Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5 No 2 (2017)"
:
9 Documents
clear
PELAKSANAAN KEBIJAKAN PEMERINTAH INDONESIA TERHADAP ETNIS TIONGHOA DI KOTA MALANG TAHUN 1967-2000
Mohammad Zaenal;
Retno Winarni
Publika Budaya Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
AbstrakArtikel ini menjelaskan tentang Pelaksanaan kebijakan pemerintah Indonesia terhadap etnis Tionghoa di Kota Malang tahun 1967-2000. Kota Malang merupakan salah satu wilayah yang kosmopolit dan multi etnis yang terbuka terhadap segala bentuk budaya dari luar. Di Kota Malang salah satu keberadaan komunitas yang cukup penting untuk dikaji adalah etnis Tionghoa. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi politik untuk menganalisis keberadaan komunitas Tionghoa di Malang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam rangka mengintegrasikan etnis Tionghoa ke dalam masyarakat pribumi, pemerintah mulai menerapkan asimilasi sebagai kebijakan yang resmi pada masa rezim Orde Baru. Kebijakan asimilasi yang diterapkan oleh pemerintah Orde Baru memberikan dampak terhadap etnis Tionghoa di Malang, baik yang sifatnya positif ataunpun negatif. DI masa masa reformasi, paling tidak sampai tahun 2000, pemerintah memberikan kebebasan kepada komunitas Tionghoa dalam berbagai bidang kehidupan, khususnya dengan mencabut kebijakan yang dianggap mendiskriminasi mereka. Berbagai kebijakan pemerintah pada era reformasi mencerminkan pembelaan terhadap kaum minoritas Tionghoa. Oleh karenya kehidupan komunitas etnis Tionghoa di Kota Malang lebih baik. Bahkan, komunitas Tionghoa juga merasakan dampak positif secara kultural, yakni kebebasan mengekspresikan kekayaan budaya mereka.
KAJIAN PSIKOLOGI WANITA TOKOH UTAMA NOVEL AIR MATA TUHAN KARYA AGUK IRAWAN M.N.
Zeni Ernawati;
Sri Mariati;
Titik Maslikatin
Publika Budaya Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
AbstrakNovel Air Mata Tuhan sebagai kajian psikologi wanita yang terfokus pada tokoh utama. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bentuk-bentuk kepribadian kaum wanita. Tujuan penelitian Mendeskripsikan keterkaitan antarunsur struktural dan aspek psikologi wanita yang terdapat pada tokoh utama dalam novel Air Mata Tuhan karya Aguk Irawan M.N. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan cara studi pustaka dan menganalisis data-data yang terdapat di dalam novel Air Mata Tuhan. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa unsur struktural meliputi judul, tema, penokohan dan perwatakan, serta konflik memiliki keterkaitan. Analisis psikologi wanita menunjukkan sifat khas wanita yaitu keindahan meliputi keindahan jasmani dan rohani, kelembutan, kerendahan hati, memelihara, sifat mudah kecewa dan bangkit lagi, wanita dan keluarga yang meliputi wanita sebagai istri, wanita sebagai partner hidup, serta wanita dan depresi. Semua sifat tersebut dimiliki oleh tokoh utama yang bernama Fisha.
THE OPERATION OF HEGEMONY IN A DYSTOPIAN SOCIETY IN LAUREN OLIVER'S DELIRIUM
Bangkit Sandy Pratama;
Ikwan Setiawan;
Hat Pujiati
Publika Budaya Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19184/pb.v5i2.6152
AbstractDelirium is a dystopian novel written by Lauren Oliver. In this novel, there is a depiction on how power and ruling position could be achieved by utilizing a process of negotiating beliefs and values rather than conducting a full coercive domination. The government as the dominant class in this novel initiates its attempt to gain power and ruling position from the people in the society through indoctrinating ideology by the apparatuses before finally gains the consensus from the dominated class. This study presents the elaboration on how hegemony works in a dystopian society which is influenced by the theme of physical-moral destruction, the embodiment of fear and the set of ultimate rules. As the theoretical framework to analyze the data in the novel, this study utilizes the theory of hegemony by Antonio Gramsci, the conception of ideology by Louis Althusser and the idea about coercive discipline by Michel Foucault. The purpose of this study is to delineate the stages of hegemony operation in a dystopian society and relates them to the actual hegemony of the United States as the alternate setting of the novel. The result of this study elaborates that hegemony is a process of gaining power in which the role of coercive elements in it is still needed in order to preserve the power and authority achieved by the dominant class after indoctrinating its ideology. This explains how both of the hegemony operation conducted by either the government in the novel or the United States is able to remain long and strong as it influences several important sectors such as economic, military, technology, culture and etc. From this result, it can be concluded that Delirium as a cultural product acts as one of the hegemonic apparatuses for the United States to strengthen its position as the beacon of the world.
WOMEN TRAFFICKING IN SOMALY MAM’S THE ROAD OF LOST INNOCENCE: GENETIC STRUCTURALISM ANALYSIS
Fatin Amar;
Dina Dyah Kusumayanti
Publika Budaya Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19184/pb.v5i2.6153
AbstractThe Road of Lost Innocence is the only one Somaly Mam's novel that was published in 2008, which set in the Cambodian twentieth century. This novel is focused on the perception of binary opposition between the trafficking and the anti-trafficking actions. The trafficking action belongs to the traffickers who are pro to women trafficking and the other one belong to the victims who are contra with the women trafficking practice. There are three goals of this study. The first is to find out about the women trafficking that are portrayed in The Road of Lost Innocence novel. This step will be focused on the binary opposition between the trafficking action in the life of lower class with the anti-trafficking action that are depicted in the novel. The second is to know about the social condition of Cambodian society in the twentieth century. The third is to know about the world view of the author that is represented in the novel. This article begins with the analysis of the novel and uses genetic structuralism theory. By applying Goldmann theory of genetic structuralism, we can analyze the structure of the text and Cambodian social structure as well as the world view of the collective subject of the author. The result of the study show that the binary opposition between master and victim thoughts in the trafficking practice that is represented in the novel intertwines with social-cultural condition in Cambodia in the twentieth century. The world view of the collective subject that the writer represents in the novel is anti-trafficking practice by resisting the existence of trafficking practice and struggle for humanity for all people.
YOUNG JU’S HYBRID IDENTITY IN AN NA’S A STEP FROM HEAVEN
M. Fadlil Abdillah;
Eko Suwargono;
Irana Astutiningsih
Publika Budaya Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19184/pb.v5i2.6154
AbstractThis study discusses hybrid identity problem experienced by the main character, Young Ju, in A Step from Heaven. As a diasporic subject, she has to face some problems related to her identity. Her effort to survive among the differences of two different cultures (South Korea/eastern and America/western) is the main problem this study. Besides, the violence of her father becomes a barrier to her adaptation process in the new environment. For that reason, the problems are analyzed in this study using theory of hybridity by Homi K. Bhabha. The result of this study shows that to survive in a place with many differences especially it has relation to identity and culture, Young Ju needs to adopt some cultures that consider can give advantage in order to survive without losing the old culture. Then, this process leads her to be hybrid subject. By having the hybrid identity, it means that her hard work to accustom with the host society is running smoothly.
KONSTRUKSI VISUAL SCENE TEMBANG DURMA KUNTILANAK DALAM FILM KUNTILANAK MELALUI TEKNIK MONTAGE
Lilik Reni Randawati;
Lilik Slamet Raharsono;
Mochamad Ilham
Publika Budaya Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
AbstrakPenelitian ini membahas tentang konstruksi visual dalam film Kuntilanak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konstruksi visual scene tembang durma kuntilanak dalam film Kuntilanak Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif untuk membedah secara detail penyelesaian masalah yang ada dalam penelitian. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik montage Sergei Eisenstein. Hasil analisis data memberikan kesimpulan bahwa penggunaan teknik montage tonal sangat berperan untuk dapat meningkatkan suasana horor pada film Kuntilanak khususnya pada scene tembang durma kuntilanak. Secara keseluruhan, teknik montage tonal tidak hanya menyusun urutan gambar namun memberikan nyawa berupa rasa dan emosi untuk membentuk sebuah konstruksi visual yang dapat merepresentasikan tembang durma kuntilanak sebagai daya tarik bagi film Kuntilanak.
KONSTRUKSI VISUAL SCENE TEMBANG DURMA KUNTILANAK DALAM FILM KUNTILANAK MELALUI TEKNIK MONTAGE
Lilik Reni Randawati;
Lilik Slamet Raharsono;
Mochamad Ilham
Publika Budaya Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19184/pb.v5i2.6546
AbstrakPenelitian ini membahas tentang konstruksi visual dalam film Kuntilanak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konstruksi visual scene tembang durma kuntilanak dalam film Kuntilanak Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif untuk membedah secara detail penyelesaian masalah yang ada dalam penelitian. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik montage Sergei Eisenstein. Hasil analisis data memberikan kesimpulan bahwa penggunaan teknik montage tonal sangat berperan untuk dapat meningkatkan suasana horor pada film Kuntilanak khususnya pada scene tembang durma kuntilanak. Secara keseluruhan, teknik montage tonal tidak hanya menyusun urutan gambar namun memberikan nyawa berupa rasa dan emosi untuk membentuk sebuah konstruksi visual yang dapat merepresentasikan tembang durma kuntilanak sebagai daya tarik bagi film Kuntilanak.
ESTETIKA VISUALISASI TEASER BATIK PARAS GEMPAL DALAM ACARA BANYUWANGI BATIK FESTIVAL 2015
Ivan Bagus Nimoyan;
Soekma Yeni Astuti;
Denny Antyo Hartanto
Publika Budaya Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
AbstrakTeaser batik paras gempal merupakan karya audio visual, rangkaian dari sebuah kegiatan promosi karya-karya lokal yang digunakan sebagai pembuka acara Banyuwangi Batik Festival (BBF) 2015. Karya audio visual perlu memperhatikan estetika agar pesan dapat tersampaikan dengan baik serta dapat membuat penonton terkesan. Teaser batik paras gempal berfungsi sebagai penarik perhatian pemirsa serta sebagai media yang menginformasikan kepada masyarakat tentang tema BBF 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui estetika dari visualisasi teaser batik paras gempal dalam acara Banyuwangi Batik Festival 2015. Visualisasi yang nampak sebagai berikut, (1) visualisasi kegunaan atau fungsi batik paras gempal, (2) wujud batik paras gempal, (3) proses pembuatan batik, (4) filosofi batik paras gempal, (5) kebudayaan Banyuwangi khususnya suku Using. Seluruh tampilan teaser batik paras gempal sejumlah 29 scene dianalisis dari unsur naratif serta sinematik, selanjutnya dianalisis menggunakan estetika Monroe Breadsley. Seluruh tampilan pada teaser batik paras gempal menyampaikan pesan atau informasi yang jelas tentang batik paras gempal dan tentang budaya Banyuwangi khususnya suku Using, serta dapat mempengaruhi mood penonton sehingga membuat indah.
MEMBACA “KUASA” TROMPET MASJARAKAT DI SURABAYA TAHUN 1947-1965
Frendy Wijanarko;
Krisnadi Krisnadi;
Sunarlan Sunarlan
Publika Budaya Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
AbstrakSurat kabar Trompet Masjarakat memiliki peranan penting dalam sejarah perkembangan pers di Indonesia. Istilah “kaum kecil” yang selalu digunakan dalam tajuk berita menjadikannya sangat menarik untuk dibahas lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan memahami kebijakan pemerintahan Soekarno pada surat kabar Trompet Masjarakat Tahun 1947-1965 dengan menggunakan pendekatan Sosiologi Politik. Rumusan penelitian ini sebagai berikut: (1) Bagaimana sejarah kelahiran surat kabar Trompet Masjarakat di Surabaya? (2) Bagaimana kebijakan Soekarno di dalam surat kabar Trompet Masjarakat? (3) Bagaimana dampak pemberedelan surat kabar Trompet Masjarakat pada tahun 1965 terhadap redaksi? Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan tahapan sebagai berikut: pemilihan topik, pengumpulan sumber (heuristik), kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa surat kabar Terompet membawa suara kaum “Republikein” untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Setiap penerbitan mengandung kebijakan Soekarno yang diletakkan pada halaman pertama. Redaksi juga memperlihatkan kebijakan dari Soekarno secara serial dan selalu mendukung untuk melawan pihak yang tidak mendukungnya. Surat kabar Trompet Masjarakat dilarang terbit pasca-Tragedi G30S 1965. Redaksi surat kabar Trompet Masjarakat ditangkap dengan tuduhan ikut serta mendukung Tragedi G30S 1965.