cover
Contact Name
Fathiah Alatas
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
edusains-fitk@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
EDUSAINS
ISSN : 19797281     EISSN : 24431281     DOI : 10.15408/es
Core Subject : Education,
EDUSAINS is a journal publishing the Natural Science Education, Biology Education, Physics Education, and Chemistry Education Journal. Edusains is published by Center for Science Education (CSE) which is located in Departement of Natural Science Education, Faculty of Education and Teachers' Training, Islamic State University (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 303 Documents
ANALISIS SKILL CALON GURU BIOLOGI DALAM PENYUSUNAN LESSON PLAN SISTEM GERAK Ramli, Murni; Nurmiyati, Nurmiyati; Ariyanto, Joko; Sapartiwi, Sapartiwi; Sukamti, Sukamti
EDUSAINS Vol 9, No 1 (2017): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/es.v9i1.5476

Abstract

Abstract Human skeletal system is one of the important topics of grade XI of biology high school in Indonesia. This topic is commonly delivered by teacher in traditional method by following the order of the subtopics as written in the biology textbook. This research was a case study aimed to analyse the skills of trainee students on developing the lesson plan of skeletal system, which will be implemented during the field teaching practicum during the intership program. Two trainee students who were in the 7th semester are the participants of this research. Both were in the teaching practicum program in different schools. The skills of developing the lesson plan were analyzed by document analysis, observation of the practices, and measuring the satisfaction level of participant high school students who attended the classes. Both trainees had been guided by lecturers to construct inquiry, contextual and scientific approach-based lesson plan of skeletal system. The lesson plans made by student A and B are different, on indicators and intended learning, organizing the topics, approach and strategy of teaching, student activities, tools used, and the assessment. Lesson plan B is relatively close to inquiry-based activities and contextual teaching and learning. And according to students' satisfaction, lesson plan made by trainee B was more satisfied. The result may suggest that there should be a guidance, which can close the skills gap between trainee with different academic achievement Keywords: paedagogic skills; teacher training; lesson plan; skeletal system; high school biology Abstrak Sistem Gerak adalah salah satu topik penting di kelas XI SMA di Indonesia. Materi ini pada umumnya disampaikan oleh guru secara tradisional dengan cara mengikuti urut-urutan topik pada buku pelajaran biologi. Riset ini adalah studi perbandingan bertujuan untuk mempelajari bagaimana keterampilan dua mahasiswa calon guru dalam menyusun lesson plan sistem gerak yang dipraktekkan dalam Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Kedua mahasiswa adalah mahasiswa semester 7. Keterampilan dan kemampuan mahasiswa dianalisis melalui analisis dokumen lesson plan, observasi keterlaksanaan sintaks pembelajaran, serta tingkat kepuasan pada pembelajaran dari para siswa SMA peserta pembelajaran. Kedua mahasiswa diarahkan agar menggunakan pendekatan saintifik, kontekstual dan pembelajaran berbasis inkuiri. Lesson plan yang disusun mahasiswa (Lesson Plan A dan B) menunjukkan perbedaan pada penguraian kompetensi dasar menjadi indikator pembelajaran, strukturisasi materi, pendekatan dan strategi pembelajaran, aktivitas siswa, media yang dipergunakan, dan bentuk asesmen yang dipergunakan untuk menilai kompetensi siswa. Tingkat kepuasan siswa terhadap pengajaran kedua mahasiswa (Pembelajaran A dan B) juga dinilai berdasarkan penggunaan waktu, media, cara mengajar, kesempatan tanya jawab, diskusi kelas, dan presentasi. Siswa menunjukkan tingkat kepuasan yang lebih tinggi pada pembelajaran dengan Lesson Plan B. Munculnya perbedaan kemampuan menyusun lesson plan sistem gerak menunjukkan perlunya sistem pembimbingan yang dapat mengatasi gap capaian akademik dan kemampuan antarmahasiswa. Kata Kunci: skill pedagogik; training guru; desain pembelajaran; sistem gerak; biologi SMA  Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v9i1.5476 
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING BERBASIS EKSPERIMEN PADA KONSEP LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT Chaerani Azizah; Dedi Irwandi
EDUSAINS Vol 6, No 2 (2014): Edusains
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/es.v6i2.1147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai kemampuan siswa dalam memecahkan masalah yang tertuang dalam lembar kerja siswa (LKS) selama mengikuti kegiatan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran problem solving berbasis eksperimen pada konsep larutan elektolit dan nonelektrolit. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X di SMA Negeri 89 Jakarta tahun ajaran 2012/2013. Metode penelitian yang diterapkan adalah deskriptif. Perolehan data dilakukan dengan menggunakan instrumen lembar kerja siswa (LKS) untuk kemampuan memecahkan masalah. Analisis data untuk kemampuan memecahkan masalah yang tertuang dalam lembar kerja siswa (LKS) dengan nilai persentase. Kemampuan siswa dalam memecahkan masalah yang tertuang dalam lembar kerja siswa (LKS) yaitu kemampuan siswa dalam mengemukakan hipotesis, menentukan judul eksperimen, menentukan tujuan eksperimen, membuat prosedur kerja eksperimen, mencatat data pengamatan, membuat kesimpulan, membuat abstraksi, dan menyelesaikan tugas konsolidasi. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dikategorikan sebagai baik dan sangat baik.
MODEL EDUCATION RECONSTRUCTION MODUL PERKULIAHAN PENELITIAN LABORATORIUM BERBASIS PROBLEM SOLVING-DECISION MAKING Florida Doloksaribu
EDUSAINS Vol 6, No 2 (2014): Edusains
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/es.v6i2.1152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar pada matakuliah Penelitian Laboratorium (PL) di Universitas Cendrawasih, Papua. Penelitian menggunakan metode reseach and development (R&D) yaitu mengembangkan bahan ajar perkuliahan berdasarkan Model of educational reconstruction (MER).  Topik yang dipilih untuk dikembangkan adalah konteks kimia batu gamping yang dilakukan dengan pendekatan Problem Solving-Decision Making (PSDM). Penelitian melibatkan lima orang ahli untuk memvalidasi bahan ajar yang telah dibuat.  Berdasarkan respon ahli didapatkan hasil bahan ajar perkuliahan topik konteks kimia batu gamping berbasis PSDM telah memenuhi kriteria sebagai berikut ketepatan materi (konten dan konteks), kesesuaian antara konten dan konteks, kesesuaian materi dengan kurikulum (tujuan pembelajaran), ketepatan gambar dan tugas percobaan, dan kesesuaian materi dengan  kemampuan mahasiswa. Nilai content validity ratio (CVR) rata-rata  untuk bahan ajar perkuliahan  adalah 0,84, CVIh> CVIt(0,84 > 0,73), hal ini menandakan bahwa bahan ajar perkuliahan yang dikembangkan layak digunakan untuk mahasiswa pendidikan kimia.
MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN TEORI MULTIPLE INTELLEGENCE YANG DOMINAN DALAM KELAS PADA MATERI TEKANAN Agustin Dwi Aryani
EDUSAINS Vol 6, No 2 (2014): Edusains
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/es.v6i2.1114

Abstract

Kecerdasan Majemuk atau Multiple Intellegences merupakan suatu kemampuan untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan. Kecerdasan majemuk jarang sekali ditinjau sebagai salah satu pertimbangan untuk keberhasilan proses pembelajaran, dalam hal ini membuat siswa memahami materi yang diajarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecenderungan kecerdasan siswa yang dominan dalam kelas dan merancang strategi pembelajaran yang sesuai dengan kecenderungan kecerdasan tersebut dalam upaya meningkatkan pemahaman siswa pada materi tekanan. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh presentase ketercapaian kognitif siswa sebesar 83%. Nilai ini lebih besar dari standar minimum ketercapaian kognitif yaitu 70%.  Sementara itu, aktivitas mandiri (intrapersonal) didapati memiliki persentase tertinggi, yaitu 78,15% diikuti dengan aktivitas berkelompok siswa yang hanya 54,6%. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dikembangkan dengan pertimbangan dominasi aktivitas mandiri (intrapersonal),. Implementasi dari RPP ini diharapkan mampu mengembangkan kecerdasan intrapersonal siswa dalam rangka meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KIMIA DASAR BERBASIS CONCEPTUAL CHANGE TEXT PADA MATERI REDOKS Wati Sukmawati; Asep Kadarohman; Omay Sumarna; Wahyu Sopandi
EDUSAINS Vol 12, No 2 (2020): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/es.v12i2.15090

Abstract

DEVELOPMENT OF TEACHING MATERIALS BASED ON CONCEPTUAL CHANGE TEXT ON REDOX MATERIALS FOR BASIC CHEMICALS ON REDOX CONCEPTAbstractThe problem in this study is that there are still many students who have difficulty learning basic chemical concepts and experience misconceptions. One way to overcome student difficulties in understanding the concept of chemistry is to provide quality learning media. This study aims to produce learning media in the form of quality teaching materials. The teaching materials developed are chemical teaching materials based on Conceptual Change Text (CCT). The research data were obtained from the results of validation of teaching materials from experts and the results of a questionnaire distributed to 30 students. This research was conducted using the R&D method with the research subjects being teaching materials and students. Based on the data generated in this study, it was found that the development of CCT-based teaching materials when viewed from the aspects of content feasibility, presentation feasibility, language assessment, multiple chemical representations assessed by some experts, it can be concluded that the teaching materials developed are good and suitable for use in the field with some improvements with an average validation value of 4. Besides, a limited test was also carried out on students of the teaching materials that were being developed and students responded well to the teaching materials because it could help them understand the average value of 85. AbstrakPermasalahan dalam penelitian ini adalah masih banyaknya mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam belajar konsep kimia dasar dan mengalami miskonsepsi. Salah satu cara untuk mengatasi kesulitan mahasiswa dalam memahami konsep kimia adalah menyediakan media pembelajaran yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berupa bahan ajar yang berkualitas. Bahan ajar dikembangkan adalah bahan ajar kimia berbasis Conceptual Change Text (CCT). Data penelitian diperoleh dari hasil validasi bahan ajar dari para ahli dan hasil angket yang disebarkan kepada 30 orang mahasiswa.  Penelitian ini dilakukan dengan metode R&D dengan subjek penelitian adalah bahan ajar dan mahasiswa. Berdasarkan data yang dihasilkan dalam penelitian ini diperoleh hasil bahwa pengembangan bahan ajar berbasis CCT jika dilihat dari aspek kelayakan isi, kelayakan penyajian, penilaian bahasa, penilaian multiple representasi kimia yang dinilai oleh beberapa ahli dapat disimpulkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan sudah baik dan layak digunakan di lapangan dengan beberapa perbaikan dengan rata-rata nilai validasi 4. Selain itu juga dilakukan uji terbatas terhadap mahasiswa terhadap bahan ajar yang sedang dikembangkan dan mahasiswa merespon dengan baik bahan ajar tersebut karena bisa membantu mereka dalam memahami dengan rata-rata nilai 85. konsep. 
The Development Of Crossword Game Media On Virus Material Mardiana Nata Ruron; risya pramana situmorang; Susanti Pudji Hastuti
EDUSAINS Vol 12, No 2 (2020): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/es.v12i2.15095

Abstract

PENGEMBANGAN MEDIA GAME CROSSWORD PADA VIRUS MATERIALAbstractCrossword game media was a learning tool that serves features to understand the concept and solve a problem. The media provides many features that facilitate students to learn enjoyably. This study aims to develop a viable and effective product to improve students' problem-solving skills and conceptual understanding. The ADDIE model is used as a type of research and development. The subjects were students of X-grade senior high school in Salatiga. Data collection was carried out through observation, questionnaires, and tests. Media experts and material experts carried out the validation of products. Teachers were involved in giving feedback about the practicality of the media. The validation concluded that the product was feasibly based on the media aspect= 85,5% (feasible) and the material aspect = 81,25% (feasible). The product's development has improved problem-solving skills and conceptual understanding effectively that the t-test showed a significant value with acquisition sig. 2 tailed < 0,05. The results indicate that the crossword game was feasible and effective in improving problem-solving skills and conceptual understanding.AbstrakMedia crossword game merupakan salah satu media belajar siswa, menyediakan fitur untuk menjadikan siswa dapat memahami konsep dan memecahkan masalah. Crossword game menyediakan banyak fitur yang memudahkan siswa untuk belajar dengan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk yang layak dan efektif untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dan pemahaman konseptual siswa. Model ADDIE digunakan sebagai penelitian dan pengembangan. Subjek penelitian adalah siswa SMA kelas X di Salatiga. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuesioner, dan tes. Validasi produk melibatkan ahli media dan materi. Guru dilibatkan untuk memberikan umpan balik tentang kepraktisan media. Berdasarkan validasi, disimpulkan bahwa produk layak berdasarkan aspek media = 85,5% (layak) dan aspek material = 81,25% (layak). Pengembangan dari produk telah meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dan pemahaman konseptual secara efektif sehingga berdasarkan uji-t menunjukkan nilai yang signifikan dengan perolehan sig. 2 tailed <0,05. Hasil menunjukkan bahwa media crossword game layak dan efektif dalam meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dan pemahaman konseptual.  
KEMAMPUAN LITERASI SAINS PADA SISWA SMA MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN KIMIA BERBASIS ETNOSAINS Teguh Wibowo; Ariyatun Ariyatun
EDUSAINS Vol 12, No 2 (2020): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/es.v12i2.16382

Abstract

SCIENTIFIC LITERACY OF SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS USING ETHNOSCIENCE BASED LEARNING CHEMISTRY Scientific literacy skills are needed to understand science issues, the risks, and benefits of science, and understand the nature of science, including its relationship to culture. This study aimed to determine students' scientific literacy in using ethnoscience-based learning-chemistry. The study Method used quasi-experimental by nonequivalent control group design. The subject was grade XI-MIPA  of SMAN 1 Kendal. The data collection techniques are test instruments to know students' scientific literacy. The analysis data technique is descriptive and inferential statistical analysis (independent sample t-test and N-gain). The results showed that the ethnoscience based learning-chemistry could increase students' scientific literacy. The mean score of students' scientific literacy on experiment and control class was 72% (high category) and 65% (medium category), and count -3,551 and table -1,995. N-gain score experiment class of 0,47 (medium) and control class of 0,28 (low). Ethnoscience-based chemistry learning can be used in chemistry learning to develop students' chemical literacy skills. AbstrakKemampuan literasi sains dibutuhkan untuk memahami isu-isu sains, resiko dan manfaat sains, serta untuk memahami sifat sains, termasuk hubungannya dengan budaya. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan literasi sains siswa melalui pembelajaran kimia berbasis etnosains. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experimental dengan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA SMAN 1 Kendal. Teknik pengumpulan data berupa tes untuk mengetahui kemampuan literasi siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan statistik inferensial (independent sample t-test dan uji N-gain). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat dilihat bahwa pembelajaran kimia berbasis etnosains dapat meningkatkan kemampuan literasi sains siswa. Rerata skor kompetensi literasi sains siswa kelas eksperimen dan kontrol secara berturut-turut mendapat 72% dengan kategori tinggi dan  65% dengan kategori sedang, serta thitung sebesar -3,551, dan ttabelnya -1,995. Adapun nilai N-gain pada kelas eksperimen adalah 0,47 (kategori sedang) sedangkan kelas kontrol adalah 0,28 (kategori rendah). Pembelajaran kimia berbasis etnosains dapat digunakan dalam pembelajaran kimia untuk mengembangkan kemampuan literasi kimia siswa. 
THE EFFECT INQUIRY LEARNING MODEL WITH PICTORIAL RIDDLE TECHNIQUE DIGITAL BASED ON STUDENTS CREATIVE THINGKING ABILITY TOWARDS TEMPERATURE AND HEAT CONCEPT Dini Nurfitria; Erina Hertanti
EDUSAINS Vol 12, No 2 (2020): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/es.v12i2.18131

Abstract

MODEL PEMBELAJARAN EFEK INQUIRY DENGAN TEKNIK PICTORIAL RIDDLE BERBASIS KEMAMPUAN HAL KREATIF MAHASISWA TERHADAP KONSEP SUHU DAN PANASAbstractThis study to determine the effect of inquiry model with technique pictorial riddle based digital on students’ creative thinking in temperature and heat concept. The study was conducted at SMAN 01 Rumpin on even semester year 2019/2020. Purposive sampling was used to determine the sample that class XI science I as experiment class and class XI science II as control class. This study used a quasi-experimental method as a research methodology and nonequivalent control group research design. This study used 8 essay questions as instrumental tests and questionnaires as instrumental nontest. Based on hypothesis test of posttest score by using t’ test showed Sig. (2-tailed) < significant standard. This shows that learning using inquiry model with technique pictorial riddle based digital effect to the creative thinking of the student. Also, in the experimental N-Gain test the experimental class increased which was superior to the control class. While, the results of questionnaire response of students to learning using inquiry model with technique pictorial riddle base digital, who got a very good category (78%). AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model inkuiri dengan teknik teka-teki bergambar berbasis digital terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa dalam konsep suhu dan kalor. Penelitian dilaksanakan di SMAN 01 Rumpin pada semester genap tahun 2019/2020. Purposive sampling digunakan untuk menentukan sampel yaitu kelas XI IPA I sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA II sebagai kelas kontrol. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu sebagai metodologi penelitian dan desain penelitian kelompok kontrol nonequivalent. Penelitian ini menggunakan 8 soal essay sebagai tes instrumental dan angket sebagai instrumental nontest. Berdasarkan uji hipotesis skor posttest dengan menggunakan uji t menunjukkan Sig. (2-tailed) <standar signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan model inkuiri dengan teknik bergambar teka-teki berbasis digital berpengaruh terhadap daya pikir kreatif siswa. Selain itu, pada uji coba N-Gain kelas eksperimen mengalami peningkatan yang lebih unggul dari kelas kontrol. Sedangkan hasil angket respon siswa terhadap pembelajaran menggunakan model inkuiri dengan teknik bergambar riddle base digital memperoleh kategori sangat baik (78%).
ANALYSING THE LEVEL OF ORGANIC CHEMISTRY ANXIETY OF PRE-SERVICE EDUCATION STUDENTS Munasprianto Ramli
EDUSAINS Vol 12, No 2 (2020): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/es.v12i2.17504

Abstract

ANALISIS TINGKAT KECEMASAN KIMIA ORGANIK MAHASISWA PRA JASA PENDIDIKANAbstractSeveral studies have reported that poor performance of organic chemistry among students has been attributed partly to organic chemistry anxiety. The purpose of this study is to investigate the level of organic chemistry anxiety among chemistry education students. Sequential explanatory mixed methods approach employed in the study. Due to COVID-19 Pandemic, 142 pre-service education students from four universities were chosen using the convenience sampling technique. The questionnaires were distributed to the participants using google form. This quantitative data generation was followed by a semi-structured interview with 2 students from each university. Quantitative data gathered were analyzed using descriptive statistics meanwhile qualitative data from interviews were analyzed using thematic analysis. The results show that 5.63% of students have low anxiety, 81.69% of students have moderate anxiety levels, while 12.68% of students have high anxiety levels.  On average the anxiety level of chemistry education students is at a moderate level with a score was 62. According to students, this anxiety was influenced by the complexity of organic chemistry lesson materials, lecturer strategies in teaching organic chemistry, and their previous knowledge of chemistry. Further study should be carried out to analyze the factors that influence students’ anxiety.AbstrakSejumlah penelitian telah melaporkan bahwa buruknya performa mahasiswa pada mata kuliah kimia organik berkaitan dengan kecemasan mereka terhadap kimia organik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kecemasan mahasiwa Pendidikan Kimia  terhadap perkuliahan Kimia Organik. Pendekatan metode campuran eksplanatori sekuensial digunakan dalam penelitian ini. Akibat Pandemi COVID-19, sebanyak 142 mahasiswa Pendidikan kimia dari empat universitas dengan menggunakan teknik convenience sampling. Kuisioner dibagikan kepada peserta menggunakan google form. Penyebaran kuesioner ini dilanjutkan dengan wawancara semi struktur dengan 2 mahasiswa dari masing-masing universitas. Data kuantitatif yang terkumpul dianalisis menggunakan statistik deskriptif sedangkan data kualitatif dari wawancara dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan 5,63% siswa memiliki tingkat kecemasan rendah, 81,69% siswa memiliki tingkat kecemasan sedang, sedangkan 12,68% siswa memiliki tingkat kecemasan tinggi. Rata-rata tingkat kecemasan mahasiswa pendidikan kimia berada pada tingkat sedang dengan skor 62. Menurut mahasiswa, kecemasan ini dipengaruhi oleh kompleksitas materi pelajaran kimia organik, strategi dosen dalam pembelajaran kimia organik dan pengetahuan sebelumnya tentang kimia. Studi lebih dapat dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan siswa.  
PENDEKATAN STREAM (SCIENCE-TECHNOLOGY-RELIGION-ENGINEERING-ARTS-MATHEMATICS) MEMBEKALKAN KEBIASAAN BERPIKIR MAHASISWA Tri Wahyu Agustina; Nuryani Y Rustaman; Riandi Riandi; Widi Purwianingsih
EDUSAINS Vol 12, No 2 (2020): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/es.v12i2.17605

Abstract

THE STREAM APPROACH (SCIENCE-TECHNOLOGY-RELIGION-ENGINEERING-ARTS-MATHEMATICS) PROVIDES STUDENTS 'THINKING HABITSAbstractThis research develops an Applied Biology learning program using a science-technology-religion-engineering-arts-mathematics (STREAM) approach that can equip students with habits of mind. These thinking habits include systems thinking skills. The Applied Biology learning content includes compost making, nata de soya making, and biopesticides making. The research was carried out in the Microbiology course on the topic of Applied Microbiology. During the lectures, the learning process combines the 3Es learning cycle model (exploration-explanation-expansion phase), Jigsaw-type cooperative, and a combination of various learning methods. Students are trained in scientific process skills and designing /engineering skills. The products of the program consisted of modifications to the syllabus and the microbiology course matrix, performance tasks on students' worksheet, the STREAM approach scheme, system thinking skills' question instruments, concept map rubrics and scores. The resul indicate that system thinking skills in Applied Biology learning content could be equipped to students using the STREAM approach. AbstrakPenelitian mengembangkan program pembelajaran Biologi Terapan menggunakan pendekatan science-technology-religion-engineering-arts-mathematics (STREAM) yang dapat membekalkan kebiasaan berpikir. Kebiasaan berpikir tersebut diantaranya keterampilan berpikir sistem (KBS). Konten Biologi Terapan antara lain pembuatan kompos, nata de soya, dan biopestisida. Penelitian dilaksanakan pada perkuliahan Mikrobiologi pada pokok bahasan Mikrobiologi Terapan. Selama pembelajaran memadukan model siklus belajar 3Es (fase eksplorasi-pengenalan konsep-aplikasi konsep), kooperatif tipe Jigsaw, dan kombinasi metode belajar. Mahasiswa dilatihkan keterampilan proses saintifik dan mendesain (engineering). Produk program terdiri dari modifikasi pada silabus dan modifikasi matriks perkuliahan Mikrobiologi, tugas kinerja (task) pada lembar kerja mahasiswa (LKM), skema pendekatan STREAM, instrument soal KBS, dan skor beserta rubrik peta konsep. Hasil penelitian mengidikasikan bahwa KBS dapat dibekalkan kepada mahasiswa menggunakan pendekatan STREAM.