5 hours ranged from 67.2-74.0°Brix. Sweet potato water loss after boiling the osmotic solution for 10 minutes ranged from 1.21- 8.20%, sweet potato solid gain after boiling the osmotic solution for 10 minutes ranged from 2.25-17.06%.AbstrakUbi jalar (Ipomoea batatas L.) merupakan kelompok pangan lokal yang berpotensi untuk dikembangkan yang menunjang program diversifikasi pangan non beras menuju ketahanan pangan, salah satu produk olahan ubi jalar adalah manisan kering ubi jalar. Tujuan penelitian adalah untuk mengembangkan proses pembuatan manisan ubi jalar (Ipomoea batatas L.) terhadap dehidrasi osmotik dan pengeringan konvektif. Pada setiap perlakuan ubi jalar ditimbang beratnya yaitu 1000 gram, selanjutnya dilakukan perendaman dengan larutan asam sitrat (C6H8O7) 2% selama 1 jam, seterusnya ubi jalar direbus 10 menit pada konsentrasi larutan gula 32.8°Brix, 37.4°Brix, dan 40.5°Brix, selanjutnya dilakukan pengeringan menggunakan oven pada suhu 50°C dan 60°C selama 5 jam. Parameter yang dianalisis pada penelitian ini yaitu meliputi parameter proses kadar air, total padatan terlarut, water loss, solid gain. Kadar air ubi jalar sebagai bahan baku dari setiap perlakuannya berkisar antara 70.03%-74.61%, kadar air setelah perebusan 10 menit berkisar 57.58%-72.64%, kadar air setelah pengeringan selama 5 jam berkisar antara 19.99%-20.58%. Total padatan terlarut setelah peebusan dalam larutan osmotik selama 10 menit berkisar 24.8-26.0°Brix. Total padatan terlarut setelah pengeringan selama 5 jam berkisar 67.2-74.0Brix. Water loss ubi jalar setelah perebusan larutan osmotik selama 10 menit berkisar 1.21-8.20%, Solid gain ubi jalar setelah perebusan larutan osmotik selama 10 menit berkisar 2.25-17.06%.
Pemodelan Bahaya Banjir Kawasan Perkotaan (Studi Kasus di Kota Kendari) La Gandri; Mohamad Yanuar Jarwadi Purwanto; Bambang Sulistyantara; Alinda Fitriani Medrial Zain
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 7 No. 1 (2019): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1713.311 KB) | DOI: 10.19028/jtep.07.1.9-16

Abstract

AbstractFlood Disasters in Cities is that often occurred in Indonesia, including in Kendari. Based on historical of the flooding incidence data, Kendari has become a flooded area, so that it is important to analyze the level of flood hazard and and implementation of conservation in that area. The aims of this research is todetermine the flood hazard level of Kendari in 2013 using MAFF-Japan model and the effect by applying water resources conservation to reducing the flood hazard level in Kendari. The analysis result showed that Kendari area is dominated by potentially flooded area is 52.43% of total area and the safe area is 33.95%,while flood-prone areas are 13.62%. The effect of the application of water resources conservation based on simulation I by applying 1 conservation alternative obtained a safe area increased to 87.96%, areas with potential flooding have reduced to 11.83% and flood-prone areas by 0.21%. Whereas in simulation II by applying 2 alternatives obtained a safe area of 99.2%, a potentially flooded area of 0.8%, and a flood-prone area of 0%.AbstrakBanjir di wilayah perkotaan merupakan bencana yang sering terjadi di Indonesia termasuk Kota Kendari. Berdasarkan data historis kejadian banjir, Kota Kendari telah menjadi daerah langganan banjir, sehinggadiperlukan upaya analisis mengenai tingkat bahaya banjir dan upaya konservasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat bahaya banjir di Kota Kendari tahun 2013 menggunakan model MAFFJapan serta pengaruhn penerapan konservasi sumberdaya air terhadap pengurangan tingkat bahaya banjir di Kota Kendari. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kota Kendari didominasi oleh daerah yang berpotensiterjadi banjir sebesar 52.43% dari luas wilayah, daerah yang aman sebesar 33.95%, sedangkan daerah yang rawan banjir sebesar 13.62%. Pengaruh penerapan konservasi sumberdaya air berdasarkan simulasiI dengan menerapan 1 alternatif konservasi diperoleh luas daerah yang aman meningkat menjadi 87.96%, sedangkan daerah yang berpotensi banjir mengalami pengurangan area menjadi 11,83% dan daerah yangrawan banjir sebesar 0.21%, Sedangkan pada simulasi II dengan menerapkan 2 alternatif konservasi sumberdaya air diperoleh luas daerah yang aman sebesar 99.2%, daerah yang berpotensi banjir sebesar0.8%, dan daerah yang rawan banjir sebesar 0%.
Rancangan dan Uji Performansi Prototipe Alat Pengupas Kacang Tanah Semi Mekanis Budi Prakosa; Sutrisno .; Hadi K Purwadaria
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 6 No. 1 (1992): Buletin Ketenikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.06.1.%p

Abstract

Di Indonesia kacang tanah mempunyai prospek yang baik. Salah satu usah auntuk meningkatkan produksi kacang tanah adalah dengan cara meningkatkan efisional penanganan pasca Panennya.Tujuan penelitian ini adalah 1) membuat prototipe alat pengupas kacang tanah yang digerakan dengan tenaga manusia, 2) Menentukan tipe sudu pengupas dari 3 alternatip tipe yang dirancang, yaitu tipe 7 b uah mata sudu (tipe 5 7), tipe 3 mata sudu (tipe 5 3) dari tipe 1 buah mata sudu (tipe 5 1), dan 3) menentukan jarak antara  (clereance) silinder dan saringan pengupas yang  optimal.
Uji Performansi dan Perbandingan Penggunaan Alat Pemecah Sekam Tipe "Rubber Role" dan Tipe "Wind Pressure" terhadap Hasil Giling Muhammad Farid Budi Wahyuni; Atjeng Muchlis Syarief
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 6 No. 1 (1992): Buletin Ketenikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.06.1.%p

Abstract

Tahapan pengolahan padi yang lengkap meliputi penggabahan (perontokan) padi, pemecahan sekam, pemidahan gabah dari beras pecah kulit, penyosoha, pemutuan (grading) beras, pengarungan dan penaganan dan pemindahan dari satu tahap ke tahap yang lainnya. Tahap ini dapat berbeda pada perusahaan penggilingan yang satu dengan yang lainnnya disebabkan antara lain modal yang tersedia untuk pengadaan mesin pengolahan padi, ketersediaan bahan olah yang cukup, pemerataan pasaran dan mutu beras yang dihasilkan serta kebiasaan konsumsi masyarakat setempat.

Filter by Year

1992 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 13 No. 3 (2025): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 12 No. 3 (2024): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 11 No. 3 (2023): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 10 No. 3 (2022): Desember 2022 Vol. 10 No. 2 (2022): Agustus 2022 Vol. 10 No. 1 (2022): April 2022 Vol. 9 No. 3 (2021): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 9 No. 1 (2021): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 8 No. 3 (2020): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 8 No. 2 (2020): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 7 No. 3 (2019): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 7 No. 2 (2019): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 7 No. 1 (2019): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 6 No. 3 (2018): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 6 No. 2 (2018): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 6 No. 1 (2018): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 5 No. 3 (2017): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 5 No. 2 (2017): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 5 No. 1 (2017): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 4 No. 2 (2016): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 4 No. 1 (2016): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 3 No. 2 (2015): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 3 No. 1 (2015): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 2 No. 2 (2014): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 2 No. 1 (2014): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 27 No. 1 (2013): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 1 No. 1 (2013): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 26 No. 2 (2012): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 26 No. 1 (2012): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 25 No. 2 (2011): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 25 No. 1 (2011): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 24 No. 2 (2010): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 24 No. 1 (2010): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 23 No. 2 (2009): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 23 No. 1 (2009): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 22 No. 2 (2008): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 22 No. 1 (2008): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 21 No. 4 (2007): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 21 No. 3 (2007): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 21 No. 2 (2007): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 21 No. 1 (2007): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 20 No. 3 (2006): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 20 No. 2 (2006): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 20 No. 1 (2006): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 19 No. 3 (2005): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 19 No. 1 (2005): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 17 No. 2 (2003): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 17 No. 1 (2003): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 16 No. 1 (2002): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 15 No. 2 (2001): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 15 No. 1 (2001): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 14 No. 3 (2000): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 14 No. 2 (2000): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 14 No. 1 (2000): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 13 No. 3 (1999): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 13 No. 1 (1999): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 12 No. 2 (1998): Buletin Ketenikan Pertanian Vol. 12 No. 1 (1998): Buletin Ketenikan Pertanian Vol. 11 No. 1 (1997): Buletin Ketenikan Pertanian Vol. 6 No. 1 (1992): Buletin Ketenikan Pertanian More Issue