cover
Contact Name
Fidrayani
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
psga@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender
ISSN : 14122324     EISSN : 26557428     DOI : 10.15408/harkat
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender is published by the Center for Gender and Child Studies (Pusat Studi Gender dan Anak) LP2M, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. the journal has been issued two times a year. Harkat invites scholarly articles on gender and child studies from multiple disciplines and perspectives, including religion, education, psychology, law, social studies, etc.
Arjuna Subject : -
Articles 156 Documents
CAREER AND FAMILY: A STUDY OF WOMEN LEADERSHIP Reflianto Muslim; Joni Indra Wandi
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender JURNAL HARKAT : MEDIA KOMUNIKASI GENDER, 15(2), 2019
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2501.924 KB) | DOI: 10.15408/harkat.v15i2.13464

Abstract

Abstract. In the industrial revolution era of 4.0, A leader is no longer referring to gender differences but rather on competence  and performance. This study aimed to analyze the gender perception and its contribution to women leadership in their career and family in Surabaya. This is a quantitative study with method survey design where the data was collected by using questionnaire and ended closed interview form. Populations of this research are dual-career marriage women in Surabaya. To confirm the quantitative results, need interview sessions with all related respondents. Samples were determined by proportional random sampling amount are 449 respondents where, 103 full career women, 205 of them as part time career and 141 of them as housewives. The results showed that there is significant contribution toward women leadership character in three career model as independent variables those are full career, part time career and family duty as reviewed from gender perception. It showed that there are correlation between women leadership character with gender perception between their career and leadership character in their family.Abstrak. Era revolusi industri 4.0, seorang pemimpin tidak lagi merujuk pada perbedaan gender tetapi lebih pada kompetensi dan kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi gender dan kontribusinya terhadap kepemimpinan perempuan dalam karier dan keluarga mereka di Surabaya. Ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode desain survei di mana data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan mengakhiri formulir wawancara tertutup. Populasi penelitian ini adalah wanita nikah karir ganda di Surabaya. Untuk mengkonfirmasi hasil kuantitatif, perlu sesi wawancara dengan semua responden terkait. Sampel ditentukan dengan jumlah proporsional random sampling yaitu 449 responden di mana, 103 perempuan karier penuh, 205 di antaranya sebagai karier paruh waktu dan 141 di antaranya sebagai ibu rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada kontribusi yang signifikan terhadap karakter kepemimpinan perempuan dalam tiga model karir sebagai variabel independen yaitu karir penuh, karir paruh waktu dan tugas keluarga yang ditinjau dari persepsi gender. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara karakter kepemimpinan perempuan dengan persepsi gender antara karier dan karakter kepemimpinan mereka dalam keluarga.
MERETAS PERAN GANDA ISTRI NELAYAN DALAM HOUSEHOLD ECONOMY EMPOWERMENT Bayu Tri Cahya; Muhammad Soni Salahuddin; Jadzil Baihaqi
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender JURNAL HARKAT : MEDIA KOMUNIKASI GENDER, 15(1), 2019
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4892.682 KB) | DOI: 10.15408/harkat.v15i1.13001

Abstract

Abstract. Demak Regency has a coastal area which is one of the livelihoods of fishermen, namely Kampung Rajungan Demak. A part of social potential in Coastal society is women especially fishermen wives. Coastal women has an important role at fishing households. Wives should only be responsible for the domestic sector, but this developes when women fisherman play a role to looking for a living. The involvement of the women fisherman in earning a living creates a double rol in the household. This research assesses the dual role of woman fisheman in the household economy. This research was conducted in Betahwalang Village, Bonang District, Demak Regency. The purpose of this study is to reveal the dual role of women fisherman in empowering the household economy. This research used qualitaive data analysis method with interview, observation and documentation data collection techniques. The results of this research showed that the double role of women fisherman provides a significant contribution in improving the household economy.Abstrak. Kabupaten Demak memiliki wilayah pesisir yang menjadi salah satu sumber mata pencaharian para nelayan yakni Kampung Rajungan Demak. Salah satu komponen potensi sosial dalam masyarakat pesisir adalah kaum perempuan khususnya istri nelayan. Perempuan pesisir memiliki peran penting dalam rumah tangga nelayan. Seyogyanya istri hanya bertanggung jawab pada sektor domestik, namun hal tersebut berkembang apabila kaum istri ikut berperan dalam mencari nafkah. Keterlibatan istri dalam mencari nafkah menimbulkan peran ganda di dalam rumah tangga. Penelitian ini menggambarkan peran ganda istri nelayan dalam ekonomi rumah tangga. Penelitian ini dilakukan di Desa Betahwalang Kecamatan Bonang Kabupaten Demak. Tujuan kajian artikel ini adalah mengungkap peran ganda istri nelayan dalam penguatan ekonomi rumah tangga.  Metode analisa data yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Dari hasil penelitian tersebut menggambarkan bahwa peran ganda istri nelayan memberikan kontribusi yang signifikan dalam penguatan ekonomi rumah tangga. 
EDUKASI LITERASI INFORMASI BAGI ANAK DAN REMAJA UNTUK MEMINIMALISIR PENYALAHGUNAAN MEDIA JEJARING SOSIAL Siti Zulaiha; Sagiman Sagiman; Mutia Mutia
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender JURNAL HARKAT : MEDIA KOMUNIKASI GENDER, 15(2), 2019
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3529.509 KB) | DOI: 10.15408/harkat.v15i2.13469

Abstract

Abstract. The use of social networking media or commonly called social media in daily activities, has been carried out by all levels of society ranging from children, adolescents, to adults. Is that social media used as a medium for communication with various groups, as a medium of entertainment, as a medium for doing business, as a source of multiple information, and so forth. But in reality, social media is often misused, such as to post immoral content, hoaxes, hate speech, etc. that can harm users of social media and the wider community. Internet access that is not limited by space and time provides the opportunity in the use of social media anytime, anywhere, and by anyone. This will undoubtedly harm the use of social media. Therefore education is needed for social media users in utilizing social media, especially in receiving, analyzing, processing, and posting information well, especially for children and adolescents who tend to still lack knowledge about the negative impacts of social media abuse. These community service activities are carried out in the form of education and training on how to properly social media, the use of social media for positive things, and how the impact and legal sanctions in the event of social media abuse.Abstrak. Penggunaan media jejaring sosial atau yang biasa disebut media sosial dalam aktifitas keseharian sudah dilakukan oleh semua kalangan masyarakat mulai dari anak-anak, remaja, sampai ke orang dewasa. Apakah itu media sosial digunakan sebagai media untuk komunikasi dengan berbagai kalangan, sebagai media hiburan, sebagai media untuk berbisnis, sebagai sumber berbagai informasi, dan lain sebagainya. Namun pada kenyataannya media sosial sering kali disalahgunakan, seperti untuk memposting konten-konten yang asusila, hoax, ujaran kebencian, dan lain sebagainya yang dapat memberikan dampak negatif bagi pengguna media sosial dan masyarakat luas. Akses internet yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu memberikan kesempatan dalam penggunaan media sosial kapan saja, dimana saja, dan oleh siapa saja. Hal ini tentunya akan berdampak pada penggunaan media sosial yang negative. Oleh sebab itu diperlukan edukasi terhadap pengguna media sosial dalam memanfaatkan media sosial terutama dalam menerima, menelaah, mengolah, dan memposting informasi dengan baik, terutama bagi kalangan anak-anak dan remaja yang cenderung masih minim pengetahuan tentang dampak negatif dari penyalahgunaan media sosial. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam bentuk edukasi dan pelatihan tentang bagaimana bermedia sosial yang benar, penggunaan media sosial untuk hal-hal yang positif, dan bagaimana dampak dan sanksi hukum apabila terjadi penyalahgunaan media sosial.
POLA ASUH ANAK PADA IBU PEKERJA PABRIK DALAM PERSPEKTIF FIQIH PARENTING Syamsuri Syamsuri
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender JURNAL HARKAT : MEDIA KOMUNIKASI GENDER, 15(2), 2019
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3802.298 KB) | DOI: 10.15408/harkat.v15i2.13463

Abstract

Abstract. This paper examines child parenting that occurs in working mothers in Paiton Probolinggo, East Java. On the one hand, the demands of fulfilling the family economy forced the mothers to work hard outside the home. On the other hand, they are required to care for and assist children in proper parenting intensely. Based on this fact, it is necessary to study how changes in parenting happened to work mothers and how fathers and mothers worked together in families to do co-parenting. These two problems are then examined from a gender mainstreaming perspective and then analyzed through fiqh so that the concept of gender relations in parenting can be found in accordance with the values of Islamic teachings. Through a case study approach, collecting, processing, and analyzing data with qualitative research principles, this study resulted in the finding of delegating parenting from parents to others resulting in low-quality supervision and assistance from caregivers to children and low levels of child satisfaction. This study also found no occurrence of parenting that involved fathers and mothers in the principle of partnership and ignorance. In the perspective of parenting fiqh, the parenting patterns that occur in Paiton Probolinggo are not in accordance with the values and laws of parenting fiqh. Abstrak. Tulisan ini mengkaji tentang pola asuh anak yang terjadi pada ibu pekerja di Paiton Probolinggo Jawa Timur. Di satu sisi tuntutan pemenuhan ekonomi keluarga memaksa para ibu untuk bekerja keras di luar rumah. Di sisi yang lain mereka dituntut untuk secara intens merawat dan mendampingi anak dalam pola asuh yang tepat. Berdasarkan fakta ini, perlu dikaji bagaimana perubahan pola asuh yang terjadi pada ibu pekerja serta bagaimana kerjasama ayah dan ibu dalam keluarga melakukan coparenting. Kedua permaslahan tersebut selanjutnya dikaji dari perspektif gender mainstreaming untuk kemudian dianalisis melalui fiqih sehingga dapat ditemukan konsep relasi gender dalam pengasuhan anak yang berkesesuain dengan nilai nilai ajaran Islam. Melalui pendekatan case study, mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data dengan prinsip-prinsip penelitian kualitatif, kajian ini menghasilkan temuan adanya pendelegasian pola asuh anak dari orang tua kepada orang lain yang berakibat rendahnya mutu pengawasan dan pemdampingan dari pengasuh terhadap anak serta rendahnya tingkat kepuasan anak. Kajian ini juga menemukan tidak terjadinya coparenting yang melibatkan ayah dan ibu dalam prinsip kemitraan dan kesalingan. Dalam perspektif fiqih parenting, pola pengasuhan anak yang terjadi di Paiton Probolinggo ini tidak sesuai dengan nilai dan prinsip fiqih parenting.
MENINJAU DOUBLE BARDEN DALAM PP NO 78 TAHUN 2015 TENTANG PENGUPAHAN SEBAGAI HAMBATAN MEWUJUDKAN GENDER SEBAGAI ASPEK KETAHANAN KELUARGA BURUH Furba Indah
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender, 13(1), 2017
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.147 KB) | DOI: 10.15408/harkat.v13i1.7715

Abstract

Perjuangan Buruh yang sudah dimulai sebelum Kemerdekaan akhirnya terus berkepanjangan sampai saat ini, dimana waktu yang seharusnya Indonesia memulai bercermin mencari kesalahan dan memeperbaikinya demi perkembangan ekonomi Bangsa. Tidak sedikit factor yang menghambat untuk memajukan perekonomian bangsa, akan tetapi realita mengatakan tidak banyak pula usaha untuk memeperbaiki, kesetaraan yang tidak tertanam dalam masyarakat Indonesia, kenyataan bahwa Perempuan sebagai manusia kedua juga menjadi pemicu utama, padahal kemajuan ekonomi yang terdapat pada Buruh Perempuan yang sudah menjadi mayoritas penghuni pabrik – pabrik industry dan meningkatkan income Negara, kenyataannya masih termaginalkan dari isu central, sehingga hal ini menjadi penghambat besar untuk kemjauan perekonomian bangsa.
MEMBANGUN KOTA RAMAH ANAK DENGAN BUDAYA KOTA BERSERAMBI BACA Susi Ratna Sari
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender JURNAL HARKAT : MEDIA KOMUNIKASI GENDER, 11 (2), 2015
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3088.214 KB) | DOI: 10.15408/harkat.v11i2.10443

Abstract

Kota merupakan sebuah rung publik yang memiliki rutinitas ekonomis dengan berbagai kegiatan corak dan dimensinya. Namun, kota juga mempunyai masalah sosial yang begitu kompleks, diantara masalah sosial itu terlihat dari masalah yang dihadapi oleh anak-anak di perkotaan. Masalah anak ini menjadi perhatian bagi kita semua, karena masalah anak jika dibiarkan bangsa ini akan mengalami krisis manusia yang berkualitas kedepannya. Terjadinya masalah anak di perkotaan ini, diantaranya disebabkan oleh minimnya fasilitas dan lembaga-lembaga yang memberdayakan dan mengayomi mereka. Untuk itu, salah satunya yang mendesak untuk dirancang di kota adalah serambi-serambi baca yang dapat diakses dan menampung anak-anak diperkotaan dengan aktivitas utamanya adalah membaca. Oleh sebab itu, kota masa depan perlu menumbuhkembangkan serambi-serambi baca tersebut, karena dengan adanya serambi-serambi baca ini anak-anak diprediksikan bisa mengubah tradisi patologisnya ke tradisi yang berdaya guna dalam membangun masa depannya.   
MENINJAU ULANG TEKS KEAGAMAAN TENTANG BATASAN USIA KAWIN ANAK Masayu Mashita Maisarah
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender JURNAL HARKAT : MEDIA KOMUNIKASI GENDER, 11 (1), 2015
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4437.999 KB) | DOI: 10.15408/harkat.v15i1.10434

Abstract

Upaya mewujudkan kesehatan reproduksi, hak-hak kemanusiaan, dan kemaslahatan menjadi landasan utama dalam pertimbangan pelaksanaan perkawinan anak pada wacana kontemporer. Inkonsistensi batasan usia perkawinan anak dalam fikih klasik menyebabkan perlunya pembacaan ulang terhadap teks keagamaan. Legitimasi oleh teks agama sejatinya tidak menjadi landasan utama lagi dalam kasus praktek perkawinan anak. Melalui pendekatan historis, artikel ini berupaya menegaskan bahwa perkawinan anak sejatinya perlu ditunda sebagaimana Nabi SAW pernah mencontohkan melalui penundaan perkawinan puterinya, Fatimah. Artikel ini akan memberikan pandangan seputar perkawinan anak melalui analisis bahasa dan ayat dalam teks agama.
DAMPAK AKSI EKSTRIMISME DAN TERORISME TERHADAP COLLECTIVE PUNISHMENT PADA WANITA DAN ANAK-ANAK Muhamad Tisna Nugraha
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender, 12(1), 2016
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2423.922 KB) | DOI: 10.15408/harkat.v12i1.7579

Abstract

Pada beberapa dekade terakahir, nama Islam sering kali dicatut dengan aksi-aksi gerakan ekstrimis dan teroris yang terjadi diberbagai penjuru dunia. Penggunan nama dan simbol-simbol ajaran agama tersebut tidak hanya berdampak pada pelaku dan korbannya, melainkan juga terhadap pihak-pihal yang justru tidak terlibat maupun tahu menahu akar persoalannya. Sehingga seseorang ataupun kelompok tertentu bisa saja mengalami apa yang disebut dengan collective punishment, dimana seseorang atau kelompoknya dihukum secara kolektif bukan karena kesalahan sendiri, melainkan karena kesalahan orang lain. Korban utama dari collective punishmet ini sebagian besar adalah kaum perempuan dan anak-anak. Mereka adalah sasaran empuk berbagai bentuk tindakan kekerasan fisik maupun psikis, hal ini karena sifat mereka yang cenderung lemah, dan tidak berdaya dalam melakukan perlawanan terhadap serangan yang datang, apa lagi jika dilakukan secara kolektif. Sehingga di tempat-tempat publik seperti lingkungan kerja, lingkungan masyarakat, bahkan di sekolah, perempuan dan anak-anak rentan mengalami collective punishmet mulai dalam bentuk kekerasan verbal, kekerasan fisik, hingga pada aksi pembunuhan.
FINANCIAL INCLUSION SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI SISTEM GRAMEEN BANK Ahmad Zaki Muntafi
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender JURNAL HARKAT : MEDIA KOMUNIKASI GENDER, 11 (1), 2015
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3962.458 KB) | DOI: 10.15408/harkat.v15i1.10425

Abstract

.
RUMAH PERAN SI PAI (STRATEGI PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KEKERASAN TERHADAP ANAK) Andi Tanaka
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender, 12 (2), 2016
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2080.529 KB) | DOI: 10.15408/harkat.v12i2.7568

Abstract

Kekerasan terhadap anak merupakan kasus yang perlu mendapat perhatian khusus oleh semua golongan, termasuk pemerintah. Hal ini dikarenakan anak merupakan harapan dan generasi penerus bangsa di masa yang akan datang. Oleh karena itu diperlukan perlindungan secara khusus agar hak-hak anak tetap terjaga. Perlindungan ini diperlukan karena anak merupakan bagian masyarakat yang mempunyai keterbatasan secara fisik maupun mental. Disini penulis mencoba menawarkan solusi alternatif untuk memberikan perlindungan tehadap anak dari tindakan kekerasan dengan menggagas “Rumah Peran SI-PAI”. Rumah Peran Si-PAI (Rumah Peran Si-Perlindungan Anak Indonesia) merupakan lembaga di bawah Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang bergerak di bidang advokasi dan KOMA (Konseling Masyarakat). Dengan adanya konsep Rumah Peran SI-PAI diharapkan dapat menjadi solusi alternatif yang dapat mengakomodasi berbagai macam kebutuhan yang diperlukan oleh anak. Sehingga dengan hadirnya Rumah Peran SI-PAI dapat mengoptimalkan peran pemerintah, masyarakat, keluarga, dan orang tua di dalam penyelenggaraan perlindungan anak. Dengan perlidungan optimal inilah diharapkan akan lahir generasi-generasi cerdas, kreatif, dan solutif yang akan dapat memajukan dan mensejahterakan kehidupan bangsa dan negara.

Page 2 of 16 | Total Record : 156