cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
jurkep.jiwa@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
jurkep.jiwa@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Nursing and Health Sciences | University of Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC University of Muhammadiyah Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia
ISSN : 23382090     EISSN : 26558106     DOI : 10.26714/jkj
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Keperawatan Jiwa publishes articles in the scope of mental nursing broadly but is limited, especially in the field of mental nursing in healthy groups, risks, and disorders. Articles must be the result of research, case studies, results of literature studies, scientific concepts, knowledge and technology that are innovative and renewed within the scope of mental nursing science both on a national and international scale.
Articles 819 Documents
KEMAMPUAN INTERAKSISOSIAL SISWA USIA 10-12 TAHUN DIUNGARAN Abdul Wakhid; Nila Sari Andriani; Mona Saparwati
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 5, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.544 KB) | DOI: 10.26714/jkj.5.2.2017.87-90

Abstract

ABSTRAKKetrampilan social pada anak merupakan kemampuan sosial yang perlu dilatihkan sejak dini, sehingga perkembangan psikososial anak menjadi optimal dan dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kemampuan interaksi social siswa usia 10-12 Tahun di Ungaran. Desain penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan survei. Populasi penelitian ini adalah siswa usia 10-12 tahun diUngaran, yaitu sebanyak 117 siswa dengan sampel adalah 91 siswa menggunakan teknik proportional random sampling. Alat pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan interaksi sosial siswa usia 10-12 tahun sebagain besar kategori sedang (60,4%). Sebaiknya anak sekolah usia 10-12 tahun meningkatkan kemampuan interaksi social mereka diantaranya dengan meningkatkan rasa saling menghormati dan menghargai sehingga proses belajar dapat berjalan dengan baik. Kata kunci: Interaksi sosial, siswausia 10-12 tahun DESCRIBE SOCIAL INTERACTION CAPABILITIES OF STUDENTS AGED 10-12 YEARS OLD IN UNGARAN. ABSTRACTSocial skills in children are social abilities that need to be trained early, so that children's psychosocial development becomes optimal and can carry out their duties well. The purpose of this study was to describe social interaction capabilities of students aged 10-12 years old in Ungaran. The study design was descriptive analytic with survey approach. This study population was the students aged 10-12 years old in Elementary School 04 Sidomulyo Ungaran, as many as 117 students where the samples were 91 students using proportional random sampling technique. Data collecting tool used questionnaires. Analysis   data used the frequency distribution. The results showed that social interaction skills of students aged 10-12 years old were the majority of them in the middle category (60.4%). We recommend that school children aged 10-12 should improve their social interaction skills such as by increasing mutual respect and appreciating so that the learning process can run well. Keywords: Social interaction capabilities, students aged  10-12 years old.
HUBUNGAN SELF-ESTEEM TERHADAP PERILAKU MENGKONSUMSI MINUMAN KERAS PADA WANITA PEMANDU LAGU (PL) DI TEMPAT-TEMPAT KARAOKE Triana Arisdiani; Yuni Puji Widyastuti
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.132 KB) | DOI: 10.26714/jkj.5.1.2017.14-18

Abstract

Perilaku sek bebas, narkoba, dan mengkonsumsi minuman keras menyumbang tingginya masalah kesehatan pada Pemandu Lagu (PL). Perilaku tersebut dilakukan sebagai wujud pelayanan terhadap tamu oleh Pemandu Lagu (PL) yang datang di tempat karaoke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self esteem dengan perilaku mengkonsumsi minuman keras pada Pemandu Lagu (PL) di tempat-tempat karaoke. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil secara total sampling sebanyak 48 Pemandu Lagu (PL) di tempat-tempat karaoke. Alat penelitian menggunakan kuesioner, The Simple Rathus Assertiveness Schedule Questionnaire, Rosenberg Self-Esteem, dan Scale Alcohol Use Disorders Identification Test (AUDIT). Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan self esteem (ρvalue= 0,002; ρvalue<0,05) dengan perilaku mengkonsumsi minuman keras pada Pemandu Lagu (PL) di tempat-tempat karaoke. Semakin self esteem pemandu lagu baik, maka semakin terhindar dari perilaku mengkonsumsi minuman keras. Penelitian selanjutnya diharapkan meneliti variabel-variabel lain yang berkontribusi dengan perilaku Pemandu Lagu (PL) mengkonsumsi minum minuman keras melalui metode yang berbeda. Kata kunci: Perilaku mengkonsumsi minuman keras, pemandu lagu (PL) THE RELATIONSHIP BETWEEN SELF ESTEEM AND THE BEHAVIOR OF CONSUMING LIQUOR ON SONG GUIDES (PL) ABSTRACTFree-sex behavior, drugs, and drinking alcohol contribute to high health problems in Work as a Song Guide (PL). This behavior is carried out as a form of service to guests by a Song Guide (PL) who comes to a karaoke place. This study aims to determine the relationship between self esteem and the behavior of consuming liquor on Song Guides (PL) in karaoke places. The design of this study used descriptive correlation with a cross sectional approach. Samples were taken in total sampling with 48 Song Guides (PL) in karaoke places. The research tool used a questionnaire, The Simple Rathus Assertiveness Schedule Questionnaire, Rosenberg Self-Esteem, and the Alcohol Use Disorders Identification Test (AUDIT) Scale. Data were analyzed by univariate and bivariate using the chi square test. The results of the study show that there is a relationship between self esteem (value = 0.002; ρvalue <0.05) with the behavior of consuming liquor in Song Guides (PL) in karaoke places. The better the self-esteem of the song guide, the more avoid the behavior of consuming liquor. Further research is expected to examine other  variables that contribute to the Song Guide behavior (PL) consuming drinking through different methods. Keywords: Behavior consuming liquor, song guide (PL)
Pengaruh pemberian terapi kelompok terapeutik anak usia toddler terhadap perkembangan psikososial anak usia toller Livana PH; Yulia Susanti
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.192 KB) | DOI: 10.26714/jkj.7.2.2019.229-234

Abstract

Karakteristik anak usia toddler di kota Kendal bervariasi: ada yang sangat ceria saat  bermain dengan anak yang lain,  ada yang tampak mudah kesal, ada yang menangis ketika melihat  orang  baru,  dan ada anak  yang  cenderung  memilih  bermain  sendiri.  Perkembangan kepribadian saling berkaitan dengan hubungan sosial. Kombinasi perkembangan kepribadaian dan hubungan sosial disebut perkembangan psikososial. Perkembangan psikososial pada anak usia toddler dapat dicapai secara optimal melalui peran serta orangtua. Upaya yang dapat dilakukan perawat dalam mencegah keterlambatan perkembangan psikososial anak usia toddler yaitu dengan menstimulasinya melalui terapi kelompok terapeutik (TKT) untuk meningkatkan respons motorik, kognitif, emosional dan psikososialnya. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi kelompok terapeutik terhadap perkembangan psikososial anak usia toddler. Penelitian dilakukan di Bandengan, Kota Kendal. Desain penelitian quasi experiment dengan rancangan penelitian pre and post test without control group dengan menggunakan Purposive sampling berjumlah 42 anak.  Hasil  penelitian  dianalisis  menggunakan paired t test.   Hasil   penelitian  menunjukkan ada pengaruh pemberian terapi kelompok terapeutik anak usia toddler terhadap perkembangan psikososial anak usia toller denga nilai p = 0,000. Kata kunci: terapi kelompok terapeutik anak usia toddler, perkembangan psikososial anak usia toddler THE EFFECT OF PROVIDING THERAPEUTIC THERAPY FOR TODDLER-AGE CHILDREN ON THE PSYCHOSOCIAL DEVELOPMENT OF TOLL-AGE CHILDREN ABSTRACTThe characteristics of toddler-age children in Kendal city vary: some are very cheerful when playing with other children, some look irritable, some cry when they see a new person, and there are children who tend to choose to play alone. Personality development is related to social relations. The combination of personality development and social relations is called psychosocial development. Psychosocial development in toddler age can be achieved optimally through parental participation. Efforts that nurses can take to prevent delays in toddler psychosocial development are to stimulate them through therapeutic group therapy (TKT) to improve their motor, cognitive, emotional and psychosocial responses. The research aims to analyze the effect of therapeutic group therapy on the psychosocial development of toddler age children. The study was conducted in Bandengan, Kendal City. Quasi experiment research design with pre and post test without control group research design using purposive sampling totaling 42 children. The results of the study were analyzed using the paired t test. The results showed that there was an effect of therapeutic therapy for toddler age children on the psychosocial development of toll-age children with p = 0,000. Keywords: therapeutic group therapy for toddler, psychosocial development of toddler
Psikoterapi Individu sebagai Mediasi Ansietas pada Kegawatan Kasus Psikososial Pasien Acute Coronary Syndrome Agustin, Ike Mardiati; Sumarsih, Tri; Nugroho, Irmawan
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 7, No 3 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.593 KB) | DOI: 10.26714/jkj.7.3.2019.311-316

Abstract

Acute Coronary Syndrom atau ACS merupakan salah satu penyakit kardiovaskuler, Prognosis fisiologis dari penyakit ACS ini dipengaruhi faktor psikososial diantaranya kecemasan. Proses perawatan di ruang rawat intensif berdampak pada kedinamisan kondisi sakit pasien, sehingga dibutuhkan suatu bentuk psikoterapi yang dapat mengatasi kegawatan psikososial untuk menjaga stabilitas tanda-tanda klinis pasien. Data primer yang diperoleh dari Rumah Sakit Muhammadiyah Se-Kabupaten Kebumen menunjukan dalam waktu 1 bulan terakhir sebanyak  50 pasien ACS mengalami ansietas. Penelitian ini bertujuan penelitian untuk Mengetahui tingkat ansietas pasien ACS sebelum dan sesudah diberikan psikoterapi individu di RS Muhammadiyah Se-Kabupaten Kebumen. Metode penelitian ini menggunakan quasi experimental designs dengan pendekatan pre and post test without control group, sampel yang digunakan sebanyak 20 responden pasien ACS menggunakan teknik simple random sampling, Analisa data menggunakan uji t-test, Instrumen pengukuran ansietas menggunakan HADS. Hasil penelitian menunjukan tingkat ansietas pasien sebelum diberikan psikoterapi individu  mengalami tingkat ansietas berat , setelah diberikan psikoterapi individu pasien mengalami tingkat ansietas normal, ini berarti ada perbedaan tingkat ansietas yang bermakna antara sebelum dan sesudah diberikan psikoterapi individu dengan nilai P value 0,000 (Pvalue ≤ 0,05). Kata kunci: acute coronary syndrom, psikoterapi individu, ansietas INDIVIDUAL PSYCHOTHERAPY AS ANXIETY MEDIATION IN PSYCHOSOCIAL EMERGENCY CASE  IN ACUTE CORONARY SYNDROME ABSTRACTAcute Coronary Syndrome or ACS is a cardiovascular disease. The physiological prognosis of ACS is influenced by psychosocial factors including anxiety. The process of treatment on ACS patients in the intensive care unit has several impacts on the dynamic condition of the patient's illness, therefore the kind of psychotherapy is needed to overcome psychosocial emergency case to maintain the stability of the patient's clinical signs. Primary data obtained from Muhammadiyah Hospitals in Kebumen Regency showed that in the last 1 month as many as 50 ACS patients experienced an anxiety. This study aimed to determine the level of anxiety of ACS patients before and after individual psychotherapy given at Muhammadiyah Hospital in Kebumen Regency. This research method used quasi experimental designs with pre and post-test approach without control group, the sample of this study was 20 respondents of ACS patients using simple random sampling technique, data analysis used t-test, Instrument for Anxiety Used HADS. The results showed the anxiety level of patients before giving individual psychotherapy experienced high anxiety levels, meanwhile patients experienced normal anxiety levels after giving individual psychotherapy. It means, there was significant differences on anxiety level between before and after being given individual psychotherapy with p-value 0,000.  Keywords: acute coronary syndrome, individual psychotherapy, anxiety
Penerapan Terapi Kelompok Terapeutik Dalam Menstimulasi Perkembangan Anak Usia Toddler Dengan Memberdayakan Ibu Dan Kader Kesehatan Jiwa Wuryaningsih, Emi Wuri; Keliat, Budi Anna; Mustikasari, Mustikasari
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 2, No 2 (2014): November 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.786 KB) | DOI: 10.26714/jkj.2.2.2014.110-117

Abstract

Mental health promotion in toddlerhood has important role to improve of Indonesian human resource quality. This scientific report describes implementation of toddler’s group therapeutic therapy by empowering mother and mental health cadre. The method used is toddler’s group therapeutic therapy in community mental health nursing program. The result showed the therapy could promote the achievement of autonomy in toddlerhood, the mothers’ ability in stimulating the holistic development of the toddlers (motoric, cognitive, language, emotion, personality, morale – spiritual, and psychosocial), and mental health cadre’s ability to help toddler’s family for otonomy development achievement. Mental health nurses in primary health care can implement the group therapeutic therapy by mother and mental health cadre empowerment.
Kecenderungan atau Sikap Keluarga Penderita Gangguan Jiwa Terhadap Tindakan Pasung (Studi Kasus Di Rsj Amino Gondho Hutomo Semarang) Lestari, Puji; Ch, Zumrotul; Mathafi, Mathafi
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.712 KB) | DOI: 10.26714/jkj.3.1.2015.13-21

Abstract

Pasung pada penderita gangguan jiwa dapat berdampak baik secara fisik maupun psikis. Dampak fisiknya bisa terjadi atropi pada anggota tubuh yang dipasung, dampak psikisnya yaitu penderita mengalami trauma, dendam kepada keluarga, merasa dibuang, rendah diri, dan putus asa. Lama-lama muncul depresi dan gejala niat bunuh diri. Data Propinsi Jawa Tengah mulai tahun 2010 terdapat 1145 jumlah kasus yang dipasung. Keluarga sangat penting artinya dalam perawatan dan penyembuhan pasien. Salah satu faktor yang merupakan predisposisi terjadinya pemasungan adalah sikap keluarga. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kecenderungan atau sikap keluarga penderita gangguan jiwa terhadap tindakan pasung Metode penelitian ini metode deskriptif yang bertujuan untuk memuat gambaran tentang suatu keadaan secara objektif, jenis yang digunakan adalah survey dengan pendekatan cross sectional yaitu data yang dikumpulkan sesaat atau data yang diperoleh saat ini juga. Populasi dalam penelitian ini adalah semua keluarga yang mengantar klien rawat jalan di Poli Klinik RSJ Dr. Amino Gondohutomo Semarang yang berjumlah sekitar 100 orang per bulan. Besar sampel 80 responden dengan teknik sampling accidental sampling. Analisa data menggunakan analisa deskriptif yang dibuat dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Sebagian besar keluarga berumur dewasa menengah (36 – 59 tahun) sejumlah 47 (58,8 %), ayah/ibu yaitu sejumlah 27 (33,8 %), berasal dari Semarang sejumlah 35 (43,8%) dan Demak sejumlah 16 (20 %). Penderita gangguan jiwa berumur dewasa muda (18-35 tahun) sejumlah 51 (63,8 %), berjenis kelamin perempuan yaitu sejumlah 42 (52,5 %), mengalami gangguan jiwa > 5 tahun yaitu sejumlah 39 (48,8%), mempunyai sikap kurang mendukung terhadap tindakan pasung yaitu sejumlah 40 (50%).
EFEKTIVITAS COGNITIVE BEHAVIOUR THERAPY DAN RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOUR THERAPY TERHADAP GEJALA DAN KEMAMPUAN MENGONTROL EMOSI PADA KLIEN PERILAKU KEKERASAN I Ketut Sudiatmika; Budi Anna Keliat; Ice Yulia Wardani
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.341 KB) | DOI: 10.26714/jkj.1.1.2013.%p

Abstract

Perilaku kekerasan merupakan  keadaan dimana seseorang tidak dapat mengontrol perilaku marahnya sehingga dieksprresikan dalam bentuk perilaku agresif fisik dan atau verbal yang dapat mencederai diri sendiri, orang lain dan merusak lingkungan sehingga membutuhkan  tindakan  keperawatan yang efektif dan tepat. Tindakan keperawatan spesialis yang dapat diberikan pada klien perilaku kekerasan adalah cognitive behaviour therapy dan rational emotive behaviour therapy. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas cognitive behaviour  therapy (CBT) dan rational emotive behaviour therapy (REBT) terhadap perubahan gejala dan kemampuan klien perilaku kekerasan di Rumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Desain penelitian quasi eksperimental dengan jumlah sampel 60 responden. Hasil penelitian ditemukan penurunan gejala perilaku kekerasan lebih besar pada klien yang mendapatkan daripada yang tidak mendapatkan CBT dan REBT (p value < 0.05). Kemampuankognitif, afektif dan perilaku klien yang mendapatkan CBT dan REBT meningkat secara bermakna (p value < 0.05). CBT dan REBT direkomendasikan sebagai terapi keperawatan pada klien perilaku kekerasan dan halusinasi.Kata kunci: perilaku kekerasan, kemampuan kognitif, afektif dan perilaku, cognitive behaviour therapy, rational emotive behaviour therapy.
Bullying di Sekolah : Kurangnya Empati Pelaku Bullying dan Pencegahan Rahayu, Bety Agustina; Permana, Iman
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 7, No 3 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.7.3.2019.237-246

Abstract

Penelitian terkait kasus bullying pada anak usia sekolah dasar masih terbatas. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor perilaku bullying di Sekolah Dasar Negeri Pungkuran Pleret Bantul. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus. Teknik total sampling dipilih dalam penelitian ini. Responden adalah 102 siswa dan seorang kepala sekolah.Wawancara penelitian dilakukan pada 10 partisipan siswa yang diambil dengan purposive sampling.Instrument yang digunakan termasuk kuesioner kebiasaan siswa di sekolah, pedoman wawancara, telepon dan lembar observasi. Tingkat perilaku bullying mayoritas dalam kategori bullying sedang dilakukan 62,31% siswa laki-laki . Jenis bullying verbal kategori sedang banyak ditemukan pada 42,16% siswa laki-laki. Sebanyak 39,22% siswa laki-laki cenderung melakukan bullying  fisik tingkat rendah. Bullying relasional kategori sedang dilakukan oleh 48,04 % siswa laki-laki. Bullying yang terjadi disekolah terjadi karena kurangnya empati pelaku bullying dan pencegahan yang dilakukan oleh sekolah. Pemicu bullying dikalangan siswa adalah ketidakpedulian. Ketidaktersediaan standar operasional prosedur dan guru konseling menjadi faktor rantai bullying yang berkelanjutan. Kata kunci: perilaku, bullying; sekolah dasar LACK OF BULLIES EMPATHY AND PREVENTIONAT SCHOOL ABSTRACTResearch related cases of bullying in elementary school-age children has limited. The purpose of this study was to analyze the factors of bullying behavior at Pungkuran Pleret Public Elementary School in Bantul. This study uses a case study design. We applied a total sampling technique. All respondents were 102 students and a principal. We also conducted interviews with ten students obtained by purposive sampling. The instruments used included questionnaires for student habits at school, interview guidelines, telephones and observation sheets. The level of bullying behaviour in the majority in the category of bullying is being done by 62.31% male students. The type of verbal bullying category is mostly found in 42.16% male students. Almost 39.22% of male students are likely to conduct low physical bullying, and most relational bullying found are done by 48,04 % these male students. Bullying that occurs in schools occurs because of a lack of empathy perpetrators of bullying and prevention carried out by the school. The trigger for bullying among students is indifference. Moreover, the unavailability of standard operational procedures and counselling teachers are found becoming the factors in the continued chain of bullying.  Keywords: behavior, bullying, elementary school
Perspektif Kejiwaan Dalam Keluarga: Gambaran Kerentanan Sosial Keluarga Buruh Migran Internasional Rahayu, Desi Ariyana; Mubin, M Fatkhul; Nurhidayati, Tri
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.353 KB) | DOI: 10.26714/jkj.2.1.2014.67-71

Abstract

Pendahuluan: Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dampak sosial keluarga buruh migran yang ditinggal bekerja ke luar negeri. Hal ini didasarkan pada beberapa penelitian yang berkaitan dengan beberapa masalah sosial yang sering ditemukan pada keluarga buruh migran yang ditinggal bekerja di luar negeri. Penelitian dilakukan di wilayah Kendal, tepatnya di Desa Taman Gede kecamatan Gemuh. Desa Taman Gede merupakan salah satu desa di Kecamatan Gemuh yang merupakan wilayah dengan pengiriman tenaga kerja ke luar negeri terbanyak menurut salah satu perusahan penyalur tenaga kerja yang ada di wilayah kecamatan Gemuh. Kendal dipilih berdasar hasil laporan BNP2TKI yang menyebutkan bahwa daerah Kendal menduduki peringkat ke sembilan tertinggi sebagai daerah penyalur tenaga kerja di Indonesia tahun 2012. Metode: Desain penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi deskriptif dengan melakukan eksplorasi langsung, menganalisis dan mendeskripsikan dampak sosial yang dialami keluarga buruh migran. Pengumpulan data dilakukan melalui in depth interview dan observasi langsung kepada partisipan. Hasil: Hasil penelitian yang diperoleh yaitu dampak sosial yang dialami oleh keluarga buruh migran internasional yang ditinggal bekerja ke luar negeri. Dampak sosial yang dialami oleh keluarga buruh migran internasional yang ditinggal bekerja ke luar negeri meliputi: kegiatan pengalihan (displacement), sosial spiritual, aktivitas harian dan investasi. Simpulan: Secara umum dampak sosial yang dirasakan dan dialami oleh keluarga buruh migran internasional dapat digolongkan menjadi dampak positif dan negatif. Pengalaman ditinggal bekerja ke luar negeri bagi sebagian partisipan memberikan dampak positif baik secara materiil maupun immateriil, namun ada juga partisipan yang merasakan pengalaman yang kurang menyenangkan terutama bagi suami yang ditinggal oleh istrinya.
RESPONS EMOSI DAN SOSIAL REMAJA BERJERAWAT PH, Livana; Mubin, Mohammad Fatkhul; Mahmudah, Azizah Rahma
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 4, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.348 KB) | DOI: 10.26714/jkj.4.2.2016.132-136

Abstract

Anak pada periode pra sekolah perlu untuk mencapai tugas-tugas perkembangan mereka yang mencakup : keterampilan motorik, sosial dan bahasa. Pendidikan anak usia dini (PAUD) akan membantu pencapaian tugas-tugas perkembangan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur perbedaan tingkat perkembangan anak yang mengikuti dan tidak mengikuti PAUD. Terdapat 61 anak yang tidak mengikuti PAUD dan 79 anak dari tiga sekolah PAUD di Desa Protomulyo Kabupaten Kendal. Subyek diukur menggunakan Denver Developmental Screening Test II (DDST II) pada satu kali periode. Diantara mereka yang tidak mengikuti PAUD, 41% (25 anak) didiagnosis suspect, sementara 8,9% (7 anak) dari PAUD yang tidak bisa mencapai tugas perkembangan. Tujuh puluh dua anak yang telah mengikuti minimal 3 bulan program PAUD, mampu mencapai tugas-tugas perkembangan mereka sepenuhnya. Oleh karena itu, ada perbedaan tingkat perkembangan antara anak-anak yang mengikuti dan tidak mengikuti PAUD, dengan p value (p =0,000). Program  PAUD mempunyai peran yang sangat penting untuk merangsang perkembangan anak. Orangtua dapat meyediakan permainan yang mendidik di rumah dan bagi petugas kesehatan harus aktif dalam memberikan screening pengembangan menggunakan DDST II untuk semua anak di masyarakat. Kata Kunci: Pendidikan anak usia dini (PAUD), perkembangan, anak pra sekolah LEVEL OF DEVELOPMENT OF 3-5 YEAR PRA SCHOOL CHILDREN WHO FOLLOWS AND DOES NOT FOLLOW EARLY CHILDREN EDUCATION ABSTRACTChildren in the pre-school period need to achieve their developmental tasks which include: motor, social and language skills. Early childhood education (PAUD) will help achieve the tasks of this development. This study aims to measure differences in the level of development of children who follow and do not participate in PAUD. There were 61 children who did not attend PAUD and 79 children from three PAUD schools in Protomulyo Village, Kendal Regency. Subjects were measured using the Denver Developmental Screening Test II (DDST II) at one time period. Among those who did not attend Early childhood education (PAUD), 41% (25 children) were diagnosed suspect, while 8.9% (7 children) of Early childhood education (PAUD) were unable to achieve developmental tasks. Seventy-two children who have participated in at least 3 months of the Early childhood education (PAUD) program are able to fully accomplish their development tasks. Therefore, there are differences in the level of development between children who follow and do not participate in PAUD, with p value (p = 0,000). The Early childhood education (PAUD) program has a very important role in stimulating children's development. Parents can provide educational games at home and health workers must be active in providing development screening using DDST II for all children in the community.  Keywords: Early childhood education (PAUD), development, pre-school children

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2025): Agustus 2025 Vol 13, No 1 (2025): Februari 2025 Vol 12, No 4 (2024): November 2024 Vol 12, No 3 (2024): Agustus 2024 Vol 12, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): November 2023 Vol 11, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 10, No 4 (2022): November 2022 Vol 10, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 10, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 9, No 4 (2021): November 2021 Vol 9, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 9, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 8, No 4 (2020): November 2020 Vol 8, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 8, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 7, No 3 (2019): November 2019 Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019 Vol 6, No 2 (2018): November 2018 Vol 6, No 2 (2018): November 2018 Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018 Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018 Vol 5, No 2 (2017): November 2017 Vol 5, No 2 (2017): November 2017 Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017 Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016 Vol 3, No 2 (2015): November 2015 Vol 3, No 2 (2015): November 2015 Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015 Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa More Issue