cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
jurkep.jiwa@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
jurkep.jiwa@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Nursing and Health Sciences | University of Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC University of Muhammadiyah Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia
ISSN : 23382090     EISSN : 26558106     DOI : 10.26714/jkj
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Keperawatan Jiwa publishes articles in the scope of mental nursing broadly but is limited, especially in the field of mental nursing in healthy groups, risks, and disorders. Articles must be the result of research, case studies, results of literature studies, scientific concepts, knowledge and technology that are innovative and renewed within the scope of mental nursing science both on a national and international scale.
Articles 819 Documents
DUKUNGAN SOSIAL DAN HUBUNGANNYA DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA NARAPIDANA ANAK Fitri Maharani Sukma; Ria Utami Panjaitan
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 6, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.706 KB) | DOI: 10.26714/jkj.6.2.2018.83-90

Abstract

Dampak  penahanan terhadap narapidana anak ialah rendahnya dukungan sosial. Dukungan sosial yang rendah menjadi salah satu faktor penyebab depresi pada narapidana anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan tingkat depresi pada narapidana anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak tahun 2018. Metode penelitian menggunakan desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional pada 93 narapidana anak. Instrumen pada penelitian ini ialah kuesioner Interpersonal Support Evaluation List (ISEL) untuk dukungan sosial dan Beck Depression Inventory-II (BDI-II) untuk tingkat depresi. Analisa data yang digunakan yaitu analisa univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Jenis uji chi-square yang digunakan ialah independency test untuk menentukan ada tidaknya hubungan antara dukungan sosial dengan tingkat depresi. Hasil penelitian  menunjukkan ada hubungan dukungan sosial dengan tingkat depresi pada narapidana anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak tahun 2018 dengan nilai p value yaitu 0,022 (p value ≤ 0,05). Meningkatkan dukungan sosial, skrining kesehatan mental, terapi kognitif, dan terapi psikoedukasi perlu dilakukan sebagai upaya untuk mempertahankan status kesehatan mental dan mencegah serta menangani depresi pada narapidana anak. Kata kunci: Dukungan sosial, depresi, narapidana anak SOCIAL SUPPORT AND RELATIONSHIP WITH THE LEVEL OF DEPRESSION IN CHILDREN'S INVITATION ABSTRACTThe consequence of detention on child inmates is low social support. Low social support becomes one of the factors contributing depression among child inmates. This research aims to find out the correlation between the social support and level of depression among child inmates at Lembaga Pembinaan Khusus Anak. The methodology of this research is analytical descriptive design with the cross-sectional approach to 93 child inmates. The research instruments are Interpersonal Support Evaluation List (ISEL) and Beck Depression Inventory-II (BDI-II) questionaire. This research uses univariate and bivariate analyses with chi-square test. The test type of chi-square test is used in this research is independency test to determine the relationship between social support and level of depression.  The result of this research shows the positive correlation between social support and level of depression among child inmates at Lembaga Pembinaan Khusus Anak in which the p value is 0.022 (p value ≤ 0.05). Improving social support, mental health screening, cognitive therapy and psychoeducation therapy should be done in effort to maintain mental health status, prevent and handle depression among child inmates. Key words : social support, depression, child inmates.
HUBUNGAN PERLAKUAN BODY SHAMING DENGAN CITRA DIRI MAHASISWA Rahmad Hidayat; Eka Malfasari; Rina Herniyanti
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.884 KB) | DOI: 10.26714/jkj.7.1.2019.79-86

Abstract

Perlakuan body shaming adalah pengalaman yang di alami individu ketika kekurangan di pandang sebagai sesuatu yang negatif oleh orang lain dari bentuk tubuhnya.Efek dari perlakuan body shaming bisa membentuk citra diri positif ataukah negatif dari seorang tersebut..Tujuan penelitian ini untuk mengatahui hubungan perlakuan body shaming dengan citra diri pada mahasiswa STIKes Payung Negeri Pekanbaru. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desian penelitian korelasi dengan menggunakan pendekatan Cross- Sectional. Sampel penelititan teridiri dari 103 Mahasiswa. Metode pengambilan sample adalah purposive sampling. Penelitian ini dimulai tanggal 01-03 mei 2018. Analisis yang digunakan adalah uji statistik Chi- Square. Hasil uji statistik didapatkan nilai pvalue = 0,036, hal ini berarti berarti nilai p<0,05 sehingga Ho ditolak, artinya  terdapat hubungan signifikan antara perlakuan  body shaming dengan  citra diri pada mahasiswa STIKes Payung Negeri Pekanbaru, dan nilai OR  (Odds Ratio) sebesar 0,343 dengan CI (Confidence  Interval)  0,136-0,865. Rekomendasi  penelititan  ini  adalah  memberikan  intervensi  untuk mengurangi perlakuan body shaming pada remaja untuk meningkatkan citra diri. Kata kunci : Perlakuan body shaming, Citra diri. RELATIONSHIP BETWEEN BODY SHAMING TREATMENT WITH SELF-IMAGE STUDENTS ABSTRACTThe treatment of body shaming is an experience experienced by the individual when deficiency is seen as something negative by others of his or her body shape. The effect of the body shaming treatment can form a positive self-image or negative of a person.. The purpose of this study to knowing relationship treatment of body shaming with self-image at STIKes Payung Negeri Pekanbaru students. This type of research was quantitative with the descriptions of correlation research using Cross-Sectional approach. The research sample consisted of 103 Students. with purposive sampling. Tehnique this research was started on 01-03 May 2018. The analysis used Chi-Square statistical test. The result of statistical test is p value = 0.036, it means p value <0,05 so ho is rejected, it means there is a significant correlation between body shaming treatment with self image of STIKes Payung Negeri Pekanbaru student, and OR (Odds Ratio) value equal to 0.343 with CI (Confidence Interval) 0,136-0,865. This research recommendation is to provide intervention to reduce the body shaming treatment in adolescents to improve self-image. Keywords: Body shaming treatment, Self image
HUBUNGAN STRES KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS PEGAWAI PABRIK Fatimatuz Zuhroh; Khusnul Aini; Dwi Nur Aini
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.819 KB) | DOI: 10.26714/jkj.5.1.2017.19-24

Abstract

Hasil studi pendahuluan di pabrik “X” kecamatan Mranggen kabupaten demak didapatkan informasi bahwa berbagai tekanan dari pekerjaan dapat menyebabkan mereka mengalami stres bekerja sehingga dapat memicu terjadinya penurunan produktivitas kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara stres kerja dengan produktivitas pegawai pabrik kecamatan Mranggen kabupaten Demak. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode kualitatif menggunakan rancangan Deskriptif Korelasional. Sampel penelitian ini berjumlah 196 orang karyawan yang terdiri dari seluruh karyawan bagian produksi. Cara pengambilan sampelnya menggunakan teknik Purposive Sampling.Dan menggunakan analisis uji statistics Rank Spearman. Hasil penelitian menujukkan adanya hubungan antara stres kerja dengan Produktivitas kerja pada pegawai pabrik di kecamatan Mranggen kabupaten demak dengan hasil p value 0,000 (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian adalah ada hubungan yang sangat signifikan antara stres kerja dengan produktivitas pegawai pabrik di kecamatan Mranggen kabupaten Demak. Sehingga perlu pencegahan dan penanganan masalah stres pada karyawan untuk meningkatkan produktivitas kerjanya. Kata kunci: stres kerja, produktivitas THE RELATIONSHIP BETWEEN WORK STRES AND WORK PERFORMANCE OF EMPLOYEES ABSTRACTThe early study results of the “X” factory got information that the various pressure from work as exhaustion, salary that did not justify the high demand of life, workload higher when work never done, think bored towards their job monotonous and everything anything to do with the work may be causing they had stres worked so as can trigger a decline in labor productivity. The purpose of the study  to know relationship between work stres and work performance of employees in Mranggen Demak. This study was conducted  quantitative design descriptive correlation. Sample were 196 workers in consisting of all employees of production department. The selection sample used purposive sampling. And statistical test Rank Spearman. The result showed relationship between work stres and work performance of employees At Factory in Mranggen Demak with  p value 0,000 (p<0,05). There was a highly significant relationship between work stres and work performance of employees At Factory Mranggen Demak. So we needed prevention and problem handling stres on employees to increase productivity of work.  Keywords : work stres, employees performance
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI TINGKAT III Aesthetica Islamy; Farida Farida
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.169 KB) | DOI: 10.26714/jkj.7.1.2019.13-18

Abstract

Remaja putri sering mengalami gangguan menstruasi terutama pada tahun pertama setelah menarche.Gangguan terbanyak berupa keterlambatan siklus menstruasi (80%).Faktor risiko gangguan siklus menstruasi adalah hormonal, status gizi, Indeks Massa Tubuh (IMT), dan tingkat stres.Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang paling dominan mempengaruhi siklus menstruasi pada remaja putri tingkat III di STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung.Desain penelitian berupa analitik cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden.Analisis data dengan uji statistik Chi-square dan multivariate analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terhadapat hubungan antara tingkat stres (RP=4,7 (95% CI 1,1 – 20,0); p=0,015) dan status gizi (RP=2,8 (95% CI 1,6 – 4,8); p=0,026) dengan siklus menstruasi. Analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel yang paling besar pengaruhnya dalam siklus menstruasi adalah status gizi dan tingkat stres.Kesimpulan dari penelitian bahwa remaja putri yang mengalami stres dan memiliki status gizi tidak normal dapat berdampak pada siklus menstruasi. Rekomendasi bagi dinas kesehatan dan puskesmas diharapkan lebih meningkatkan pemberian informasi dalam peningkatan kesehatan reproduksi terutama pada gangguan siklus menstruasi. Kata kunci :cross-sectional, faktor risiko, menstruasi, status gizi, stres FACTORS THAT INFLUENCE THEMENSTRUATION CYCLE IN YOUNG WOMEN LEVEL III ABSTRACTMenstrual disorders was a common problem for teenagers. The menstrual cycle in adolescents was often irregular in the first year after menarche. Approximately 80% of teenage girls who experience delayed menstrual cycle and 7% who experienced menstruation faster. There were several factors that can cause menstrual cycle disorders including hormonal disorders, nutritional status, IMT, and stress. The aim of this research was to find out the most dominant factors which caused Menstruation Cycle in Young women. The study design was in the form of cross-sectional analytic with a total sample of 40 respondents. Data analysis with Chi-square and multivariate analysis. The results showed that there was a relationship between stress levels (RP = 4.7 (95% CI 1.1 - 20.0); p = 0.015) and nutritional status (RP = 2.8 (95% CI 1.6 - 4 , 8); p = 0.026) with the menstrual cycle. Multivariate analysis showed that the variables that had the greatest influence on the menstrual cycle were nutritional status and stress levels. The conclusion of the study is that young women who experience stress and have abnormal nutritional status can have an impact on the menstrual cycle. Recommendations for health offices and health centers are expected to increase information provision in improving reproductive health, especially in disorders of the menstrual cycle. Keywords: cross-sectional, risk factor, menstruation, nutritional status, stress
GAMBARAN TINGKAT STRES KELUARGA YANG DITINGGALKAN KERJA KE LUAR NEGERI OLEH ANGGOTA KELUARGA Livana PH; Failila Khosandika; Mohammad Fatkhul Mubin
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 5, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.4 KB) | DOI: 10.26714/jkj.5.2.2017.91-95

Abstract

Perubahan kondisi sosial akan mempengaruhi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berkerja di luar negeri maupun keluarganya, awalnya tentu membawa dampak yang cukup berat baik yang dirasakan oleh yang bersangkutan maupun anggota keluarganya. Kondisi ini secara kejiwaan akan berdampak pada tingkat stres yang bersangkutan dan anggota keluarganya yang cukup tinggi. Dari kebiasaan bersama menjadi tidak ada, hal ini langsung atau tidak langsung berdampak pada pola fikir dan sikap para keluarga yang ditinggalkan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stres keluarga  yang ditinggal kerja ke luar negeri oleh anggota keluarga. Jenis penelitian deskriptif eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga yang ditinggalkan oleh anggota keluarganya ke luar negeri di Desa Taman Gede Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal sebanyak 55 responden. Teknik sampling menggunakan sampling jenuh. Proses pengumpulan data dilakukan dengan mengisi lembar observasi berupa kuesioner. Data dianalisis secara univariat dengan menghitung distribusi frekuensinya. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas keluarga  yang ditinggal kerja ke luar negeri oleh anggota keluarga mengalami stres pada tingkat stres sedang. Pelayanan kesehatan dapat memberukan intervensi kepada keluarga yang ditinggal kerja ke luar negeri oleh anggota keluarganya sebagai upaya untuk mengatasi tingkat stres yang dialaminya. Kata kunci: Keluarga yang ditinggal kerja ke luar negeri, stres.  FAMILY STRESS LEVEL THAT LEFT WORK OUTSIDE BY FAMILY MEMBERS ABSTRACTChanges in social conditions will affect Indonesian Workers (TKI) who work abroad and their families, initially it will have a quite heavy impact both felt by those concerned and their family members. This condition will have a psychological impact on the stress level concerned and family members who are quite high. From shared habits to non-existent, this directly or indirectly affects the thinking patterns and attitudes of the families left behind. The study aims to describe the level of family stress left by work abroad by family members. Type of explorative descriptive research. The population in this study were families left by family members abroad in Taman Gede Village, Gemuh District, Kendal District, as many as 55 respondents. The sampling technique uses saturated sampling. The process of data collection is done by filling in the observation sheet in the form of a questionnaire. Data were analyzed univariately by calculating the frequency distribution. The results showed that the majority of families left to work abroad by family members experience stress at moderate stress levels. Health services can provide intervention to families who are left to work abroad by family members in an effort to overcome the level of stress they experience. Keywords: Families left behind to work abroad, stress.
HUBUNGAN ANTARA STRES EMOSI DENGAN KUALITAS TIDUR LANSIA Dahroni Dahroni; Triana Arisdiani; Yuni Puji Widiastuti
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 5, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.79 KB) | DOI: 10.26714/jkj.5.2.2017.68-71

Abstract

Lanjut usia adalah seseorang yang telah mencapai usia lebih dari 60 tahun dan megalami beberapa perubahan fungsi fisiologis yang akan berdampak pada kondisi fisik maupun psikologis diantara stres emosi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres emosi dengan kualitas tidur pada lansia di Balai pelayanan sosial lansia. Metode : Penelitian ini merupakan study deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 74 orang. Hasil : ada hubungan yang signifikan antara stres emosi dengan kualitas tidur lansia dengan nilai p value 0,003 (P<0,05). Diskusi : Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai referensi untuk mengembangkan penelitian yang serupa, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup lanjut usia. Kata Kunci: Stres emosi, kualitas tidur, lansia RELATIONSHIP BETWEEN EMOTIONAL STRESS AND SLEEP QUALITY ABSTRACTAdvanced age is someone who has reached the age of more than 60 years and has several changes in physiological functions that will have an impact on the physical and psychological conditions between emotional stress. This research aims to determine the relationship between emotional stress and sleep quality in the elderly in the elderly social service center. This research is a descriptive correlation study with a cross sectional approach. The number of samples is 74 people. The result of the research was significant correlation between emotional stress and elderly sleep quality with a p value of 0.003 (P <0.05) The research is expected to be able to develop similar research so that it can improve the quality of life of elderly. Keywords: Emotional stress, sleep quality, elderly
Gambaran tingkat ansietas dan mekanisme koping pada mahasiswa keperawatan dalam menghadapi ujian praktek laboratorium Daesy Kristiana Lau; Venti Agustina; Heri Setiawan
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.138 KB) | DOI: 10.26714/jkj.7.2.2019.217-228

Abstract

Mahasiswa rentan mengalami ansiestas salah satu yang menjadi sumber ansiestas bagi mahasiswa yaitu ujian. Ujian merupakan bagian dari evaluasi mahasiswa terhadap proses pembelajaran dalam satu semester. Ujian tidak hanya teori tetapi juga praktek, praktek tidak hanya di rumah sakit atau klinik tetapi juga dilakukan di laboraturium. Praktek laboratorium akan dilewati mahasiswa dengan persyaratan yang ditentukan seperti waktu, kerapihan, cepat dan tepat serta harus dilakukan secara lengkap tanpa terlewati satu unsur pun dalam waktu uji yang singkat. Hal ini menjadi salah satu stimulus timbulnya ansiestas pada mahasiswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat ansietas dan mekanisme koping pada mahasiswa keperawatan dalam menghadapi ujian praktek laboratorium. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif cross sectional. Populasi dalam penelitian sebanyak 150 orang yang pernah dan sedang melakukan praktek laboratorium. Waktu pengambilan data pada bulan Februari-Maret 2019. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling,instrument yang digunakan kuesioner ZSAS dan kuesioner COPE SCALE. Analisa data univariat dengan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar mahasiswa keperawatan mengalami ansiestas dalam kategori normal dengan mekanisme koping terbanyak yang digunakan berfokus pada emosi atau Emotional Focused Coping.  Kata kunci: ansiestas, mekanisme koping, mahasiswa keperawatan, ujian praktek laboratorium DESCRIPTION OF ANSIETHIC LEVELS AND COOPERATING MECHANISMS IN NURSING STUDENTS IN FACING LABORATORY PRACTICE EXAMS ABSTRACTStudents are vulnerable to experiencing anxiety. One of the sources of anxiety for students is the exam. The exam is part of a student's evaluation of the learning process in one semester. Exams are not only theory but also practice, practice not only in hospitals or clinics but also in laboratories. Laboratory practice will be passed by students with the specified requirements such as time, neatness, fast and precise and must be done in full without missing any elements in a short test time. This has become one of the stimulus for anxiety on students. The purpose of this study was to determine the level of anxiety and coping mechanisms in nursing students facing laboratory practice exams. The research design used was descriptive cross sectional descriptive study. The population in the study were 150 people who had and were doing laboratory practice. Data collection time is February-March 2019. The sampling technique uses purposive sampling technique, the instrument used is the ZSAS questionnaire and the COPE SCALE questionnaire. Univariate data analysis with frequency distribution. The results showed that most nursing students experienced anxiety in the normal category with the most coping mechanisms used to focus on emotions or Emotional Focused Coping. Keywords: anxiety, coping mechanism, nursing students, laboratory practice exams
THE DIFFERENCES BETWEEN DEPRESSION LEVEL BEFORE AND AFTER BEING GIVEN LOGOTHERAPY IN CANCER CLIENTS AT KEN SARAS HOSPITAL SEMARANG REGENCY Abdul Wakhid; Shofhatun Nadhiyat; Sukarno Sukarno; Dewi Rosnita
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.601 KB) | DOI: 10.26714/jkj.6.1.2018.53-59

Abstract

Cancer is one of the most feared diseases that cause death. The most common psychological problem found in cancer clients is depression which can affect the treatment, extend the hospitalization time, decreases the therapeutic process, and client's survival. To overcome the problem on the client, nursing intervention can be given in the form of logotherapy. The purpose of this study is to determine the differences between depression levels before and after logotherapy in cancer client at Ken Saras Hospital, Semarang Regency. This research design used pre-experiment with one group pre-posttest design. The population of this study was cancer patients at Ken Saras hospital as many as 22 respondents by using purposive sampling technique and data collecting tool used Back Depression Inventory. Data analysis used t-test dependent test. The results show that the depression level of cancer clients before logotherapy is mostly in moderate category (86,4%), the depression level of cancer clients after logotherapy is mostly in mood disorder (63,6%). There are differences between depression levels before and after logotherapy of cancer client at Ken Saras Hospital, Semarang Regency, with p value (0,000) <α (0,05). Ken Saras hospital should utilize logotherapy as a complementary therapy to support the psychological side of cancer patients so that the healing process can run optimally. Keywords: Logotherapy, Depression Level, Cancer
Hubungan spiritualitas dan sensitivitas moral mahasiswa keperawatan I Gede Nova Ariawan; Putu Gede Putra Suastrawan; Ni Putu Emy Darma Yanti
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.585 KB) | DOI: 10.26714/jkj.7.2.2019.153-160

Abstract

Spiritualitas sebagai sebuah keyakinan seringkali dikaitkan dengan hubungan transenden yang berdampak pada sikap dan perilaku individu, salah satunya sensitivitas moral dalam keperawatan. Sensitivitias moral merupakan ketentuan penting dalam praktik keperawatan dan menjadi tuntutan dalam memberikan pelayanan kesehatan secara holistik. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan spiritualitas dan sensitivitas moral mahasiswa keperawatan di Provinsi Bali. Penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional ini mengikutsertakan 122 mahasiswa keperawatan di Bali sebagai sampel dan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner data demografi, spiritualitas, dan sensitivitas moral. Penelitian ini memperoleh hasil bahwa terdapat hubungan antara spiritualitas dengan sensitvitas moral mahasiswa keperawatan di Provinsi Bali (r = 0.320, P<0,001). Hasil ini menunjukkan bahwa adanya hubungan yang lemah antara kedua variabel dengan arah hubungan yang positif dengan makna semakin tinggi tingkat spiritualitas mahasiswa keperawatan maka semakin tinggi sensitivitas moral mahasiswa keperawatan. Faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi sensitivitas moral mahasiswa keperawatan perlu diteliti lebih lanjut. Kata kunci: spiritualitas, sensitivitas, moral, keperawatan SPIRITUALITY RELATIONSHIP AND MORAL SENSITIVITY OF NURSING STUDENTS  ABSTRACTSpirituality as a belief is often associated with transcendent relationships that have an impact on individual attitudes and behavior, one of which is moral sensitivity in nursing. Moral sensitivity is an important provision in nursing practice and is a demand in providing health services holistically. The purpose of this study was to identify the relationship between spirituality and moral sensitivity of nursing students in Bali Province. This quantitative research with a descriptive correlational design included 122 nursing students in Bali as samples and used purposive sampling technique. Data was collected using demographic, spirituality and moral sensitivity data questionnaires. This study found that there was a relationship between spirituality and moral sensitivity of nursing students in Bali Province (r = 0.320, P <0.001). These results indicate that there is a weak relationship between both of variables with the direction of a positive relationship which means that the higher level of spirituality of nursing students then the higher level of moral sensitivity among nursing students. Other factors that can influence the moral sensitivity of nursing students need to be investigated further. Keywords: spirituality, sensitivity, morality, nursing
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT ANSIETAS PASIEN PRE OPERASI MAYOR Reza Maghfirotun Nisa; Livana PH; Triana Arisdiani
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 6, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.122 KB) | DOI: 10.26714/jkj.6.2.2018.116-120

Abstract

ABSTRAKPasien yang menjalani operasi akan muncul perasaan ansietas seperti ketakutan atau perasaan tidak tenang, marah dan kekhawatiran. Ansietas tersebut dapat dilihat dari dukungan keluarga salah satu anggota keluarga sangat berperan aktif dalam mengurangi tingkat ansietas. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui hubungan karakateristik dan dukungan keluarga dengan tingkat ansietas pasien pre operasi mayor. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui pendekatan cross sectional, pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan 16 pertanyaan tentang dukungan keluarga yang telah dilakukan uji validitas dengan nilai r variabel 0,90, tekhnik sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel167 responden. Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara karakteristik dukungan keluarga dengan tingkat ansietas pasien pre operasi mayor dengan nilai p value <0,005. Keluarga disarankan dapat melakukan dukungan terhadap anggota keluarga yang akan dilakukan tindakan operasi.  Kata kunci :Karakteristik, Dukungan Keluarga, Ansietas Pre-operasi THE RELATIONSHIP KARAKATERISTIK AND FAMILY SUPPORT WITH ANXIETY LEVELS OF PATIENTS PRE MAJOR SURGERY ABSTRACTPatients undergoing surgery are afraid of anesthesia, fear of pain and death about ignorance or deformity or other threats to the body image resulting in anxiety, the anxiety can be seen from several characteristics of age, sex, education level, and occupation, so family support of one family member plays an active role in reducing the level of anxiety. This study aims to determine the relationship karakateristik and family support with anxiety levels of patients pre major surgery in RSUD Dr. H. Soewondo Kendal. This research uses quantitative method through cross sectional approach, data collecting using  questionnaires with 16 question about family support which has been done validity test with r value of variable 0,90, the sample technique used purposive sampling with 167 respondents. The results showed that there was a significant relationship between the characteristics of family support with anxiety levels of patients pre major surgery with p value <0.005. Families are advised to support family members for surgery. Keywords: Characteristics, Family Support, Ansietas Pre-operation

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2025): Agustus 2025 Vol 13, No 1 (2025): Februari 2025 Vol 12, No 4 (2024): November 2024 Vol 12, No 3 (2024): Agustus 2024 Vol 12, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): November 2023 Vol 11, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 10, No 4 (2022): November 2022 Vol 10, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 10, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 9, No 4 (2021): November 2021 Vol 9, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 9, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 8, No 4 (2020): November 2020 Vol 8, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 8, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 7, No 3 (2019): November 2019 Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019 Vol 6, No 2 (2018): November 2018 Vol 6, No 2 (2018): November 2018 Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018 Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018 Vol 5, No 2 (2017): November 2017 Vol 5, No 2 (2017): November 2017 Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017 Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016 Vol 3, No 2 (2015): November 2015 Vol 3, No 2 (2015): November 2015 Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015 Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa More Issue